RSS

Broken Promises Chap 2

13 Feb

“Memangnya kenapa ia tak menepati janjinya?” tanyaku lagi. Ah mungkin Donghae Oppa bisa menganggapku seperti detektif saja. Tapi syukurlah ia tak merasa demikian.

“Dua tahun lalu..dia…..”

…………..

“Dia mengalami kecelakaan. Seminggu sebelum ia menemui kekasihnya ia mengalami kecelakaan hebat. Dan ia amnesia.”

“Ia lupa segalanya. Dan keluarganya di Korea juga tak tahu kalau ia mengalami kecelakaan. Mereka lost contact. Dan baru 1 tahun berikutnya  keluarganya mengetahui kalau Siwon celaka dan amnesia. Itu juga karena Appanya yang mendatangi langsung kediaman Siwon di Seattle. Kalau tidak, mungkin sampai sekarang Siwon masih amnesia.”

Aku seperti tertampar mendengar cerita Donghae Oppa. Jadi itu alasannya ia tak bisa menepati janjinya.

“Kau ingat setahun lalu aku sempat ke Seatlle untuk mengunjungi sahabatku?” Tanya Donghae Oppa padaku. Aku hanya mengangguk.

“Waktu itu aku mengunjungi Siwon. Kami besar bersama. Dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Jadi saat aku tahu ia amnesia aku langsung kesana. Kau tahu apa yang kulihat disana?” aku menggeleng.

“Aku tak melihat Wonnieku. Aku tak bisa menemukannya. Ia bukan Wonnie yang selama ini kukenal. Tubuhnya kurus, tak terawat, dan dia..terlihat begitu tersiksa” ucap Donghae Oppa dengan mata berkaca-kaca.

“Dia tak mengenaliku. Jujur aku sedih saat itu. ia merasa aku begitu asing. Bahkan ia merasa dirinya sendiri begitu asing. Aku benar-benar tak tega melihat kondisinya.”

“Aku tak bisa membayangkan bagaimana ia melewati 1 tahun amnesianya? Tanpa ada keluarga dan seseorangpun yang mengenalnya. Ia pasti begitu tersiksa. Dan sayangnya ia masih harus menjalani amnesianya 1 tahun berikutnya lagi. Ia baru sembuh 1 bulan yang lalu”

Donghae Oppa berhenti bercerita. Matanya sudah berkaca-kaca. Menceritakan ini seolah membuka luka lama Donghae. Lalu bagaimana Siwon Oppa menjalaninya? Ia pasti begitu tersiksa.

“Lalu bagaimana ia bisa ingat semuanya?” tanyaku penasaran lagi. Bagaimana mungkin ia bisa sembuh dari amnesia kalau ia sendiri berada jauh dari keluarganya?

“Dia menjalani berbagai terapi di Seatlle. Dan memang dari awal ia ingin cepat sembuh. Ia kerap merasa kalau ada seseorang yang menunggunya. Ia hanya tak tahu siapa. Jadi ia harus cepat sembuh untuk bertemu orang itu. Kurasa itu adalah kekasihnya. Aku tak tahu seberapa besar cinta Siwon pada gadis itu hingga ia memiliki ikatan batin yang kuat dengan gadisnya. Tapi Kurasa ia sangat mencintainya”

Benarkah? Siwon Oppa begitu mencintaiku? Bahkan saat amnesianya ia masih merasa aku menunggunya?

Rasanya aku bagai tersambar petir sekarang. Perasaan bersalah menghantuiku. Seandainya aku mau bersabar lagi menunggunya, kurasa semua tak akan seperti ini jadinya. Seandainya aku mau bersabar maka aku tak akan menyakitinya.

Bukan berarti aku menyesal telah memilih Donghae Oppa. Aku mencintainya. Hanya saja semua jadi lebih complicated sekarang. Aku tak menampik kalau Siwon Oppa masih memiliki tempat special di hatiku.

Ah, apa yang harus kulakukan sekarang?

“Wonnie memutuskan untuk kembali ke Seatlle.” Ujar Donghae Oppa disela-sela aku bergumul dengan piiranku.

“Mwo?” ucapku tak percaya

“Ne, dia bilang sudah tidak ada alasan lagi untuknya tetap disini. Satu-satunya alasan ia kembali ke Korea adalah untuk kekasihnya. Tapi sekarang ia tak punya alasan lagi”

“Untuk berapa lama Oppa?” tanyaku cemas.

“Entahlah. Dia tak bilang sampai kapan. Tapi ia bilang ada kemungkinan untuk selamanya. Ia ingin menetap disana”

Aku tak percaya dengan semua ini. Ia akan pergi lagi? Dan untuk selamanya? Hatiku bagai teriris sekarang.

“Kapan ia akan berangkat Oppa?”

“Besok.”

Besok? Aku makin tak bisa berkata-kata. Secepat itukah?

“Kau kenapa Shilla-ya? Sepertinya kau sedang bingung?”

“Ani. Hanya saja aku merasa aneh, dia akan pulang besok tapi tak menyiapkan apapun untuk keberangkatannya besok.” Ucapku salah tingkah.

“Itulah Wonnie. Dia susah ditebak. Dia bilang hari ini ia ingin menghabiskan waktu di tempat kenangannya. Ia ingin bernostalgia dengan semua kenangan bersama gadisnya. Sebelum ia mengubur semua kenangan itu. Aku tak mengerti dengan jalan pikirannya. Bukankah dengan bgitu sama saja dengan ia menyakiti dirinya sendiri?”

Aku terperngah. Tempat kenangan? Sungai Han?

“Oppa, aku lupa. Aku ada janji dengan temanku. Aku pamit Oppa” ujarku berbohong. Tapi Donghae Oppa dengan mudahnya percaya. Ia mengangguk memberiku ijin.

Han River

Benar dugaanku. Siwon Oppa ada disini. Ia duduk dipinggir Sungai Han. Tempat favorit kami untuk menghabiskan waktu bersama.

Ia suka sekali memandang air sungai ini. Katanya menenangkan. Ia berharap bisa setenang air ini. Tenang dan jernih. Berharap ia tiap kali menghadapi masalah akan meniru air ini. Berpikir tenang dan jernih.

Kudekati dirinya. Ia menatapku sekilas kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya menatap Sungai Han.

Lama kami hanya diam. aku sendiri bingung untuk memulai pembicaraan apa. Padahal sejujurnya banyak sekali pertanyaan yang menuntut penjelasan darinya. Tapi saking banyaknya justru membuatku bingung untuk memulai darimana.

“Mianhae” Siwon Oppa memecah keheningan.

“Kenapa Oppa tidak menepati janji Oppa 2 tahun yang lalu?” ucapku akhirnya.

Siwon Oppa masih menatap lurus kedepan. “Mianhae. Aku tahu aku salah.”

“Kenapa tak bilang alasan yang sebenarnya Oppa tak datang?” tanyaku lagi.

“Kenyataanya aku tetap tak menepati jannjiku. Jadi kurasa sekarang sudah terlambat untuk mengatakannya.”

“Lalu kenapa Oppa akan kembali ke Seattle lagi?” satu persatu pertanyaan yang memuhi otakku kulontarkan. Meski aku sudah tahu jawabannya tapi aku ingin mendengar langsung jawaban darinya.

“Tak ada alasan lagi untukku disini Shilla-ya.”ucapnya datar. Tak tahukah dia sekarang aku sudah nyaris gila?

Hening lagi. Kami larut dalam pikiran masing-masing.

“Kau membenciku?” pertanyaan bodoh macam apa itu. tak mungkin bagiku untuk membencinya. Meski aku mencoba membencinya kenyataanya itu tak bisa kulakukan.

“Tidak. Aku tak membencimu Oppa”

Siwon Oppa menoleh menatapku, “Syukurlah. Kau mencintai Donghae?”

Aku hanya mengangguk. Aku memang mencintai Donghae Oppa. Tapi aku juga merasa sesak sekarang mengingat pria disampingku ini akan pergi lagi.

“Donghae pria yang baik. Sangat baik. Dia jauh lebih baik seribu kali lipat dariku. Aku bahagia kau menemukan lelaki yang tepat. kuharap kalian bisa bahagia”

Aku memandangnya nanar. Semudah itukah ia ucapkan kata-kata itu. apa ia tak merasa sakit hati sekarang?

Kutatap matanya. Mencari jawaban melalui matanya.

Dan yah kutemukan segurat kepedihan disana. Dapat kulihat juga tatapan penuh cinta yang dulu selalu kulihat.

Ia mengalihkan pandanganya kehamparan sungai lagi. Kami hening lagi hingga akhirnya Donghae Oppa menelponku.

<Donghae pov>

Aku suntuk dirumah sendiri. Shilla sedang menemui temannya. Wonnie juga sedang menyendiri ketempat yang tak kutahu. Kuputuskan untuk jalan-jalan saja.

Kulangkahkan kakiku menuju Sungai Han. Shilla suka sekali ke tempat ini. Aku tak tahu kenapa, ia tak pernah memberitahuku tiap kali aku menanyakannya.

Kutangkap dua sosok manusia yang sangat kukenali. Siwon dan Shilla. Apa yang mereka lakukan disini. Apa mereka sudah akrab sekarang, mengingat sejak kedatangan Siwon mereka berdua tak pernah bertegur sapa. Sudah seperti anjing dan kucing saja.

Kudekati mereka. Tapi sepertinya mereka tak memyadari kalau aku menghampiri mereka. Hendak kukagetkan mereka. Tapi langkahku terhenti ketika mendengar semua yang mereka katakan.

Leherku seperti tercekat. Jadi selama ini Shilla lah gadis yang dicintai Siwon? Bodoh sekali diriku tak menyadarinya sejak awal.

Dua tahun lalu aku bertemu Shilla dalam keadaan tak menyenangkan. Ia begitu terluka saat itu. yang aku tahu saat itu adalah ia dikhianati kekasihnya. Tapi aku tak bertanya lebih jauh bagaimana kekasihnya mengkhianatinya. Aku juga tak pernah bertanya siapa kekasihnya itu.

Yang aku lakukan saat itu hanya menghiburnya. Selalu menemaninya saat ia terluka. Berusaha mengembalikan senyumnya. Hingga akhirnya sekarang kami akan menikah.

Dua orang yang paling berarti di hidupku kini sedang terluka. Aku tahu itu. meski mereka tak mengucapkannya secara langsung tapi aku tahu mereka sama-sama terluka sekarang.

Kuputuskan untuk menjauhi mereka. Tak ingin pada akhirnya mereka mengetahui kalau aku mendengar semuanya. Kurasa itu akan memperburuk keadaan.

Kutekan nomor Shilla.

“Yoboseyo Shilla-ya”

“Oh Oppa. Waeyo Oppa?” ucapnya dari seberang sana. Aku lihat ia terlihat terkejut mendapat telpon dariku. Aku masih mengamati mereka dari jauh.

“Kau dimana Shilla-ya?” tanyaku menyelidik.

“Oh, aku..ada..di ehm apartemen Min-ah Oppa” jawabnya bohong. Aku tahu ia tak mungkin bilang sedang di Sungai Han bersama mantan kekasihnya.

“Oh begitu. Cepatlah pulang. Kita harus menyiapkan makan malam untuk Wonnie. Besok kan dia harus berangkat.”

“Ne, Oppa”

Kumatikan sambungan. Kulihat mereka lagi dari kejauhan. Shilla mulai beranjak. Siwon masih setia di tempatnya. Memandang sungai lepas. Setelah aku pikir-pikir mereka berdua itu mirip. Shilla juga selalu melakukan hal yang sama tiap kali ke Sungai Han.

Dinner Time

Hari ini Shilla memasak hal yang berbeda. Ia memasak seafood. Baru kali ini ia memasak seafood. Dan aku tahu seafood adalah makanan kesukaan Siwon.

Saat kutanya kenapa Shilla memasak ini. Ia hanya bilang kalau tiba-tiba saja ingin masak seafood.

Aku tahu ia bohong. Aku tahu ia memasak ini khusus untuk Siwon.

Siwon kulihat sedikit terperangah saat melihat semua makanan ini di meja makan. Tapi dengan cepat ia kendalikan perasaannya. Anak ini kenapa pintar sekali mengendalikan perasaanya?

Mereka hanya makan dalam diam. meski aku tahu perasaan mereka sedang bergejolak sekarang. Sama sepertiku.

Aku tahu Siwon dan Shilla memaksakan makanan yang lezat ini dalam mulut mereka. Aku tahu mereka tak berselera sekarang. Aku juga merasakan hal yang sama.

Selesai makan Siwon langsung pamit ke kamarnya. Ia bilang ingin membereskan pakaiannya.

Kuhampiri ia di kamarnya. Ia tengah mengamati sebuah cincin. Ia menatapnya dengan raut wajah penuh sedih.

“Kau sudah selesai packing Wonnie?” dia tersentak dengan kehadiranku. Ia letakkan cincin itu ke sebuah kotak.

Kuambil cincin itu. “Cincin yang indah. Ini seperti cincin tunangan Wonnie”

“Itu bukan cincin tunangan Hae. Lebih tepatnya itu cincin perpisahan” ia akhiri kalimatnya dengan tersenyum getir.

“Apa cincin ini sepasang?” Siwon mengangguk. Ya, aku pernah melihat cincin ini. Cincin ini adalah cincin yang sama sepeti milik Shilla. Bedanya hanya Shilla tak menyematkan di jarinya. Ia jadikan cincin ini sebagai bandul kalungnya yang setiap hari ia pakai.

“Ne. kuberikan cincin itu untuknya sebelum aku berangkat ke Seatlle 4 tahun lalu”

“Kau masih mencintainya Wonnie?”

“Tak ada bedanya aku masih mencintainya atau tidak Hae. Yang penting ia bahagia dengan pilihannya. Itu sudah cukup” ucapnya tegar. Tapi aku tahu hatinya tengah tersayat sekarang. Dan tanpa ia katakan secara gamblang pun aku tahu kalau Siwon masih amat mencintai Shilla.

Aku bingung sekarang. Aku amat menyayangi Siwon. Aku ingin ia bahagia. Sangat ingin.

Tapi aku juga begitu mencintai Shilla. Tak ingin sedikitpun berpisah dari Shilla. Lagipula sebentar lagi kami akan menikah. Dan dua hari lagi kami akan bertunangan.

Tapi…

“Hae, kau baik-baik saja?” Tanya Siwon saat aku masih terpaku dengan pikiranku.

“Ah Ne. wonnie kau yakin tidak akan menghadiri pertunanganku? Sahabat macam apa kau ini?”

“Mianhae Hae. Hanya saja..aku….aku..” Siwon terlihat bingung mencari alasan. Aku tahu itu. pasti sulit untuknya melihat orang yang paling ia cintai bertunangan dengan orang lain.

“Ah araseo. Terserah kau saja Wonnie” potongku. Aku juga tak mau melihatnya tersiksa begitu.

“Mianhae Hae. Aku janji akan mengirimu kado. Dan aku janji saat kau menikah nanti aku akan datang.” Ucapnya. Tapi aku tahu ada segurat kesedihan disana.

Apa kau pikir bisa dengan mudah datang ke acara pernikahanku? Kau tidak akan terluka?

“Ne. aku tahu. Ya sudah kau tidurlah. Besuk aku antar kau ke bandara”

“Aniyo. Tak perlu mengantarku” aku mengernyit heran.

“Aku tak ingin melihat bandara banjir karena tangismu Hae. Kau ini kan cengeng sekali” candanya. Tapi meski bercanda aku tahu ia serius. Aku memang tak akan mungkin bisa dengan mudah melihat ia pergi. 4 tahun lalu saja aku menangis karena ia pergi ke Seattle. Aku memang cengeng kalau sudah dihadapkan pada perpisahan.

“Ara. Ya sudah tidurlah”

Kututup pintu kamar Siwon. Aku terdiam sejenak. Siwon masih diam memandangi cincinnya.

Mianhae Wonnie….

Aku beralih ke kamar Shilla. Pintunya tertutup. Mungkin ia sudah tidur. Atau mungkin ia tengah menangis sekarang?

Mianhae Shilla-ya…

<Shilla pov>

Perasaanku bergejolak sekarang. Aku tak ingin Siwon Oppa pergi. Tapi aku juga tak mungkin memintanya untuk tetap tinggal. Apa hak ku untuk menahannya?

Tok tok tok

Pintu kamarku diketuk. Kubuka pintu dengan malas. Dan aku terkejut saat kudapati sosok Siwon Oppa di depan pintuku. Mau apa dia?

Aku masih terdiam menatapnya. Aku bahkan tak menanyakan apa maksudnya mendatangi kamarku.

Hingga akhirnya ia buka suara, “Boleh aku minta sesuatu padamu?”

Aku hanya mengangguk. Entah kenapa aku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

“Cincin itu…apa..kau masih menyimpannya?”

Aku terhenyak. Tentu saja aku masih menyimpannya. Cincin itu adalah pemberiannya sebelum ia pergi. Ia bilang cincin itu adalah pengikat kami berdua. Ia janji akan mengganti cincin ini dengan yang lebih cantik saat ia melamarku nanti.

Tapi, itu adalah salah satu janjinya yang kurasa tak bisa ia tepati lagi.

“Boleh aku memintanya lagi?” aku mengernyit tak mengerti.

“Sebentar lagi bukankah kau akan bertunangan dengan Hae? Kurasa kau tak memerlukannya lagi. Donghae akan memberimu cincin yang lebih indah kurasa”

Aku tersentak. Memang benar Donghae pasti akan memberikan cincin yang lebih indah dari ini.

Kukeluarkan cincin itu yang tergantung di kalungku. Kuberikan itu untuknya. Dia menerimanya dan setelah itu ia menghela nafas.

“Boleh aku minta satu hal lagi?” aku kembali mengangguk. “Boleh aku memelukmu? Untuk terakhir kali” dan lagi-lagi aku mengangguk.

GREP

Ia menarikku dalam dekapannya. Aku tak membalas ataupun menolak pelukannya.

Sudah lama aku tak merasakan dekapanya. Masih sama seperti pelukannya 4 tahun lalu. Begitu nyaman. Didekapnya seperti ini membuatku tak ingin melepaskannya.

TESS

Air mataku jatuh. Kerinduanku padanya tertumpuk jadi satu. Setelah seharian aku menahan diri untuk tak menangis kini pertahananku rubuh. Hanya karena sebuah dekapan dari seorang Choi Siwon.

Ia lepas pelukannya. Dan kulihat sebulir air mata juga jatuh dari kelopak matanya yang indah.

Air mataku semakin deras mengalir. Ia mengusap air mataku. Tapi tetap saja tak mau berhenti.

“Uljima! jangan biarkan Hae melihatmu menangis seperti ini.”

Kali ini aku benar-benar menghentikan tangisku.

“Aku akan berangkat besok pagi sekali. Selamat tinggal Shilla-ya. Gomawo untuk cinta yang pernah kau berikan untukku. Mianhae membuatmu menunggu terlalu lama. Mianhae karena tak menepati janjiku. Semoga kau bahagia bersama Donghae. Aku yakin Hae pasti bisa membahagiakanmu.”

Ia tersenyum. Kemudian berbalik menuju kamarnya. Tapi aku masih bisa mendengar ia bergumam.

“Saranghae” meski ia ucapkan kata itu dalam suara yang nyaris tak terdengar tapi aku masih bisa mendengarnya.

Andai aku masih bisa membalasnya. Andai aku masih bisa dengan bebas mengatakan ‘saranghae’ padanya. Tapi kurasa sekarang semua itu tak mungkin.

Kututup pintu kamarku. Pertahananku langsung runtuh seketika. Aku menangis sejadinya. Kurasa kini aku benar-benar kehilangannya.

………

Kuamati jam di sebelahku ketika kudengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Pukul 5 pagi. Kukucek mataku. Beusaha mengumpulkan nyawaku.

Kubukakan pintu. Tapi tak seorangpun kulihat.

Kuedarkan pandanganku. Tapi tak kutemukan siapapun. Apa aku hanya mimpi ada orang mengetuk pintu?

Hendak aku menutup pintu ketika kutemukan sesuatu di bawah pintu.

Surat????

to be continued

 
17 Comments

Posted by on February 13, 2011 in fanfiction

 

Tags: , ,

17 responses to “Broken Promises Chap 2

  1. Pumpkinyui

    February 13, 2011 at 8:22 am

    kyaa… yaa.. hae bkal lepasin shilla gk yah?! siwon ama shilla bersatu gk?! waa.. penasaran!>< lanjutannya jangan lama onn!!hehe nice ff.

     
  2. Pumpkinyui

    February 13, 2011 at 8:24 am

    kyaa… yaa.. hae bkal lepasin shilla gk yah?! siwon ama shilla bersatu gk?! waa.. penasaran!>< lanjutannya jangan lama onn!!hehe nice ff..

     
    • shilla_park

      February 13, 2011 at 10:42 am

      weleh.. semangat amat ampe komen 2 kali…hahahha
      tunggu aja chap 3 ntar..
      lepasin ga ya???
      hahaha..
      gomawo…🙂

       
  3. Choi_Sawon (elisa)

    February 14, 2011 at 3:18 pm

    Makin sedih aj kisah ff ini. Aku pengennya Siwon balik sama shilla, meskipun dia mau tunangan sama hae, tp aku lebih setuju sama siwon.
    Next part asap!

     
    • shilla_park

      February 15, 2011 at 1:20 am

      saya juga pinginya happily ever after ma siwon.. hehhe
      tunggu aja ya..
      gomawo… *hug elisa*

       
  4. chicken861015

    February 17, 2011 at 1:52 pm

    bener deh nii crta..
    D satu sisi hae dah bntu nymbhin luka lama na shilla, tp d sisi laen sii wonnie gga slah krna dy smpet lupa ingatan!!!
    Uggghhh bngung….

     
    • shilla_park

      February 17, 2011 at 1:57 pm

      bingung???
      baca part endingnya aja..
      udah ada tuh..
      haha… gomawo..🙂

       
  5. princessradita

    March 26, 2011 at 11:40 pm

    Hwaaa~ jangan bilang Hae trlalu baik shg melepaskan Shilla?
    *cepet2 buka part ending*

     
  6. minkijaeteuk

    April 1, 2011 at 1:15 am

    lngsung meluncur ke part berikut. . .
    Seru cerita y, hae knp selalu jd orang baik. . .

     
    • shilla_park

      April 1, 2011 at 1:26 am

      haha.. karena he emang baik…🙂

       
  7. ryeosa

    March 20, 2012 at 10:58 pm

    Ni malem mau bobok, qw malah asik bc ff yg angst semua! O.o
    Mata bengkak dah besok….

     
  8. inggarkichulsung

    August 5, 2013 at 2:26 pm

    So sad dilematis sekali terutama bagi Shilla, aigoo donghae oppa ternyata tahu lbh cepat mengenai masa lalu percintaan Siwon oppa sahabat terbaiknya dgn Shilla calon istrinya..

     
    • shilla_park

      August 6, 2013 at 12:30 pm

      Dilematis tp trjadi nyatanya kan haha

       
  9. Siregar Sri Fauziah

    December 11, 2013 at 7:16 pm

    Jadi Wonppa kena kecelakaan n amnesia… ya ampun Oppa..
    Sma2 skit ya Shilla n Wonppa..
    Shilla galau, dia msh cinta jg ma Wonppa.. tpi gmn sm Haeppa..😦
    Surat?? Surat perpishn dr Wonppa kah??

     
    • shilla_park

      December 16, 2013 at 5:15 pm

      haha galau membawa duka…lol

       
  10. krilsalmine

    March 26, 2015 at 12:36 pm

    ahhh dongahe ngalah dong. hahhaaa

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: