RSS

Please Don’t Give Up On Me

21 Jan

Hidup itu pilihan. Ya memang pilihan.

Kau lah yang memilih jalan hidupmu sendiri. Memilih untuk terus bertahan ataukah menyerah.

Ya, menyerah juga sebuah pilihan. Dan bukan pilihan yang salah kurasa.

Ketika semua upaya telah kau tempuh terkadang menyerah adalah pilihan yang tepat.

Ketika terus bertahan justru begitu menyakitkan, menyerah memang pilihan yang tepat.

Dan menyerah adalah pilihanku sekarang.

 

Han River 20 Desember 2010

“He loves somebody else” ucap seorang gadis dengan pandangan menerawang. Ia sedang duduk berdua dengan sahabatnya. Terlihat jelas bahwa gadis itu terluka.

Choi Eunri. Ya gadis itu bernama Choi Eunri. Dan sahabatnya yang tengah duduk di sebelahnya adalah Park Shilla.

“Do I know her?” Tanya Shilla penasaran. Eunri hanya mengangguk. Terlihat jelas kepedihan dari mata Eunri.

“You’re really close with her”

“Jeongmal? Nuguya?” Shilla semakin penasaran.

“YOU”

Shilla membelalakkan matanya tak percaya. Demi Tuhan ia tak pernah membayangkan kalau pria yang Eunri cintai ternyata mencintainya.

Pikiran Shilla berkecamuk. Shilla tak mencintai pria itu. karena sejujurnya hatinya telah menjadi milik kakak dari Eunri. Dan Eunri tahu, sangat tahu.

Ia takut kalau Eunri akan membencinya karena masalah ini.

“Tenanglah aku tak mungkin membencimu hanya karena ini.” Ucap Eunri yang seolah tahu apa yang Shilla pikirkan.

Shilla menghela nafas lega. Inilah yang ia sukai dari seorang Choi Eunri. Selalu bisa melihat masalah secara dewasa.

“Apa sakit? hatimu?” Tanya Shilla hati-hati.

“Bodoh. Tentu saja. It really hurt”

“Mianhae. Aku janji akan membantumu. Dia pasti akan bertekuk lutut padamu” hibur Shilla.

“Lupakan”

“Eh? Maksudmu?”

“Aku menyerah.”

“Menyerah? Kau akan berhenti mencintainya?”

“Berhenti berharap. Karena kurasa berhenti mencintainya bukan hal yang mudah.” Ucap Eunri sambil tersenyum kecut pada Shilla. Shilla tahu kalau Eunri adalah orang yang kuat.

 

INHA University  23 Desenber 2010

“Yak Choi Eunri! Bagaimana mungkin kau tak memberi tahuku tentang hal ini?”  ucap seorang namja sambil melemparkan sebuah undangan kepada Eunri.

Eunri hanya menatap namja tersebut miris. Bagaimana mungkin namja yang ia cintai kini membentaknya hanya karena sebuah undangan?

“Jawab Eunri-ya!”

“Aku harus jawab apa Kim Kibum?” ucap Eunri akhirnya.

Pria itu, Kim Kibum. Namja yang telah berhasil merebut hati Eunri. Namja yang juga sahabat Eunri. Sayangnya kibum tak merasakan hal sama pada Eunri. Ia jurtru mencintai Park Shilla seperti orang gila.

“Kenapa kau tak cerita? Kau kan tahu aku mencintai Shilla?”

“Lalu kalau kau tahu dari awal memangnya apa yang akan kau lakukan? Meminta Shilla untuk bersamamu? Kau yang paling tahu Kibum kalau Shilla tak mencintaimu” ucap Eunri tegas.

“Tapi kenapa kau tak pernah bilang kalau Shilla mencintai kakakmu? Kenapa kau tak bilang kalau ia akan segera menikah, huh?”

“Berhenti menyalahkanku Kim Kibum.” Kesal Eunri.

Kibum menatap undangan itu lagi. Terpampang jelas dalam undangan tersebut bahwa wanita yang ia cintai akan menikah dengan namja lain.

Park Shilla and Choi Siwon

28 Desember 2010

“Andwe. Ini tak boleh terjadi”

Kibum menutup mukanya dengan punggung tangannya,. Tubuhnya bergetar setidaknya Eunri tahu kalau orang yang dikasihinya itu kini tengah menangis.

“Berhenti;ah menangis Kibum-ah. Jangan seperti pecundang.” Eunri tidak tahan dengan sikap Kibum yang lemah seperti ini.

“Pecundang kau bilang? Apa salah kalau aku terluka saat ini? Orang yang aku cintai akan segera menikah Eunri-ya. Dan apa aku tak pantas untuk menangis?”

Eunri terdiam. Kenyataanya memang tidak mudah melihat orang yang kita cintai bersama orang lain. Eunri paham betul hal itu.

“Kenapa diam? Ah kurasa kau tak akan mengerti perasaanku” ucap Kibum sambil bersiap pergi meninggalkan Eunri.

“Aku tahu. Aku paham betul bagaimana rasanya” ucap Eunri yang berhasil membuat Kibum menghentikan langkahnya. Kibum berbalik menghadap Eunri.

“Karena aku juga merasakannya Kibum-ah.” Kata Eunri tanpa menatap Kibum sama sekali.

“Kau?”

“Aku tahu rasanya. Mencintai seseorang tapi sayangnya orang tersebut tak bisa memandang kita sama sekali. Sakit rasanya Kibum-ah.”

Kibum terperangah. Selama ini ia tak pernah menyangka kalau Eunri mengalami nasib seperti dirinya. Dan sayangnya Kibum juga tak tahu kalau orang yang dimaksud Eunri adalah dirinya sendiri.

“Namja yang kucintai mati-matian mencintai gadis lain. Menyakitkan Kibum-ah. Kau tahu? Tersiksa rasanya tiap kali mendengar ia memuja-muja gadis pujaanya. Kau masih mau bilang kalau aku tak tahu bagaimana perasaanmu saat ini?”

Kibum terdiam. Eunri menatap Kibum nanar.

“Lalu apa yang kau lakukan Eunri-ya?”

“Menyerah” jawab Eunri singkat.

“Mwo?”

“Ya menyerah Kibum-ah. Terlalu menyakitkan untuk meneruskan semua ini. Terlalu menyakitkan jika aku terus bertahan dengan harapan tentangnya.”

“Tapi aku..”

“Kibum-ah, sampai kapan kau akan begini? Apa kau tak bisa melhat kalau Shilla bahagia dengan pilihanya? Apa kau tidak bisa melihat kalau Shilla hanya akan bahagia bersama Siwon Oppa? “

Kibum masih bungkam. Bagaimanapun ia tahu kalau apa yang dikatakan Eunri adalah suatu kebenaran.

“Sampai kapan kau akan menyakiti dirimu sendiri? Mempertahankan egomu sekarang ini hanya akan membuatmu semakin tersiksa. Berhentilah bertindak bodoh Kibum-ah”

Eunri bangkit dari tempat duduknya.

“Kenapa kau memilih menyerah?” ucap Kibum akhirnya.

“Terlalu banyak alasan yang membuatku menyerah. Pertama karena dia tak mencintaiku. Kedua karena dia tak pernah bisa memandangku sebagai yeoja yang mencintainya. Dia hanya menganggapku sebagai dongsaeng dan sahabatnya. Dan karena terus mempertahankan perasaan ini hanya akan semakin membuatku tersiksa.” Eunri tersenyum kecut pada Kibum.

Tapi, tak bisa Eunri pungkiri kalau dalam hatinya ia tengah menangis. eunri harus mengungkap sakit hatinya pada orang yang telah membuatnya tersiksa seperti ini. Dan orang didepannya ini bahkan tak bisa sedikitpun menyadarinya.

 

Siwon and Shilla’s wedding, 28 Desember 2010

“Oppa, chukae” Eunri memeluk kakak semata wayangnya yang kini resmi berubah status. Ya, kakanya kini tengah resmi menjadi suami dari seorang Park Shilla.

“Shilla-ya chukae. Aku tak perlu memanggilmu unni kan?”

“Hahaha. Tak perlu Eunri-ya. Malah kalau kau panggil aku unni akan terasa aneh.”

Eunri memeluk sahabatnya itu yang kini resmi menjadi kakak iparnya. Sungguh Eunri sangat bahagia, sama halnya dengan pasangan suami istri baru tersebut.

“Saeng, kapan kau akan menyusul Oppa?” Tanya Siwon pada adik tersayangnya tersebut. Eunri hanya membalas dengan senyuman. Tapi seketika senyuman Eunri itu lenyap ketika melihat seseorang yang begitu ia kenal.

Kibum. Sayangnya Kibum tak sendiri. Ia datang bersama seorang yeoja. Yeoja yang cukup cantik menurut Eunri.

Kibum menghampiri Eunri. Tangan Kibum menggenggam erat tangan yeoja tersebut. Keduanya begitu terlihat mesra. Membuat Eunri semakin merasa tak nyaman.

“Hyung, Shilla-ya chukae” ucap Kibum pada pasangan baru tersebut. Tapi Eunri tahu dari nada bicara Kibum tersirat suatu ketidakrelaan. Eunri merasa apa yang diucapkan Kibum tersebut tidak berasal dari hatinya. Dan Eunri semakin yakin saat ia melihat tatapan aneh Kibum pada Shilla. Tatapan…benci?

“Gomawo Kibum-ah. Eh kau bawa siapa ini? Yeojachingu?” Tanya Siwon begitu menyadari Kibum tidak datang sendiri.

“Yah bisa dibilang begitu. Cantik tidak Hyung? “ Kibum memeluk yeoja disebelahnya ini mesra. Membuat mata Eunri memanas. Tapi Eunri sebisa mungkin menahanya.

Shilla memandang Eunri miris. Ia tahu betul bagaimana perasaan sahabatnya itu sekarang. Pasti menyakitkan.

“Ne cantik. Ah Kibum-ah nikmati pestanya. Aku mau menemui tamuku di sebelah sana dulu” pamit Siwon.

Kibum benar-benar ‘menikmati’ pesta itu. yeoja yang bersama Kibum juga selalu ada disamping Kibum. Mereka terlihat begitu akrab. Bahkan sesekali Kibum mengecup pipi yeoja tersebut. Membuat Eunri semakin sesak bernapas.

Apa semudah itu Kibum melupakan Shilla? Rasanya tak mungkin. Baru seminggu yang lalu Eunri melihat sendiri bagaimana Kibum terpuruk akan pernikahan Shilla. Tapi kini? Semudah itukah ia pindah kelain hati?

“Ini. Hapus air matamu” Shilla menyodorkan selembar tisu untuk Eunri. Eunri menerimanya. Dengan segera ia hapus air mata yang mulai berontak keluar dari pelupuk matanya.

“Dia..” ucap Shilla sambil menunjuk Kibum yang tengah bercanda dengan Yeoja yang sampai sekarang tak diketahui namanya. “Dia hanya berpura-pura kurasa”

“Tapi untuk apa Shilla-ya?”

“Kurasa dia hanya ingin menunjukkan kalau ia bisa membuka hatinya untuk orang lain.”

“Tapi haruskah dengan cara ini?”

Shilla menepuk pundak Eunri. Seolah member isyarat agar Eunri bisa sabar menghadapi ulah Kibum ini.

“Aku muak disini. Lebih baik aku menemani Siwon Oppa” Eunri melengos pergi. Ya meskipun Eunri sudah menyerah mengharapkan Kibum, tapi tetap saja ia tak tahan melihat Kibum bermesraan dengan yeoja lain.

Kenapa begitu sulit menghapusmu dari otakku Kibum-ah. Kenapa meskipun aku sudah menyerah, aku masih saja tersiksa?

Shilla memberanikan diri menghampiri Kibum. “Kibum-ah bisa kita bicara sebentar?”

++++++

“Kenapa kau bawa yeoja itu bersamamu?” ucap Shilla mengawali pembicaraan. Kibum terseyum penuh kemenangan. Ia pikir Shilla cemburu pada gadis itu. sejak awal Kibum memang menggunakan yeoja itu untuk membuat Shilla cemburu. Kibum masih belum bisa sepenuhnya merelakan Shilla.

Sayangnya Shilla tidak cemburu sedikitpun. Ia hanya marah karena Kibum telah melukai sahabatnya lagi, Eunri.

“Kalau kau ingin membuatku cemburu, PERCUMA. Kau tahu,kau membuatku semakin jijik.”ucap Shilla lagi. Ia memberikan penekanan pada kata percuma.

“Kalau kau tak cemburu kenapa kau mengajakku kemari?”

“Kau ini benar-benar bodoh Kim Kibum. Tak sadarkah kau kalau kau melukai seseorang yang  begitu mencintaimu dengan membawa yeoja itu kemari?”

“Dan orang itu adalah kau. Kau mencintaiku kan Shilla-ya. Katakan!”

PLAKKK

Shilla menampar Kibum cukup keras. Untung saja mereka sekarang berada di atap gedung pernikahan Shilla. Sehingga tak ada orang yang akan mendengar betapa kerasnya tamparan Shilla.

“Kau benar-benar bodoh. Berapa kali harus kukatakan kalau aku tak mencintaimu? Berapa kali harus beri kau pengertian kalau aku hanya akan mencintai Siwon Oppa seorang. Hanya Siwon Oppa. Dan sampai kapan kau akan menyakiti Eunri?” emosi Shilla benar-benar meledak sekarang.

“Eunri?”

“Ne. orang itu.. orang yang begitu mencintaimu. Orang yang selalu kau sakiti tiap kau hanya bisa melihatku. Orang yang selalu tersiksa karena kau tak pernah melihatnya sebagai seorang yeoja yang pantas untuk dicintai. Orang yang begitu tersiksa saat melihatmu bermesraan dengan wanita lain. CHOI EUNRI”

Kibum terhenyak. Tak pernah sedikitpun terlintas di pikirannya kalau Eunri akan mencintainya. Tak pernah sedikitpun ia berpikir untuk menyakiti Eunri. Tapi nyatanya ia telah menyakitinya.

Kibum sadar selama ini ia selalu menceritakan segalanya pada Eunri. Bagaimana ia begitu mendambakan Shilla. Bagaimana ia begitu menginginkan Shilla. Semuanya ia ceritakan pada Eunri. Dan ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Eunri selama ini. Pasti begitu menyakitkan bagi Eunri saat harus mendengar semua cerita Kibum tentang Shilla.

“Eunri tak pernah mengijinkanku untuk memberitahukan ini padamu. Tapi kurasa kau harus tahu. Dan mulai sekarang berhentilah membuatnya terluka!” ucap Shilla tegas.

Kibum masih berdiri mematung di tempatnya ketika Shilla meninggalkannya. Bagaimanapun ini pernikahannya, jadi Shilla harus berada di sisi Siwon, suaminya, kalau ia tak mau melihat Siwon khawatir. Lagipula urusan Shilla dengan Kibum telah selesai.

 

Kibum’s dorm 30 Desember 2010, 10.00 KST

Ucapan Shilla dua hari yang lalu benar-benar membuat Kibum nyaris sinting. Ia terus memikirkan hal tersebut.

Ia tak bisa memungkiri ia merasa bersalah pada Eunri. Sengaja atau tak disengaja Kibum telah menorehkan luka yang begitu dalam di hati Eunri, sahabatnya yang begitu baik.

Ia masih ingat bagaimana Eunri mengatakan kalau ia mengerti perasaan Kibum seminggu sebelum Shilla menikah. Kibum sangat terpuruk saat itu.

Kibum juga masih ingat bagaimana sorot mata Eunri saat itu. Sorot mata yang tak pernah ingin Kibum lihat lagi. Sorot mata yang begitu tersiksa. Dan bodohnya Kibum, ia tak tahu kalau Eunri tersiksa karenanya.

Bagaimana  mungkin selama ini ia tak bisa melihat ketulusan Eunri? Apa ia begitu mencintai Shilla hingga tak menyadari keberadaan Eunri?

Tapi entah kenapa kini Kibum mulai meragukan perasaanya. Ia tak yakin dengan perasaanya kini.

Jujur ia merasa bersalah pada Eunri. Kenyataan bahwa Kibum lah alasan Eunri terluka membuat dada Kibum sesak. Tak pernah sedikitpun ia berpikir untuk melukai Eunri. Kibum selalu berusaha menjaga Eunri selama ini. Tapi ternyata tanpa sadar ia telah melukai Eunri.

Ia juga terluka saat melihat Shilla menikah dengan Siwon. Tapi entah kenapa rasa sesak di dadanya karena telah melukai Eunri jauh lebih besar dibanding luka di hatinya saat melihat Shilla menikah.

Kibum tak tahu kenapa. Ia bingung. Benar-benar bingung.

Kibum ingat bagaimana Eunri mengatakan kalau ia menyerah dengan perasaannya terhadap namja yang ia cintai. Kibum.

Entah kenapa sekarang Kibum tak senang dengan kenyataan itu. ia tak suka dengan kenyataan bahwa Eunri menyerah dengan perasaanya. Ia merasa..tak rela??

Kibum terus berusaha memutar otaknya. Berusaha mencari kepastian akan perasaanya. Berusaha mencari jawaban dari semua keraguannya.

Tapi sayangnya sampai saat ini tak juga ia temui jawabanya. Sudah dua hari ia terus memikirkannya. Tapi otaknya seolah buntu tak bisa berpikir dengan benar.

Kibum menatap kalender di mejanya. 30 Desember. Yang membuat Kibum heran adalah tanggal tersebut ia lingkari dengan pena merah.

Kibum mendekati kalender tersebut. Dan di kalender tersebut ada note dari Kibum sendiri. Yah, salah satu kebiasaan Kibum adalah ia suka menandai dan membuat note untuk tanggal-tanggal tertentu.

Eunri’s final decision

Kibum mengernyit. Ia mengumpulkan memorinya. Dan detik kemudian ia sadar kalau hari ini adalah kepurusan terakhir Eunri.

Sebelumnya Eunri pernah cerita pada Kibum kalau ia mendapat tawaran beasiswa di Prancis. Tapi Eunri belum mengambil keputusan untuk menerimanya atau tidak. Eunri bilang ia akan mengambil keputusan tepat dua hari setelah pernikahan Shilla. Kibum tahu itu adalah hari ini.

Kibum panic. Kibum tak bisa membayangkan kalau Eunri pada ahirnya akan mengambil keputusan untuk menerima beasiswa tersebut. Itu artinya Eunri akan berpisah dengan Kibum selama kurang lebih 2 tahun. Kibum tak suka dengan pemikiran ini.

Sekarang perasaan tak enak merasuk dalam diri Kibum. Ia merasa ada yang kurang jika harus berpisah dengan Eunri. Selama ini Kibum selalu bersama Eunri. Hamper setiap hari Kibum bertemu Eunri.

Kibum tak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika harus jauh dengan Eunri. Tak bisa melihat senyum Eunri lagi. Taki bisa bercanda dengan Eunri lagi. Tak bisa bercerita dengan Eunri lagi. Kibum pasti akan merasa kehilangan.

Membayangkannya sekarang saja sudah membuat Kibum merasa….kosong??

Yang jelas, yang Kibum tahu ia tak rela jika harus berpisah dari Eunri.

Kibum menyambar kunci mobilnya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah menemui Eunri.

 

Eunri’s mansion 30 Desember 2010 12.00 KST

Eunri tengah sibuk mengobrak-abrik isi kamarnya ketika Kibum memasuki kamarnya tanpa ijin dan terengah-engah pula. Eunri menghentikan aktivitasnya yang seperti sedang mencari sesuatu dan menatap Kibum heran. Kibum memang sudah biasa memasuki kamar Eunri tanpa ijin mengingat mereka berdua begitu dekat. Tapi yang membuat Eunri heran adalah karena Kibum datang dengan terengah-engah seperti baru saja lari marathon.

“Eunri-ya..kau…aku..” ucap Kibum tak jelas dengan nafas yang memburu.

“Yak! Kau ini kenapa?”

“Jangan menyerah!” ucap Kibum menggantung membuat Eunri semakin heran. Kibum sendiri menyadari ia begitu bodoh. Ia tak tahu kenapa kata itu yang keluar dari bibirnya.

“Jangan menyerah dengan perasaanmu pada namja yang kau cintai itu!”

Eunri mulai mengerti maksud perkataan Kibum. Tapi sayang, semua sudah terlambat. eunri sudah terlanjur memupus semua harapanya bersama namja tersebut. Kim Kibum.

“Aku tak bisa Kibum-ah. Aku sudah terlanjur menyerah. Kau juga harus begitu kurasa”

“Andwe. Tak boleh. Kau tak boleh menyerah. Bagaimana kalau ternyata namja bodoh itu mencintaimu?” eunri hanya tersenyum miris.

“Tak ada alasan baginya untuk mencintaiku Kibum-ah.”

“Ada.” Ucap Kibum tegas. Kibum sekarang benar-benar merasa mulutnya itu tak bisa dikontrol. Dari tadi mulutnya selalu mengeluarkan kata-kata yang diluar kendali otaknya.

“Eh?”

“Dia merasa nyaman berada di sisimu. Merasa selalu ingin melindungi, tak ingin sedikitpun membuatmu terluka. Meskipun kenyataanya ia satu-satunya orang yang melukaimu. Merasa kurang saat kau tak disisinya. Merasa tak bisa jauh darimu. Tak rela jika kau jauh darinya”

Eunri terhenyak. Matanya memanas.

“Mianhae Eunri-ya. Mianhae karena telah melukaimu. Maaf karena selama ini tak pernah menyadari keberadanmu. Keundae, Jebal jangan tinggalkan aku!”

Eunri masih tak mengerti dengan yang Kibum ucapkan. Eunri tak tahu kenapa Kibum harus minta maaf padanya seolah ia telah tahu perasan Eunri sebenarnya.

“Aku tahu semuanya Eunri-ya. Mianhae karena tak pernah menyadari betapa kau mencintaiku. Jadi kumohon jangan menyerah dengan perasaanmu itu”

Eunri tak bisa berkata sedikitpun. Bibirnya kelu. Ia bahkan tak bisa sedikitpun bergerak.

“Saranghaeyo Eunri-ya. Aku tahu aku terlambat menyadarinya, tapi sungguh aku mencintaimu. Jadi kumohon jangan menyerah dengan perasaanmu padaku!” kata-kata itu mluncur bgitu saja dari bibir Kibum.

Eunri menghapus air matanya yang mulai membanjiri pelupuk matanya.

“Kenapa kau katakan ini Kibum-ah? Bukankah kau mencintai Shilla? Apa kau hanya ingin menjadikanku tempat pelarianmu? Maaf, tapi aku tak bisa”

“Bukan begitu Eunri-ya. Aku tulus dengan perasaanku. Entahlah tapi aku merasa, tidak mungkin lebih tepatnya sekarang menyadari kalau perasaanku pada Shilla bukanlah cinta. Tapi ambisi. Aku hanya terobsesi padanya”

Eunri membelalakkan matanya tak percaya. “Aku benar-benar tak percaya dengan semua ini Kibum-ah”

“Kumohon percayalah!” eunri masih menatap Kibum tak percaya.

“Aku benar-benar mencintaimu Eunri-ya. Kau tahu apa yang aku rasakan sekarang? Aku merasa tak bisa jauh darimu. Merasa bodoh saat kau tak ada di sisiku. Merasa seolah aku kehilangan separuh jiwaku. Aku merindukan senyummu. Merindukan semua yang ada di dirimu. Apa itu bukan cinta namanya?”

Eunri terdiam. Demi Tuhan, ia tak pernah menyangka Kibum akan mengatakan hal ini padanya.

Kibum memeluk Eunri. “Saranghaeyo Eunri-ya. Jeongmal saranghaeyo. Mianhae karena telah melukaimu selama ini”

Eunri  hanya terpaku. Bibirnya terlalu kelu untuk berkata. Dia tak membalas atau menepis pelukan Kibum. Yang ia tahu hanya, ia merasa nyaman dalam dekapan Kibum.

“Kumohon jangan pergi Eunri-ya. Jangan terima tawaran beasiswa ke Prancis itu. aku… aku tak bisa jika harus jauh darimu”

Eunri mulai bisa menggerakkan tubuhnya. Ia lepas pelukan Kibum. Seulas senyum terukir dari wajah manisnya.

“Kau tak akan pergi kan?” ucap Kibum memastikan. Tapi terlihat jelas kalau Kibum cemas akan jawaban Eunri.

“Bagaimana aku akan pergi kalau surat terimanya saja hilang. Kau tahu? Aku sampai pusing mencarinya.”

“Ah pantas saja kamarmu sedikit berantakan. But wait! Its mean you’re not going to go?” eunri hanya membalas dengan senyuman. Mana mungkin ia bisa pergi kalau hatinya kini benar-benar tak bisa lepas dari Kibum.

Kibum memeluk Eunri lagi. “Gomawo” ucap Kibum senang.

Kibum mendekatkan wajahnya pada Eunri. Wajah mereka kini hanya berjarak 3 cm. eunri bisa merasakan hembusan nafas Kibum. Kibum semakin dekat, dan..

“Hya! Jangan mesum di rumahku!” suara seseorang menginterupsi. Choi Siwon. Ia bersama Shilla menatap ‘pasangan baru itu’ dengan tatapan jail.

Baik Eunri dan Kibum mukanya memerah karena malu. Siwon dan Shilla hanya terkekeh geli.

“Ah tak sia-sia usaha kita Yeobo” ucap Shilla pada suaminya.

“Maksud kalian?” Eunri masih tak bisa mengerti arti dari perkataan Shilla. Detik berikutnya, Eunri mulai menyadari sesuatu.

“Hya Oppa! Jangan bilang kau menyembunyikan surat terima beasiswa itu!” ucap Eunri geram. Sedangkan Siwon hanya terkekeh. Menandakan kalau memang begitu kenyataanya.

“Kalau tidak begitu kau tak mungkin bersama Kibum sekarang. Benar kan? Ah, dan tenang saja Kibum aku tidak hanya menyembunyikan surat itu, tapi aku juga membuangnya. Jadi gadis kecilku ini seutuhnya milikmu”

“Oppa!” eunri hendak memarahi kakaknya tapi sang kakak terlanjur kabur bersama Shilla. “Aish jincha!”

“Memangnya kalau surat itu masih ada kau akan tetap pergi?” eunri menoleh pada Kibum.

“Tidak.” Kibum puas dengan jawaban Eunri. Kibum tak bisa menghentikan senyum puasnya.

“Aku kan sekarang sudah punya dirimu. Saranghaeyo”

“Nado saranghaeyo”

~FIN~

beres juga ni ff request Choi Eunri..hehhe

maaf ya kalo kurang greget dan bisa dibilang gagal..

mianhae jeongmal mianhae,,,*deep bow*

mungkin lain kali saya akan lebih baik lagi…

 
23 Comments

Posted by on January 21, 2011 in fanfiction

 

Tags: , ,

23 responses to “Please Don’t Give Up On Me

  1. Song jeerim

    January 21, 2011 at 10:43 am

    Wah kira’n shilla mau menduakan siwon,,gregetan,kibum lama nyadar perasa’n eunri.,

     
    • shilla_park

      January 21, 2011 at 11:41 am

      tenang saja, shilla ga mungkin ngeduain siwon, udah terlanjur cinta mati ma siwon..gyahahaha…
      gomawo…:)

       
  2. Neni

    January 22, 2011 at 1:01 pm

    Waaaaaaf ada ff nya Bang mbum mbum
    Keren onn

    After story nya Can’t you see kapan publish onn ?? Ditunggu ya onn

     
    • shilla_park

      January 23, 2011 at 10:47 am

      hehe..iya karna saya lagi nrima orderan bikin ff kibum (?)…
      gomawo….
      afstor dah beres kok tinggal publish aja..
      hehehe

       
  3. chicken861015

    January 23, 2011 at 11:31 am

    sllu siwon & shilla..
    Daebak..

     
    • shilla_park

      January 23, 2011 at 12:34 pm

      hehehe..
      maklum author numpang eksis lah..
      gyahahahaa…
      gomawo🙂

       
  4. vanny

    January 24, 2011 at 5:52 am

    wah………… triak dolo trus ambil napas lagi…🙂🙂

    JEONGMAL GOMAWA SHILLA *CAPSOFF*
    hehehehe

    kok tau seh aku hampir nyerah suka ama ki bum, apalagi setelah dia menghilang entah kemana??? hehehehe,

    “Jangan menyerah dengan perasaanmu pada namja yang kau cintai itu!”

    shil, makasi buat kata2 ini, cukup untuk nambah keyakinanku untuk tetap cinta ama kibum..

    “Dia merasa nyaman berada di sisimu. Merasa selalu ingin melindungi, tak ingin sedikitpun membuatmu terluka. Meskipun kenyataanya ia satu-satunya orang yang melukaimu. Merasa kurang saat kau tak disisinya. Merasa tak bisa jauh darimu. Tak rela jika kau jauh darinya”

    gw nangis baca kata2 ini, oh kibum-ah, terima kasih buat pengakuanmu ini kekekkekeke ..

    makasi bgt ya shil… *HUG HUG*

     
    • shilla_park

      January 24, 2011 at 9:57 am

      hehehe..bagus lah kalo suka..
      awalnya aku takut kalau ga sesuai ma harapan kamu..
      iya ni kibum mana?
      i miss him too..
      moga 5jib dia kembali deh..
      hehhee

       
  5. vanny

    January 25, 2011 at 2:42 am

    ho oh, moga bgt dia ikut 5jib, dah nelangsa akut aku nungguin dia hahahahaha

     
    • shilla_park

      January 25, 2011 at 11:49 am

      aamiin…
      kalo dah ga kuat nunggu cari yg lain aja..
      gyahahha *dicekek vanny*

       
      • vanny

        January 27, 2011 at 2:41 am

        masih kuat nunggu shil walopun kadang ngelirik namja lain kekekekke

         
  6. eunve

    February 17, 2011 at 1:52 pm

    Menyerah. . .
    Ada kalanya jika memang itu terlalu menyakitkan, menyerah adalah pilihan yg terbaik. . .
    Jika bukan lagi kebahagiaan yg didapat, melainkan tangis dan luka, menyerah. . . Bukan pilihan yg buruk. . .
    Dan aku sudah memilihnya setengah thun yg lalu,,
    *mewek*

     
    • shilla_park

      February 17, 2011 at 1:55 pm

      hyaaa.. kenapa malah mewek..
      ‘pengalaman pribadi kah???
      haha..*sotoy*
      gomawo..🙂

       
  7. eunve

    February 22, 2011 at 11:58 am

    Iya T.T
    Tp skrg uda gpp kok, menyerah dan melepasnya emg plihan yg trbaik,,
    *senyum pahit*

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 12:20 pm

      memang pilihan yg terbaik…
      karna saya juga merasakan hal yg sama… 🙂
      meski itu tak mudah…😦

       
  8. princessradith

    March 26, 2011 at 6:39 am

    Waaaaa~ so sweet..

    Suka bgt ama kata kibum yg ini “Dia merasa nyaman berada di sisimu. Merasa selalu ingin melindungi, tak ingin sedikitpun membuatmu terluka. Meskipun kenyataanya ia satu-satunya orang yang melukaimu. Merasa kurang saat kau tak disisinya. Merasa tak bisa jauh darimu. Tak rela jika kau jauh darinya”

    Cool!!!! Keren..
    “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​

    Lam kenal yaaak Thor~ saiia reader baru ^^
    Hϱhϱ

     
    • shilla_park

      March 26, 2011 at 11:28 am

      lam kenal juga,..🙂
      gomawo ya..🙂

       
  9. agitaraka

    April 5, 2011 at 5:06 am

    kereeeen ceritanya hmpir mirip ama kisah hidupku *ceilahh
    tapi klu aku sih sad ending hehe
    buat authornya salam kenal aku reader baruu. .

     
    • shilla_park

      April 5, 2011 at 12:34 pm

      salam kenal juga… ini jg mirip kisah hidup saya.. tp belum ada endingnya.. hahaha…

       
  10. evilkyu dinda

    October 29, 2011 at 7:56 pm

    Hahaha tnyata eunri kehilangan surat terimanya yaa. .
    Aku pikir dia udah rencana mau pergi.

    “Jangan menyerah!”
    Aku jadi yakin, untuk jangan menyerah gitu aja sama kehidupan percintaan aku #haha jd curcol😛

     
    • shilla_park

      October 29, 2011 at 10:21 pm

      elah malah curcol dia..wkwkw… tp bener tuh.. dont give up on ur love but sometime give up is the easiest way..😛

       
  11. MissClouds

    April 5, 2012 at 2:09 pm

    “menyerah dan melepaskan”
    huaaaaaaa nohok banget shilla….
    nyesek tapi kadangkala itu yang harus dlakukan agar lbh lega T_T….//cari tissu//
    just move on…..hufff~~~

    nice as always ^.^
    bum oppa 11 12 ama wonppa mesti dkasih schock teraphy dulu baru nyadar…aigoo~~*tabokin satu1
    dunno…tapi ini tuh ngena banget ceritanya…feelnya dapat banget nget nget…>,<

     
    • shilla_park

      April 5, 2012 at 8:24 pm

      haha..karna menyerah dan melepaskan itu sesuatu yg gampang tp susah diwujudkan..lol😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: