RSS

For You It’s Separation, To Me It’s Waiting

11 Feb

Dia pergi.

Dia akhiri hubungan kami sebelum kepergianya.

Sedih? Tentu saja.

Dia satu-satunya pria yang berhasil mencuri hatiku. Berhasil membuatku benar-benar jatuh cinta padanya.

Lalu saat hatiku benar-benar sudah menjadi miliknya ia pergi?

Aku tak mungkin menahan kepergianya. Aku bukan gadis yang egois. Meski terkadang aku sangat ingin bersikap egois. Memintanya untuk tak pergi. Tapi tak bisa.

Dia pergi demi masa depannya. Menanggung amanat keluarganya.

Tapi apa salah kalau aku tak rela ia pergi? Apa salah kalau aku ingin terus bersamanya? Sungguh, aku tak bisa jauh darinya.

Tapi toh keputusannya sudah bulat. 3 tahun aku harus jauh darinya. Tak mendengar suaranya. Tak melihat senyumnya.

Apa aku bisa?

Entahlah. Yang jelas hati ini tak mungkin pergi darinya. Aku terlalu mencintainya. Tak akan mungkin untuk melupakannya.

Meski ia mengakhiri hubungan kami. Ia tak ingin menggantungkanku selama itu. ia tak ingin membuatku tersiksa selama itu.

For you its separating, to me its waiting.

Ya meskipun ia menganggap ini adalah perpisahan kami. Tapi tidak denganku. Bagiku ini hanya penantian. Menunggu. Ya aku akan menunggunya untuk kembali.

I wait for you until the end of the world
I wait for you until the moment fate forbids
Now I can give you my everything
Can’t you come to me?
My dear love.

********

Tiga tahun sudah aku menunggu. Sungguh tak mudah menjalani 3 tahun ini tanpanya.  Setiap hari kujalani dengan rasa rindu yang semakin lama semakin menggunung. Aku begitu merindukannya.

Kim Kibum apakah kau merindukanku juga? Apa kau masih mengingatku?

Kurasakan air mataku jatuh di atas permukaan kulit pipiku. Setiap mengingatnya aku pasti begini. Tak bisa menahan perasaanku.

Rasa rindu yang membuncah. Rasa sakit yang semakin hari semakin menyakitkan. Semua itu membuatku selalu menangis. aku bahkan tak tahu sudah berapa liter air mata kukeluarkan karena seorang Kim Kibum.

Tapi aku bisa apa?

Sahabat dan keluargaku kerap menyuruhku untuk melupakanya. Tapi aku tak bisa. Aku tak bisa menghapusnya dari hatiku.

Kalaupun hati ini punya pintu, maka kurasa pintu hatiku ini sudah benar-benar tertutup. Tak akan ada yang bisa membukanya. Kecuali Kibum tentu saja.

Kurasa keadaanku ini sungguh meprihatinkan sekarang. Meski aku terus bertahan hidup. Meskipun aku tetap bisa menjalani hariku seperti biasa. Meskipun aku tetap bisa tersenyum.

Tapi aku sungguh sudah tak memiliki kehidupan sekarang. Hidupku sudah pergi bersama Kibum.

Satu-satunya alasanku untuk bertahan hanya Kibum. Hanya karena aku menunggunya.

“Sampai kapan kau akan terus begini?” ucap seseorang sambil membelai rambutku. Dia Oppaku, Siwon Oppa.

“Sampai ia kembali” ujarku dnegan jawaban yang sama. Ini bukan yang pertama Siwon Oppa menanyakan ini padaku. Dan jawabanku akan tetap sama.

“Tiga tahun Eunri-ya. Kau membuatku khawatir. Kau tak ubahnya seperti mayat hidup. Benarkah kau dongsaengku?”

Aku hanya terdiam. Aku memang sudah membuatnya khawatir. Aku merasa bersalah padanya.

“Kembalilah jadi Eunri yang dulu. Oppa merindukan senyum ceriamu 3 tahun lalu. Bukan senyum yang kau paksakan Eunri-ya”

Aku hanya menatap Siwon Oppa. Aku tahu ia begitu mencemaskanku.

“Appa dan Eoma pasti akan sedih melihatmu begini Eunri-ya”

Air mataku semakin deras mengalir. Mengingat Appa dan Eoma yang sudah tenang di alam sana membuatku makin sedih. Apa mereka juga sedih melihatku seperti ini?

Siwon Oppa menarikku dalam pelukannya. Dia benar-benar Oppa terbaik. Semenjak Appa dan Eoma meninggal 8 tahun silam, Siwon Oppalah sandaran hidupku. Ia bagaikan Appa dan Eoma sekaligus untukku.

“Bukalah hatimu Eunri-ya. Sampai kapan kau akan menunggunya?”

“Sampai dia kembali Oppa.”

“Bagaimana kalau saat ia kembali ia sudah melupakanmu? Bagaimana kalau saat ia kembali ia sudah tak mungkin milikmu lagi?”

Pertanyaan ini, juga pertanyaan yang selama ini melintas di otakku. Aku juga mempertanyakan hal itu.

“Aku tak peduli Oppa. Aku hanya ingin melihatnya kembali. Melihat sosoknya lagi. Tak peduli ia masih bisa kumiliki atau tidak”

“Berjanjilah satu hal Eunri-ya. Berjanjilah kalau ternyata Kibum sudah benar-benar melupakanmu, maka kau akan membuka hatimu.”

Aku menatap Siwon Oppa,” Ne aku janji Oppa. Kalau seperti itu keadanya, aku akan berusaha untuk membuka hatiku. Yang kuinginkan hanya satu Oppa. Aku ingin melihatnya lagi. Aku… merindukannya Oppa”

Aku menangis lagi di pelukan Siwon Oppa. Setiap kali kurindukan dia, yang bisa kulakukan hanya menangis.

I missed you
I missed you, my heart grows burdened too much
Steps to you are becoming slow
But I will love you like how I met you first time
I will give love to my stopped heart.

 

************

Aku melihatnya.

Sosok itu. senyum itu. postur tubuh itu. dia Kim Kibum

Dia kembali.

Seulas senyum kebahagiaan terukir di wajahku. Aku merasa begitu bahagia sekarang. Teramat bahagia.

Tapi kenapa aku justru menangis sekarang?

Air mata bahagia. Ya, kurasa ini air mata bahagia. Aku begitu bahagia bisa melihatnya lagi.

Ia benar-benar kembali. Pertanyaanya sekarang adalah, apakah ia kembali untukku?

Masihkah ia bisa kumiliki??

Haruskah aku menyapanya? Haruskah aku meluapkan kerinduanku padanya? Haruskah aku katakan kalau aku begitu merindukannya? Haruskah aku katakan kalau aku masih setia menunggunya??

Pertanyaan itu membuat kepalaku pening. Kucoba untuk mendekatinya.

Langkahku terhenti.

Kulihat Kibum didekati oleh yeoja lain. yeoja itu memiliki paras yang cantik. Dia menggendong bayi ditangannya.

Kibum meraih bayi itu. ia kecup ujung kepala bayi itu. dan kemudian ia kecup kening yeoja di sebelahnya.

Aku lemas. Pemandangan ini adalah pemandangan yang paling tak kuinginkan.

Benarkah Kibum sudah benar-benar melupakanku? Sudah tak mungkin lagi kuharapkan?

Yeoja itu, bayi itu, apakah mereka adalah keluarga kecilnya?

Mataku memanas. Harapanku hancur. Begitu pula dengan hatiku.

GREEPP

Seseorang memelukku. Membenamkan wajahku di dada bidangnya. Dari aroma tubuhnya, aku tahu ini Siwon Oppa. Meski ia tak mengucapkan sepatah katapun.

Tangisku pecah di pelukannya. Aku selalu bisa meluapkan kepedihanku didepannya. Ia selalu menjadi kakak yang terbaik. Selalu jadi pelindung terbaikku.

Siwon Oppa mengelus rambutku. Memberiku sentuhan sayangnya sebagai seorang kakak.

Aku harus menepati janjiku pada Siwon Oppa. Aku harus memulai lembaran hidupku yang baru. Aku harus membuka hatiku.

Pintu hatiku memang tak terbuka. Tapi sudah hancur. Membuat lubang besar di hatiku, yang aku tak tahu kapan lubang itu akan tertutup.

Akankah aku bisa menemukan pengganti Kibum? Akankah aku bisa mengobati luka hatiku?

Adakah orang yang bisa menguatkanku lagi? Orang yang bisa membuat hariku indah lagi?

Biarkan waktu yang akan menjawabnya. Biarkan kini kulanjutkan hidupku tanpanya. Mencoba membiasakan diri tanpanya.

Memulai hariku tanpa nama Kim Kibum dihatiku. Memulai hidupku dengan goresan baru di lembaran hidupku yang kusut ini.

Kibum-ah, aku tak akan menunggumu lagi. Meski sulit, tapi kucoba untuk menghapus dirimu.

Kau ucapkan selamat tinggal 3 tahun lalu. Tapi aku, akan mengucapkanya sekarang. Aku lelah menunggu Kibum-ah. Selamat tinggal.

Semoga kau bahagia dengan keluarga barumu. Aku mencintaimu.

 

~FIN~

Mianhae ya, author lagi galau ni..

Jadinya bikin ff drabble udah gitu angst lagi…

Buat Vany eoni, mianhae ya pinjem namanya. Mianhae juga kalau berujung sedih, kan ini genrenya angst. Hehhee..

Oya, ni ff bisa muncul gara2 dengerin lagunnya jaejoong yg for you its separation to me its waiting.. dan kolaborasi lagunya yesung yg waiting for you.. hahaha..

*author galau*

 
15 Comments

Posted by on February 11, 2011 in angst, fanfiction

 

Tags: , ,

15 responses to “For You It’s Separation, To Me It’s Waiting

  1. Choi_Sawon (elisa)

    February 11, 2011 at 1:41 pm

    Like it onnie!! Kasihan bgd eun ri, cinta mati ya sama ki bum. Sampe 3 thn gk bisa lupa?
    Aku plng suka siwon oppa pas meluk, mau juga dong *plak* ditatap tajam sama shilla onnie.
    Btw, nama korea nya kok sama dgn aku ya? Tak apalah. Malah bagus, jd bisa ngerasa cewek it aku *plak*

     
    • shilla_park

      February 11, 2011 at 10:34 pm

      haha.. siwon oppa ga boleh meluk2 yeoja lain..kecuali saya.,. gyahhaha
      namanya sama ya?? wah kebetulan bgt…
      gomawo ya dah komen…:)

       
  2. Lereen

    February 12, 2011 at 9:05 am

    Kibumnya jahat y.. Uda nikah orang lain pdhl masih ada yg nungguin..😄
    Nice one thor!
    Ceritanya mengharukan~

     
    • shilla_park

      February 13, 2011 at 2:40 am

      hehe.. mianhae ya kalo disini kesannya kibum jahat..hehe
      gomawo dah baca n komen…🙂

       
  3. hyo hee

    February 13, 2011 at 9:47 am

    bgus author… tapi kog kibumnya jahat ya? kurang pas ma mukanya dia yang innocent.. wkwkwkwk…. bikin lagi chingu!! ^^

     
    • shilla_park

      February 13, 2011 at 10:45 am

      haha.. kibum jahat ya??
      padahal disini dia ga ngomong apapun…jadi bisa aja…
      hehehe
      gomawo…🙂

       
  4. vanny

    February 21, 2011 at 3:58 am

    comment time…^^

    first, gpp koq pake namaku, aku malah senang apalagi dipasangin ama yeobo tersayang kekeke,
    kalu bisa lain kali buatin FF dgn selingkuhanku ya yaitu om heechul kekekekeke #makinbanyakmaunya

    yaolloh shil, kamu lagi galau bgt ya pas nulis ini?? kata2nya itu loch, sedih pisan trus lagi bener2 kek orang depresi kekeke
    tapi gitulah orang yg lagi nungguin..

    3 taon mah lum seberapa shil, wong ku aja pernah nunggu ampir 5 taon hingga akhirnya aku sadar bahwa “he ACTUALLY not for me, ever” apalgi pas dapat kabar dia dah tunangan en bentar lagi nikah, huah…. jd pengen nangis..

    pas baca FF ini aku jadi inget dia, makanya aku brasa nyatu bgt ama FF ini…

    Note:
    stlah baca FF ini aku tiba2 mikir, kamu bisa ya baca pikiran orang?? kekekek cos smua FF yg kamu bikin buat ku slalu mewakili perasaan en kisah yg ku alami kekekekek

     
    • vanny

      February 21, 2011 at 3:59 am

      ya ampyun komenku panjang pisan kekekekek

       
      • shilla_park

        February 21, 2011 at 9:34 am

        woahhh…
        eoniiii…
        saya terharu baca komen eoni..
        huhuhuu….
        sakit bgt ya pasti eon??
        soalnya sbenernya ini jg sedikit mewakili prasaan saya ma seseorang..
        yg terpaksa dgn sangat amat tidak rela saya membuang jauh2 rasa itu..😦
        eoni hwaiting!!!!!
        note juga: saya kan punya bakat cenayang eon…gyahahaha

         
  5. vanny

    February 21, 2011 at 9:53 am

    sakit en nyesek shil.
    dulu hampir tiap malam aku nangis pas buat keputusan kalu perasaan ini ga boleh lanjut, soalnya dia my first love shil, jd mayan agak berat buat ngelepasin..

    kamu jg hwaiting, Tuhan pasti dah nyediain yg terbaik buat kita.. ^^

     
    • shilla_park

      February 21, 2011 at 10:11 am

      TOSSS..
      dia juga first love aku eon..
      huhuhu…
      hwaiting buat kita berduaaaa…🙂

       
  6. princessradita

    March 26, 2011 at 11:14 pm

    Menunggu emang capek~
    Apalagi klo gk ada keputusan..

    Nice ff^^

     
    • shilla_park

      March 26, 2011 at 11:38 pm

      dan saya paling benci menunggu.. haha.. gomawo..🙂

       
  7. ryeosa

    March 26, 2012 at 9:55 pm

    Dan akhrnya air mata yg tadi qw simpan sa-at bc jaej0ng! Tiba2 meluncur.

    Kesian bener nasib eun ri! Walaw ni ff penuh narasi, tapi malah lbh menggambrkan kesedihan yg dy miliki. Huhuhuhuhuhu *lanjutkan terisak.

     
    • shilla_park

      March 26, 2012 at 10:49 pm

      haha..cuup cup..anak mama jgn nangis ya ntar saya kasih permen deh..lol😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: