RSS

Broken Promises Donghae’s Story Part 3 (End)

25 Feb

Aku terus menjaga Donghae. Ia belum berhenti mengigau. Dia memang sudah berhenti menggigil tapi suhu badannya masih panas.

Jujur aku cemas.

TOK TOK TOK

Kudengar suara pintu diketuk. Segera aku membukakan pintu dan Nampak seorang namja tinggi berdiri di depanku.

“Annyeonghaseyo,”sapanya sambil menampakkan lesung pipinya. Bisa kubilang dia namja yang tampan. “Choneun Choi Siwon imnida. Donghae chinguya.”

“Ah ne. Lee Eunhye imnida.” Ucapku memperkenalkan diri.

“Ne? Lee… Eunhye?” tanyanya tak percaya. Ekspresinya sama seperti saat Donghae pertama kali melihatku.

Sebenarnya aku dan Siwon sudah saling kenal. Donghae selalu bersama Siwon saat kecil dulu. Dia sahabat terbaiknya. Tapi kemudian Siwon pindah ke Seoul dan 2 tahun kemudian Donghae juga pindah ke Seoul.

“Senang bertemu denganmu lagi Siwon Oppa” kataku saat ia masih dalam masa terkejutnya. Aku memang memanggilnya Oppa berbeda dengan Hae. Entah kenapa meski Donghae juga lebih tua dariku aku tak pernah memanggilnya Oppa.

“Ini benar kau Eunhye?” aku mengagguk. “Wah kau banyak berubah. Aigo”lanjut Siwon Oppa sambil mengacak rambutku. Dia masih sama. Dulu juga begitu. Selalu mengacak rambutku gemas padahal dulu rambutku tak sehalus sekarang.

“Ah iya bagaimana keadaan Donghae?”

Kubimbing Siwon Oppa menuju kamar Donghae. Dan Donghae masih belum sadar.

“Apa dia sedang ada masalah? Biasanya kalau Donghae sudah demam tinggi itu karena ia sedang dalam masalah.”tutur Siwon Oppa. Aku terhenyak. Dia benar-benar sahabat. Kebiasaan kecil dari Donghae pun ia tahu.

“Apa ia begitu terluka? Apa begitu sulit melepaskan Shilla?” gumam Siwon Oppa. Tapi dengan jelas kudengar semuanya.

“Ani. Bukan karena itu. tapi karenaku” ucapku merasa bersalah.

Siwon Oppa mengerutkan keningnya. “Aku yang membebani pikirannya Oppa. Aku menyudutkannya. Menyalahkannya karena ia tak pernah memenuhi janjinya padaku. Karena ia melupakanku.” Ucapku lesu.

“Bisa kita bicara di luar saja Eunhye-ya? Biarkan Donghae istirahat” ujar Siwon oppa. Aku hanya menganggukan kepalaku. Kubawa ia ke taman belakang.

Aku hanya diam saat kami tiba di bangku belakang. Aku masih terjun dalam pikiranku sendiri. Memikirkan Donghae.

“Aku tak bisa menyalahkanmu ataupun Donghae” Siwon Oppa membuka suara.

“Kau tidak sepenuhnya salah. Tapi Donghae juga tak sepenuhnya benar” aku hanya mengernyit. Kenapa Siwon Oppa berkata sesuatu yang sulit untuk kumengerti?

“Bukan salahmu jika kau marah pada Donghae karena ia tak menepati janjinya. Kau wajar untuk marah dan kecewa. Tapi tak tahukah kau kalau ia juga kecewa? Ia kecewa pada dirinya sendiri karena tak menepati janjinya.”

Siwon Oppa menatap lurus kedepan, “Aku tahu rasanya menunggu tanpa kepastian. Begitu menyakitkan. Tapi aku juga tahu rasanya membiarkan orang yang kita sayang menunggu kita. Sungguh itu jauh lebih menyakitkan.”

Aku hanya menatap Siwon Oppa tak mengerti.

“Donghae masih menganggapmu sahabat. Ia tak pernah melupakanmu. Ia bahkan kerap cerita kalau ia begitu merindukanmu. Mencemaskanmu. Bertanya-tanya apakah kau baik-baik saja. Apakah kau bahagia? Apakah kau mendapat teman baik?” jelasnya panjang lebar.

“Lalu kenapa ia tak menghubungiku? Kenapa ia tak mengunjungiku?”

“Dia ingin sekali. Tapi ia tak bisa Eunhye-ya.”

Aku tak mengerti, “Maksud Oppa?”

Siwon Oppa menatapku, “Donghae berkata padamu kalau ia pindah ke Seoul kan?” aku hanya menganggukan kepalaku menjawabnya.

“Kenyataanya tidak begitu. Dia bukan ke Seoul tapi ke Jepang.”

“Mwo? Tapi kenapa ia bohong padaku kalau ia akan ke Seoul?”

“Ia tak bohong padamu. Karena kenyataanya ia juga sama tak tahunya sepertimu.” Aku memiringkan kepalaku tak mengerti.

Siwon Oppa melanjutkan ucapannya, “Donghae juga tahunya kalau ia pindah ke Seoul kenyataanya Appanya berbohong. Ia pindah ke Jepang.”

“Keundae, wae?”

“Lee ahjuma, Eoma Donghae sakit. Lee ahjuma dinyatakan Alzeimer. Waktu itu masih belum parah jadi Lee ahjusi membawa ahjuma berobat dan terapi ke Jepang. karena itulah Appanya membawa Donghae ikut serta ke Jepang. Dan kenapa Ahjusi tidak memberitahu Donghae sebelumnya karena ia tak mau Donghae menanggung beban pikiran terlalu berat.”

Aku hanya bisa diam mendengarkan cerita Siwon Oppa.

“Tapi tidak bisakah ia menghubungiku? Menyuruhku untuk tidak menunggunya?”

“Donghae juga berharap begitu. Tapi ia tak mau membuatmu sedih makanya ia tak memberitahumu. Ia tak mau kau terbebani dengan kesusahannya.”

Air mataku mulai turun.

“Lima tahun Lee ahjuma menjalani terapi di Jepang. Donghae dengan setia selalu mendampinginya. Tapi sayangnya kondisi ahjuma bukannya membaik malah semakin memburuk. Semakin hari ia semakin kehilangan memorinya. Karena itulah Lee ahjusi memutuskan untuk kembali ke Korea. Karena kata Dokter disana tidak ada harapan untuk sembuh.”

Kulihat Siwon Oppa menyeka air matanya. Keluarga Lee dan Choi memang sangat dekat. Bahkan Donghae juga pernah bilang kalau Siwon sudah menganggap Eommanya Donghae seperti Eomanya sendiri. Jadi kurasa wajar kalau sekarang Siwon Oppa menangis mengingat ahjuma.

“Dan maafkan Donghae karena tidak kembali ke Mokpo. Ia hanya tidak ingin meninggalkan Eomanya. Ia ingin selalu di samping Eomanya. Dengan begitu Eomanya tidak akan lupa dengan Donghae. Itulah kenapa ia tak pernah menemuimu.”

Aku terhenyak.

“Dia tak ingin jika sehari saja ia ke Mokpo maka Eomanya akan melupakanya dari memorinya. Ia tak ingin begitu. Bagi Donghae Eomanya adalah orang terpenting hidupnya itulah kenapa ia tak ingin dilupakan oleh Eomanya sendiri. Ia ingin terus ada dalam memori Lee ahjuma. Sebagai Donghae anak semata wayangnya yang begitu menyayanginya.”

Aku tak kuasa lagi menahan air mataku. Terlalu perih.

“Maafkan Donghae untuk itu Eunhye-ya. Tapi kumohon mengertilah dia. Andaikan aku ada di posisi yang sama dengan Donghae pasti aku akan melakukan hal yang sama. Aku akan terus berada di sisi Eomaku hingga akhir”

Siwon Oppa benar. Memang seharusnya begitu. Sudah sewajarnya bagi seorang anak untuk merawat Ibunya sendiri.

Apakah sekarang aku begitu egois?

Aku terisak.

“Wonnie?” sebuah suara yang lemah memanggi Siwon Oppa. Aku tahu itu suara Donghae. Ia berjalan terhuyung kearah kami.

“Hye? Kau.. menangis? wae?” ucapnya ketika melihatku menangis.

Siwon Oppa bangkit berdiri, “Kurasa kalian butuh bicara.”ucapnya kemudian meninggalkanku dan Donghae berdua.

Aku masih terisak.

“Hye, waegurae? Kau baik-baik saja?” tanyanya cemas. Dengan spontan ku berhambur ke pelukannya.

“Mianhae, Hae. Mianhae!”

“Hye-ya! Waegurae? Kenapa meminta maaf?”

“Siwon oppa mencritakan semuanya Hae. Tentang Lee ahjuma.” Ucapku lirih. Donghae terdiam.

Apa aku membuka luka lamanya?

“Maafkan aku karena tak memberimu kesempatan untuk menjelaskan. Aku egois Hae”

Donghae melepas pelukanku. Apa ia marah?

“Kau tidak egois. Aku yang terlalu pengecut untuk menjelaskannya. Aku hanya takut aku akan terpuruk lagi karena mengingat Eoma” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Tapi, Lee ahjuma.. bagaimana?”

“Dia meninggal.” Donghae menunjukkan wajah sedihnya.

“Eoma meninggal dua tahun lalu. Dan dia… melupakanku. Di akhir hayatnya ia melupakan kalau ia punya sorang anak bernama Lee Donghae. Di akhir hayatnya tak ada nama Lee Donghae dalam memorinya” Donghae terisak. Kembali kudekap dia. Aku bisa merasakan kesedihannya sekarang.

“Mianhae Eunhye-ya. Mianhae karena tak menepati janjiku. Mianhae. mungkin Tuhan menghukumku dengan meninggalnya Eoma. Mianhae” ucapnya sambil terisak di pundakku.

“Hae. Aku yang harusnya meminta maaf. Aku terlalu egois. Hanya memikirkan perasaanku sendiri. Padahal kau juga terluka. Mianhae”

Donghae melepas pelukanku, “Sudahlah. Lebih baik kita lupakan yang telah berlalu. Mengingatnya hanya akan mengulang kepedihan. Sekarang kau masih mau kan bersahabat denganku?” ucapnya memohon.

Kuberikan senyumku, “Sejujurnya aku selalu menganggapmu sebagai sahabatku.”

“Benarkah? Kukira kau sudah tak menganggapku sahabat lagi.”

“Ani. Aku hanya marah padamu. Hanya kecewa.”

“Jadi, kita.. SAHABAT?”

Kuanggukan kepalaku. Donghae tersenyum lega. Manis sekali. Akhirnya aku bisa bersahabat lagi dengannya. Meski sejujurnya aku mengharapkan lebih dari itu.

“Ehem ehem.. sudahkah?” sebuah suara menginterupsi. Kami alihkan pandangan kami dan mndapati Siwon Oppa tersenyum jahil kearah kami.

“Sampai kapan kalian akan mendiamkanku disini?” tanyanya sedikit menyindir.

“Siwonnie!” Donghae menghampiri Siwon Oppa. Dan memeluknya. Terkadang aku berpikir seberapa dekat sebenarnya persahabatan mereka.

“Hya! Lepaskan pelukanmu. Kau ini sudah seperti anak yang merindukan ayahnya.” Ucap Siwon Oppa risih.

“Kenapa bisa ada disini?”

“Jadi kau tidak suka aku datang?”

“Bukan begitu. tapi kan.. “

Sekarang aku yang dicuekin. Aish mereka kalau sudah bertemu sering melupakanku. Ah, biarlah. Sebaiknya sekarang aku siapkan makan malam saja.

Lee Donghae pov

Tak kusangka Siwon repot-repot datang ke Mokpo hanya untuk menjengukku. Dia memang sahabat terbaikku. Terlebih sekarang aku juga sudah mendapatkan sahabatku yang lain. serasa sempurna memiliki sahabat seperti Siwon dan Eunhye.

“Wonnie!”

“Hem?”

“Shilla… dia… baik-baik saja kan?” tanyaku.

“Emm. Tentu saja. Terimakasih karena kau telah memperbaiki hubungan kami”

“Sudah seharusnya” ucapku singkat.

“Hae.. kau.. apakah.. maksudku…apa kau benar-benar rela melepas Shilla?” Tanya Siwon hati-hati.

Aku tersenyum singkat, “Tentu saja”

“Tapi aku tahu kau tulus mencintai Shilla. Maksudku, tak semudah itu melepaskannya.. dan kurasa Shilla..”

“Ssttt” kupotong ucapan Siwon. “Aku memang mencintainya. Tapi berapa kali harus kubilang? Kau lebih mencintainya. Dan Shilla begitu mencintaimu. Haruskah aku menjadi pengganggu diantara kalian?”

“Tapi Hae. Bukan kau yang pengganggu. Aku yang mengganggu hidupmu. Harusnya aku tak pernah kembali ke Korea” Siwon menundukkan kepalanya. Jelas sekali terlihat kalau ia tak enak hati.

Kutepuk bahunya, “Kau tak salah. Sudahlah, aku tak mau membahas ini lagi. Aku ikhlas dengan keputusanku.” Kupasang senyum meyakinkan.

Meski sejujurnya aku tak menampik kalau aku belum sepenuhnya rela. Tapi… aku bahkan tidak memikirkan masalah ini semenjak aku di Mokpo. Kenapa? aku juga tidak tahu?

“Ehm.. Hae.. bagaimana bisa kau bertemu dnegan Eunhye lagi? Woah aku sempat tak mengenalinya”

“Ceritanya panjang. Tapi aku juga tak mengenalinya saat pertama.”

“Dia banyak berubah ya?”

“Eh? Kau juga merasakannya? Aku juga merasa begitu.” aku kembali teringat tentang perubahan Eunhye. Lalu tentang Hankyung.

“Hae?” Siwon mengguncang bahuku. Membuatku tersadar dari lamunanku. “Ada yang ingin kau ceritakan?”

Aish, anak ini kenapa seolah bisa menebak kegelisahanku. Inilah yang membuatku tak pernah sedikitpun merahasiakan sesuatu darinya.

“Kau masih ingat Hankyung?”

“Hankyung? Teman sekelasmu dulu?”

“Ne. akhir-akhir ini dia dekat dengan Eunhye. Sangat dekat malah.”

“Lalu kenapa? “

“Wonnie! Apa kau tak ingat? He’s not a good boy. Aku hanya takut kalau ia hanya mempermainkan Eunhye. Mana tiap mereka pergi pasti sampai larut malam bahkan Eunhye pernah sampai tidak pulang. Aku cemas. Dan kau tahu? Di depan Hankyung bahkan Eunhye sangat berbeda. Menjadi lebih centil. Aku benci itu. apa yang sudah Hankyung lakukan hingga membuat Eunhye seperti itu.” ucapku panjang lebar.

Siwon tersenyum simpul. Kenapa anak itu malah tersenyum si?

“Kenapa tersenyum? Aku sedang kesal kau malah tersenyum.”

“Kalau aku tidak mengenalmu sejak kecil mungkin aku hanya akan menyangka kalau kau memang sdang kesal. Tapi kurasa tidak begitu.”

Kukerutkan keningku tak mengerti. Kenyataanya aku memang kesal. Kenapa ia bilang bukan begitu?

“Kau tak menyadarinya Hae?” aku semakin tak mengerti. Apa yang harus kusadari?

“Kau kesal karena Eunhye menghabiskan waktu untuk pria lain. dan kurasa kau jatuh sakit juga karena terlalu memikirkannya.”

Siwon tersenyum, “Aku masih ingat saat awal-awal kau harus berpisah dari Eunhye. Sangat terpukul. Terlebih saat kau tak bisa menjenguk Eunhye, kau sangat menyesal. Sangat sedih. Waktu itu aku hanya merasa karena kau terlalu merindukanya. Merindukan sahabatmu. Tapi kurasa aku salah”

“Maksudmu?”

“Kau mencintainya Hae.”

Aku melongo mendengar yang Siwon ucapkan. Mencintainya? Aku bahkan tak pernah memikirkan hal itu.

“Kau sedih saat membuatnya menangis? kau tak bisa melihat air matanya mengalir?” aku hanya mengangguk.

“Kau tak suka saat ia bersama namja lain? seolah ada beban berat yang menghantam dadamu, membuatmu sulit bernapas?” lagi-lagi aku mengangguk.

“Kau begitu suka melihat senyumnya? Begitu suka menatap ke dalam matanya? Merasa kalau senyum dan mata itu adalah yang terindah?” dan sekali lagi aku mengangguk.

“Kau tahu? Semua yang kutanyakan tadi adalah perasaanku terhadap Shilla. Semua yang kurasakan saat di dekatnya. Jadi kurasa dapat kusimpulkan kalau kau mencintai Eunhye.”

Aku termenung. Benarkah begitu? tapi memang benar kalau yang Siwon katakan adalah benar. Semua itu kurasakan saat bersama Eunhye. Apakah aku benar-benar mencintainya?

“Kau harus bertindak Hae. Sebelum kau menyesal nantinya. Hankyung bisa saja mendahuluimu.” Goda Siwon. Tapi cukup membuatku merasa was-was.

Was-was? Apa itu artinya aku tak rela jika Eunhye bersama Hankyung?

***

Aish! Ucapan Siwon membuatku berpikir keras dengan otakku. Tapi semakin kupikirkan semakin tak kutemukan jawabannya.

Siwon sudah kembali ke Seoul. Tapi aku masih ingin disini. Aku juga tak tahu kenapa. Tapi aku hanya belum rela jauh dari Eunhye.

Hubunganku dengan Eunhye sudah sangat baik. Kesalahpahaman diantara kami sudah berakhir.

Eunhye masih berhubungan dengan Hankyung. Dan bahkan saat ini ia sedang menerima telepon dari Hankyung. Dan seperti biasa nada bicaranya langsung berubah riang saat bersama Hankyung. Cih! Apa Hankyung tak tahu kalau kami sedang makan malam? Mengganggu saja!

Aku kesal mendengar percakapan mereka. Eunhye bermanja-manja dengan Hankyung di telepon.

KLONTANGG

Kuletakkan sendok dengan kasar. Sungguh kesal rasanya. Aku sudah tak ada nafsu lagi untuk makan.

“Hae!” Eunhye menahan tanganku saat aku hendak meninggalkan meja makan. Kutepis tangannya.

“Lanjutkan saja pembicaraanmu dengan Hankyung!” ucapku dingin. Aku beranjak menuju kamarku.

Eunhye berlari ke arahku. Menghadangku sebelum aku masuk kamar.

“kau ini kenapa Hae? Kenapa kau marah?”

“Urus saja Hankyungmu itu”

“Hae! Ada apa denganmu?”

“Ada apa kau bilang? Kau bahkan tak peduli denganku. Hankyung terus yang kau urusi. Kau pikir aku ini apa? Pajangan meja makan?”

“Hae! Bukan begitu… aku hanya..”

“Wae? Kenapa kau berubah? Aku tak suka caramu bicara dengan Hankyung. Sangat centil. setahuku dulu kau tak seperti ini. Membuatku kesal saja. Aku tak suka sikapmu yang seperti ini. Kenapa kau berubah, ha?” bentakku padanya. Aku bahkan tak tahu kenapa aku seperti ini. Kenapa aku semarah ini.

“Kau pikir karena siapa aku berubah?” ucap Eunhye dengan berkaca-kaca. Apa aku terlalu kasar membentaknya?

“Kau pikir karena siapa aku berubah? Untuk apa selama ini aku mati-matian merubah imageku. Mati-matian meninggalkan sosok Eunhye yang buruk rupa. Berusaha menjadi seorang Lee Eunhye yang menarik.”

Eunhye menarik napasnya, “Itu semua karena kau Hae. Karena dirimu Lee Donghae”

Aku tertegun. Karena diriku?

“Tapi kenapa kau lakukan ini?” tanyaku

“Karena.. aku… aku ingin kau memandangku sebagai seorang wanita. Bukan hanya sebagai sahabatmu.”

“Mwo? Wae?”

“Karena.. aku…aku..mencintaimu” ucapnya lirih. Tapi saat ini jantungku terasa berhentti berdetak.

“Kau? Mencintaiku?”

“Ne. sejak awal aku mencintaimu. Dan aku merasa kau tak mungkin mencintaiku kalau aku masih seorang Eunhye yang buruk rupa. Eunhye yang tak menarik sedikitpun. Itulah kenapa aku berubah” Eunhye menundukan kepalanya. Kulihat bahunya bergetar.

Apakah ia menangis?

Kudekap tubuhnya. Ia terisak di bahuku. Siwon benar. Aku tak bisa melihatnya menangis. aku juga serasa tertusuk saat ia menangis.

Kurasa aku sekarang sudah menemukan jawaban akan prasaanku.

“Kau bodoh Eunhye-ya. Kau tak perlu berubah untukku. Karena sejujurnya kau sudah berhasil membuatku jatuh cinta. Aku mencintaimu Lee Eunhye”

“MWO? Kau tidak bercanda kan?”

“Ani. Aku mencintaimu. Jauh sebelum kau menjadi Lee Eunhye yang menawan kurasa. Aku mencintaimu apa adanya.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Jadi kumohon jangan berubah. Aku lebih suka Eunhye yang dulu.”

Eunhye tersenyum ke arahku. Senyum yang sangat manis. Lagi-lagi Siwon benar. Senyum Eunhye adalah senyum termanis untukku.

“Dan jangan kecentilan lagi di depan namja lain. Apalagi Hankyung” ancamku.

Eunhye malah tertawa, “Kau cemburu Hae?” wajahku memerah kurasa karena malu. Seorang Lee Donghae cemburu?

“Hahaha. Kau cemburu untuk hal yang tak perlu”

“Maksudmu?”

“Hankyung hanya temanku. Tidak lebih”

“Lalu kenapa kau sering pergi denganya? Bahkan sampai larut malam?”

“Aku hanya membantunya Hae.”

“Eh?”

“Hankyung akan segera menikah. Dan dia memintaku untuk membantu persiapan pernikahanya. Makanya aku sering pulang larut malam. Karena memang membantu persiapan pernikahan sungguh melelahkan”

“Begitukah?”

“Ne. jadi kau tak perlu cemas masalah Hankyung. Dia sudah kuanggap sebagai kakakku. Dan dia menganggapku sebagai adiknya. Lagipula dia sudah berubah.”

“Benarkah? Syukurlah kalau begitu.” aku lega sekarang. Setidaknya Hankyung memang sudah benar-benar berubah.

Eunhye memelukku lagi, “Saranghae Hae. Jeongmal saranghae” ucapnya lembut.

“Nado saranghae Hye-ya.” Kueratkan pelukanku.

Aku bersyukur sekali. Tuhan benar-benar baik padaku.

Ternyata keputusanku untuk menyerahkan Shilla pada Siwon adalah keputusan terbaik. Aku jadi ingat perkataan Eunhye waktu itu. saat aku memutuskan untuk melepaskan Shilla.

“Kau melakukan hal yang benar Hae. Kau tak akan pernah tahu, tapi apa yang kau lakukan sekarang justru akan membawamu pada takdir yang tak terduga. Yang akan membawamu menemui kebahagiaanmu suatu saat nanti.”

Eunhye benar. Keputusanku untuk merelakan Shilla benar-benar membawaku menuju takdir yang tak kuduga sebelumnya.

Dan aku memang menemukan kebahagiaanku. Seorang Lee Eunhye. Ya dialah kebahagiaanku. Malaikat yang Tuhan kirimkan untukku.

 

~FIN~

Woah akhirnya beres juga ni Donghae Story.

Semoga endingnya tidak mengecewakan. Dan jangan ada yang protes kurang panjang lagi ya.. karena ini sudah sangat panjang menurut saya…

Hehhe..

Oya nantikan Broken promises after strory.. nantikan saya comeback bersama suami saya… *plak, minta ditampol*

Hehe..

Like and comment are appreciated.. J

 

 
23 Comments

Posted by on February 25, 2011 in fanfiction

 

Tags: , ,

23 responses to “Broken Promises Donghae’s Story Part 3 (End)

  1. chicken861015

    February 25, 2011 at 5:41 am

    daebak!!!
    yaaa…the end!!!
    Eonni… Bneran mo come back nih am wonnie oppa??
    Asik asik asik, di tnggu eonni…
    Nnti pas afstor wonnie + eonni, sempilin aku n hae oppa lgii ya eonni.. /ngarep.com/
    hahahaha..
    Hwaitiing eonni, n di tnggu ff eonni slnjutna..🙂

     
    • shilla_park

      February 25, 2011 at 11:01 am

      ya iyalah..
      udah cukup kmaren vakum ga main ff..
      skaarang mu comeback lagi.. sjm aja dah comeback masa saya belum,.
      gyahahha…
      tenang aja pasti disempilin kok..🙂

       
  2. tysaranghae

    February 25, 2011 at 5:50 am

    Ga kissieu T3T
    haha.
    Nice X3

     
    • shilla_park

      February 25, 2011 at 11:01 am

      haha..
      kisseu nya lain kali aja lah…
      hehe

       
  3. vanny

    February 25, 2011 at 7:18 am

    hahahahhaha, bener dugaanku. smuanya pasti ada alasannya..

    keknya afterstory edisi pernikahan neh hahahahha…

     
    • vanny

      February 25, 2011 at 10:04 am

      shilla, kok naro photo hae yg itu seh?? bikin hati sedih cos aku langsung inget yg dia curhat tentang bokapnya

       
      • shilla_park

        February 25, 2011 at 11:02 am

        hehe.. eoni ni pasti bisa nebak deh…
        ya abis kan mirip2 eon.. kalo versi aslinya kan hae sedih karna bokapnnya.. nah disini nyokapnya..
        hehe..
        mianhae..

         
  4. Pumpkinyui

    February 25, 2011 at 10:19 am

    Akhirny hae bhagia, ditunggu after storyny!! siwom ma shilla = hae ma hye^^

     
    • shilla_park

      February 25, 2011 at 11:03 am

      sip sip.. afstor pasti ada 2 pasang itu kok..
      hehe🙂

       
  5. shin_dini

    February 25, 2011 at 10:21 am

    Aloha new readeR nie abs ngubeK” mbah googLe trs ktmu bLog nie bca maratHon deH smw ff’y autHor tp cm komen dsNi hehe>>pLetaK miaN,,,,next after story’y dtNggu ya….

     
    • shilla_park

      February 25, 2011 at 11:04 am

      hehe.. met datang di blog yg sederhana ini…
      sip sip.. afstornya ditunggu aja…
      gomawo dah mampir n komen..🙂

       
  6. eunve

    February 25, 2011 at 4:08 pm

    Ud coment pnjg2 trxta g bsa, jd kdu balik ngtik lg, cpek dah,
    Ydahlah ffx bagus dkk (smua kta yg px devinisi bgus)

    Gak bkin ff melow kyk being mom lg? W pgn bca yg melo2

     
    • shilla_park

      February 25, 2011 at 10:52 pm

      wah kasian…sabar ya.. hehe..
      yg melo??
      ada sih masih nongkrong di draft tp lum di publish…
      hehe..
      ntar lah beresin broken promises dulu..
      gyahaha..
      gomawo..

       
  7. superteuki

    February 25, 2011 at 11:32 pm

    Tamat juga ϑếh kisah hae dan hye..
    Ditunggu afstor nya ya..
    Hehhhehehe..

     
  8. hyukjaEunhyuk

    February 26, 2011 at 8:46 am

    wkwkwk..
    Si hae klo cmburu maen marah2 aje nih… *jambak*
    yoeee i2 hye yg nyatain prsaanny prtma brarti??
    Ah hae cemen (?) *diinjek*
    nice ff thor..
    Ditunggu ff lainnya…😀

     
    • shilla_park

      February 26, 2011 at 10:08 am

      hehe..
      abisnya si hae bego.. kaga nyadar2 ma perasaanya.. *ditabok*
      hehe
      gomawo..🙂

       
  9. eunve

    February 26, 2011 at 1:04 pm

    Lw bsa yg ada mati2x gt, ato keduax mati gt,
    Q ska kematian, hoho

     
    • shilla_park

      February 26, 2011 at 1:30 pm

      idih serem.. kaya death reaper aja ni…
      hoho…

       
  10. princessradita

    March 27, 2011 at 12:43 am

    Waaa~ syukurlah Hae sudah ada penggantinya..
    Untung Hae melepas Shilla(?) Klo gk dy gak bsa sama2 Eunhye deh~
    ㅋㅋㅋ

     
  11. ryeosa

    March 20, 2012 at 11:41 pm

    Cepatnya hae berpaling.
    End nya kurang greget tu. Hehehe

     
    • shilla_park

      March 21, 2012 at 5:53 am

      haha maaf kalo end kurang greget..🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: