RSS

Senseless Part 1

21 Jan

Alunan music klasik mengalun indah di ball room sebuah hotel ternama di daerah Gangnam. Ratusan pasang mata kini memenuhi ball room itu. berbagai ekspresi tercermin dari mereka. Tapi kebanyakan dari mereka menampilkan senyum mereka. Entah itu senyum tulus atau palsu tak ada yang tahu.

Hari itu mereka menjadi saksi kesuksesan seorang bangsawan muda. Karirnya di bidang bisnis  telah meningkat pesat. Namanya kini bahkan tidak hanya terkenal di Korea tapi juga di beberapa Negara tetangga. Dan kali ini dia berhasil menancapkan bendera kemenangannya pada tender internasional yang tentu saja membuahkan uang yang begitu banyak.

Choi Siwon.

Namja tampan dan memiliki segalanya. Usianya masih 26 tahun tapi prestasinya sudah tak diragukan. Terlahir dari keluarga yang memang sudah memiliki nama dan sekarang namja itu semakin membuat nama keluarganya semakin bersinar.

“Anyeong Presdir Shin” sapa namja tinggi itu pada lelaki paruh baya yang merupakan rekan bisnisnya. Seulas senyum ia berikan untuk lelaki paruh baya itu.

“Ah Direktur muda Choi ternyata. Selamat presdir Choi” ucapnya kemudian membalas senyum Siwon.

“Kamsahamnida Presdir Shin. Tidak kusangka orang sesibuk Anda akan menyempatkan hadir ke pesta kecil-kecilan seperti ini” ucap Siwon merendah.

“Kau terlalu merendah Siwon-ssi. Ah.. siapa gadis cantik ini?” ucapnya ketika melihat sosok lain yang sedari tadi berada di samping Siwon.

Seorang wanita cantik yang sedari tadi lengannya selalu menempel pada lengan Siwon. Parasnya tidak dipungkiri cantik. Bahkan kalau boleh jujur maka ia gadis paling bersinar malam itu.

Siwon tersenyum lagi. “Ah jwesonghamnida. Kenalkan ini.. tunangan saya..Park Shilla” ucap Siwon memperkenalkan wanita di sebelahnya. Wanita itu membungkuk sopan pada Presdir Shin.

“Tak kusangka aslinya jauh lebih cantik. Maafkan aku karena tidak bisa hadir di pertunanganmu sebulan lalu sehingga aku tidak bisa mengenali wanitamu yang cantik ini” ucap Presdir Shin. Siwon tersenyum singkat.

“Gwenchana. Saya tahu Anda sibuk Presdir Shin”

“Senang berkenalan denganmu Park Shilla-ssi.” Ucap Presdir Sin kemudian. Shilla tersenyum lembut.

“Ah..jwesonghamnida Presdir Shin saya masih harus menemui tamu lain. nikmati pesta ini” ucap Siwon sebelum menarik Shilla menjauh. Ia mengeratkan rangkulan lengan Shilla pada lengannya.

Gadis itu, Park Shilla, hanya terdiam. Tak banyak bicara, karena memang Siwon memintanya begitu. setiap pesta seperti ini Shilla hanya harus datang bersama Siwon, tampil dengan cantik dan menunjukkan kemesraan mereka. Tapi Siwon melarangnya banyak bicara. Entah untuk alasan apa.

“Oppa.” Suara lembut Shilla membuat Siwon menolehkan kepalanya kearahnya. Ia menautkan alisnya, menanti apa yang akan Shilla katakan selanjutnya.

“Ehm..boleh aku ke kamar mandi sebentar?” Tanya Shilla. Siwon mengamati wajah kekasihnya itu kemudian ,mendesah pelan.

“Araseo. Tapi cepatlah, masih banyak tamu yang harus kita temui” ucap Siwon. Shilla menganggukkan kepalanya paham. Ia melepaskan gandengan tangannya kemudian berjalan menuju toilet.

Shilla menghela napasnya. Sedikit lega. Berada di tengah-tengah orang-orang itu entah kenapa membuatnya tertekan. Selalu memasang senyum palsu di hadapan mereka. Shilla jengah tentu saja.

Shilla melihat pantulan dirinya di cermin toilet itu. ia tersenyum singkat. Entah apa makna dari senyum itu, hanya dirinya sendiri yang tahu.

“Woah kau lihat kan? Choi Siwon memang benar-benar tampan” Shilla bisa mendengar suara seorang wanita yang kini bercermin di sebelahnya.

“Ne. semuda itu dan sudah sesukses ini. Ah pasti aku akan jadi wanita paling bahagia kalau bisa menjadi kekasihnya” ujar wanita satu lagi. Shilla hanya tersenyum simpul mendengarnya.

Sayangnya menjadi kekasihnya tak sebahagia itu.

Shilla melangkahkan kakinya keluar toilet. Meninggalkan dua wanita itu yang tengah asik bergosip tentang kekasihnya. Shilla sudah terbiasa dengan itu. terbiasa mendengar ribuan wanita membicarakan kekasihnya.

Ia mencari-cari keberadaan Siwon. Ia tolehkan kepalanya kesana kemari dan ia mendapati Siwon tengah berbincang dengan beberapa rekannya. Ia menghampiri Siwon kemudian menepuk pundaknya pelan. Membuat kekasihnya itu menolehkan kepalanya untuknya

“Oh baby. Kenalkan ini Jung Yunho dari Jung enterprise” ucap Siwon sambil tersenyum lembut. Shilla membungkukkan badannya kepada namja tampan dan jangkung di depannya itu.

“Jung Yunho”

“Park Shilla” balas Shilla. Yunho memberikan senyum manisnya untuk Shilla dan mau tak mau Shilla membalas senyum itu.

Siwon menegang disampingnya. Ia kemudian menarik Shilla merapat pada tubuhnya, membuat Shilla sedikit tersentak tentu saja.

“You have a beautiful girl, Siwon-ah. I envy you” bisik Yunho pada Siwon. Siwon hanya menyeringai kecil, sedikit bangga.

“Then find yours” balas Siwon angkuh. Yunho hanya terkekeh pelan.

“But your girl is more captivating” goda Yunho. Siwon berdecak singkat.

“She’s mine Yunho-ya” ucap Siwon pelan. Yunho terkekeh lagi. Sementara gadis yang dari tadi mereka bicarakan hanya menghela napasnya pelan.

Dia mulai lagi.

Shilla tentu tahu apa yang sedari tadi mereka bicarakan. Dia bukan gadis bodoh yang tak tahu bahasa asing. Ia cukup mengerti dan cukup fasih bahasa Inggris. Meskipun ia tidak pernah tinggal di negeri asing ataupun menjalani privat Inggris sekalipun. Tapi seseorang telah banyak mengajarinya..dulu.

Ah aku jadi merindukanmu Oppa.

Shilla tersenyum tipis. Ia merindukan sosok itu. Sosok yang begitu perhatian terhadapnya. Sosok yang telah beberapa tahun ini tak bisa ia raih.

Shilla sedikit tersentak ketika ia merasakan tangannya telah digenggam seseorang. siwon tentu saja. Ia menarik tangan Shilla kemudian membawanya lagi. Kali ini bukan untuk menemui tamu lain tapi untuk membawanya ke mobilnya.

“Oppa.. bukankah pestanya belum selesai?” Shilla berucap pelan. Sedikit bingung karena memang pesta itu belum selesai.

“Diamlah! Dan masuk mobil” titah Siwon dingin. Shilla hanya bisa menurutinya.

Siwon mengendarai mobilnya pelan. Tapi ekspresi mukanya terlihat begitu serius.

Apa ada masalah?

“Oppa..ehm..kenapa tiba-tiba pulang? Ada masalah?” Shilla bertanya hati-hati. Siwon hanya tetap konsentrasi dengan kemudinya tanpa menolehkan kepalanya kearah Shilla sedikitpun.

“Lalu kau pikir aku akan membiarkanmu menggoda rekan bisnisku, begitu?” ucapnya dingin. Shilla tersentak mendengarnya.

“Menggoda rekan bisnis? Oppa apa yang kau bicarakan?”

“Jangan bersikap sok polos Shilla-ya. Kau pikir aku tidak tahu apa maksud dibalik senyummu terhadap Yunho? Berniat menggodanya?”

Shilla hanya bisa membulatkan matanya. Demi Tuhan ia tak bermaksud seperti itu. dan lagi bukan dirinya yang menggoda Yunho tapi Yunho hanya bercanda, bukan?

“Oppa aku tak pernah bermaksud..”

“Diamlah!” ujar Siwon dingin. Shilla terdiam. Kekasihnya itu tak akan bisa dibantah.

Mungkin orang lain akan menyangka sikap Siwon ini adalah sebuah kecemburuan semata. Tapi Shilla tahu tidak begitu. kekasihnya itu bukan sedang cemburu. Melainkan ia marah. Marah karena kekasihnya itu tersenyum untuk namja lain. marah dan cemburu bukankah hal yang berbeda?

Kekasih? Ah bahkan aku meragukan kata itu.

Mereka hanya diam selama perjalanan. Tak ada yang bicara barang sepatah katapun. Keduanya larut dalam pikrian masing-masing. Hingga akhirny mereka sampai dirumah pun keduanya masih saling diam.

“Masuklah kekamarmu” preintah Siwon, masih dengan nada dinginnya. Shilla hanya menghela napasnya pelan.

Mereka memang tinggal bersama. Terhitung sudah setahun mereka tinggal berdua,seatap. Tapi  Shilla merasakan mereka seperti orang asing. Kalau boleh jujur ia merindukan sosok Siwon 2 tahun lalu.

Aku merindukan sikapmu yang dulu Oppa.

Entahlah apa yang membuat Siwon berubah. Tapi yang Shilla tahu, semenjak kepergian Eomanya Siwon menjadi sosok yang begitu dingin. Menjadi sosok yang Shilla sama sekali tak kenal.

Eoma, sampai kapan Siwon Oppa akan bersikap seperti ini?

Perlahan bulir air mata Shilla jatuh. Ia sudah cukup bersabar selama ini. Sudah cukup menahan sakit hatinya karena perlakuan Siwon yang begitu dingin. Mereka memang sepasang kekasih tapi Shilla tak merasakan demikian.

Apa yang disebut sepasang kekasih kalau kenyataanya Siwon hanya berbicara dengan Shilla kalau dibutuhkan. Tinggal serumah pun Siwon jarang pulang kerumah. Entah dimana biasanya ia menghabiskan waktunya, yang jelas Shilla tak pernah berani bertanya.

Siwon bukan sosok yang lembut seperti pertama kali mereka bertemu dulu. Sosoknya kini lebih tempramen dan itu membuat Shilla tersiksa.

“Siwon-ah!”

“Ne eoma?”

“Kenalkan ini Park Shilla. Dia yang sudah menolong Eoma beberapa waktu lalu. Ingat saat Eoma tidak pulang? Eoma pingsan di pinggir jalan dan gadis baik hati ini yang menolong Eoma”

Siwon mengamati sosok gadis yang telah menolong Eomanya itu. ia membungkukkan kepalanya pelan dengan senyuman mengembang di bibirnya.

“Choi Siwon imnida. Gomawo karena telah menolong Eoma”

“Annyeong Choi Siwon-ssi”

“Panggil dia Oppa, Shilla-ya. Itu akan terdengar lebih akrab”

“Ne, eomeoni?” Shilla terkejut. Ia menatap Siwon mencoba meminta ijin. Karena ia merasa memanggil Oppa untuk orang yang baru dikenalnya bukanlah hal yang sopan.

“Gwenchana. Panggil Oppa saja biar lebih akrab” ucap Siwon memastikan. Ia memberikan senyuman hangatnya lagi. Membuat wajah Shilla memerah seketika.

“Ne..Op..oppa”

Shilla tersenyum miris. Mengenang hal itu membuatnya tersadar kalau ia mencintai kekasihnya itu sejak pertama mereka bertemu. Ia mencintai sosok Siwon yang lembut dan hangat. Bukan Siwon yang dingin dan temperamen seperti sekarang.

~~~

Siwon menuruni tangga rumahnya itu pelan. Ia memegang Koran di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sibuk merapikan kemejanya. Dasinya bahkan belum terpasang dengan benar.

Shilla tersenyum di bawah sana. Ia mendekati Siwon kemudian membenarkan dasi Siwon. Siwon hanya diam. lebih tepatnya ia lebih memfokuskan dirinya pada Koran paginya, tak mempedulikan Shilla yang kini tengah membenarkan dasinya.

“Cha.. duduklah Oppa. Aku sudah siapkan sarapan untukmu” ucap Shilla setelah selesai memasangkan dasi Siwon. Siwon melirik Shilla sekilas.

“Aku makan dikantor saja” ucapnya kemudian berlalu. Shilla hanya bisa menghela napasnya dalam.

Sabarlah Shilla-ya. Mungkin dia ada meeting pagi sehingga tak sempat sarapan.

“Keundae. Aku sudah susah memasak. Harus kuapakan masakan ini?” ucapnya pada diri sendiri. Ia menghela napasnya lagi. Ia bingung tentu saja.

“Ah matda. Aku menemuinya saja kalau begitu” ucapnya ketika sebuah ide terlintas di pikirannya.

~~~

“Eoso oseyo!” teriak sebuah pelayan ketika seorang tamu memasuki kafe mereka. Tamu itu tersenyum lembut kearah pelayan itu.

“Nuna!” pekik pelayan itu senang. Wanita yang dipanggil nuna itu berjalan kearahnya kemudian memeluknya singkat.

“Ji, nuna tidak mengganggu kan?” ucap wanita itu yang tak lain adalah Shilla.

“Justru aku senang nuna datang. Kemana saja dua minggu ini?” pelayan muda itu cemberut. Shilla hanya terkekeh melihat wajah lucunya. Ia memencet hidung pelayan itu.

“Aigo. Uri Chunji cemberut. Kau semakin imut kalau cemberut seperti itu Ji” goda Shilla. Pelayan yang bernama Chunji itu hanay bisa berdecak kesal.

“Ah nuna mau menungguku sebentar kan? Shift ku setengah jam lagi selesai”

“Keureomyeon. Aku tunggu di tempat biasa, ne?” ucap Shilla. Chunji hanya menganggukkan kepalanya paham.

“Ah iya Ji. Tak usah membawa makanan, nuna sudah menyiapkan makan siang” ucap Shilla mengingatkan. Chunji hanya mengangguk lagi.

Shilla kemudian berjalan lagi keluar kaffe itu. ia kemudian menunggu Chunji di taman tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama.

Setengah jam berikutnya Chunji benar-benar langsung menemui Shilla. Senyuman riang jelas sekali terkembang dari bibir namja itu.

“Nuna kau memasak semua ini?” ucap Chunji antusias ketika melihat bekal yang dibawa Shilla. Gadis itu hanya tersenym sambil mengangguk.

“Keundae kenapa sebanyak ini? Kau sedang tidak ada perayaan apapun kan nuna?”

“Aniyo Ji. Aku memasak banyak tadi pagi dan..Siwon Oppa..dia.. tidak bisa menghabiskannya jadi kupikir lebih baik aku habiskan bersamamu saja” ucap Shilla. Sedikit berbohong tentu saja. Tak mungkin kan ia bilang kalau tunangannya itu sama sekali tak menyentuh masakannya.

Chunji menyuapkan sesendok besar makanan yang Shilla buat. “Woah mashita. Kurasa Siwon Hyung sangat beruntung karena selalu memakan masakanmu nuna” ucapnya dengan mulut penuh. Shilla hanya bisa tersenyum singkat.

Sayngnya ia jarang memakan masakanku Ji.

“Nuna..aaaaa” ucap Chunji kemudian menyuapi Shilla. Dengan senang hati Shilla akan menerima suapan itu.

“Bagaimana kuliahmu Ji?”

“Ehm.. baik-baik saja. Meski terkadang lelah karena aku juga harus kerja part time, tapi aku menikmatinya nuna” jawab Chunji dengan membubuhkan senyuman di bibirnya.

“Ini masih tahun pertamamu. Kau harus berjuang hingga berhasil. Ah aku juga ingin kuliah rasanya”

Chunji menghentikan makannya sejenak. Ia perhatikan wajah Shilla yang sedikit masam. Segelintir rasa bersalah kini merasuk di dada Chunji.

Mianhae nuna kalau bukan gara-gara aku kurasa nuna sedang menjalani perkuliahan nuna dengan baik.

Shilla seketika menyadari apa yang ia ucapkan. Ia perhatikan wajah Chunji yang berubah seketika.

“Hey.. kenapa dengan mukamu itu?”

“Mianhae nuna. Semua karena aku makanya..”

“Sstt. Ini bukan salahmu. Lagipula itu keinginanku sendiri waktu itu untuk tidak kuliah. Lagipula saat itu kau lebih membutuhkan uang kan untuk pengobatanmu?” ujar Shilla sambil tersenyum simpul. Chunji masih menekuk wajahnya, masih merasa bersalah.

Memang benar waktu itu Shilla gagal kuliah karena Chunji kecelakaan. dan sayangnya Chunji membutuhkan banyak uang untuk pengobatannya , sementara waktu itu baik Shilla ataupun Chunji hanyalah anak yang homeless. Sudah pasti mereka tidak punya cukup uang saat itu. dan itu mau tak mau membuat Shilla harus merelakan tabungan yang ia kumpulkan untuk biaya kuliahnya. Demi Chunji, demi orang yang sudah ia anggap adiknya sendiri itu.

Shilla memeluk Chunji. “Buanglah muka sedihmu itu. nuna baik-baik saja. Lagipula kalau nuna kuliah sekarang kurasa nuna tak akan punya banyak waktu untukmu, keudaechi?”

Chunji mendongakkan kepalanya. “Nuna benar-benar baik-baik saja?”

“Tentu saja, Ji. Sudahlah nuna kesini bukan untuk melihat wajah masammu itu. tersenyumlah, kau lebih tampan saat tersenyum” ucap Shilla. Chunji memandang Shilla kemudian tersenyum simpul.

“Begitu kebih baik” ucap Shilla lagi kemudian mencubit pipi Chunji gemas.

“Aigo nuna sakit. aku bukan lagi anak kecil kenapa kau terus mencubitku seolah aku ini bayi?” rengek Chunji. Shilla hanya bisa terkekeh.

“Karena kau itu imut seperti bayi.”

“Nunaaa..” Shilla tertawa pelan. Dari semua hal yang membuatnya stress hanya Chunji yang bisa meringankan beban pikirannya. Chunji satu-satunya orang yang bisa membuatnya tersenyum ketika beban hidupnya tengah mendera.

Dan beruntung Siwon mengijinkan Shilla untuk selalu bersama Chunji. Siwon memang selalu membatasi pergaulan Shilla. Shilla tak pernah boleh keluar atau pergi bersama namja lain, kecuali Chunji. Entah untuk alasan apa Shilla masih tak tahu. Yang jelas ia bersyukur karena Siwon masih memberi Shilla sedikit kebahagiaan bersama Chunji.

Drtdrt

Shilla menghentikan tawanya kemudian merogoh ponsel dari tas kecilnya. Ia membaca pesan yang ternyata dari Siwon itu.

Ke kantor sekarang! Dan bawakan berkas di map merah di ruang kerjaku.

Shilla membulatkan matanya. Ia segera meraih tasnya dan bersiap untuk pergi.

“Nuna mau kemana?” Tanya Chunji bingung.

“Ke kantor Siwon Oppa, Ji.”

“Aih nuna. Siwon Hyung bisa menunggu, habiskan dulu makan siangnya” protes Chunji.

“Andwe! Dia tak bisa menunggu” pekik Shilla seolah takut itu. Membuat Chunji mengerutkan dahinya bingung.

“Ah maksudku.. Siwon Oppa ada meeting penting sebentar lagi dan dia lupa membawa berkasnya Ji. Jadi aku harus segera kesana” ralat Shilla. Chunji menatapnya sekilas kemudian mengangguk paham.

Fiuhh

Shilla memang tak pernah bercerita pada Chunji tentang bagaimana sikap Siwon sebenarnya terhadapnya. Bagaimana sikap Siwon yang berubah menjadi begitu temperamen kalau kemauannya tidak dituruti. Biarlah hanya ia yang tahu. Ia tak ingin membuat Chunji cemas karenanya.

“Nuna pergi dulu ya?”

“Ne.” ucap Chunji lesu. Sejujurnya ia masih merindukan sosok wanita yang sudah ia anggap kakak sendiri itu.

~~~

Shilla berjalan tergopoh dengan map merah di tangannya. Setengah jam. Ya itu waktunya untuk sampai di kantor Siwon. Ia hanya tak ingin terlambat, tak mau membuat Siwon marah karenanya. Demi Tuhan kalau Siwon sudah marah itu sungguh menyeramkan.

BRUGG

Shilla tak sengaja menubruk seseorang ketika tengah berjalan. Seorang namja dengan stelan jas rapi.

“Ah sorry. I didn’t mean to bump you” ucap namja itu. Shilla memperhatikan wajah namja itu.

Apa Dia bukan orang Korea?

“Ah its okay. I’m also in a hurry. Sorry “ ucap Shilla.

“You can speak English?” Tanya pria itu heran. Shilla menganggukkan kepalanya.

“A little” jawabnya. Namja itu tersenyum lega.

“Having a meeting here?” Tanya Shilla kemudian. Namja itu mengangguk singkat.

“Yeah, I’m supposed to meet Siwon Choi, here. Yeah but I kinda lost. This building is so huge” aku namja itu. shilla tersenyum lembut.

“What a coincidence. I’m meeting him too. Here,let me lead the way”

“Wow that’s great. Ehm.. I’m Bryan by the way. Bryan Kim” ucap namja itu memperkenalkan diri.

“Kim? Are you half Korean? Ah I’m Park Shilla”

“Yeah. Half Korean half American. But its my 3rd time visiting Korea, Miss Park”

“Oh I see. Ah this is the room” ucap Shilla ketika mereka sampai di depan pintu ruangan Siwon. Shilla kemudian mengetuk pintu ruangan itu.

“Oppa..” panggilnya. Siwon kemudian mengalihkan pandangannya dari laptopnya dan memandang Shilla yang terlihat bersama seseorang.

“Bryan?”

“Hello Andrew” ucap Bryan dengan senyuman yang menawan. Siwon kemudian menarik kursinya dan berjalan mengampiri Bryan dan memeluk namja itu singkat.

“Long time no see, Bry”

“Yeah. 3 years may be?”

“Ehm. Ah sit please! I’ll call Donghae to start our meeting” ucap Siwon. Bryan kemudian mengambil duduk di kursi ruangan itu sementara Siwon memanggil Sekretarisnya, Lee Donghae. Tak lama Donghae memasuki ruangan itu.

“Eo? Shilla-ssi? Kau juga ada disini?”Tanya Donghae begitu ia melihat Shilla ada di ruangan itu.

“Ehm. Aku kesini hanya untuk mengantarkan berkas ini untuk Siwon Oppa” Shilla tersenyum singkat pada Donghae. Setidaknya di ruangan itu masih ada yang menyadari kehadirannya. Karena sedari tadi Siwon dan Bryan terlihat sibuk dengan dunia mereka sendiri.

“Ah Miss Park. I forget you, sorry” ucap Bryan tulus. Siwon dan Donghae hanya mengernyitkan dahinya bingung. Tak tahu bagaimana caranya dua orang itu bisa saling kenal.

Bryan memandang wajah Siwon dan Donghae yang terlihat terkejut. “Ah.. she helped me find this room. Its kinda huge and you can say that I get lost” jelas Bryan. Siwon dan Donghae mengangguk paham. Siwon kemudian berjalan mendekati Shilla. Kemudian merapatkan tubuhnya pada tubuh mungil Shilla.

“Then I’ll introduce you to my fiancée here, Bry” ucap Siwon bangga. Bryan terlihat terkejut, terbukti dengan ia membulatkan matanya seketika.

“Your fiancée? Woah, how can a guy like you have a beautiful girl like her?” canda Bryan. Siwon hanya berdecak singkat.

“Gomawo babe. Kau mau menungguku sampai meeting ini selesai atau kau ingin pulang duluan?” ucap Siwon lembut. Berpura-pura tentu saja. Sudah biasa untuk Shilla. Ketika di luar rumah maka ia akan bersikap seolah pasangan yang romantis.

“Aku…” Shilla terdiam. Ia tahu arti tatapan Siwon kini. Tatapan yang seolah-olah menyuruh Shilla untuk segera pergi dari kantornya.

“Aku pulang duluan saja Oppa. Boleh aku menemui Chunji lagi?” ijin Shilla. Siwon mengangguk paham. Shilla tersenyum kearahnya. Detik berikutnya Siwon mengecup dahi Shilla singkat.

“Hati-hati di jalan.” Ucap Siwon.

“Ouch. Stop doing PDA here And” ucap Bryan. Siwon hanya terkekeh kecil. Shilla kemudian membungkukkan badannya hendak pergi.

“Nice to meet you Miss Park” ucap Bryan sebelum Shilla benar-benar keluar dari ruangan itu. Shilla hanya membalasnya dengan senyuman singkat. Ia tak berani menjawab lebih, takut ia salah bersikap lagi di depan Siwon. Lebih baik ia menghindari masalah dengan Siwon ketika ia tahu konsekuensinya kalau ia berbuat salah.

“Who is Chunji And?” Tanya Bryan ketika Shilla sudah benar-benar keluar dari ruangan itu. siwon melirik Bryan  tajam. Bingung kenapa temannya itu begitu ingin tahu tentang Shilla.

“Her little brother” jawab Swon sekenanya.

“Setahuku tunanganmu itu sebatang kara bukan?” Tanya Donghae bingung. Siwon mengangguk mengiyakan.

“Ne. chunji bisa dibilang namdongsaeng Shilla. Mereka besar bersama”

“Oh..” koor Bryan dan Donghae.

~~~

“Hey!” pekik seseorang membuat namja yang tengah membaca buku di bawah pohom itu terlonjak kaget.

“Aish nunaaaa” umpatnya. Shilla hanya terkekeh pelan dengan keterkejutan Chunji.

“Kau serius sekali bacanya. Baca apa, hm?”

“Nuna kenapa kembali lagi? Kukira baru besok nuna menemuiku” ucap Chunji tanpa menjawab pertanyaan Shilla.

“Jadi kau tidak suka nuna menemuimu lagi? Ara nuna pulang kalau begitu” ucap Shilla pura-pura marah.

“Aish nunaa.. jangan marah, ne? justru aku senang nuna kesini lagi. Aku merindukan saat-saat kita selalu bersama” aku Chunji. Shilla tersenyum lembut kearahnya.

“Ji, temani nuna, ne?”

“Kemana?”

“Ice cream?”

“Nuna yang traktir kan?” Tanya Chunji polos. Shilla menganggukkan  kepalanya.

“Kalau begitu kkaja. Ternyata mempunyai nuna seorang tunangan dari pengusaha muda itu sangat menguntungkan” canda Chunji. Sontak Shilla menoyor kepala Chunji pelan.

~~

Shilla memperhatikan Chunji yang tengah melahap eskrimnya itu lahap. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil sesekali terkekeh.

“Nuna, apa yang lucu” ucap Chunji dengan wajah belepotan eskrim.

“Aniya. Hanya seperti melihat seorang Chunji sepuluh tahun lalu. Bagaimana nuna tidak menyebutmu seperti bayi kalau kau makan eskrim saja belepotan begitu” ucap Shilla. Chunji hanya memberengut singkat. Kemudian ia melanjutkan menyuap eskrim lagi ke dalam mulutnya.

“Setidaknya aku sudah 20 tahun nuna. Ya jangan salahkan diriku kalau mukaku ini masih sangat imut” balas Chunji. Shilla terkekeh lagi.

“Lagipula aku hanya terlalu senang karena kita seperti bernostalgia pada dua tahun lalu, sebelum nuna pindah ke keluarga Choi”

Shilla terkesiap. Memang benar. Dua tahun lalu ia pindah ke keluarga Choi. Tidak pindah dalam artian sebenarnya, hanya bisa dibilang ia tinggal di keluarga Choi.

“Mianhae” lirih Shilla. Chunji mendongakkan kepalanya menatap Shilla.

“Wae? Kenapa minta maaf?” shilla menggelengkan kepalanya. Tapi Chunji tahu apa maksud ucapan Shilla itu.

“Nuna jangan bersikap seolah aku ini anak kecil yang selalu harus nuna jaga. Lagipula aku tahu dari awal kalau cepat atau lambat nuna akan menikah dan memiliki keluarga baru. Itulah hidup bukan?” jelas Chunji.

Shilla tersenyum simpul. Meskipun namja imut di depannya itu terkadang terlihat seperti anak kecil tapi ia memiliki pikiran yang cukup dewasa dibalik kepalanya.

“Eo? Nuna bukankah itu…” ucapan Chunji menggantung. Ia terlihat terpaku sambil menunjuk kearah seseorang. Shilla mengikuti arah pandangannya. Matanya membulat seketika.

Oppa?

Namja yang menjadi perhatian mereka kini juga tengah menatap mereka. Keterkejutan juga terlihat dari wajahnya. Namun seketika sebuah senyuman indah terukir pada bibir merah namja itu.

“Shilla-ya.. Ji…” panggilnya. Shilla dan Chunji kemudian bangkit dari kursi mereka dan mendekati namja itu.

“Hyung..”

“Oppa..” ucap mereka serempak sambil berjalan mendekati namja itu. mereka bertiga terdiam untuk beberapa saat. Tidak menyangka kalau mereka akan  bertemu lagi pada tempat yang tak terduga.

“Oppa!” pekik Shilla. Ia kemudian berhambur memeluk namja itu. dan dengan senang hati namja itu menyambut pelukan Shilla.

“Jeongmal bogoshipo Oppa” ungkap Shilla. Namja itu tersenyum lagi.

“Nado sweety” jawabnya. Shilla semakin mengeratkan pelukannya. Begitu pula namja itu. Meski tanpa mereka sadari kalau hal buruk akan terjadi pada Shilla setelah ini.

How could you? Berpura-pura menemui Chunji padahal ingin bersenang-senang dengan namja lain?

God Park Shilla..you’re getting on my nerve!

 

To be continued….

 

Oke ini ff yang teaser 1 kemaren.. yg nebak kalau ini married life maaf anda salah.. ini ga ada hubungannya sama married life tp nyrempet2 si (?)

Dan saya mau minta maaf dulu, ntar ke depannya saya bakal menistakan (?) suami saya..di part ini emang lum keliatan tp liat aja ntar (?)

Maaf juga karena lama publish, maklum beberapa hari ini masih bedrest, ini aja ngetik ini sambil menahan demam..wkwkw..jd maaf kalau rada aneh ni part pertama…maklum orang sakit kaga bisa mikir bener… *kapan saya bisa mikir bener?*😀

 
231 Comments

Posted by on January 21, 2012 in chapter, fanfiction

 

Tags: , , ,

231 responses to “Senseless Part 1

  1. Shatia

    October 29, 2014 at 10:57 pm

    Shilla kayak boneka Siwon ajah,,mesti nurut ini itu, ngobrol ajah dibatesin, blom lagi sifat pemarah Siwon selalu muncul tiba” tanpa sebab jelas, bikin Shilla ketakutan,,
    Hubungan mereka lebih kayak hubungan majikan dengan pembantu daripada hubungan tunangan..
    Mank apa yg jadi penyebab berubahnya sikap Siwon, apa karena meninggalnya Eommanya ato karena hal lain..bikin penasaran..

     
  2. Anonymous

    December 2, 2014 at 6:21 am

    ya tuhaaan…siwon ngeri bgt.. >.<
    itu kyuhyun???

     
  3. R'itsmine

    January 2, 2015 at 9:17 pm

    siwon kenapa sih? gereget sendiri jadinyaaa.. hahaha good shilla.

     
  4. princessbrown

    April 19, 2015 at 1:57 pm

    whoaaahh… dapet rekomendasi ff ini dan ternyataaah EWWH!! aku jarang baca ff siwon karna kebanyakan ceritanya kurang menarik……. tapi ini_________ >< suka sama karakter nya siwon (?) wkwkwkwk jalan ceritanya juga menarik^^

     
    • shilla_park

      April 19, 2015 at 5:11 pm

      hehe syukurlah kalo sesuai dgn selera anda…*kek makanan aja*😀

       
  5. mayang

    June 5, 2015 at 11:28 am

    Nah sekarang Siwon yang nyebelin -_-
    sekarang Q berpihak pada mu Shilla semangatttt buat ninggalin Siwon *plakkkk
    oppa siapa lgy itu ???

     
  6. alviegyu

    October 28, 2015 at 6:32 am

    Nah, Shilla bkal gmana ya?😦

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: