RSS

Can’t You See Part 4

19 Nov

Sakit rasanya saat kita tahu bahwa orang yang kita cintai ternyata mencintai orang lain. Tapi kurasa lebih sakit lagi saat orang tersebut tak sedikitpun mncintai kita.

@@@

Kutatap diriku di cermin. Mata sembab dan tak sedikitpun terpancar keceriaan seperti biasanya. Apa aku bisa menghadapi Siwon Oppa dalam keadaan seperti ini?

Ah tapi aku masih istrinya. Aku harus tetap mempersiapkan segala keperluanya. Memasak untuknya meskipun tak pernah sedikitpun ia hargai itu.

Kuketuk pintu kamarnya membangunkanya untuk sarapan.

“Oppa saatnya sarapan.” Tak berani kutatap matanya.

“Shilla-ya mianhae aku..”

“ssttt.. Kalau Oppa mau membicarakan masalah kemarin lebih baik lupakan saja Oppa. Tak perlu dipikirkan. Aku tak apa kok. Lebih baik kita lupakan apa yang terjadi kemarin. Ara ?”

Dia hanya menganggukan kpalanya setuju. Ya aku memang tak mau membahas masalah itu lagi. Terlalu menyakitkan jika diingat-ingat. Lebih baik memang untuk melupakanya.

“Ehm Oppa nanti malam mau makan apa? Biar aku masakkan sesuatu.”

“Terserah kau saja Shilla-ya. Aku berangkat ya!”

“Hati-hati di jalan Oppa.”

@@@

2 minggu sejak kejadian itu, semua berjalan seperti biasa. Tak ada satupun baik aku ataupun Siwon Oppa yang membicarakanya.

Dan hari ini tepat 1 tahun pernikahan kami. Pernikahan yang mungkin tak layak disebut pernikahan. Nyatanya kami hanya layaknya pasangan yang kebetulan tinggal seatap. Tak ada kontak fisik sama sekali.

Dan nyatanya sampai setahun usia pernikahanku, aku masih belum bisa merasakan menjadi istri yang sempurna. Belum bisa merasa bangga menjadi istri seorang Choi Siwon. Pernikahan ini hanya sekedar status kurasa.

Entah dia ingat tentang hari ini atau tidak, tapi yang jelas aku sudah mempersiapkan sesuatu special untuk makan malam. Layaknya pasangan suami istri seharusnya yang merayakan hari jadi pertama mereka.

Itu juga yang aku lakukan sekarang. Memasak masakan lezat dan special. Aku juga sengaja sedikit berdandan di hari special ini.

Aku memang tak berharap banyak. Tapi setidaknya aku juga ingin merasakan bagaimana euphoria pasangan suami istri dihari anniversary mereka. Ingin mendapat kado special dari sang suami. Atau sekedar ucapan selamat dari suami.

Tapi nyatanya sampai detik inipun kata itu belum keluar dari mulutnya. Ia masih saja disibukan dengan urusan kantornya, padahal ini sudah jam 9 malam. Apa dia benar-benar tak ingat. Bahkan orang tua kamipun ingat akan hari ini. Sebegitu tak berartinyakah diriku baginya?

Aku masih menunggunya. Kurasa sudah 1 jam aku menunggu. Masakan yang dengan susah payah kumasak pun kurasa sudah dingin sekarang. Mana mungkin enak kalau sudah dingin seperti ini. Padahal aku sengaja memasakan semua masakan kesukaanya.

@@@

Aku terlelap dan saat aku terjaga aku mendengar deru mobilnya. Ah akhirnya ia pulang juga. Sudah pukul 11 sekarang. Sebegitu sibuknyakah dia?

“Shilla-ya kau belum tidur? Ah mianhae tadi ada rapat penting.” Jawaban yang aku tahu pasti akan keluar dari mulutnya. Ternyata kerjaanya memang jauh lebih penting. Sering kali aku bertanya seberapa penting arti diriku untuknya. Tapi sampai detik ini tak kunjung ku tahu jawabanya.

“Gwenchana Oppa. Aku tahu kau sibuk.” Aku masih mencoba untuk mengerti dia. Atau lebih tepatnya selalu mencoba mengerti dia.

“Mianhae..jeongmal mianhae.”

“Gwencahana. Ah tapi makananya sudah dingin. Apa kau masih ingin makan Oppa?”

“Anni,, sudah terlalu malam. Mianhae karena sudah menyia-nyiakan masakanmu.”

“Gwenchana. Kalau begitu aku bereskan saja. Oppa istirahatlah, kau pasti cape kan?”

Masih tanpa ucapan selamat di hari jadi ini. Dadaku serasa sesak. Air mata ini sudah berontak untuk keluar, tapi sekuat tenaga kutahan.

Hanya ucapan selamat yang kuharap sekarang. Aku tak berharap kado istimewa lagi sekarang. Karena kurasa itu tak mungkin. Tapi tak bisakah kata selamat itu keluar dari mulutnya?

@@@

Sia-sia. Aku benar-benar merasa sia-sia. Susah payah aku mempersiapkan semuanya. Tapi semuanya sia-sia. Aku ingin menangis, tapi tak bisa.

Lelah sungguh lelah. Gaun yang sengaja aku pesan khusus inipun hanya sia-sia. Aku merasa benar-benar seperti orang bodoh

Berdandan hanya untuk menunggunya pulang. Dan saat ia pulang pun tak ada sepatah kata pujian yang keluar dari mulutnya. Aku menyiapkan semua ini untukmu oppa. Tak sadarkah kau akan hal itu.

Air mataku tumpah juga akhirnya saat aku masuk kamarku. Tak kunyalakan lampu. Sengaja agar aku tak malu melihat diriku yang seperti orang bodoh.

Tapi tiba-tiba lampu kamarku menyala. Dan Siwon Oppa berdiri dihadapanku. Aku shock mendapatinya di kamarku. Segera ku hapus air mataku.

“Oppa, apa yang kau lakukan di kamarku?”

“Mianhae.”

“Eh?”

“Mianhae aku lupa hari ini hari jadi kita. Mianhae membuatmu menunggu terlalu lama. Aku tadi” kuhentikan kalimatnya dengan meletakan telunjuku di bibirnya.

“Gwenchana. Aku tahu Oppa sibuk. Sekarang kembalilah ke kamar Oppa. Istirahatlah.”

Kulangkahkan kakiku menjauh darinya. Sebenarnya aku masih bertanya-tanya apa yang ia lakukan di kamarku. Tapi aku enggan untuk bertanya lagi padanya.

GLEK..

Sepasang tangan merengkuhku dari belakang. Tangan Siwon Oppa. Jantungku berdetak lebih cepat sekarang. Tak pernah sebelumnya ia amemelukku.

“Op..oppa?”

“mianhae. Selalu membuatmu tertekan. Mianhae selama setahun pernikahan kita aku masih belum bisa membahagiakanmu.”

“oppa”

“mianhae. Happy anniversary Shilla-ya”

Ah akhirnya kata itu terlontar juga dari mulutnya. Ternyata tak sia-sia aku menunggunya mengucapkan itu. Kubalikan badanku untuk menatapnya. Aku tak kuasa menahan senyumku. Rasa senang menylimutiku.

“Gomawo oppa” kutatap kedua bola matanya. Tapi aku merasa seolah melihat sesuatu yang lain darinya. Seolah bukan Siwon Oppa yang menderita begitu lama karena Raisa.

Di tengah kebingunganku. Kurasakan sepasang bibir halus menyentuh bibirku. Aku terbelalak karna Siwon Oppa menciumku. Sesuatu yang tak pernah kurasakan lagi sejak pernikahan kami.

Jantungku seolah ingin keluar atas perlakuanya. Kurasa sekarang wajahkupun sudah memerah. Tapi aku senang dengan perlakuanya. Kubalas ciumanya. Dan akhirnya kami melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri pada umumnya.

@@@@@@@@@

Kicauan burung di pagi hari membangunkanku. Aku masih belum percaya kami melakukannya semalam. Apakah ini hanya bagian dari mimpiku?

Kuedarkan pandanganku kepada seseorang di sebelahku. Ah ada. Ternyata aku memang tak sedang bermimpi. Siwon Oppa tengah tertidur pulas disampingku.

Kuamati wajahnya dengan seksama. Begitu manis. Gomawo oppa, kau telah membuatku merasa menjadi istri yang sempurna sekarang. Terima kasih untuk kado anniversary yang begitu indah semalam.

Tak ingin ku bangunkan dia. Biarkan dia tidur lebih lama lagi. Toh ini hari minggu juga.

Kusiapkan sarapan seperti biasa. Dan saat masakanku matang, Siwon oppa sudah bangun. Dia langsung duduk di meja makan.

“Ah aku lapar. Kau masak apa Shilla-ya?”

“Kimchi oppa. Makanlah oppa.”

Dia makan dengan lahapnya. Hahaha kurasa semalam benar-benar menguras tenaganya. Ah aku masih belum bisa melepas senyumku. Entah kenapa aku terlalu senang.

“Wae? Kenapa mengamatiku seperti itu?”

“hehehe. Anni oppa. Kau makanya lucu sudah seperti orang yang tidak makan 3 hari”

“Hahaha. Jeongmal?”

“hmm”

“kau tak makan?”

“nanti saja. Aku mau lihat suamiku makan dulu baru makan.”

“Anni anni. Kau juga harus makan. Ayo makan bersama. Kalau kau tak makan aku tak mau melanjutkan makanku.”

“ara ara aku makan”

“kau makannya banyak juga Oppa. Biar aku bereskan sekarang.”

@@@@@

“Shilla-ya.”

“Ne”

“Mianhae untuk yang semalam.”

Apa maksudnya ini? Bodoh. Kenapa minta maaf justru aku harus berterimakasih karena semalam kau telah membuatku merasa sempurna.

“Gwencahana oppa.” Kusunggingkan senyumku.

“Semalam aku tak tahu kenapa aku berani menyentuhmu. Aku hanya merasa tak tahan melihatmu menangis karena diriku. Tapi…”

“Tapi apa oppa?”

“Tapi yang ada dipiranku semalam bukan dirimu Shilla-ya. Mianhae?”

Bagai disambar petir diriku. Apa maksudnya ia bicara seperti itu? Baru semalam aku dibuat seperti melambung tinggi tapi dalam hitungan jam dia sudah berhasil menjatuhkanku begitu dalam. Dalam hitungan jam dia sudah berhasil membuatku hancur berkeping-keping.

PLAKKKK.

Reflek aku menamparnya. Terlalu menyakitkan bagiku. Terlalu sakit saat suami kita melakukan itu untuk pertama kali tapi yang ada dalam benaknya adalah wanita lain yang telah 2 tahun tiada. Jadi selama ini aku dianggap apa?

“Terimakasih oppa. Terimakasih untuk mimpi indah semalam.” Kataku ambigu.

“Shilla-ya” katanya lirih. Tapi tak ku hiraukan. Hatiku terlalu sakit. yang kuinginkan sekarang adalah menjauh darinya.

Ponselku berdering. Tanpa aku lihat siapa sang penelepon lansung kuangkat telepon itu.

“Yoboseyo” suaraku agak parau karena aku sedang menagis sekarang.

“…”

“Ne ahjumma. Waeyo?” ternyata ahjuma yang meneleponku.

Tapi aku terkejut dengan yang ahjuma katakan berikutnya. Cobaan apa lagi ini?

“Eomma?”

To be continued

 
35 Comments

Posted by on November 19, 2010 in fanfiction

 

Tags: ,

35 responses to “Can’t You See Part 4

  1. vanny

    November 19, 2010 at 6:51 am

    keren………
    baru kelar baca chap 1 ampe 4…

    jalan critanya bagus, ga bertele tele…
    daebak deh….

    next chap pls ^__^

     
    • shilla_park

      November 19, 2010 at 1:25 pm

      wah gomawo dah baca n komen…
      ini juga masih tahap chap 5….
      gomawo chingu ^^

       
  2. Neni

    November 20, 2010 at 2:19 pm

    Lanjut onn😀 ditunggU

     
    • shilla_park

      November 20, 2010 at 2:21 pm

      yup…
      lagi proses menulis lanjutanya..
      gomawo dah baca ^^

       
  3. Wonshika

    November 21, 2010 at 10:18 am

    Wah. . . Tambah seru. . . Lnjut yak. . .

     
    • shilla_park

      November 21, 2010 at 10:20 am

      sip sip…
      tunggu saja klanjutanya
      gomawo dah baca n komen ^^

       
  4. Deunryelysma

    November 22, 2010 at 2:02 am

    Omo~~~
    Siwonnie.. knp mesti jujur klu yg diinget perempuan lain.. ckckck..

     
    • shilla_park

      November 22, 2010 at 1:18 pm

      hahaha..
      siwon bego yak??
      hehehe

       
  5. Song jeerim

    November 26, 2010 at 10:17 am

    Kasian bener shilla…
    Siwon jahat…
    Keren,suka ff seperti ini.,🙂

     
    • shilla_park

      November 26, 2010 at 1:45 pm

      hehehhe
      gomawo dah baca n komen🙂

       
  6. thaonkyu

    March 23, 2011 at 4:08 am

    ya ampun kasian bener shilla,maki penasaran aja.
    lanjut y part 5

     
  7. thaonkyu

    March 23, 2011 at 4:09 am

    ya ampun kasian bener shilla,makin penasaran aja.
    lanjut y part 5

     
    • shilla_park

      March 26, 2011 at 11:21 pm

      sip sip..silahkan dilanjut.. haha

       
  8. princessradita

    March 26, 2011 at 2:50 pm

    Siwon oppa ini terlalu jujur banget sih jadi org!
    Kasian kn Shilla, berasa jd org kedua!
    Huuuh~
    *cubit siwon lgi*
    “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​

    Lanjut aaaah~

     
    • shilla_park

      March 26, 2011 at 11:22 pm

      aduh hobi bgt si eon nyubit suami saya.. cubit laki sendiri aja sono… *plakkk*

       
  9. choijinhae

    April 2, 2011 at 8:43 am

    Shilla makin menderita aja kaya’a. . .

    Kapan bahagia nya. .

     
  10. dongdongchen

    May 7, 2011 at 4:44 pm

    dasal, kuda blengsek!
    shill, ntar kalo masak lg bwt kuda blengsek, taruh racun kuda ya…..

     
    • shilla_park

      May 8, 2011 at 12:42 am

      hadeuh… saya mana bisa ngracun suami sendiri..haha😀

       
  11. nyit2bininyaTabi

    November 2, 2011 at 9:00 pm

    shilla-yaaaaaaaaa q rela bantuin kamu mukul wonppa…
    kurang keras itu mukulnyaaaa!!!!!
    duuuhhh sumprit kesel bngt ma siwon disini…
    huaaaa*jambak sapi*
    ud bkin anak orang seng tp langsung bkin mati seketika..
    lebih baik g usah nikah drpada bikin sengsara anak orang *digeplak authornya gr2 kebnykn ngamuk..wahahah*
    lanjuttt

     
    • shilla_park

      November 2, 2011 at 9:07 pm

      jangan dijambak ntar botak lg suami saya…tp botak jg dia tetep ganteng si…wkwkwk😛

       
  12. MissClouds

    April 4, 2012 at 11:41 pm

    wonppa dodol ya…napa mesti ngungkit Raisa lagi sih>,,<

    lanjut ya^^ciaooo~~

     
  13. astii

    July 12, 2012 at 11:25 am

    kirain siwon udah bisa nerima shilla..ternyataaa…!!!
    kasiaaan shilla disakitin terusT.T

    Chingu baguuuuus bgt!!!aku sukaaa….
    lanjut part 5..hhe

     
  14. eunjae25

    August 22, 2012 at 11:35 am

    wew,,, siwon keterlaluan, dia itu sebenernya bodoh, polos ato terlalu jujur si? ngapain coba dia pake bilang kalo yang dipikirannya waktu itu bukan shilla? hadeuhhh dasar sakit ya,,,
    yo wis lah,, lanjut aja,,

     
    • shilla_park

      August 22, 2012 at 11:46 am

      yups..siwon sakit jiwa emang kadang2.. *plaskk*😀

       
      • eunjae25

        August 22, 2012 at 11:48 am

        udah tau sakit jiwa tapi masih demen ya? hehehe

         
      • shilla_park

        August 22, 2012 at 12:02 pm

        karna kami pasangan sakit jiwa.. *ngaku*😀

         
  15. shashiva04

    September 9, 2012 at 12:58 pm

    ih dasar siwon bikin sewot aja…

     
  16. inggarkichulsung

    July 29, 2013 at 7:43 pm

    kenapa Shilla oemma, cobaan apa lagi yg menimpa Shilla, Siwon oppa tega sekali.. hiks hiks

     
    • shilla_park

      July 29, 2013 at 8:20 pm

      teganya dirimu teganya teganya teganya..lol

       
  17. Siregar Sri Fauziah

    December 11, 2013 at 2:02 am

    Oohh my god… Oppa, drimu namja sepeeti apa sbnrny dsni eoh??
    Tega bgt… ya ampun jhat bgt drimu Oppa…
    Sakit…. nysek bgt tw ngelakuin ‘itu’ tpi byangin orng lain… Hhhaahhh.. jeongmal nappeun namja.. >_<
    Apa lgi skrng?? Knpa eomma ny Shilla??
    Ya ampun Chingu… drimu mw kasih cobaan apalg sih??😦

     
    • shilla_park

      December 16, 2013 at 5:08 pm

      siwon adalah pria yg tega sperti yg ada di lagu dangdut (?)😀

       
  18. dinnur

    February 19, 2014 at 7:31 pm

    pasti sedih bgt jadi shilla, siwon kenapa mesti bilang kayak gitu sih
    itu eommanya shilla kenapa?

     
    • shilla_park

      February 20, 2014 at 6:34 am

      haha sayangny siwon kurang peka lol

       
  19. R'itsmine

    January 4, 2015 at 8:28 am

    waeyo?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: