RSS

Broken Promises Donghae’s Story Part 1

20 Feb

“Ah, iya aku belum tahu namamu. Bodohnya. Siapa namamu?”

“Kau benar ingin tahu siapa namaku?”

Donghae mengernyit, “ Tentu saja. Siapa namamu?” Tanya Donghae lagi.

Gadis itu tersenyum penuh misteri, “Je iremeun Lee..EunHye imnida” gadis itu memberi penekanan pada namanya”

“Ah senang bertemu denganmu Lee Eunhye-ssi” Donghae tersenyum pada gadis itu. tapi kemudian senyumnya memudar digantikan dengan keterkejutan.

“MWO? LEE EUNHYE??” gadis itu hanya tersenyum penuh arti.

“NEO… NEO..???” Donghae masih tak percaya. Sedangkan gadis yang bernama Eunhye itu sekali lagi memberikan senyuman pada Donghae.

“Ne. Lee Eunhye imnida. Senang ternyata kau masih mengingatku Hae-ya”

“NEO???”

“Ne. aku Lee Eunhye. Waeyo? Kau ingat sesuatu?”

Flashback 10 tahun yg lalu

“Hae, jangan pergi!” ucap seorang gadis berumur 13 tahun kepada sahabatnya. Lee Donghae.

Mereka sudah bersahabat sejak SD. Donghae adalah anak yang mudah bergaul dengan siapapun. Ia tak pernah memandang fisik saat berteman dengan orang. Dia tulus dalam berteman.

Itulah yang dapat membuat mereka dekat. Berbeda dengan Donghae yang mempunyai perawakan yang tampan. Eunhye hanya seorang gadis yang tidak begitu baik perawakannya. Ia gendut dan memakai kacamata tebal. Di sekolah bahkan temannya hanya Donghae. Hanya Donghae yang mau berteman dengannya.

“Hae, tetaplah di Mokpo. Kalau kau ke Seoul aku sama siapa?”

“Kau kan masih punya teman yang lain”

Eunhye hanya menunduk. Kenyataanya hanya Donghae yang tulus berteman dengannya. Teman yang lain hanya mau berteman dengan Eunhye kalau ingin menyontek saja. Eunhye memang termasuk anak yang pintar.

“Hey, jangan bersedih.” Donghae mengangkat kepala Eunhye. Dan benar saja, Eunhye sudah menitikkan air matanya.

“Uljima! kau tak ingin membuatku ikut menangis kan?”

Eunhye menghapus air matanya. Memang benar, Donghae tipikal anak yang mudah menangis.

“Aku janji Hye-ya, tiap liburan sekolah aku akan menjengukmu.”

“Yakseok?”

“Ne yakseoke!”

Eunhye membalas ucapan Hae dengan senyumannya. Menurut Donghae senyuman Eunhye adalah senyuman termanis yang ia tahu. Meskipun Eunhye memakai kacamata tebal, tapi Hae juga merasa kalau Eunhye memiliki mata yang indah.

“Kalau begitu aku pergi Eunhye. Jaga dirimu!”

Eunhye menahan tangan Donghae. Ia masih belum rela melepas kepergian Donghae.

“Hey, jangan begini. Aku kan sudah janji akan sering menjengukmu.”

“Kau janji kan Hae? Tidak bohong kan?”

Donghae mengagguk pasti.

“Kalau begitu pergilah. Tapi kau harus ingat Hae, kau harus menjengukku. Kau harus terus mengingatku. Aku sahabatmu kan?”

“Ne. tentu saja. Kau sahabat terbaikku.”

“Aku pasti akan sangat merindukanmu Hae”

“Aku juga Hye. Sampai jumpa. Jangan menangis!” Donghae memeluk Eunhye lama kemudian pergi.

Akhirnya Eunhye melepas kepergian Donghae. Meskipun ia sangat tidak rela, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Donghae hanya mengikuti orang tuanya yang dipindah tugaskan ke Seoul.

“Cih, drama murahan. Apa kau tidak sadar Eunhye? Kau ini terlalu berharap banyak” ejek salah satu teman Eunhye. Eunhye hanya menatapnya tak mengerti.

“Kau pikir Donghae akan terus mengingatmu? Jangan bodoh! Di Seoul banyak ribuan teman yang bisa ia dapat. Dan kau? Aku jamin kau pasti akan dilupakannya.”

“Itu tidak mungkin. Hae janji akan menjengukku. Hae sudah berjanji”

“Kau pikir dia akan menepati janjinya? Jangan mimpi. Aku berani jamin, dia tak akan menepati janjinya. Lagipula, siapa juga yang mau terus bersahabat dengan orang jelek seperti dirimu? hhaha”

Eunhye hanya bisa diam diejek seperti itu. ia kembali teringat Donghae. Biasanya Donghae yang akan selalu membelanya kalau ia dijahili temanya. Tapi sekarang siapa?

Flashback End

Donghae masih menatap yeoja dihadapannya dengan tak percaya. Eunhye, Lee Eunhye sahabat kecilnya duduk di hadapannya.

Ia begitu berbeda.

Eunhye yang dulu gendut, rambutnya keriting berkacamata tebal.

Tapi kini? Eunhye berubah jadi gadis yang menawan. Benar-benar cantik.

“Kenapa kau menatapku begitu? Kau heran?”

“Eh?..a aniyo..” Donghae gelagapan. Eunhye hanya tersenyum puas.

“Kau bilang kau ingin menghilang sementara dari mantan tunanganmu itu kan?”

“E? Ne..”

“Kalau begitu kurasa aku bisa membantumu.”

“Eh?”

“Hae, tak bisakah kau katakan kalimat lain. jangan ‘Eh’ melulu yang kau katakan!”

Donghae melongo. Eunhye sudah banyak berubah.

“Jadi bagaimana?”

“Bagaimana? Apanya?”

“Aish, 10 tahun tak bertemu denganmu kenapa kau jadi bodoh begini Hae. Aku bilang aku bisa membantumu menghilang sementara. Jadi bagaimana?”

“Oh.. itu… terserah saja.”

Lee Eunhye pov

Ternyata aku bisa bertemu dengan Donghae secara tak sengaja. Dan benar saja ia tak mengenaliku saat kami bertemu.

Tapi aku? Hanya dengan melihat matanya dan senyumnya aku bisa langsung tahu dia Donghae. Jujur selama 10 tahun ini aku begitu merindukannya.

Aku menunggunya.

Tapi dia tak pernah datang. Dia janji akan menjengukku saat liburan sekolah. Tapi kenyataanya ia tak pernah datang. Dia mengingkari janjinya.

Aku memikirkan perkataan teman sekelasku. “Kau pikir dia akan menepati janjinya? Jangan mimpi. Aku berani jamin, dia tak akan menepati janjinya. Lagipula, siapa juga yang mau terus bersahabat dengan orang jelek seperti dirimu? hhaha”

Aku berpikir mungkin Donghae tak menepati janjinya karena ia telah menemukan sahabat yang jauh lebih bak dariku. Apa karena aku jelek? Ya, kurasa begitu.

Karena itulah aku merubah diriku. Aku berusaha sekuat tenaga untuk diet. Dan aku berhasil. Aku bahkan tak lagi menggunakan kacamata tebal. Dan yah, aku sudah jauh berbeda.

Tak ada lagi Lee Eunhye yang buruk rupa. Yang ada hanya Lee Eunhye yang menawan.

Kupandangi Donghae yang tertidur pulas. Kami sedang dalam perjalanan ke suatu tempat. Aku yang menyetir, kubiarkan dia tidur karena kulihat ia begitu lelah. Ternyata lelah hati membuat fisik juga ikut lelah.

Kurasa ia begitu mencintai gadis itu.

Donghae mereganggangkan ototnya. Dia perlahan terbangun. Dia amati jalan melalui kaca mobil.

“MOKPO??”

Aku hanya tersenyum singkat. Ya, aku sengaja membawanya kesini. Aku hanya ingin ‘sedikit’ mengingatkannya tentang masa lalunya. Masa lalu yang ia tinggalkan begitu saja.

“Eunhye-ya kenapa kau membawaku kesini?” tak kugubris perkataanya. Aku hanya konsentrasi pada mengendarai mobil ini.

“Kita sudah sampai!” ucapku saat kami telah sampai di depan rumah. Rumah lamaku. Rumah yang sudah 2 taun ini kutinggalkan.

Aku melenggang masuk ke dalam rumah. Donghae mengikutiku di belakang.

“Mianhae kalau berdebu. Sudah 2 tahun aku tak pernah kembali lagi kesini” Donghae hanya diam sambil mengamati rumah. “Aku siapkan kamar untuk kau istirahat. Kau mandilah dulu.”

Donghae pov

MOKPO. Tempat yang sudah 10 tahun kutinggalkan. Hawa disini begitu damai. Tapi tidak sekarang.

Aku merasa aura yang berbeda saat memasuki rumah Eunhye. Rumah ini begitu berdebu. Dan apa dia bilang? Sudah 2 tahun ia tidak kemari? Artinya sudah 2 tahun ia meninggalkan Mokpo?

Aku merasa Eunhye benar-benar berubah. Dia menjadi lebih tertutup. Penuh rahasia.

Dia tak seperti Eunhye 10 tahun yang lalu. Eunhye yang kukenal begitu lembut dan pendiam. Tak banyak bicara. Susah bergaul dengan teman. Kurasa karena ia minder dengan penampilannya.

Tapi sekarang? Eunhye yang sekarang begitu percaya diri. agresif dan penuh misteri.

“Hae, kau ingin menemaniku jalan-jalan?” pintanya saat kami selesai makan malam.

“Eh? Kau mau jalan kemana? Ini sudah malam Hye-ya”

“Ini baru jam 7 Hae. Tidak jauh kok. Aku sangat merindukan tempat itu.” ucapnya menerawang. Aku hanya bisa menyetujui ajakannya.

***

Pantai. Benar saja. Tempat ini adalah tempat favorit Eunhye. Dulu kami sering main kesini. Sekedar bermain pasir atau layangan.

Ah, aku merindukan masa kecilku. Masa yang indah. Masa-masa dimana tak ada sedikitpun beban pikiran yang mengganggu.

Eunhye menatap lurus kedepan. Menatap air pantai yang sudah tak terlihat mata karena hari yang gelap.

“Kau ingat tempat ini?” aku hanya mengangguk. “Pantai yang indah. Pantai yang menjadi sahabatku. Sahabat terbaikku.” Ucapnya nanar.

Entah kenapa aku menangkap sedikit sindiran di dalam kalimatnya.

“Kita dulu sering main kesini. Kau ingat?” lanjutnya. “Kita bahkan sering lupa waktu. Alhasil, Eomamu pasti akan marah-marah saat kau pulang terlambat. dan dengan wajah inosenmu kau akan bilang maaf. Dan dengan mudah Eomamu akan memaafkanmu”

Eunhye diam. kemudian melanjutkan ucapannya, ” Apa kau juga ingat? Disini pertama kali kita bertemu. Kau menemukanku yang sedang menangis. sungguh memalukan. Lalu tak seperti anak-anak lain yang akan mengejekku, kau justru menghiburku. Mengajakku bermain. Menjadi temanku. Dan menjadi sahabatku.”

Aku putar memoriku pada kejadian bertahun-tahun yang lalu. Hari dimana aku bertemu Eunhye. Hari dimana aku menemukan sahabat yang tulus. Hingga akhirnya suatu perpisahan memisahkan kami.

“Tck, kurasa kau tak ingat. Begitukah Hae?” tanyanya. Dan sontak membuatku terkejut. Tentu saja aku ingat. Aku bukan tipe orang yang dengan mudah melupakan sahabatnya.

Tapi entah kenapa aku tak membantah ucapannya. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Menandakan aku tak setuju dengan ucapannya.

“Sudah kuduga. Mana mungkin kau ingat. Mana mungkin kau ingat kalau kau pernah punya sahabat seorang itik buruk rupa.”

Aku terhenyak. Bagaimana mungkin ia bisa berkata begitu?

“Hye-ya. Bukan begitu.” Sanggahku.

“Apa Hae? Kau ingin bilang kalau yang kuucapkan ini salah?” aku hanya mengangguk.

“Jadi kau masih ingat punya sahabat sepertiku? Kau masih menganggapku sahabat?” tanyanya lagi. Kenapa seolah aku sedang diinterograsi.

“Tentu saja Hye-ya”

“Jangan bercanda Hae! Mana mungkin. Kalau kau memang sahabat kurasa sudah sepantasnya kau selalu berada disisiku”

“Hye-ya kau tahu kan perpisahan waktu itu bukan mauku. Appa dipindah tugaskan”

Eunhye menatapku tajam. Selama aku mengenalnya tak pernah aku ditatap setajam ini olehnya.

“Jadi kau mengkambing hitamkan kepindahanmu? Kau bahkan lupa menepati janjimu Hae.”

“Mianhae untuk itu Hye, tapi…”

“Setidaknya bisakah kau memberiku kabar? Tak tahukah kau kalau aku merindukanmu. Mencemaskanmu. Tak tahukah kalau aku kesepian disini Hae? Tak tahukah kau kalau aku hanpir gila menunggumu.”

Eunhye menarik napas, “Kau masih bisa bilang kalau kau sahabatku? Sahabat macam apa yang meninggalkan sahabatnya sendirian. Sahabat macam apa yang membuat sahabatnya tersiksa. Pernahkah kau berusaha mencari kabar tentangku? Pernahkah? Dan bahkan saat terburuk dalam hidupku apakah kau tahu? Kau tak ada Hae disaat terburuk dalam hidupku. Itukah sahabat? Huh?”

Baru kali ini aku melihat Eunhye semarah ini. Dia bukan tipe yang pemarah. Bahkan aku tak pernah melihatnya marah sekalipun. DULU

Eunhye berlari meninggalkanku yang tercenung. Aku hanya bisa terdiam. Tak sedikitpun mengejarnya. Bahkan untuk menjelaskan padanya.

Kenyataanya apa yang ia katakan adalah benar. Aku tak pantas dibilang sahabat.

Saat terburuknya? Apa itu? aku bahkan tak tahu.

Aku menyakitinya.

Mianhae Eunhye-ya. Mianhae

To be continued…

Seperti janji saya…*halah*

Ni saya posting yang versi Hae…

entahlah apa pendapat kalian.. semoga suka..🙂

Hhehe..

 
20 Comments

Posted by on February 20, 2011 in fanfiction

 

Tags: ,

20 responses to “Broken Promises Donghae’s Story Part 1

  1. chicken861015

    February 20, 2011 at 5:00 am

    haeppa!!!! Kamuu jahaaaaaaatttt!!!!
    Trnyata b’gtu toh crtana..
    S’suju , mna ad shabat yg ngelupain janjinya sma shbatnya sndri..
    Huuhh…
    Pnassaraaaan…lanjuttt…ya eonni..

     
    • shilla_park

      February 20, 2011 at 5:18 am

      kekeke…
      donghae ga jahat kok..haha
      oke2..
      gomawo…🙂

       
  2. hyukjaEunhyuk

    February 20, 2011 at 6:06 am

    aigoooooo…seru…
    Lucu ‘eh? Eh? Eh?’ Wakakaka itu kata andalannya haepa toh?! *plak

    tp pendek -,-
    lanjutannya panjangin dong thor *maksa* -sapelo-
    wkwkwkwk…
    Lanjutannya ditunggu yo, scpatnya *maksa lg*
    wkwkwkwkwk…

     
    • shilla_park

      February 20, 2011 at 8:08 am

      pendek???
      aigo padahal menurut saya itu udah panjang…
      oke2 ntar lanjutannya dipanjangin.. *tapi ga janji*
      hehehe

       
  3. lusiani haheho

    February 20, 2011 at 7:15 am

    aku suka eonn, gila kata kata eunhye nusuk banget, ckck

    donghae oppa bersabarlah, hahaha

     
    • shilla_park

      February 20, 2011 at 8:09 am

      sate kali ditusuk..hehe
      sabar ya hae..hehehe

       
  4. Pumpkinyui

    February 20, 2011 at 7:49 am

    akhirny, part hae muncul jg! gk sabar baca part selanjutny,
    ditunggu ya author^^!

     
    • shilla_park

      February 20, 2011 at 8:10 am

      hehe…
      harap bersabar soalnya saya sedang menggarap 2 ff skaligus (?)
      gyahahha…..
      gomawo..🙂

       
  5. superteuki

    February 21, 2011 at 12:00 am

    Knp hae ngak prnh cri si eunhye lg??
    Penasaran abiz..
    Saat terpuruk nya pasti org tuanya meninggal..
    Tul gak?? *sok tau.. Hueheheh
    Lanjutan nya cpt ya.. Ngak bole lama2.. *maksa..

     
    • shilla_park

      February 21, 2011 at 9:29 am

      gyahahaha…
      betul ga ya??
      liat saja nanti.. hehe…
      gomawo..

       
  6. Choi_Sawon (elisa)

    February 21, 2011 at 1:24 am

    Aku mau Donghae sama Eunhye aja. Ya onn?
    Afstor nya cman ada part Donghae aja ya onn? Part siwon nya gk ada?

     
    • shilla_park

      February 21, 2011 at 9:32 am

      ini sebenarnya bukan afstor..
      ini cuma cerita dari sisi donge
      ntar jg ada kok yg afstornya..
      tenang shi-si pasti nongol lagi..
      hhe

       
  7. vanny

    February 21, 2011 at 4:16 am

    apa2in ini?? *triak dgn mata melotot* pendek amat, si amat aja ga pendek hahahahaha

    getok shilla, lagi serius2 baca dah TBC aja, maksudnya pa? mau bikin daku penasaran ya??? hehehehe

    ckckckckck,
    hae koq kamu bisa lupa ama temen seh?
    apa alasan hae ga kasi kabar slama 10?

    ditunggu jawabannya di part selanjutnya kekekekeke

     
    • shilla_park

      February 21, 2011 at 9:35 am

      kok pada bilang pendek ya??
      padahal prasaan udah panjang… *diplototin*
      sengaja biar penasaran eon emang..
      hehehe…

       
  8. neneng

    February 21, 2011 at 5:14 am

    lanjuttt…

     
  9. eunve

    February 21, 2011 at 12:41 pm

    Knpa smua ffmu slalu nyantol kekisah hdpq T.T
    Sahabat? Huh, aku g prcya yg nmax shbat,
    Tmnq bxk tp shabat, stupun tak ada! T.T

     
    • shilla_park

      February 21, 2011 at 12:46 pm

      hah? yg bener?
      sepertinya saya memang punya bakat cenayang ni…hehe
      you’ll find your bestfriend soon…🙂

       
  10. princessradita

    March 27, 2011 at 12:32 am

    Ternyata~ Hae melanggar janjinya juga
    -___-“

     
  11. ryeosa

    March 20, 2012 at 11:19 pm

    Qw jadi kangen sobt qw! Huhuhu! Law ni di pantai, nah qw di ledeng *plak…..

    Si hae pasti ada alasan kemana dy selama ini kan?

    Go part selanjtnya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: