RSS

(FreeLance) Mianhae

24 Jan

Author : NMS15 / Mrs.Lee (@yeonhae94 / http://babyhae13.wordpress.com/ )

Title : Mianhae !!

Genre : Romace (maybe, hahaha)

Cast : Lee Donghae, Kim Yeonji

Support Cast : All member Super Junior, B2ST, Nam Yoora, Han  Jihyun.

Rating   :Teen

Warning  : ini cerita murni dari fiksi author. RCL yaa~ and pliss, NO BASH

 

Author POV

Seorang wanita sedang berada lebih atau tepatnya lagi di kerumuni oleh 6 prang pria seharian ini. Untuk apa? Kalau bukan karena fikiran nya sedang kalut atau sedang merasa bosan dia pasti selalu kesini, kemana lagi kalau bukan ke Dorm B2ST. Dia memang sangat dekat dengan member B2ST, terutama dengan Gikwang.

“kau tak akan pulang Yeon” tanya Junhyung saat mereka sedang bermain PS bersama.

“iya, kau sudah terlalu lama disini kalau Donghae hyung tahu, bisa habis kita semua” tambah DooJoon mengalihkan pandangan dari layar di depanya dan memandang gadis itu di sebelahnya.

“kalian benar-benar  mengusirku ha? Sudah berapa kali kalian berbicara seperti itu dari tadi” suara Yeonji menggelegar ke seluruh ruangan.

“euuhh, ani ~ aduuh bukan seperti itu” sanggah Gikwang, yang ada di sebelahnya.

“ya sudah aku pulang sekarang” balas Yeonji  berjalan ke ruangan depan dan hendak memakai sepatu cats abu miliknya.

“gara-gara kau sih Hyung” ucap Dongwoon.

“mwoya, kenapa aku? Lagi pula dia sudah terlalu lama disini, aku takut pacarnya akan mencemaskannya. Lagi pula yang berbicara duluan kan kau” balas DooJoon menunjuk JunHyung. “hah?” protes JunHyung.

“lebih baik aku pergi dari sini” Yoseob mulai meninggalkan mereka menuju dapur.

“Yoseobie~ aku ikut, kami tidak ikutan ya babay” ledek HyunSeung ikut meninggalkan mereka semua.

“Yeon tunggu aku” Gikwang mencoba mengejar Yeonji yang mulai meninggalkan dorm.

“apa?” balas Yeonji tetap pada pandangan di depannya, tanpa menoleh sama sekali kearah Gikwang.

“huhhh~ huuhhh… tidak usah kau masukan ke hati perkataan DooJoon Hyung tadi” jelas Gikwang sambil mengatur nafasnya karena mengejar Yeonji.

“siapa juga, lagi pula dia benar aku sudah terlalu lama disini” Yeonji terus berjalan.

“aku antarkan pulang ya”  ucap Gikwang saat mereka sudah sampai lantai bawah.

“tidak usah, mau pakai apa? aku bisa pulang sendiri. Kakimu masih sakit kan”.

“kau tak lihat ini sudah malam, kau mau pulang pakai apa? Naik bis sendirian begitu?  biar aku antakan kau ke apartemen, kita naik taksi saja. Nanti kalau terjadi sesuatu denganmu Donghae Hyung bisa memakan ku habis-habisan”

“kalau alasan mu karena takut di marahi olehnya, lebih baik aku pulang sendiri saja. Aku tidak suka kau melakukannya karena terpaksa” tolak Yeonji, dan berjalan lagi menjauhi Gikwang.

“ayolah Yeon, kau jangan marah. Mianhae~ ayolah. Bukan itu maksudku, mianhae” Gikwang mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Yeonji.

“belikan aku ice cream baru aku mau pulang bersama mu tuan Lee” rajuk Yeonji.

“arraseo. Kau ini seperti anak kecil saja. berapa umurmu?”.

“aku tidak peduli”.

*yeonhae*

“hyung seharian dia tidak bisa di hubungi. Eottokhe?” Donghae panik, sejak Ia akan pulang ke Korea, sampai Ia kembali ke Korea Kekasihnya itu tidak bisa di hubungi sama sekali.

“tenang sedikit lah, kau ini seperti anak kecil saja. Berfikir positiflah” semua orang yang ada di dorm pusing dengan tingkah Donghae yang, bisa di bilang terlalu berlebihan bagi mereka.

“semenjak acara itu mencuat  dia sulit sekali di hubungi hyung”.

“bukannya itu bagus.  berarti dia mendukungmu, ikan pesut” ledek Eunhyuk.

“ya ! jangan mengataiku seperti itu”.

“jangan bilang kalau waktu itu kau belum meminta persetujuannya” ucap Leeteuk.

“aku lupa, kemarin benar-benar sibuk.  aku yakin kalau dia akan selalu mendukungku” balas Donghae, dengan raut muka yang sulit di artikan.

“setidaknya kau bilanglah dulu pada dia Hae-ya” Sungmin menepuk bahu Donghae.

“jadi dia mendengarnya dari mulut orang lain, bukan dari dirimu sendiri. Aigoo~ pabo sekali kau” Shindong angkat bicara.

“hhhh..” Donghae menghela nafas berat.

“Hyung” Kyuhyun angkat beciara.

“apa lagi? Kau mau menceramahiku lagi?” semprot Donghae.

“ya tuhan, kau ini dengarkan dulu makanya” Kyuhyun kembali mengotak-atik ponsel nya. “cepat apa?”

“Jihyun bilang seharian ini Yeonji tidak ada di apartemen nya,  tadi siang dia keapartemen Yeonji dan sepertinya tidak ada siapa-siapa didalamnya, sampai tadi sore dia coba hubungi ke apartmennya dan tidak ada yang mengangkat telfonnya. ponsel nya juga tidak aktif” jelas Kyuhyun panjang lebar.

“MWOYA?”

“astaga, gendang telingaku berasa mau pecah Hae, pelankan suaramu” balas Eunhyuk yang ada di sebelahnya.

“aku tak peduli”

“YA !” Eunhyuk hendak melayangkan pukulan kepada Donghae.

Leeteuk kembali menenangkan Donghae “Hae-ya kau tenang lah sedikit”.

“tenang sedikit? Apa maksud mu Hyung? Kau tahu aku sedang benar-benar cemas. Aku menyesal menandatangi kontrak itu”

“sudahlah semuanya sudah terjadi, lebih baik kau cari dia sekarang” perintah Siwon.

“tapi kemana?”

“bodoh, mana kami tahu. Kau kan pacarnya berarti hanya kau yang tahu dia kemana kalau lagi seperti ini” Shindong kembali bicara.

mereka semua saling bertatapan, tatapan yang tajam, dan ..  “DORM BEAST ?” semuanya berteriak kompak.

“ANDWE !! , Yeonji – Gikwang astaga” Dongahe frustasi. Dia benar-benar kurang suka kalau Yeonji terlalu dekat dengan Gikwang, karena memungkinkan mereka untuk jadian lagi. Gikwang adalah mantan kekasih Yeonji  selama mereka SMA. Kalau mereka akan sering bertemu kemungkinan cinta akan tumbuh lagi di antara mereka, itu lah yang ada di fikiran Donghae.

“semuanya masuk kamar kalian masing-masing” perintah Kyuhyun.

Dahi donghae menyerit. “hey, apa yang kalian lakukan?”

“setidaknya kami bisa selamat dari amukan dirimu hae” semuanya berhamburan masuk ke kamar, dan meninggalkan Donghae sendirian di ruang tengah.

“aarrrghhh !!”

*yeonhae*

“Yeon” Gikwang memecah keheningan. Mereka sedang berada di salah satu kedai es krim.

“hemmm~” Yeonji terus menikmati ice cream nya.

“kau yakin belum mau pulang?”

“kalau kau mau pulang, pulang saja”

“ani, bukannya…”

DRRTTTTT , ponsel Gikwang berbunyi.

“yeobseo”

“……”

“dia ada bersamaku, waeyo?”

“……”

“tunggu sebentar”

“siapa?” tanya Yeonji, saat Gikwang menyerahkan ponselnya kepada Yeonji.

“Yoora nuna”

“MWO?”

“cepat, dia ingin bicara denganmu”

dengan suara sedikit takut, Ia mulai berbicara  “ne, unnie”.

“kau dimana?”

“aku sedang bersama Gikwang”

“bukan itu yang aku maksud bodoh, kau sedang apa? Dimana?” Yeonji tahu, pasti ini yang akan di tanyakan oleh Yoora. 

“sedang makan ice cream di kedai Jung ajjushi, kau mau unnie? Enak loh”

“mwo? kau tahu?”

“tidak”

“jangan potong ucapanku”

“ahh, iya iya~ ada apa?”

“ikan mu sudah ada di korea, kau tidak tahu?”

“ani, aku tidak tahu kalau dia pulang hari ini” Yeonji terus memfokuskan pandanganya kearah ice cream yang sedang Ia makan.

“sudah jelas kau tidak tahu, dia menghubungi mu seharian ini ponsel mu tidak aktif sama sekali”

“ohh, hehe maaf”

“arghhh, bisa gila aku terlalu banyak bicara denganmu. Yang pasti dia sedang mencarimu. Matilah kau” Yoora frustasi, berbicara dengan Yeonji saat ini membuatnya naik darah. Ia segera mematikan hubungan telfonnya.

“he, kenapa?” tanya Gikwang saat Yeonji mengembalikan ponselnya.

“Donghae sudah pulang dan katanya dia mencariku”

“ya sudah, aku antarkan kau ke apartemenmu” Gikwang mulai beranjak, tangan Yeonji menahan Gikwang.

“jangan”

“waeyo?”

*yeonhae*

“annyeong haseyo”

“annyeong, eh Hae Hyung. Ayo masuk dulu” balas Dongwoon yang saat itu membukakan pintunya.

Saat ini Donghae berada di dalam dorm B2ST, malu sebenarnya dia datang ke dorm orang yang sudah hampir malam sekali. Tapi ini semua Ia lakukan untuk mencari Yeonji.

“gumawo”

“kau mau minum apa hyung? Biar aku ambilkan” tanya Dongwoon saat mereka sudah berada di ruang tengah.

“tidak usah, terimakasih. Aku kesini mau mencari Yeonji” balas Donghae to the point.

“ahh, anak itu” Yoseob angkat bicara.

“eh, kau tau dimana dia?”

“dia sudah pulang sejam yang lalu Hyung,apa dia belum sampai ke apartemennya memangnya?” semua orang di dorm nya sudah istirahat, kecuali Dongwoon dan Yoseob. Jadi hanya mereka yang tahu kedatangan Donghae.

“haa?” Donghae kaget,  tadi saat ia ke apartemen Yeonji dia bahkan belum pulang sama sekali.

“ne, dia sudah pulang bersama Gikwang hyung” balas Dongwoon.

“mwoya? Gikwang?”

“sepertinya mereka naik taksi atau naik bis hyung”

“berdua?”

“ya seperti itu. kau kenapa hyung?” tanya Yoseob.

“ani, kalau begitu aku pulang. Kamsahamnida” Donghae berlari keluar, Ia bingung harus mencari Yeonji kemana lagi.

“ne~ hyung”

*yeonhae*

Donghae POV

Semalaman aku tidur di apartemen Yeonji. Bagaimana aku bisa masuk? Karena aku punya kunci cadangan apartemennya, haha. Omona ~ ini sudah pagi dan dia belum datang? Astaga. Aku mencari lagi mengelilingi apartemennya lagi, dia benar-benar tidak ada. Arrgghhhh, bukannya semalam dia pergi bersama Gikwang? Ya Tuhan, bagaimana kalau… aaaa~

Apa dia benar-benar marah gara-gara aku mengikuti acara itu? Tapi bukankah Dia selalu mendukung apapun yang aku lakukan asal itu yang terbaik? Ahhh, benar-benar membuatku pusing. Dia dimana sih?

CEKLEKK !

Suara berasal dari pintu, berarti? Yeonji sudah pulang?

“oh Tuhan” dia berteriak saat melihatku. Tampilan rambut acak-acakan, hanya memakai singliet dan celana panjang yang kemarin, apa itu membuat dia takut? Aneh sekali.

“dari mana? Kau tidur dimana, ha?” semprotku saat dia baru datang.

“apa maksudmu, tiba-tiba langsung marah”

“kau pergi bersama lelaki malam-malam, dan baru pulang pagi. Apa maksudmu?”

“yak ! bisakah kau pelankan suaramu? Aku bisa mendengar tanpa kau harus berteriak” ucapnya.

“…….”

“sudahlah, aku mandi dulu” dia hendak pergi meninggalkanku, yang mematung di ruangan tengahnya.

“Yeon”

“apa?” dia membalikan badannya.

“kau pergi bersama gikwang semalam?”

“hemmm”

“kemana?”

“memangnya kenapa?”

“aku ini kekasihmu”

“begitu ya?”

“ya ! kau ini kenapa, semalam kau tidur dimana ha? Jangan bilang kalau kau?” aku bisa lihat, dari atas sampai ke bawah. baju yang Ia kenakan acak-acakan begitu pula dengan mukanya, kusut sekali. Bisa aku lihat ada tanda merah di lehernya, ASTAGA.

PLAKKKKK~ tamparan mendarat di pipi kananku.

“awwww” aku mengelus pipi kananku yang di tamparnya.

“apa aku serendah itu?” matanya mulai berkaca-kaca, oh Tuhan aku benci kalau dia sudah menitikan air mata karena aku.

“Yeon….”

“sudahlah, aku tahu maksud dari perkataan mu Lee Donghae. Kau mau bilang kalau aku seorang nappeun Yeoja? Silahkan , aku tidak akan marah. karena aku tidak pernah merasa seperti itu”

“ani, bukan maksudku seperti itu Yeon”

“…..”

“Yeon” aku meraih tangannya.

“pulang lah” Ia menghempaskan tanganku, dia menunduk, ahhhh~ biacara apa aku tadi?. Bodoh

“andwe!!”  Aku tidak bermaksud besikap seperti itu.

“sampai kapan kau mau disini Lee Donghae-ssi ? kau tak malu bersama seorang nappeun yeoja dalam 1 apartemen?” ya Tuhan, bahkan sekarang dia memanggilku dengan sebutan seperti itu. Hati ku ngilu menderngarnya.

Ia berlari ke kamarnya dan.. BRAKKKK , Ia menutup pintunya dengan kasar.

“Yeon buka pintunya, maafkan aku” aku terus menggedor pintunya, tak ada respon darinya. Kecuali isak tangisnya , oh Tuhan.

“hikssss… hikssss… kau jahat Donghae-ssi, bisa-bisanya kau berfikir seperti itu. Hiksssss” Yeonji-ya maafkan aku.

DDDRRTTTTT….. DDDRRTTTTT..

Ponselku bunyi, ada sms masuk. Dari, “Jihyun”? ada apa..

“oppa, apa Yeonji unnie sudah sampai apartemenya? Aku sms kok tidak dibalas ya?”

“eh,  Memang nya kenapa?” balasku. Astaga tangisan Yeonji makin keras, Yeon maafkan aku. Tak terasa air mataku jatuh.

Ponselku bergetar lagi “semalamkan unnie menginap di rumahku oppa. Kau tidak tahu oppa?  Pagi-pagi sekali Ia sudah pergi, unnie bilang hari ini dia ada kuliah pagi jadi cepat-cepat pulang. Ya untung ada supirku yang mengantarkannya. Mudah-mudahan dia tidak telat ke kampus”

ASTAGA, Tuhan. Jadi …

“Yeon, buka pintunya. Maafkan aku, aku salah faham ayolah Yeon buka pintunya aku mohon” air mataku terus mengalir, merutuki beatapa bodonya aku sekarang.

“hiksssss.. pulang aku bilang. Pergi dari sini” dia membuka pintunya, tapi sayangnya dia berusaha kuat mendorongku keluar dari apartemennya.

“Yeon dengarkan aku, maafkan aku .. eghhhhh aku salah faham, maafkan aku” ucapku saat tubuhku berada di ambang pintu.

“aku tidak peduli Donghae-ssi” tubuhku terus Ia dorong sampai benar-benar keluar dari apartemennya. BRRAAAKKK Ia menutup pintunya dengan kasar.

“Yeon, buka pintunya. hikssssss”

Orang terbodoh saat ini, adalah aku. Donghae-ya kau benar-benar bodoh.

*yeonhae*

“astaga, Lee Donghae. Kau kenapa?” aku berada di dorm saat ini. Meskipun berat untuk meninggalkannya tapi aku harus bagaimana lagi. Pekerjaanku sudah ada di depan mata.

“Donghae-ya , kau baik-baik saja” Eunhyuk mengguncangkan tubuhku. Mata bengkak dan masih mengeluaarkan air mata, dan tampilan yang kusut.

“biarkan aku sendiri” aku berjalan memasuki kamarku, mengunci pintunya.

“arrrrghhhhhhhh” aku banting semua barangku yang ada di meja sebelah kasurku, tubuhku merosot sampai lantai. “Yeon, maafkan aku. Hikssss… hiksssss.. PABO, DONGHAE KAU PABO!!! Aarrrghhhhhhh” aku menelungkupkan kepalaku di antara kedua kakiku.

“Donghae, Lee Donghae. Buka pintunya” aku bisa dengar semua orang menggedor-gedor pintu kamarku, aku tidak peduli.

“aarrrrghhhhhh !!!”  aku terus merutuki kesalahanku.

BRAKKKKK , mereka berhasil mendobrak pintu kamarku.

“ya tuhan, apa yang kau lakukan? Haa?” Leeteuk hyung angkat bicara.

“Yeonji, dia.. hiksssssss~ arrrghhhhhh aku benar-benar bodoh”

Aku ceritakan semua yang terjadi. Ini benar-benar kebodohanku, kenapa aku harus bicara seperti itu pada Yeonji. Berapa kali aku katakana, aku benar-benar bodoh.

“sudahlah Hae, sekarang waktunya kau bekerja. Simpan dulu sejenak masalahmu, ingat kau harus bisa professional. Setelah ini, kau fikirkan lagi apa yang harus kau lakukan” jelas Leeteuk Hyung. Dan aku hanya mengangguk patuh.

*yeonhae*

Author POV

Yeonji meringkuk di atas ranjangnya. Kata-kata Donghae masih terngiang di fikirannya, meskipun Donghae tidak benar-benar berkata seperti itu tapi bisa Yeonji lihat dari perlakuan Donghae kepadanya tadi pagi. Hatinya ngilu. Hanya dirinya yang tahu betapa sakitnya dia sekarang.

Yeonji masih berkutat dengan selimut, batal, dan guling nya. Sudah tidak mengeluarkan air mata memang, tapi tetap saja hatinya masih sakit.

“Yeon” Yoora mengguncang-guncangkan badan Yeonji, yang dari tadi tidak meresponnya. Yoora dan Jihyun berada di apartemen Yeonji, buat apa lagi kalau bukan untuk menemaninya disini. Donghae takut Yeonji kenapa-kenapa makanya dia menyuruh Yoora dan Jihyun menemani Yeonji.

“hemmm, aku ngantuk mau tidur. Kalian pulang lah, aku tidak apa-apa. Tumben kalian kemari”  Yeonji terus mengacuhkan mereka berdua yang dari tadi sedang duduk di ujung tempat tidurnya.

“sampai kapan kau akan menyiksa dirimu sendiri”

“apa maksudmu unnie? Aku tidak mengerti, aku hanya lelah dan ingin tidur. Tinggalkan aku sendiri”

Berbicara dengan Yeonji untuk sekarang butuh kesabaran. Yoora dan Jihyun meninggalkan Ia sendiri di kamarnya. Tak tega memang melihatnya seperti itu.

“astaga” pekik Jihyun.

“omo, kau mengagetkan ku saja hyun. Ada apa?” mereka berdua sedang berada di depan televis apartemen Yeonji.

“unnie, kau belum lihat?” tanya Jihyun yang masih memfokuskan matanya kea rah Ipad nya.

“apanya?” tanya Yoora lagi.

“igo” Jihyun menyerahkan Ipad nya kepada Yoora. Bisa di lihat, seorang namja menggandeng yeoja di sebuah taman hiburan. Memakai bando kelinci, mereka tersenyum terlihat bahagia satu sama lain.

“YA TUHAN !!” Yoora berteriak melihat gambar itu.

“ssstttt, unnie pelankan suaramu” Jihyun menutup mulut Yoora, teriakannya bisa-bisa membangunkan Yeonji, karena Yeonji paling benci kalau sudah ada yang mengganggu istirahatnya.

“ada apa sih? Membuatku kaget saja” suara itu terdengar dari kamar Yeonji. Yeonji keluar dari kamarnya, wajahnya sangat kusut, mata sembab, dan ya sulit di gambarkan sekali.

“ahh ani, tidak ada apa-apa unnie” Jihyun segera menyembunyikan Ipad nya, ini berbahaya kalau Yeonji tahu.

“coba aku lihat Ipad mu, ada yang kau sembunyikan?” Yeonji mengulurkan tangannya, berusaha agar Jihyun menyerahkan Ipad nya.

Yeonji segera merebut Ipad Jihyun “andwe !! unnie, jangan. Ahhh.. ” cegah Jihyun. Justru dengan bicara seperti itu Yeonji makin penasaran dengan isinya, dan “ohh” Yeonji menyerahkan Ipadnya. Air mata Yeonji menetes.

“Yeon, kau baik-baik saja” tanya Yoora saat melihat Yeonji berubah ekspresi muka.

“hah? Memangnya kenapa?” Yeonji menghapus segera air matanya.

“jangan berbohong”

“ani, oh iya. Aku ke kamar lagi ya, kalian mengganggu tidurku. Aku kira ada apa tadi”

Bisa di lihat terdapat kebohongan dalam mata Yeonji. Dia tidak sedang baik-baik saja. Yeonji memasuki kamarnya, menghempaskan diri di kasur empuknya. Air maranya menetes lagi, sungguh sulit untuk di tahan. Baru saja Ia tersakiti dengan perkataan Donghae kemarin, sekarang Ia harus melihat kekasihnya sedang bergandengan tangan tersenyum penuh dengan seorang Yeoja, bukan dirinya, tapi orang lain. Hatinya perih, dia memang akan selalu mendukung apa pun yang Donghae lakukan. Tapi kenapa kali ini hatinya begitu sakit, sekali lagi hanya Yeonji yang tahu bagaimana rasanya, hanya dia yang bisa merasakannya.

*yeonhae*

“Hae, ini minum dulu. Kau pasti lelah hari ini” ucap Leeteuk saat mereka mengakhiri pekerjaannya.

Hati Donghae kacau, Ia masih ingat sekali bagaimana marahnya Yeonji kemarin. Sekarang Ia baru saja menyelesaikan perkerjaannya. Tersenyum pun karena terpaksa, Ia hanya ingin bersikap professional dengan pekerjaannya.

“gumawo hyung” mereka berdua sedang berada mobin Van, saat nya untuk pulang ke dorm. Donghae membuka twitternya. Berkomunikasi dengan ELFs cukup membuat dia merefreshkan fikirannya. Diantara mention yang masuk ke akun twitternya, ada nama kekasihnya yang terselip (?)

“@yeonji_kim: @donghae861015 selamat bekerja”

“ Yeonji?” “kenapa hae” tanya Leeteuk.

DDRTTTT DRRRTTT ponsel Donghae berdering.

“hiyaaaa, ikan !! cepat kau pulang” suara Eunhyuk melengking, tandanya Ia benar-benar marah.

“aku sedang berada dalam perjalanan, ada apa?”

“nanti saja aku bilang kalau kau sudah sampai

Sesampainya di dorm, Donghae menghempaskan badannya ke sofa, memejamkan matanya sejenak. Dia benar-benar terkejut, Yoora ada di hadapnnya sekarang.

“apa yang kau lakukan pada dongsaeng ku ikan ?!!” damprat nya.

“haa?”

“jangan pura-pura tidak tahu, apa yang kau lakukan pada dongsaeng ku ha?”

“ya , jagi tenanglah dulu” Eunhyuk mencoba menenangkan Yoora.

“kau tak tahu betapa sakitnya dia? Ha?

“mianhae, aku salah” Donghae menunduk.

“hanya itu saja yang kau ucapkan?”

“lalu aku harus bagaimana, aku sudah berusaha dia masih saja tidak memafkanku”

“berusaha apanya? Bahkan kau tidak melakukan sesuatu sama sekali, mianhae mianhae dan mianhae yang kau ucapkan. Aku tidak lihat bagaimana usahamu?”

“Yoora-ya tenang sebentar, tenangkan dirimu” kali ini Leeteuk yang menenangkan Yoora

Yoora benar-benar marah. “bagaimana aku bisa tenang ha? Kalian tega melihat Yeonji seperti itu?”

*yeonhae*

Hati Yeonji benar-benar kalut. Yang Ia lakukan hanya memandang kota seoul di balkonnya dengan tatapan kosong. Hatinya benar-benar ngilu. Belum genap 24 jam Yeonji merasakan sakit hatinya karena sikap kekasihnya, di tambah sekarang melihat kekasihnya kencan dengan seorang wanita, ya meskipun itu hanya tuntutan pekerjaan, tetap saja ini membuat hati Yeonji semakin sakit.

TOOOKKK TOOKK ~

Yeonji mengabaikan ketukan pintu kamarnya, Ia yakin kalau pun Ia membukanya hanya akan terus di omeli Yoora dan Jihyun agar ia makan. Yeonji sibuk dengan hatinya, Ia melupakan kegiatan sehari-harinya, seperti makan, dan pergi kuliah.

TOOKKK TOOKK , di ketuknya lagi pintu kamar Yeonji oleh orang yang berada di luar.

“ada apa lagi sih unnie? Masuk saja” Yeonji tetap mengedarkan pandangannya di balkon kamarnya.

“makan dulu, huh? Kau belum makan kan?” suara lembut dan tegas itu megalihkan pandangan Yeonji.

“neo? Heuhh, simpan saja disana” Yeonji terkejut, Donghae masuk ke kamarnya. Tapi sekarang Ia memulai kembali aksi diamnya lagi.

Donghae mendekati Yeonji “kau baik-baik saja?”

“hemmm” jawabnya singkat, tanpa menatap orang yang ada di belakangnya.

Donghae menepuk pundak Yeonji “ayolah Yeon, dari tadi kau belum makan”

“aku belum lapar Donghae-ssi”

“Yeon~”

“hmmm, oiya bagaimana pekerjaanmu? Kau tidak lelah, bukannya kau baru selesai bekerja. Oiya kalau kau mau istirahat pakai saja kamar sebelah. Aku ingin istirahat, bisakah kau keluar Donghae-ssi” jelasnya, terlihat dingin sekali.

“aniya”

“kalau begitu, untuk apa kau disini? Minggirlah aku ingin tidur” Yeonji bangkit dari tempat duduknya, berjalan menuju kasurnya.

GREPPP~ tiba-tiba  Donghae memeluk tubuh Yeonji “Yeon, maafkan aku”

“Donghae-ssi lepas, aku mau tidur. Keluar lah dulu” Yeonji berusaha melepaskan pelukannya, tapi apa daya tenaga nya kalah oleh Donghae.

Donghae semakin mengeratkan pelukkannya. “tidak sebelum kau memafkanku”

“apa kau berbuat salah? Aku rasa tidak” Yeonji pasrah, Ia tak lagi berusaha melepaskan pelukkannya, tapi tidak juga membalas pelukkannya.

“ani, aku salah, aku minta maaf. Maafkan aku Yeon”

Air mata yeonji tidak bisa di tahan lagi, Ia ingin sekali mengeluarkan semua penat yang ada di hatinya. “hiksss… hikssss”

“maafkan aku, aku salah, aku mohon maafkan aku”

“…..”

“aku mohon jangan seperti ini Yeon”

“kau egois Hae. Hiksss.. lepaskan aku , hikss” Yeonji mencoba melepaskan lagi pelukkannya sekuat tenaga.

“ani, aku tidak akan melepaskanmu, aku memang bodoh, aku memang egois. kau boleh memakiku, kau boleh memukul ku, tapi aku mohon maafkan aku, jangan seperti ini kepadaku” Donghae kemabli mengeratkan pelukkannya.

“kau fikir aku wanita apa? Tega-tega nya kau bisa berfikir seperti itu? Aku dekat dengan laki-laki lain kau marah, aku pergi bersama laki-laki lain kau marah. Apa aku marah , kalau kau dekat-dekat dengan wanita lain selain aku? Apa aku marah kau pergi bersama wanita lain, bergandengan tangan, tersenyum seakan-akan kau begitu bahagia bersamanya, meskipun itu hanya tuntutan pekerjaanmu aku mengerti Donghae-ssi. Tapi kenapa kau begitu egois”

Donghae melepaskan pelukannya, memandang sendu wanita yang ada di depannya. Donghae berlutut di depan Yeonji. “astaga, apa yang kau lakukan?”

“aku tidak bermaksud berkata seperti itu, maafkan aku. Aku tahu aku egois maafkan aku. Aku hanya takut kau pergi dariku dan kembali kepadanya, maafkan aku. Kalau soal wanita-wanita yang ada di dekatku, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hikssss hikkssss” air mata Donghae tumpah, Ia menunduduk.

“hae-ya, apa yang kau lakukan. Bangunlah” Yeonji mencoba mengangkat tubuh Donghae.  “tidak, sebelum kau memafkanku” “aku sudah memaafkanmu, bangunlah”

“jeongmal?” Donghae mulai bangkit, terkejut dengan ucapan Yeonji yang tiba-tiba memafkannya. Ia bahagia, setidaknya Yeonji sudah memafkannya meskipun Yeonji masih bersikap dingin.

“eo”

Donghae memeluk tubuh Yeonji, erat sekali “saranghae”

“hmmm”

Donghae melepaskan pelukkannya, memandang wajah Yeonji di depannya. “sungguh? Kau sudah memafkanku?”

“ne, memangnya kau tidak ingin aku maafkan?”

“aniya”

“aku memang sudah memafkanmu, tapi entah kenapa rasa sakitnya masih ada disini” Yeonji menuntun tangan Donghae kearah dadanya, meletakkan tangannya di dadanya, kemudian melepaskannya.

“apa aku bisa menghilangkan rasa sakit hatimu sekarang?” Donghae menatap Yeonji sendu.

Yeonji mengangguk “tentu saja”

“dengan cara apa?”

“jangan pernah tinggalkan aku, kau harus tetap percaya padaku , aku akan tetap menjaga kepercayaanmu tuan ikan, dan yang pasti….” Yeonji menggantungkan kaliamatnya.

Sebuah senyum terulas dari bibir Donghae. “hmmm”

“traktir aku makan, aku lapar”

“bukannya sudah ada makanan”

“aku tidak mau itu, aku ingin ….”

“es krim, bulgogi, ddokbokkie, bbimbap, huh?”

“yak, perutmu sebesar apa?”

“ayolah” bujuk Yeonji, merengek.

“ne, arraseo”

“gumawo”

“hei, tanda merah di lehermu itu?” menanggapi perkatakaan Donghae seperti itu membuat yeonji tertawa terbahak-bahak

“ ya! Kenapa tertawa, apa itu lucu?”

“sangat lucu, matamu itu kenapa? Ini bekas gigitan nyamuk hae-ya , lihatlah. kau ini lucu sekali”

“ya ! berhenti tertawa”

“makanya lihat dulu, kau ini asal menuduh saja. Aku tidak tahu kenapa di rumah yang bagus, masih saja ada nyamuk”

“mianhae, maaf sudah mencurigaimu yang aneh-aneh”

“sudahlah, jangan  bahas itu lagi. Ne?” Donghae hanya mengangguk “hei, Eunseo unnie cantik ya, seksi pula”

“ya!! Kenapa tertawa seperti itu?”

“aku senang, ternyata yeoja ku sedang cemburu, hahaha” Yeonji memasang wajah cemberutnya.

“ara, ara . aku berhenti tertawa sekarang. Hei lihat aku, yang ada di hatiku hanyalah dirimu, jangan kau berfikir kalau aku akan berpaling ke wanita lain, huh~ bahkan kau lebih cantik dan wow, seksi” Donghae menggerlingkan matanya.

“jangan mesum seperti itu, aku tidak tergoda dengan godaanmu”

“jangan salahkan aku, kalau banyak yeoja yang mendekatiku. Pesonaku terlalu kuat”

“percaya diri sekali kau tuan Donghae-ssi” yeonji memukul pelan lengan Donghae.

“hei” panggilnya

“hmmm”

“panggil aku oppa lagi” pinta Donghae.

Yeonji menggelengkan kepalanya “tidak mau”

“ayolah” rajuknya.

“baiklah~ hmmm.. oppa?” Yeonji menautkan alisnya.

“kyaa, saranghae” Donghae mengcup kening Yeonji, cukup lama. Kecupan yang mengertikan kasih saying yang cukup besar.

“nado saranghae”

“hei kalian, kami ada disini” ucapan itu membuat Donghae menghentikan aktifitasnya. Yoora, Eunyuk, Kyuhyun, Jihyun dan yang lain berada di ambang pintu kamar Yeonji.

Donghae menepuk keningnya “astaga, aku lupa mengunci pintunya”

“hei ikan, memangnya kalau kau mengunci pintunya apa yang akan kau lakukan pada Yeonji?” tanya Eunhyuk. Donghae hanya membalasnya dengan gerlingan matanya.

“ya! Ikan , sejak kapan kau jadi mesum ha?”

FIN !!

Bahahaha, gimana ? jelek ya? Emang.. kekeke~ aku nulis ini pas lagi galau soal Donghae sama Eunseo , tapi yaa dari pada kelamaan galau mending aku nulis ini FF aja. Ya , mau gimana lagi? Sebagai seoarang fans, kita harus mendukung mereka. Bener gak? Meskipun agak nyesek sih.  Maaf kalau ada yang gak suka sama FF ini . comment yaa

 
15 Comments

Posted by on January 24, 2012 in fanfiction, oneshot

 

Tags: , ,

15 responses to “(FreeLance) Mianhae

  1. shilla_park

    January 24, 2012 at 9:41 am

    oke..maaf ya kalo gambarnya ga bisa di tampilin..harusnya kamu attach sndiri gambarnya di email..kalo dimasukin di ms word mah tetep ga bakal bisa ditampikin di wp sayang..
    btw, nice story..
    ga usah galau gara2 wgm… they have their own life… lagipula selama mereka bahagia kita musti mendukung kan?..haha…
    saya jg ga pernah galau berkepanjangan kalau si kuda gembel itu cium2 lawa main,,, cuman lg bete aja sama tu kuda jelek..ke london kaga ngajak2..huwaaaa..😀

     
    • NMS15 김 연지

      January 24, 2012 at 10:27 am

      waaam, makasih banyak udah di post unnie..
      iyaa, aku lupa unnie~
      kalo aku attach lagi pict nya gmn ??

      iyaaaa banget, hahaha~ awalnya galau, tp makin sini allhamdulillah enggak.
      hahahay kasian si unnie, si aku peluk . kasian banget ya di tinggalin .

       
      • shilla_park

        January 24, 2012 at 7:36 pm

        oke sama2.. iya boleh kalo mu dikirim lagi say..🙂
        ga usah galau lah ya..haha
        seenggaknya kamu ga ditinggalin liburan pas lagi sakit, ga kaya saya… huwa simba jahattttttt.. *mukuolin dada siwon*😛

         
  2. Hyon Woo Song

    January 24, 2012 at 12:12 pm

    Woah~ Keren! Keren!
    Ini pasti ada kaitan sama WGM? kalau benar kita sama~ hahahaha ~
    Aku paling suka + ngakak baca kalimat ini :
    “kau pergi bersama gikwang semalam?”

    “hemmm”

    “kemana?”

    “memangnya kenapa?”

    “aku ini kekasihmu”

    “begitu ya?”

    hahahahaha…Daebak! Daebak! Daebak! *kasih jempol bareng Junsu*

     
    • NMS15 김 연지

      January 24, 2012 at 7:34 pm

      waa, jinja? padahal ini ancur bgt buat aku.. kekeke ~
      iyaa😦 galau sih pertamanya, tp gpp deh , kita harus selalu ngedukung mereka. bener gak ?

      hahay LOL
      aku aja yg bikin ampe ketawa2 nulisnya :p

      thanks banget yaa, udah RC ~ *deep bow bareng hae

       
  3. LJK~

    January 24, 2012 at 12:17 pm

    hahaha
    Donghae cengeng
    tp emng ckup galau sma blind date donghae itu
    Ya pling gk d ff donghae ttp milik kitaaa

     
    • NMS15 김 연지

      January 24, 2012 at 8:29 pm

      hahay udah takdir dia , jd ikan cengeng :p
      milik aku aja yaa, gimna? LOL
      makasih yaa udah baca

       
  4. NMS15 김 연지

    January 24, 2012 at 8:28 pm

    gak bisa comment di atas unnie~
    kekeke, okee cek email yaa unnie🙂
    iya udah gak lagi kok unn, sekarang mah galau nya ama UN *lagi labil*
    adduuhhh, sabar yaa unnie.. kejem amat perasaan yaa tu orang ckckck . sini aku peluk :*

     
  5. tivaclouds

    January 25, 2012 at 9:18 am

    Tinggalkan jejak~

     
  6. minkijaeteuk

    January 26, 2012 at 5:05 am

    ff y pada galau WGM.juga ya….
    q jg galau tp udah ngak galau,,,.galau.pas video minggu kemarwn blm keluar mpe ngak.busa tidur jd y,,,, suamiku udah d ambil 2’dua y teuki n kyuhyun n sekarang dlm taraf aman ngak galau n seneng liat video kemaren kyuhyun n eunhyuk ngak d yg milih….
    q setuju2 ja ma WGM asalkan pasangan y sepadan kyk Donghae n Eunseo mereka disatuin cocok bgt n eunso y cantik bgt,,,, Nah Klo Kyuhyun nyari y yg cakepan ke kyk eunseo kan sepadan q y jd ikhlas klo ma pasangan yg ini q bener2 ngak ikhlas tp mau diapain dia lg nyari duit…….
    maafjd curhat nih…. balik k ff ini….
    ngebayangin hae nangis bikin q ketawa,, abis q ngebayangin donghae mihon2 mpe nangis gt kocak……

     
    • NMS15 김 연지

      January 26, 2012 at 8:05 am

      ahahaha TOSSS~ sama aku juga , hae sama seo unnie itu cocok menurutku.. seo unnie cantik nya kelewatan sih .. kekekeke

      makasih yaa udah RC🙂 salam dari aku sama hae😄

       
  7. G-4tul21

    January 27, 2012 at 11:53 pm

    Jgn dibiasakan galau eon .. Nanti jadi ms.galau ,mending ms.simple *komentakberguna

     
    • NMS15 김 연지

      February 1, 2012 at 8:23 pm

      hahaha, kemaren lagi masa galau say🙂
      waaah, itu panggilan temen2 saya tuh sama driku “mrs galau” hahahaha enggak ding yang bener mah “mrs Lee donghae” kekkee *kubur author
      thanks yaa🙂

       
  8. Hani Emang Love Jepkor

    January 31, 2012 at 2:41 pm

    wahahahaha… da ebak… lucu… >w<

     
    • NMS15 김 연지

      February 1, 2012 at 8:22 pm

      hahaha😄 padahal ini ff amburadul berantakan🙂 thanks yaa udah baca

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: