RSS

My everlasting Friend part 2

02 Sep

This day should be a great day for you, and may be a greatest day. This is your wedding day. But this day is the day I lose you. Don’t you know that my heart is broken now? Cant you feel my pain? But, even if I’m suffering I still have to act strong in front of you. I should be smile. I should be act that I’m happy. That’s so ironic cause my heart is crying now. How could I doing this? If I can choose I don’t wanna come to your wedding, I just wanna disappear. But once again, I cant. I just don’t want to ruin your wedding, especially your happiness. Once again, I have to lie, for your happiness. I just hope that I will not cry in front of you. I have to stronger than before.

Sekarang di depan ku berdiri Siwon dengan gagahnya mengenakan baju pengantinya. Aku tak pernah melihatnya setampan hari ini. Hari ini dia benar-benar tampan dan mempesona. Sayangnya semuanya bukan untukku. Dia memberi senyum manisnya terhadapku. Dapat kulihat pancaran kebahagiaan yang amat mendalam. Tak pernah kulihat dia lebih bahagia dari hari ini. Tapi sayangnya sekali lagi itu bukan untukku.

“bagaimana penampilanku? Apa aku sudah seperti pangeran?”

“ Tentu”, kataku sambil tersenyum padanya. Dan bisa kulihat dia senang akan ucapanku. “ Soo hwa sangat beruntung karena mendapatkanmu”

“ Justru aku yang beruntung bisa mendapatkanya,” sekali lagi dia tersenyum. Tapi entah kenapa saat ia berkata demikian hatiku jadi tersayat. Bisa kurasakan betapa dia sangat mencintai calon pasanganya. Bisa kurasakan kalau dihatinya benar-benar tak ada diriku.

Sekarang aku saksikan dia mengikat janji setia pada Soo hwa, yang sekarang telah resmi menjadi istrinya. Saat kudengar janji-janji itu keluar dari mulutnya, hatiku benar-benar hancur berkeping-keping. Tanpa terasa air mataku telah mengalir. Dan segera aku usap air mata itu. Tapi sayangnya air mata ini tak mau berkompromi. Dia terus saja mengalir. Aku tak bisa menahanya lagi. Kurasa hatiku terlalu sakit hingga air mataku tanpa aku perintah keluar dengan derasnya. Dadaku juga semakin sesak, dan sebelum aku terisak aku segera pergi ke toilet. Di toilet aku keluarkan semua isi hatiku, aku menangis sekencang-kencangnya. Dan agar tak seorangpun mendengar suara isak tangisku maka aku nyalakan kran air untuk menyamarkan suara tangisku.

Aku terduduk lemas di toilet, hingga akhirnya sebuah sms masuk ke hpku. Kubuka sms itu dan ternyata itu dari Siwon. “kau dimana” itu bunyi smsnya. Segera kuseka airmataku. Tapi mataku sudah terlanjur merah karena air mata. Aku bingung. Bagaimana kalau Siwon sampai melihat mataku yang merah. Apa yang akan aku katakan. Aku masih bergumul dengan pikiranku hingga akhirnya aku temukan ide untuk memakai kacamata. Dan dengan tegar aku keluar dari toilet dan menghampiri Siwon.

Kulihat Siwon tampak sedang bersalaman dengan para tamu. Kurasa para tamu itu sedang memberi selamat padanya. Dan kulihat juga Soo hwa mendampingi Siwon menyalami tamu-tamu itu, yang tak lain sekarang telah resmi menjadi istrinya. Pemandangan itu semakin membuatku sakit. Pemandangan yang sebenarnya sama sekali tak ingin kulihat. Pemandangan yang semakin membuatku ingin pulang, aku sudah tak tahan lagi melihat semua ini. Tapi tetap saja aku mendekat pada mereka. Semua ini demi Siwon, aku hanya tak ingin mengganggu kebahagianya, meskipun sebenarnya dengan ini aku telah mengabaikan kebahagianku sendiri.

Siwon melihatku. Dan dengan senyum di bibirnya ia mendekatiku, ditemani istrinya. “ Kau kemana saja si”, Siwon membuka pembicaraan.

“Maaf tadi perutku sakit tiba-tiba, jadi ke toilet sebentar”, kataku berbohong.

“Tapi kau tak apa kan? Kau sakit? Kau ini disaat sepenting ini”

“ Aku tak apa, kurasa hanya masalah bulanan saja” kataku sambil nyengir yang dipaksakan.

“ Maaf Shilla..”

“ Hah? Kenapa minta maaf padaku?”

“Entahlah Shilla. Aku hanya merasa aku perlu minta maaf padamu. Entah kenapa aku merasa sangat bersalah padamu. Aku sendiri tak tahu apa alasanya. Hanya ingin minta maaf”

“Kau memang sangat bersalah padaku. Kau lah alasanku meneteskan air mata selama ini. Kau juga alasanku untuk bersedih. Tapi itu sepenuhnya bukan salahmu. Itu karena diriku sendiri. Aku yang terlalu bodoh dapat jatuh cinta padamu. Aku yang terlalu bodoh karena tak bisa mencintai orang lain selain dirimu. Aku juga yang terlalu bodoh karena tetap mencintaimu meskipun aku tahu kau tidak pernah sedikitpun mencintaiku.”batinku dalam hati. Dan aku masih saja terdiam, dan tanpa aku sadari Siwon menatapku penuh Tanya. Kurasa ia sedang bertanya dalam hati apa yang sedang aku pikirkan.

Aku tersadar dan segera menanggapi Siwon. “ Kau ini aneh-aneh saja. Tak ada yang perlu kumaafkan karena memang kau tidak salah apapun padaku. Kau ini, menikah kenapa jadi membuatmu jadi aneh si?, kataku sambil bercanda.

“ Hehe, benarkah? Aku jadi malu.” Siwon pun membalasku dengan bercanda.

Maafkan aku telah membohongimu lagi. Maafkan aku. Semoga kau bahagia dengan pernikahanmu.

@@@

Kenapa ini dengan hatiku. Aku tak bisa merasakan apa-apa lagi selain kepedihan ini, dan semua terasa hampa. Semua terasa gelap, tak ada lagi sunshine di hatiku karena sunshine itu tak ada lagi disisiku. Dia telah menjadi milik orang lain, dan tak akan pernah bisa ku miliki, dan memang kenyatanya dia tak pernah menjadi miliku. Dia hanya menemaniku saja selama ini. Tapi itu sudah cukup untukku. Tapi tetap saja hatiku pedih melihat dia menjadi milik orang lain. tapi entah kenapa aku tak bisa berhenti mencintainya. Entah kenapa aku masih berharap padanya, padahal jelas-jelas aku tahu aku sudah tak punya harapan lagi. Tapi biarlah rasa ini tetap seperti apa adanya. Biarlah cinta ini menjadi milikku untuk selamanya. Aku memang tak rela kau menjadi miliknya tapi aku akan lebih tak rela lagi kalau aku membuang perasaan ini juga. Ijinkan aku tetap mencintaimu.

@@@

Sehari setelah pernikahanya, aku benar-benar tak berani menemuinya. Aku tak bisa membiarkanya melihatku dalam keadaan seperti ini. Mataku benar-benar sembab karena semalaman aku menangis. Semalaman aku curahkan semua kepedihan dan sakit hatiku dengan tangisan. Tak ada seorangpun yang tahu karena aku mengurung diri di kamar. Hanya malam yang tahu. Saat itu hatiku benar-benar gelap seperti malam.

You just seemed so happy today. You just full of smile. I never seen you happier before. Does she really make you happy? But, do you know what I feel that moment? Seeing you just belong to someone else, not me. Seeing you promise someone to always be by her side, promise her to always love her and promise her to spent live together. May be you can see me smile that moment but deep inside my heart I’m suffering. I’m crying and I’m in pain. I never feel more pain before, but this is killing me. It just like my world has gone down. I have no world anymore. It’s all gone with you. So what should I do now?

Sometimes a selfishness come to me. Sometimes I hope that you never love her. Sometimes I hope that she’s not your truly love. Sometimes I hope that she never come to your life. Sometimes I just wanna have you. Sometimes I hope that you’ll break up with her. But that’s too selfish. Cause if that happen it means that your life is ruin. And I don’t wanna that happen. Your happiness is more than my own happiness.

When happiness just being a dream. I never know since when I’ve lost my happiness. I don’t it. Something that I know is just it’s all gone with with your happiness. That’s so ironic. When you raised your happiness I just about lost it. You said before that your happiness is mine too, but why that’s not true? Your happiness is yours not me, it’s a pain for me. Can you see that? I guess not.

Hari ini Siwon mengajakku jalan, ke tempat favorit kami, danau. Sudah lama sejak dia menikah 1 bulan yang lalau, dia tak pernah pergi bersamakau. Dan memang itu lebih baik, karena tiap kali aku bertemu dengannya aku tersiksa. Melihat orang yang aku cintai yang tak akan pernah jadi milikku. Melihatnya benar-benar hanya sebagai teman, tak lebih. Tapi hatiku masih saja tak bisa menerima itu dengan mudah.

Dalam perjalanan hingga tiba di danau aku hanya diam. Entah kenapa aku tak bisa membuka mulutku. Entah kenapa meskipun sudah sebulan berlalu, aku tetap saja masih sedih, dan marah. Tapi aku berusaha untuk tak memperlihatkanya di depan Siwon. Alhasil aku hanya diam.

Sesampainya d danau juga Siwon yang membuka suara duluan. “ Hah, segarnya udara disini. Sudah lama ya kita tak kesini?”. Aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum padanya. Tak ada kata yang keluar dari mulutku.

“Kau kenapa? Kuperhatikan dari tadi kau hanya diam. Kau sehat kan?”

“aku baik-baik saja”. Kalimat pertama keluar dari mulutku.

“Kau kurusan Shilla.” Katanya lagi, dan lagi-lagi aku hanya diam.

“Dan kau banyak berubah” katanya

“apanya? Aku merasa aku masih sama.”

“Kau seperti bukan Shilla yang aku kenal selama ini. Kau terlihat murung dan tak ceria seperti dulu. Berbeda dengan Shilla yang dulu.”

“Mungkin karena kita sudah sebulan tak bertemu jadi kau beranggapan seperti itu.” Aku mengelak. Tapi kenyataannya aku memang berubah. Lebih tepatnya berusaha berubah. Aku tak mungkin lagi seperti Shilla-mu yang dulu. Semua telah berubah, dan kaupun telah berubah.

“Mungkin, tapi yang kuarasakan berbeda”

“sudahlah, jadi kenapa kau mengajakku kemari” aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Tapi kurasa Siwon tak puas.

“Shilla, aku belum selesai membahas dirimu. Perubahanmu.”

“Jadi buat apa kau ajak aku kemari?” aku mengalihkan lagi.

“Shilla, aku belum selesai membahas…”

“tak perlu dibahas. Tak ada yang –penting dari diriku. Sudahlah “ aku mulai kesal. Tak bisakah kau mengerti aku tak ingin membahs ini karena tiap kali aku membahsa ini hanya akan menyakiti diriku.

“Tapi aku mau membahas perubahanmu. Aku sahabatmu. Aku peduli padamu.”

“knapa perubahanku yang dibahas kenapa bukan perubahanmu? Disaat seperti ini kau baru anggap aku shabat?” jawabku sedikit ketus.

“Tak ada yang berubah dari diriku Shilla, tapi kamu yang berubah. Sebulan ini kau tak pernah menghunbungiku, kau seperti menghindar. Kenapa dengan dirimu?”

“Satu-satunya orang yang berubah bukan aku tapi kamu Fa. Tak bisakah kau mengerti itu?”

“knapa aku? Yang sebulan tak pernah menghubungi itu kamu bukan aku. Yang selalu menghindar untuk bertemu juga kamu bukan aku.”

“Lalu apa yang kau harap dariku? Menelponmu tiap malam, sama seperti dulu saat kau belum menikah? Selalu mengunjungimu sama seperti dulu sebelum kau menikah? Kau piker aku ini apa? Lalu bagaimana dengan istrimu kalau aku bertindak seperti itu.” Aku mulai berkaca-kaca, tapi aku tahan agar airmata ini tak keluar.

Siwon hanya terdiam. Dia merasakan ada kebenaran dalam kata-kataku. Kenyataanya memang status dia telah berubah. Bukan lagi Siwon yang free untuk kuajak jalan tiap saat.

“tapi kau tak perlu menghindar dariku kan Shilla? Lagian kurasa Soo hwa juga baik-baik saja kalau kau berkunjung ke rumah kami.”

“aku tak pernah menghindar darimu.”

“lalu kenapa kau tak pernah menghubungi ku?”

“aku sibuk.”

“kau bohong”

“lalu jawaban pa yang kau harap dariku? Jawaban bahwa aku marah darimu atau apa? Kalau itu yang kau mau, baik aku memang marah padamu. Sudah puas?”

“Marah kenapa?”

“Sudahlah jangan paksa aku tuk mengatakanya.”

“Tapi aku ingin tau alasanya”

“Tak ada alasan”

“Shilla..”

“Tak bisa kah kau berhenti bersikap seperi itu? Aku tak mau katakana, dan tak perlu dikatakan. Cukup” aku penar-benar naik pitam padanya.

“Kenapa kau jadi egois si Shilla?”

“Aku egois? Tak sadarkah kau kalau kau yang egois?” aku benar-benar marah dan berlari meninggalkanya.

“Tak pernah kulihat kau semarah ini Shilla. Apa salahku padamu? Maaf. ” kata Siwon sepeninggal Shilla.

Once again you make me cried. Can you stop it. I’ve already hurt. Don’t hurt me anymore. Don’t ask me again about my anger. It’ll remain me about you and your marriage. Sorry for angry with you today. But today I realize that you never realize about my presence in your life. That I’m the one that always care bout you, but you? Have you ever care bout me? Have you ever think about my feeling? Can you stop being selfish?

to be continued…

 
16 Comments

Posted by on September 2, 2010 in fanfiction

 

Tags:

16 responses to “My everlasting Friend part 2

  1. kurniia-elfishy

    September 12, 2010 at 9:16 am

    ksian… Ksian … Ksian…
    Duh ksian bged silla m’mendam cnta ma shabat na cndiri..
    Mkin seru eon …
    Lnjut..

     
  2. shillacsw

    September 17, 2010 at 12:32 pm

    hehehe
    gomawo dah baca…
    btw kok manggil onn menag kamu brapa taun???????

     
  3. Deunryelysma

    September 20, 2010 at 6:45 am

    Shilla… Onnie dtg lg… (hoekkk)
    Omo~~~ siwon dah nikah? kasian bgt nasib shilla…
    Sabar ya,… tunggu aja siwon jd duda..😀 *digampar*
    Lanjutan shill??

     
  4. shillacsw

    September 21, 2010 at 12:31 pm

    wah wah…gomawo onni dah main lagi…
    iya ni lagi nunggu siwon jadi duda..
    tenang unn lanjutanya lagi di proses..hahaha
    cuma kayanya rada lama ni onn, tugas2 lagi pada numpuk ni..hehehe

     
    • Deunryelysma

      September 28, 2010 at 5:56 am

      Hadeuhhh… kasian bgt shilla ketumpuk ma tugas..😀
      Hwaiting Shill!!
      Onnie udh baca past 3 nya, tp masih setengah..
      Coz waktu istirahatnya dah habis.. ^^

       
      • shillacsw

        September 29, 2010 at 1:08 pm

        hehehe
        gomawo dah baca ya unni🙂

         
  5. DiinniTS

    November 3, 2010 at 7:26 am

    Stelahh ngebaca part smpe end bru skrang nemu part 2…. Kkk
    ternyata part 2 nya kren…
    Knpa ga blang aja sih ama siwonnya..
    *reader bawel*

     
    • shillacsw

      November 3, 2010 at 12:44 pm

      hahhaa…
      biar ada konfliknya dikit gitu maksudnya..
      hahaha
      thanks ya dah mau baca ^^

       
  6. Minkijaeteuk

    April 4, 2011 at 7:48 pm

    Sedih, menyayat hati (alah bahasaku) tapi siwon jg ngak salah dia ngak tau apa2

     
  7. eunjae25

    August 21, 2012 at 9:59 pm

    huaaaaaa,,,, sedih banget asli,
    tapi heran sama siwon, emang dia ga bisa baca tingkah shilla apa? apa shillanya yg kepinteran nutupin perasaannya?
    kalo gini ceritanya mah ku tunggu dudamu hahaha,,,,
    lanjut….

     
    • shilla_park

      August 21, 2012 at 10:12 pm

      haha..sayangnya siwon ga bakal saya biarin duda kalo nikah ma saya..lol😀

       
      • eunjae25

        August 21, 2012 at 10:15 pm

        hehmmm,,,,percaya,,, hahaha,,
        iket yang kenceng biar ga lari kemana – mana shil,,hahaa

         
  8. Siregar Sri Fauziah

    December 9, 2013 at 5:00 am

    Hmmm….. nyesek bgt hatiny Shilla…
    Ya ampun Oppa… jgn minta ktmuan lg ma Shilla dong.. kasihan Shilla…
    Wonppa jg msa sbgai ‘sahabat’ g te perasaan tmnny… hhuuuhh…

     
    • shilla_park

      December 10, 2013 at 5:28 pm

      iya siwon mah ga peka sama perasaan wanita…lol

       
  9. inet

    September 25, 2015 at 2:11 pm

    mst mendem rasa n liat org yg qt suka udh milik org lain pst skt bgt…fighting shilla…!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: