RSS

Found You In this Darkness

08 Feb

Gelap. Itu yang aku rasakan sekarang. Atau lebih tepatnya hanya itu yang dapat kurasakan.

Menderita rasanya saat kita tak lagi bisa melihat cahaya. Tak lagi bisa melihat indahnya gemerlap dunia. Tak lagi bisa melihat orang-orang yang kita sayang.

Sudah 1 tahun kurasa aku berada dalam kegelapan ini. Tak bisa melihat hanya bisa merasakan. Tak bisa berjalan dengan normal karena keterbatasan penglihatan ini.

Aku tersiksa. Jujur aku tersiksa. Bahkan aku sempat berfikir untuk menyerah dari hidup ini saat pertama kali kegelapan ini datang padaku.

Aku bohong kalau aku mengatakan aku baik-baik saja. Kenyataanya hidup seperti ini sungguh menyiksa.

Hanya kegelapan dan ketakutan yang kau rasakan.

Takut saat kau berjalan kau terjatuh. Takut kalau kau terjungkal. Takut kalau kau terluka.

Takut orang-orang meremehkanmu. Takut. hanya itu yang kurasa.

Hidupmu seolah berakhir dengan kegelapan. Semuanya serba terbatas.

Lalu saat kalian Tanya apa yang kulakukan?

Maka akan kujawab beradaptasi. Menyesuaikan diri dengan keadaanku. Bagaimanapun aku harus tetap bertahan hidup.

Tapi kenyataanya tak semudah itu beradaptasi.

Aku harus mulai belajar huruf Braille. Mulai menajamkan indra peraba ku. Menajamkan indra penciumanku. Karena indra penglihatanku sudah tak berfungsi lagi.

Aku harus lebih hati-hati.

Sekarang aku sudah mulai terbiasa dengan kegelapan ini. Meski terkadang aku sangat berharap aku akan kembali menikmati dunia indahku tanpa kegelapan.

Dan saat aku merasa tak akan ada orang yang menerima keadaanku. Tak ada yang mau berteman denganku, dia datang.

Kehadiranya, membuatku kembali mnemukan kebahagiaan. Kehadirannya membuat hari-hariku lebih mudah.

Lelaki itu, lelaki yang bahkan aku tak tahu pasti bagaimana wajahnya. Tapi aku bisa merasakan kehadiranya. Merasakan aroma tubuhnya yang menenangkan.

Setiap sore ia akan menemaniku disini. Di taman ini, di spot yang sama. Bersama-sama kami menikmati senja bersama.

Aku hanya bisa tersenyum setiap mengingatnya. Ya kurasa aku telah jatuh cinta padanya.

Tapi aku tahu posisi dan keadaanku. Pria normal manapun kurasa tak akan ada yang jatuh cinta padaku. Aku tahu itu.

Aku cukup senang hanya dengan berada di sisinya. Menjadi temannya.

Meski mungkin ia mau menjadi temanku hanya karena kasihan. Aku tak masalah. Aku cukup senang dengan semua ini.

Tapi ternyata aku salah. Alasan dia mau berteman padaku bukan karena kasihan. Tapi karena merasa bersalah.

Ternyata pria yang telah mencuri hatiku adalah pria yang sama yang telah membuatku berada dalam kegelapan ini. Pria yang sama yang telah merenggut indra penglihatanku.

Apa aku lalu berhenti mencintainya?

Jawabannya adalah TIDAK.

Jujur aku terkejut saat mendengar pengakuan itu darinya. Tapi aku cukup tahu kalau ia begitu menyesal.

Sedikitpun aku tak marah padanya. Entahlah aku juga tak tahu. Mungkin ungkapan cinta membutakan segalanya berlaku padaku.

Rasa cintaku padanya sudah terlanjur besar. Tak peduli apa yang ia lakukan di masa lalu. Yang jelas sekarang aku mencintainya itu yang aku tahu.

…………….

Doaku terkabul. Akhirnya aku bisa mendapatkan donor kornea untuk mataku. Aku bahagia.

Yang lebih membuatku bahagia karena itu artinya aku akan segera melihat rupa dari pria itu. kalau aku boleh berharap maka aku ingin ia adalah orang pertama yang aku lihat.

Dia menggenggam tanganku. Dapat kurasakan kehangatan.

Damai rasanya dalam genggamannya ini. Aku dapat merasakan sisi ingin melindungi dari dirinya.

Kupejamkan mataku. Berusaha menyimpan kehangatan genggamanya dalam memoriku.

~~

Aku mengerjapkan mataku. Perlahan tapi pasti dapat kulihat cahaya. Awalnya remang tapi kemudian terang.

Aku menangis.

Setelah setahun lebih aku terkurung dalam gelap kini aku bisa melihat lagi. Aku bersyukur sungguh bersyukur.

Meski ada yang mengganjal dalam hatiku. Dia tidak datang. Padahal aku sudah memberitahunya untuk datang.

Kemana dia?

Tak tahukah dia kalau aku ingin melihat wajah dari orang yang telah mencuri hatiku. Yang telah mengisi hariku yang gelap dengan ribuan warna.

Aku merindukannya.

Ah, foto. Benar foto.

Dia pernah sangat narsis berfoto dengan ponselku. Kukeluarkan ponselku mencoba mencari bagaimana foto dirinya.

DEGG

Hanya memandang gambar dirinya saja sudah berhasil membuatku merasa tak karuan.

Tampan.

Matanya indah.  Senyumnya begitu lepas. Semakin menambah ketampanannya.

Kapan aku bisa melihatmu secara langsung?

~~

Sudah 1 minggu sejak aku bisa melihat. Tapi sampai detik ini pria itu tak kunjung datang.

Apa dia baik-baik saja? Rasa rindu benar-benar merasukiku.

Kuputuskan untuk pergi ke taman. Ke tempat dimana kami biasa menikmati senja bersama.

Ternyata sungguh lebih indah jika kita bisa melihat dunia.

Melihat bunga-bunga yang bermekaran. Melihat tawa orang-orang. Semuanya begitu indah.

Kuedarkan pandanganku. Mencoba mencari sosoknya yang aku sudah hapal betul wajahnya meski belum pernah sekalipun aku menatapnya secara langsung.

Tapi tak ada. Kekecewaan menghampiriku.

Aku sudah hampir bangkit dari kursi ini tapi kemudian aku melihat sosoknya. Pria itu.

Kuhampiri dia. Akhirnya aku bisa melihatnya secara langsung.

“Lee Hyukjae-ssi?” tanyaku memastikan.

Ia menoleh. Menatapku. Mata kami bertemu. Memang benar-benar indah matanya.

Dia terdiam.

“Han Jangmi-ssi?” ah akhirnya aku bisa mendengar suaranya lagi. Tapi kenapa seolah dia agak ragu menyebut namaku?

Kami duduk berdampingan. Tapi rasa canggung menyelimuti. Tak ada yang membuka suara.

“Boleh aku menggenggam tanganmu?” kataku akhirnya memecah keheningan.

Dia mendongakkan kepalanya. Menatapku bingung.

“Aku hanya ingin merasakan genggaman tanganmu yang dulu.” Jujur aku sedikit malu.

DEGG

Dia meraih tanganku. Jantungku berpacu.

Kututup mataku. Mengumpulkan memori tentang kehangatan tangannya beberapa waktu lalu.

Tapi…

Tidak mungkin. Bukan ini rasanya. Tangan yang menggenggamku dulu tak seperti ini.

Apa aku salah?

Tidak aku tak salah. Meski aku buta tapi memoriku cukup tajam.

Tangan yang dulu menggenggamku tak seperti ini. Tangan yang dulu menggenggamku penuh kehangatan dan kasih.

Meski aku tak menampik tangan yang sekarang menggemgamku juga menyiratkan kasih dan kehangatan.

Tapi ada yang berbeda.

Tangan Hyukjae menyiratkan kepedihan. Entah kenapa aku juga tak tahu.

Dari tangannya aku juga bisa merasakan damai dan tenang. Membuatku merasa tak ingin melepasnya.

Tapi sekarang?

Tak kurasakan hal itu.

Kubuka mataku. Kutatap namja di sampingku ini dengan ribuan pertanyaan di otakku.

Mungkinkah ia bukan Hyukjae yang dulu. Tapi tidak mungkin. Wajahnya adalah wajah Hyukjae. Suaranya juga suara Hyukjae. Lalu apa aku yang salah?

“Kau.. Bisa merasakannya?” Tanyanya disela kebingunganku. Aku kerutkan keningku. Tak mengerti dengan ucapannya.

“Perbedaannya” aku makin tak mengerti dengan yang ia katakana berikutnya.

“Tangan yang sekarang menggenggammu dan tangan yang dulu menggenggammu. Apakah kau merasa berbeda?”

Aku hanya mengangguk.

“Memang beda” aku terhenyak. Apa maksud dari perkataannya? Aku tak mengerti sedikitpun.

“Mwo? Maksudmu?”

“Aku bukan Lee Hyukjae.” Katanya singkat. Kutatap lekat dia. Segurat kesedihan kutangkap dari raut mukanya.

“Mwo? Tapi bukankah.. kau..wajahmu”

“Aku.. aku Enhyuk, adiknya. Kami kembar identik.”

Jelas sudah semua. Meski kembar tapi tetap berbeda menurutku.

“Lalu. Hyukjae… dia dimana? Apa dia baik-baik saja?”

Dia menatapku. Sedetik kemudian ia menghela nafas panjang.

“Dia baik-baik saja. Sangat baik malah kurasa” katanya menggantung.

Tapi aku masih tak mengerti.

“Apa aku boleh menemuinya?”

Dia menatapku lagi. Ekspresi wajahnya berubah seketika. Menjadi sedih? Kenapa perasanku jadi tak enak seperti ini?

“mianhae. Tapi tak bisa”

“Waeyo?”

“Dia pergi. Pergi jauh. Begitu jauh hingga tak akan dapat lagi digapai.” Ucapnya. Ia kemudian menatapku. Aku terkejut saat kulihat air mata menyeruak keluar dari pelopak matanya.

“Maksudmu dia telah.. tiada?” aku tak sanggup mengatakannya. Dia hanya mengangguk lesu.

Bagaimana mungkin ini terjadi? Orang yang paling ingin kutemui telah meninggal? Andwe!!!

“Tapi ia tetap hidup begitu dekat denganmu. Ia masih bisa lihat dunia ini bersamamu” jelasnya lagi. Tapi aku sama sekali tak mengerti maksudnya.

“Dia masih bisa melihat dunia ini bersamamu. Masih bisa melihat senja bersamamu. Melalui…matamu”

“MWO? Jadi maksudmu..mata ini..” dia hanya mengangguk. “Jangan bilang kalau penyebab kematianya adalah diriku?” ucapku takut. dia menggeleng cepat.

“Ani.”

“Lalu kenapa?”

“Ia meninggal karena kecelakaan. Lalu sebelum meninggal ia mendonorkan matanya untukmu.” Aku menangis sesenggukan.

“Mianhae. Karena aku kau kehilangan Hyung mu”

“Sudah kubilang kan kau tidak salah. Justru harusnya aku berterimakasih padamu” aku mengerutkan keningku lagi tanda tak mengerti.

“Kau mengubahnya. Sebelum Hyukjae Hyung bertemu denganmu ia sangatlah dingin dan urakan. Emosional. Bertindak sesuka hatinya sendiri. Hingga akhirnya ia bertemu denganmu. Berteman denganmu. Sedikit demi sedikit kau mengubahnya. Ia menjadi pribadi yang jauh lebih baik.”

Eunhyuk kemudian menghela nafasnya. Seolah berusaha mengumpulkan memori tentang Hyungnya.

“Kau tahu? Sebelumnya Hyung tak dekat dengan siapapun kecuali aku. Tapi kau berhasil dekat dengannya. Dia lebih bersemangat saat bersamamu. Dia menyayangimu. Hingga saat ia tahu kalau ia yang menyebabkan kebutaanmu, dia sangat depresi.”

“Dia tak sengaja Jangmi-ssi. Meski ia terbiasa urakan tapi ia tak mungkin melukai orang dengan sengaja. Mianhae.”

Aku hanya mengangguk. Karena sejujurnya sudah lama aku memafkanya.

“Tapi darimana kau tahu namaku saat tadi aku mengira kau Hyukjae”

“Hyung terbiasa bercerita segalanya padaku. Dan kau tahu? Setelah ia mengenal kau, ceritanya selalu saja tentang kau. Seolah tak ada topic lain yang dibicarakan selain kau. Aku mengenalmu juga karena Hyung. Ia sempat menunjukan fotomu padaku.”

“Hyung selalu bilang kau gadis yang tegar dan menarik. Dan kurasa ia memang benar” Eunhyuk tersenyum.

“Aku masih ingat ia berusaha mati-matian untuk mencarikanmu donor mata. Dia ingin menebus kesalahanya padamu. Hingga akhirnya ia mendapatkan donor mata itu. Dia begitu bahagia saat itu. terlebih saat kau juga bahagia mendengar kabar baik itu. dia benar-benar bahagia. Sayangnya sehari sebelum kau dioperasi ia kecelakaan. Ia sempat sadar saat itu. tapi sayangnya itu tak bertahan lama. Dia memutuskan untuk dia saja yang memberikan matanya untukmu.setidaknya itu brarti dia berhasil menebus kesalahanya. Dan tentunya masih bisa melihat dunia ini melalui raga lain. dirimu Jangmi-ssi”

Eunhyuk menyeka air mata yang mengalir di matanya. Terlihat sekali kalau ia begitu menyayangi mendiang saudara kembarnya itu.

Sedangkan aku? Hanya diam. meski sebenarnya hati ini sudah teriris-iris sedari tadi.

“Dia..Hyukjae Hyung..dari caranya menceritakanmu. Dari caranya melindungimu, aku tahu kalau ia begitu mencintaimu Jangmi-ssi. Aku belum pernah melihatnya sebagahagia saat bersamamu. Begitu menghargai orang lain. begitu menghargai hidup ini. Mengerti suatu arti pengorbanan. Terimakasih untukmu karena telah mengajarkannya pada Hyung ku. Dia benar-benar mencintaimu Jangmi-ssi”

Aku tertegun. Ternyata orang yang kucintai juga mencintaiku. Tapi kenapa saat kami memang saling mencintai, kenapa takdir tak mau menyatukan kami. Kenapa ia harus pergi begitu jauh?

Air mataku tak kuasa kubendung. Aku juga mencintaimu Hyukjae-ssi. Aku hanya berharap kau bahagia disana.

Aku menutup mukaku dengan punggung tanganku. Kurasakan badanku bergetar karena tangisku. Hingga tiba-tiba kurasakan sepasang tangan merengkuhku.

Ya,  merengkuhku dalam dekapanya. Berusaha meredam tangisku yang menjadi. Tapi, entahlah, kurasakan nyaman berada dalam dekapannya

2 years later

Aku masih duduk disini. Di spot yang sama saat dia masih hidup. Menikmati senja yang sama indahnya. Bedanya hanya tidak ada dirinya sekarang.

Kukumpulkan setiap memoriku bersamanya dulu. Semua kenangan yang ia berikan selalu indah. Tak ada alasan untukku mengeluarkan air mata setiap kali mengingatnya.

Hyukjae Oppa. Boleh kan sekarang aku memanggilmu Oppa?

Apa kau bahagia disana?

“Hya! Kau masih saja mengingatnya? Apa kau tak pernah bosan selalu berada disini dan mengingatnya?” ucap seorang namja yang secara tiba-tiba berada di sampingku.

Aku tersenyum padanya. “Aku tak akan bosan. Dia yang telah memberiku begitu banyak kebahagiaan.”

“Kau begitu mencintainya rupanya”

“Tentu saja. Ia cinta pertamaku. Dia pahlawanku”

“Ah aku berharap aku adalah dia. Berharap aku cinta pertamamu. Berharap aku pahlawanmu. Mempunyai cinta yang begitu besar darimu. Aku iri pada Hyukjae Hyung”

Aku terkekeh mendengarnya. Dia Enhyuk. Ya, adik kembar Hyukjae Oppa.

“Hyukjae Oppa memang cinta pertamaku. Tapi kau cinta terakhirku EunhyukOppa”

Dia tersenyum mendengar ucapanku. Dia sapukan bibir lembutnya di bibirku.

“Gomawo Jagi. Terkadang aku merasa kau hanya menganggapku sebagai bayangan Hyukjae Hyung. Terkadang aku merasa kau tidak benar-benar mencintaiku.”

“Aku tak pernah merasa begitu. Kau memang sangat mirip Hyukjae Oppa. Tapi kau bukan dia. Kalian kembar tapi tak sama. Lagipula kalau aku tak mencintaimu buat apa aku menerima lamaranmu?”

Ya kami akan menikah. Semenjak hari itu, EunhyukOppa menggantikan posisi Hyukjae Oppa. Dia berteman denganku. Mendukungku. Selalu berada di sisiku. Hingga akhirnya ia berhasil membuatku jatuh cinta padanya.

Seperti yang aku katakan. Aku mencintainya. Aku tak pernah menganggapnya bayangan Hyukjae Oppa. Kenyataanya dia memang berbeda. Aku tulus mencintainya karena ia Lee Enhyuk. Bukan Lee Hyukjae.

“Hyung, gomawo” ucap Eunhyuksambil menatap senja itu. ia seolah tengah berbicara pada Hyung nya lewat senja itu.

“Gomawo karena berkat kau Jangmi bisa melihat lagi. Berkat kau aku bisa mengenalnya. Karena kau aku kini menemukan pendamping hidupku.”

“Dan berkat kau Hyukjae oppa, aku juga menemukan pendamping hidupku. Gomawo” lanjutku.

“Hyung, aku janji akan menjaga Jangmi. Aku akan membahagiakannya. Kau juga bahagia kan disana?” EunhyukOppa tersenyum. Seolah ia mendengar jawaban ‘ya’ dari sang kakak.

“Kami akan menikah besok. Doakan kami dari sana ya. Aku mencintaimu Hyung. Dan…aku merindukanmu. Merindukan sosok Hyung terbaik. Merindukan bagaimana kau selalu menjaga adikmu ini. Aku merindukanmu Hyung”

Aku menoleh pada EunhyukOppa. Bisa kulihat setetes air mata. Dia benar-benar merindukan Hyung nya kurasa. Tak bisa dipungkiri kalau ikatan saudara kembar begitu kuat.

Dia balik menatapku. “Kkaja kita pulang. Senja sudah pergi. Itu artinya Hyung juga sudah pulang. Kita juga harus pulang. Ingat besok kita menikah”

Aku tersenyum. Sejak dua tahun lalu, kami menganalogikan Hyukjae Oppa sebagai senja. Karena itulah tiap senja datang kami akan kesini. Mencoba berbincang dengan Hyukjae Oppa. Sekedar melepas kerinduan kami akan sosoknya.

Aku janji Hyukjae Oppa aku akan bahagia bersama adikmu. Aku dan Eunhyuk Oppa akan membentuk suatu keluarga kecil yang bahagia. Dengan semua kenanganmu sebagai kekuatan kami.

Saranghaeyo Hyukjae Oppa.

~FIN~

Readers, mianhae kalo gaje.

Ni ff muncul untuk bayar utang ff saya sama han jangmi itu..

hhehe…

 

 
14 Comments

Posted by on February 8, 2011 in fanfiction

 

Tags: ,

14 responses to “Found You In this Darkness

  1. Neni

    February 9, 2011 at 7:54 am

    Ooooooh suka sekali onn
    Apalagi waktu Endingnya
    Cintanya Hyuk kerasa onn ㅋㅋㅋㅋ

    Nice Ff onn (*^^*)

     
    • shilla_park

      February 9, 2011 at 10:21 am

      gomawo…
      syukurlah kalo suka…🙂

       
  2. vanny

    February 9, 2011 at 7:57 am

    kok aku g a dape feelnya ya shil?? #garuk2 pala

     
    • shilla_park

      February 9, 2011 at 10:24 am

      ga dapet ya eon??
      hehe..
      maaf..abisnya pas bikinya juga ngebut soalnya dah ditagih ma si jangmi…
      jadinya ya gini….hehehe..mianhae…

       
  3. Han eun ri

    February 9, 2011 at 12:44 pm

    FF nya Bagus!!
    Aku masih menunggu dan sangat sangat menunggu ff yang cast utama nya Siwon.
    Ntah knp, feel nya lebih dapet kalo yg jd cast utama itu Siwon.

     
    • shilla_park

      February 9, 2011 at 12:56 pm

      karena kalau cast nya siwon saya bikinnya dengan segenap cinta (?) makanya lebih kerasa feel nya..
      gyahhahaha
      gomawo..
      tenang aja ..besok ff siwon akan pulish kok…🙂

       
  4. vanny

    February 10, 2011 at 2:13 am

    emang seh aku liat kesannya kamu agak terburu2 di FF ini, jadi kek gamang gitu aku liat…

    emang susah seh bikin FF sama yg bukan bias kita cos kita ga tau bgt soal dia..

    sori ya shil kalu aku kurang greget ama FF ini hehehehe

     
    • shilla_park

      February 10, 2011 at 8:47 am

      hehehe..
      ga papa kok eon..
      itu justru jadi masukan wat aku..
      lain kali saya bikinya ga terburu-buru deh biar dapet feelnya..
      heheh
      makasih saran dan kritiknya…🙂

       
  5. hyukjaEunhyuk

    February 14, 2011 at 7:52 pm

    uwoooo…..
    Aigoooo…
    Keren >,<
    oia, aku baru mampir nih😀
    ff nya bgus…

     
    • shilla_park

      February 15, 2011 at 1:19 am

      hehehe.. gomawo ya…
      mkasih dah mau mampir..🙂

       
  6. lusiani haheho

    February 19, 2011 at 4:46 pm

    dapet bgt feel nya baca ni ff, rasanya nyesek, tpi kok gak bisa nangis ya, haha padahal lagi pengen nangis malam ini, wkwk

     
    • shilla_park

      February 20, 2011 at 1:13 am

      gomawo…
      knapa pingin nangis??
      dont cry babe.. *hug*

       
  7. kimhaerim

    March 27, 2011 at 5:10 am

    huwaaa sedih bgt thor ff yg ini T.T
    hyukjae yg biasanya bad boy terlihat bgtu baik disini :3

     
    • shilla_park

      March 27, 2011 at 9:28 am

      hehe..
      hyuk baik???.. ga ah… haha🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: