RSS

(FreeLance) Changeover #3

01 Dec

AUTHOR: HENBABY

 

“Aku melihat gelagat yang kurang baik, kita memang harus waspada,”

“Walaupun dia masih belum mengetahui itu mengarah kepada kita tapi aku sudah bisa merasakan kita perlahan terancam,” lanjutnya.

Seorang wanita paruh baya berjalan mondar-mandir di ruangan yang cukup besar. Di depannya sedang duduk seorang laki-laki yang merupakan pesuruhnya hanya mengiyakan semua keluhan yang ia sampaikan.

Suasana hatinya sedang buruk ketika mendengar berita yang memang sudah ia khawatirkan sejak dulu.

Gerak-geriknya terlihat gelisah namun sorot matanya tetap bersinar licik dan licin. Tipe seseorang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Baiklah, aku sudah tidak dapat menunggu lagi. Kau harus hubungi mereka, persiapkan segalanya. Sekarang memang aku yang harus bertindak,” ucapnya tegas.

“Baik nyonya,”

Pesuruhnya berdiri seraya membungkukkan badan. Majikannya itu kemudian mengangkat tangan dan mengisyaratkan agar dia segera keluar.

Sepertinya akan ada bahaya besar.

****

Henry’s POV

Aku mengangkat tanganku dan meraih tubuhnya.

“Nah ini seperti adegan di film titanic bukan?” bisik ku di telinganya.

Apa-apaan aku ini. Ini semua di luar kendali kerja otak ku. Gerak tubuh ku tidak mengikuti apa yang sedang aku pikirkan.

Aku berdiri di belakang tubuhnya dan merentangkan tanganku juga seraya memegang kedua ujung tangannya.

“KYAAAA!!!!”

“KAU MAU MATI HAH??”

Refleks Woochy membalikkan tubuhnya dan menatapku dengan aura membunuh di matanya.

Aku hanya tertawa. Wajah polosnya itu membuatku tidak sanggup untuk menyakitinya. Lebih baik aku memikirkan cara lain untuk membunuhnya secara perlahan dan tidak terlalu menyakitkan.

Setiap berada di dekatnya, aku merasakan keraguan. Keraguan akan dendam ku ini.
Kedua tangan dan kaki ku akan berkeringat dingin tapi dengan cerdasnya aku bisa menyembunyikan kelemahan aku itu dengan cara menjahilinya.

‘Apa aku menyukainya?’

“Kau ini sangat menyebalkan,”

Dia merengut dan kembali menikmati pemandangan yang ada di hadapannya.

****

Siwon’s POV

Aku sudah mencari mereka kemana-mana dengan hasil nihil. Otak ku bekerja dengan kacau, kekhawatiran ku sudah semakin menjadi-jadi. Aku akan menyalahkan diri ku sendiri karena tidak bisa melindungi Woochy dengan baik. Kedua telapak tanganku mulai berkeringat dingin.

‘Ah dimana dia sekarang?’

Aku terus memainkan ponselku, ponsel Woochy dan Henry tidak aktif.

Aku duduk di sofa ruang tengah dorm. Aku akan menunggu Henry di sini, dengan atau tanpa Woochy bersamanya.

Semua member yang lain sedang pemotretan SPAO. Hanya aku, Zhou Mi dan Henry yang sudah menyelesaikan pemotretan kami kemarin. Sekarang Zhou Mi sedang bertemu dengan kenalannya yang baru datang dari China. Dorm sangat sepi, detak jantungku yang tidak beraturan pun dapat terdengar jelas dengan suasana kosong seperti ini.

Aku duduk dengan mengetuk-ngetuk kan kaki ku ke lantai.

CLEK!

Terdengar suara pintu terbuka. Aku membalikkan tubuh ku dan melihat siapa yang datang.

“Woochy~a!!”

Aku refleks berdiri dan berlari ke arahnya. Aku mendekap tubuhnya dengan erat.

‘Syukurlah ya Tuhan, dia tidak apa-apa’

“Oppa, kau memeluk ku terlalu kencang. Aku sulit bernafas,” kata Woochy tercekat.

Aku melepaskan pelukan ku dan memandang wajahnya dengan dalam.

“Aku senang kau sudah kembali,” aku tersenyum dan menepuk puncak kepalanya.

Woochy memandangku dengan kebingungan.

“Oppa terlalu berlebihan, aku hanya berjalan-jalan sebentar bersama Henry Oppa,”

Aku seakan tersadar dengan ketidak beradaan Henry.

“Mana Henry?”

“Dia menunggu ku di bawah, aku hanya ingin mengambil undanganku ke sini, nanti dia yang mengantarkan aku pulang ke rumah,”

“Bukankah kau batal ke acara wisuda itu?”

“Ne, tapi di undangan itu ada lembar tugas ku oppa. Chaerin menyelipkannya di situ,”

Aku mengangguk dan mengeluarkan kunci mobil ku dari dalam saku.

“Ketinggalan di dashboard kan? Ambil lah sendiri di mobilku yang terparkir di basement,”

Woochy mengiyakan dan mengambil kunci mobil dari tanganku. Aku kembali duduk di sofa dan merenungkan kembali semuanya.

‘Sepertinya aku memang sudah agak berlebihan, aku tidak boleh  berprasangka buruk terhadap dongsaeng ku sendiri’

****

Woochy’s POV

“Gomaweo,”

“Kau tidak ingin mampir?”

Aku menengok kan kembali wajah ku ke dalam mobil yang di kemudikan Henry. ketika kami baru saja tiba di halaman rumah ku.

“Lain kali saja, aku harus segera kembali ke dorm,” ucapnya manis dari balik kemudi.

“Ne, sampai jumpa lagi,”

Aku melambaikan tangan ketika mobilnya sudah melaju meninggalkan aku yang masih berdiri menatap kepergiaannya.

‘Henry itu tidak terlalu buruk seperti yang aku kira’

Aku tersenyum kecil dan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Aku melewati ruang kerja eomma ketika Gou-Chi Ahjusshi baru saja ke luar dari sana. Dia seperti terperanjat melihat kedatangan ku.

“Nona,” sapa nya dengan sopan seraya membungkukkan badan.

“Eomma sudah pulang?”

“Sudah nona, nyonya ada di dalam,”

Aku mengisyaratkan agar dia pergi meninggalkan ku. Aku meraih kenop pintu dan membukanya. Tumben sekali eomma ada di rumah sore hari seperti ini. Biasanya selalu sibuk dengan rapat bersama kliennya hingga tengah malam.

Aku melihat eomma sedang duduk di belakang meja kerjanya dengan kedua tangan menutup wajahnya. Aku tidak dapat melihat dengan jelas bagaimana raut mukanya saat ini tapi aku dapat memahami suasana hatinya sekarang.

Sepertinya eomma sedang memiliki masalah berat.

“Eomma, ada apa?”

Aku duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan eomma dan menunggu eomma memberi reson terhadap pertanyaan ku. Cukup lama berselang hingga eomma melepas kedua tangan dari wajahnya.

“Gwaenchana Woochy~a,”

Eomma tersenyum kepada ku tapi aku dengan sangat yakin ada yang sedang di sembunyikannya.

“Ceritakan saja eomma, mungkin saja aku bisa membantu?”

Eomma memandangku dengan lekat dan menghela nafas berat.

“Keuangan perusahaan sedang bermasalah Woochy~a, sudah sebulan ini eomma berusaha menyelesaikannya tapi sepertinya ini masalah yang benar-benar rumit sampai turun tangan eomma pun tidak ada pengaruh sama sekali,”

Raut wajah eomma terlihat sendu dan gelisah. Sebegitu beratnya kah menjadi orang dewasa. Aku merasa menjadi tidak nyaman ketika mengingat warisan appa yang akan jatuh seluruhnya ke tangan ku.

Aku berdiri dari tempat duduk ku dan berjalan mengitari meja untuk berdiri di sampingnya.

“Aku tau eomma wanita yang hebat, bersemangatlah,” aku memeluknya dan mencoba menghiburnya sebisa ku.

Memang hanya eomma yang aku miliki saat ini. Ya hanya Eomma seorang.

****

“Ireona Woochy~a,”

Aku merasa pipi ku di tepuk dengan pelan.

Aku duduk di atas tempat tidur ku dan berusaha berkonsentrasi melihat siapa yang membangunkan ku.

“Eomma?”

Aku refleks menautkan kedua alis ku. Ada apa pagi-pagi begini eomma membangunkan ku.

“Eomma ingin mengajakmu ke perusahaan. Sudah saatnya kau belajar memahami dan mengetahui seluk-beluk bisnis eomma. Kau hari ini tidak ada kuliah kan?”

Aku mengucek kedua mataku dan menguap lebar. Eomma menatapku dengan penuh kasih sayang. Aku sebenarnya ingin menolak karena hari ini ada janji bersama Chaerin tapi mengingat kesulitan eomma yang ia ceritakan semalam, aku jadi tidak kuasa menolaknya.

Aku mengangguk dan tersenyum padanya.

“Ya eomma,”

“Mandi lah, eomma tunggu di bawah. Sarapan sudah siap untuk kita berdua,”

Eomma menepuk pundak ku pelan dan berdiri meninggalkan kamarku. Aku menatap punggungnya yang perlahan menghilang dari balik pintu.

Aku bangkit dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.

****

Siwon’s POV

“Mana Woochy?”

Aku bertanya kepada pelayan yang sedang membersihkan ruang tengah keluarga Shin. Aku sengaja datang pagi-pagi untuk mengajak Woochy menemani ku latihan persiapan konser di taiwan nanti. Aku perlahan menuruni tangga seusai mengecek keberadaan Woochy di kamarnya.

“Nona sedang pergi bersama nyonya tuan,” pelayan itu membungkukkan badan ke arahku.

“Kemana?”

“Saya tidak tau tuan,”

Aku mengindikkan bahu dan berjalan meninggalkan ruang tengah. Mata ku memandang berkeliling setiap sudut rumah ini. Sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke sini. Biasanya aku hanya mengantarkan dan menjemput Woochy di halaman. Tidak ada yang berubah dengan desain rumah ataupun barang-barang yang terpajang. Banyak figura-figura foto Shin Ahjusshi masih terawat dengan baik terpajang rapi di dinding. Aku berjalan perlahan seraya menyentuh barang-barang antik yang aku lewati. Shin ahjumma sangat menyukai barang-barang antik dan mempunyai koleksi yang banyak sekali tersimpan di dalam lemari ataupun terpajang cantik di lantai.

‘Kenapa guci-guci keramik ini penuh debu?’

Aku mengibaskan tanganku dan melihat debu-debu berterbangan.

“HATCHII!”

Aku menggosok hidungku yang gatal dan berjalan menjauhi guci-guci berdebu itu. Aku memang alergi debu. Mata ku tertuju pada sebuah ruangan yang pintunya agak sedikit terbuka. Aku meraih kenop pintu dan masuk ke dalamnya.

‘Bukankah ini ruang kerja Shin Ahjusshi’

Meja kerjanya masih terletak di tempat terakhir kali aku berkunjung ke ruangan ini. Aku berjalan mengitari meja dan membolak balik kertas yang ada di atas meja kerja itu.  Banyak sekali berkas-berkas kerja Ahjusshi. Sepertinya tidak ada yang masuk ke ruangan ini lagi dan membersihkannya. Debu-debu pun  berterbangan ketika aku mengangkat sebuah buku agenda kecil berwarna cokelat tua dari tumpukan berkas yang berserakan.

Aku kembali menggosok hidung ku dan duduk di kursi kerja di belakang meja. Aku menatap buku agenda yang ada di tanganku dengan penuh perhatian.

Tanganku tanpa di suruh membuka halaman pertama agenda yang ku pegang.

‘Kosong’

Aku membalik ke halaman selanjutnya. Juga kosong. Aku kembali membalik-balik hingga halaman terakhir tetapi tidak aku temukan satupun tulisan. Aku menyernyit heran. Dari tampilan buku agenda ini, aku dapat memastikan kalau buku ini sering di gunakan, di baca atau pun di pakai untuk menulis oleh pemiliknya. Sampul yang sedikit lecek dan ada beberapa halaman yang di lipat. Aku sangat heran sekali ketika tidak menemukan tulisan apa pun. Shin ahjusshi memang seseorang yang penuh misteri.

Aku memasukkan buku agenda itu kedalam saku jas ku. Setelah merapikan berkas-berkas yang ada di atas meja, aku melangkah keluar meninggalkan ruangan itu.

****

Woochy’s POV

“Whooaaaa, daebak eomma!”

Aku tidak bisa mengatupkan mulutku ketika memasuki pabrik kosmetik milik eomma. Eomma yang berjalan di sampingku hanya tersenyum simpul.

“Kelak kau juga akan mewarisinya Woochy~a,”

“Diplomat dan pengusaha muda. Nanti aku pasti sangat keren, iya kan eomma?”

Aku mengangguk-ngangguk dan tersenyum lebar menatap eomma.

“Aishh kau ini,”

Eomma mengelus puncak kepala ku dengan sayang.

“Sekarang kita kemana?”

“Ke laboratorium uji coba. Eomma ada janji bertemu dengan salah satu staf di sana,”

“Produk baru?” aku mencoba menebak.

“Ya, eomma harap itu akan menaik kan angka penjualan yang akhir-akhir ini merosot,”

Aku berjalan mengekor di belakang eomma. Eomma berhenti di depan sebuah ruangan dan membuka pintunya dengan kartu khusus yang di keluarkannya dari dalam tas.

“Masuklah, tunggu eomma sebentar di dalam. Arasseo?”

Aku mengiyakan dan masuk ke dalam ruangan yang di bukakan eomma untuk ku.

CLEK!

Pintu tertutup otomatis. Aku berjalan dan duduk dikursi yang ada di tengah ruangan.

Ruangan ini berdinding putih bersih. Di langit-langitnya  banyak tersusun kabel berwarna perak dan beberapa lempengan tembaga yang bentuknya menyerupai parabola terletak di empat sudut ruangan ini.

‘Ruangan yang aneh’

TAR!

Terdengar bunyi letusan nyaring dari salah satu ujung ruangan. Aku terpekik kaget dan mencoba menguasai diri agar tidak panik. Aku bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu.

“Aigoo~ tidak bisa di buka’

Aku sudah mondar-mandir dengan perasaan gelisah. Mungkin hanya halusinasi ku saja apa bukan, aku merasa udara di dalam ruangan ini semakin pengap.

“EOMMA!!!”

Aku sudah berteriak dengan frustasi. Aku melirik ke arah semua parabola tembaga yang sudah bergetar hebat. Airmata ku perlahan sudah membanjir keluar.

“Nona, ayo cepat keluar!!”

Sebuah tangan menarik pergelangan tanganku. Aku hanya menurut dengan pasrah. Ia menggunakan baju tebal dan pelindung kepala lengkap dengan tabung oksigen. Nafas ku sudah semakin sesak dan ketika aku sudah berada di luar ruangan, aku tidak bisa mengingat apa-apa lagi.

****

“KYAAAAAA!!!”

Aku terbangun dari tidurku dengan bersimbah keringat.

‘itu hanya mimpi?’

Kenapa aku merasa kejadian itu seperti kenyataan. Terdengar suara seseorang naik tergesa-gesa di tangga dan menghambur masuk ke kamarku.

“Ada apa Woochy~ya?”

Eomma menatapku dengan khawatir.

Aku menggelengkan kepala kuat-kuat dan mengusap keringat di dahi dengan telapak tanganku.

“Kau bermimpi buruk?”

Eomma mengusap punggungku dengan pelan.

Airmata ku perlahan keluar dan aku memeluknya dengan menangis tersedu-sedu.

“Mimpiku mengerikan sekali eomma,”

“Tenanglah Woochy~a, eomma selalu ada di sampingmu,”

****

Author’s POV

“Aku tidak suka eomma seperti ini. Aku tidak menyangka eomma tega meninggalkan ku dan tidak pernah menghubungi ku sama sekali!”  seorang yeoja menatap sengit  ke arah wanita paruh baya yang ada di hadapannya.

“Aku mohon diamlah Shilla~ya, eomma sudah setiap bulannya mengirimi uang untuk keperluan hidupmu,” tukas wanita itu dengan tatapan mencela ke arah anak semata wayangnya.

“Aku tidak butuh uang itu dan eomma tau, aku tidak pernah menggunakannya sama sekali!” yeoja bernama Shilla itu duduk dengan melipat kedua tangannya di dada.

“Hanya sebentar lagi, aku harap kau bisa bersabar,” wanita paruh baya menatap Shilla dengan memelas.

“Shireo! Mianhae eomma tapi mulai dari sekarang aku menganggap tidak pernah mengenalmu!”

Shilla berdiri dan meninggalkan eommanya dengan gusar.

Wanita paruh baya itu menatap punggung anaknya menghilang dari balik pintu restoran yang sudah di bookingnya. Niatnya yang semula ingin memperbaiki hubungan dengan anaknya sepertinya tidak bisa terwujud dengan mudah.

“Andai kau tau Shilla~ya, eomma lakukan ini semua hanya untuk melindungimu,” bisiknya pelan di sela airmatanya yang sudah mulai keluar dari wajahnya yang sudah mengeriput.

Matanya menatap keluar jendela transparan yang ada di restoran itu. Pikirannya menerawang mengingat kejadian 2 tahun lalu.

FLASHBACK

“Ku mohon, bersembunyilah ketika saat itu tiba. Ketika umur Woochy sudah 21 tahun. Aku akan mengatur semuanya agar kau bisa menyatakan kesaksian mu di depan pengadilan,”

Wanita itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan menatap wajah tuannya dengan memelas.

“Mianhae tuan. Tapi saya tidak bisa meninggalkan anak semata wayang saya sendirian,”

“Aku mengenal kau dan suami mu jauh sebelum aku sukses menjadi hakim seperti sekarang. Kau pasti mengerti apa konsekuensi menjadi orang kepercayaan ku. Aku sudah sangat merasa bersalah mengorbankan sahabat ku sendiri dan suami mu dengan berbesar hati juga mau mengorbankan nyawanya untuk menyelidiki kasus itu di teluk minamata,”

“Aku mohon, jangan sia-siakan semua pengorbanan kami,”

Hakim Juna menundukkan kepalanya. Sangat di mengerti bagaimana buruk perasaannya saat ini. Wanita yang duduk di hadapannya berpikir keras sambil menimbang-nimbang sesuatu.

“Tuan bisa menjamin keselamatan anak saya?”

Hakim juna mengangkat kepalanya dan menatap wanita itu dengan tatapan berbinar.

“Tentu saja. Aku akan mengatur program keselamatan anak mu itu. Jauh dari jangkauan mereka. Ingatlah, ketika rencana ku berjalan, kau sudah tau kan apa yang harus kau lakukan?”

“Iya tuan,”

FLASHBACK END

Wanita paruh baya itu mengaduk kopi di hadapannya dengan tidak bersemangat. Masih satu minggu lagi saat semua yang di janjikan itu datang. Ia sudah ingin sekali mengakhiri semua masalah ini. Ada sedikit rasa penyesalan karena sudah terlibat tapi karena besarnya rasa cinta dan sayang untuk suami dan anaknya, ia mencoba bertahan.

****

Henry’s POV

BRUK!

Aku merasakan tubuh ku di tabrak sesuatu ketika keluar dari dalam kamar.

“Mianhae magnae, aku sedang terburu-buru,”

Aku menatap Siwon yang sedang gelagapan merapikan jasnya.

“Hyung mau kemana?”

“Aku ada janji mendadak dengan seseorang,” ucapnya seraya bergegas meninggalkan ku yang masih bingung dengan sikapnya.

Aku kembali berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan. Tapi langkah ku terhenti ketika kaki ku terasa menginjak sesuatu.

‘Apa ini?’

Aku berjongkok dan memungutnya.

Sebuah buku agenda. Sepertinya ini tidak sengaja terjatuh ketika Siwon menabrak ku tadi. Aku menatap buku agenda itu dengan perhatian. Tanganku tanpa di suruh membuka lembar demi lembar halaman buku agenda itu tapi aku tidak menemukan tulisan apa pun.

‘Buku agenda yang aneh’

Aku mengantonginya di dalam saku celana pendek yang ku pakai. Nanti kalau Siwon sudah pulang aku akan mengembalikannya.

****

Siwon’s POV

Aku kembali membalik-balik halaman  demi halaman yang ada di dalam buku agenda Shin ahjusshi. Memang kosong melompong dan aku masih saja tidak menemukan satu tulisan pun. Bekas tinta tercoret saja pun tidak ada.

“Haaahhh,”

Aku mendengus kesal dan merebahkan diri di tempat tidur. Pemotretan sudah selesai beberapa jam yang lalu dan sekarang aku hanya bisa berdiam diri di dorm. Woochy sedang ada ujian dan masih dua jam lagi aku menjemputnya di kampus.

DDRRRTTT DDRRTTT

Aku mengeluarkan ponsel dari dalam saku celanaku. Nomor tidak di kenal. aku memang mempunyai kebiasaan tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak terdaftar dalam kontak ponselku.

DDRRTTT DDDRRTTT

Ponselku masih saja bergetar tapi aku masih saja mengacuhkannya.

Tak lama getaran ponsel itupun berhenti di sertai masuk sebuah pesan. Aku meraih ponselku dan membaca pesan yang masuk.

From : +97999xxxx

Siwon Oppa, angkat teleponku. Aku ingin berbicara sebentar dengan mu.

Aku menyernyit heran. Aku sedang mengetik balasan ketika panggilan telepon itu datang untuk ke tiga kalinya.

Aku memencet tombol hijau dan mendekatkan ponsel ke telinga ku.

“Yeoboseyo?”

“Oppa, Bogoshippeo!”

Suara seorang yeoja terdengar bersemangat sekali di ujung sana.

“Shilla~ya?”

Aku mencoba menebak suara siapa ini.

“Oppa, baru 3 bulan aku mengikuti pelatihan di jepang, kau sudah tidak mengingatku lagi,”

“Aishh kau ini, memangnya 3 bulan itu sebentar hah?”

“Hahaha mianhae Oppa, bisa kita bertemu sekarang?”

“Oppa sedang ada schedule ya?”

“Tidak, tidak. Aku pasti selalu ada waktu untukmu. Apalagi aku sudah lama tidak bertemu dengan yeoja jelek seperti mu,” aku terkekeh pelan.

“Oppa! Kau masih saja mengejek ku!”

“Ah sudahlah, sekarang di tempat biasa kan?”

“Ne Oppa, aku sudah menunggu mu di sini,”

“Tunggulah, aku akan menyusulmu,”

Aku meraih jas ku yang tersampir di atas kursi kamar. Bergegas aku meraih buku agenda yang ada di atas tempat tidurku dan memasukkan ke dalam saku jas.

Park Shilla. Aku sudah sangat merindukannya. Dia adalah satu-satunya yeoja yang dekat denganku. Teman karib ku sejak di bangku SMA dulu. Jujur, aku sangat menyukai bahkan mencintainya. Tapi hingga sekarang aku masih tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaan ku kepadanya. Dia seorang sarjana teknik nuklir. Hidupnya di penuhi penelitian-penelitian baru tentang perkembangan teknologi masa kini dan terakhir dia mengatakan akan mengikuti pelatihan di jepang selama setahun. Aku tidak menyangka dia kembali secepat ini.

BRUK!

Aku merasakan tubuhku menabrak sesuatu.

‘Henry!’

“Mianhae magnae, aku sedang terburu-buru,”

Aku menunduk ke arahnya dan merapikan jas ku dengan panik. Yak, Shilla. Kau berhasil membuatku bahagia berlebihan seperti ini.

“Hyung mau kemana?” tanya Henry dengan heran.

“Aku ada janji mendadak dengan seseorang,” ucapku seraya bergegas pergi. Aku tidak ingin membiarkan yeoja favorite aku itu menunggu terlalu lama.

****

“Oppa!”

Shilla melambai dengan bersemangat ke arah ku ketika aku memasuki cafe tempat biasa kami bertemu.

Sudah lama aku tidak pernah ke sini lagi. Aku berjalan menghampirinya. Shilla berdiri dan memeluk ku dengan antusias.

“Surprise!”

Aku melepaskan pelukannya dan menatap manik matanya dengan tajam.

“Kau ini selalu datang dan pergi dengan semaunya,”

Shilla terkekeh dan duduk kembali di tempat duduknya.

“Mianhae Oppa, aku sedang mengambil cuti,” ucap Shilla sambil memainkan sedotan yang ada di dalam gelas jus nya.

Aku sudah duduk di depannya dan memandangnya dengan galak.

“Cuti? Semudah itu kah? Selama kau di sana menghubungi ku saja tidak,”

“Oppa, aku bekerja di area tertutup. Rahasia negara. Bagaimana bisa aku menghubungi oppa dengan semau ku,” dia merengut kesal dan berbalik menatapku dengan jengkel.

Aku menghela nafas dan masih saja menatap wajah yang sudah lama aku rindukan ini.

“Oppa semakin tampan,” dia mendekatkan wajahnya ke arah ku da memiringkan kepalanya agar bisa menatapku dengan jelas.

“Tidak seperti kau yang semakin jelek saja,” aku mencibir ke arahnya.

“Jadi berapa lama kau mengambil cuti?”

“2 minggu,” ucapnya enteng.

“Aku heran kau yang gila kerja tumben sekali mau mengambil cuti,”

Dia tersenyum kecut, “ Aku ada urusan penting di sini oppa,”

DDRRTTT DDRRTTTT

Ponsel ku kembali bergetar.

‘Woochy’

“Yeoboseyo?”

“Oppa, aku sedang tidak enak badan. Bisa jemput aku sekarang?”

“Jinjayo? Aku akan menjemputmu sekarang,”

“Ne Oppa, aku menunggu di gerbang depan. Ppali,”

Aku menutup telepon dengan panik.

‘Woochy sakit?’

Daya tahan bocah itu sangat baik sekali dan jarang jatuh sakit. Aku sedikit khawatir dengannya.

“Siapa?” Shilla menatapku dengan heran.

“Woochy. Kau ingat kan sepupu yang aku ceritakan dulu?”

Shilla mengangguk.

“Dia sedang tidak enak badan dan aku harus menjemputnya. Kau harus ikut menemani ku,”

Aku berdiri dan menarik tangan Shilla keluar dari cafe.

Di perjalanan, kami berdua hanya diam. Aku tidak bisa memulai percakapan saat otak ku sedang kacau mengkhawatirkan Woochy dan Shilla juga maklum karenanya.

Ketika mobilku memasuki gerbang kampusnya. Terlihat Woochy sedang duduk menelungkupkan kepala di antara kedua kakinya.

Aku bergegas keluar dari mobil dan berlari menghampirinya.

“Kau tidak apa Woochy~a?” aku menunduk dan mengusap puncak kepalanya.

Woochy mengangkat wajahnya dan kedua matanya sangat merah. Badannya juga terasa panas sekali.

HOEEK!

Woochy tiba-tiba muntah di hadapan ku. Aku terpekik kaget. Dengan cepat aku menguasai diri dan menepuk-nepuk punggungnya dengan pelan.

“Perut ku terasa mual sekali Oppa,” bisiknya pelan.

“Woochy~ssi, kau tadi pagi sarapan apa?” suara Shilla terdengar di belakang ku.

Woochy menggeleng pelan.

“Hanya sepotong roti dan susu eonnie,”

“Oppa, kita harus membawanya ke rumah sakit,” ucap Shilla tegas.

Aku mengangguk dan memapah Woochy masuk ke dalam mobil.

****

Aku sedang duduk dengan gelisah di kursi tunggu. Pemeriksaan laboratorium Woochy masih belum keluar juga. Woochy sudah di masukan ke dalam ruangan dengan infus di tangannya.

Aku sudah menghubungi Shin Ahjumma tapi ponsel beliau tidak aktif. Kata asisten pribadinya ahjumma sedang di perjalanan menuju singapore.

Shilla duduk di sampingku dengan tatapan bersalah dan sesekali mencoba mengatakan sesuatu tapi urung di katakannya.

“Oppa,”

“Hah?”

“Oppa tau kan aku ini sarjana teknik nuklir?”

Aku menatapnya dengan bingung. Kenapa Shilla jadi bertanya seperti ini.

“Tentu saja,” jawabku tidak bersemangat.

“Oppa mianhae,” matanya mengeluarkan airmata.

“Kau kenapa Shilla~ya? Apa aku sudah menyakitimu?”

Aku mengusap airmatanya dengan panik.

“Bukan Oppa,” dia menggeleng kuat-kuat.

“Lalu? Katakan saja?”

“Aku sangat yakin kalau Woochy sudah terpapar radiasi,” ucapnya pelan seraya menundukkan kepala.

Aku mencoba menelaah kata-katanya barusan.

‘Terpapar radiasi, eh?’

 

TBC

 

 
18 Comments

Posted by on December 1, 2011 in chapter, fanfiction, freelance

 

Tags: , ,

18 responses to “(FreeLance) Changeover #3

  1. shilla_park

    December 1, 2011 at 10:05 pm

    yeah saya eksis disini,,, gomawo saeng..😀
    aduh kasian ya saeng dirimu terpapar radiasi.. jd ngebayangin film smallville… seru tuh terpapar kryptonite.. *stres*😀

     
    • HenBaby

      December 2, 2011 at 4:56 pm

      Hahaha ne, cheonma eonnie :p

      wkwkwkwk ga usah kasian eonn, Shin Hye Wook a.k.a Woochy itu mah main cast aku dulu, sekarang aku udah ganti nama, kkkkk~

      Ne, semoga endingnya ntar ga ngecewain :p

       
  2. vanny

    December 2, 2011 at 9:32 am

    makin seru critanya…
    kena radiasi?? wow!!!!!!!! gimana rasanya tuh?? hehehehe

    itu apa ya rencanya mamanya woochy??
    trus tugas ibunya shilla disini apa ya??

    masih banyak misteri di FF ini, semisteri mukany shilla wakakakakakak

     
    • shilla_park

      December 2, 2011 at 9:56 am

      HYA!!!!.. knp muka saya dibawa2?.. huhu..
      apa salah saya sebenernya bahkan ampe di ff orang pun saya disalahkan.. *edisi sinetron*😀

       
      • HenBaby

        December 2, 2011 at 5:00 pm

        loh bukan nya eonn itu artis yang main di cinta fitri?? *muka polos*

         
    • HenBaby

      December 2, 2011 at 4:58 pm

      rasa nya, “mabuk” , hahahahaha *ngaco*

      pertanyaannya banyak, tunggu next part aja pasti ke jawab deh ~___~

      gomaweo udan baca dan koment ya ^^

       
  3. vanny

    December 2, 2011 at 11:49 am

    harusnya situ bangga mukanya aye bilang penuh misteri daripada ye milang muka situ penuh aura kelam hehe

     
    • shilla_park

      December 2, 2011 at 2:31 pm

      aishhh!!! ngomong ama situ emang muka saya kaga pernah bener.. jahattttt.. *nangis di pelukan molen n bebek*😀

       
  4. minkijaeteuk

    December 2, 2011 at 1:13 pm

    jangan2 gara2 wooochi terkurung itu ya??? q jd curiga ma eomma y,,, jgn2 dua sengaja masukin woochi k ruangan itu…. n kyk y eomma y woochi bkn eomma kandung y kyk y n pa jgn2 eomma y org yg sama sama yg d temuin ma shilla……
    ya woochi y sakit,,, bukan y klo kena radiasi tu parah ya sakit y….
    Lanjut…..

     
    • HenBaby

      December 2, 2011 at 5:02 pm

      kog kalimat2 berbelit2 chingu? tebakannya bikin aku ketawa loh, hehehehehe tunggu next part aja ya, semua bakal terjawab kog😀

      gomaweo udan baca dan koment ya ^^

       
  5. ana_kim

    December 2, 2011 at 4:37 pm

    eonnniii,,ana masih bingung sama tokoh”nya,,,
    mianhe eonnii…tapi seru ko eonn bikin penasaran,,,
    lanjutannya di tunggu oennn

     
    • HenBaby

      December 2, 2011 at 5:03 pm

      sabar ana, kalo baca pelan2 pasti lebih ngerti.. heheheh

      gomaweo udan baca dan koment ya ^^

       
  6. Naria

    December 2, 2011 at 7:23 pm

    wow mkn bgz y crt’a lnjt lnjt

     
    • HenBaby

      December 3, 2011 at 7:32 am

      hehehehe gomaweo

      tunggu next part ya ^^

       
  7. seung ji sun

    December 3, 2011 at 4:51 am

    Huwoo~ henry jahat mamaaaT_T
    Ciyee ada shilla onnie sm siwon oppa~ numpsng eksis a? Kekekekeeke~

     
    • HenBaby

      December 3, 2011 at 7:35 am

      haaa iya..biar gini2kan siwon oppa yang jadi main cast utamanya, jd pasti ada shilla eonn dong😀

      gomaweo udah baca dan coment ya ^^

       
  8. evilkyu dinda

    December 8, 2011 at 11:57 pm

    Couple Siwon_Shilla eksis nih di sini hahaha
    Aaa senangnyaaaa. .
    N critanya makiiinn seruuu nihhh (>.<)

    Tapi knp kena radiasio_O
    Khan woochy udh tlp siwon oppa duluan bilang kalo dia sakit sblm ketemu shilla :S
    Buru2 lanjut k part selanjutnya nih kalo gitu😀

     
  9. evilkyu dinda

    December 9, 2011 at 12:00 am

    Couple Siwon_Shilla eksis nih di sini hahaha
    Aaa senangnyaaaa. .
    N critanya makiiinn seruuu nihhh (>.<)

    Tapi knp kena radiasio_O
    Khan woochy udh tlp siwon oppa duluan bilang kalo dia sakit sblm ketemu shilla :S
    Mesti buru2 lanjut k part selanjutnyaa😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: