RSS

Broken Promises Donghae’s Story Part 2

22 Feb

Eunhye mendiamkanku. Dan dengan bodohnya aku sama sekali tak berani membuka pembicaraan dengannya. Membuat suasana diantara kami semakin aneh.

Eunhye mengambil ponsel di sebelahnya. Menjawab telpon di sebrang sana.

Wajahnya begitu sumrimah. Dan sedikit…centil?

Aku tidak suka melihatnya. Eunhye yang aku kenal tak seperti ini.

Setengah jam kemudian orang yang tadi menelpon Eunhye datang. Seorang pria. Dan aku tahu dia adalah Hankyung. Teman kami dulu.

Tapi yang aku tahu Hankyung itu bukan pria baik. Dia bisa dikatakan playboy. Bayangkan saja diusianya yang masih 13 tahun entah sudah berapa kali ia pacaran. Apalagi sekarang?

Lalu kenapa ia bisa dekat dengan Eunhye? Setahuku dulu Eunhye membencinya karena Hankyung sering menjahilinya.

Tapi sekarang? Cih, bahkan mereka tertawa dengan riangnya. Apa mungkin Hankyung mendekati Eunhye karena sekarang Eunhye sudah berubah? Cih, lelaki hidung belang.

****

Hari sudah malam tapi Eunhye belum pulang. Aku cemas. Sebenarnya Hankyung membawanya kemana si?

Tapi tak lama kemudian Eunhye sudah pulang. Kulihat wajahnya mengguratkan kelelahan.

“Kau, darimana saja?” ucapku. Kalimat pertama yang kuucapkan padanya hari ini. Spanjang hari ini memang kami belum berkomunikasi sama sekali.

“Bukan urusanmu!”

Aku menahan tangannya, “Eunhye-ya! Jangan begini.”

“Lepas Hae!”

“Kenapa kau berteman begitu akrab dengan Hankyung?”

“Memangnya kenapa? Ada yang salah Hae? Aku berteman dengan siapapun itu urusanku!”

Aku terdiam. Apa yang salah sebenarnya? Dan apa hakku melarangnya berteman?

“Tapi Hankyung bukan orang yang baik Hye”

“Bukan orang baik? Dia bahkan lebih baik darimu. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Dia tidak meninggalkanku!”

Genggaman tanganku mengendor. Eunhye segera pergi ke kamarnya.

Aku terus memikirkannya. Memikirkan ucapannya.

Bukan orang baik? Dia bahkan lebih baik darimu. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Dia tidak meninggalkanku.

Kalimat itu terus terngiang di telingaku. Aku yang salah memang. Tapi apa Hankyung berteman dengannya tulus?

****

Keesokan harinya Hankyung datang lagi. Dengan senyum sumringahnya ia menyapaku.

Sebenarnya ada urusan apa ia terus kemari?

Eunhye sedang mandi jadi terpaksa aku menemani Hankyung terlebih dulu. Padahal sejujurnya aku sungguh malas. Entahlah, aku hanya merasa tak suka dengan kehadirannya.

“Lama tak bertemu Donghae-ya” sapanya masih menampakkan senyumnya. Senyum yang aku sendiri tak tahu tulus atau tidak.

“Jangan sok manis didepanku Han!”

“Wow! Kenapa kau jadi kasar begitu Hae?” ucapnya masih dengan intonasi lembut.

“Bukan urusanmu!” jawabku singkat. “Han, jangan permainkan Eunhye!”

“Eh?” hankyung menoleh ke arahku. Seulas senyum tipis terulas dari bibirnya, “Aku tak pernah mempermainkannya Hae. Aku hanya berteman dengannya apa salahnya?”

“Salah karena itu dirimu.”

“Maksudmu? Ah, kau merasa aku masih Hankyung yang dulu? A bad boy Hankyung?”

Aku menganggukkan kepalaku. Kenyataanya ia memang begitu.

“Kau salah Hae. Aku bukan Hankyung yang dulu”

Aku masih tak sepenuhnya mempercayainya. Tak semudah itu.

“Kau tak percaya? Dengar Hae, mungkin kau tak pernah tahu. Tapi semua orang bisa berubah. Waktu dapat mengubah segalanya. Dari bad boy jadi good boy. Ataupun sebaliknya. Dan aku bersyukur karena aku juga telah berubah.”

Aku hanya diam. mencerna kata-katanya. Semakin kucermati maka semakin kupaham artinya.

“Aku tidak seperti yang kau pikirkan Hae. Aku juga tak mungkin menyakiti Eunhye. Tak seperti dirimu” ucapnya lirih. Tapi aku bisa mendengar jelas. Terlebih ucapan terakhirnya.

“Mwo?”

“Akuilah kalau kau telah menyakitinya Hae. Entah itu kau sengaja atau tidak. Jelaskanlah pada Eunhye, buat dia mengerti.”

Aku tak merespon ucapan Hankyung. Membuatnya melanjutkan ucapannya.

“Mungkin kau merasa kalau kau adalah sahabatnya. Tapi Eunhye meragukannya. Harusnya kau ada saat Eunhye tengah sendiri dan terpuruk. Ia melewati masa-masa sulit hidupnya sendirian Hae. Tanpamu”

“Han. Maaf membuatmu menungggu. Kkaja kita pergi” ucap Eunhye menginterupsi. Ia kemudian menggandeng lengan Hankyung. Tanpa sedikitpun melihatku. Cih!

Tapi perkataan Hankyung berhasil membolak-balik pikiran dan hatiku. Dia benar.

Aku telah menyakiti Eunhye. Membuatnya sendiri tanpa sahabat. Membuatnya menunggu tanpa kepastian.

Tapi..

Haruskah kujelaskan padanya?

Tapi itu akan membuka luka lamaku.

***

Eunhye tidak pulang semalam. Kenapa sepertinya ia hoby sekali membuatku cemas? Kemarin ia pulang malam, sekarang pulang pagi?

Dia hanya melenggang tanpa mengindahkanku. Tak tahukah ia kalau aku sudah menunggunya semalaman?

“Hye-ya!” panggilku. Ia menghentikan langkahnya. “Tak bisakah kau memberitahuku kenapa kau tidak pulang semalam?”

“Wae?” ucapnya tanpa melihat ke arahku.

“Aku.. mencemaskanmu” Eunhye menatapku.

“Apa aku tidak salah dengar Hae?”

“Ani. Jadi kumohon, jangan perlakukan aku begini! Ijinkan aku tetap menjadi sahabatmu”

“Kau tidak pantas disebut sahabat Hae.”

“Aku tahu. Tapi setidaknya ijinkan aku untuk mencobanya. Beritahu aku semua kisahmu. Bagi semua kepedihanmu padaku. Ceritakan semua keluh kesahmu. Ceritakan semua hal yang telah kau alami, hal terburuk sekalipun”

Eunhye diam. kemudian ia menarik tanganku. Membawaku entah kemana. Dalam diam.

***

Eunhye membawaku ke tempat sepi. Tempat peristirahatan terakhir.

“Kau benar ingin tahu masa terberatku kan? Kalau begitu lihatlah!” ucap Eunhye sambil menunjuk 2 buah nisan didepanku.

Mataku membulat lebar. Di nisan itu tertulis nama orang tua Eunhye.

“Ahjusi.. ahjumma.. mereka..”

“Ne. mereka tiada” Eunhye tertunduk.

“Kau tahu kenapa? Mereka meninggal karena kecelakaan Hae. Dan parahnya dua-duanya meninggalkanku sekaligus. Kau tahu kapan itu terjadi? 1 tahun setelah kau pergi”

Eunhye terdiam. Dia alihkan pandangannya terhadapku.

“Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu? kau tahu betapa berharganya mereka untukku? Aku terpuruk. Saat itu aku berpikir, kenapa semua orang yang kusayangi meninggalkanku. Dimulai dari dirimu lalu Appa dan Eoma.”

Eunhye berkaca-kaca.

“Kau tahu siapa yang paling kuharapkan saat itu untuk menghiburku? Kau, Hae. Aku mengharapkanmu hadir dan menghiburku. Mengatakan padaku kalau semuanya akan baik-baik saja. Mengatakan kalau kau akan terus bersamaku. Tak akan meninggalkanku. Tapi apa kenyataanya? Kau tak hadir Hae.”

Eunhye menghela napasnya. Aku hanya mematung. Leherku terasa tercekat. Tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.

“Kau tahu bagaimana rasanya? Hancur Hae. Aku tak pernah merasakan sakit yang teramat sangat. Tapi hari itu aku nyaris tak bisa bertahan. Aku tak punya siapa-siapa. Aku mengharapkanmu hadir Hae. Mengharapkanmu, layaknya sahabat yang selalu mendampingiku. Menguatkanku. Tapi kemana dirimu Hae?”

Eunhye terisak. Aku tak sanggup melihat air matanya. Kutarik ia dalam pelukanku.

Eunhye tak membalas atau melepas pelukanku. Dia hanya semakin terisak.

Hatiku terkoyak. Aku menyakitinya begitu dalam.

“Kau tidak ada disaat aku begitu membutuhkanmu Hae. dan kau tahu? Justru Hankyung waktu itu dengan tiba-tiba menjadi temanku. Mendampingiku. Meskipun aku lebih mengharapkanmu tapi kemana dirimu Hae?”

“Mianhae Eunhye-ya. Mianhae. jeongmal mianhae.”

Eunhye melepas pelukannya. “Kau sudah tahu kan kisah terburukku. Kau puas sekarang Hae?”

Eunhye menghapus air matanya. Meninggalkanku yang hanya bisa menatap kepergiannya.

Kenapa aku hanya bisa menyakiti saja? Kenapa aku begitu bodoh?

Aku tahu rasanya kehilangan orang yang kita sayang. Begitu menyakitkan. Menyesakkan. Seolah kita kehilangan semangat kita.

****

Eunhye hanya mengurung diri di kamarnya. Aku membuka luka lamanya. Membuatnya harus mengingat kepedihan tentang orang tuanya.

Aku sangat merasa bersalah.

Ucapannya di makam membuatku nyaris gila. Setiap kata yang ia ucapkan, setiap keluhan dan amarah yang ia tujukan padaku memenuhi otakku.

Perasaan bersalah meringsut begitu saja. Penyesalan. Merasa diriku adalah manusia paling menyebalkan. Manusia paling tak berperasaan.

Aku harusnya menjaganya. Melindunginya, menghiburnya, menguatkannya.

Tapi aku seperti pengecut menghilang begitu saja dari hidupnya. Kenapa harus begini?

Otakku berpikir keras. Hatiku tersayat. Dan ragaku seperti tak bernyawa.

Perasaan ini. Aku tak suka. Tak nyaman dengan perasaan bersalah ini.

Apa yang harus kulakukan?

***

Lee Eunhye pov

Kupatut diriku dicermin. Mataku sembab. Membuatku berantakan.

Semalaman kuhabiskan dengan menangis. aku juga tak tahu kenapa, tapi hatiku rasanya sakit sekali.

Kukurung diriku dikamar. Tak ingin sedikitpun melihat Donghae. Karena saat melihatnya, aku akan semakin terluka.

Entahlah, tapi kehadirannya bagaikan pisau yang mempunyai dua sisi. Di satu sisi aku begitu bahagia tapi saat yang bersamaan aku terluka.

Kubuka pintu kamarku. Rasanya seharian berdiam diri di kamar sungguh tak nyaman. Dan perutku terasa lapar.

Aku segera ke dapur. Membuatkan sarapan.

Tapi ada yang aneh. Donghae belum bangun. Biasanya ia bangun pagi. Tapi sekarang bahkan sudah pukul 10 siang.

Apa dia pergi?

Kucoba untuk mengecek kamarnya. Kuketuk tapi tak ada balasan. Kutarik gagang pintunya dan Tak terkunci?

Dengan enggan kumasuki kamarnya. Kulihat Donghae tengah tertidur di ranjangnya.

Aneh. Kenapa ia belum bangun?

Kuamati wajahnya. Begitu polos.

Lama kuamati wajah tidurnya hingga kusadari ada sesuatu yang aneh. Napasnya tak beraturan. Dan wajahnya pucat.

Kudekati dia. Dan ternyata badannya sangat panas.

Aku panic. Kugoyangkan tubuhnya dan kupanggil namanya tapi ia tak menyahut. Apa dia pingsan?

Ah, eotokkae?

Aku segera pergi ke dapur. Mengampil air panas dan handuk untuk mengompresnya.

Badan Donghae menggigil. Kucek dengan thermometer ternyata suhu tubuhnya sangat tinggi. OMO, aku harus menelpon dokter.

Tak lama kemudian dokter datang. “Dia tidak apa-apa. Hanya demam. Saya sudah memberinya antipiretik untuk menurunkan demamnya. Oya, agashi tolong pastikan dia tidak terlalu stress. Sepertinya banyak yang ia pikirkan.”

Aku terhenyak. Apa aku terlalu membebani pikirannya?

Ia baru saja patah hati. Seharunya aku menghiburnya. Tapi sepertinya aku malah menambah beban pikirannya.

Saat aku sedang bergumul dengan pikiranku, kudengar dering handphone. Tapi sayangnya bukan dari handphoneku. Milik Donghae.

Kulihat layar handphonenya dan sebuah nama terpampang. Siwonnie?

Apakah dia Choi Siwon? Sahabat terbaik Donghae?

Kuangkat telpon itu, “Yoboseyo”

“Eh? Ini benar handphone Donghae kan? Apa aku salah sambung?” ucap Siwon dari seberang sana. Sepertinya ia bingung karena bukan Donghae yang mengangkatnya.

“Ah nde. Ini memang milik Donghae. Tapi Donghae… sedang tidak bisa menerima telepon.”

“Ah geurae? Apa… Donghae baik-baik saja? Dia tidak memberiku kabar jadi aku mengkhawatirkannya”

Kenapa sepertinya Siwon bisa mengetahui keadaan Donghae. Mereka bahkan bukan saudara bagaimana mungkin ia seolah bisa merasakan ada yang tidak beres dengan Donghae.

“Ah itu.. Donghae…bisa dikatakan tidak baik” jawabku.

“Mwo? Apa yang terjadi?”

“Donghae sakit”

“Mwo? Dimana Donghae sekarang? Bisakah kau beritahu alamatnya?”

“Mokpo.”

“MOKPO? Kampung halaman Donghae?”

“Nde”

“Baiklah aku kesana. Annyeong”

PLIPP

Siwon memutuskan sambungan. Kuletakkan kembali handphone Donghae.

Aku masih mengamatinya. Ia masih belum sadar.

“Hye-ya.. Hye.. Hye” kudengar Donghae mengigau.

“Hye..mianhae..mianhae…mianhae” ia masih mengigau.

Air mataku jatuh. Kugenggam tangannya.

Jadi semua ini karena diriku?

 

To be continued…

Pendek lagi kah??

Mianhaee…

Ini lebih panjang dari part sbelumnya kok..hehe

Dan bagaimana? Hancurkah?

Hehehe.. maaf…

 
24 Comments

Posted by on February 22, 2011 in fanfiction

 

Tags: , ,

24 responses to “Broken Promises Donghae’s Story Part 2

  1. vanny

    February 22, 2011 at 5:48 am

    hahahahahha, tetap bikin penasaran..

    berarti alasan hae ga ngasi kabar di part selanjutnya ya??

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 9:53 am

      ga janji eon..
      rencananya emang di part berikutnya tapi kalau tiba2 saya nemu ide lain ya di pending dulu..
      gyahhaha…

       
  2. lusiani haheho

    February 22, 2011 at 6:51 am

    ah eonnie jgn terlalu sedih bgt kaya yg kemarin2 ya, ckck

    ditunggu part 3 nya, hehe

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 9:54 am

      haha..
      terlalu sedih ya??
      oke2 ntar dibikin ga sedih.. *kalo bisa*
      haha..
      gomawo..🙂

       
  3. Pumpkinyui

    February 22, 2011 at 7:23 am

    haeny sakit hiks!!
    han tulus gk sama hye, masa hye patah hati k2 kaliny! tidak!! dtunggu next partny ya!

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 9:56 am

      masalah han akan di ungkap di part selanjutnya..
      hehe

       
  4. arinELF

    February 22, 2011 at 9:18 am

    yaah..masih pendek eon..
    hehe
    *pletak!
    tapi penasaran sumpah!
    Penasaran pov hankyungnyaa..
    Lanjut ya eoon..😀

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 9:57 am

      masih pendek??
      padahal dah dilebihin dr yg kemaren…huhu..
      hankyungnya di part berikutnya ya…🙂

       
  5. eunve

    February 22, 2011 at 9:48 am

    Waaa cepeet, yg ke3 jgn lma2,

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 9:58 am

      hehe.. part 3 nya kalo lagi lancar ide ya bakalan cepet…
      hee…🙂

       
  6. eunve

    February 22, 2011 at 11:50 am

    Reques y, lw eunyuk jd cameo, psanganx q,
    Kenalin, kim yoon hye imnida,
    Wkwkakakak

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 12:21 pm

      oke2…
      requst ditampung.. *air kali*🙂

       
  7. superteuki

    February 22, 2011 at 8:53 pm

    Pendek pendek pendek *plak
    Lg asyik2 baca malah TBC..
    Part 3 nya lanjud jgn lama2.. Hehhehe

     
    • shilla_park

      February 22, 2011 at 11:24 pm

      hehe.. tergantung mood dan ide kalo yg itu mah…
      gyhahaha

       
  8. hyukjaEunhyuk

    February 23, 2011 at 4:06 am

    brasa setaun nggu ni lnjutan kluar, pdhl jarakny cm 2 hari..wkwkwkwk..

    hueeee bru baca eh udh tbc aj nih *digetok author cuz bnyk protes*
    eh part ini sdih ye….
    Ksian hye sm hae..
    Next part asap yo🙂

     
    • shilla_park

      February 23, 2011 at 11:51 am

      hehe..
      lanjuutannya sedang dalam proses..
      heehe

       
  9. chicken861015

    February 23, 2011 at 1:55 pm

    kyaa eonni…
    Makin pnasaraaaann…
    Eonni gomawo dah msng namkor aku /nnjuk2 eunhye/ ku kira cuma bkal jdi cameo adj pas part siwon+shilla..
    Gomawo eonni..
    Eonni slanjutnya jgn lama2 yo..

     
    • shilla_park

      February 23, 2011 at 3:09 pm

      cheonmane..
      hehe
      lg stuck ni ma ni ff..
      sabar aja ya….🙂

       
  10. chicken861015

    February 24, 2011 at 4:02 am

    ok eonni..
    Sipp..🙂

     
  11. tysaranghae

    February 24, 2011 at 6:15 pm

    Lanjutkan sila!😄

     
  12. princessradita

    March 27, 2011 at 12:43 am

    Hae jga punya alasan knpa gk ngasih kabar? Hmm~
    Baca part selanjutnya..
    Hϱhϱ ^^

     
    • shilla_park

      March 27, 2011 at 1:02 am

      ada alasan di balik tindakan.. *?*

       
  13. ryeosa

    March 20, 2012 at 11:28 pm

    Buat sementara di part ini hae sepertinya melupakan org yg di cintainya *shilla*

    Si hae mang penuh perasa-an kekeke,

    Alasan dy g pulang lum ada?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: