RSS

(FreeLance) Changeover #5 (End)

05 Dec

AUTHOR: HENBABY

 

“Kalian melepasnya?? Kalian sungguh bodoh!”

Wanita paruh baya itu berteriak murka ke arah kedua laki-laki yang sekarang sedang bersimpuh di hadapannya.

“Mianhae nyonya. Dia melarikan diri,” salah satu laki-laki itu mencoba membuka suara namun gemetar tubuhnya mengalahkan suara yang keluar sehingga ucapan itu hanya terdengar lirih.

“Aku tidak peduli! Sekarang ia pasti sudah mencari perlindungan yang baru dan kalian…” ia berujar dengan geram,”Menyebabkan kita semua sekarang seperti di ujung tanduk,”

****

Author’s POV

Yeoja berkulit pucat itu mengerjapkan matanya. Seharian ini tidak ada seorangpun yang datang menjenguknya. Eomma ataupun oppanya tidak ada kabar sama sekali, ia merasa terbengkalai. Sudah berkali-kali ia berteriak frustasi kepada dokter ataupun perawat yang datang silih berganti menjenguk keadaannya tapi tidak di gubris sama sekali. Parahnya, badannya yang terasa lemas sekali tidak bisa membuatnya melarikan diri saat ini juga.

Aku ini sakit apa? Hanya itu kata-kata yang berkali-kali terbersit di dalam otaknya. Sekarang kulitnya semakin pucat saja dan membiru. Badannya yang lemas membuatnya susah untuk duduk apalagi berdiri bangkit dari tenpat tidur rumah sakit yang sama sekali tidak empuk itu.

Woochy menatap ke arah luar. Matahari terbenam dengan cantik terlihat dari kaca transparan di ruangannya ini. ia tersenyum simpul namun lemah berusaha menguatkan dirinya untuk mencoba duduk, tapi gagal. Tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi.

Padahal sudah sangat sore dan di luar sudah terlihat gelap tapi penerangan di dalam ruangannya masih belum dinyalakan. Woochy menarik ujung selimut hingga menutupi separuh tubuhnya. Entah kenapa ia menggigil kedinginanan dan ia tidak suka gelap. Ia memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Detak jantungnya berdetak dengan cepat. Di dalam hatinya merutuk gusar, kemana para perawat yang biasanya datang menjenguknya? Kenapa penerangannya belum di nyalakan?

Tanpa ia sadari siluet seseorang berjalan dengan diam-diam mendekati tempat tidurnya. Ruangan yang gelap menyebabkan sosok itu tidak kelihatan. Senyum menyerigai terpancar dari wajahnya yang licik. Tangannya merogoh sesuatu dari balik punggungnya dan di todongkannya tepat di pelipis Woochy yang sedang mencoba untuk terlelap.

“Get changeover sayang,”

DOOR!

****

Siwon memarkirkan mobilnya di halaman rumah besar itu. Ini sudah terlalu sore, jam 04.00 pm. Seharian ini ia harus merelakan waktunya yang berharga untuk memberikan kesaksian di kantor polisi. Kalau tidak, ia akan dituduh sebagai pembunuh. Jenazah eomma Shilla masih di otopsi di rumah sakit dan masih belum bisa di makamkan. Bertemu dengan Shilla pun ia belum sempat. Ada hal yang sangat mendesaknya yang harus segera di selesaikan.

Ia memencet bel dengan tidak sabar. Seorang pelayan membukakan pintu  untuknya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Siwon memburu masuk ke dalam dan menuju kamar yang ada di lantai dua.

Woochy’s Room

Setelah memastikan ia sudah mengunci pintu kamar Woochy, Siwon mengedarkan pandangan berkeliling di dalam kamar yang berukuran cukup besar ini. Matanya tertuju pada foto pajang besar yang tergantung tepat di atas tempat tidur. Tampak sosok Ahjusshi yang sangat ia hormati sedang berdiri merangkul anak perempuannya yang duduk di kursi. Woochy tersenyum tipis namun terlihat sangat aegyo sekali. Mata Siwon memerah ketika melihat foto itu. Hatinya terasa sakit mengingat umur Woochy yang hanya sebentar lagi.

Ia meraih ujung pigura foto dan menurunkannya ke bawah. Terlihat sebuah intu brankas berukuran lumayan besar berwarna metalik menonjol dari dinding. Ia mengambil kunci kecil dari kantong saku celananya dan membuka brankas itu.

Ia mengeluarkan semua yang ada di dalam brankas. Beberapa map berisi berkas, tiga buah kaset cd dan satu buah pistol.

Siwon memasukan semua barang itu kedalam tas yang di bawanya dan mengantongi pistol di saku celananya. Tak lama ia mnegeluarkan ponsel dan menelpon seseorang.

“Aku ingin kau menemuiku di rumah sakit sekarang,”

“ ….”

“Aku sedang di perjalanan, tidak usah terburu-buru,”

Ia menutup telepon dan mengetik sebuah pesan.

To : Shilla

Aku akan menjenguk Woochy dulu di rumah sakit. Nanti aku hubungi kembali. Keep Strong Shilla~ya.

****

Airmatanya menetes dengan deras ketika melihat jenazah yang terbaring kaku di hadapannya ini. ia sangat tidak menyangka pertemuan mereka yang bisa di bilang tidak baik itu adalah pertemuan terakhir mereka setelah bertahun-tahun.

Ia tidak membenci eommanya. Tidak sama sekali. ia hanya kesal eommanya meninggalkannya tanpa mengatakan alasan sebenarnya. Siwon hanya menceritakan secara garis besarnya saja dan masih belum bisa menemuinya hingga saat ini.

Shilla mengelus pipi eommanya dengan cegukan.

“Eomma.. Mianhae.. Jeomal mianhae.. “

****

FLASHBACK

“Aku menampungmu untuk tidak bermalas-malasan! Yak Shilla. Kajja, segera selesaikan pekerjaanmu anak bodoh!”

Shilla yang baru saja duduk untuk melepas penat langsung tersentak kaget. Ia menatap Ahjummanya yang sekarang berdiri berkacak pinggang dan meneriakinya dengan nyaring.

“Jangan menatapku seperti itu! pantas saja ibumu meninggalkanmu begitu saja karena kau sangat pemalas seperti ini!” teriaknya lagi ke arah Shilla yang masih meringkuk ketakutan.

“Ne Ahjumma,”ucapnya lirih dan beranjak berdiri dengan agak terhuyung karena badannya yang sangat kurus.

Tangannya yang sudah penuh plester itu kembali memegang pisau besar dan mulai mencincang daging yang terletak di atas meja. Masih ada dua onggok daging besar lagi yang belum ia cincang.  Di sisi lain meja itu terdapat satu keranjang bawang yang belum di kupas. Ia bekerja dalam diam. Airmatanya sudah mendesak keluar namun ia tahan. Ia tidak boleh terlihat lemah. Ia anak yang kuat.

FLASHBACK END

****

Henry’s POV

“Manager marah besar. Kau kemana saja? Kau lupa hari ini ada fansmeting. Kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi Henry?” Teukie hyung langsung memberondongku dngan banyak pertanyaan.

Aku baru saja pulang ke dorm  dan menghempaskan tubuhku ke sofa di ruang tengah.

“Mianhae hyung. Aku tadi kehujanan dan ada hal mendesak yang aku lakukan,” ucapku lemah.

“Setidaknya kau bisa hubungi kami. Kamu sama saja dengan Siwon. Menyusahkan!”

Baru kali ini Teukie hyung marah kepadaku. Aku hanya memasang wajah menyesal dan menatapnya dengan mengiba.

“Yak. Jangan memandangku dengan puppy eyes mu itu Henry. Ara, ara. Nanti aku akan menolongmu bicara ke manager,”

Aku berdiri dan memeluknya dengan spontan,”Thanks a lot Hyung, you are the best,”

“Lepaskan,” hyung mendorong tubuhku menjauh.

“Kau mau ikut? Kami mau ke rumah sakit,”

“Mwo? Memangnya siapa yang sakit?” aku melongo.

“Woochy,”

Aku tersentak kaget,”Yeoja kuat seperti itu bisa sakit apa??”

“Paparan radiasi. Aku juga baru saja tau dari manager,”

“Aku ikut hyung. Tunggu sebentar, aku mengganti mantelku dengan jaket,”

Aku bangkit dari sofa dan berlari masuk ke kamar.

‘Baik-baik saja kah kau Woochy? Maaf aku sudah pernah ingin mencelakakanmu’

****

Siwon’s POV

Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit dan sesekali menatap ke arah belakang. Aku merasa ada yang mengikuti ku. Lorong ini sangat sepi. Di lantai 3 ini memang khusus untuk merawat pasien dengan kasus tidak biasa dan sangat tertutup untuk orang-orang yang tidak berkepentingan. Aku lebih tepatnya meminta khusus kepada direktur rumah sakit agar akses ke ruangan Woochy di beri privasi agar tidak ada orang yang masuk, hanya Shin ahjumma, aku dan paramedis yang bisa keluar masuk dengan leluasa. Langit di luar terlihat semakin gelap. Aku mempercepat langkahku dan menggenggam lebih erat tas yang sedang ku jinjing.

Aku meraih kenop pintu dan masuk ke dalam ruangan Woochy. Namun tidak hanya aku yang berada di ruangan itu. Ada seseorang sedang menodongkan pistolnya ke arah pelipis Woochy.

DOOR!

Aku berdiri kaku melihat apa yang terjadi. Woochy tersentak dari tempat tidurnya dan langsung terkulai lemas. Woochy mati.

Aku melempar sembarang tas yang ku pegang dan mengeluarkan pistol yang ada di saku celanaku, sebelum sosok itu berbalik karena suara lemparan tas yang ku buat, aku sudah menodongkan pistol ke arah kepalanya.

“Ahjumma… A.. Aapa.. yang sudah kau lakukan?” aku  terbata-bata bertanya ke arah sosok yang membelakangiku.

Ia berbalik dan mnyerigai ke arahku.

“Ah, kau datang bocah. Dan apa yang kau bilang? Ahjumma?” ia terkekeh menatapku. Tidak tampak raut ketakutan ketika aku menodongkan pistol tepat ke arah wajahnya.

“Ne, kenapa kau membunuh anak kandungmu sendiri hah???!” aku berteriak dan semakin mengeratkan pegangan pistol di tanganku. Aku siap menembak kepala wanita tua di hadapanku ini. ia menurunkan pistol di tangannya dan menaikkan kepalanya agar bisa menatapku lebih jelas.

“Hahahahahaha,” suara tawanya menggelegar. Dalam ruangan tanpa penerangan seperti ini dan hanya mendapat cahaya dari lampu yang menyala diluar ruangan, pandanganku hanya melihat keremangan. Wajah ahjumma terlihat berkilat-kilat dan senyum iblis tersungging di bibirnya.

“Kau hanya seorang bocah dan kau tidak akan bisa menghalangiku. Ah asal kau tau saja nak, aku ini bukan bibimu … ”

****

Author’s POV

“Ya aku tau. Kau hanya menyamar di rumah Ahjusshi dan kau lah yang memberikan Hallium kepadanya selama 3 tahun sebelum kematiannya itu,” Siwon berkata dengan geram.

Wanita paruh baya yang di todongnya dengan pistol itu hanya terkekeh.

“Jadi kau sudah tau semuanya? Kau pintar nak tapi tidak cukup pintar,” suaranya terdengar licik,”Jadi Park Eun Ha sudah menceritakan semuanya kepadamu,”

Siwon mengangguk.

“Kau sudah melaporkan ku kepada polisi?” wanita paruh baya itu menatap mata Siwon seolah menantang.

“Nyaris,” ucapnya pelan.

Wanita itu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan hambar.

“Mengobrak-abrik keluarga Shin Juna memang menyenangkan,”

Siwon membelalakkan kedua matanya dan menatap wanita itu dengan geram.

“Apalagi ketika ia sudah berani mencampuri urusan organisasi. Kami tidak bisa membiarkannya hidup lebih lama. Istrinya  dengan mudah kami culik ketika pulang dari kantornya dan membakar hidup-hidup. Aku masuk menyamar menggantikan istrinya. Operasi menakjubkan yang membuat wajahku mirip dengan wanita sialan itu. Choi Miara, dia bibi mu bukan?”

“Yak aku tau kau itu wanita setan! Semirip apapun wajahmu dengan bibi ku tapi hati busukmu itu tidak akan bisa menyamainya!” Siwon setengah berteriak dan hampir menekan pelatuk pistol yang di pegangnya, namun ia urungkan. Ia masih perlu banyak penjelasan dari wanita yanhg hidupnya sekarang tergantung dirinya ini.

“Menyamai nya? Aku sudah bisa mannyamainya! Kau lihat wajahku? Kau saja tidak pernah menyangka kalu aku ini palsu!” wanita itu balas berteriak.

“Ah ahjumma, ternyata kau lah yang bodoh. Apa kau tidak menyadari kalau bibi ku menyukai barang antik? Kau sangat bodoh membuat semua pajangannya itu berdebu di sana!” ucap siwon dengan penuh kemenangan.

“Cih, hanya barang rongsokan dan kau kira itu bisa menopang hidupku hah??”

“KAU TIDAK TAHU BETAPA SAKIT HATIKU KETIKA HAKIM JUNA MENANGKAP SUAMIKU DAN MEMBIARKANNYA MEMBUSUK DI PENJARA??”

Siwon terhenyak mendengar teriakan wanita di depannya ini.

“Kaa.. kau… ibunya Henry?” tanyanya tergagap.

“Oh jadi kau mengenal anak ku?” wanita itu masih terkekeh.

“Bukankah kau sakit parah??? Kanker hampir merenggut nyawamu!”

“Sakit? Itu hanya SKENARIO DARI BOSS KU!” tawanya menggelegar,” Saat itu aku sangat frustasi semua harta kekayaan keluarga kami di sita negara. Anak ku Clinton hampir bunuh diri, Henry dan Withney nyaris tidak memiliki masa depan! Aku yang di tawari pekerjaan oleh seseorang untuk menyamar menjadi Choi Miara, aku menerimanya dengan senang hati! Dengan itu aku bisa membalaskan dendam kepada keluarga Shin Juna!”

“Dan di kanada, sudah dia atur seseorang yang sudah di ubah wajahnya mirip denganku dan benar-benar sakit kanker menggantikan ku di sana,” tuturnya dengan senyum iblis masih tersungging di bibirnya.

“Ahjumma! Kau salah paham!” pistol di tangan siwon bergetar dengan hebat. Siwon tidak bisa meredam emosinya lebih lama lagi.

Wanita itu agak terkejut dan menatap Siwom dengan lekat.

“Apa maksudmu?” tanyanya dengan geram. Hilang sudah senyum iblis dari wajahnya.

PRANG!

DOOR!

Wanita yang berdiri di depan Siwon ambruk seketika. Sebuah lubang kecil tepat bersarang di pelipisnya. Siwon menoleh kesamping. Kaca jendela sudah pecah berserakan. Dari kejauhan ia dengan  sangat jelas melihat seorang laki-laki bertopeng berdiri di gedung sebelah memegang senjata laras panjang yang mengacung tepat mengarah ke arah ruangan Siwon berdiri. Kini senjata itu mengarah ke arah Siwon. Dengan sigap siwon berlari ke arah pintu. Ia meraih ponsel di kantongnya.

Bruk!

“Tuan ada apa?”

Pesuruhnya agak terhuyung kaget.

“Cepat hubungi polisi dan tangkap penjahat yang ada di gedung sebelah itu! Ia menembak Ahjumma!” perintahnya.

Pesuruhnya mengangguk dan dengan cepat mengeluarkan alat komunikasi yang selalu di bawanya. Ia adalah orang kepercayaan Siwon dan juga merupakan anggota intelejen Korea Selatan. Tidak lama ia kembali berbicara menggunakan alat komunikasinya dan mengucapkan beberapa patah kata.

“Tuan, intelejen sedang mengejar penembak itu. semuanya akan beres,”

Siwon terduduk di bangku tunggu di depan sebuah ruangan yang tak jauh dari ruangan Woochy tadi. Pistol dari tangannya terkulai jatuh ke bawah. Semuanya membuat dirinya shock.

Woochy meninggal. Airmatanya menetes jatuh.

****

Leeteuk, Eunhyuk, Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, Zhou Mi dan Henry melebarkan mata mereka ketika melihat banyak sekali mobil polisi yang terparkir di gedung sebelah rumah sakit yang hendak mereka kunjungi. Di halaman rumah sakitnya sendiri terparkir beberapa mobil van hitam dan banyak laki-laki tegap berjas hitam berjalan berdiri mengawasi keadaan.

“Apa ada teroris?” Eunhyuk bertanya dengan polosnya.

“Mollayo,” yang lain menggeleng tidak tau.

Van yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah sakit. Mereka keluar dan berjalan masuk namun di cegat dua orang laki-laki berjas hitam dengan alat komunikasi terpasang di telinga mereka.

“Maaf di dalam baru saja terjadi pembunuhan. Tidak ada yang boleh masuk ke dalam,” ucap salah satunya dengan tegas.

“Pembunuhan?” Leeteuk menautkan kedua alisnya. Semua member pun sama herannya.

“Maaf tuan, silahkan pergi,” kini kedua laki-laki itu agak mendorong mereka menjauh. Ini memang saat yang tidak tepat pikir para member. Mereka pun berbalik dan berjalan meninggalkan pintu masuk lobby rumah sakit.

“Hyung!”

Henry berteriak keras dan melambai-lambai ke arah Siwon yang sedang berjalan menuju lobby.

Semua member kemudian berbalik kembali dan menoleh ke arah Siwon.

Mata Siwon terlihat memerah dan raut wajahnya.. terlihat lelah sekali.. mungkin lebih tepatnya terpukul..

“Siwon, apa yang terjadi?? Kau kenapa??” Zhou Mi memberondong siwon dengan pertanyaan ketika mereka sudah cukup dekat.

Siwon hanya menggeleng lemah dan berjalan melewati mereka semua. Pesuruh siwon yang berjalan di belakangnya sambil menjinjing sebuah tas berhenti sebentar dan menatap wajah semua member yang penasaran.

“Maaf tuan-tuan, Tuan Siwon sedang terpukul dan hendak menenangkan diri,” jelasnya.

“Sebenarnya apa yang sudah terjadi??”

“Nona Woochy mati di tembak oleh Nyonya Lau dan nyonya Lau juga mati terbunuh,”

Tubuh Henry mengejang dan menatap pesuruh Siwon dengan tatapan tak percaya.

“BAGAIMANA BISA????????” raungnya.

****

After the funeral (setelah pemakaman)

Siwon, Shilla, dan Henry duduk mengelilingi meja dalam diam. Semuanya memakai pakaian berwarna hitam. Tida ada satuun dari mereka bertiga berniat memulai percakapan lebih dulu.

Siwon mengangkat cangkir capuccino di hadapannya dan menyesapnya dengan perlahan. Shilla hanya memainkan ujung dress hitam selutut yang sedang di pakainya dan Henry menatap ke laur jendela cafe yang mereka datangi ini.

Pemakaman tiga orang yang sangat mereka sayangi baru berakhir satu jam yang lalu. Semuanya masih seperti mimpi. Beberapa kali Henry menghela nafas namun tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

Akhirnya Siwonlah yang lebih dulu berbicara.

“Baiklah, semuanya memang sudah berakhir dan aku tau, kita tidak ada yang menduga akan seperti ini,”

“Hyung?” Henry sekarang menatap Siwon dengan sayu,”Ceritakan apa yang sudah terjadi,”

Shilla juga menatap Siwon dengan tatapan mata menuntut kejelasan.

“Ne, kita semua memang harus mengetahui semua kebenarannya,” Siwon mengangguk.

“Penjahat sebenarnya sudah di tangkap pihak intelejen. Ia adalah Go Nam Han. Ia merupakan mafia narkotika internasional dan yah seperti kalian ketahui tentang penjahat kelas atas seperti dirinya itu adalah pemasok senjata ilegal hampir di separuh belahan dunia,”

Siwon menghela nafas panjang dan melanjutkan ucapannya lagi.

“Kejadian ini benar-benar sebuah kesalah pahaman yang berbuah bencana. Hakim Juna berniat menangkap Goo Nam Han dan menjebaknya. Goo Nam Han sejak dulu memang merasa terancam karena eksistensi Hakim Juna yang sudah banyak menjebloskan banyak orang ke penjara sehingga ia menghentikan kegiatan perdagangannya untuk sementara waktu. Hakim Juna bersahabat dengan Appa mu, Henry,” Siwon menatap ke arah Henry dan mencoba tersenyum. Henry  hanya mengangguk singkat dan mengisyaratkan agar Siwon melanjutkan penjelasannya kembali.

“Ia sepakat dengan Tuan Peter untuk menjebak Goo Nam Han dan Tuan Peter bersedia menjadi umpannya. Karena itulah tuan Peter sama sekali tidak melawan ketika intelejen menangkapnya dan menyita habis habis harta keluarga Lau. Namun setelah itu benar-benar di luar dugaan Hakim Juna dan Tuan Peter, wabah penyakit itu di luar perhitungan dan menyebabkan Tuan Peter meninggal dunia,”

Mata Henry terlihat memerah. Ia mencoba tidak meneteskan airmata mengingat perjuangan hidupnya setelah Appa nya meninggal.

“Nyonya Lau sangat frustasi, begitulah yang ia katakan kepada ku kemarin. Ia di tawarkan pekerjaan oleh Goo Nam Han untuk menyamar menjadi bibiku, Shin Miara. Nyonya Lau sama sekali tidak mengetahui tentang tuan Peter yang hanya berpura-pura bersalah dan di masukan ke penjara. Ia merasa dendam kepada keluarga Hakim Juna dan menerima tawaran itu. ia mengoperasi wajahnya sehingga sangat mirip dengan bibi ku dan menyamar masuk ke kehidupan keluarga Hakim Juna. Bibi ku sebelumnya sudah mereka culik dan di bakar dengan keji,” Siwon menceritakan semua itu dengan suara yang bergetar. Shilla menutup mulut dengan tangannya dan matanya terlihat berkaca-kaca. Henry semakin gelisah di tempat duduknya.

“Eomma yang ada di rumah Henry di kanada adalah seorang wanita yang sudah di operasi wajahnya sehingga mirip dengan Nyonya Lau asli dan menderita kanker. Semua itu agar memudahkan kelancaran rencana yang di buat Goo Nam Han,”

“Sejak saat itulah Goo Nam Han mengganti cara distribusi narkotikanya dengan memasukkan opium kedalam kemasan kosmetik yang di produksi perusahan kosmetik Bibi ku. Nyonya Lau hanya menjalankan semua perintahnya. Karena itulah intelejen menjadi sulit menangkapnya tanpa bukti yang kuat,”

“Mungkin kalian berdua sudah bisa membayangkan selanjutnya. Hakim Juna yang di berikan racun hallium selama 3 tahun yang dapat merusak sel jantung membuat kesehatan hakim juna semakin memburuk. Puncaknya saat ia sudah berhasil mengumpulkan semua bukti dan mengetahui kalau istrinya selama 3 tahun ini adalah palsu. Ia sudah hampir ambruk sehingga menyuruh seseorang untuk menembaknya. Sebelumnya ia sudah meminta ibu Shilla menjadi saksi kunci dan memberikan semua bukti untuk menjebloskan Goo Nam Han ke dalam penjara. Keluargamu memang sudah terlibat dalam kasus ini, Shilla. Ayahmu adalah mata-mata pemerintah yang masuk ke organisasi di jepang dan akhirnya di tembak mati oleh Goo Nam Han sendiri,”

“Pencemaran teluk minamata adalah ulah Goo Nam Han. Merkuri adalah bahan kosmetik yang di salah gunakannya dengan membabi buta. Dengan limbah sebanyak itu ia dapat memasok opium dalam jumlah yang sangat banyak ke seluruh belahan dunia,”

“Pantas saja, hakim Juna membuat surat warisan yang isinya sama sekali tidak memberikan hartanya untuk istrinya, Shin Miara. Ia sudah tau istrinya itu palsu namun tidak sempat membongkar kedoknya,”

Siwon diam cukup lama dan sekarang menatap dua orang yang sedang duduk bersamanya itu.

“Henry, aku minta maaf untuk semuanya. Demi Ahjusshi, Ahjumma dan Woochy. Dan Shilla~ya, Jeongmal kamsahamnida, aku tidak tau bagaimana cara membalas pengorbanan ayah dan ibu mu untuk semua ini,” Siwon membungkukkan badannya sedikit.

“Hyung, sudahlah. Aku sudah dapat menerimanya. Clinton dan Withney juga. Aku akan pulang ke kanada dan menceritakan semua kebenaran ini kepda mereka,” ucap Henry sungguh-sungguh,”Gomaweo Hyung,”

“Kau pulang ke kanada?” Siwon menatap Henry dengan tidak percaya.

“Ne, wanita gadungan di rumah ku itu juga pasti sudah di tangkap. Aku hanya ingin istirahat sebentar dengan semua kepenatan hidupku selama ini,” Henry menggeleng lemah namun semua beban di hatinya sekarang terasa sudah terangkat. Hatinya masih terasa sakit karena kehilangan cinta pertamanya. Woochy, yeoja itu akan selalu mendapat tempat istimewa di dalam hati Henry.

“Oppa, aku akan kembali ke jepang. Kau tau, cuti ku akan berakhir 2 hari lagi,” Shilla berusaha tersenyum di sela kepedihannya.

“Kalian berdua akan meninggalkanku,” rajuk Siwon.

Shilla dan Henry hanya tertawa hambar.

“Padahal sebentar lagi ulang tahunku,” tambahnya,”dan Woochy ..”

Raut wajah Siwon terlihat muram kembali.

“Oppa,” Shilla menggeser kursi duduknya agar lebih dekat dengan Siwon. Wajah mereka sekarang sudah sangat dekat. Detak jantung siwon berpacu dengan cepat.

“Ehmm…” Henry mendehem. Cukup keras untuk membuat Siwon dan Shilla menoleh ke arahnya.

“Sepertinya sudah tidak ada yang di bicarakan lagi. Aku pamit pulang. Sampai Jumpa,” Henry menyunggingkan senyum kecil di bibirnya dan membungkukkan badan.

Tanpa meminta persetujuan Siwon dan Shilla, ia sudah beranjak keluar dan menghilang dari balik pintu cafe.

“Henry itu namja yang kuat,” ucap Shilla pelan.

“Ya, Ia kehilangan ibunya sekaligus dan ya.. Woochy.. cinta pertamanya,”

“Darimana oppa tau?”

“Aku mengetahui semua informasi tentang Henry, aku menyelidiki Henry sebelumnya” Siwon terkekeh,”Dan kau Shilla, jangan pernah meninggalkan ku, arasseo?”

Shilla yang mendengar ucapan Siwon barusan agak terkejut dan langsung tersipu malu.

“Oppa, apa maksud ucapanmu itu?”

“Mollayo,”

Siwon hanya tersenyum misterius dan kembali menyesap capuccino miliknya. Matanya mengedar ke arah luar jendela transparan dan kembali menerawang jauh.

‘Woochy~ya, dongsaengku.. Rest in Peace.. ‘

****

Henry’s POV

Incheon Airport, Korea Selatan

Aku menggenggam tiket dan paspor yang ada di tanganku dengan erat. Sebelah tanganku menjinjing jaket dan tas ranselku bergerak-geark ketika aku berlari masuk ke dalam bandara. Pesawatku 15 menit lagi boarding. Aku menyusup di antara kerumunan dan mencoba secepatnya menuju pintu keberangkatanku.

Bruk!

Seorang yeoja tersungkur karena ku tabrak dengan cukup keras.

“Nan gwaenchana?” aku menunduk dan mengulurkan tanganku menolongnya untuk berdiri.

Yeoja itu bangkit dan merapikam bajunya yang terlihat kusut karena ku tabrak tadi.

“Kau tidak punya mata hah?” ia mendongak kan wajahnya dan membentak ku dengan kesal.

“Woochy~ya .. “ aku menatap yeoja di depan ku ini dengan tatapan tidak percaya.

“Hey bodoh, nama ku Hye-Kyo!”

 

 

END

 

Credit: http://shinhyewook.wordpress.com/

 

 
24 Comments

Posted by on December 5, 2011 in chapter, fanfiction, freelance

 

Tags: ,

24 responses to “(FreeLance) Changeover #5 (End)

  1. shilla_park

    December 5, 2011 at 6:59 pm

    yaampun knp saya tetep aja dianiaya disini??
    trus knp saya endingnya kaga jadian sama siwon?? aduh harusnya siwon ngelamar saya itu.. wkwkwk😀
    wochy-ya kasian amat yak nasibmu..RIP yak… wkwkkw..
    tp yg ketemu mochi imut sapa tuh??..
    udah ending yak?? haha kaga rela gt..wkwk

     
    • HenBaby

      December 5, 2011 at 8:04 pm

      wkwkwkwk aku kan ga bilang ini ff happy ending eonn.. semuanya aku bikin pada menderita *evil glare*

      aku ada bikin epilog ni ff tp aku ngetiknya ga kelar2, mana di taroh di draft hp lagi.. jd ga mood buat ngelanjutinnya…

      Namkor aku dulu Shin Hye Wook eonnie-ya tp lama2 aku jd suka gr2 tu nama rada aneh.. makanya aku jd ganti Shin Hye Kyo.. ini ff sebenernya di buat cuma bikin si Woochy itu mati secara hormat aja😀

      Nah buat reader yang udah setia baca.. Gomaweo.. viewers wp aku di blog kemarin melonjak drastis apalagi buat yang buka CO #5 tapi mirisnya, ga ada yg ninggalin coment satu pun (?)

      Jeongmal gomaweo.. akhirnya ni ff udah kelar.. silahkan berkunjung d wp ku ^^

      (author note yang terlambat)

      Hahahahahahaha

       
      • shilla_park

        December 6, 2011 at 3:35 pm

        ya tapi harusnya kamu bahagiakan saya dong (?)
        wkwkw.. saya jg kalau ff udah kelamaan nangkring di draft jadinya udah stuck wat lanjutin..haha
        haha.. makanya saya ga pernah mempermasalahkan siders.. smua org punya hak untuk bersuara dan tidak bersuara (?)😀😛

         
      • HenBaby

        December 6, 2011 at 4:40 pm

        Mau di bahagia’n? ntar deh eonn ya, nunggu aku mood bikin epilog, ntar aku bikin pesta pernikahan yangg megah di kolong jembatan, wkwkwkwkwk *kabur sebelum kena injek

        iya, aku jg kadang2 jadi sider, jd mau bagaimana lagi.. mungkin karma😀

         
      • shilla_park

        December 6, 2011 at 5:17 pm

        kolong jembatan?? idihhhh….kaga elit amat..
        pernikahan park shilla dan choi siwon mah HARUS di ball room hotel bintang 10..wkwkkw😀

         
  2. seung ji sun

    December 5, 2011 at 9:19 pm

    Ooooooooohhh
    jadi endingnya begini toh hahahhahaha
    Kesian banget sih mati😦 hye-kyo sama woochy
    bukannya sama yaaa? Waduh-_-
    Eh, onnie kmrn pas aku buka wpnya, yg ke 5 ini di protect masaT_T menyedihkanT_t

     
    • HenBaby

      December 6, 2011 at 2:51 pm

      orang yang beda, cuma wajahnya aja yang mirip, hehehehe

      iya, Woochy nya udah RIP.. biar dia tenang di sana *tragis banget*

      owh yg di protect itu, aku kemarin sempet kesal gr2 ga ada yg ninggalin coment makanya aku protect tapi siangnya aku buka lagi kog protect nya, hahahaha *kena gampar*

      gomaweo udah baca nyampe akhir ^^

       
  3. cemoymoy

    December 5, 2011 at 10:36 pm

    Rip woochy..
    ud. kena radiasi,sekarat tgl nggu waktuny ..di tembak mati lg ..tragis amat nasibny ;(
    yg tabah ya henry dtingglin omma sm firstlove brg2 gt..#elus2palahenry ;*

     
    • HenBaby

      December 6, 2011 at 2:52 pm

      hehehe ntar Henry jadian ama Hye-Kyo juga kog😀

      gomaweo udah baca nyampe akhir ^^

       
  4. minkijaeteuk

    December 5, 2011 at 10:38 pm

    untung ending y henry ketemu cwe yg mirip woochy,,,jd ngak terlalu sedih…
    kasian ma.nasib y woochy knp harus meninggal,,,, T.T…
    q shock tau y eomma y woochy tu palsu,,, udah nebak emang eomma y yg celakain tp yg ngak nyangka eomma y ternyata eomma y henry…….

     
    • HenBaby

      December 6, 2011 at 2:59 pm

      feelnya dapet aja kan chingu? udah takdirnya mah si woochy harus RIP sekarang🙂

      awalnya sih mau eomma shilla yang jadi pelakunya tapi di tengah jalan aku jadi berubah pikiran, hahahaha

      gomaweo udah baca nyampe akhir ^^

       
  5. Naria

    December 5, 2011 at 10:51 pm

    wah koq endg’a gntg,siwon jdian ma shilla pa g?trs kog wochy pny sdr kmbr?ah… Koq g dibkn hpy endg z.tp ttp bgz kog

     
    • HenBaby

      December 6, 2011 at 3:01 pm

      Gantung ya chingu? aku emang sengaja ga ngelanjuti soalnya atakut ke panjangan dan problem baru malah nambah ntar ga jadi ending deh, heehehe

      Ne, gomaweo udah baca nyampe akhir ^^

       
  6. ana_kim

    December 5, 2011 at 11:01 pm

    daebak eonni..:)

     
    • HenBaby

      December 6, 2011 at 3:02 pm

      Ne ne, jeongmal gomaweo saeng-ah ^^

       
  7. vanny

    December 6, 2011 at 11:55 am

    jiah kok ending.. ^^
    kasian bgt ya si mochy, maknya ama cintanya telah pergi meninggalkan dia #eeaaa…
    critanya seru..ga nyangka se complicated gitu ya hehehe

    btw warisannya woochy ntar gmn tuh?? kan dia dah meninggal. buat aye aja ya warisannya hehehehe

     
    • HenBaby

      December 6, 2011 at 3:08 pm

      Warisan?? warisannya buat modah shilla eonn ama siwon oppa nikah aja deh, hahahahaha

      gomaweo udah baca nyampe akhir ^^

       
      • shilla_park

        December 6, 2011 at 3:37 pm

        asikkk..saya dapet warisan.. *nari kegirangan bareng siwon*

         
  8. evilkyu dinda

    December 9, 2011 at 12:51 am

    Pas bagian d RS yg woochynya meninggal T_T huhu
    Seruuuu bangeeetttt . . Berasa d film action bayangin siwon oppa lg main film ‎​♥
    Jadi melting ngebayanginnya gyahahahaha #dbakar idup2 ama shilla onnie

    Aku emang curiga sama mamanya woochy yg agak aneh, jg guci antiknya yg berdebu :S
    Tapi km pintar membuat aku ragu apa benar mamanya woochy palsu gara2 ia memperlakukan woochy terlihat benar2 sperti anaknya haha.

    Pkoknyaaa aku suka FF bikinan km ini😀
    Hipotesa yg kerennnn
    Soalnya aku jg suka sama genre mistery #maklum penggemar komik detective conan jg aku hehe *jd curcol wkwkwkwk

     
    • HenBaby

      December 9, 2011 at 6:45 am

      ne, gomaweo.. ini semua berkat aku suka baca novel agatha christie ^^

      aku juga suka baca conan, kkkk~ gomaweo udah baca dan coment ya😀

       
  9. uknowacha

    December 9, 2011 at 2:12 pm

    mian baru komen di part ini . bacanya aja kemaren ngebut . hehe😛
    seru banget berasa baca buku detektif . tapi sayang sad ending😦
    tau ga eon, pertama kali aku baca part 4 bagian akhir aku kira penjahatnya Shilla loh .
    miaaaaaan *kabur*

     
    • HenBaby

      December 11, 2011 at 5:25 pm

      Jiaaahhh, emang sih muka shilla eon itu mirip penjahat, apalagi shilla eon itu g*lak abis, wkwkwkwkwkwk *kabur*

      gomaweo udah baca ya ^^

       
      • shilla_park

        December 11, 2011 at 10:07 pm

        HYA!!!!.. pencemaran nama baik ini namanya.. saya baik kok ga galak.. *pasang muka inosen*😀

         
      • uknowacha

        December 12, 2011 at 7:46 pm

        cheonma😀

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: