RSS

(Freelance) My Love Story

07 Sep

Tittle : My Love Story

Author : Kurnia aka

Cast :

-Lee Donghae SJ

-Jung Jinyeong B1A4

-Other Cast

-Genre : Romance, Family

-Rate : T

Nb : Akan banyak Miss Typo yang bertebaran, harap maklum ya reader.^^

Sok atuh di baca, Ep Ep nya..

-Author Pov-

”heyy.. Eunhye-ya!!” Triak seorang namja tampan mengagetkan yeoja bernama Eunhye.

”ngapasih Hae! Berisik tau gga!!” Protes Eunhye yg kesal akibat ulah Donghae, sahabat barunya di sekolah barunya ini.

”Aissh.. Uri Eunhye marah🙂. Jangan marah-marah donk nanti mukamu yang mengerikan itu menjadi tambah mengerikan!” ujar Donghae sambil mencolek dagu Eunhye, lalu kabur secepatnya dari situ.

Eunhye dengan muka yg sudah berkerut siap untuk marah langsung meledakkan emosinya pada Donghae.

”Ikan Asin!!! Sialan kau!!” lalu bangkit mengejarnya.

Setelah kehilangan jejak Donghae, Eunhyepun menyerah dan memilih untuk kembali ketempat dimana ia tadi bisa duduk dengan tenang, dengan catatan sebelum Donghae sang peganggu datang.

Donghae, sahabat yg baru saja Eunhye dapat disekolah barunya ini memang belum banyak tahu tentang kehidupan keluarganya. Eunhye sangat tertutup untuk persoalan keluarganya. Menurutnya jika 1 orang saja mengetahui prihal keluarganya, maka kehidupan keluarganya akan tidak nyaman akibat para fans dirinya yg bisa dikatakan banyak.

Walaupun Eunhye memiliki wajah yg sangar  tatapan mata yg tajam dan jga sangat ketus dan kasar, tapi dia memiliki fans tersendiri bagi dirinya. Para siswa siswi di sekolah baru maupun lama mengatakan 1 hal yg tentang Eunhye, menurut mereka walaupun kelihatan dari luar Eunhye kasar dsb, tpi sebenarnya dia sangat peduli dgn orang lain dan juga Eunhye sgt manis jika sudah tertawa.

*ring ding dong ring ding dong*

suara bel tanda pulang sekolah berbunyi. Para siswa siswi berbondong-bondong keluar dari klsnya msing-masing untuk pulang kerumah, termasuk Eunhye.

”Kami pulang ya Eunhye-ya” Ujar beberapa orang siswa siswi teman satu sekolah Eunhye.

”Ne, hati-hati chingu” triak Eunhye dengan suara khasnya.

”Kau jga Eunhye-ya” lalu di balas anggukan kecil oleh Eunhye, dan Eunhyepun berjalan dalam diam, sambil memencet-mencet keypad BlackBerry Onyx miliknya tanpa menyadari sedari tadi Donghae sedang mengikutinya.

Setelah cukup jauh mengikuti Eunhye, tiba-tiba Donghae kaget melihat Eunhye yg tiba-tiba berlari, sambil terus menempelkan BlackBerry ditelinganya. Donghaepun berinisiatif untuk mengejarnya dan berhenti didepan sebuah rumah yg cukup mewah, disekitar kompleks gangnam, karena melihat Eunhye sedang memencet bel rumah tsb dengan tergesa-gesa.

Donghae terus memperhatikan Eunhye yang terlihat begitu panik saat ini. Dia sangat penasaran, apa yang sedang terjadi pada Eunhye saat ini, mengapa dia sangat panik seperti itu. Begitulah kira-kira pertanyaan yg ada dibenak donghae saat ini.

-Author Pov End-

-Eunhye Pov Start-

Aku sangat panik sesaat setelah membaca pesan dari Eunhee. Dia berkata dadanya sakit lagi. Lalu saat ku telpon dia tidak menjawab telpon dariku. ‘Shiit!!’ umpatku dalam hati. Lalu karena tidak ingain terjadi apa-apa pada Eunhee akupun berlari secepat mungkin agar bisa tiba di rumah secepatnya. Sesampainya disepan gerbang depan rumah, akupun bertriak memanggil pak jung, satpam dirumah kami.

”Pak jung!! Pak Jung!! Cepat buka pintunya”

”Ne, Agassi” balas pak jung lalu membukanya dan membukuk hormat padaku, namun aku mengabaikannya aku terlalu takut jika terjadi apa-apa denga Eunhee.

Aku memasuki rumah, yang begitu besar namun terasa sepi ini. Appa dan Eomma pasti sedang sibuk dengan bisnis mereka masing-masing. Mereka hanya sibuk dengan urusannya masing-masing, tidak pernah memperhatikan Eunhee, apa lagi aku.

”Eunhee!! Eunhee Eonni!! Neo Eodiga??” triaku saat memasuki rumah.

”Mianhae Agassi, kau mencari Eunhee Agassi, ya Eunhye Agassi??” tanya Bibi Jung sopan, dan ku balasa dengan anggukan kecil.

”Dari Eunhye Agassi berangkat sekolah tadi pagi, Eunhee Agassi tidak keluar kamar sama sekali Agassi.” jelas Bibi Jung. Lalu aku reflek berlari menuju kamar Eunhee eonni dilantai 2 di sebelah kamar ku.

***********

”Eunhee Eonni!! Eunhee eonni, kau didalam?” namun tidak ada jawaban darinya, dan aku mencoba memanggilnya kembali.

”Eonni, jebal jgn buat aku khawatir?!” msih tdk ad jawaban jga, dan aku putuskan untuk masuk saja kedalam kamarnya yg bernuansa pink tsb.

Aku panik saat melihat Eunhee eonni sudah tergeletak dilantai dekat kamar mandi sambil menggenggam Iphone miliknya dengan wajah yang sudah sangat biru.

”Bibi jung!! Pak Jung!! Bantu aku!!” triaku panik. Lalu mereka berdua masuk kedalam kamar dan membantuku mengangkat Eunhee eonni keranjangnya, lalu aku menelpon Leeteuk Adjussi. Dokter keluarga kami.

”yeoboseo, Eunhye. Waeyo??”

”Adjussi, tolong secepatnya kesini. Eunhee eonni pingsan dan wajahnya sudah membiru, aku mohon dokter.

”ne, ne. Aku sakan secepatnya kesana.

-Eunhye Pov End-

-Donghae Pov Start-

Sudah sekitar 1/2 jam menunggu Eunhye keluar dari rumahnya, namun dia tidak kunjung menampakan batang hidungnya juga. Tapi saat aku akan pergi untuk mengambil motorku yg aku tinggalkan disekolah saat mengikuti Eunhye tadi, ada sebuah mobil putih yg masuk kedalam rumah tsb. Dan itu makin membuatku penasaran, dan berbalik mendekati rumah Eunhye.

namun tiba-tiba handphoneku berbunyi. Menampilkan nama❤ nae Umma❤

”Yeoboseo umma, wae?” jawabku cepat dan berbalik menjauh dari rumah Eunhye.

”Kau dimana Hae-ya??”

”aku sedang di jalan umma. Wae??”

”Cepat pulang, Nenek masuk RS. Aratchi?”

”ne, umma. Arraseo!” *pipp*

setelah mendapatkan telpon dari umma, akupun mengurungkan niatku, dan bergegas kembali kesekolah untuk mengambil motorku, lalu pulang.

-Donghae Pov End-

-Author Pov-

*Eunhee room*

”bagaimana adjussi, keadaan eonni?”

”sepertinya livernya semakin parah, harus secepatnya mendapatkan donor yang cocok. Di mana appa dan ummamu?”

”Mereka sedang sibuk, dengan bisninya Adjussi.” jawab Eunhye acuh. Lalu meneteskan air mata.

”sudahlah, sayang. Adjussi yakin mereka memiliki alasan mengenai hal ini.” lalu dokter yang dipanggil adjussi oleh Eunhye ini memberikan selembar kertas pada Eunhye.

”Ini resep, kau tebus di Apotek seKarang ya. Biar Adjussi yang menjaga Eonnimu. Mungkin kita akan membawanya ke Rumah sakit jika dia sudah sadar.”

”baik, adjussi.”

setelah menerima resep dari dokter seligus pamanya, Eunhye bergegas pergi ke Apotek untuk menebus obat tsb.

** skip time **

”Eunhee eonni? Eonni? Kau sudah sadar?” tanya Eunhye dengan suara serak karena habis menangis tadi.

”eeghhh..” lenguh Eunhee sabil mengeliyat ulat. ”ugghh.. Yeya.. Kau sudah pulang? Aigo.. Kenapa matamu bengkak huh, habis menangis ne?”

”Eonni…”panggi Eunhye lalu memeluk Eonninya cukup erat. ”Eonni..kau membuatku khawatir, tau!!”

”mianhae, Yeya..” ucap Eunhee pelan sambil mengusap kepala Eunhye lembut.

”Ne, tapi sekarang eonni harus mau di rawat, kita sudah mendapatkan pendonor hati yg cocok untukmu eonni.”

”Jeongmal? Kau tidak bercandakan Yeya?”

”Ne, eonni, aku serius. Mana mungkin aku membohongi eonniku sendiri.”

‘mianhae eonni, mungkin jika kau tahu kalau aku yang menjadi pendonornya kau tidak akan mau menerima ini. Tapi aku ingin eonni bisa sembuh dan merasakan apa yg selama ini kurasakan. Kebebasan untuk bermain dan memiliki banyak teman, yang selama ini hanya bisa kau dengar dariku.’ ucap Eunhye dalam Hati.

”kalau begitu kita bisa bermain bersama dan aku ingin kau mengenalkanku pada Fishy-mu itu. Aku penasaran seperti apa oarang yg bisa membuat adikku ini menjadi memperhatikan penampilannya.”

”Aissh… Eonni…!! >///<”

”hehehehe..:P”

”sudah, ayo kita kerumah sakit, jungsoo adjussi sudah menunggu d mobil.”

”tapi aku belum beres-beres.”

”sudah aku siapkan semua eonni ku sayang. Semuanya sudah masuk mobil. Kajja..!!”

** skip time **

-SEOUL INTERNASIONAL HOSPITAL-

~VVIP 04 ROOM~

”nah, untuk saat ini kau harus dirawat dulu di sini Eunhee. Aratchi? Adjussi sudah menghubungi Appa dan Umma kalian, mereka sedang dalam perjalanan kesini.”

”Ne, Adjussi..” jawab Eunhee dan Eunhye kompak.

”Baiklah, Adjussi tinggal dulu ya. Adjussi masih banyak pasien.”

”ne, annyeong Adjussi” jawab Eunhee.

”ne adjussi” ucap Eunhye, lalu duduk di sebelah tempat tidur Eunhee.

”Eonni, aku masih ada urusan. Aku pergi dulu ya sebentar.”

”Ok, hati-hati ya.” lalu dibalas anggukan kecil oleh Eunhye, dan berlalu meninggalkan Eunhee sendiri di kamar.

**** ****

”Ehmm.. Di mana nenek di rawat?” tanya seorang namja pada orang yang sedang ada ditelpon.

”Nenek di rawat diruangan VVIP, tapi hyung lupa nomor kamarnya berapa, donghae-ya.”

”Dasar Hyung!! Paboya! Jadi bagaimana?”

”sebentar ku ingat-ingat dulu, hhmm kalau tidak salah Nenek dirawat di Kamar VVIP no, ehh kalau tidak 4 , 5. Iya diamtara dua itu. Coba kau cari saja. Ok? Aku msh banyak pasien! Annyeong..”

”yak!! Yak!! Hyung? Donghwa Hyung?? Haiiss shiit!”

lalu namja bernama Donghae itu pun melangkahkan kakinya menuju kamar yang dimaksud oleh hyungnya tadi. Namun saat membuka kamar VVIP 04, betapa kagetnya Donghae melihat Eunhye sedang terbaring di sana, bukan sang nenek.

Donghaepun mendekat, dan memandangi Eunhye sangat dekat.

”Eeghh.. Kau!! Siapa kau,? Berani-beraninya masuk kekamarku?” tanya orang yang dikira donghae adalah Eunhye padahal itu adalah Eunhee, kakak kembar Eunhye.

”Eunhye-ya, ini aku. Donghae? Kau tidak ingat?” tanya Donghae khawatir.

”Mwo?? Eunhye? Aku Eunhee bukan Eunhye. Mianhae. ” jawab Eunhee sopan dan lembut, tidak seperti tadi saat dia kaget akan kehadiran Donghae dikamarnya.

”Hah? Jangan bercanda Eunhye, tidak lucu tau!”

”Aku tidak bercandan Donghae-ssi! Aku Eunhee bukan Eunhye. mungki Eunhye yang kau maksud itu Eunhye, adik kembarku. Tapi dia barusan saja keluar. Kau temannya, ne?”

”ne, jadi benar kau bukan Eunhye? Tapi Eunhye tidak pernah cerita qlo dia memiliki kembaran.”

”tapi pasti dia pernah berceritakan, jika dia memiliki seorang eonni?”

”ne, mianhae Eunhye.. Ah maksudku Eunhee-ya telah mengganggu istirahatmu. Boleh kah, aku memanggilmu seperti itu?”

”ne, donghae-..”

”donghae-ya, kau bisa memanggilku seperti itu Eunhee-ya”

”ne, nan gwenchanayo Donghae-ya. Tapi sebenarnya kau sedang ap kesini?”

”aigo! Aku lupa, aku harus menjenguk Nenek-ku yang dirawat dikamar sebelah!”

”yasudah, cepat sana, kasian nenekmu menunggu cucunya, tapi tidak sampai-sampai juga.”

”baiklah, aku pergi dulu Eunhee-ya. Besok aku akan kemari lagi..”

”ne, ^^”

Donghae meninggalkan kamar VVIP no 04 tsb dengan wajah merona merah. Jantungnya saat ini sudah berdetak tidak karuan. ‘Apakah ini yg disebut dengan Love at the first sight?’ gumam Donghae dalam hati. Dan bergegas menuju kamar sang nenek.

-Author Pov End-

Setelah bertemu dengan Jinyeong, mantan pacarku dulu di sekolahku yang lama, aku bergegas kembali menuju RS untuk menemui Eonniku lagi.

Tapi baru sampai aku didepan pintu kamarnya, aku sudah mendengar suara gelak tawa dari seorang yeoja dan namja. Aku mengenali kedua suara itu, itu suara Eonniku dan juga Donghae. *nyuutt* sakit rasanya, aku tidak tau kenapa dadaku sakit saat mendengar tawa renyah dari mereka berdua. Sepertinya mereka berdua sudah saling kenal. Tapi kenapa Donghae ataupun Eunhee eonni tidak pernah bercerita padaku?

Akupun berbalik, bermaksud untuk menjauhi kamar rawat Eunhee eonni, hatiku tidak sanggup jika melihat pemandangan didalamnya nanti, namum baru saja beberapa langkah aku berjalan, sebuah suara yang sangat kunenal mengentikan langkahku.

”Eunhye-ya!”

Aku menghentikan langkahku dan menengok kearah belakang. *nyuut* hatiku makin sakit melihat situasi saat ini. Aku melihat Donghae sedang mendorong kursi roda Eunhee eonni dengan penuh senyuman, dan Eunhee eonni juga terlihat bahagia. Mereka berdua sama-sama bahagia.

”Yeya? Gwenchana?” tanya eonni, menyadarkanku dari lamunanku.

”Ne, ne.. Nan..gwenchanayo eonni-ya.”  jawabku sedikit gugup. ”ka..kalian mau kemana?” tanyaku, melihat kearah mereka berdua.

”ohh.. Kami mau jalan-jalan ke taman Rumah Sakit, kata Eunhee-ya dia merasa bosan dikamar terus.” aku hanya menganggukan kepalaku.

”Iya, eonni bosan Yeya, dikamar itu trs. Apalagi tadi kau meninggalkan eonni lama sekali. Untung saja ada Donghae, memang kau kemana sih, tadi?”

”oo.. Aku tadi menemui Jinyeong, eonni di Lapangan Basket di Taman kota.”

”wah.. Kau tumben! Mencurigakan!” ucap Eunhee eonni sambil mengangguk-anggukan kepalanya kecil. ” hahh.. Pasti kalian mau balikan, benar tidak?”

”haiissh.. Sudahlah, eonni katanya mau ketaman, sudah sana!” lalu aku pergi meninggalkan mereka berdua.

”ciiyee.. Yeya mau balikan.. Yeah! Chukae Yeya!” triak Eunhee eonni, yang bermaksudkan untuk menggoda ku, namun aku tidak menghiraukannya, aku terus berjalan menuju taman belakan RS yg cukup sepi, aku ingin menangis, menangis sekeras-kerasnya. Hatiku sakit!! Sakitt.. . Sedangkan mereka sepertinya melanjutkan rencana mereka ketaman depan RS.

”Kenapa? hiikss..Kenapa ..hikss hikss.. Kenapa harus dengan Donghae, hikss.. Eonni bisa tersenyum lepas seperti itu, hah?  Kenapa harus dengan pria yang aku sukai, bahkan aku cintai? Kenapa eonni? Hikss.. Kenapa kita harus menyukai satu orang yang sama? Hikss… Hikss… Kenapa eonni? Hikss hikss.. Kenapa?? Hikss.. Hah hah hah.. Nafasku tersengal-sengal. Apa as-ma-kuh ..hah..kam-buh.. la-gih?? Hah..”

‘Ya tuhan aku mohon, jangan kau ambil dulu nyawaku sebelum aku mendonorkan hatiku pada eonniku.’ gumamku dalam hati, lalu semuanya gelap.

*** ***

Aku mengerjap-ngerjapkan kedua mataku, mencoba mengumpulkan kesadaranku. Dan yang pertama kali kulihat adalah ruangan dengan cat putih, dan tidak lama itu ada sebuah suara yang memanggilku.

”Hye-ah? Hye-ah? kau bisa mendengarku?” tanyanya, dan aku mengangguk kecil.

”syukurlah. Kenapa kau menangis di taman belakang Hye-ah, Waeyo? Kau membuatku khawatir, Hye-ah.”

”Mianhae, Jinyeong Oppa. Aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi.. Chakkaman.. Chakkaman. Kau tidak memberi tahu keluargaku mengenai kondisiku saat ini kan, oppa?” tanyaku mulai was was.

”Tidak, kau tenang saja.”

”Hahh.. Gomawo Jinyeong Oppa”

”kalau boleh tahu, kenapa Kau menyembunyikan hal ini dari keluargamu, Hye-ah?” pertanyaan Jinyeong oppa berusan sungguh membuat diriku diam seribu bahasa. ”ah.. tapi kalau kau tidah mau menjawabnya juga tidak papa kok Hye-ah. Mianhae”

”Tdk papa Oppa, tapi mianhae aku benar-benar tidak bisa menjawabnya.”

” ne , gwenchanyo Hye-ah” lalu tersenyum dan mengacak-ngacak rambutku lembut.

”Gomawo Oppa. Sekarang, bolehkah aku pergi dari sini?”

”tapi kau baru saja sadar Hye-ah.. Aku isti..”

”oppa, aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak ingin membuat mereka semua curiga padaku.

”ne.. Ne. Baiklah, tapi kau ku antar!”

”tapi.. Aku..”

”tidak ada tapi-tapian, soal biar aku saja yang menyetirkan mobilmu, dan aku kembali kesini bisa menggunakan taxi. Kajja.” ucap Jinyeong oppa lalu mengulurkan tangannya padaku.

”ne, oppa”

*** ***

Selama perjalanan pulang, kami hanya diam. Jinyeong oppa sibuk dengan menyetir, dan aku sibuk meng’sms Eunhee eonni, karena aku pulang tidak pamit padanya.

”Sampai..” ujar Jinyeong oppa, menyadarkanku dari lamunanku.

”Gomawo oppa, sudah mengantar ku pulang”

”ne, gwenchana. kau harus cepat istirahat, kurangi berlari terutama bermain basket! Perbanyaklah berenang agar cepat sembuh. Arratchi?”

”Ne, Oppa. Gomawo :)”

”Ne,”

*** ***

Sejak kejadian di rumah sakit, aku mulai menjauhi Donghae, aku tidak ingin menyakiti eonniku sendiri, apalagi setelah sebulan yang lalu Eunhee eonni memberi tahukan jika dia dan Donghae sudah berpacaran. Aku ingin untuk kali ini eonni bisa tersenyum lepas kembali, dan bisa sehat setelah menerima donor dariku.

Dan sampai saat ini pula, orangtuaku tidak mengetahui kondisiku yang sebenarnya. Aku tetap merahasiakan kondisiku, aku tidak ingin membuat mereka terbebani karenaku.

-Paran High School-

”Eunhye-ya.. Kemarin kau kemana, kok tidak ada saat aku main kerumah?”

”Aku pergi dengan Jinyeong Oppa, main basket di taman. Aku pergi dulu ya Donghae, annyeong..”

Aku berusaha mati-matian agar bisa menjauhi Donghae, tapi tidak pernah bisa. Dia terus datang.. Datang dan terus datang kepada ku.

”Eunhye-ya.. Kau kenapa sih? Setiap aku ajak ngobrol kau terus saja menghindar? Aku ada salah apa pada mu? Aku salah apa,hah?” tanya donghae sambil mencengkram erat pergelangan tanganku.

”Lepas.. Hae.. Sakitt..” ujarku sambil mencoba melepaskan genggaman tangannya, tapi tidak berhasil.

”JAWAB DULU PERTANYAANKU! EUNHYE-YA” triak Donghae eomosional, lalu memelukku erat sambil menangis.

”Hae, kau tidak salah. Tapi kau harus lihat dari sisi Eunhee eonni, aku tidak ingin Eunhee Eonni salah paham jika kau terlalu dekat denganku.” Lalu aku melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Donghae, yang terduduk menangis.

Aku, harus segera menghubungi Jinyeong Oppa dan Leeteuk Adjussi. Ya harus! Aku harus segera meminta mereka melakukan Operasi pencangkokkan Liver, agar Eunhee eonni bisa hidup dengan normal, dan mendapatkan banyak teman dan juga bahagia bersama Donghae.

*** ***

Aku sudah menghubungi Jinyeong Oppa, dan Leeteuk Adjussi, ternyata lusa aku sudah bisa mendonorkan Liverku pada Eunhee eonni. Aku juga sudah menghubungi kedua orang tuaku bahwa eonni sudah bisa dioperasi lusa, dan mereka terdengar sangat gembira saat mendengarnya.

Aku sudah menulis semua kenangan-kenanganku di diary berwarna baby blue, dengan tulisan depan berjudul ‘My Life Story’ yang kutulis sendiri.

*** Hari Operasi ***

Pada hari operasi, aku mengirim pesan pada Appa, Umma, dan juga eonni, sbg alasan mengapa aku tidak datang menemani operasi eunhee eonni.

from: Eunhye

to : Eunhee eonni

subyek :

Appa, Umma, Eonni, mianhae aku tidak bisa datang kesana, aku ada pertemuan antar Klub basket Seluruh seoul, mianhae. Jeongmal mianhae. Aku yakin kau bisa eonni. Hwaiting!

>Adikmu , Eunhye<

”Kau sudah siap, Hye-ah?” tanya Jinyeong Oppa, lalu aku mengangguk kecil dan mengeluarkan buku diary baby blue ku dan memberikannya pada Jinyeong Oppa.

”Oppa, jika aku gagal untuk bertahan, aku mohon berikan buku ini pada Eonniku ya. Aku mohon.”

”Apa yang kau bicarakan Hye-ah! Kau pasti tidak apa-apa, aku tahu kau adalah gadis yang kuat. Jangan pernah berkata seperti itu lagi.”

”Ne,” lalu aku tersenyum manis pada Jinyeong oppa, dan diapun membalasnya.

”Sudah waktunya.” Ucap Leeteuk Adjussi, lalu membawaku ke sebelah Eonniku yang sudah terlebih dulu dibius. Dan sekarang giliranku, cairan kuning sedikit kental itu sudah disuntikan ketubunku. Perlahan kepalaku terasa berat dan akhirnya semuanya gelap.

-Eunhye Pov End-

-Author Pov start-

”Apa maksud Eunhye mengirimi pesan seperti ini! Dia tidak perdulikah dengan saudara kembarnya, sehingga lebih mementingkan basketnya itu!!” ujar Mrs.Lee kesal, sesaat setelah membaca pesan dari Eunhye.

”Sudahlah yeobo, mungkin memang pertemuan itu sangat penting. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Sekarang kita fokus saja dengan Eunhee.”

Donghae yang memperhatikan hal tsb, menjadi aneh sendiri, karena setahunya tidak ada pertemuan Basket saat ini. Dia juga adalah kapten basket putra tjadi dia tahu segalanya tentang jadwal basket yang ada di sekolahnya.

***skip time***

Hampir 3 jam Eunhee berjalan, tapi tidak kunjung selesai pula. Sedari tadi Mr. & Mrs. Lee terus berdoa untuk keselamatan Eunhee. Sampai akhirnya, Ketua Tim Operasi Dr. Park atau Leeteuk, adik dri Mrs. Lee dan jga Dr. Jung Jinyeong asisten dari Dr.Park keluar dari ruang operasi, dengan wajah lesu. Sontak Mr & Mrs Lee mendekat dan menyerbu mereka berdua dengan pertanyaan-pertanyaan menganai kondisi Eunhee.

”Teukie-ya.. Bagaimana keadaan Eunhee?? Dia baik-baik saja, ne? Cepat katakan?”

”…..” Leeteuk tidak bisa menjawab apa-apa, dia masih diam.

”Leeteuk, kenapa? Semua baik-baik saja, kan? Eunhee, tidak papa kan?” tanya Mr Lee, khawatir.

”Keadaan Eunhee baik-baik saja, tapi pendonor Jar. Liver untuk Eunhee sedang kritis saat ini.” jelas Dr.Jung pada keluarga Eunhee dengan suara sedikit bergetar.

”Syukurlah, Uri Eunhee baik-baik saja. Bisa kami melihatnya?” tanya Mrs Lee lega.

”Ne, Eunhee sedang dipindahkan ke ruang rawat, nanti jika semuanya selesai kalian bisa melihatnya.” jelas Dr.Jung, sambil melirik kearah Dr.Park yang masih diam seribu bahasa.

”Leeteuk, sebenarnya kau kenapa, hah? Kenapa sedari tadi kau hanya diam tidak menjawab pertanyaan kami, malah asistenmu yg menjawabnya, apa ad masalah?”  tanya Mr Lee cemas. Donghae yang sedari tadi memperhatikan pembicaraan mereka, menjadi curiga sepertinya ada yang sedang disembunyikan oleh Dr.Park & juga asistennya , Dr.Jung.

”Eghh??? Na-n ,,nan gwenchanayo hyung. Semuanya baik-baik saja, kecuali sang pendonor, yang mengalami komplikasi saat kami menutup operasinya.”

”Kalau begitu, kami ingin menemui pendonornya dulu, kami ingin mengucapkan terima kasih padanya, bolehkah kami melihatnya?” Mrs Lee bertanya dengan hati-hati.

”Ne, noona, silahkan ke ICU, pendonor itu sudah dipindahkan ke ICU, dan Dr.Jung akan mengantarkan kalian kesana.” ujar Leeteu Cepat, dan berlalu menuju ruang kerjanya.

”Baiklah, kalau begitu kami melihat Pendonor Eunhee dulu ne, Donghae-ya. Dan kau langsung saja keruangan Eunhee.” jelas Mr Lee, dan pergi menuju ICU bersama istrinya, Mrs Lee.

*******

Pintu ICU terbuka, Mr. & Mrs Lee dan Dr.Jung melangkah pelan menuju dalam ruangan. Ruangan yang brisikan seorang yeoja manis berambut panjang hitam pekat, dengan alis mencuat, namun eajah yg dulunya cerah dan bersinah, kini terlihat pucat dan seperti kehilangan cahayanya.

Mr. & Mrs Lee sangat kaget melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini. Anaknya, anak keduanya Eunhye, adik dari Eunhee sedang tegolek lemas tidak berdaya diatas ranjang rumah sakit dengan alat-alat medis yang memenuhi tubuhnya. Nafasnya yang terlihat sangat pendek, menunjukan jika ia sedang kesulitan untuk bernapas.

”Andwae! Ini tidak mungkin! Andwae! Nan Michyeoseo!!” gumam Mrs Lee, namun masih dapat didengar oleh Mr Lee dan juga Dr.Jung.

Mr. Lee yang melihat pemandangan didepannya, tidak mampu berkata apa-apa. Dia seperti kehilangan kata-katanya.

”Appa!!” triak Mrs Lee sambil mencengkram baju Mr Lee.. ”katakan ,hikss..ini bukan Eunhye! Ya kan?hikss..hikss.. Dia sedang ikut Basket, ne? Appa, jelaskan padaku!! Huhuhu”

”Ini benar-benar Eunhye, Mrs Lee. Mianhae, tapi itulah kenyataannya.” jelas Dr.Jung dengan mata yang berkaca-kaca.

”Huaaaaa…hikss..hikss.. Yeya ini Umma Yeya, ayo bangun! Kau pasti hanya tikar, ne? Ayo bangung umma mohon Yeya” ujar Mrs Lee sambil menepuk-nepuk pelan pipi Eunhye agar ia sadar, namu hasilnya nihil.

Mrs Lee makin histeris dengan keadaan ini, dan akhirnya jatuh pingsan. Lalu di bawa ke kamar rawat yang ad di sebelah ruang ICU.

Donghae yang tidak sengaja mendengar percakapan di dalam ruangan ICU, sama shocknya dengan Mr & Mrs Lee saat ini. Dia segera berlari tidak menghiraukan arah larinya. Entah mengapa saat mendengar keadaan Eunhye yang seperti itu, Hati Donghae sangat sakit, bahkan seperti hancur berkeping-keping.

”Kenapa kau ini Eunhye-ya,? kenapa?  Kenapa kau melakukan hal ini??” triak Donghae sepanjang jalan, tanpa’menghiraukan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan ‘dasar orang aneh!’

***Skip tme***

sudah hampir 3 bulan Eunhye dirawat di ICU, namun kondisinya tidak membaik pula. Sedangkan Eunhee, kondisinya sekarang sudah sangat sehat. Mereka semua sudah membaca diary baby blue milik Eunhye. Eunhee sangat terkejut saat membaca bagian

~Aku bertemu dengan pangeran impianku, fishy. Aku sangat menyukainya, tapi aku terlalu takut untuk menyatakannya duluan. Terlebih lagi dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya.~

Eunhee merasa bersalah dengan Eunhye, dia merasa sudah merebut apa yang sebenarnya adalah milik Eunhye. Padahal sebenarnya dia tidak sepenuhnya mencintai Donghae, tapi dia mencintai Jinyeong, ya Jinyeong. Mantan pacar Eunhye yang paling sering Eunhye bawa kerumah dan namja pertama yang dia lihat secara dekat, dan bisa diajak ngobrol.

Masalahnya dengan Donghae sudah selesai semua. Donghae sudah mengakui jika sebenrnya perasaan sukanya selama ini pada Eunhee hanya kekaguman belaka, dan Eunhee sendiri sudah mengakui jika dia tidak sepenuhnya mencintai Donghae. Lalu mereka berdua memutuskan untuk putus dengan baik-baik.

*** ICU ROOM ***

”Eunhye-ya, ireona. Aku mohon Eunhye-ya.” ucap Donghae setiap kali menjenguk Eunhye sejak beberapa bulan yang lalu, tapi Eunhye tidak pernah merespon.

”Eunhye-ya, ayo bangun! kau tidak mau apa kita main basket lagi? Ayo Eunhye-ya, bangun! Bangun!” mata Donghae berkaca-kaca sambil terus menggenggam tangan Eunhye Erat.

”Kau harus bangun Eunhye-ya, kau harus bangun! Ada hal penting yang harus ku katakan padamu. Bangun! Bangun Eunhye-ya!!” donghae mulai sulit mengontrol emosinya.

”Kau harus bangun!!  Kau harus tahu kalau selama ini Aku Mencintaimu Eunhye-ya!! SARANGHAE!!! SARANGHAE EUNHYE-YA!! JEBAL! IREONA, EUNHYE-YA” setelah Donghae bertriak emosi menyatakan perasaannya nafas Eunhye makin telihat sulit, detak jantungnya semakin lemah. Donghae yang menyadari hal itu segera memncet tombol emergency yang ad di atas kepala ranjang Eunhye agar Dokter segera datang.

Tidak lama kemudia Dokter.Park dgn beberapa perawat datang dan memeriksa keadaan Eunhye, yang sepertinya mengalami anfal kembali dan aku hanya bisa menunggu di luar ruang ICU.

*Author Pov End*

*** skip time ***

* Donghae Pov Start *

Saat ini aku sangat bahagia. Sekarang aku bisa bersama dengan orang yang sangat aki cintai, Eunhye. Seseorang yang dulunya adalah sahabatku, tapi sekarang telah menjelma menjadi Kekasihku, hhmm atau … Lebih tepatnya dia adalah tunanganku.

”Fishy!!” eunhye memanggilku dari kejauhan. Saat ini aku sedang berada di kampus Eunhye, untuk menunggunya dan sepertinya kuliah dia sudah selesai.

”Ne, Chicken! Cepat, kita harus siap-siap untuk pesta pertunangan Eunhee nuna dengan Jinyeong Hyung! Kajja!”

”Haissh.. Kau ini cerewet sekali sih! ne, ne..”

aku menarik tangannya dan mengennggamnya sampai didepan mobil ku, lalu kami pergi ke butik untuk mengambil gaun serta jas untukku yang kami pesan untuk kami pakai dipertunangan Eunee nuna.

Aku tidak pernah menyangka jika Eunhye bisa berada disisiku seperti saat ini. Menjadi milikku, dan dia sudah kembali seperti Eunhye yang dulu, Eunhye yang hyperaktif saat SMP. Tapi sepertinya dia tidak pernah mengingatku, karena dulu aku terlalu takut untuk mendekati dan berteman dengan Eunhye yang Hyperaktif dan semangat, juga ceria.

Tapi aku ingin menceritakan hal ini padanya, karena aku ingin dia tahu jika sudah sejak lama aku menyukainya dan memperhatikannya. ”Hufff…” aku mengela nafas panjang, dan Eunhye menoleh padaku.

”Kau kenapa Fishy?”

”Aniyo..” jawab ku singkat, karena aku sangat gugup saat ini. Aku bimbang apakah ini waktu yang tepat atau tidak untuk memberitahukan jika aku sudah mengaguminya dari SMP.

”huhh!! Menyebalkan!!” eunhye ngambek, memalingkan wajahnya dariku,hahahaha lucu sekali.

”eehhemmm…” aku mencoba menghela nafas panjang, lalu mulai menceritakan hal tsb padan Eunhye. ”Chicken..”panggilku sambil menepikan mobil kepinggir jalan, namun Eunhye seperti sedang moody saat ini, karena dia cuek tidak menanggapi panggilanku.

”Chicken” panggilku lalu menangkupkan kedua pipinya dengan tanganku dan menghadapkannya, kearah ku agar kami bisa saling menatap tapi Eunhye malah menundukan wajahnya sehingga aku tidak bisa menatap wajahnya. ”Chicken, dengarnya.. Ada yang aku ingin katakan padamu.”  akhirnya dia mengangkat wajahnya, dan aku bisa menatap kedua bola matanya yang hitam pekat itu.

”Kau ingin mengatakan apa?”

”Tahukah kamu Chicken jika kita sudah saling mengenal sejak SMP?”

”Jeongmal? Tapi aku tidak pernah mengenalmu atau melihatmu saat SMP.”

”Ne, karena aku memang tidak pernah menampakan wajahku secara langsung dihadapanmu.”

”Kenapa? Memangnya dulu aku mengerikan ya?”

”Ani, bukan itu Chicken. Tapi.. Aku terlalu takut untuk berhadapan langsung denganmu. Dan saat kita SMA, aku sangat senang saat mengetahi ternyata murid pindahan itu dirimu. Tapi aku sedikit kecewa saat kau mengatakan, ‘sahabat, kau maukan jadi sahabatku?’ sejak saat itu aku mulai mencoba nghapus perasaan ini, tapi sayangnya hal itu sulit, sam….”

”sstt!” Eunhye memotong ucapanku dan memelukku dengan erat, dan dia terisak, sepertinya dia menangis di bahuku. ”Huks.. Fishy.. Sebenarnya aku telah menyukaimu saat pertama kali bertemu denganmu di sekolah. Tapi tidak mungkin aku langsung menyatakan perasaanku, jadi aku memintamu untuk menjadi sahabatku agar aku bisa terus dekat denganmu.” eunhye bercerita sambil menangis dalam dekapanku.

”cup..cup.. Chicken, sudahlah jangan menangis lagi, ne? Bukankah kita sudah bertunangan, dan akan menikah, jadi jangan menangis lagi, ne. Kau harus menjadi Eunhye yang Ceria dan Hyperaktif, kembalilah menjadi Eunhye yang dulu.”  aku mengusap lembut puncak kepalanya, dan menciumnya. Eunhye lalu mendongak menatap kearahku, dengan mata yang berkaca-kaca.

”Gomawo, Fishy. Gomawo untuk semuanya.” aku yang sudah tidak tahan untuk menciumnya, akhirnya mendekatkan wajahku dengannya. Makin dekat.. Dekat.. Dan *Chu~* aku menciumnya tepat dibibirnya, dan Eunhye tidak menolak ciuman dariku.

”Fishy! Kau merebut ciuman pertamaku!” rutuk eunhye, pura-pura kesal!

”mwo? Jeongmal?” Eunhye hanya menganggugkan kepalnya singkat, lalu kupeluk lagi tubuhnya..”sebenarnya ini juga adalah ciuman pertamaku, kau juga telah merebut ciuman pertamaku, tahu!” ceritaku pada Eunhye, lalu dia melepaskan pelukanku dan menatapku dengan padangan tidak percaya.

”Jeongmal?”

”Ne, Chagya~” rayuku padanya.

”Aishh..kau ini! Sejak kapan kau memanggilku Chagya hah? Kau mau merayku tuan Lee Donghae?”

”Ne, aku sedang merayu calon istriku. Saranghae, nae Eunhye-ya, Nae Sarang..”  ucapku tulus, dan kembali memeluknya.

”Nado, Oppa~” jawab Eunhye pelan.

”Mwo? Kau memanggilku apa tadi? Coba ulang?”

”Ani!”

”Coba Ulangi!”

”Ani!”

”Ayolah, Chagya, kapan lagi kita romantis-romantisan.”

”baiklah, Nado Saranghae , Oppa”

”Kya… Kau memanggilku Oppa! Coba Ulangi, sekali.. Lagi” pintaku memohon pada Eunhye, karena jarang sekali dia memanggilku Oppa.

”Ani!”

”Chagya..” rayuku.

”Ani! Cepat kita sudah hampir terlambat ke acara Eunhee eonni.”

”Tidak mau! Kalau kau memanggilku Oppa sekali lagi, baru kita pergi.”

”Ne, Ne, Oppa, kita sudah hampir terlambat ke acara Eunhee eonni, jadi kita berangkat sekarang, ne?” haha..lucu sekali ekspresi wajahnya saat mengatakan Oppa.

”Ne, Chagya.. Ayo kita berangkat.”

*** The End ***

Gomawo Reader dah baca^^ kalau dan Baca jangan Lupa Coment n Likenya yah..^^

Hehehehe..^^

*Bow* bareng Laki aye (re:Hae Oppa)..

Sampae ketemu di Ep Ep Nia selanjutnya…

Annyeong….

 
8 Comments

Posted by on September 7, 2011 in fanfiction, oneshot

 

Tags: ,

8 responses to “(Freelance) My Love Story

  1. shilla_park

    September 7, 2011 at 5:51 pm

    hoho panjang amat..wkwkkw
    eh tp lucuan CNU drpd jinyoung,,,wkwkw *komen ga nyambung*
    oke banyak typo nia.. maaf eoni ga bisa perbaiki banyak kerjaan lain alnya..hehe

     
  2. tivaclouds

    September 7, 2011 at 6:06 pm

    Aigo…smpet kuatir.
    Kukira eunhye mati..hehe

    Nice ff nia^^

     
  3. fishy

    September 7, 2011 at 6:24 pm

    eonni : ne, gwenchana..
    Mianhae jga bwd typonya..
    Gomawoyo eonniku sayank dah ngepost ff abal q.. :p

    tifa : gomawo🙂

     
  4. trianalifestory

    September 7, 2011 at 7:27 pm

    Romantis~
    ><
    Awal2nya ku kira eunhye bkal meninggal.
    Rupanya akhr2nya nikah ma donghae~yay!
    Happy ending<3

     
  5. lusiani haheho

    September 7, 2011 at 7:34 pm

    rada bingung nih abisan gak dijelasin si kok bisa eunhye nya sembuh gitu aja hehehehe jadi agak aneh aja, tapi aku suka sma jalan ceritanya bagus hehehe

    terus berkarya lagi ya dalam pembuatan ff nya hahahaha😀

     
  6. Kim Nara

    September 7, 2011 at 10:02 pm

    agak gk ngerti ama critanya tpi ttap keren kok!😀
    jalan critanya juga bagus
    keep writing! fighting!!!🙂😀

     
  7. lee cheon sa

    September 7, 2011 at 10:25 pm

    Ku pikir si eunhye akhirnya mati syukur lah ga,, ada beberapa kata yang disingkat padahal kalo menurut aku lebih bagus kata2 i2 ga d’sngkat2 ‎​”̮‎​​ƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​”̮‎​​ƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ Wah ada jinyoung, kapan2 bikin main cast si baro dong,, ‎​☺Hë•⌣•hë•:p•Hë•⌣•hë☺
    Akhirnya mala lucu, donghae kaya anak2 baru belajar ngerayu,,

     
  8. charismagirl

    September 9, 2011 at 10:07 pm

    Kyaa!! sangat tidak bisa ditebak, saya kira ada yang meninggal..
    wah wah, punya sodara kembar susah yah? takutnya menyukai org yang sama,, rumit dah tu.

    ok, daebak!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: