RSS

The One I Love

18 Dec

Aku tak pernah menyesal dengan hidupku. Tak pernah ingin menjadi orang lain. aku cukup puas dengan hidupku.

Meski terkadang aku jenuh. Aku bosan.

Bosan dengan kuliahku yang benar-benar menyita waktuku. Terkungkung setiap hari di kampus. Terpenjara dalam laboraturium hampir setiap hari.

Inilah resiko aku kuliah di salah satu Universitas terbaik negriku. Membuatku lebih sibuk dari teman-temanku yang lain. membuatku jengah.

Aku terkadang iri dengan temanku yang lain. mereka bisa dengan santai menjalani perkuliahan mereka. Bisa dengan bebas hang out. Tapi aku?? Jatah hang out kurasa dua minggu sekali. It’s kinda suck me

But it’s not mean that I hate being like this. Aku hanya bosan. Tapi aku bersyukur karena aku bisa kuliah di tempat yang bahkan banyak orang lain tak bisa masuki.

Hidup memang tak selalu berjalan mulus.

Dan yang membuatku lebih jengah adalah aku bahkan tak bisa merasakan indahnya jatuh cinta. Ah bukan, kurasa lebih tepatnya indahnya dicintai.

Kehidupan kampusku yang menyita hamper semua waktuku membuatku tak bebas memikirkannya. Aku butuh seseorang.

Seseorang yang dapat menjagaku.

Seseorang yang dapat memberiku kekuatan saat aku berada pada titik terlemahku.

Seseorang yang memberiku semangat saat aku jenuh.

Seseorang yang memberiku arah saat aku tak tahu harus kemana melangkah.

Ya aku membutuhkannya.

Nyatanya sampai sekarang aku belum pernah menemukannya.

Yang aku temukan sampai sekarang hanya teman. Sahabat yang selalu ada. Sahabat yang begitu baik.

Aku bersyukur punya mereka. Seperti aku bersyukur punya keluargaku. Keluarga yang selalu tersenyum padaku dan selalu menguatkanku.

Tapi sekali lagi, aku ingin “that someone”.

Kurasa kenapa aku juga tak kunjung menemukannya adalah karena diriku sendiri. Aku bukan tipikal gadis yang agresif. Gadis yang dengan mudah dekat dengan lelaki. Aku cenderung diam.

Aku juga tak sempurna. Aku tak seperti gadis lain yang cantik. Yang dengan bangga akan fisik mereka.

Aku tak bisa. Karena kenyataanya aku tak sempurna. Aku memiliki kekurangan. Fisik dan sifat kurasa.

Terkadang aku berfikir siapa orang bodoh yang akan menyukaiku. Tak cantik, tak terlalu pintar. Tak kaya.

Aku juga bukan gadis dengan sifat bak malaikat. I’m just ordinary. So ordinary.

Mana ada yang menyukaiku kalau begitu???

Pikiran itu terus menggerogoti otakku. Sebelum akhirnya aku mengalami peristiwa yang tak akan pernah aku lupakan.

He’s coming.

Orang yang aku harapkan datang. Membawa sejuta harapan dan kebahagiaan untukku.

Membawaku ke babak indah hidupku. Membuatku seolah sempurna.

Ternyata ada seseorang yang mencintaiku. Someone that means to me.

Dia memang mencintaiku. Tapi tak seperti pasangan lain yang memulai hubungan dengan pacaran. Dia justru langsung memintaku untuk menikahinya.

Kalian tahu apa yang kurasakan?

Aku tak tahu. Bahkan sampai sekarang aku tak tahu harus berkata apa. Terlalu susah untuk mendeskripsikan perasaanku.

Aku tak akan menyangka ia akan datang padaku. Akan menerimaku apa adanya. Aku masih ingat dengan betul saat ia melamarku.

<flashback>

“Saranghaeyo” katanya datar. Aku masih belum bisa mencerna kata-katanya.

“Would You marry me?” dan dia sudah menambah keterkejutanku.

Belum sempat aku mencerna apa yang ia katakana  ia sudah menambah lagi kalimat yang membuatku tak bisa berpikir jernih.

Waktu terasa berhenti berputar. Tapi jantungku justru berdetak begitu cepat.

Dan otakku malah tak bisa bekerja. Tak ada perintah dari otakku kepada otot dan syarafku. Membuatku membeku. Tak bisa bergerak sedikitpun. Tak bisa berkata sepatah pun.

Yang ada di pikiranku sekarang hanyalah pertanyaan. Apa dia serius? Apa dia hanya mempermainkanku?

“Aku serius” katanya yang seolah bisa membaca pikiranku.

Aku masih diam. Masih berusaha berfikir kalau ini tak nyata.

“Hey, kenapa diam? Tak adakah respon untuk pernyataanku?” katanya sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.

Tak puas dengan aksiku yang masih diam ia mencubitku.

“Argh. Sakit!” kataku akhirnya. Kurasa otakku sudah mulai bekerja lagi.

“Siapa suruh kau diam saja dari tadi.”

Aku masih mengelus tanganku yang ia cubit. Ternyata cubitannya sangat sakit.

“So, bagaimana?”

“Sakit.” jawabku singkat

“Maksudku bukan tanganmu. Tapi pertanyaanku. Would you marry me?”

PLETAKKKKK

Aku memukul kepalanya. Entah kenapa aku melakukannya. Tanganku seolah reflex bergerak tanpa koordinasi dari otakku.

“Awww. Kenapa kau memukulku? Aku butuh jawaban bukan pukulan” ringisnya.

“Yak Kim Jongwoon! Bisa tidak kau jangan main-main. Ga lucu tahu!”

“Siapa yang bilang main-main? Aku serius. Aku serius” katanya lagi.

“Aku tak percaya”

“Aku serius. Aku benar-benar mencintaimu. Benar-benar ingin menjadi pendampingmu. Sarangheyo. I love you. Wo ai ni.”

Aku menatap matanya. Mata sipitnya tak sedikitpun menunjukkan kebohongan. Ia serius?

“Tapi kenapa?” hanya itu kata yang bisa aku katakan.

“Kenapa? Kenapa bagaimana maksudmu?”

“Kenapa aku? Di luar sana banyak wanita, tapi kenapa aku?”

“Karena memang kamu orangnya. Aku memilihmu.”

“Tapi apa kau tak lihat diriku ini? Apa yang membuatmu mencintaiku?”

“semuanya” jawabnya enteng.

“Apanya? Aku bahkan tak tahu apa yang orang akan lihat dari diriku. Aku tak punya kelebihan. Aku juga tak cantik. Dan lihat diriku! Aku tak sempurna”

“Tapi aku mencintaimu. Apa itu tak cukup?”

“Kurasa kau salah mencintai kalau begitu. “

“Tidak. Aku yakin dengan perasaanku.”

“Tapi aku tak yakin. Aku tak yakin kau mencintaiku. Selama ini juga kau tak pernah menunjukkan tanda-tanda kalau kau mencintaiku. Kau bahkan tak menaruh perhatian lebih padaku”

“Yakinlah. Aku memang mencintaimu. Mencintaimu apa adanya. “

“Tapi aku terlalu banyak kekurangan.”

“Aku tak peduli dengan itu. aku mencintaimu itu yang aku tahu. Hanya kau yang berhasil membuat jantungku berdetak tak menentu. Hanya kau yang bisa membuatku jatuh cinta. Hanya kau Gyeol-ah”

Aku tercengang. Aku tak pernah menyangka kata-kata itu akan meluncur dari bibir seorang Kim Jongwoon.

Tak terasa setetes air mata jatuh. Aku terlalu terharu dengan yang ia ucapkan.

“Kalau kau mencintaiku kenapa selama ini kau tak pernah mendekatiku?”

“Karena aku hanya menunggu waktu yang tepat.”

“Eh?”

“Aku menunggu hari ini. Menunggu untuk melamarmu.”

Aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikirannya.

“Kenapa menungguku? Bagaimana kalau ternyata aku menyukai orang lain?”

“That wont be happen. Coz you’re mean to me.” Katanya yakin. Aku terhenyak dengan perkataanya.

“Chh. Bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti itu?”

“Aku hanya yakin. YAKIN. Dan aku juga yakin kalau kau akan menerimaku.”

“Kenapa kau seyakin itu?”

“Kan sudah kubilang tadi coz you’re mean to me.”

Dia berkata dengan sangat yakin. Aku tertegun. Sedetik kemudian kurasakan air mata ini semakin deras mengalir. Entahlah ada apa dengan otakku. Aku sangat bahagia tapi kenapa malah air mata yang keluar bukan senyuman.

Jongwoon menghapus air mataku. Dapat kurasakan tanganya yang lembut menyapu air mataku.

“Uljima! Kenapa kau malah menangis?”

“Aku tak pernah menyangka seseorang akan mengatakan itu padaku.”

Dia tersenyum. Sangat manis. Jauh lebih manis dari senyumnya selama ini yang pernah aku lihat.

“So would you marry me?” katanya lembut.

“Bukankah kau sudah yakin kalau aku akan menerimamu. Lalu kenapa kau tanyakan?”

“Memang. Tapi aku hanya ingin dengar langsung darimu.”

“I do” kataku akhirnya.

Diraihnya aku dalam pelukannya. Terasa hangat dan nyaman.

<end of flashback>

“Hey, kenapa diam?” kurasakan seseorang menpuk pundakku. Jongwoon.

“Aku hanya ingat saat kau melamarku.”

Dia tersenyum. Membuat mata sipitnya semakin tak terlihat. Benar-benar lucu.

“Boleh aku Tanya sesuatu?”

“Tentu saja. Katakanlah!”

“Kenapa waktu itu kau langsung memintaku menjadi istrimu? Kenapa kau tidak memintaku untuk menjadi kekasihmu dulu?”

Dia tersenyum lagi. Sangat manis.

“Karena kau special. Aku tidak perlu untuk menjadi kekasihmu. Aku ingin segera menjadi suamimu. Karena aku yakin kau tercipta untukku”

“Hahaha. Selalu saja kau ini begitu yakin”

“Memang benar kan? Kalau tidak mana mungkin kau sekarang berdiri disini istriku.”

Kubalas senyumnya.

“Lagipula aku bisa menjadi suami sekaligus kekasih saat menikah. Tapi kekasih belum tentu jadi suami kan?”

“Gomawo yeobo”

Diacak-acaknya rambutku, aku tak pernah protes saat ia lakukan itu. aku tahu itu bentuk rasa sayangnya padaku.

“Boleh aku Tanya 1 pertanyaan lagi?”

“Kau ini banyak sekali pertanyaanya. Apa lagi?”

“Kau tak menyesal memilihku?”

“Kenapa harus menyesal?”

“Aku terlalu banyak kekurangan. Tak seperti dirimu yang sempurna”

“Kau menjadi sempurna saat bersamaku. Hidup itu saling melengkapi. Dan aku melengkapi kekuranganmu. “

“Tapi apa kau tak tersiksa terus-terusan menutupi kekuranganku? Kau bahkan bisa dapat wanita yang lebih baik dariku”

“Aku tak menutupi kekuranganmu. Aku hanya menyatukan milikmu dengan yang aku punya. Aku akan bersinar saat bersamamu. Aku justru akan sangat lemah jika tak bersamamu. Aku tidak akan sempurna jika kau tak disisiku.

Manis sekali perkataanya. Tapi aku tahu itu bukan suatu bualan. Dapat kulihat dari matanya kalau ia berkata jujur.

“Lalu kenapa kau dengan mudah menerima lamaranku dulu?” kini ia yang balik bertanya.

“Karena aku juga sudah lama mencintaimu. Dan kurasa karena you’re my destiny.”

Kukecup pipinya lembut. Dia balas memelukku.

Pelukannya tak pernah berubah. Selalu hangat dan nyaman. Membuatku tak pernah ingin melepaskannya.

Tak pernah ku bayangkan sebelumnya kalau Jongwoon akan menjadi suamiku. Selama ini aku hanya menjadi secret admirer saja. Aku mencintainya tapi aku bahkan tak berani untuk mengatakanya.

Selama ini yang kulakukan adalah menunggu. Menunggu seseorang  datang padaku. Menunggu kebahagiaanku.

Dan sekarang dia datang. Kebahagiaan itu datang.

Kebahagiaan itu datang dengan caranya sendiri.

Kita tak pernah tahu kapan ia akan datang. Tapi yakinlah kalau ia akan datang. Yang perlu kau lakukan adalah menunggu. Saat semua sudah kau lakukan maka menunggu dan berserah diri adalah pilihan.

Seperti diriku. Aku hanya menunggunya. Dan aku yakin ia kan datang.

Dan kenyataanya ia datang bersama sejuta kebahagiaan.

Seperti kata Jongwoon yang slalu ia ucapkan. Aku tercipta untuknya. I’m his destiny and He’s my destiny.

So, yakinlah bahwa there’s someone mean to you.

<FIN>

Hemmm seperti biasa kalau saya lagi stuck ma ff Cant you see maka saya akn publish ff oneshoot. Hehehe dan seperti biasa karna ngerjainya dalam tahap sangat jenuh. Jadi maaf kalau ni ff gagal.

J

Ps: ni ff terinspirasi dari kehidupan author yg menjenuhkan. hahhaha

 
22 Comments

Posted by on December 18, 2010 in fanfiction

 

Tags:

22 responses to “The One I Love

  1. Song jeerim

    December 19, 2010 at 12:26 am

    Yesung romantiz
    suka-suka
    g’nyangka si yesung bisa begini romantiz
    iri~

     
  2. Shilla-park

    December 19, 2010 at 4:23 am

    Hahaha,. Lg mau buang jauh2 image lucu yesung alnya..
    Udah saatny yesung mikirin cewe, jangan ddangkoma terus, hahaha…

     
  3. shilla_park

    December 19, 2010 at 5:00 am

    awalnya cast nya mau siwon lagi tapi biar reader ga bosen jadi ya aku jadiin yesung deh..
    hahaha

     
  4. Neni

    December 19, 2010 at 11:22 am

    Bagus onn (^O^)/ Like usual he9
    Can’t you see nya masih ditunggu, he9
    Can’t you see nya ada after story nggak onn ??
    #readercerewet he9

     
    • shilla_park

      December 20, 2010 at 1:24 am

      gomawo…
      ada after story ga ya??…
      mungkin ada mungkin enggak.. hahahaha
      tunggu aja..🙂

       
  5. Deunryelysma

    December 19, 2010 at 1:52 pm

    Omona~~~~ so sweeeetttt…..
    Jongwoon romantis bgt…
    suka bgt ma kalimat ini “So, yakinlah bahwa there’s someone mean to you” >.<

     
    • shilla_park

      December 20, 2010 at 1:26 am

      author lagi galau soalnya makanya bisa bikin jongwoon romantis..
      hahaha
      kata2 itu juga aku suka alias harapan dan kyakinan author hahahaha🙂

       
      • Deunryelysma

        December 20, 2010 at 2:43 pm

        Yup… kata itu pasti jd support buat yg baca.. ^^

         
  6. cacamoi

    December 21, 2010 at 4:27 am

    waaaaaaaaaaahhhhhhh … so sweet bnget . romantis .. huhuy
    jadi ngg kepikiran deh yesung yg aneh tingkahnya . hehe
    ya ampuuunnnn ….

     
    • shilla_park

      December 21, 2010 at 11:54 am

      yesung meski aneh tp kan masih bisa romantis.. hahaha
      gomawo..🙂

       
  7. vanny

    December 21, 2010 at 6:03 am

    love it.love it…………love it……………………

    share more please, specially about ki bum (he’s my bias) kekekekekekeke

     
    • shilla_park

      December 21, 2010 at 11:56 am

      kibum?..
      wah boleh juga tuh..
      oke2 next ff i’ll try using kibum…
      thanks…:)

       
  8. vanny

    December 23, 2010 at 8:30 am

    really????

    wah…. thank you so much ya…
    boleh minta lagi ga?? *byk maunya neh anak* kekekekek
    pake nama gw bisa ga??? bisa ga bisa neh tak kasi nama aye
    choi eun ri kekekekkeke

    thanks again ya ^_*

     
  9. HanSoonHee

    January 20, 2011 at 12:24 pm

    Annyeong..
    Numpang mampir ya onnie..

    Ini pasti terinspirasi dari saia ya onn.. Hehehe
    *reader narsis*

    Jongwoon.. Huwee.. Kenapa kamu disini romantis banget C??

    *peluk shilla karna ga bawa-bawa ddangkoma*

    ada lagi yang castnya yeoboku gak onnie?

     
    • shilla_park

      January 20, 2011 at 2:12 pm

      annyeong..maksih ya dah mau mampir…
      saya juga heran knapa yesung oppa bisa romantis…*author dodol*
      yg cast nya yesung??
      lagi dalam proses pengerjaan..(?)
      hehehe gomawo🙂

       
      • HanSoonHee

        January 20, 2011 at 2:22 pm

        wah.. i’m waitting for it onnie..

        titip salam juga ya buat bang siwon hehehe..
        gara-gara drama athena saia jadi rada-rada ngiler ngeliat doi.. heheh

        *ditabok bang yes*

         
      • shilla_park

        January 20, 2011 at 2:45 pm

        mwo?? ngiler sama siwon??
        andweee!!! siwon milik saya..hahaha…
        tapi karna kamu nglirik2 siwon maka aku juga mau nglirik yesung oppa ah…*ditendang*

         
  10. HanSoonHee

    January 20, 2011 at 2:58 pm

    ANDWE!!!

    iya maaf saia khilaff..
    *umpetin Bang yes*

    Aku gak jadi lirik siwon..

     
  11. niawaton

    September 16, 2011 at 7:42 pm

    huaa aku mau dilamar tiba- tiba sama kang yeye hehehe

    aku suka bagian ini
    Aku tercipta untuknya. I’m his destiny and He’s my destiny.

    opaa i love youuuuuuuuuuuuu

     
    • shilla_park

      September 16, 2011 at 8:55 pm

      hoho.. ada cloud mampir ternyata..wkkw😀
      i love yesung oppa too.. ekekek😀

       
  12. evilkyu dinda

    October 27, 2011 at 11:11 am

    Huwaaaa (>.<) Bagus onnie, Emang enaknya lgsg nikah drpd kelamaan pacaraan. Hahahaha. .

     
    • shilla_park

      October 27, 2011 at 12:15 pm

      yoi. saya jg pinginnya langsung aja (?)😛

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: