RSS

Can’t You See? Part 6

28 Nov

<Siwon pov>

Rasanya sungguh melelahkan hari ini. Bukan lelah karena banyak pekerjaan tapi hatiku yang lelah. Aku masih ingat dengan jelas kemarahan Shilla barusan.

Menyedihkan

Aku terduduk di kamar. Pikiranku menerawang. Rumah ini begitu sepi.

Biasanya saat malam seperti ini Shilla akan mengetuk pintuku dan di tanganya sudah ada secangkir teh. Seyuman selalu terkembang dari bibirnya.

Tapi kini rumah ini begitu sepi. Tak lagi kulihat senyumnya. Tapi saat kulihat senyumnya itu bukan lagi untukku.

ARGHHHHH…

<Shilla pov>

Aku merindukanya. Semarah apapun aku padanya kenyataanya aku masih sangat mencintainya. Aku rindu dia.

Biasanya setiap hari aku selalu melihat wajahnya. Meski jarang kulihat senyumnya tapi saat aku di sisinya aku sudah sangat puas. Meski dia tak pernah mencintaiku tapi aku tak bisa berhenti mencintainya.

Meski dia melukaiku tapi aku masih selalu berharap padanya.

Dan kini aku takut. aku takut kalau…

“Hya apa yang kau lakukan disini?” suara Jungsoo oppa membuyarkan lamunanku.

“Ani. Cuma ingin menghirup udara segar. “ pikiranku masih menerawang. Sejujurnya aku sedang menenangkan diri. dan saat ini taman rumah sakit adalah pilihan terbaik.

Jungsoo oppa merengkuhku dalam pelukanya. Meletakkan kepalaku ke bahunya. Aku kaget dengan perlakuanya.

“Katakan!” katanya lembut.

“Apa?” aku masih dalam pelukanya. Sejujurnya aku sangat nyaman dengan perlakuanya. Sudah lama ia tak memelukku.

Berada dalam pelukanya membuatku lebih tenang. Membuatku lebih kuat.

“Katakan masalahmu. Ada apa denganmu?”

Aku masih diam. Masih bingung apakah aku harus cerita pada Oppaku satu-satunya ini atau tidak.

“Aku tahu kau sedang ada masalah. Jangan coba-coba membohongi oppamu ini.”

Aku menangis mendengarnya. Aku memang butuh seseorang untuk mendengar keluh kesahku. Jungsoo Oppa membelai rambutku penuh sayang. Aku jadi ingat dulu setiap aku menangis ia akan melakukan ini padaku. Membuatku merasa sangat diperhatikan.

“Siwon menyakitimu?”

“Bagaimana oppa tahu?”

“Shilla-ya aku mengenalmu sejak kau lahir. Aku juga yang selalu menghiburmu saat kau sedih. Aku yang selalu melindungimu saat Eomma memarahimu. Bagaimana mungkin saat kau sedih aku tak tahu? Seberapa hebatnya kau menutupi semua itu aku tetap akan tahu Shilla-ya”

“Oppa.” Aku terharu dengan perkataanya. Memang selama ini Oppaku lah tempatku berbagi. Dan selama ini pula tak ada satu masalahpun yang berhasil aku sembunyikan darinya. Ia pasti akan tahu.

“Apa yang Siwon lakukan padamu?”

“Dia melukaiku harga diriku oppa”

“Melukai bagaimana?”

“Dia melakukanya Oppa. Dia menyentuhku”

Jungsoo oppa kaget. Ia melepaskan pelukannya. Ia memegang pundakku. Menghadapkanku padanya.

“Bukankah bagus kalau ia menyentuhmu. Itu artinya semua penantianmu selama ini tak sia-sia.”

“Tapi dia menyentuhku sedangkan yang ada dalam pikiranya adalah Raisa. Aku hanya pelampiasanya saja” kataku sedih.

“MWO?? Aish jinja. Aku harus beri pelajaran pada suamimu”

“Andwe.!!!”

“Kenapa kau ini?”

“Biarkan aku selesaikan masalah ini sendiri Oppa. Jangan lukai dia!”

Jungsoo oppa duduk lagi setelah tadi ia bangkit penuh amarah.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”

“molla. Aku bingung. Aku masih marah padanya. Sudah seminggu ini aku menghindarinya.”

“Itu sebabnya kau mati-matian menjaga Eomma disini? Agar kau tak harus melihatnya setiap hari?”

Aku mengangguk

“Aku takut Oppa.”

“Takut apa?”

“Saat ia menyentuhku, aku sedang dalam masa suburku. Aku takut kalau aku hamil. “

“Bukankah bagus kalau kau hamil? Eomma pasti akan sangat senang. Kau tidak akan lagi kesepian.”

“Tapi aku tak ingin anakku nanti sepertiku. Tak dicintai oleh Appanya. Aku ingin aku hamil saat Siwon Oppa benar-benar mencintaiku. Aku tak akan sanggup Oppa kalau harus memiliki anak tapi suamiku tidak mencintaiku. Aku…”

Jungsoo oppa menariku lagi dalam pelukanya. Ia membelai rambutku lagi.

“Menangislah! Luapkan kesedihanmu. Oppa disini untukmu”

Tangisku semakin menjadi. Aku bersyukur mempunyai Oppa seperti Jungsoo Oppa. Selalu ada untukku saat aku membutuhkan sandaran.

@@@@@@

Sudah dua minggu Eomma dirawat. Sudah dua minggu pula aku menghindarinya. Dua minggu pula aku mati-matian menahan rasa rinduku padanya.

Hari ini Eomma sudah diperbolehkan pulang. Aku bahagia akhirnya Eomma kembali sehat.

Tapi sekarang aku bingung. Itu artinya aku harus pulang. Aku belum siap menghadapi Siwon Oppa.

“Hah rasanya nyaman berada di rumah sendiri. Dua minggu di rumah sakit benar-benar menyiksa.” Kata Eomma begitu sampai di rumah.

“Makanya Eomma jangan sakit lagi dong”

“Anak bodoh. Mana ada orang yang mau sakit.”

“Halmeoni!” kata Jungmin nyaring. Si kecil Jungmin langsung turun dari gendongan Jungsoo Oppa dan memeluk Eomma.

“Aigo Jungmin. Halmeoni kangeeen padamu.” Eomma mengecup Jungmin penuh sayang.

“Shilla-ya kapan kau berikan Eomma cucu?” aku tersentak.

Aku hanya bisa tersenyum kecut. Jungsoo melihat kearahku.

“Sabar saja Eomma. Nanti juga Shilla akan memberi Eomma cucu. Mungkin memang belum diijinkan Tuhan.” Jungsoo Oppa membelaku. Gomawo Oppa.

Aku juga ingin memberimu cucu Eomma. Tapi tidak sebelum Siwon Oppa mencintaiku.

“Ah iya aku mengerti. Ah sudahlah Eomma mau istirahat. Kau pulanglah Shilla-ya. Dua minggu ini kau habiskan bersama Eomma. Sudah saatnya kau pulang ke suamimu.”

“Ne Eomma. Araseo.” Eomma kemudian masuk ke kamarnya.

“Aku antar kau pulang.”

“Tidak bisakah aku menginap di tempat Oppa? Aku belum siap pulang Oppa”

“Tak bisa begitu Shilla-ya. Kau harus pulang. Bagaimanapun ia suamimu.”

“Araseo.”

@@@@@@

“Kau tak mau masuk?”

“Tunggu sebentar lagi Oppa”

“Shilla-ya sudah setengah jam kita berdiam di mobil seperti ini. Kau mau menunggu apa lagi?”

“Aku belum siap masuk rumah itu Oppa. Apa yang harus aku lakukan?”

“Lakukan semuanya seperti biasa saja. Selesaikan masalahmu dengannya. Atau kau ingin aku yang turun tangan?”

“Andwe!!! Baiklah aku masuk.” Kataku pasrah.

Kumasuki rumah yang selama setahun ini kutinggali bersamanya. Sepi.

Tak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Kemana Siwon Oppa? Ah tapi itu justru bagus. Jadi aku tak harus melihatnya sekarang.

Sudah jam 11 malam tapi tak ada tanda kepulangan Siwon Oppa. Kemana dia? Apa terjadi sesuatu padanya?

Aku menghawatirkanya. Meski ia ribuan kali menyakitiku tapi tak sedikitpun membuatku membencinya.

Tak lama kemudian dia pulang. Segera kumasuki kamarku. Menguncinya dan mematikan lampu kamar. Biarkan untuk sementara ia tak tahu kalau aku sudah pulang.

@@@@@@@@

<Siwon pov>

Aku mencium bau masakan. Apa Shilla yang masak. Atau ini hanya bagian dari mimpiku? Tapi tidak aku tidak mimpi. Aku bahkan sudah terbangun. Lalu siapa yang masak? Shilla kah?

Segera ku lari ke dapur. Dan benar Shilla ada di dapur. Aku lega akhirnya Shilla pulang juga.

“Kau…sudah pulang Shilla-ya?”

“Hmm” jawabnya singkat.

“Eomma sudah sembuh?”

“Ne.” tumben dia sedikit bicara.

Dia meletakkan sarapan yang sudah jadi di atas meja makan. Tapi tak seperti biasa, dia langsung pergi ke kamarnya. Padahal biasanya ia akan duduk menemaniku sarapan. Memperhatikanku menghabiskan makananku,. Tapi sekarang?

Saat aku siap ke kantor ia sudah rapi. Mau kemana dia?

“Shilla-ya kau mau kemana pagi-pagi begini?”

“Ke rumah Eomonim.”

“Ke rumah Eomma? Memang ada apa dirumahku?”

“Hari ini abeonim ulang tahun. Eomonim menyuruhku membantunya menyiapkan pesta.”

“Aku antar.”

“Tak perlu”

“Tidak apa-apa Shilla-ya. Biar ku antar saja”

Dia tak menghiraukanku. Dia langsung keluar rumah. Segera kusambar kunci mobilku.

“Masuklah.” Dia menolak. Tapi segera kutarik paksa ia ke dalam mobil.

Dia hanya diam. Tak sepatah katapun ia keluarkan.

Alhasil kami melewati setengah jam perjalanan dalam diam. Aku terlalu takut untuk mengajaknya bicara. Dan Shilla hanya menatap keluar jendela. Tak sedikitpun ia menatapku.

“Shilla-ya kumohon jangan begini. Eomma dan aboji…”

“Aku tahu apa yang harus aku lakukan.” Dia memotong perkataanku.

Kamipun masuk. Nampak Eomma sedang sibuk menyiapkan pesta ulang tahun Abeoji.

“Aigo Siwon-ah, Shilla-ya kalian sudah datang?”

“Annyeong Eomonim” kata Shilla ramah dengan senyum khas yang selama ini ia punya.

“Siwon-ah kau tidak bekerja? Berangkatlah! Tapi nanti malam jangan lupa pulang cepat.”

“Ne Eomma.” Aku berpamitan pada Eomma. Tak lupa kukecup kening Shilla. Hal ini biasa kami lakukan di depan orang tua kami. Dan Shilla tak menolak sedikitpun. Jadi ini yang ia maksud ia tahu apa yang harus ia lakukan?

@@@@@@@

Pesta Abeoji berlangsung cukup meriah. Kolega-kolega Abeoji banyak yang datang. Keluarga Shilla juga datang.

Semua tampak bahagia. Tapi entah kenapa aku tak merasa hal yang sama. Aku merasa beban berat masih harus kutanggung.

Shilla sedari tadi tersenyum. Ia begitu pandai  menyesuaikan suasana. Tapi sayangnya tak sedikitpun ia berikan senyumnya untukku.

“Abeoji senang sekali hari ini. Gomawo untuk kalian semua.” Abeoji tampak bahagia.

“Siwon-ah apa kau tahu apa permohonan Abeoji tadi?”

“Ani Abeoji. Memangnya apa?”

“Abeoji ingin segera menimang cucu dari putra Abeoji satu-satunya.” Senyum terkembang dari bibirnya.

Tapi, Shilla yang sedang minum tersedak. Kurasa ia sangat kaget. Dan dari sorot matanya aku tahu ia risih dengan pernyataan Abeoji. kulihat sekilas ada sorot kesedihan dari matanya. Karena malam itukah?

“Abeoji tenang saja kalau Tuhan sudah berkehendak kurasa tak lama lagi harapan Abeoji terwujud”

Sekali lagi kulihat wajah Shilla yang terkejut. Tapi kali ini karena perkataanku. Apa aku salah lagi?

Karena hari sudah terlalu malam maka terpaksa aku dan Shilla menginap di rumah Abeoji. Rumahku juga sebenarnya. Tapi masalahnya disini adalah itu artinya kami harus tidur dalam satu kamar.

“Shilla-ya perkataan Abeoji barusan tak usah kau masukkan hati.”

“….” Ia hanya diam. Rasanya tersiksa didiamkan olehnya seperti ini.

“Kau tidurlah di ranjang biar aku yang di sofa”

“…” dia masih diam. Dia mengambil selimut dan bersiap untuk tidur di sofa.

Kucegah dia.

“Ani Shilla-ya kau yang tidur di ranjang.” Dia menepis tanganku.

“Aku bilang di ranjang!” kubentak dia. Aku sudah jengah dengan sikap keras kepalanya.

Dia menurut. Dia segera beranjak ke ranjang. Aku jadi merasa bersalah telah membentaknya.

“Mianhae Shilla-ya . aku tak bermaksud membentakmu.”

“….” Dia masih saja diam. Dia segera menutup tubuhnya dengan selimut. Tak menghiraukanku lagi.

Aku tersiksa Shilla-ya kau diamkan seperti ini. Kumohon maafkan aku. Kembalilah jadi Shilla yang dulu.

To be continued

 

 

gimana??? sudah cukup sengsara belum siwon nya?????

 

 
37 Comments

Posted by on November 28, 2010 in fanfiction

 

Tags: ,

37 responses to “Can’t You See? Part 6

  1. leeeunhye aka hae's wife

    November 28, 2010 at 2:19 pm

    mian eonni bru cment d sni..
    Coz q bca ngebut siie..
    Tp part slnjutna bkal sring cment koq..
    Blum eonni, byarn adj tu siwon oppa sengsara,..byr dy tw rsa na prsaan shilla pas dy dingin ma shilla..
    D tnggu eonni klnjtn na..

     
    • shilla_park

      November 28, 2010 at 10:40 pm

      hohhooho…gapapa….
      belum sengsara ya???…
      hmmm bikin apa lagi ya???…
      gomawo dah baca n komen🙂

       
  2. vanny

    November 29, 2010 at 3:17 am

    haahahahaha…..

    80% deh tarap kecukupan sengsaranya siwon hahahahhaa…
    emang seh ga enak bgt kalu didiamin getu…

    keren deh critanya….

     
    • shilla_park

      November 29, 2010 at 11:47 am

      hadeuh masih 80% ya???
      moga ja part berikutnya bisa nambah..🙂

       
  3. Chaca

    November 29, 2010 at 8:57 am

    keren !!!
    pnasran abis !!
    lanjuty cptan yyy !!🙂

     
    • shilla_park

      November 29, 2010 at 11:47 am

      hohoho,,,,,
      gomawo dah baca n komen🙂

       
  4. Deunryelysma

    November 29, 2010 at 9:43 am

    Belom….
    Masih kurang sengsara…😀
    Ditunggu next pasrtnya..

     
  5. Deunryelysma

    November 29, 2010 at 9:43 am

    Belom….
    Masih kurang sengsara…😀
    Ditunggu next part.

     
    • shilla_park

      November 29, 2010 at 11:46 am

      masih belum ya????
      padahal aku dah ga tega ma siwon…
      oke2 akan aku usahakan lebih sengsara lagi…🙂

       
  6. cacamoi

    December 21, 2010 at 5:46 am

    beluuuuuuuuuuuuummmmmmmm ..
    harus lebih kejam .

    huhu T.T kasihan shilla .. dia tersiksa batin udah brapa lama tuh ??
    siwon kan baru 2 minggu doank !!

    poko’na pnderitaan’na masih harus ada . *kejem amat saya ? ditipmpukin pake sendal ama wonnie oppa

    capcus dulu ke part lanjutnya ..

     
    • shilla_park

      December 21, 2010 at 12:03 pm

      masih belum kejam???
      saya padahal dah ga tega nyiksa suami saya..
      huhuhu…🙂

       
  7. elisafemm

    January 7, 2011 at 3:35 am

    nambah lagi unnie, buat siwon lebih menderita atas apa yg di perbuat sama shilla.
    ff ini bagus! DAEBAK utk author yg bwt aku penasaran dgn cerita selanjutnya. Suka baca ff yg cast. siwon oppa! aku berharap, unnie gk pantang nyerah bwt ff yg cast nya siwon oppa!

     
    • shilla_park

      January 7, 2011 at 3:41 am

      hehehe.. lanjutanya dah ada kok..noh diatasnya..cek aja…
      tenang ja pasti kebanyakan blog ini isinya siwon kok..
      gomawo..🙂

       
  8. thaonkyu

    March 23, 2011 at 4:31 am

    jungso kakak yang baek ya yg mengerti adenya, siwon mulai peduli lagi ma shila nì.
    lanjut baca part 7.

     
    • shilla_park

      March 23, 2011 at 10:55 am

      iya dong jungsoo kan emang kaka yg baik,,,🙂

       
  9. princessradita

    March 26, 2011 at 3:00 pm

    Bagus thor~ shilla banyak diam aja.. Biar siwon oppa tersiksa dulu..
    Cepet2 bca part selanjutnya aaaah~

     
  10. dongdongchen

    May 8, 2011 at 7:08 am

    huh…. dasar kuda rese! baru 2 minggu didiemin shilla aja dah tersiksa kyk gitu….
    ayo shilla, penderitaanmu selama 1 taon mesti dibalas, siksa kuda slama 1 taon hahaha *ketawa epil*

     
    • shilla_park

      May 8, 2011 at 1:15 pm

      elah… epil bgt sumpah.. saya ga segitunya kali.. hahaa

       
  11. nyit2bininyaTabi

    November 2, 2011 at 9:19 pm

    nyahahaha *tari kipas bareng Tabi*
    suka suka suka part ini…
    sekali2 emg perlu dikerjain dah siwon…
    q baca ini dalam hati ngomong “kapok….tuh kan siwon kena batunya”
    ayooo shilla-ya lanjutkan kemarahanmu..
    semoga jadi baby won2

     
    • shilla_park

      November 2, 2011 at 9:32 pm

      haha.. saya ga kuat kalo marah lama2..ga ga ga kuat.. *loh?*

       
  12. MissClouds

    April 5, 2012 at 12:25 am

    lalalalalala~~~~
    seneng dech klo kaya’ gini*wajah sumringah
    liat wonppa menderita tuh Siswanto banget kekekekek~~~//ngumpet dbelakang Yeye :p

    aku lanjut ya~~~~

     
    • shilla_park

      April 5, 2012 at 8:25 pm

      seneng amat liat suami saya menderita.. awas aja ntar yesung oppa aku culik lo..haha😀

       
  13. astii

    July 12, 2012 at 11:44 am

    huaaa…pengen punya oppa kyk jungsoo oppaaaa:'(

    haha suka siwon sengsara..!!

     
  14. eunjae25

    August 22, 2012 at 11:57 am

    widih,,,shilla melancarkan aksi bisunya,,, seru ni,, padahal paling ga enak kalo kita ngomong ga ditanggapin hahahaha biar tahu rasa tu siwon,,,,

     
    • shilla_park

      August 22, 2012 at 12:07 pm

      haha bener bgt.. mending dimarahin drpd didiemin..lol

       
      • eunjae25

        August 22, 2012 at 12:11 pm

        yupzzz setuju banget,, tapi kadang demen juga si ngediemin orang hahaha

         
  15. shashiva04

    September 9, 2012 at 1:18 pm

    emang enak dicuekin.. satu sama donk dg siwon kekeke

     
  16. dominicha

    April 27, 2013 at 7:07 pm

    Annyeong ….
    aku reader baru izin baca ff nya yg cetar membahana

    Menurut aku udah cukup sengsara deh siwon
    aku jd iri pd shilla yg punya oppa sebaik jungsoo yg bisa jd
    tempat curhat dan berbagi ….

     
    • shilla_park

      April 28, 2013 at 10:25 am

      haha cetar membahana gmana?? ini ff termasuk jadul dan abal lo…hehe

       
  17. inggarkichulsung

    July 30, 2013 at 4:05 am

    Skkrg Siwon oppa nya yg agak tersiksa batinnya krn Shilla cuek dgn dirinya, pdhl mrknberdua msh slg mencinta.. Sabar ya Won won oppa

     
    • shilla_park

      July 30, 2013 at 4:27 am

      hehe biarin aja..biar siwon tau rasa lol

       
  18. Siregar Sri Fauziah

    December 11, 2013 at 2:24 am

    Bagus Shilla… diemin aja trs Wonppa, biar ngerasain sakitny Shilla sma sikap Wonppa selama ini…. #mainhae Siwon Oppa utk saat ini aku akn membenci drimu…
    Klo Oppa udh brubah bru fall in love again… hahaha

     
    • shilla_park

      December 16, 2013 at 5:09 pm

      setujuuuu…mari dukung aksi mogok shilla (?)

       
  19. dinnur

    February 19, 2014 at 10:31 pm

    udah lumayan cukup sih siwon tersiksa, tapi dia masih belum sepenuhnya cinta sama shilla

     
    • shilla_park

      February 20, 2014 at 6:35 am

      haha mnurut ane belum cukup tersiksa lol

       
  20. R'itsmine

    January 4, 2015 at 8:43 am

    jinjjaaas

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: