RSS

My Everlasting Friend

23 Aug

For my everlasting friend

Sorry  for not being honest with you

Sorry for always keep my heart shut because I just think about your heart

Sorry for never tell you about my troubles  because I don’t wanna burden you

Sorry for never cry in front of you

Sorry for being strong in front of you coz I don’t want you to treat me like a weak girl

Sorry for always behind you because I just wanna see u all over time

Sorry for loving you coz it just make me happy, although you never feel that way

But at  least  let me to always be by your side coz I cant lose you

Let me feel this love every day

Let me to always see your smile

Let me to always see your face

Let me to know you

Let me to be with you forever

And let me to keep this love

And I’m sorry coz I hide this from you

Surat itu sudah ku tulis sejak 2 tahun yang lalu sejak pertama kali aku sadar kalau aku menyukainya. Tapi sayangnya surat itu tak pernah sampai kepada alamat tujuanya. Bukan karena aku tak tahu alamatnya. Bukan karena orang itu tak pernah ada. Orang itu nyata. Bahkan selalu ada di dekatku. Hanya saja aku tak pernah punya keberanian untuk menyampaikanya. Dan ketika aku sudah memiliki keberanian yang cukup untuk menyampaikanya, semuanya sudah terlambat. Kenyataanya orang itu sudah memiliki orang lain. dan dari yang aku lihat dia sngat menyukai gadis pilihanya. Aku tak punya hak lagi untuk memilikinya. Satu-satunya yang dapat aku lakukan adalah mendukungnya. Tapi satu hal yang pasti, perasanku padanya tak pernah berubah.

Orang itu adalah teman kecilku. Namanya adalah Siwon. Kami sudah akrab sejak kecil. Tapi kemudian saat dia menginjak SMP dia pindah keluar negeri. Dan kami dipertemukan kembali saat kami masuk di universitas yang sama. Siwon besar dan Siwon kecil sangatlah berbeda. Dulu Siwon memiliki perawakan ynag sedikit pendek dan agak hitam, tapi sekarang dia menjadi pemuda tinggi putih dan tampan. Itulah kesan pertama saat aku melihatnya lagi. Awalnya aku ragu untuk menyapanya karena aku takut aku salah orang. Tapi tanpa disangka-sangka dia menyapaku duluan. Ternyata dia masih ingat padaku. Entah kenapa saat itu aku jadi sangat bahagia. Bahkan aku sampai berfikir jangan –jangan kita memang jodoh.

“ hey, kau Shilla kan? Masih ingat aku?” katanya padaku. “ aku Siwon. Choi Siwon. Masih ingatkah?”

Aku hanya bisa mengangguk. Entah kenapa lidahku kelu saat itu padahal dulu aku tak pernah seperti ini. “ Ah syukurlah kau masih ingat aku. Aku sudah takut saja tadi kalu kau lupa padaku” katanya lagi. Mana mungkin aku lupa padamu. Dan entah kenapa saat itu aku tak bisa mengucap satu kata pun yang aku lakukan hanya senyum saja. Bodoh memang.

Yang lebih kebetulan lagi adalah ternyata kami kuliah di 1 departemen yang sama. Kebetulan juga kami langsung akrab sejak saat itu meskipun awalnya aku sangat pendiam karena suatu alasan yang saat itu aku sendiri tak tahu. Tapi lama kelamaan aku bisa mengendalikan perasaanku sendiri dan hal itu membawaku untuk lebih dekat denganya. Membuatku menyadari seberapa besar cintaku padanya. Dan entah ini disebut mengendalikan perasaan atau sampai tak ada yang tahu perasaanku sebenarnya padanya selain aku sendiri.

Tapi aku menikmati ini. Menikmati menjadi sahabatnya. Menkmati hari-hariku bersamanya. Menikmati setiap detik waktu yang telah kami lewati. Meskipun aku tahu bagaimana sebenarnya perasaanya padaku. Tapi dia tak perlu tahu perasaanku padanya.

Selama aku bersamanya yang aku lakukan adalah menjadi sahabatnya yang baik. Selalu mendengar setiap keluhanya, setiap deritanya, sukanya, dan semuanya. Hampir semuanya ia katakan padaku. Aku jadi lebih tahu dia. Lebih memahami dia . dan aku bersyukur karena itu. Setidaknya meskipun aku bukan orang yang dia cintai tapi aku orang yang paling memahaminya. Aku bahagia hanya dengan ini. Tapi satu hal yang membuatku beda darinya. Bahwa dia selalu jujur akan perasaanya tapi aku tak pernah jujur. Aku selalu membohongi diriku sendiri dan dia.

***

“Shilla…”

“Ehm?”

“Kamu tak lagi marah padaku kan?”

“marah? Maksudmu”

“ Entahlah aku hanya merasa belakangan ini kau lebih banyak diam, kau tak seperti dulu. Apa kau marah padaku? Atau kau lagi ada masalah?” dia diam sejenak kemudian berfikir sejenak.

“Siwon?”

Dia menatapku kemudian berkata, “ Apa aku ini bukan sahabat yang baik ya?”

“kenapa kau berkata begitu?” tanyaku heran

“ Setelah aku pikir-pikir selama ini kau tak pernah cerita masalahmu padaku, beda denganku yang slalu share apapun padamu. Dan seperti layaknya wanita pada umumnya, aku tak pernah melihatmu menangis sekalipun. Kau selalu terlihat tegar. Apa aku ini benar-benar tak bisa diandalkan”

“ kau ini apa-apaan si? Ya memang kebetulan aku memang lagi ga punya masalah bukan karena kamu tak bisa diandalkan. Dan asal kamu tahu kamu sahabatku yang paling baik,” kataku berbohong. Tapi kenyataanya semua masalahku ada padanya. Itulah sebabnya aku tak pernah cerita padanya. Dan memang tak mungkin aku cerita padanya.

“Baik anggap saja aku percaya padamu. Tapi janji ya kalau kau ada masalah jadikan aku orang perrtama yang tahu. Janji?” kata Siwon sampil tersenyum simpul padaku. Dan aku tak punya pilihan lain selain mengangguk menyetujui.

@@@@@@

I just wondering what will happen to me if I never know you, would my live better than now? Would I find someone else to love? That questions are just drive me crazy. The fact is you are here, in my live, and I cant ignore you.

Dengan memikirkan itu semua membuat dadaku semakin sesak. Membuatku menjadi tidak karuan. Hah, kenapa kau adalah orang yang aku cintai? Kanapa hanya kau satu-satunya?

Kringggggggggggggg….

Aku mengangkat handphone ku dan ternyata Siwon yang meneleponku, orang yang baru saja aku pikkirkan. Ternyata dia mengajakku bertemu, dan tentu saja aku langsung mengiyakan.

Tapi betapa terkejutnya aku dengan apa yang ia ucapkan. Sesuatu yang membuatku hamper gila. Sesuatu yang membuatku merasa seolah dunia runtuh saat itu juga.

“Shilla-a mianhe kalau aku menyembunyikan ini darimu cukup lama. Aku hanya ingin memberimu kejutan saja. Tak lebih.” Katanya memulai pembicaraan.

“Siwon-ah kau membuatku bingung. Sebenarnya apa yang mau kau bicarakan?”

“Aku.. aku.. akan.. em.. aku”

“Hya, Choi Siwon kenapa kau jadi gagap begitu? Kau tidak punya penyakit gagap kan?”

“Aku akan menikah.. 2 minggu lagi”

“Mwo? Apa kau bilang? Menikah? Dengan siapa?” aku sudah mulai takut dengan apa yang akan ia bicarakan selanjutnya.

“Dia adalah hoobaeku waktu aku sekolah di inggris tapi dia orang korea kok. Namaya Park Soo Hwa. Aku sangat mencintainya. Oya dia bilang dia sangat ingin bertemu denganmu. Aku cerita banyak lo tentang kamu padanya” ucap Siwon panjang lebar. Tapi aku entah benar-benar mendegarkan atau tidak. Yang jelas aku hancur seketika saat itu. Hatiku rasanya seperti ditusuk ribuan pisau.

Tess.. ah kenapa air mata ini harus menetes? Otakku benar-benar sedang tak bisa berpikir sekarang sampai-sampai lidahku tak mampu mengeluarklan sepatah katapun. Dan air mata ini dengan mudahnya mengalir padahal tak aku suruh.

“Shilla-a.. Shilla.. waeyo? Kenapa diam saja? Ah, dan kenapa kau menangis? Gwenchana?” Tanya Siwon dengan panic.

Aku masih tak bergeming. Siwon mengguncangkan tubuhku. “Shilla gwenchana?”

“Baboya!” kenapa kata ini yang keluar dari bibirku. Aku tak tahu.

“Mwo?”

“Siwon baboya. Bagaimana mungkin aku baik-baik saja? Kau anggap apa aku selama ini, huh?” kataku sdikit membentaknya. Aku sendiri tak tahu kenapa aku bisa hilang control seperti ini.

“huh? Aku tak mengerti Shilla-ah. Apa maksudmu? Tentu kau adalah sahabat terbaikku.” Damn. Kalau begini terus bisa-bisa aku benar-benar lepas control dan mengatakan hal yang selama ini aku simpan rapat-rapat dalam hatiku.

“Sahabat? Kau bilang sahabat? Kalau aku memang sahabtmu lalu kenapa kau tutupi ini dariku. Dan tiba-tiba kau bilang akan menikah 2 minggu lagi? Sahabat macam apa kau ini?”

“Mianhe aku..”

“Wae? Waeyo? Selama ini kau selalu cerita segalanya padaku. Membagi segalanya padaku, tapi kenapa dalam hal sepenting ini kau tak cerita padaku? Apa kau benar-benar menganggapku sebagai sahabatmu? Aku.. aku kecewa padamu Siwon-ah.”

Aku tak kuat lagi kalau harus mendengar penjelasanya. Hatiku sekarang benar-benar sakit. lebih baik aku pergi. Sebelum dia melihatku menangis.

@@@

Aku benar-benar tak tahan kenapa aku semarah ini. Aku bingung dengan perasan ku sendiri. Jujur aku sangat tersikasa dengan semua ini. Kurasa aku benar-benar tak bisa berharap padanya. Aku hancur.

Tapi kurasa ini tak adil untuknya. Tak adil jika aku marah seperti ini padanya. Tapi aku terlalu takut untuk meminta maaf padanya. Ah biarlah dia yang meminta maaf padaku terlebih dulu. Toh, dia memang salah karena merahasiakan ini dariku. Tapi akankah dia minta maaf padaku??

@@@

Dua hari sudah aku menunggu telephon darinya. Tapi nihil. Dia tak menghubungiku sama sekali. Kenapa ini? apa dia benar-benar tak merasa bersalah? Atau dia takut minta maaf padaku?

Ah aku benar-benar tak tahu harus bagaimana. Apa sikapku kemarin terlalu berlebihan? Siwon-ah kau kemana? Kau benar-benar membuatku gila.

Dan apa ini, dia bahkan belum masuk kerja sekarang. Jam berapa ini? Tak biasanya dia datang terlambat.

“Anneyong! Ah maaf aku terlambat. “ gotcha akhirnya dia datang juga.

“Siwon-a kemana saja kau?” teuki Oppa selaku GM di tempatku berkerja menegurnya.

“Mianhae Teuki Hyung, tadi aku harus mengurus sesuatu dulu.”

“Oh ara ara.. yang sibuk mengurus pernikahan, ckckck” DEG pernikahan? Ah luka ini terbuka lagi. Teuki oppa kenapa pagi-pagi kau sudah membuka luka ini lagi. Ah aku tak tahan lagi.

“Anneyong Shilla-a” sapa Siwon dengan hati-hati. Sepertinya dia masih takut aku marah padanya. Aku hanya bisa mengangguk sambil tersnyum tipis.

“Hya, ada apa dengan kalian? Biasanya kau tak pernah seformal ini pada Shilla, Siwon-a”

“Tidak ada apa-apa hyung. Hanya aku sudah 2 hari ini tak bertemu Shilla.. hehehe”

“Mwo? Tak biasanya kalian seperti ini. Biasanya juga kalian selalu bersama. Waeyo?” teuki Oppa kenapa kau menanyakan itu si?

“Dia sibuk Oppa.” Jawabku singkat.

“Keurae. Memang saat akan menikah memang bikin repot. Dulu aku juga gitu.eh tapi Shilla kapan kau akan menyusul?”

DEG.. kenapa pertanyaan seperti ini? Aku tak mungkin bisa menjawabnya.

“Suatu saat nanti.” “Oppa aku ke ruang Direktur dulu ya, biasa laporan..” lebih baik aku mnghindar sebelum pertanyaan aneh lain akan dilontarkan.

“kenapa denganya?”

“molla hyung”

@@@

“Shilla-a bisakah kita bicara sebentar?” Siwon berujar. Dan hanya anggukan yang aku lakukan

“mianhe Shilla-a. aku benar-benar minta maaf.”

“…”

“Aku tahu aku salah. Seharusnya kau orang pertama yang tahu tentang pernikahanku, tapi aku malah.. tapi sungguh aku tak bermaksud apa-apa. Aku hanya ingin memberimu kejutan makanya aku rahasiakan ini darimu.”

“….”

“Shilla bicaralah. Katakan
sesuatu. Kalau kau ingin maki aku, maka makilah aku. aku memang salah. Kalau kau ingin pukul, pukulah aku. Aku terima. Tapi kumohon jangan marah padaku.”

“ Aniyo Siwon-ah. Aku tak mungkin bisa memaki atau memukulmu. Aku juga minta maaf karena aku keterlaluan tempo hari.”

“Jadi kau maafkan aku?”

“Ne.”

“Gowawo.” Siwon langsung memelukku erat.”Dan ingatlah Shilla, kau selamanya adalah sahabatku. Tak peduli apapun itu, you’re my best best best friend”

Ya betul best friend. Memang hanya itulah diriku selama ini. Hanya sahabat. Tak lebih. Aku harusnya senang dengan ungkapanmu itu, tapi entahlah. Sepertinya hatiku tersayat lagi. Karena sejujurnya dari lubuk hatiku paling dalam aku mengharapkan sesuatu yang lebih Siwon-ah.

to be continued….

 
15 Comments

Posted by on August 23, 2010 in fanfiction

 

Tags: ,

15 responses to “My Everlasting Friend

  1. kurniia-elfishy

    September 12, 2010 at 9:14 am

    qrend eon crita na…
    Lnjtn ea eon…
    Hwaitiing

     
  2. shillacsw

    September 17, 2010 at 12:34 pm

    makasih ya dah baca…

     
  3. babykyu

    September 27, 2010 at 12:36 pm

    Omo…..bru part 1 ja dah sdh, pa lg nanti.

     
    • shillacsw

      September 27, 2010 at 1:46 pm

      hooho
      sedih ya??
      gomawo dah baca…^^

       
  4. babykyu

    September 27, 2010 at 12:37 pm

    Omo…..bru part 1 ja dah sdh, pa lg nanti. Kyk.a hrs sdia’in tisu yg bnyk.

     
  5. Neni

    January 12, 2011 at 8:17 am

    Lanjut part 2 onn

     
  6. Minkijaeteuk

    April 4, 2011 at 7:36 pm

    Aku baru baca. . .
    Shilla hancur bgt pasti, lanjut ke part 2

     
  7. eunjae25

    August 21, 2012 at 9:38 pm

    menyakitkan, mencintai orang tapi malah cuma dianggap sahabat doang, terlalu menyakitkan,,,
    lanjut ke part 2

     
    • shilla_park

      August 21, 2012 at 10:08 pm

      haha klasik tp ya bgitulah..lol :d

       
  8. Reena Yu Lee

    July 1, 2013 at 1:52 am

    Eonnie. . .ff’nya bagus,tp kalau blh saran pake bhs yg kyk bysnya saja hya eon yg formal,mksud’nya pake kata ‘tidak’ aja jgn ‘ga’ hehe. . .#mian eonnieee,abaikan saja kalau tdk pnting😀

     
    • shilla_park

      July 1, 2013 at 6:40 am

      haha maklum aja ini ff adalah ff debut (?) ane jd masih acak adul bahasanya…hehe

       
  9. Siregar Sri Fauziah

    December 9, 2013 at 4:48 am

    Sakit… sakit bgt ya dnger orng yg kita cintai bkalan nikah…. tpi nkn sma kita…😥
    Shilla yg tegar ya….
    Klo g jujur aja sm Wonppa ttg perasaanmu itu…

     
  10. inet

    September 25, 2015 at 11:46 am

    pst skt bgt pas tau siwon mau nikah…gk kbyng dh gmn prsaan shilla…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: