RSS

Don’t Forget Me

12 Dec

Jeng jeng jeng… saya hadir dengan ff aneh bin abal.. salahin aja DBSK-Wasurenaide.. karena ni lagu tiba2 saya dpt ide ga tahu asal usulnya ini.. (?)\

Part2 awal mungkin lbh ke songfic tp ga juga si karena akhirnya jg ga gt jg.. maklum otak saya kan ga pernah beres

Oya ini ada sedikit berhubungan sama ff  There Is Only You. dan saya kembali dengan main cast’s pov..jd kalau rada aneh maaf karena saya udah lama ga pake gaya penulisan ky gini..hehe

Oke just check it out..

Backsound: Wasurenaide-DBSK

I sit on my bed and think of you
It’s alright even if I can’t see you…
I miss you, but just this feeling is enough

Waktu memang berlalu begitu cepat. Dan tak ada yang tahu kemana waktu itu akan membawa kita. Begitu banyak yang terjadi. Begitu banyak yang berubah.

Layaknya hidupku. Begitu banyak yang terjadi. Dan sayangnya beberapa hal membuatku menyesal.

Meninggalkannya dan kemudian aku menyesal. Menyangka dia bukan takdirku tapi ketika ia benar-benar tak bisa kugapai lagi aku merasakan penyesalan itu.

Mungkin memang ini karma untukku. Menyakitinya dan ketika ia sudah mendapatkan kebahagiaannya aku bisa merasakan sakit itu. beginikah rasanya ketika waktu itu ia melihatku bersama wanita lain?

The memories of you remain, they’re so strong

I read a short message from you and it makes my chest tighten painfully

But I want to keep protecting your eternal happiness

Hanya pesan singkat. Tapi sanggup membuatku merasakan sesak itu. awalnya aku begitu bahagia saat tiba-tiba aku menerima pesannya tapi detik berikutnya aku merasakan perih dihatiku.

Kali ini ia akan benar-benar tak dapat kugapai. Ia telah memilih kebahagiaanya. Ia akan menjadi milik orang lain.

Dan memangnya apa hak ku untuk tetap mengharapkannya? Aku orang yang telah menyakitinya jadi sudah pasti aku tak punya hak untuk memilikinya lagi.

Salahku karena menyiakannya. Salahku karena aku dulu terbawa nafsu belaka.

Tapi kini aku merindukannya. Amat merindukannya.

 I’ll become the wind and wrap gently around you
Right now, I want to fly to a world with you in it
Even though I want to see you so much… I miss you so much…
I’m waiting for you, don’t forget me

Seandainya kini aku bisa berada di tempanya. Seandainya bisa melihat wajahnya. Hanya seandainya. Kenyataanya aku begitu pengecut untuk bertatapan langsung dengannya. Menyadari begitu banyak yang telah aku lakukan dan semuanya menyakitinya.

Hanya berharap bisa melihat wajahnya. Itu sudah cukup. Setidaknya itu akan sedikit mengobati rasa rinduku. Rindu seorang pecundang sepertiku.

***

Pesta pernikahan ini begitu sempurna. Sepasang pengantin yang serasi dan dilengkapi dengan dekorasi gedung yang terlihat begitu indah.

Seindah mempelai wanita yang kini tersenyum begitu bahagia.

Aku melihatnya. Melihat betapa ia bahagia. Betapa cantiknya ia hari ini dengan senyuman merekahnya.

Seandainya…

Ah kurasa kata seandainya tak cocok terucap sekarang. Meski aku begitu ingin berandai-andai. Begitu ingin semuanya berjalan bahagia seperti keinginanku.

Sayangnya tidak.

Semuanya memang berjalan bahagia. Tapi tak seperti bayanganku. Dia bahagia dengan pasangannya kini. Dan kurasa itu cukup. Lebih dari cukup.

Aku yang dulu melukainya. Kebodohanku hingga akhirnya ia pergi dari kehidupanku.

Mengira kalau aku tak lagi menyintainya. Mengira kalau selama ini kebersamaan kami hanyalah kenyamanan semata. Sekedar persahabatan yang terjalin dan bukan cinta.

Hingga akhirnya wanita lain dalam kehidupanku datang. Mengira diriku telah jatuh cinta pada wanita itu. mengira kalau akhinya aku telah jatuh cinta. Dan pada akhirnya aku menyiakan dia..sahabatku.

Tapi siapa yang menyangka takdir berubah begitu drastis dengan berjalannya waktu. Pernikahanku hanya berjalan singkat. Hanya enam bulan. Tak pernah kubayangkan sebelumnya akan berakhir seperti ini.

Yang kuharapkan adalah pernikahan yang selamanya. Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain. sepertinya dosaku dimasa lalu terlalu besar hingga Dia menghukumku begini.

Yah tapi aku menerimanya. Salahku sendiri yang terlalu termakan nafsu. Salahku sendiri tertipu dengan paras semata. Ya aku pantas mendapatkan.

Sungrin-ah mianhae. jeongmal mianhae.

Rasanya dia begitu bersinar sekarang. Mataku tak bisa lepas darinya, terus memandangnya. Entahlah, tapi apakah semua wanita terlihat begitu cantik dihari pernikahan mereka? Mungkin saja.

Kau tahu Sungrin-ah? Dulu…dulu sekali, aku pernah bermimpi menjadi pendampingmu. Mengucap janji bersamamu di depan altar. Ya aku memimpikannya.

Berharap aku mengubah margamu menjadi Kim. Kim Sungrin. Karena kau menikah dengan seorang Kim Kibum bukan Kim Junsu.

Tapi kini rasanya mimpi itu begitu menyakitkan untuk diingat. Sekarang aku tak lagi bermimpi itu. kenapa? Karena memang aku tak pantas memimpikannya.

TESS

Ah kenapa air mata bodoh ini harus menetes? Apa ini curahan hatiku saat ini?

Menyakitkan? Ya kurasa begitu.

Melihatmu tersenyum bahagia. Membuat hati ini terasa hangat. Hanya saja secuil hatiku merasakan perih Sungrin-ah.

Kalau boleh jujur maka aku ingin kau tersenyum sebegitu bahagia untukku. Tapi apa aku masih pantas? Itulah pertanyaannya. Dan aku tahu jawabannya pasti tidak.

Aku tak berharap untuk menggenggammu lagi. Karena aku tahu itu tidak mungkin. Kau menemukan kebahagiaanmu dan aku akan melindungi kebahagiaanmu. I’ll protect your eternal happiness Even if it’s hurt me.

Mungkin aku terdengar seperti pecundang, lelaki brengsek atau apapun itu. memang aku begitu bukan? Dulu aku menyakitinya dan sekarang aku mengatakan kalau aku masih menyukainya.

Terlalu naïf, labil, atau apalah itu. dan aku sadar aku memang begitu.

Ya aku memang bodoh dan jahat. Hanya saja aku baru merasakan hal ini setelah semuanya sudah benar-benar berubah. Baru menyadari setelah semuanya terlambat. penyesalan memang selalu datang terlambat bukan?

DEG

Kami bertemu mata. Dari kejauhan aku bisa melihatnya kini menatapku. Ah tidak jangan seperti ini.

Kupalingkan wajahku. Tak ingin ia melihat keadaanku yang begitu memprihatinkan ini. Dan lebih baik dia memang tak melihatku. Aku tak ingin menghancurkan kebahagiaannya.

Buat apa aku harus menghadirkan sebuah ketidaknyamanan dihari yang begitu membahagiakan untuknya? Tidak perlu. Lebih baik aku tak pernah hadir di kehidupannya lagi.

Segera aku menyelinap dibalik kerumunan tamu dan kemudian benar-benar menghilang.

Meskipun aku begitu berharap aku bisa menyentuhnya lagi tapi semuanya sudah terlambat. tidak ada yang kuharapkan lagi. Setidaknya hari ini aku sudah puas melihatnya tersenyum begitu bahagia.

Hanya saja kalau aku boleh meminta, maka jangan lupakan aku Sungrin-ah. Ingatlah aku sebagai seorang yang pernah hadir di hidupmu. Jangan pernah ingat semua sakit yang pernah kutorehkan. Karena aku tak berharap begitu.

Please don’t forget me. Ingatlah aku sebagai Kim Kibum, sahabat yang dulu selalu ada untukmu.

Kuharap kau bahagia Sungrin-ah. Maafkan aku.

***

Sungrin’s pov

Eo? Tidakkah aku salah lihat? Tapi aku seperti melihat siluet Kibum Oppa. Atau aku hanya salah lihat? Ah tapi rasanya tidak mungkin.

“Hey” kurasakan seseorang menggenggam jemariku. Suamiku, setidaknya baru beberapa menit yang lalu aku resmi menjadi Nyonya Kim. Kim Junsu.

“Apa yang kau lihat?” tanyanya penasaran. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Kibum Oppa..”

“Mwo?” ia memandangku bingung.

“Aku melihatnya. Aku melihat Kibum Oppa” ucapku akhirnya. Ia mengikuti arah pandanganku.

“Eodi? Aku tidak menemukannya” ucapnya masih sambil celingukan mencari.

“Molla.”

“Molla? Bukankah tadi kau melihatnya?” ia bertanya polos. Lucu sekali.

“Ne. aku tadi melihatnya tapi ia menghilang Oppa. Entahlah aku juga tak tahu” jawabku. Junsu Oppa memandangku bingung. Aku hanya memberinya senyumku.

“Kau yakin itu benar dia? Atau kau terlalu merindukannya hingga kau mengira orang lain adalah dia?” ia bertanya posesif. Hello, someone’s jealous here.

Aku terkekeh pelan. “Kau pikir istrimu ini sudah buta? Aku benar melihatnya. Tapi ia langsung menghilang ketika kami bertemu pandang” ujarku. Ia menggenggam tanganku semakin erat.

“Ah ya sudahlah. Mungkin ia ada urusan lain makanya langsung pergi”

“Ehm kurasa juga begitu”

***

Aku memandang hamparan pantai Jeju dibalik jendela kaca villa. Bisa kudengar desiran ombak meski itu samar. Pemandangan yang indah.

GREB

Kurasakan sepasang tangan melingkari pingganggu. Memelukku dari belakang. Dari aromanya aku tentu tahu siapa yang memelukku. Ya Junsu Oppa.

Ia menempelkan dagunya dibahuku. Bisa kursakan hembusan napasnya dileherku. Seolah ia tengah menyesap aroma tubuhku.

“Aku heran kenapa kau lebih memilih Jeju daripada Jepang untuk bulan madu kita” gumamnya tepat di bahuku.

“Tidakkah Jeju itu indah? Lagipula aku suka pantai. Terasa nyaman” ucapku. Bisa kurasakan suamiku itu mendengus singkat.

“Tapi kan kita sudah biasa di Jeju. Paling tidak aku ingin bulan madu kita itu menjadi sesuatu yang indah dan layak untuk dikenang” ucapnya. Aku terkekeh pelan mendengarnya.

“Indahnya bulan madu bukan dilihat dari dimana kita bulan madu. Tapi lebih pada bagaimana kita menghabiskan waktu bersama berdua, keudaechi?”

“Ah ya ya ya kau benar.” Ucapnya pasrah.

“Hey Oppa marah?”

“Ani. Justru aku sedang berpikir kalau idemu itu tidak buruk. Oke tidak apa kita bulan madu pertama di Jeju. Dan kurasa karena kita belum pernah berlibur ke banyak tempat jadi itu bisa kita jadikan alasan untuk bulan madu berikutnya, keudaechi?” ucapnya sambil disertai tawa renyahnya.

Spontan kucubit hidungnya pelan. “Dasar mesum”

Kurasakan Junsu Oppa mengeratkan pelukannya. Seolah ia tak ingin aku terlepas. Dia sedikit aneh sepertinya.

“Kau tahu bukan?” ucapnya tiba-tiba. Pertanyaan macam apa itu? aku bahkan tak mengerti maksud pertanyaannya.

“Tahu apa?” aku bertanya pelan. Ia tak langsung menjawab. Aku hanya dibuat heran olehnya dengan keheningan yang tiba-tiba.

“Kibum. Pernikahannya.. maksudku dia bercerai beberapa waktu lalu” lanjutnya.

Kenapa tiba-tiba ia membicarakan Kibum Oppa? Biasanya dia akan selalu mengalihkan pembicaraan tiap kali kami sedikit menyinggung masalah Kibum Oppa. Masa laluku.

“Ehm. Lalu?” kini aku balik bertanya. Sejujurnya memang aku tak mengerti kemana arah pertanyaan Junsu Oppa.

“Dan tadi kau melihatnya di pernikahan kita, keudaechi?” bukannya menjawab pertanyaanku ia malah balik bertanya.

“Lalu?”

“Tidakkah kau pikir ia punya maksud lain?”

“Maksud lain? maksudnya?”

Junsu Oppa mengecup leherku singkat kemudian berkata, “Mungkin ia ingin kau kembali untuknya” ucapnya. Sontak aku tertawa mendengarnya. Lelucon macam apa ini?

“Kenapa kau malah tertawa? Kau pikir ini lucu?” protesnya. Kini ia yang menyentil hidungku. Nakal sekali tangannya.

“Tentu saja. Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu, Oppa?”

“Hanya menebak” ucapnya singkat.

Hening lagi. Ia sibuk bermain dengan rambutku. Menyibakkan rambutku, menyelipkannya di telingaku. Dan begitu seterusnya. Sedangkan aku hanya memandang kearah pantai lepas.

“Boleh aku bertanya?” gumamnya tiba-tiba.

“Apa?”

“Bagaimana jika..  seandainya..hanya seandainya dia ingin kembali padamu?” aku sedikit terhenyak dengan pertanyaannya. Kenapa sebenarnya dengan suamiku ini?

“Hanya seandainya kan?”

“Ehm,..seandainya. Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?”

Aku berpikir sejenak. “Tidak melakukan apa-apa”

“Ha?”

“Tidak akan melakukan apa-apa. Tidak akan menerimanya.”

“Geuraeso?” ucapnya terdengar sedikit lega. Dan aku berani bertaruh kalau kini ia tengah tersenyum.

“Ehm. Kenapa memangnya?”

“Aniyo” bisiknya kemudian mengecup pipi kananku. Tangannya masih betah memeluk tubuhku.

Ia kini membalikkan tubuhku. Membuatku kini bisa melihat manik matanya.

“Sungrin-ah” ia bergumam pelan. Ia menatap mataku dalam.

“Kau.. masih mencintainya?” tanyanya lagi. Bisa kulihat nada cemas dan penuh harapnya. Aku tersenyum singkat.

“Tidak”

“Benarkah? Itu artinya kau sudah melupakannya?”

“Tidak juga”

“Tidak? Bukankah kau bilang kau tidak mencintainya? Lalu kenapa kau belum melupakannya?” dia bertanya dengan segenap rasa penasarannya. Membuatku ingin tertawa, tapi kutahan.

“Melupakan dan tidak mencintai adalah dua hal yang berbeda, bukan? Aku memang tidak mencintainya tapi bukan berarti aku harus melupakannya, kan?”

“Eh?”

“Dia sahabat, dan cinta pertamaku. Dan bahkan orang yang kukira akan menjadi pendampingku. Oppa pikir akan semudah itu melupakannya?” kulihat Junsu Oppa sedikit berubah ekspresinya. Sedikit murung kurasa.

Hey, apakah aku salah bicara?

“Aku memang melupakan sebagian dari dirinya. Melupakan Kim Kibum yang telah melukaiku. Tapi aku tak bisa melupakan sosoknya begitu saja bukan? Aku akan tetap mengingatnya sebagai Kim Kibum yang pernah membahagiakanku” lanjutku.

“Jadi kau tidak akan melupakannya?”

“Aniyo. Untuk apa?” ucapku. Junsu Oppa cemberut. Membuatku tak tahan untuk tidak menyentil hidungnya.

“Oppa kenapa si?”

“Aniyo” ucapnya sambil memalingkan wajahnya. Tapi anehnya ia masih tetap memelukku. Dasar aneh!

“Seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan kita bukan untuk dilupakan, bukan? Ya seperti itulah juga dalam kasus Kibum Oppa. Aku tak akan melupakannya hanya karena ia pernah melukaiku begitu dalam. Dan apa Oppa tahu? Kalau tanpa dia kurasa sekarang aku tak akan berdiri disini, dipeluk olehmu dan menjadi istrimu, keudaechi?” ucapku panjang lebar.

Junsu Oppa menatapku dalam kemudian tersenyum. Ia mengecup keningku kemudian mengeratkan pelukannya.

“Ehm kau benar. Hanya saja bagaimana jika..”

“Ssttt” ucapku memotong ucapannya.

“Kau ini kenapa dari tadi sering sekali berandai-andai si? Kau tahu? Kau terdengar seperti orang putus asa Oppa”

“Ah kurasa aku memang putus asa.”

“Ha?”

“Aku takut kehilanganmu, apa kau tahu itu?” ucapnya jujur. Aku terkekeh pelan.

“Baru beberapa jam kita menikah dan kau sudah begini takut? Aku tidak akan meninggalkanmu, kau tenang saja”

“Dari mana aku bisa yakin akan hal itu?” tanyanya. Aku melepas pelukannya kemudian menatapnya. Meletakkan kedua tanganku pada wajahnya agar ia menatap dalam mataku.

CUP

Entah dapat keberanian darimana tapi aku mengecup bibirnya singkat. Ia terlihat shock, tentu saja. Selama ini ia yang selalu lebih dulu mengecupku.

“Eoteokae? Sudah yakin?” tanyaku. Ia seperti kembali pada kesadarannya. Kemudian tersenyum jahil padaku.

“Belum” ucapnya kemudian. Sontak aku memukul kepalanya ringan.

“Hya! Choi Sungrin..ah ani Kim Sungrin apa yang kau lakukan? Baru beberapa jam menjadi istriku dan kau sudah berani memukul suamimu sendiri?” protesnya. Aku otomatis tertawa mendengarnya.

Kupeluk lagi tubuh suamiku itu. “Kau terdengar seperti suami putus asa yang cemburu untuk hal yang tak perlu”

“Hey dia bukan hal yang tak perlu bukan? Dia mengisi hatimu jauh lebih lama daripada aku mengisi hatimu. Kau pikir aku tidak khawatir untuk itu?”

“Junsu Oppa neo baboya! Sejak kapan semuanya diukur dari seberapa lama dia mengisi hatiku? Yang terpenting adalah seberapa besar yang kurasakan sekarang”

“Hah?”

“Aish jeongmal baboya. Maksudku adalah tidak peduli berapa lama ia dulu pernah bersamaku. Yang terpenting sekarang adalah siapa yang bersamaku. Dan aku bahagia dengan pria yang bersamaku sekarang”

“Jeongmalyo?”

“Ehm”

“Woah saranghae Kim Sungrin.” Ucapnya riang kemudian semakin mengeratkan pelukannya. Pria ini kenapa rasanya semakin senang memelukku.

“Nado saranghae Kim Junsu Oppa. Sekarang berhenti bersikap kekanakan.”

“Aku tidak pernah bersikap kekanakan” elaknya.

“Oya? Lalu apa kabar dengan semua kata ‘seandainya’ tadi?”

“Aish sudahlah jangan dibahas. Tapi..”

“Tapi apa?”

“Ah entahlah kenapa aku merasa begitu cemas hari ini. Hanya saja.. aku tak tahu bagaimana waktu dan takdir akan membawa kita. Tapi.. seandainya dimasa yang akan datang aku berubah menyebalkan… berjanjilah untuk tetap berada disampingku, eo?”

Aku menghela napas singkat. “Hah, seandainya lagi. Araseo, apapun yang terjadi aku akan selalu disampingmu, apa itu cukup?” ucapku. Junsu Oppa tersenyum lembut untukku.

“Jadi sekarang berhentilah berpikiran macam-macam. Dan jangan menyuruhku untuk melupakan masa laluku. Karena terus terang aku tak bisa. Masa lalu bukan untuk dilupakan karena itu bagian dari kisah hidup kita. “lanjutku.

“Hm araseo. Dan kau benar. Kalau bukan karena Kibum kurasa sekarang aku tak bisa memilikimu. Kurasa akan sangat jahat jika kita melupakannya begitu saja. Terlepas dari dia pernah menyakitimu tapi dia tetap bagian dari kisah kita. Kau benar kita tak boleh melupakannya” ujarnya. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya.

“Ne kita tak bisa melupakannya begitu saja” uajrku kemudian membenamkan wajahku dalam dadanya. Merasakan debaran jantungnya yang seirama denganku.

Aku bahagia karena telah menemukan kebahagiaan sejatiku. Meski begitu aku tak akan pernah melupakan dia yang pernah hadir di hidupku. Biarlah begini. Toh aku bahagia dengan hidupku sekarang.

~FIN~

Oke oke saya tahu ini aneh..wkwkw maafkan saya ya.. otak saya lg kena stress akut gara2 ujian jd saya ga menaruh ekspektasi tinggi di ff ini. maaf kalau banyak typo

Buat cast yg ada diatas.. *tunjuk2 sungrin eoni* maaf ya kalau gagal..wkwkkw…

 
26 Comments

Posted by on December 12, 2011 in fanfiction, oneshot

 

Tags: ,

26 responses to “Don’t Forget Me

  1. vanny

    December 12, 2011 at 9:21 am

    my heart beat so fast *ngerap ala kibum* wakakakakak

    ntar lagi komennya, jantungku masih belum normal wakakakakak

     
  2. vanny

    December 12, 2011 at 1:25 pm

    kasian ya kibum, gara2 aye dia cerai *peluk kibum* ;D
    coba aja dulu dia ga jadi bang toyib, mgkn aye masih cinta ama dia *dijewer bebek* hehehehe

    demi apa aye slama baca ini bayangin muka senyumnya junsu terus hahaha

    “Melupakan dan tidak mencintai adalah dua hal yang berbeda, bukan? Aku memang tidak mencintainya tapi bukan berarti aku harus melupakannya, kan?” <<< thisss….. ntah napa akhir2 ini kibum aye kangen ama dia wakakakakaak

     
    • shilla_park

      December 12, 2011 at 7:02 pm

      woi dia cere bukan gara2 situ ya.. pede amat..😀
      junsu udah gila ya senyum2 mulu??.. *plakk*
      wkwkw.. kangen kibum? atau geu saram??.. *grin*😀

       
  3. Hyejin_csw

    December 12, 2011 at 5:37 pm

    Hehe… Aneh emang #digampar eonnie…
    Knp gk bikin angst ajaa ?? Saya suka yg sadis2

     
    • shilla_park

      December 12, 2011 at 7:02 pm

      saya ga marah kok.. emang ini aneh… saya akui hahaha..
      awalnya mau bikin angst tp saya takut digorok yg punya nama… *ngumpet diketiak siwon*😛

       
  4. lia

    December 12, 2011 at 6:50 pm

    kasian banget tuh kibum..
    bagus kok chingu ffnya g abal-abal…

     
    • shilla_park

      December 12, 2011 at 7:07 pm

      aduh.. makasih ya.. tp saya benar merasa ini abal coz pas nulis ini otak lg ga tau kemana (?)😀

       
  5. tivaclouds

    December 12, 2011 at 7:38 pm

    Tinggalkan jejak…read soon..

     
    • tivaclouds

      December 12, 2011 at 11:59 pm

      Ini lanjutannya ff yg dulu itu ya shilla?aduh aku lupa judulnya.

      Kasihan amat bang kibum,makanya jgn gmpang tergoda (?) jadinya kanan kiri gak dapet semua, kekeke

      TF nya ditunggu shilla…

       
      • shilla_park

        December 13, 2011 at 7:01 am

        yah bisa dibilang begitu..hehe..
        hehe iya nohn salahin aja kibum gr2 plin plan..wkwkw
        sabar y TF..masih UAS ntar beres UAS saya beresin juga TF..wkwkwkw😀

         
      • tivaclouds

        December 13, 2011 at 8:59 am

        Lho..kok udah uas?
        Aku uas msh januari.
        Sidang proposal dulu T.T

         
      • shilla_park

        December 13, 2011 at 6:28 pm

        haha.. saya mah uas dulu.. proposal mah abis uas.. haha

         
  6. uknowacha

    December 12, 2011 at 7:42 pm

    kenapa kibum jadi yang menderita?? Kenapa semua ini terjadi?? *oke ini lebay*
    bagus kok eonn. tapi liat kelakuannya Junsu jadi merinding ..
    gombal sekali hehe😛

     
    • shilla_park

      December 12, 2011 at 10:02 pm

      tanyakan saja pada rumput yg bergoyang..wkwkwk
      junsu gombal?? aigo tp lucu kok.. *kaburrr*😀

       
  7. vanny

    December 13, 2011 at 10:01 am

    bukan pede, tapi fakta non….ckckckck..
    junsu ga gila tapi tergila gila ama aye wakakakakak…..
    kangen kibum dunk, palagi senyum manisnya hehehehe.. geu saram??? ga tuh.. keknya jurus melupakan dia dah mulai ampuh….hohoho

     
    • shilla_park

      December 13, 2011 at 6:36 pm

      pede parahhhhh… kasian aye ama junsu…. *geleng2*
      ya ampun killer smile kibum keknya ga pernah mati ya..haha😀

       
  8. chitra elizha

    December 13, 2011 at 11:06 am

    hey aq reader br..
    slm knl..

    mnrt aq FF ni bagus kq..
    meskipn dr segi feel emg agk nanggung..
    cz konflik’ny d’sini agk datar cz konflik’ny kn intern (konflik hati) jd krg brasa aj greget’ny..
    teknik penceritaan udh ckp bagus tp krg dkt..
    sprti yg aq blng feel’ny agk nanggung..
    tp scara kseluruhan bagus kq..
    thkyu..

     
    • shilla_park

      December 13, 2011 at 6:43 pm

      salam kenal juga..\gomawo atas kejujurannya..
      saya bikin ini emang otak saya lg stres sm ujian *so?*😀
      gomawo dah mau mampir😀

       
  9. Park Haena

    December 13, 2011 at 1:38 pm

    harusnya angst aja unn tp yang happy ending u.u
    kurang nyentuh sih soalnya belom nangis , coba si kibum lebih dalem ceritain ceweknya mungkin akan lebih dalem (?)
    unnie two face slide 12 cepet dong , setiap hari (3x) aku buka blog ini belom ada ada -.-

     
    • shilla_park

      December 13, 2011 at 6:45 pm

      awalnya juga mau saya bikin angst.. tp takut digorok yg punya nama..haha
      TF sabar ya..beres ujian saya usahakan deh ya.. jumat atau sabtu deh saya usahakan udah publish..hehe

       
      • tivaclouds

        December 13, 2011 at 8:28 pm

        Park shilla! Ijinkan aku menodongmu hari sabtu ye, wkwkwk

        *kabuuurrr*

         
      • shilla_park

        December 13, 2011 at 8:38 pm

        haha tapi ga janji jg.. *plakk*😀

         
  10. vanny

    December 14, 2011 at 9:28 am

    kok kasian?? suka2 junsu dunk mau tergila2 ama aye..napa situ yg ga trima?? *kibas clurit*
    bagiku, kibum itu seperti yg kamu tuliskan di atas. jadi ga ada matinya wakakakakakak

     
    • shilla_park

      December 14, 2011 at 2:23 pm

      ga usah marah gt dong.. takut junsu aye rebut ya?? tenang aja aye setia ama kuda kok.. *melet*😀
      haha.. kibum ga ada matinya.. geu saram jg gt ga??..wkwkw😀

       
  11. vanny

    December 14, 2011 at 2:37 pm

    geu saram??? absolutely yes….=_= wakakakakak………

     
    • shilla_park

      December 14, 2011 at 2:50 pm

      same with me.. *tosssssss😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: