RSS

My Timeless Love

24 Aug

Aku bersyukur atas ketidaksempurnaan ini. Karena dengan ketidaksempurnaan ini membuatku mengerti akan diriku sendiri dan Tuhan.

Ya, inilah diriku hanya seorang makhluk Tuhan yang penuh dengan ketidaksempurnaan. Hanya seorang ciptaan Tuhan yang tak berdaya dan sangatlah kecil bila dibandingkan dengan kekuasaan-Nya. Aku ini bukan apa-apa. Aku bahkan tak tahu apa sebenarnya kelebihan dalam diriku. Tapi satu hal yang pasti aku bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan untukku. Apapun itu, aku yakin Tuhan menyayangiku dengan caranya sendiri.

Dan disinilah terkadang aku menangisi diri sendiri. Bukan meratapi karena kata meratapi sama saja dengan menyesali hidup yang sudah Tuhan berikan. Dan aku tak suka itu.yang dapat aku lakukan saat aku merasa tersiksa hanya menangis. Menangis tanpa seorang pun tahu selain diriku dan Tuhan. Aku bukan orang yang dengan mudah menampakkan kepedihanku dihadapan orang lain, terhadap orang tuaku sekalipun.

Bicara tentang ketidaksembpurnaan dan keterbatasan mungkin akan menjadi pembicaraan yang  panjang bagiku. Kalian tahu kenapa? Karena aku punya keduanya.

Sejak kecil aku ditakdirkan memiliki tubuh yang ringkih dan sering sakit-sakitan. Bahkan kalau disuruh untuk menghitung berapa total aku mondar-mandir ke rumah sakit aku tak bisa. Karena saking seringnya. Entah sudah berapa kali aku keluar masuk rumah sakit, dan aku tak mau tahu itu. Meskipun tiap kali aku sakit aku hanya menyusahkan keluarga dan orang-orang terdekatku saja. Tapi sungguh ini bukan mauku.

Kalau boleh memilih tentu aku akan memilih untuk sehat dan tidak merepotkan orang lain. tapi Tuhan berkehendak lain. aku tak diijinkan untuk tak merepotkan orang lain karena pada kenyataanya aku selalu merepotkan mereka.

Kekurangan inilah yang membuatku belum menikah diumurku yang sudah hamper 30 tahun ini. Umurku sekarang sudah 29 tahun. Tentunya umur yang sudah pantas untuk seorang wanita menikah.

Jatuh cinta? Tentu aku merasakanya. Aku masih wanita normal yang dapat merasakan indahnya cinta. Meskipun statusku disini hanya MERASAKAN bukan MEMILIKI cinta. Sebenarnya aku lelah dengan semua ini. Aku lelah karena aku terus saja mencintai tanpa dicintai. Tapi kurasa itu lebih baik daripada aku dicintai tapi aku justru membuat orang yang mencintaiku repot karena harus mengurusiku yang mudah sakit ini. Itulah alas an kenapa kau tak mau menikah samopai sekarang. Meskipun sebenarnya aku tak bisa mengelak kalau aku sangat ingin merasakan indahnya dicintai.

Bertahun-tahun aku terus berkutat dengan khidupanku yang seperti ini. Bertahan ditengah kondisi tubuhku yang ringkih. Tapi sering kali aku bertanya untuk siap aku bertahan? Keluarga itu pasti. Tapi terkadang aku ingin aku memiliki seseorang yang berharga yang dapat memberiku semangat lebih. Seseorang yang mencintaiku apa adanya. Tapi apakah ada? Aku tak pernah tahu jawabanya hingga suatu hari aku bertemu dengannya.

Dia, namja yang bisa mengubah pendirianku. Aku seperti tak punya alasan lagi untuk tidak mencintainya. Dan dia, yang jauh lebih mengejutkan adalah dia mencintaiku apa adanya. Satu-satunya orang yang mencintaiku. Aku sendiri kenapa ia bisa mencintaiku. Apa yang aku punya sehingga ia bisa mencintaiku. Tapi seberapa keraspun aku mencari tahu tetap saja tak ku temukan jawabanya. Yang aku tahu hanya dia mencintaiku apa adanya. Kini aku bisa merasakan indahnya dicintai. Kebahagianku seolah lengkap dengan kehadiranya.

Hanya dengan dicintai olehnya sebenarnya sudah sangat cukup bagiku. Tak peduli sesulit apapun hidupku asal dia masih mencintaiku itu sudah cukup. Tapi kurasa hanya dengan mencintaiku itu tak cukup untuknya. Dia menginginkan lebih. Ya, menikah. Suatu hal yang dari dulu aku hindari.

Aku tak ingin merepotkanya jika sakit. untuk itulah aku menolaknya saat dia melamarku. Tapi apa kalian tahu? Dia berhasil memaksaku, oh tidak, meyakinkanku untuk menerima lamaranya. Kalian tahu bagaimana dia meyakinkanku?

“Shilla-ya itu tak adil jika kau menolaku seperti ini. Hanya dengan alasan konyolmu itu.”

“Alasan konyol? Oppa aku benar-benar tak ingin membuatmu susah karena kondisiku seperti ini. Setiap hari kau akan direpotkan. Aku seharusnya melayanimu sebagai istri, tapi yang terjadi nantinya adalah kau sebagai suami yang akan melayaniku. Apa kau mau sperti itu?”

“Aku tak masalah dengan semua itu. Kau pikir selama ini aku mencintaimu hanya  candaan  saja?”

“Ani Oppa aku yakin cinta oppa tulus. Tapi aku hanya tak tega jika harus membebani Oppa.”

“Apa kau mencintaiku seutuhnya Shilla-ya?”

“Tentu Oppa.”

“Kalau begitu terimalah diriku. Terimalah aku apa adanya aku. Terimalah aku yang serius untuk mempersuntingmu. Terimalah aku yang bersedia melakukan apapun untuk dirimu. Terimalah aku yang bersedia membagi waktu bersamamu. Terimalah aku Shilla-ya”

“Tapi Oppa, aku takut… aku takut hanya akan menjadi beban untuk Oppa.”
“Kau tahu Shila semenjak pertama kali kita bertemu aku sudah sangat yakin kalau dirimu adalah gadis yang dikirim Tuhan untuk menemaniku seumur hidupku. Aku tak peduli jika harus repot merawatmu jika kau sakit, justru kau tahu, aku jadi punya alasan untuk tatap mncintaimu. Aku punya alasan untuk terus melindungimu.”
“Oppa” aku tak kuasa menahan air mata ini.

“Kumohon aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu Shilla-ya. Aku hanya ingin berada di sisimu.”

“Oppa”

“Kumohon” kali ini dia bersimpuh di hadapanku. Memohon dengan tulus padaku.

“Oppa bangunlah. Jangan seperti ini.”

“Andwe. Aku akan tetap seperti ini sampai kau menrima lamaranku.”

“Oppa… araseo. Aku terima Oppa”

“Jinja?”

“Ne, sekarang bangunlah. Tidak enak jika orang-orang melihatmu seperti ini.”. Tapi dia hanya menggeleng.

“Aku punya 1 permintaan lagi baru aku mau berdiri. Katakan kau mencintaiku!” huh dia benar-benar aneh.

“Arra…Saranghaeyo Siwon Oppa” ya aku benar-benar mencintaimu Siwon Oppa. Satu-satunya namja yang berhasil mengubah pendirianku untuk menikah. Jeongmal Saranghaeyo Choi Siwon.

@@@

Kebahagian kalau aku dilamar oleh seorang Choi Siwon belum aku sebarkan kepada keluargaku. Apalagi orang tuaku. Entahlah, aku hanya ingin memberi surprise kepada mereka. Hanya unniku saja yang tahu. Aku ingin orang tuaku tahu saat Siwon Oppa benar-benar secara resmi melamarku dihadapan mereka.

Dan hari ini adalah hari dimana Siwon Oppa akan melamarku secara resmi. Dia jauh-jauh dating ke kampung halamanku untuk bertemu orang tuaku. Tapi sekali lagi yang tahu rencana ini hanya Unniku saja. Unni juga yang membantuku mempersiapkan semuanya. Mulai Dari cincin dan segala pernak pernik lamaran.

Siwon Oppa dan kedua orang tuanya menginap di hotel dekat rumah. Aku sudah dekat dengan Appa dan Amma Siwon Oppa. Tapi kasihan Siwon Oppa, dia bahkan belum mengenal Appa dan Ammaku. Tapi tenang saja hari ini kau pasti akan mengenal mereka. Ah aku tak sabar melihat kebahagiaan orang tuaku saat aku dilamar nanti. ^^

“Yoboseyo, Oppa. Kenapa lama sekali sih? Masa Cuma dari hotel kesini saja lama.” Kataku berbicara di telfon dengan Siwon Oppa.

“Mianhae jagi, aku sekarang balik lagi ke hotel”

“Huh? Waeyo? Oppa tak mau membatalakn rencana ini kan?”

“ Hahahaa… ani ani.. tapi cincin tunanganya ketinggalan aku harus balik menagmbilnya dulu.”

“Oh begitu. Tapi sebenarnya tak usah saja juga ga papa. Yang penting ada Oppa sudah cukup.”

“Anni ani tetap harus pakai cincin. Kau tenanglah aku akan segera kesana. Nah, ini sudah ketemu cincinya. Dalam 5 menit aku pasti sudah sampai disana. Amma dan appa juga sudah berangkat duluan. Kurasa mereka sudah sampai di rumah Unnimu sekarang.” Katanya panjang lebar.

“Ne. tapi jangan ngebut-ngebut Oppa. Aku tak mau terjadi apa-apa dengan calon suamikui.”

“Ne jagi. Sudah ya aku berangkat dulu. Saranghaeyo jagiya”

“Nado saranghaeyo Oppa.”

Dan pembicaraanpun ditutup. Ah kalian tak akan tahu  betapa bahagianya aku hari ini. Mendengarnya mengucapkan kata cinta entah kenapa membuatku semakin bahagia. Tapi siapa sangka kata cinta yang Siwon oppa utarakan barusan adalah kata cinta terakhir yang terucap dari bibirnya. Dan siapa sangka juga kalau kebahagianku ini tak bertahan lama.

Dalam perjalanan Siwon Oppa kerumahku setelah mengambil cincin itu, tanpa disangka-sangka Siwon Oppa mengalami kecelakaan. Dan naasnya kecelakaan itu merenggut nyawanya. Kecelakaan itu merenggut satu-satunya orang yang mencintaiku apa adanya.

Kalian tahu perasaanku saat itu? Hancur. Aku seperti tak punya dunia lagi saat itu. Harapanku dan kebbahagianku untuk menikah dengan seorang Choi Siwon sirna sudah. Yang tersisa adalah sakit dan luka yang tak akan terobati di hatiku ini.

Aku bahkan tak tahu lagi bagaimana untuk melanjutkan hidup ini tanpanya. Padahal baru bebrapa saat yang lalu kebahagiaan ini sempurna. Tapi kini tak ada lagi kata bahagia.

Dan orang tuaku tetap tak tahu kalau anaknya ini nyaris menikah. Appa dan Amma bahkan mungkin tak akan pernah tahu dengan sosok Choi Siwon. Calon menantu mereka. Mereka tak akan pernah tahu kalau anaknya ini telah menemukan tambatan hatinya. Tapi sayangnya dia terlanjur pergi meninggalkanku. Dia terlanjur pergi tanpa memberi kesempatan Appa dan Amma untuk mengenalnya. Dia terlanjur pergi membawa cinta ini.

Dia terlanjur pergi tanpa salam. dia terlanjur pergi sebelum aku sempat membahagiakanya. Dia terlanjur pergi tanpa memberiku kesempatan untuk melayaninya sebagai istri. Karena kenyataanya dia terlanjur pergi sebelum ia mengikat janji setianya di hadapan Tuhan terhadapku. Dia terlanjur pergi sebelum aku sempat merasakan indahnya status sebagai Nyonya Choi. Dia terlanur pergi sebelum aku sempat merasakan mahligai rumah tangga bersamanya.

Tapi satu hal yang tak aku sesali dari kepergianya adalah bahwa ia sempat mengucapkan “Saranghaeyo” padaku. Setidaknya aku sempat mendengar ucapan cintanya untuk yang terakhir kalinya. Setidaknya dia pergi setelah aku juga mengungkapkan rasa cintaku padanya.

Siwon Oppa selamanya hanya kaulah orang yang aku cintai. Selamanya aku akan menyimpan rasa cinta ini sebagai hal paling indah dalam hidupku. Memiliki cintamu adalah anugrah terindah yang aku miliki.

Terimakasih karena telah membuatku bahagia. Terimakasih karena kau membuatku merasakan indahnya dicintai. Terimakasih karena telah mau mencintaiku apa adanya.

Saranghaeyo my timeless love,Choi Siwon. Yongwonhi I love you.

 
23 Comments

Posted by on August 24, 2010 in fanfiction

 

Tags: ,

23 responses to “My Timeless Love

  1. Dhikae

    September 29, 2010 at 1:15 pm

    huwaaaaaaaaaaaaaaa ffnya bikin ku sdih TT.TT
    shiwonnie knp msti mati disaat mmbhagaikan yah.. ckckck
    keren ffnya author.. hehehe

     
    • shillacsw

      September 30, 2010 at 2:37 pm

      hehehe
      gomawo dah baca..
      sebenarnya ga rela bikin siwon mati tapi ya tuntutan profesi (?)
      ^^

       
  2. superteuki

    February 20, 2011 at 10:18 am

    Koq dibikin sad ending???
    Kasian siwon oppa πγα meninggal.. Hwuaaa..
    Tapi ttp ff yang bagus.. Siwon oppa baek banget..
    *liad2 ke donghae oppa..

     
    • shilla_park

      February 20, 2011 at 10:31 am

      ga rela sebenarnya bikin sad end..
      saya jg maunya dia nikah ma saya..hehe..
      gomawo..🙂

       
      • Stevanywoo

        May 21, 2012 at 8:18 am

        Jadi gara” gak rela menikah sama cewek itu. Kamu buat endingnya siwon tabrakan dan gak ada yang mendapatkan siwon.

         
      • shilla_park

        May 21, 2012 at 9:20 am

        haha..iya kali ya..wkwk😀

         
  3. princessradita

    March 26, 2011 at 2:24 pm

    Sedih (-̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩) ƪ
    Kenapa hrus mati? Huhuhuu T___T
    Pdhl kn udh mau hepi ending

     
    • shilla_park

      March 26, 2011 at 11:11 pm

      hehe… soalnya ni based on true stroy si.. hehe

       
  4. choijinhae

    April 3, 2011 at 5:54 am

    EoNnie bahkan jdi janda sblum menikah, ,kekeke. .

    Ada2 saja.

     
  5. eunjae25

    August 21, 2012 at 8:30 pm

    hiks,,,hiks,,,bener2 sedih ini ff, aku pikir mereka bakalan hidup bahagia, tapi napa malah jadi tragis gitu,,?

     
    • shilla_park

      August 21, 2012 at 9:04 pm

      haha kan based on true story..lol

       
      • eunjae25

        August 21, 2012 at 9:45 pm

        true story? beneran? kamu yang ngalamin gitu?

         
      • shilla_park

        August 21, 2012 at 10:09 pm

        bukan saya yg ngalami tp saudara temen saya..hehe

         
      • eunjae25

        August 21, 2012 at 10:11 pm

        oh, saudara temen kamu, aku pikir kamu,,,🙂

         
  6. shashiva04

    September 30, 2012 at 9:29 am

    huwaaaaa… kok siwonx meniggal… tragis bgt.

     
  7. Nadia

    December 16, 2012 at 12:18 pm

    Ff nya sedih…
    Hiks hiks hiks
    tpi keren…:)

    Aku reader baru di sini,,salam kenal ya…

     
    • shilla_park

      December 16, 2012 at 10:00 pm

      salam kenal juga…duh mshnaja ada yg mau baca ni ff jadul bij gaje..lol

       
  8. WonKyu_ELF

    May 14, 2013 at 5:26 am

    Yah, yah, shill.. Ige mwoya?? ㅠㅠ
    Andwaeyooo…😦
    Tuh kan, jd nangis deh pagi2😥

     
    • shilla_park

      May 14, 2013 at 7:06 am

      haha ya salah sndiri knp pake nangis…*plakk*😀

       
  9. Siregar Sri Fauziah

    December 8, 2013 at 11:20 pm

    Yyyaaahhh.. berharap Happy end mlah sad end..
    Hikkksss…. Siwon Oppa…
    Authorny jhat bgt bkin mati Siwon oppa..
    Pdhal mw ktmuan ma mertua…
    Dsar….😦 #hehehe…

     
    • shilla_park

      December 10, 2013 at 5:27 pm

      haha harapan tak sesuai kenyataan lol

       
  10. ajhanaira

    May 10, 2015 at 11:36 pm

    hiikkkksss….. ga sadar udah mewek sj T_T
    so saaaad…. ceritanya benar2 hanyuuuut😦
    Author mang T.O.P BGT dah😉

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: