RSS

Poisonous Tongue

16 Apr

Based on true story with a little improvisation . Dedicated to vanny eoni

Backsound:  Poisonous Tongue by Tei

ps: Eoni saya ga tahu knapa ni judul jadi begini abis gara2 liat MV tei yg ada joongkinya jadi saya ambil aja deh jd judul.. *kicked*.. moga tidak mengecewakan…

Ketika sebuah persahabatan tak sesuai yang kita harapkan. Ketika sahabat terbaik kita justru menusuk dari belakang. Menyakitkan!

Apa salahku hingga ia harus begini padaku? Apa salahku hingga sahabatku sendiri berkata seperti itu? mengucapkan sesuatu yang membuatku terluka?

Aku selalu berharap ia menjadi orang pertama yang menghiburku. Menjadi orang pertama yang mendukungku. Menjadi orang pertama sebagai sahabatku.

Tapi kenapa ia lakukan itu?

Kulakukan semua yang terbaik untuknya. Berusaha selalu mendukungnya. Bersedia menerima keluh kesahnya. Bersedia menghiburnya saat ia terpuruk.

Tapi kenapa ia tega? Apa karena cinta? Benarkah sebuah cinta bisa merusak suatu hubungan persahabatan? Salahkah aku jika mencintai orang yang sama yang ia cintai?

Aku memang tidak menampik kalau aku bisa bertemu dengan pria itu juga karena sahabatku. Tanpa sengaja aku bertemu dengan pria itu saat kujenguk sahabatku yang terbaring di rumah sakit. Pria itu sunbaenim sahabatku.

Aku juga tak menampik kalau aku bisa dekat dengan namja bernama Kim Kibum itu juga karena sahabatku Cho Minji. Bahkan aku sengaja sering mengunjungi ke Busan juga salah satunya karena Kibum. Padahal jarak Seoul-Busan bisa dibilang tidak dekat.

Aku juga yang menemani Eunji saat ia sakit. saat ia butuh diriku selalu kuusahakan untuk datang ke Busan. Tak peduli jarak Seoul-Busan yang jauh.

Menjadi lebih dekat dengan Kibum adalah bonus untukku. Tapi sungguh aku menolong Eunji iklhas. Semata-mata karena memang aku menganggap Minji sahabat terbaikku. Jadi kapanpun ia membutuhkanku aku pasti akan berada di sisinya.

Tapi semudah itukah ia hancurkanku? Semudah itukah ia mengatakan sesuatu yang menyakittiku?

“Hey, masih memikirkan ucapanku tadi?” tepuk seseorang di pundakku. Park Shilla. Ia kemudian mengambil duduk di sebelahku.

“Mianhae eoni. Aku tak bermaksud membuatmu sedih. Seharusnya aku tak menceritakan pada Eoni.” Ucapnya lagi.

“Ani. Kau memang seharusnya menceritakannya Shilla-ya”

Flashback 1 hour ago

“Tch, dasar bermuka dua! Manusia tidak berperasaan!” umpat Shilla kesal dari dalam kamarnya. Aku dan Shilla memang tinggal di apartemen yang sama. Profesi kita yang sama membuatku dan dia dekat. Ia sahabatku yang lain selain Minji.

Kubuka pintu kamarnya, “Hey kau kenapa Shilla-ya?”

“Eo.. eoni?” ia tampak kaget dengan dengan kedatanganku yang tiba-tiba.

“Waeyo?”

“A..ani. tidak ada apa-apa” ucapnya sedikit gugup?

“Kalau tidak ada apa-apa kenapa kau mengumpat seperti tadi?”

“Ah.. itu.. ehm.. hanya sedang kesal dengan.. Siwon Oppa. Ya sedang kesal dengannya. Ehm kami sedang bertengkar.” Jelasnya. Tapi entah kenapa aku menemukan kebohongan disana.

“Bertengkar dengan Siwon? Tapi perlukah kau mengatainya bermuka dua? Kau menyembunyikan sesuatu dariku Shilla-ya” tanyaku menyelidik. Dan sudah kuduga Shilla menjadi semakin gugup.

“Kau pikir sudah berapa lama kita kenal? Aku cukup tahu kapan kau berbohong. Katakan ada apa sebenarnya?”

“Bukan apa-apa Eoni.” Shilla berusaha menghindar.

“Hya! Malhaebwa!” tuntutku. Shilla tampak berpikir. Ada apa sebenarnya hingga ia tak mau cerita padaku?

“Aku.. hanya kesal dengan Minji eoni’ ucapnya akhirnya.

“Minji? Memangnya kenapa dengannya?”

“Tidak ada apa-apa. Hanya kesal saja” Shilla membuang mukanya. Aku tahu anak ini pasti berbohong. Lagipula kalau ia hanya kesal biasa dengan Minji ia tidak akan mengumpat seperti itu. ia bukan orang yang mudah meluapkan emosinya. Jadi kalau ia sudah marah dan bahkan sampai mengumpat itu artinya ia benar-benar kesal dengan orang itu.

Tapi kenapa ia menutupi dariku? Apa ini ada hubungannya denganku?

“Apa Minji melakukan sesuatu? Apa hubungannya denganku?” tanyaku akhirnya. Dan Shilla langsung salah tingkah. Jadi benar? Ada apa memangnya?

“Eoni.. ehm.. aku”

“Malhaebwa. Katakan yang sebenarnya!”

“Eoni, Minji dia..”

“Katakan yang jelas Shilla-ya” potongku.

“Mianhae Eoni aku awalnya tidak mau cerita ini pada Eoni. Tapi kurasa Eoni harus tahu cepat atau lambat.”

“Ne? apa itu?”

“Minji dia mencintai Kibum Oppa”ucapnya. Dan seketika kurasakan aku bagai tersambar petir. Minji juga mencintai Kibum Oppa?

“Tapi masalahnya bukan itu Eoni” ucap Shilla lagi. Aku hanya mengerutkan keningku tak mengerti.

“Minji juga tahu kalau Eoni mencintai Kibum Oppa. Dan.. Kibum Oppa juga mencintai Eoni”

“Mwo? Kibum Oppa mencintaiku?” tanyaku tak percaya. Ini sungguh keajaiban. Selama ini aku hanya memendam perasaanku pada Kibum Oppa. Aku mencintainya tapi tak berani menyatakannya padanya. Aku cukup senang dengan menjalin tali pertemanan dengannya. Ya, meskipun kami lebih sering bertengkar, But I enjoy it.

“Ne. minji pernah berkata kalau Kibum Oppa mencintai Eoni dan ia juga bilang kalau Kibum Oppa ingin menyusul Eoni ke Seoul. Menetap di Seoul. Tapi Minji melarangnya”

“Mwo? Maksudmu?”

“Minji bilang pada Kibum Oppa kalau Eunri eoni.. ehm.. tidak pantas untuk Kibum Oppa.”

Aku terhenyak dengan penjelasan Shilla. Benarkah Minji berkata seperti itu?

“Mianhae eoni. Tapi kurasa cepat atau lambat Eoni harus tahu. Dan kenapa aku bilang Minji bermuka dua ya karena memang kenyataanya dia begitu. dia bersikap baik di depan Eoni tapi ternyata ia menusuk eoni dari belakang. Aku sama sekali tidak bermaksud menjelekkan Minji karena aku tahu Eoni begitu menyayanginya, hanya saja sikapnya membuatku kesal. Mianhae Eoni”

Aku masih terpaku. Seketika air mataku tumpah. Sahabat yang selama ini kubela, yang selama ini kusayang bersikap seperti ini?

Flashback end

 

“Eoni, sudah jangan dipikirkan lagi ya! Aku yakin kalau Kibum Oppa memang benar-benar mencintaimu, dia pasti tidak akan termakan omongan Minji. Ne?” ucap Shilla mencoba menghiburku.

Tapi, terus terang aku masih tak bisa tenang. Aku tak yakin apakah Kibum Oppa akan termakan omongan Minji atau tidak. Hanya saja Minji cukup dekat dengan Kibum Oppa. Kalau Minji saja bilang kalau diriku ini buruk, apakah kalian pikir Kibum Oppa tidak percaya? Kurasa ia akan percaya.

Orang biasanya akan lebih mempercayai perkataan sahabatnya. Daripada orang yang baru saja dikenalnya, meski orang itu adalah orang yang ia cintai. Dan dalam kasus ini, tentu saja Kibum Oppa akan lebih percaya pada Minji daripada padaku. Siapa diriku memangnya? Aku hanya orang yang dicintainya, tapi ia bahkan tak cukup tahu tentang diriku. Jadi mungkinkah dia akan percaya padaku? Tentu saja kemungkinan itu sangat kecil.

Aku menghela napasku berat. Aku mencintainya. Sungguh mencintainya. Tapi kenapa semuanya harus berakhir seperti ini?

***

Perkataan Shilla tempo hari terus terngiang di otakku. Semua kenyataan pahit itu tak bisa dengan mudah kuhapus. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Tapi kurasa berbicara langsung pada Minji adalah keputusan yang terbaik sekarang.

Lebih baik aku dengar langsung dari mulutnya meski itu menyakitkan. Lebih baik aku ke Busan untuk menemuinya. Dan kalau memang kenyataanya begitu menyakitkan. Mungkin ini akan kujadikan kunjungan terakhirku ke Busan. Kunjungan terakhirku pda Kibum Oppa.

Kurasa aku harus mempersiapkan kemungkinan terburuk. Kemungkinan kalau aku harus melepaskan Kibum Oppa.

Kuputuskan untuk menghubungi Minji terlebih dahulu. Setidaknya aku harus memberitahu kedatanganku ke Busan.

“Yoboseyo, Minji-ya” sapaku. Tapi jawaban berikutnya dari orang di seberang sana membuatku syok.

“Yoboseyo. Jwisonghamnida, Anda mengenal saya? Ini nomer siapa ya?” tanya orang di seberang sana yang aku yakini itu Minji. Suaranya jelas suara Minji.

“Minji-ya, kau tidak mengenalku? Jangan bercanda Minji-ya” ucapku masih berusaha tenang.

“Jwisonghamnida, tapi Anda siapa?” ucapnya datar. Sontak aku mematikan sambungan.

Kenapa ia berkata seperti itu? apakah ia melupakan kalau aku adalah sahabatnya?

Apakah mungkin nomer ponselku tidak sengaja terdelete olehnya? Itu sebabnya ia tidak mengenali saat kutelepon? Tapi apakah ia tidak bisa mengenali suaraku?

Aku mengenalnya lebih dari 10 tahun. Tidak bisakah ia mengenali suaraku? Sedangkan aku dengan mudah mengenali suaranya. Minji-ya apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah ini masih Minji yang dulu?

Terlalu banyak spekulasi. Membuatku semakin tidak tenang. Membuatku tidak mengerti.

***

Kuhela napasku panjang. Aku harus mempersiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi. Kemungkinan yang terburuk sekalipun.

Kuketuk pintu apartemen Minji. Tak bisa kupungkiri detak jantungku tak beraturan sekarang. Aku gugup. Aku takut dengan kemungkinan yang tak pasti ini. Takut kalau ternyata Minji memang telah berubah. Takut kalau ternyata Minji memang seperti apa yang Shilla katakan.

CEKLEKK

Pintu terbuka. Dan nampaklah Minji. Seketika ia seperti terkejut saat melihatku.

“E. Eunri-ya?”

“Annyeong Minji-ya” ucapku tenang.

“Kau.. kenapa kesini?”

“Memangnya aku tidak boleh menjengukmu? Lalu apakah kau akan biarkan aku berdiri di luar seperti ini terus?”

“Ah.. ne.. masuklah” ucapnya. Tapi entah kenapa aku merasa ia sedikit aneh.

Keheningan yang tercipta setelah kami memasuki ruang tamu. Baik aku ataupun Minji larut dalam pikiran masing-masing.

“Minji-ya.. apa nomerku hilang dari ponselmu?” ucapku memecah keheningan.

“Ne?.. ah.. ani. Waegurae?”

“Lalu kenapa tadi saat ku telepon kau tidak mengenaliku?”

“Eh?.. benarkah? Kapan kau menelepon memangnya?.. aku tidak menerima telepon dari siapapun hari ini” ujarnya. Tapi pernyataanya sungguh tak bisa dipercaya. Tidak menerima telepon? Lalu siapa yang kutelepon tadi? Hantu?

Kenapa kau harus berbohong Minji-ya?

“Kenapa kau menatapku seperti itu Eunri-ya?” tanyanya padaku. Karena memang sedari tadi aku menatapnya. Menganalisis tingkah lakunya.

“Aku hanya ingin tanya sesuatu Minji-ya” ujarku. Minji menatapku gamang.

“Benarkah kalau… Kibum Oppa mencintaiku?” tanyaku ragu. Minji menatapku syok.

“Da,, darimana kau tahu?”

“Jadi benar?” tanyaku lagi. Minji hanya diam. “Lalu..kau… apakah kau juga mencintainya?”

Minji menatapku sekilas, “Kalau memang aku mencintainya, kenapa Eunri-ya?” ucapnya seolah menantang. Sekilas kulihat kilatan kebencian di matanya.

“Minji-ya.. neo..”

“Ne. aku mencintainya. Waeyo?” ucapnya sinis. Tidak seperti Minji yang selama ini kukenal.

Aku hanya menatapnya tak percaya. Minji yang selama ini kukenal tak seperti ini. Kami memang sering bertengkar. Tapi toh itu pertengkaran kecil. Dan sedikitpun tak kulihat nada kebencian dalam kemarahannya dulu. Tapi sekarang? Ada benci itu.

“Lalu benarkah kalau Kau menjelekkanku di depan Kibum Oppa?”

“Menjelekkanmu? Ani Eunri-ya. Tapi kau memang begitu” tuturnya. Aku tersentak dengan ucapannya.

“Maksudmu..?”

“Tak sadarkah kau kalau kau tak pantas untuknya? Kau tak pantas untuknya Eunri-ya” ucapnya dingin. Aku terpaku.

“Kau pikir kau pantas untuknya? Manusia egois dan tidak peduli seperti kau ini tak pantas untuk Kibum Oppa” ujarnya. Aku hanya terdiam. Sepatah katapun tak dapat kukeluarkan. Hatiku terlalu sakit mendengar ucapannya.

“Kau ini manusia beruntung. Semua yang kau inginkan dapat kau raih Choi Eunri.” Ucapnya lagi. Tapi penuh dengan amarah.

“Apa salahku hingga kau bisa berkata seperti ini Minji-ya?”

“Salahmu? Kau tidak sadar Eunri-ya?” aku menggelengkan kepalaku.

“Kau ini menyebalkan. Apapun yang kau mau pasti kau dapat. Sedangkan aku? Tidak semudah itu. aku harus berusaha mati-matian untuk mendapatkanya. Aku membencimu Eunri-ya”

“Minji-ya.. tapi kita ini bersahabat. Tidak seharusnya kau katakan ini”

“Sahabat? Cih! Aku muak dengan kata-kata itu. kau selalu bilang sahabat. Padahal aku tak tahu apa maksud hatimu sebenarnya.” Ucapnya sarkastik. Aku tak mengerti dengan ucapannya.

“Aku tulus Minji-ya”

“Jangan naïf Eunri-ya. Bilang saja kalau kau tak pernah tulus menganggapku sahabat. Kau bahkan sering mengunjungiku hanya untuk bertemu Kibum Oppa kan? Hanya demi dia kan? Bukan aku. “

“Itu tidak benar Minji-ya.. aku..”

“Kau mencintainya kan Eunri-ya? Aku menyesal telah mengenalkanmu pad Kibum Oppa. Seharusnya aku tak pernah mengenalkanmu padanya. Mudah sekali kau merebut hatinya sedangkan aku harus mati-matian mendekatinya.”

“Minji-ya.. “

“aku membencimu Eunri-ya. Kau hanya memanfaatkanku untuk mendekatinya kan? Kau pura-pura baik merawatku saat sakit, itu semua untuk merebut hatinya kan? Aku kecewa padamu Eunri-ya”

Aku terhenyak dengan ucapanya. Air mataku menetes begitu saja. Terlalu sakit mendengar ini semua dari mulut sahabatmu sendiri.

“Minji-ya mianhae…” ucapku kemudian pergi meninggalkannya. Aku tak sanggup lagi jika harus mendengar tuduhannya.

Jadi semuanya harus berakhir seperti ini?

Sungguh aku tulus menjadi sahabat Minji. Tulus merawatnya. Aku benar-benar ingin membantunya. Tidak ada sedikitpun niatan untuk memanfaatkannya. Tidak sedikitpun aku berpura-pura baik untuk merebut hati Kibum Oppa.

Terkadang niatan baik tak selamanya dihargai. Niatan baik tak selamanya dikenang. Sekarang aku baru tahu apa arti air susu dibalas dengan air tuba. Dan rasanya sungguh menyakitkan.

Hatiku hancur skarang. Rasanya dadaku ini ditindih dengan bongkahan batu yang besar, membuatku sesak. Air mataku bahkan trus mengalir tanpa ku komando.

“Eunri-ya..” sapa seseorang padaku. Kutolehkan kepalaku dan mendapati sosok yang begitu kucintai. Kibum Oppa.

“Eunri-ya gwenchana?” tanyanya cemas ketika melihat air mata yang mengggenang di pelupuk mataku.

Aku merindukannya. Melihatnya di depan mataku sekarang sungguh membahagiakan. Tapi, aku kembali teringat Minji. Pertengkaran kami. Semua tersulut karna Kibum Oppa secara tidak langsung. Hatiku sakit tiba-tiba.

“Eunri-ya…” ucapnya lagi ketika aku melangkahkan kakiku menjauhinya. Berat rasanya untuk mengabaikannya. Kalau boleh jujur aku ingin berlari ke arahnya. Mendekapnya dan mengatakan kalau aku mencintainya.

Tapi aku tak bisa. Yang bisa kulakukan adalah menjauhinya. Kurasa melupakannya adalah pilihan yang tepat. tapi kenapa rasanya sangat menyakitkan?

SREKK

Kibum Oppa diluar dugaan menggapai lenganku dan menarikku dalam dekapannya. Aku terdiam. Tidak menolak atau menyambut dekapannya.

“Aku merindukanmu” ucapnya singkat. Tapi mendengar ucapannya justru begitu menyakitkan. Kalau dulu ungkapan itu adalah ungkapan yang paling kuharapkan, tapi kini kenapa ungkapan itu justru menyakitkan?

“Eunri-ya.. jeongmal bogoshipo” ujarnya lagi. Aku tak bergeming. Aku tak tahu harus bagaimana menanggapinya.

“Saranghae..” ucapnya.

Aku semakin menangis di dekapanya. Tuhan, kenapa saat ia menyatakan cintanya justru saat aku ingin melepasnya?

“Eunri-ya katakan sesuatu”

“Aku… tidak pantas untukmu Oppa” ucapku dengan suara bergetar.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Aku.. egois.. jahat..dan tidak baik.” Ucapku mengutip ucapan Minji. Bodoh memang. Aku menyalin apa yang Minji tuduhkan padaku. Tapi kurasa ini yang terbaik untuk menjauhi Kibum Oppa.

“Lepaskan Oppa!” ujarku lagi.

“Shireo!”

Aku berontak dari pelukannya. Tapi ia mengeratkan pelukannya.

“kau kenapa Eunri-ya? Kenapa kau begini?” aku hanya diam. tak mengerti dengan pertanyaannya.

“Kenapa kau seperti Minji? Mengatakan kalau dirimu tak pantas untukku? Huh?” aku tersentak. Jadi benar Minji mengatakan kalau aku tak pantas untuk Kibum Oppa. Setetes air mataku jatuh lagi.

“Minji benar. Aku memang tak pantas. Jadi sekarang lepaskan aku”

“Shireo! Kenapa kau bilang tidak pantas, huh? Aku tidak butuh ungkapan itu. aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu Eunri-ya”

Aku tak mampu berkata. “Kau mencintaiku Eunri-ya?” ujarnya lagi. Lagi-lagi aku bungkam.

Pikiranku berkecamuk. Haruskah aku katakan kalau aku juga mencintainya? Lalu semuanya akan berakhir bahagia.

Tapi haruskah seperti itu? karena dia hubunganku dan Minji kini hancur. Haruskah aku bahagia dengan orang yang secara tidak langsung telah menghancurkan persahabatanku. Ya meski aku tahu ia tak pernah mengharapkannya.

“Eunri-ya! Katakan kalau kau juga mencintaiku”

“Perasaanku tak penting Oppa. Lepaskan!” ucapku masih berusaha melepas dekapannya.

“Tapi itu penting bagiku. Katakan kalau kau mencintaiku. Kumohon Eunri-ya. Aku tahu kalau kau mencintaiku”

“Oppa terlalu percaya diri. Lepaskan aku Oppa”

“Eunri-ya kenapa kau keras kepala? Apa begitu susah untuk mengakui perasaanmu padaku?”

“Oppa! Lepaskan!”

“Eunri-ya jawab pertanyaanku! Kau mencintaiku kan?” ucapnya lagi. Kini ia memegang bahuku. Menghadaokanku sejajar dengannnya. Bisa kulihat pancaran matanya yang menunggu kepastian.

“Kau mencintaiku kan?”tanyanya lagi.

“Itu tidak penting Oppa” ucapku mencoba menghindar dari tatapan matanya. Ditatap seperti ini membuatku risih. Membuatku tak akan bisa bohong. Sejujurnya sekarang aku ingin teriak kalau aku juga mencintainya. Tapi aku ragu.

“Tatap aku Eunri-ya!” ucapnya kemudian memegang daguku. Memaksaku untuk melihat di kedua bola matanya yang redup tapi indah. Membuat jantungku tiba-tiba berirama tak tentu.

“Kau mencintaiku kan Eunri-ya? Choi Eunri kumohon jangan bohong dan katakan yang sejujurnya. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan dan apa yang kau takutkan. Tapi kumohon katakan kalau kau memang mencintaiku” ucapnya dengan wajah sendunya. Pandangan mataku mulai kabur karena air mata yang mulai menyeruak keluar lagi.

Aku tak menjawab pertanyaannya tapi malah membenamkan kepalaku di dadanya. Merasakan detak jantungnya yang sama tak beriramanya denganku.

“Eunri-ya saranghae” ucapnya lembut. Aku makin terisak.

“Na.. nado saranghae Oppa” ucapku akhirnya. Entahlah, tapi kurasakan kelegaan yang begitu besar setelah kuungkapkan semuanya. “Tapi aku tak pantas untukmu Oppa” lirihku

Kibum Oppa semakin mengeratkan pelukannya. “Aku tahu Eunri-ya. Gomawo! Aku tidak peduli apa yang orang lain katakan. Meski ribuan orang dan bahkan Minji sekalipun mengatakan kalau kau tak pantas, tapi yang merasakan semuanya adalah diriku. Aku dan hatiku yang menentukan apakah kau pantas untukku atau tidak. Dan kenyataanya kau pantas Eunri-ya. Saranghae jeongmal saranghae”

Mendengar ucapannya mampu membuat hatiku begitu bahagia. Sekian lama aku menjadi pemujanya. Sekian lama aku bertahan dengan perasaanku. Menyembunyikan kalau aku mencintainya. Dan kini kami sama-sama tahu kalau kami saling mencintai.

“Kalau begitu kkaja kita ke Seoul” ucapnya kemudian.

“Eh?”

“Aku kesini sebenarnya ingin berpamitan pada Minji. Besok aku ingin menyusulmu ke Seoul sebenarnya. Tapi tak disangka malah kau sudah menjemputku disini” ujarnya

“Mwo? Kenapa ke Seoul?” tanyaku seperti orang bodoh.

Kibum Oppa memencet hidungku, “Untuk menggapai impian dan cintaku.” Ucapnya sok puitis. Aku terkekeh ringan. Tak bisa menyembunyikan kalau aku bahagia.

“Eh tapi tunggu dulu Oppa, menjemputmu kau bilang? Siapa yang menjemputmu memang?”

“Kau kesini bukan untuk menjemputku? Lalu untuk apa? Ah iya, dan kenapa tadi kau menangis?” tanyanya. Seketika aku sadar kalau ia masih belum tahu duduk masalahku dengan Minji. Tentang kalau aku bertengkar karenanya.

Aku memberi senyuman simpul. Mungkin memang sebaiknya kusimpan saja semuanya. Tak perlu ia tahu bagaimana Minji yang sebenarnya. Biarlah nama Minji tetap baik di memorinya.

“Hey kenapa melamun? Kau belum menjawab pertanyaanku Eunri-ya” ujarnya. Aku tersenyum lagi.

“Nanti saja aku ceritakan. Sekarang kkaja antar aku pulang Oppa” ucapku. Ia menatapku gemas dan mengacak rambutku. Ia memegang tanganku erat dan dengan senang hati aku bergelayut di lengannya.

Aku bahagia sekarang. Meski sejujurnya aku tak pernah tahu bagaimana nasib persahabatanku dengan Minji. Aku hanya berharap ia akan menyadari kalau aku menganggapnya tulus sebagai sahabat. Aku hanya berharap ia akan menemukan kebahagiaanya.

Minji-ya aku menyayangimu.

Ditempat lain…

“Huh, pada akhirnya ia mendapat apa yang ia inginkan. Chukae Eunri-ya” ucap seseorang sambil teresnyum kecut. Tidak ada yang tahu apa yang ia pikirkan. Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

 

~FIN~

 

Woahhh, vanny eoni…

Mianhae.. jeongmal mianhae kalau saya banyak berimprofisasi (?).. maaf juga ya kalau endingnya tidak seperti kenyataanya. Yah anggap aja ending ini sebagai doa supaya Eoni bisa berakhir bahagia dengan pria itu. dan semoga hubungan Eoni dan sahabat eoni bisa membaik. Cheer up sista!!!!!!..

 
27 Comments

Posted by on April 16, 2011 in fanfiction

 

Tags:

27 responses to “Poisonous Tongue

  1. Batu Apung

    April 16, 2011 at 10:31 pm

    Huh, kisah hidup Eunri mirip banget sama yang aQ alami beberapa waktu yang lalu. Tapi, masalahnya bukan karena rebutan cowok T_T

     
    • shilla_park

      April 17, 2011 at 12:54 am

      hoho.. banyak yg mengalami spt ini ternyata… sabar ya..🙂

       
  2. Zhee

    April 17, 2011 at 12:09 am

    Ceritanya persis sama aku tp mslh utamanya bkan rbtan co ..Tp dia iri sama semua hal yg aku miliki n cpai..Udah shbtan 5 tahun tp dia nusuk aku dri belakang saakiittt dan smpai skrg(read:3thn) qt menjadi musuh..

     
    • shilla_park

      April 17, 2011 at 12:55 am

      woahhh… menyedihkan jg ternyata kisahnya.. yg sabar ya..oga dapat yyg terbaik..🙂

       
  3. princessradita

    April 17, 2011 at 12:58 am

    Cerita ini srg terjadi di kehidupan nyata
    #curhat
    Tp untgnya gk sejahat Minji
    ㅋㅋㅋ

    Coba klo Eunri gk ketemu Kibum pas pulang.. Bisa2 Eunri bnar2 melepaskan kibum deh~

     
    • shilla_park

      April 17, 2011 at 1:05 am

      hehe.. emang ni kisah nyata cuma endingnya saya buat sendiri.. haha..
      masih belum berending soalnya kisah aslinya…😛

       
  4. joowooners topers

    April 17, 2011 at 3:09 am

    oh oh oh,kasihan,tersiksa karena perasaan,persahabatn dan cinta….terlalu miring dan berasa perang dlm hati membaca ff ini😦

    nieff real yah?

     
    • shilla_park

      April 17, 2011 at 4:43 am

      perang dlm hati??.. haha…
      iya ini real.. tp dgn sedikit banyak perubahan dr saya…:P

       
      • joowooners topers

        April 19, 2011 at 7:23 am

        Hhahahhaa…begitu…mengharukan oh oh oh shilla😦

         
  5. vanny

    April 17, 2011 at 4:50 am

    bagus kok shil,aku suka en kamu harus tanggung jawab karna dah buat aku nangis….

    komen lengkap besok aja ^^

     
    • shilla_park

      April 17, 2011 at 5:28 am

      bguslah jadi saya ga jadi dilempar panci…haha..
      yah kok nangis eon??… saya ga ada maksud…😦

       
  6. vanny

    April 17, 2011 at 6:29 am

    tetep dilempar panci karna dah buat onnie nangis hhehehe #kidding

     
    • shilla_park

      April 17, 2011 at 11:11 am

      yah jangan dilempar panci dong.. lempar siwon aja..😀

       
  7. Shiningtaem...

    April 17, 2011 at 5:43 pm

    Hmmmmmmm…bersyukur sampai saat ini blum pernah punya sahabat kaya minji…..huhuhu….g bgt jelek2in teman sendiri….semoga minji sadar n minta maaf sama eunri…karena menurut aku persahabatan adalah segalanya,,,hehehheh,,,,keren saeng,,,emang banyak yg ngalamin kaya gini,,,kadang cinta bikin orang jd egois,,,,semoga masalahnya cepat selesai dengan baik yaaa

     
    • shilla_park

      April 18, 2011 at 12:26 am

      iya eon aku jg alhamdulilah ga da..dan jgn sampai deh..
      amiin.. moga masalahnya menemui titik ujung yg bahagia..🙂

       
  8. vanny

    April 18, 2011 at 4:36 am

    sumpah lis, pas baca FF ini lagi trus baca curhatanku ama mu, aku nangis lagi..
    se sakit ini kah suka ama orang??
    se benci itukah dia samaku sampe dia ngejelekin aku??

    aku juga merasa kalau di cemburu samaku shil..tapi biarlah.. sekarang aku ga terlalu berharap lagi..let it be aja, aku dah capek shil..

    thanks jg buat ending yg sangat aku suka.. walopun di dunia nyata aku tidak bisa seperti itu, setidaknya aku bisa dapat gambaran yg indah hehehe

     
    • shilla_park

      April 18, 2011 at 11:13 am

      huweeeee.. eoni….
      saya jadi merasa bersalah bikin crita sperti ini…
      habis saya ga tau harus mengekspresikan curhatan eoni spt apa… ini yg ada dipikiran saya…
      dan masalah ending, aku ga terlalu suka sad end jadi aku bikin happy meski kenyataanya ga kaya gt… cuma berharap dia emang beneran suka ma eoni…
      ga ada salahnya berharap eoni… hanya jangan terlalu berharap aja… (?)..ssuatu yg berlebihan bagaimanapun ga abgus…😛
      cheer up sista…😛

       
      • vanny

        April 19, 2011 at 1:31 am

        tenang kok, aku suka FF ini.. setidaknya aku disini happy ending walopun kenyataannya masih gantung hahahahahaha.. sumpah aku suka bgt shil.. palagi pas kibum meluk, yaolloh berasa dipeluk betulan hahahaha

        sekarang aku malah mikir, biarlah itu jadi kenangan *kek lagu*, aku ga terlalu berharap lagi bisa ketemu ama dia atau apalah.. now, i refer to find a new one hahahahahaha, sadis ga aku shil??

         
      • shilla_park

        April 19, 2011 at 10:40 am

        woahhh.. maunya dipeluk kibum.. huh
        find another one??.. thats your choice.. kalo ternyata yg lain itu lbh mudah dicaridan lbh baik, why not??.. haha…😀

         
  9. chicken861015_donghae

    April 18, 2011 at 5:50 pm

    aghh…
    Shilla eonni…
    Knpa seneng bged am crta sedih sii eonni?? *pltak!
    Tapi cerita na krenn eonni😦..🙂

     
    • shilla_park

      April 18, 2011 at 11:34 pm

      haha.. bukan seneng tp tuntutan.. (?)😛

       
  10. vanny

    April 21, 2011 at 3:59 am

    yah…nyari yg lain aja lah shil, wong dia juga skrg ga tau dimana rimbanya kekekekekek

    btw tadi malam aku nonton MVnya TEI, buju bune itu joongki napa cakep bgt di situ ya, trus brasa kek dia lagi yg nyanyi ampe temmenku ngomong “joongki sekarnag jd penyanyi?” wkwkwkwkwkwkwk

     
    • shilla_park

      April 21, 2011 at 9:16 am

      haha.. boleh lah…
      baru liat tuh mv??..yah kirain dah liat dari dulu.. ga gaul ah… *plakkk*
      joongki emang guanteng dr orok.. hehe…😛

       
      • vanny

        April 21, 2011 at 9:28 am

        aku malah tau si TEI dari kamu wkwkwkwkwk….

         
      • shilla_park

        April 21, 2011 at 9:50 am

        woahaha… aku jg tau tei gara si joongki yg imut lucu mempesona itu.. *diplototin siwon*😛

         
  11. lusiani haheho

    April 24, 2011 at 12:28 am

    ah gilaa minji parah banget ckck
    kibum maksa amat si haha
    nyesek ya punya sahabat kaya gitu minta di tabok #plak hahaha

    tujuan kesini cuma mau ngecek ‘my bad boy’ udah keluar belom eh ternyata belom, yaudah dari pada diem aja iseng baca nih ff eh si minji nya bikin emosi ckck *lah malah curhat haha* ditunggu ya ‘my bad boy’ nya secepatnya hehe

     
    • shilla_park

      April 24, 2011 at 11:23 am

      hoho.. maaf kemaren 3 hari saya terisolir soalnya… jadi ga bisa nglanjutin bad boy.. tp ni lagi dilanjutin kok…😛

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: