RSS

Broken Promises After Story (3/3)

12 Mar

Tiga bulan aku bagaikan bayi yang tak berdaya. Kujalani hariku dengan bantuan orang lain. aku bagaikan manusia paling lemah. Tak bisa berbuat apa-apa.

Untunglah aku punya Shilla dan Donghae. Mereka menjagaku dan merawatku. Terlebih Shilla yang bgitu telaten merawatku. Aku bahagia di perhatikannya.

Dan kini saat tubuhku ini sudah sehat. Saatnya aku membalas semua kebaikan Shilla. Saatnya bagiku untuk membahagiakannya.

***

Kugandeng tangan Shilla erat. Menelusuri indahnya Sungai Han di malam hari. Rasanya begitu bahagia saat aku sudah bisa berjalan lagi. Tidak lagi diganggu dengan masalah keseimbanganku.

“Oppa!” panggilnya lembut. “Hmm?”

“Kenapa kau tiba-tiba membawaku kemari? Ini kan sudah malam. Lagipula kau kan baru sembuh” ucapnya mengingatkan. Aku hanya terseyum simpul. Tanpa menjawabnya.

“Kau ingat tempat ini?” tanyaku sambil menatap hamparan sungai Han yang sudah tertutup gelapnya malam.

“Tentu saja. Kenapa kau bertanya begitu Oppa?”

“Sungai Han. Tempat dimana kita sering menghabiskan waktu berdua. Tempat dimana kita bisa mencurahkan semua perasaan kita. Tempat yang sungguh aku sukai. Kau tahu kenapa aku begitu menyukai Sungai Han?”

“Karena Oppa suka menatap air. Oppa pernah bilang kalau Oppa ingin seperti air yang tenang. Benar kan?”

“Ne. tapi bukan itu alasan sesungguhnya.”

“Ne? maksud Oppa?” tanyanya tak mengerti.

Aku tersenyum menatapnya, “Karena Sungai Han adalah tempat dimana aku mengenalmu. Di sungai Han inilah aku menemukan bidadariku. Sungai Han menggambarkan dirimu.”

“Menggambarkan diriku?”

“Ne. kau seperti sungai ini penuh ketenangan dan kelembutan. Membuatku merasa tenang disisimu. Merasa nyaman dan bahagia. Sama seperti saat aku berada di Sungai Han. Hanya ketenangan dan kenyamanan yang kudapat.”

Kulihat Shilla terpana menatapku.

Aku merogoh saku celanaku. Mengeluarkan sepasang cincin yang pernah kuberikan untuk Shilla dan kemudian kuminta lagi.

“Cincin itu?”

“Kau masih ingat apa yang kuucapkan saat kuberikan cincin ini padamu 4 tahun lalu?”

“Oppa bilang untuk menjaga cincin ini?”

“Lalu?”

“Oppa akan mengganti cincin ini dengan yang baru saat melamarku?” aku tersenyum penuh arti mendengar jawabanya. Ternyata ingatannya cukup kuat.

Shilla tampak terkejut. Sepertinya ia mulai menyadari sesuatu. Segera kukeluarkan sekotak cincin lagi dari sakuku.

“Aku ingin mengganti cincin itu sekarang. Mengganti cincin imitasi itu dengan cincin sungguhan. Mengganti semua kebahagiaan palsumu menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya.”

Shilla tampak terpana menatapku. Aku bersimpuh dihadapanya.

“Maukah kau bahagia bersamaku? Bersediakah kau meniti hidup bersamaku?”

Shilla menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

“Park Shilla, nawa gyeorhonhaejulae?”

Kulihat Shilla mulai brekaca-kaca. Tapi tak sepatah katapun ia keluarkan. Aku hanya bisa menunggunya sambil tetap bersimpuh.

“Shilla-ya would you marry me?” tanyaku lagi.

“I do” ucapnya lirih dengan senyum merekah di bibirnya.

Aku segera bangkit dan memeluknya erat. Sungguh aku bahagia.

DUAR DUAR..

Kudengar letupan kembang api mengiringi kebahagiaanku. Kenapa bisa kebetulan begini?

“YUHUUU..CHUKAEEE!!!!” kudengar sebuah teriakan. DONGHAE.

Aku dan Shilla berbalik. Dan benar saja ada Donghae dan Eunhye berjalan mendekati kami. Donghae memegang kembang api lain di tangannya.

“Donghae? Bagaimana kau..??”

“Hahaha. Kaget?”

“Tunggu dulu, Hae Oppa.. kau mendengar semuanya?” kini giliran Shilla yang dibuat bingung. Donghae hanya nyengir kuda. Dasar anak itu

“Tentu saja. Haha”

“Tapi bagaimana kau tahu kalau..”

“Bagaimana aku tahu kalau kau akan melamar Shilla?” aku hanya mengangguk singkat. “Itu karena kemarin aku lihat kau sedang membeli cincin. Lalu hari ini tiba-tiba saja kau mengajak Shilla keluar berdua. Jadi aku putuskan untuk membuntutimu hehehe..” ucapnya dengan wajah tak berdosa. Aish!!!

“Chukae Oppa, Shilla-ya” ucap Eunhye sambil memeluk Shilla. Sedangkan aku dan Shilla? Hanya tersenyum kikuk.

“Lalu kapan kalian akan menikah?” Tanya Donghae bodoh.

“Hya! Hae! Aku bahkan baru melmar Shilla barusan bagaimana mungkin kami sudah menetukan hari. Bodoh!”

Pletakk

Donghae memukul kepalaku, “Hya! Sakitt!”

“Kau yang bodoh Wonnie. Harusnya kalau kau memang niat melamar sekalian kau menentukan tanggal.”

“Mwo? Bagaimana bisa?”

“Tentu saja bisa. Seperti saat aku melamar Eunhye. Sebelum aku melamarnya aku sudah memikirkan kapan kira-kira kami akan menikah.”

“Lalu kenapa kau belum menikahi Eunhye sampai sekarang?”

Pletakkk

Lagi-lagi Donghae memukulku. Aish aku salah apa sebenarnya?

“Kami belum menikah gara-gara kau Wonnie”

“Mwo?? Bagaimana bisa? Apa hubungannya pernikahanmu denganku?”
“Karena aku menunggumu. Menunggumu melamar Shilla. Lalu kemudian kau kecelakaan. Jadi kami menunggumu cukup lama.”

“Eh? Apa hubungannya memang?”

“Karena aku ingin kita menikah bersama-sama. Kita besar bersama. Dewasa bersama. Jadi aku ingin kita menikah juga bersama?”

“MWO???” ucapku dan Shilla tak percaya. Donghae hanya tersenyum jahil. Bagaimana mungkin ia punya pikiran seperti itu.

“Jadi? Kau..?”

“Ne.. karena kau sudah membuatku menunggu cukup lama. Jadi tanggal pernikahan aku yang menentukan.” Ucap donghae tegas.

“Eh?”

“Aku sudah memutuskan kalau pernikahan kita akan diadakan 1 bulan lagi. Otte?” ucapnya ringan. Aku dan Shilla hanya menganga mendengarnya.

“Tapi Hae..”

“Tidak ada tapi. Itu hukuman bagimu karena berani-beraninya menunda pernikahan dari seorang Lee Donghae.”

Aku dan Shilla hanya bisa bertatapan tak percaya. Kami kaget tentu saja dengan keputusan sepihak Donghae. Meskipun sejujurnya aku tak keberatan. Kapanpun aku menikah dengan Shilla aku siap.

***

Satu bulan telah berlalu. Kini hari paling bersejarah dalam hidupku akan segera dimulai.

Mulai hari ini aku dan Shilla akan menyandang status baru.

Donghae benar-benar gila. Kami menikah di gedung yang sama dan waktu yang sama. Entah maksdunya agar  menunjukkan persahabatan diantara kami atau karena dia ingin menghemat biaya. Aish dasar!

Aku dan Donghae sudah berdiri di altar. Menanti mempelai kami yang tengah berjalan menuju kami.

Shilla tampak sangat cantik dengan gaun putihnya itu. dia bagaikan bidadari.

DEG…

Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar begitu kencang? Aku gugup? Yah, kurasa begitu.

Kulirik Donghae yang berdiri di sebelahku. Dia tampak tenang. Senyuman ia berikan untuk menyambut mempelainya.

Aish,kenapa aku begitu gugup? Tuhan, beri aku ketenangan.

Tarik napas. Keluarkan. Tarik. Keluarkan. Aku bermonolog pada diriku sendiri.

“Kepada para mempelai pria. Silahkan genggam tangan mempelai kalian.” Ucap sang pendeta. Aku meraih tangan Shilla gugup.

“Choi Siwon bersediakah kamu menerima Park Shilla sebagai istrimu. Mencintainya seumur hidupmu. Bersama dalam suka dan duka. “

“Saya bersedia.”

“Park Shilla bersediakah kamu menerima Choi Siwon sebagai suamimu. Mencintainya seumur hidupmu. Bersama dalam suka dan duka? “

“Saya bersedia” ucap Shilla lembut. Ada kelegaan dan kebahagiaan tersendiri saat aku mendengar kesediaanya. Rasanya kini hatiku dipenuhi ribuan bunga. (?)

Pendeta itu juga membacakan janji yang sama untuk Donghae dan Eunhye.

“Sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami istri. Mempelai lelaki boleh mencium pengantinya.” Uap pendeta itu lagi.

Kulirik Donghae dan Eunhye. Mereka sudah berciuman mesra.

Pandanganku kemudian beralih ke Shilla. Ia menunduk malu. Kuangkat dagunya. Mata kami bertemu.

Aku semakin mendekatkan wajahku. Semakin dekat hingga bisa kurasakan hembusan napasnya yang lembut.

Jarak diantara kami semakin dekat hingga akhirnya bibirku telah menyapu bibir lembutnya. Untuk sesaat kami memejamkan mata. Menikmati indahnya ciuman kami. Terasa begitu manis dan hangat.

Kulepaskan ciumanku. Shilla tersipu malu. Begitu pula diriku. Kami memang pernah berciuman tapi tidak di depan umum seperti ini.

 

Kueratkan pelukanku pada istri baruku. Kucium wangi rambutnya yang khas.

Shilla hanya diam dalam dekapanku. Matanya tengah menyisir indahnya kota Venice di malam hari. Menikmati bulan madu kami.

Untung saja untuk yang satu ini Donghae tidak campur tangan. Dia honeymoon ke Prancis bersama Eunhye.

Sedangkan aku memilih Venice karena memang ini adalah tempat impian aku dan Shilla. Shilla sangat ingin ke Venice. mengunjungi kota di tengah lautan Italy ini. Indahnya kota Venice yang dikelilingi lautan. Sungguh kota yang indah.

“Oppa!”

“Hmm”

“Kau bahagia?”

“Tentu saja”

“Nado.”

Sejenak hanya keheningan yang tercipta. Hanya suara desiran angin malam kota venice yang terdengar.

“Oppa!”

“Hmm”

“Kau tahu apa yang paling kuinginkan di dunia ini?”

Kulonggarkan pelukanku. Kutatap wajahnya dengan penuh tanda Tanya. Ia menolehkan wajanya menatapku. Kemudian seulas senyum manisnya terkembang di bibir mungilnya.

“Menghabiskan waktu bersamamu. Membina keluarga kecil yang bahagia bersamamu. Selalu disampingmu, menemanimu. Menjadi istri terbaik untukmu dan menjadi ibu dari anak-anakmu.” Ucapnya panjang lebar.

Aku terpana mendenganya. Ungkapan terindah yang pernah kudengar.

“Apa.. impianku terlalu konyol? Kekanak-kanakan?” tanyanya. Kentara sekali kalau ia malu dengan pernyataanya barusan. Shilla menundukkan kepalanya malu.

Kuraih dagunya. Mensejajarkan wajah kami. Kuberikan senyumku untuknya.

“Kau tahu? Impianmu tidak konyol. Justru itu sangatlah indah. Aku suka.”

“Jeongmal?”

“Ne.”

“Kupikir Oppa akan menertawakanku.”

Kupencet hidungnya, “Bagaimana mungkin aku akan menertawakan impian dari istriku?” Shilla tersenyum simpul. Wajahnya tak bisa menyembunyikan gurat merah merona pipinya.

“Kau ingin menjadi istri terbaik untukku?” Shilla mengangguk.

“Dan kau ingin menjadi ibu untuk anak-anakku?” dia mengangguk lagi. Dan kali ini wajahnya semakin memerah.

“Kalau begitu mari wujudkan impianmu.”

“Eh? Maksud Oppa?” tanyanya dengan wajah polosnya. Membuatku gemas.

Kudekatkan wajahku. Shila mundur selangkah. Semakin aku maju semakin dia mundur. Sayangnya dia lupa kalau kami sedang diatas perahu. Dia oleng dan langsung kutangkap tubuhnya. Beruntung ia tak terjebur ke dalamnya lautan venice.

Kutopang tubuh mungilnya dengan satu tanganku. Mata bulatnya terbelalak menatapku.

Kutegakkan badannya. Dan kini tubuh kami begitu dekat. Kudekatkan wajahku lagi. Dan kali ini ia tak bisa menghindar karena ia berada dalam dekapanku.

Bibirku menempel di bibirnya. Kurasakan indahnya ciuman kami. Luapan segala bentuk kebahagiaan kami berdua.

Tak bisa kututupi kebahagiaanku. Mendapatkan istri sebaik Shilla adalah kebahagiaan yang tak terkira untukku. Aku berjanji akan terus menjaga dan membahagiakanya. Mengarungi bahtera rumah tangga kami bersama. Dan bersama Shilla akan kubesarkan anak-anak kami nantinya dengan penuh kasih sayang.

Hidup bahagia bersama Shilla.

“O..oppa.” ucap Shilla melepas ciuman kami. Dia terlihat menarik napasnya.

Kucoba menciumnya lagi. Tapi ia menahanku.

“Jangan disini!” larangnya. Aku hanya tersenyum simpul.

“As your wish my princess” ucapku kemudian menggendongnya bridal style. Shilla mengalungkan tanganya ke leherku. Kubawa ia ke kamar tempat kami menginap.

Malam ini akan menjadi saksi kekuatan cinta kami. Di bawah terang bulan kota Venice yang indah.

 

~FIN~

 

Hehehe..

Maaf ni ya kalo part terakhir rada gmna gt.

Author ga bisa nglanjutin ke jenjang yang lebih dari ini (?)

Bikin ini aja udah berasa gmana gt.. jangan minta NC karena saya ga bisa bikin NC. haha

Hope u like it…

 

 

 

 
29 Comments

Posted by on March 12, 2011 in fanfiction

 

Tags: ,

29 responses to “Broken Promises After Story (3/3)

  1. shin_dini

    March 12, 2011 at 12:49 am

    Hohohoho*ktawa ala pahlawaN btopEng*akhr’y perjuaNgaNQ nawan sikuda oppa ga sia” hepi endiNg jga yeyeyeye*treaK” 7oktaf breNg yesuNg oppa*endiNg’y so sweetttt bgt bLn madu di venice Qjg pNgeN bgt tuh*ngeLirik lirik yesuNg oppa*pokok’y nice ff deH unn aNd I LIKE IT*Vj riyaNti mode oN*

     
    • shilla_park

      March 12, 2011 at 1:03 am

      hoho..
      venice kota impian aku..haha
      gomawo..🙂

       
  2. Pumpkinyui

    March 12, 2011 at 3:53 am

    wah tamat udh, siwon oppa sembuhny cepat ya… berkat kekuatan cinta kekeke, shilla selamat ya, bhagia udh kamu, chukae chukae!^^ endingny romantis bgt,, like this ff, oke dh 5 jempol buat author ^^
    ~Haehye selamat juga ya, semoga bhagia selalu buat kalian b4!!

     
    • shilla_park

      March 12, 2011 at 11:34 am

      woahh.. gomawoooo…
      terimakasih doanya..
      doakan cepet dapet momongan ya… *plak*

       
  3. chicken861015

    March 12, 2011 at 5:27 am

    hwaaaaa…..
    Soooo sweet…
    Keyen…kenyen…
    Aku suka aku suka..
    Hug shilla eonni…
    Daebak!!

     
    • shilla_park

      March 12, 2011 at 11:36 am

      *hug balik hye*
      hehe.. gomawo..🙂

       
  4. eunve

    March 12, 2011 at 9:52 am

    Wew?
    Istri baru?
    Yg lama siapa?
    Enak y honeymoonx. . .
    Honeymoonq ma eunyuk gatot alias gagal total T.T

     
    • shilla_park

      March 12, 2011 at 11:37 am

      yang lama park shilla yang baru juga park shilla..hahaha
      honeymoon ma siwon emang enak…siapa suruh honeymoon ma hyuk.. *plak*

       
  5. vanny

    March 12, 2011 at 3:45 pm

    my comment FOTO SIWON PALING CAKEP BANGET!!!!…….
    sekian hehehehehe

     
    • shilla_park

      March 13, 2011 at 1:11 am

      foto yang mana????..
      siwon dari dulu emang cakep eon.. baru nyadar??

       
      • vanny

        March 13, 2011 at 6:20 am

        yg paling atas,keknya dah siap bgt buat merit hahaha…
        kadang terlalu cakep shil,jd silau liatnya haha

         
      • shilla_park

        March 13, 2011 at 8:12 am

        hahaha.. silau eon?? pake kacamata atuh.. hahaha.. he’s just too perfect eon… gyahahha

         
  6. lusiani haheho

    March 13, 2011 at 4:43 am

    wah bahagianya shillaaaa, chukkae, hmm happy bgt, aku baca senyum senyum terus jadinya, hahaha

    ditunggu ff yg lainnya unnie

     
    • shilla_park

      March 13, 2011 at 4:56 am

      awas disangka orang gila senyum2 sendiri..haha..
      sip sip.. ditunggu aja..

       
  7. DJ.merr

    March 14, 2011 at 12:27 pm

    #Gigit
    itu foto ma sulli bkin iri lagi aah~hahaha.
    kyaaaa,keren onn ^^ siwon nya romantis,adeeuh~hahahaha.

     
    • shilla_park

      March 15, 2011 at 10:54 am

      eh ada merr…
      itu bukan sulli tapi shilla.. *plak*
      hehe..

       
  8. Lereen

    March 15, 2011 at 2:24 am

    Whoooaa~ Veniceee~~
    Happy ending~❤❤
    Bgs banget FFnya~
    ditunggu FF lainny~😀

     
  9. TheClaret

    March 20, 2011 at 3:33 pm

    Author-ssi, mianhae baru tahu ada ff ni.. Dan langsung baca after story-nya..
    Nanti aku baca ff sebelumnya.. Mianhae..

     
    • shilla_park

      March 20, 2011 at 11:37 pm

      ga papa kok… gomawo ya dah baca n komen…🙂

       
  10. princessradita

    March 27, 2011 at 12:59 am

    Romantiiiiis~ besar bersama, menikah pun bersama, untung istrinya bukan istri sama2 (plak2)
    ㅋㅋㅋ

     
    • shilla_park

      March 27, 2011 at 1:04 am

      ga bakal lah.. istri mah sendiri2.. hehe

       
  11. helloimafangirl

    December 16, 2012 at 3:00 pm

    eonniiii, kenapa ga diceritain siapa sebenarnya pasangan donghae><

     
    • shilla_park

      December 16, 2012 at 10:01 pm

      haha biarlah jd rahasia aja lol

       
  12. inggarkichulsung

    August 5, 2013 at 3:09 pm

    So sweet mrk berdua menikah jg akhirnya.. Donghae oppa ada2 saja idenya u nenikah bersama2.. mrk berdua mmg sahabat sejati.. kebahagiaan u kedua pasang pengantin baru ini

     
  13. Siregar Sri Fauziah

    December 11, 2013 at 9:05 pm

    Oohhh… akhirnu Wonppa smbuh n ngelamar Shilla….
    Hahahaha… Dsar Fishu.. konyol bgt idenya.. tpi so sweet..🙂
    Chukkae… congratulation WonShil n HaeHye (?)
    And Apllause for Author… Daebak.. ^^

     
    • shilla_park

      December 16, 2013 at 7:43 pm

      haha si donghae kan banyak ide2 amis lol

       
  14. krilsalmine

    March 26, 2015 at 1:50 pm

    ahhhh.. donghae konyol!! sumpah..
    wonhae udh kaya adik kaka ajaa…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: