RSS

It’s (Not) Easy

31 Jan

Menjadi kekasihnya memang tak pernah mudah.

Menjadi kekasih seorang Kim Jongwoon yang hatinya sudah nyaris beku. Ya, Yesung Super Junior.  Dia boleh tampan, menarik, dan ceria tiap di layar kaca. Tapi aslinya dia begitu dingin.

Atau mungkin dia hanya dingin padaku.

Aku bahkan heran kenapa ia begitu. Aku padahal adalah kekasihnya.

Tapi kehidupan kami jauh dari kata kekasih. Aku heran kenapa saat itu ia memutuskan untuk menjadikanku kekasihnya. Tapi aku dengan bodohnya menerima tawarannya.

Kenapa? Karena aku begitu memuja dan mengidolakannya. DULU

Kini sama sekali aku tak memujanya. Buat apa memuja kekasih sendiri yang begitu dingin? Aku lelah memujanya. Karena kenyataanya ia tak pernah sedikitpun menghargaiku yang memujanya.

Kalau ia bisa dengan mudah melontarkan kata ‘saranghae’ untuk para fans nya, tapi tidak untukku. Ia juga jarang senyum padaku. Padahal menurutku saat ia tersenyum ia terlihat lebih tampan. Aku juga tak tahu kenapa ia begitu padaku. Kenapa hanya padaku?

Tapi kenapa aku bahkan bisa bertahan sampai sejauh ini. Kalau dihitung-hitung kami resmi menjadi ‘sepasang kekasih’ sudah setahun.

Meski ia tak pernah bertindak romantis padaku. Ia tak pernah memberikan kado dan hadiah untukku. Ia tak pernah memelukku apalagi menciumku.

Tapi meski begitu, ia masih perhatian. Sedikit perhatian. Ia akan jadi orang pertama yang melindungiku saat aku dalam masalah.

Entahlah, terkadang aku ingin aku selalu diliputi masalah jika ia bisa sselamanya untukku. Aku ingin ia selalu disampingku.

Apa aku benar-benar telah mencintainya? YA

Aku juga tak tahu kenapa aku bisa mencintainya. Aku tak tahu. Tapi yang jelas berada di sisinya bisa membuat jantungku berdetak diluar ritme seharusnya. Diperhatikan olehnya bisa membuatku merasa terbang. Ya hanya dengannya.

Mungkin aku terlalu bodoh untuk mencintainya dengan mudah. Terlalu mengharapkannya untuk merasakan hal yang sama.

Tapi kini, aku merasa benar-benar bodoh. Tak seharusnya aku berharap terlalu banyak padanya kalau akhirnya akan seperti ini.

Flashback One hour ago

“Wae? Kenapa harus begini?” kudengar suara orang yang begitu familiar ketika aku memasuki apartemen Jongwoon. Ya, itu suara Jongwoon Oppa. Tapi dengan siapa ia bicara? Kenapa ia terkesan marah?

Kuputuskan untuk menguping di depan pintu. Meskipun ini tidak sopan, tapi daripada aku masuk dan merusak suasana?

“Mianhae Yesung Oppa” kudengar suara yeoja meminta maaf. Siapa yeoja itu?

“Jangmi-ya, kau tahu betapa aku mencintaimu. Tapi kenapa kau lakukan ini padaku?” ujar Jongwoon Oppa lagi.

“Aku hanya tak ingin membebanimu dengan penyakitku Oppa. Makanya aku memutuskan untuk meninggalkanmu 2 tahun yang lalu. Mianhae, aku hanya tak ingin membuatmu terluka” jelas gadis itu. jadi gadis itu sakit? Itu alasannya ia meninggalkan Jongwoon Oppa?

“Kau harusnya mengatakan ini padaku 2 tahun yang lalu. Aku pasti akan menjagamu, merawatmu dan menemanimu. Dan aku tidak akan berpaling padamu. Aku tak akan menjadikannya kekasihku”

JEDERRRR

Aku bagai tersambar petir mendengar ucapan Jongwoon Oppa barusan. Menyedihkan.

Aku memang tahu kalau sikap dingin Jongwoon Oppa karena ia patah hati. Ia ditinggalkan begitu saja oleh kekasihnya 2 tahun yang lalu. Ia tak mau membuka hatinya untuk wanita manapun lagi.

Tapi setahun yang lalu ia memintaku menjadi kekasihnya. Hanya karena aku menolongnya saat ia nyaris terpeleset. Tapi sayangnya karena aku menolongnya justru muncul skandal yang tak kuduga sebelumnya.

Posisi kami yang seperti orang berpelukan saat aku menolongnya ternyata tertangkap kamera wartawan. Membuat wajah kami menjadi headline di berbagai surat kabar. Karena itu ia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Untuk menyelamatkan nama baiknya.

Tapi aku terima. Karena waktu itu bagaikan mimpi bagiku. Bisa menjadi kekasih seorang idola yang kamu puja-puja. Meski itu hanya pura-pura aku tak keberatan.

Tapi sayangnya aku tak bisa mencegah hatiku untuk tak mencintainya. Aku terlalu jatuh dalam cintanya.

Tapi perkataan Jongwoon Oppa barusan benar-benar telah menyayat hatiku. Mendengarnya berkata begitu seolah menegaskan kalau ia menyesal selama ini menjalin hubungan denganku.

Lalu selama ini aku ini apa? Apa aku memang tak pernah berharga untuknya? Kehadiranku selama ini apakah tidak berarti sama sekali?

Memikirkannya membuat matamu memanas. Kurasa aku tak akan sanggup lagi mendengar apa yang akan mereka katakan berikutnya. Kuputuskan untuk berlari menjauh.

Flashback end

Aku masih terdiam menatap foto Jongwoon Oppa. Foot kami berdua. Meski aku mengambilnya dengan sedikit memaksanya.

Aku kembali mengingat setahun yang aku habiskan sebagai ‘kekasihnya’. Selama ini aku yang cenderung aktif. Jongwoon Oppa jarang bicara.

Hatiku bagai teriris ribuan pisau sekarang. Aku memang tahu sejak awal kemungkinan Jongwoon Oppa akan mencintaiku sangatlah kecil. Aku tahu sejak awal kalau ia menjadikanku kekasih hanya untuk menyelamatkan imagenya. Aku tahu sejak awal hatinya begitu dingin. Aku tahu sejak awal ia mungkin akan kembali kepada gadisnya.

Tapi kenapa rasanya tetap sakit begini? Kenapa rasanya aku tak bisa bernapas dengan baik jika tak disampingnya? Kenapa rasanya aku tak rela?

Apa yang membuatku hingga begitu mencintainya? Seharusnya dari awal aku tak perlu mencintainya. Seharusnya dari awal aku tak pernah mengharapkannya. Dengan begitu kurasa aku tak akan terluka seperti ini.

“Yak. Soonhee-ya! Kau ini kenapa telponku tak diangkat? Eh, ini…kau mau apa dengan koper ini?” kaget sahabatku, Soohwa.

Aku menatapnya sekilas. “Aku akan ke tempat haraboji”

“Eh haraboji? Jeju? Tapi kenapa kopernya harus sebesar ini? Memangnya kau akan selamanya di Jeju?” brondongnya tanpa jeda.

“Aku akan mengisi liburan disana. Lagian aku sudah lama tak mengunjungi haraboji”

“Kau kenapa? Ada masalah?” aku menggeleng.  Tapi sepertinya Soohwa tak puas dengan ‘jawabanku’.

“Soonhee-ya, aku bukan sahabatmu yang baru kau kenal kemarin. Kita sudah bersama lebih dari 10 tahun. Aku tahu kalau kau sedang ada masalah. Katakan!” perintahnya tegas.

“Aniyo aku tak apa-apa. Aku hanya merasa bodoh saja.”

“Maksudmu?”

“Aku hanya pelariannya saja. Kurasa aku harus menyadarinya sekarang” ucapku kemudian berlalu darinya. Tak membiarkanya menuntut penjelasanku berikutnya. Saat ini yang kubutuhkan adalah ketenangan. Aku ingin sendiri untuk itu kuputuskan ke tempat haraboji selama liburan kuliahku ini.

Atau mungkin lebih tepatnya menjauhinya. Kurasa ia akan kembali ke sisi gadisnya. Aku menyerah. Memang sudah seharusnya ia bersama orang yang dicintainya. Bukan aku.

<Jongwoon pov>

Kemana Soonhee? Bukankah tadi ia bilang ingin mengunjungiku? Tapi kenapa sampai malam begini ia belum datang juga? Apa ia tak jadi kesini? Tidak biasanya ia begitu.

Kucoba menghubunginya. Nihil. Dia tak mengangkat teleponku. Kucoba lagi dan malah sepertinya ia ada di luar area.

Aish kemana anak itu? Bodoh. Yeoja bodoh. Aish daripada aku memikirkannya lebih baik aku focus untuk persiapan album kelima saja. Album kelima Suju ini harus jadi biggest hits.

…………………………….

Sudah 1 minggu aku tak mendengar celotehannya. Biasanya ia akan selalu menggangguku dengan ocehannya yang brisik. Cerewet sekali dia.

Aish kemana anak itu? tak ada kabar sama sekali darinya. Aku telpon tak pernah bisa. Aku sms tak pernah dibalas. Maunya apa anak itu?

“Hyung, kau kenapa? Sepertinya kau tidak mood hari ini. Rekaman tadi juga kurasa kau sedikit agak tidak focus. Wae?” cercah Siwon. Anak ini kalau penyakit perhatiannya lagi kumat ya seperti ini. Dongsaengku yang paling manly ini memang sangat perhatian dengan member lain. *dicium siwon*

“Gwenchana” jawabku sekenanya.

“Apa karena Soonhee? Kau merindukannya Hyung?” tebak Siwon.

Rindu? Entahlah aku juga tak tahu. Yang jelas aku merasa ada yang kurang saja saat tak kudengar tawanya.

“Sudah seminggu ia tak kesini. Padahal biasanya setiap hari ia akan membuntuti Hyung. Dia kemana Hyung?” lanjut Siwon. Ah andai aku juga tahu ia kemana.

“Molla. Aku telpon tak diangkat. Sms juga tak dibalas. Ditelan bumi mungkin dia” jawabku asal.

“Aish Hyung ini. Sama pacar sendiri kok gitu. Kalau ada apa-apa dengannya gimana Hyung? Hyung sudah coba Tanya temannya gitu?”

Aish benar juga. Kenapa tak terpikir olehku sebelumnya?

Kurogoh saku celanaku. Kucoba hubungi Soo Hwa, sahabatnya. Pasti ia tahu Soonhee ada dimana.

“MWO??” Teriakku di akhir pembicaraanku dengan Soohwa. Langsung kumatikan HP ku kesal.

Apa maksudnya semua ini?

Soonhee pergi? Ke Jeju? Selama liburan? Berarti 2 bulan?

Aish kenapa anak itu tak cerita padaku? Apa dia tak menganggapku sebagai namjachingunya lagi? Aish menyebalkan.

“Hyung? Waeyo?” ucap Siwon khawatir.

“Dia..pergi ke Jeju tanpa bilang padaku. Dan kau tahu berapa lama? 2 bulan Won-ah” ucapku emosi. Tapi Siwon hanya terkekeh kecil

PLAKK. Kupukul kepalanya. Apa-apaan dia menertawakanku?

“Hya! Kenapa tertawa? Kau pikir ada yang lucu?”

“Aniyo Hyung. Hanya saja kau ini aneh. Saat Soonhee disini saja Hyung acuh, tak peduli. Giliran dia pergi 2 bulan Hyung kalang kabut. Makanya Hyung, kalau punya pacar tuh dijaga, diperhatikan, jangan didiamkan begitu. Bisa-bisa dia tersiksa dan meninggalkan Hyung” jelas Siwon panjang lebar. Tapi perkataanya sanggup membuatku mencelos.

Tersiksa? Meninggalkanku? Apa mungkin dia akan melakukannya?

“Kalau kau merindukannya, kau temui saja dia Hyung. Lagian bukannya jadwal Hyung akhir pekan ini kosong kan?”

Aku sedang menimang-nimang perkataan Siwon. Mencoba mengikuti saranya. Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselku.

Kutatap layar ponselku. Dan ternyata Soonhee. Benarkah dia? Hahaha aku tahu pasti ia sangat merindukanku sekarang.

Oppa, maaf kalau selama ini aku selalu mengganggu hidupmu. Dan kurasa sudah saatnya aku akhiri semuanya. Selamat tinggal Oppa.

Aku membelalakkan mataku tak percaya. Apa maksudnya ini? Dia minta putus?

Ini tidak bisa terjadi. Kenapa ucapan Siwon jadi kenyataan begini? Aish kurasa aku harus segera menemuinya. Aku harus minta penjelasan darinya. Seenaknya saja minta putus.

<Han Soonhee pov>

Entahlah, apa yang dipikiranku sekarang. Kenapa dengan mudah aku mengirim sms seperti itu pada Jongwoon Oppa. Tapi aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana.

Daripada dia yang memutuskanku. Atau lebih tepatnya, daripada aku mendengar ia ingin berhenti jadi ‘kekasihku’ lebih baik aku yang mengatakannya. Karena kurasa mendengar itu langsung dari bibirnya akan jauh lebih menyakitkan. Meskipun aku tidak menampik sekarangpun aku juga tersiksa.

Sekarang rasanya dadaku ini sedang ditimpa batu yang besar. Membuatku sesak bernapas. Kenapa masih terasa sakit begini?

Kenapa tak mudah untuk melepasnya? Kenapa tak mudah untuk bernapas tanpanya? Padahal bukankah ia tak pernah memiliki rasa untukku? Tapi kenapa tak mudah merelakannya?

Ah tidak. Kenapa air mata ini keluar? Ayolah Soonhee, jangan menangis.

Kuhapus air mataku. Tapi sial, tak mau berhenti. Kenapa mata ini tak mengikuti perintah otakku?

Kutundukkan kepalaku. Mencoba menutupi kalau aku sedang menangis. meski sebenarnya tak akan ada yang melihatku menangis. karena aku sedang berada di pinggir pantai Jeju. Dan orang-orang di pantai ini tengah sibuk menikmati indahnya senja di pantai. Tak seperti diriku yang malah meratapi nasib.

Kudengar langkah kaki mendekatiku. Ku acuhkan. Tapi aku merasa langkah kaki itu semakin dekat denganku. Dan sekarang sepertinya ia berada tepat di belakangku.

Kubalikkan badanku untuk melihat orang tersebut. Mataku terbelalak lebar saat tahu orang yang dibelakangku itu

KIM JONGWOON

Dia menatapku geram. Apa salahku sebenarnya? Kenapa sepertinya ia marah padaku? Apa karena smsku beberapa jam yang lalu?

Tapi tidak mungkin ia marah. Seharusnya ia senang karena itu artinya aku tak akan mengusiknya lagi. Karena dia bisa dengan mudah kembali kepada kekasihnya.

Lalu untuk apa ia kesini? Memangnya ia tak ada jadwal dengan Super junior? Apa ia kesini untuk mengatakan perpisahan secara langsung?

“Apa maksdumu dengan selamat tinggal? Kau ini gila atau apa?” ucapnya dingin. Ah aku benci dengan perlakuan dinginya padaku. Tapi entah kenapa sekarang aku merindukan semua sikap dan perkataanya.

“Bukankah kau selama ini tak bahagia bersamaku? Aku hanya ingin mengakhiri semuanya” ucapku lirih.

“Apa maksudmu mengakhiri?”

“Berhenti berpura-pura jadi sepasang kekasih”

“Siapa yang memberimu ijin untuk berhenti? Kau tidak berhak mengakhirinya” ucapnya tegas.

“Jadi Oppa yang akan mengakhirinya? Oke lakukan kalau begitu”

“Kau ini kenapa si? Bukannya selama ini kau nyaman berada di dekatku? Selalu membuntutiku kemana aku pergi. Lalu kenapa kau ingin putus sekarang?”

“Bukankah selama ini kita tak benar-benar sepasang kekasih? Lagipula dari dulu kau menjadikanku kekasih untuk menjaga imagemu kan? Lalu bukankah dengan kita berpisah kau bisa dengan bebas kembali kepada yeoja yang Oppa cintai?” ucapku susah payah. Sejujurnya aku berat mengatakan ini. Aku harus menahan perasaanku agar aku tak menangis disini sekarang.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Aku mendengarnya Oppa. Bahkan Oppa juga bilang kan kalau sendainya yeoja itu jujur pada Oppa, maka Oppa tak akan menjadi kekasihku sekarang?”

Jongwoon Oppa hanya membelalakkan matanya. Kurasa ia belum mengerti ucapanku. Padahal aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk mengatakannya.

“Bukankah Oppa menyesal telah menjadikanku kekasih Oppa? Bukankah Oppa ingin kembali padanya?”

“Maksudmu Jangmi? Kau mendengar apa yang kukatakan pada Jangmi?”

Aku mengangguk.

“Kalau Oppa ingin kembali padanya kembalilah. Aku tak mungkin memaksa Oppa terus di sisiku kalau Oppa memang tak bahagia. Lagipula aku tahu Oppa begitu mencintainya” ucapku pasrah. Kurasakan air mataku mulai menyeruak keluar.

“Aku memang mencintainya. Tapi itu dulu” aku terperangah mendengar ucapannya. Jongwoon Oppa mendekatiku. Ia mengusap air mataku.

“Han Jangmi adalah masa laluku.” Perkataanya melembut.

“Tapi Oppa bukankah mencintainya? Aku hanya ingin Oppa bahagia meski tanpa aku” ucapku sedih.

“Kau ini bodoh atau apa? Aku tak mau putus denganmu”

“Oppa ini maunya apa si? Bukankah sejak dulu Oppa mengharapkan dia kembali? Ia sudah kembali sekarang. Kenapa Oppa tak mau bersamanya?”

“Aku sudah bilang kan. Jangmi hanya masa laluku. Aku memang begitu mencintainya. Tapi ia masa lalu. Aku tak mencintainya lagi” ucapnya enteng. Aku melotot tak percaya.

“Pokoknya kau tak boleh pergi lagi” ancamnya. Aku mengernyit heran

“Waeyo? Buat apa aku terus disisi Oppa kalau Oppa tak mencintaiku? Kalau Oppa tak pernah menganggapku ada” air mataku turun lagi. Aish kenapa aku begitu cengeng di depannya?

“Kau ini memang bodoh ternyata. Kau pikir kenapa aku tak lagi mencintainya? Kau pikir kenapa aku tak mau kembali pada Jangmi?” ia balik bertanya. Aku hanya menggeleng keras.

“Karena kau bodoh. Karena ada seorang gadis bodoh yang cerewet, seenaknya sendiri, teledor dan mengikutiku kemanapun aku pergi. Yang begitu saja menerimaku sebagai kekasihnya meski hanya untuk menyelamatkan imageku. Karena kau Han Soonhee”

Aku terperangah. Ini telingaku yang salah dengar atau memang ini yang Jongwoon Oppa katakan?

“Oppa mencintaiku?” tanyaku bodoh. Aish kenapa aku menanyakan pertanyaan bodoh seperti ini. Pasti jawabannya adalah tidak.

Diluar dugaan, Jongwoon Oppa mengangguk. Apa sekarang mataku yang sudah tidak benar? Sampai tidak bisa membedakan antara menggeleng dan mengangguk?

“Mwo? Bagaimana bisa?” ucapku tak percaya

“Entahlah, aku juga tak tahu. Kurasa kalau aku boleh memilih aku tak ingin mencintai gadis seperti dirimu. Kau ini cerewet, bodoh, teledor, seenaknya sendiri, berisik, tidak lebih cantik dari mantanku yang lain, manja. Ah semua yang jelek kurasa ada padamu. Tapi entahlah, kenapa aku bisa mncintaimu. Kenapa aku bisa berdebar-debar saat kau disampingku. Kurasa aku sudah gila karena telah mencintaimu. Ya kurasa aku sudah gila”

Aku terhenyak. Demi Tuhan aku tak pernah menyangka ia akan mengatakan ini padaku. Secara tidak langsung ia menyatakan kalau ia begitu mencintaiku.

Aku sungguh terharu. Ternyata dibalik sikap dinginya selama ini dia juga mencintaiku. Aku tersenyum simpul.

“Hya! Kenapa kau terharu begitu? Aku tidak sedang mengucapkan kata-kata romantis. Kenapa kau tersenyum?”

“Bagiku kata-kata Oppa barusan adalah perkataan paling romantis yang pernah kudengar. Saranghaeyo Oppa”

“Nado saranghae. So, kau tidak akan meninggalkanku kan?”

“Tidak.”

GREPP

Jongwoon Oppa memelukku. Semenjak pertama kali kami jadi ‘kekasih’ ini pertama kalinya ia memelukku.

Ah rasanya hangat dalam pelukannya. Aku merasa nyaman dan terlindungi. Jadi seperti ini rasanya dalam dekapan seorang Yesung Super Junior?

Kueratkan pelukanku. Tak ingin kulepas.

“Oppa, tapi kenapa selama ini kau selalu dingin padaku? Tak tahukah kau kalau aku tersiksa dengan semua itu?”

“Mianhae. Aku hanya tak tahu harus bagaimana menghadapimu. Aku tak ingin jatuh cinta padamu. Aku takut akan terluka lagi jika membuka hatiku. Makanya aku mati-matian mengacuhkanmu. Tapi nyatanya aku tak bisa tak mencintaimu. Kau ini menyihirku atau apa?”

“Aish, aku tidak menyihirmu saja kau sudah jatuh cinta padaku. Bagaimana kalau aku menyihirmu betulan? Kurasa Oppa sudah bertekuk lutut padaku” ucapku narsis.

“Aish anak ini. Narsis sekali kau ini” ucapnya sambil mengacak rambutku. Aku hanya tersenyum.

“Oppa, berjanjilah tak akan bersikap dingin padaku lagi. Perlakukan aku seperti kau perlakukan fans-fans mu”

“Shireo! Kau bukan fansku jadi kau tidak akan aku samakan seperti mereka”

“Oppa! Kau ini. Lalu kau akan perlakukan aku seperti apa?”

“Seperti layaknya pasangan kekasih.”

“Mwo? Jadi sekarang kita resmi jadi kekasih sungguhan begitu?”

“Dari dulu juga aku tak pernah merasa kita pura-pura jadi kekasih”

“Jeongmal?” dia hanya mengangguk. “Saranghae Oppa”

Dia hanya membalasku dengan tersenyum. Senyum termanis yang pernah kulihat. Kenapa tak dari dulu saja ia tunjukkan senyum itu?

Ah kurasa menjadi kekasihnya tak akan sulit lagi sekarang. Kurasa akan sangat mudah sekarang.

~FIN~

Hehehe mianhae kalau gaje…

Buat Han soonhee, mianhae…saya tanpa ijin menggunakan namamu… *deep bow*

 

 
16 Comments

Posted by on January 31, 2011 in fanfiction

 

Tags: , ,

16 responses to “It’s (Not) Easy

  1. vanny

    February 1, 2011 at 4:52 am

    hahahhahahaha, yesung bisa romantis juga, walopun romantisnya bukan dengan kata2 yg manis, tapi dah bikin aku klepek2 bacanya wkwkwkwkkwkwkwk…… gudjob shilla ^^

    memanglah ya, it’s not easy to be yesung’s girlfriend hahahahahha…

     
    • shilla_park

      February 1, 2011 at 11:17 am

      haha.. sbnernya aneh juga bikin yesung romantis makanya jadinya gini deh..haha..

       
  2. JoKyu

    February 1, 2011 at 10:09 am

    Gambarnya yesung aneh *plak*
    Tapi gak mungkin!
    Yesung itu kan pecicilan,masa dingin?
    Dari mana dingin nya….?

    Tapi tapi tapi kalo jadi si Soonhee aku mah langsung putusin yesung,
    Kasian ceweknya

    Keren onn

     
    • shilla_park

      February 1, 2011 at 11:19 am

      aneh ya gambarnya…abis nemunya itu si..gyahaha…
      sengaja bikin yesung disini dingin…awalnya mau si kyu tapiii… kyu nya masih disimpen dulu hahha….
      gomawo….🙂

       
  3. Neni

    February 1, 2011 at 10:12 pm

    Suka onn
    Yesung oppa Mah nggak dingin
    Tapi aneh ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ *dibakarELF

    Pokoknya suka onn. ♪───O(≧∇≦)O────♪

     
    • shilla_park

      February 1, 2011 at 11:29 pm

      biarpun aneh saya tetap suka..hahaha..
      gomawo…🙂

       
  4. wonTi

    February 1, 2011 at 11:52 pm

    keren… sweet bgt…
    g bisa ngebayangin yesung jadi dingin……
    tpi klo dipaksa agak dapet juga sih….^^

     
  5. SariElfShawol

    February 27, 2011 at 12:00 am

    huahaha,.,..,ak pengen bgt jd yeojachingu nya Yesung oppa !! Nice FF unnie,.,!

     
    • shilla_park

      February 27, 2011 at 12:52 am

      hehe..
      gomawo dah mau mampir n komen…🙂

       
  6. YEko

    March 26, 2011 at 3:25 am

    bru bca unnie…tpi ska ma ff unnie…nice ff…krna bias q yesung oppa…

     
    • shilla_park

      March 26, 2011 at 11:17 am

      wah aku jg suka yesung kok.. dia bias kedua aku *gada yg nanya..🙂

       
  7. evilkyu dinda

    October 29, 2011 at 8:41 pm

    Huwaaaaa onnieeeeeee. .
    Kata2 yesung oppa walau terkesan ga romantis.
    Tapiii oke bangett. . Kyaaaa #lagi gaje
    Aku suka nih bagian ini #kasih jempol

    Yesung oppa : “karena kau bodoh. Karena ada seorang gadis bodoh yang cerewet, seenaknya sendiri, teledor, dan mengikutiku kemanapun aku pergi. Yang begitu aja menerimaku sebagai kekasihnya meski hanya untuk menyelamatkan imageku. Karena kau Han Soonhee”

    Meleleh deh aku kalo da lelaki tampan seperti oppadeul suju mengatakan itu padaku huweeeee (>.<)

     
    • shilla_park

      October 29, 2011 at 10:38 pm

      haha.. kalo yesung oppa romantis mah ntar banjir 5 hari 5 malem.. *plakk”
      jangan meleleh gt dong… berkhayal aja (?)😀

       
  8. tivaclouds

    December 24, 2011 at 5:30 am

    Huwaaa….ff suamiku keren.
    Jadi ngebayangin kalo aq jd sonhee haha
    as usual shilla, daebak!

     
    • shilla_park

      December 24, 2011 at 8:02 am

      suami?? slingkuhan saya itu..wkwkw..
      gomawo.. *hug n kiss*

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: