RSS

(Freelance) Love Is Simple Part 1

30 Jan

Author : nyit2

Genre   : Romance, Friendship.

Rating   : PG-15

Lenght  : Two Shot

 Main Cast     :

  • Shin Hyun Young
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae

Support Cast :

  • Park Hyo Jin

FF ini berdasarkan ide Shin Hyun Young a.k.a bininya bang ikan & bang telor ^^

**********

AUTHOR’S POV

FLASHBACK

Seorang wanita paruh baya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Di sekeliling wanita itu terdapat berbagai alat-alat penyambung hidup.Kecelakaan lalu lintas yang dialaminya kemarin telah merengut setengah kehidupannya.

Di sebelahnya, seorang namja terus menemaninya dengan setia. Genggaman tangannya tidak pernah dilepaskan dari wanita itu.

“Eomma, aku mohon bukalah matamu. Kami berdua membutuhkanmu.” 

“Youngie terus menanyakan keberadaanmu. Aku tidak kuat melihatnya menangis. Jebal! Buka matamu!”

Air matanya turun membasahi tangan wanita itu tanpa bisa dicegah lagi. Berbagai pemikiran berkecamuk di kepalanya saat ini.

“Eomma…”

Namja itu merasakan pergerakan tangan wanita itu dalam genggamannya. Wanita itu membuka matanya perlahan.

“Donghae-ya..”

“Ne~. aku di sini. Eomma jangan banyak bicara dulu. Aku panggilkan dokter sekarang juga.” Tidak mau membuang waktu, Donghae bangun dari duduknya dan bersiap keluar. Namun, wanita itu tidak mau melepaskan genggaman tangan Donghae.

“Jangan pergi! Eomma tidak punya banyak waktu lagi.”Nafas Donghae Eomma mulai tidak beraturan.

Donghae kembali duduk di sebelah ranjang. Kedua tangannya menggengam erat tangan dingin itu.

“Donghae-ya, jagalah Youngie baik-baik. Perlakukanlah dia seperti dongsaeng kandungmu. Eomma percaya padamu.”

“Eomma, kenapa berkata seperti itu?. aku pasti akan menjaga Youngie.”Donghae berusaha keras menepis ketakutan yang menghingapi hatinya saat mendengar permintaan Eommanya.

“Terima kasih, kau memang anak Eomma yang paling baik. Maaf, Aku tidak bisa bersama kalian lagi.”

Perlahan Donghae Eomma menutup matanya seiring pesan terakhir yang sudah tersampaikan. Menerima takdir yang sudah menunggunya. Senyum damainya telah terukir indah di wajah pucatnya.

“Eomma, kau pasti lelah sekali. Beristirahatlah dengan tenang.” Donghae menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh Eommanya. Tangisannya pecah detik itu juga, tubuhnya melemas dan akhirnya Ia terduduk di lantai.

FLASHBACK END

***

YOUNG’S POV

“Oppa, Apa kau sudah makan?” teriakku di depan pintu ruang kerjanya.

Hening. Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Sebegitu sibuknya dia, sampai melewatkan jam makan malam. Dalam seminggu ini sudah kelima kalinya kejadian ini terulang.

KLEK!

Aku melihatnya sedang serius mengerjakan setumpuk laporan dari kantor. Bahkan kehadiranku di ruang kerjanya tidak disadarinya sama sekali. Aku kesal dengan namja ini.

“Oppa!”

Donghae oppa mendongakkan kepalanya begitu mendengarku berteriak tepat di hadapannya. Tangannya langsung berhenti mengetik dan mengalihkan perhatiannya padaku.

“Aigoo..kau tidak perlu membuatku kaget seperti itu.”

“ Aku sudah  berteriak memanggilmu tadi, tapi kau tidak menjawabnya. Bahkan kau tidak mempedulikanku saat memasuki ruang kerjamu,” sungutku.

“Yongie, aku sedang sibuk mengerjakan laporan. Aku tidak terlalu mendengarnya tadi. Lebih baik kita makan malam sekarang. Maaf, oppa sudah terlalu sering membuatmu menunggu.”

“Ne~. Kali ini kau kumaafkan. Tapi lain kali tiada maaf bagimu!”

Donghae oppa mengacak rambutku gemas. Dengan cepat dia menarikku turun ke ruang makan. Aku mengikuti langkahnya sambil mengerutu kesal.

***

DONGHAE’S POV

Aku masih mengantuk sekali setelah begadang semalaman mengerjakan laporan. Sebenarnya aku mencium bau masakan yang lezat dari arah dapur. Tanpa melihatnyapun aku sudah mengetahui tersangkanya. Masakannya selalu berhasil membangunkanku di pagi hari.

“Youngie, Selamat pagi!” sapaku saat melewatinya yang sedang memasak sarapan untuk kami.

“Pagi. Oppa, bersabarlah sebentar lagi sarapanya sudah siap,” ujarnya sembari mengacungkan jempolnya ke arahku.

“Siap!”

Aku menunggu dengan sabar sarapanku di meja makan. Dongsaengku terlihat cekatan sekali memindahkan sarapan ke piring kami. Dengan tidak sabaran aku mencicipi masakannya. Heem..masakanya memang tidak ada tandingannya.

“Bagaimana? Apa ada yang aneh dari masakkanku?” tanyanya cemas.

“Anio. Masakanmu sangat enak. Cepat habiskan sarapanmu juga!”

“Ne~.”

Kami menikmati sarapan tanpa adanya obrolan. Beberapa saat kemudian kami berdua sudah selesai sarapan. Aku menguk segelas air putih yang ada di meja makan. Tenagaku sudah terisi penuh.

“Oppa, apa malam ini kau lembur lagi?”

“Sepertinya begitu. Waeyo? Tumben kau menanyakan soal lembur.”

“Aku takut sendirian di apartement. Kau sering sekali meninggalkanku,” gerutunya kesal.

“Mianhaeyo. Seminggu ini perusahaan sedang menerima proyek baru. Aku mohon jangan marah  padaku.”

“Gwenchanayo. Aku mengerti kondisimu.” Dongsaengku memberikan senyum termanisnya, paling tidak aku bisa merasa sedikit tenang.

“Dongsaengku yang terbaik!” pujiku tulus.

“Oppa, kau yang mencuci piring ya?”

“Mwo? mencuci piring itu tugas yang lebih muda.”

“Ya! Teori darimana itu. aku tidak mau tahu hari ini giliranmu mencuci piring.”

“Shireo!”

“Baiklah. Aku tidak akan membuatkanmu sarapan. Silahkan pilih?. Aku berangkat kuliah dulu. Annyeong…”

“Shin Hyun Young! Berani sekali kau mengancamku dengan sarapan!” teriakku kesal. Tapi percuma saja, dia sudah pergi meninggalkan apartement.

***

YOUNG’S POV

“Young-ah!”

Aku menoleh begitu mendengar namaku dipanggil. Di gerbang kampus berdiri sahabat baikku, Park Hyo Jin. Dia melambaikan tangannya ke arahku sambil memamerkan senyum cerianya.

“Ya! Kau membuatku kaget! Bisakah kau tidak berteriak seperti itu!” ucapku ketus.

“Mianhae, Young-ah. Aku sudah memanggilmu sejak tadi tapi kau tidak mau menoleh,” sahut Hyo Ji santai.

“Arraseo. Aku memang tidak mendengarmu. Ada apa kau mencariku?”

“Aniyo, aku hanya merindukan sahabatku. Apa kau tidak merindukanku?” tanya Hyo Jin dengan wajah penuh harapan. Belum sempat aku menjawab pertanyaannya, dia sudah memelukku erat.

“Ya! Lepaskan pelukanmu Park Hyo Jin. Nanti semua orang akan berpikiran aneh tentang kita.”

“Hee! Aku hanya memeluk sahabatku. Apa itu salah?”

Matanya mulai berkaca-kaca karena mendengar perkataanku. Sahabatku ini sensitif sekali perasaannya.

“Aigoo…jangan menangis. Aku hanya bercanda, kau boleh memelukku kapan saja.” aku merentangkan kedua tanganku di depan Hyo Jin.

“Huh. Aku tidak mau memelukmu lagi.”

“Aish.. kau masih marah rupanya. Lebih baik kita masuk ke kelas sekarang.” Aku menggandeng tangan Hyo Jin ke arah kelas kami.

“Young-ah…”

“Wae?”

“Bagaimana kalu kita ke perpustakaan saat istirahat nanti,” ajakknya.

“Emm..ide bagus!.”

***

AUTHOR’S POV

“Aish…banyak sekali tugas yang diberikan Songsaengnim.” Namja itu membanting buku-buku kuliahnya di meja perpustakaan.

“Sst. Jangan berisik di perpustakaan,” tegur salah seorang mahasiswa.

“Waeyo? Hanya kau saja yang terganggu tapi mereka semua tidak.” Dia menunjuk ke arah mahasiswa lain yang tetap fokus pada bacaan masing-masing.

Namja itu tidak menyadari dirinya sudah menjadi musuh pengunjung perpustakaan yang lain. Di sudut lain, Hyun Young dan Hyo Jin mulai merasa terganggu dengankeributan yang terjadi.

“Young-ah, kau mau kemana?” tanya Hyo Jin saat melihat Hyun Young beranjak dari kursinya.

“Hanya ingin menegur namja tidak tahu diri itu.”

Hyun Young berjalan mendekati namja berisik yang sedang sibuk memilih buku untuk tugasnya. Ditepuknya perlahan pundak namja itu.

“Cho Kyuhyun-ssi, bisakah kita bicara di luar sebentar?”

“Ya! Apa kau tidak lihat aku sedang……” Kyuhyun menghentikan ucapanya saat berbalik dan melihat orang yang menegurnya.

“Suaramu sangat menggangu pengunjung yang lain. Kau pikir perpustakaan ini milik Nenekmu!” bentak Hyun Young.

“Siapa namamu?” Kyuhyun segera mengalihkan pembicaraan Hyun Young. Ada perasaan aneh yang menyerangnya saat bertemu Hyun Young.

“Paboya!”

PLETAK!!

Hyun Young menjitak keras kepala Kyuhyun karena merasa tidak didengarkan perkataannya. Dia segera meningggalkan Kyuhyun yang masih sibuk mengusap kepalanya.

“Ya! kenapa kau pergi meninggalkanku? Kau belum menyebutkan namamu?”

***

DONGHAE’S POV

Aku tersenyum melihat Youngie tertawa terbahak-bahak karena menonton acara di TV. lebih baik aku membuatkannya segelas susu.

“Yongie, apa kau mau kubuatkan segelas susu?” teriakku dari dapur.

“Ne~. Susu coklat!” balasnya tidak kalah keras.

Aku bergegas membuatkan pesanannya. Tidak butuh waktu lama, segelas susu putih dan coklat sudah siap diminum. Aku membawa dua gelas susu ke ruang TV. Aku menaruhnya di atas meja dan duduk di sebelah Youngie.

“Gomaweo, sudah berbaik hati membuatkanku susu,” ujarnya.

“Cheonma. Ternyata kesukaanmu masih sama dari dulu hingga sekarang.”

“Susu coklat?!”

“Ne~. padahal lebih enak susu putih,” ejekku.

“Cih..susu putih hanya untuk orang tua.”

“Mwoya? Kau bilang aku tua!” teriakku tidak terima.

“Oppa, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kau memang sudah tua.”

“Usiaku baru 25 tahun, masih jauh dari kata tua. Kulitku saja masih kencang dan bagus,” ucapku sambil mencubit pelan kulit tanganku.

“Aigoo… penyakit percaya dirimu kambuh lagi!”

***

KYUHYUN’S POV

Sepertinya aku terkena kutukan cinta pada pandangan pertama. Sejak kejadian di perpustakaan pikiranku tidak pernah lepas dari bayangannya. Aku sudah mencari informasi mengenainya. Ternyata dia satu angkatan denganku, kami hanya berbeda jurusan.

Sudah seminggu penuh aku melancarkan pendekatanku. Tapi yeoja ini susah sekali didekati. Setiap kali bertemu denganku, tiada menit tanpa bentakannya. Ini hari ketujuh aku mendekatinya. Aku mencari keberadaannya di kantin kampus. Dia duduk di pojok bersama sahabatnya. Aku agak berlari mendekatinya, nampak sekali keterkejutannya saat melihatku sudah duduk tenang di depannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya ketus.

“Melihat wajahmu.”

“Ya! jika kau tidak ada kepentingan denganku cepat pergi dari sini.”

Aku suka sekali melihat wajahnya saat merasa kesal seperti saat ini. Cantik. Aku pastikan bisa menjadikannya miliku dalam beberapa hari ini.

“Aku menyukaimu. Jadilah yeojachinguku?” Matanya membelalak kaget karena pernyataanku barusan.

“Kau pasti sudah gila, Cho Kyhuhyun-ssi!.”

“Benar. Dan itu semua karena Shin Hyun Young.”

“Hyo Ji-ah, kita pergi saja daripada mendengarkan ucapannya.” Hyun Young menarik tangan sahabatnya agar mengikutinya.

“Aku tunggu jawabanmu lusa.”

Aku mendahuluinya pergi. Mereka berdua masih berdiri terpaku di tempatnya. Sedikit lagi aku akan mendapatkannya.

“Silahkan bermimpi, Cho Kyuhyun-ssi!”

***

 YOUNG’S POV

Sudah jam 2 tapi belum terlihat sama sekali kemunculan Donghae oppa. Hampir setengah jam aku menunggunya di restoran Seafood langganan kami.

Hufth..hari ini pikiranku menjadi tidak karuan hanya karena namja gila bernama Cho Kyuhyun. Aku tidak memungkiri ada sedikit perasaan bahagia saat dia mengatakan suka padaku. Tapi apa benar dia serius saat mengucapkan itu semua?.

“Youngie!” Donghae oppa berjalan cepat ke arahku lalu mengambil duduk tepat di depanku.

“Oppa, kenapa lama sekali?. kau tidak lihat aku menunggumu sampai bosan seperti ini,” gerutuku.

“Mianhae, tadi ada rapat mendadak. Sekarang kau pesan saja apapun yang kau mau.”

“Jinjja?”

“Ne~. Cepat pesan!”

Aku meneliti daftar menu makanan yang tersedia. Aku memutuskan memesan pasta Lobster.

“Oppa, kau pesan apa?”

“Samakan saja denganmu.”

“Oke.”

Sambil menunggu datangnya pesanan. Kami berdua mengobrol tentang kejadian menarik hari ini. Tentu saja aku tidak menceritakan soal namja gila itu.

“Youngi, apa oppa boleh bertanya sesuatu padamu?”

“Tentu saja. Apa itu?”

“Apa kau sudah memiliki namjachingu?.”

Pertanyaan Donghae oppa membuatku terdiam seketika. Sudah kesekian kalinya oppa menanyakan masalah ini.

“Ani. Aku masih belum menemukan yang cocok.”

“Jinjja? Padahal kau cantik sekali, masa tidak ada namja yang tertarik denganmu,” goda Donghae oppa.

“Ya!”

Aku sudah bersiap memukul kepalanya, tapi nyawanya terselamatkan oleh pasta lobster pesananku. Aku memilih menghabiskan makananku daripada mendengar ejekannya.

“Youngi, aku ingin tahu seperti apa tipe namjachingumu?” tanya Donghae oppa penasaran.

“Seperti oppa,” sahutku singkat.

“Mwo?”

“Aku ingin namjachingu seperti Donghae oppa,” ucapku memperjelas.

Selama ini sosok Donghae oppa begitu sempurna di mataku. Dia mampu memposisikan dirinya sebagai Appa, Oppa, kurasa sebagai Namjachingu juga bisa.

“Aku tidak menyangka pesonaku begitu kuat. Sampai dongsaengku sendiri menginginkan namjachingu sepertiku,” ucajarnya bangga.

“Sifat narsismu semakin parah saja.”

***

DONGHAE’S POV

Aku tidak bisa tidur. Berulang kali kucoba memejamkan mataku tapi tetap saja tidak berhasil. Aku memutuskan keluar kamarku sebentar, aku butuh minum. saat melewati ruamg tamu, aku melihat Youngi yang tertidur di sofa.

“Youngi, bangun! Jangan tidur di luar.”

Aku menguncang-guncang pelan tubuhnya tapi tidak ada reaksi sama sekali darinya. Wajahnya terlihat polos sekali saat tidur.

“Youngi, kenapa aku terus memikirkan ucapanmu di tadi siang?” gumanku.

Ada perasaan aneh yang aku sendiri tidak mengerti.Sebenarnya apa yang terjadi denganku?.Aku mengusap muka dengan kedua tanganku, berusaha menghilangkan pikiran-pikiran aneh.

Aku menggendong Youngi ke kamarnya, hembusan nafasnya terdengar menenangkan. Aku tidak pernah merasa bosan memandangi wajah dongsaengku.

Perlahan aku merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Aku menaikkan selimutnya hingga sebatas pinggang. Sebelum Pergi dari kamarnya, aku mengecup pelan dahinya. Kebiasaan ini selalu kulakukan sejak kami masih kecil. Begitu dia beranjak dewasa, aku sering sekali dimarahinya jika ketahuan sedang mengecup dahinya.

Aku berjalan meninggalkan kamarnya. Pintu kamarnya aku tutup pelan-pelan berusaha tidak menimbulkan keributan.

***

AUTHOR’S POV

“Oppa!!!”

Teriakan keras dari kamar Youngi sukses membangunkan Donghae dari mimpi indahnya. Dengan terburu-buru Donghae segera menghampiri Youngi di kamarnya.

BRAAK!!

“Youngi, ada apa?”

Donghae tidak melihat Youngi di kamarnya. Tapi dia merasa yakin sekali teriakan tadi berasal dari sini.

“Oppa, aku ada di kamar mandi!”

“Mwo? Ya! kau kenapa berteriak sepagi ini. Apa yang terjadi sebenarnya?”

Donghae sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. Menunggu Youngi keluar dan menjelaskan semuanya.

KLEK!

Kepala Youngi menyembul keluar dari pintu kamar mandi. Senyum manisnya langsung terpancar begitu melihat Donghae berdiri dengan wajah mengantuk.

“Oppa, apa aku bisa minta tolong?”

“Aish.. kau membangunkanku dengan teriakan dan sekarang masih berani minta tolong.”

“Jebal! Aku sangat butuh bantuanmu,” ucap Hyun Young memelas.

“Ara. Ara. Apa yang harus aku lakukan?”

“Emm..” Hyun Young tampak ragu mengatakan permintaannya.

“Cepat katakan sebelum aku berubah pikiran.”

“Bisakah kau membelikanku pembalut?”

“Ha? Pembalut!”

“Ne~. Aku sedang kedatangan tamu tapi pembalutku habis.”

“Apa kau tega menyuruhku keluar membeli pembalut? Apa kata orang-orang nanti saat melihat namja membeli pembalut?”

BLAM!!

Hyun Young menutup pintu kamar mandi tepat di depan wajah Donghae. Ia kesal sekali mendengar alasan Donghae yang terlalu berlebihan.

“Oppa memang tidak sayang padaku! Ya sudah! Pergi dari kamarku sekarang juga!” teriak Hyun Young dari dalam kamar mandi.

“Youngi, aku hanya bercanda tadi. Tenang saja, aku akan membelikanmu pembalut sekarng juga.”

“Terserah!”

“Jangan marah lagi,” rayu Donghae.

“Oppa! kau ini cerewet sekali! Ppali! Cepat belikan aku pembalut sebelum menjadi banyak tamuku.”

“Siap!”

***

“Oppa..”

“Wayo?”

“Mianhae, aku sudah membuatmu repot sepagi ini,” sesal Hyun Young.

Donghae menghentikan sarapannya saat mendengar perkataan Hyun Young. Gadis itu menundukkan wajahnya tidak berani menatap Donghae.

“Gwenchanayo. Bukankah sudah tugas seorang kakak selalu siap membantu adiknya yang sedang mengalami kesulitan.”

“Tapi, kau pasti malu sekali kan tadi?”

“Sangat! Aku menjadi bahan bihisikan ibu-ibu yang sedang berbelanja di mini market.”

“Aish.. anggap saja itu sebagai penglaman hidupmu yang paling berharga,” ujar Hyun Young.

“Hari ini giliranmu yang menyuci piring. Anggap saja sebagai bayaranku membeli pembalut.”

“Ya! Oppa, kau ini perhitungan sekali.”

***

YOUNG’S POV

“Young-ah, cepatlah kau pergi ke kantin. Semua mahasiswa sedang berkumpul di sana,” ujar salah seorang temanku.

“Memangnya sedang ada acara apa di kantin?” tanyaku bingung.

“Cho Kyuhyun akan mendeklarasikan cintanya hari ini.”

“MWOYA?!” pekikku dan Hyo Ji bersamaan.

Kami berdua bergegas menuju kantin. Ketika sampai di sana kantin sudah penuh hingga kami agak kesulitan untuk melihat ke dalam.

“Hei, itu Shin Hyun Young..cepat beri dia jalan ke panggung!”

“Panggung?”

Perlahan kerumunan mahasiswa mulai memberiku jalan untuk masuk ke dalam. Perasaanku menjadi tidak karuan ketika langkahku semakin mendekat ke arah namja gila yang sedang berdiri di atas gabungan beberapa meja kantin. Astaga…meja-meja di kantin sudah berubah fungsi menjadi panggung dadakan.

“Wow. Akhirnya kau datang juga,” ujarnya menggunakan microphone yang entah datang darimana.

“Turun kau! Cho Kyuhyun-ssi!”

“Lebih baik kau naik ke atas panggung daripada berteriak tidak jelas seperti itu! Saudara-saudara mohon bantuannya.”

Beberapa namja menarikku ke atas panggung. Aku berusaha melepaskan pegangan mereka, tapi tenagaku kalah kuat. Namja gila di atasku mengulurkan tangannya ke arahku. Dengan terpaksa aku menerimanya dan naik ke atas panggung.

“Kau benar-benar menyebalkan, Cho Kyuhyun-ssi!”

“Diamlah! Dan dengarkan baik-baik ucapanku!” pintanya tegas.

Aku terdiam melihatnya menarik nafas dalam-dalam. Tiba-tiba dia menggengam tangan kananku, sulit untuk melepaskan diri karena genggamannya sangat kuat.

“Shin Hyun Young. Aku menyukaimu, mencintaimu, menyayangimu sejak tanggal 10 November 2011. Jadilah yeojachinguku! Jika kau menolak, aku akan menciummu selama 10 menit.”

“Ya! Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu dengan seenaknya.”

“Aku tidak menerima penolakan! Waktumu hanya 3 detik. Hana….. dul….. set.”

Wajahnya semakin mendekat ke arahku. Apa yang harus aku lakukan?. Kalau aku menolaknya dia pasti akan nekat menciumku.

“Young-ah, waktumu sudah habis! Apa jawabanmu?” bisiknya tepat di depanku. Wajahnya begitu dekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku.

“Ne~. Aku mau jadi yeojachingumu. Sekarang lepaskan aku!.” Aku sudah tidak punya pilihan lagi.

“Tidak bisa, sebelum kau menerima hukumanku.”

“Hukuman? Aku sudah menyetujui untuk menjadi yeojachingumu. Apa lagi yang salah?”

“Kau menjawabnya lebih dari 3 detik. Terima hukumanmu.”

Kyuhyun melemparkan michrophonenya begitu saja. Semuanya terjadi begitu cepat saat Kyuhyun menciumku di hadapan semua orang.

Ya Tuhan! Aku mohon berikan nyawa tambahan padaku setelah ini.

***

Aku menatap kesal namja gila yang sekarang sudah resmi menjadi namjachinguku. Sejujurnya aku mulai memiliki perasaan padanya. Tapi kalau mengingat kejadian tadi siang, rasanya aku ingin sekali merubahnya menjadi telur dadar.

Kekesalanku semakin bertambah saat pulang kuliah, Kyuhyun dengan seenak jidat menarikku masuk ke dalam mobilnya.

“Young-ah, sampai kapan kau akan melihatku seperti itu?. Pasti kau terpesona oleh ketampananku yang tiada duanya.”

PLETAK!

“Appo! Kau ini suka sekali memukul kepalaku.”

“Kau memang pantas mendapatkannya!”

“Sudahlah! Tidak baik bertengkar di hari pertama jadian kita. Lebih baik kau diam dan duduk dengan tenang hingga sampai di apartementmu. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kakak ipar.”

“Mwo? kakak ipar?”

“Eung. Menurut informasi yang aku dapatkan. Kau hanya tinggal berdua dengan kakakmu.”

Aku terpana mendengar ucapannya. Dia sampai sejauh itu mencari informasi tentangku. Aku masih tidak percaya dengan semua yang kualami hari ini.

“Jangan terpesona seperti itu. sebentar lagi kita sudah sampai.”

“Cih..Kalian berdua sama saja!” sungutku.

“Kau tadi bicara apa?” tanyanya.

“Ani.”

Aku memalingkan wajahku ke jendela mobil. rasanya lebih baik melihat pemandangan di luar daripada harus memperhatikannya.

“Kita sudah sampai.”

Kyuhyun bergegas keluar dari mobilnya dan membukakan aku pintu. Tanpa melihatnya sama sekali aku segera masuk ke dalam.

“Ya! begitukah cara berterima kasih pada kekasih yang telah berbaik hati mengantarkanmu pulang.”

“Aku tidak pernah memintamu mengantarkanku pulang,” ellakku. Aku kembali melangkah ke dalam. Aku tahu dia mengikutiku masuk ke dalam.

“Tunggu.”

Kyuhyun menarik tanganku hingga badanku berbalik ke arahnya. Aku menatapnya bingung, apa lagi yang akan dia lakukan?.

“Aku ingin mengambil hadiahku,” ujarnya sebelum mencium pipiku.

“Kau ini selalu saja mengambil kesempatan!” teriakku kesal.

Kyuhyun hanya tertawa puas melihat reaksi kesalku. Aku memukul pundaknya pelan untuk menghentikan tawanya.

“Yongie….”

“Donghae oppa.”

***

DONGHAE’S POV

Aku terpaksa kembali ke apartement untuk mengambilnya. Tidak lama kemudian aku sudah membawa keluar laporan keuangan perusahaan dari ruang kerjaku. Untung saja rapat baru dimulai 1 jam lagi kalau tidak  aku bisa dalam masalah besar.

Ah…ini sudah jam pulang kuliahnya Youngi. Tapi kenapa dia belum kelihatan juga?. Mungkin saja Youngi sedang ada urusan. Lebih baik aku bergegas kembali ke kantor.

Setelah yakin tidak ada yang tertinggal aku bergegas keluar dari apartement. Namun, pemandangan yang kulihat di hadapanku sekarang membuatku mematung di depan pintu.

Aku melihat pipi Youngi dicium oleh seorang namja. Siapa namja itu?. Berani sekali dia mencium Youngi!.

“Youngi..”

Aku segera menghampiri mereka berdua. Semburat merah telah menghiasi pipi Youngi.

“Donghae oppa.”

“Nuguseyo?” tanyaku sambil menunjuk ke arah namja di sebelahnya.

“Emm…dia namjachinguku. Cho Kyuhyun.”

“Annyeong haseyo.. Cho Kyuhyun imnida. Senang bertemu denganmu hyung.”

“Annyeong haseyo..Lee Donghae imnida.”

“Kenapa kau tidak pernah cerita kalau sudah memiliki namjachingu?”

“Emm….” Youngi tidak bisa menyembunyikan kegugupannya saat mendengar pertanyaanku.

“Hyung, kami baru jadian hari ini,” sahut Kyuhyun.

“Oh..Arraseo. Aku pergi dulu.”

“Oppa, mau balik lagi ke kantor?”

“Ne~. aku hanya mengambil laporan keuangan yang tertinggal.”

“Hati-hati!” ujar mereka serempak.

“Cho Kyuhyun, jaga adikku baik-baik,” pintaku sebelum pergi.

“Ne. Aku akan menjaga Shin Hyun Young.”

Aku merasa langkahku begitu berat. Seharusnya aku bahagia melihat dongsaengku sudah mendapatkan namjachingu. Tapi perasaanku berkata lain. Sakit sekali melihat ada namja lain yang sudah mengantikan posisiku untuk melindunginya. Aku cemburu melihatnya bersama namja lain.

TBC

 

Credit : http://nyit2bininyatabi.wordpress.com/

 
9 Comments

Posted by on January 30, 2012 in chapter, fanfiction, freelance

 

Tags: ,

9 responses to “(Freelance) Love Is Simple Part 1

  1. shilla_park

    January 30, 2012 at 9:03 pm

    saudara ipar udah ane post ye..hehe
    oya, itu donge kasian amat.. drpd ga sama youngi mending ama aku aja bang… lg nyari namja wat jd bahan slingkuhan ni.. *plakk*
    kyu dr dl emang bener2 epil dah.. *geleng2*

     
    • nyit2bininyatabi

      February 1, 2012 at 6:54 pm

      hehe..gomaweoo #hug shilla
      habis mukanya donghae melas (?)..
      ==’ itu apa deh pake acara nyari selingkuhan..kkk
      heemm ud dr orok (?)

       
      • shilla_park

        February 1, 2012 at 8:20 pm

        lg mau nambah koleksi slingkuhan ni nyit.. wkwkkw😀

         
      • nyit2bininyatabi

        February 10, 2012 at 11:53 am

        iyaaa😀
        aku ud g namabh ngurus 4 suami aja ribet

         
  2. Hyon Woo Song

    January 31, 2012 at 1:55 pm

    Kyuhyunnnnn….
    Donghae jangan cemburu ahhh…sama Aku aja..lumayan tambah simpenan..kkkk~
    Tunggu part berikutnya…♥~

     
    • nyit2bininyatabi

      February 1, 2012 at 6:55 pm

      hihihi…banyak bngt yang bersedia mengambil donghae (?)
      ndee gomaweo ud baca n komen ^__________^

       
  3. merry yohana

    February 8, 2012 at 3:52 pm

    apakah donghae suka sm young ah?(huweee namanya sm ama nama korea sy, cm shin nya di ganti jadi park) kyu koq seeanaknya sendiri ngambil keputusan sih, magnae memaksakan kehendak, hae sabar banget jadi oppa, kalo begini berarti namanya cinta segi kotak kotak? (maksudnya cinta segi tiga)hehehehe…

     
    • nyit2bininyatabi

      February 10, 2012 at 11:52 am

      jeng jeng mari kita tebak ==’
      masalahnya kl g maksa bin seenaknya sendiri ntar kyu g bisa dapetin younji..muahahaha
      yah d anggap perjuangan dikit lah..
      iyaa hae memng sudah ditakdirkan agak melas (?)

       
  4. kiky'rhin yhun yoo

    March 10, 2012 at 9:38 am

    jiahhhh nama nya sama seperti nama korea ku tapi beda dikitt
    dia shin hyu young sedangkan aku hin hyun yyo … #gakk da yg tanya
    certanya kerennnn ……🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: