RSS

(Freelance) Love Is Simple Part 2 [ENDING]

04 Feb

Author : nyit2

Genre   : Romance, Family.

Rating   : PG -15

Lenght  : Two Shot

 Main Cast     :

  • Shin Hyun Young
  • Lee Donghae
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Park Hyo Jin

 

__________

FLASHBACK

“Oppa, kau belum tidur?” tanyanya saat melihatku masih tetap terjaga di depan TV, padahal sudah hampir jam 12 malam.

“Aku tidak bisa tidur, kau sendiri kenapa belum tidur?.”

“Aku haus.” Gadis itu memperlihatkan sebotol air mineral yang dibawanya dari dapur. Dia menghampiriku di sofa lalu ikut duduk bersamaku.

“Oppa, Appa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?”

“Tentang?”

Aku mengalihkan perhatianku dari film yang sedang kutonton. Wajahnya terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya, melihatnya seperti itu malah membuatku semakin penasaran.

“Apa kau menyetujui hubunganku dengan Kyuhyun Oppa?”

 “Tentu saja aku menyetujuinya,” dustaku.

“Hah..aku pikir Donghae Oppa tidak suka dengan kehadiran Kyuhyuh Oppa. Syukurlah, aku bisa sedikit tenang mendengarnya.”

“Bukankah kau sudah sering menanyakan masalah ini padaku. Kenapa terus menanyakannya lagi?”

“Aku takut kau tidak bersungguh-sungguh dengan ucapanmu yang kemarin, makanya aku bertanya kembali.”

“Dasar. Kalian sudah mendapatkan restuku!”

“Gomaweo. Donghae Oppa memang yang terbaik!”

“Cih..kau memujiku jika ada maunya saja. Youngi~ya, Apa yang akan kau lakukan jika aku menghilang dari hadapanmu?”

Yeoja itu terkesiap mendengarkan pertanyaanku yang tiba-tiba. Dan mungkin saja berada di luar bayangannya.

“Aku akan  menahanmu di sampingku. Bukankah kau berjanji akan selalu bersamaku.”

“Kalau aku menolak?”

“ Aku  yakin bahwa Donghae Oppa pasti akan kembali padaku.”

“Kenapa kau sebegitu yakin akan hal itu?”

“Karena aku mempercayai semua janji yang kau buat dulu. Dan aku akan melepaskanmu jika sudah ada seseorang yang pantas mendampingimu. Lagipula ada apa denganmu?. Kenapa menanyakan pertanyaan aneh seperti itu?. Kau tidak berniat meninggalkanku kan?.”

“Tidak. Aku hanya ingin tahu saja.”

Kenapa kau mengikatku begitu kuat di sisimu?. Dengan begini aku akan semakin sulit melepaskan diri darimu.

“Youngi~ya…”

FLASHBACK END

_____

Seminggu terakhir ini pikiranku benar-benar suntuk, bayangan kebersamaan mereka terus saja menggangu pikiranku.

Sejak kemarin aku berangkat lebih cepat dan tidak menghabiskan waktu sarapanku bersamanya seperti biasa. Bahkan aku mulai memilih untuk menyibukan diriku dengan pekerjaan.

Dengan terburu-buru aku keluar dari kamar. Aku melewati meja makan dimana yeoja itu sudah menungguku di sana dengan berbagai jenis makanan kesukaanku.

“Oppa, ayo sarapan dulu!”

“Tidak. Aku sudah hampir terlambat ke kantor.”

“Masih jam 7, bukankah biasanya kau masuk kantor jam 7.30?”

“Bukan urusanmu!”

“Oppa..”

Aku bisa merasakan keterkejutannya. Ya selama ini aku tidak pernah berkata kasar seperti itu. Youngi~ya, aku tidak mempunyai pilihan lain selain menghindarimu. Aku tidak pernah sedikitpun bermaksud untuk mengatakan itu semua.

BLAM!!

_____

YOUNGIE’S POV

Hidupku dipenuhi namja gila bernama Cho Kyuhyun. Ternyata tidak terlalu buruk juga menjadikannya namjachingu. Dia berbeda dengan namja lainnya. Tidak romantis, jahil, dan terkadang suka sekali mencuri ciumanku. Kami bukan pasangan normal seperti yang lainnya. Acara kencan kami tidak romantis jika belum diisi dengan ribut-ribut kecil. Hanya saja dibalik semua keanehan dan kegilaannya, aku tidak perlu meragukan seberapa besar rasa cintanya padaku. Dia selalu berusaha meyakinkanku bahwa hanya aku yang memenuhi ruang hatinya.

Berbanding terbalik dengan kebahagiaanku dalam percintaan. Hubunganku dengan Donghae Oppa menjadi sedikit renggang akhir-akhir ini. Aku merasa dia mulai menjauhiku dan seperti orang asing di hadapanku.

Seperti biasanya aku selalu menyiapkan sarapan untuk kami berdua. Kemarin dia tidak sempat sarapan, katanya ada hal penting yang harus dilakukannya pagi itu. Hari ini aku memasakkan makanan kesukaannya. Aku sudah bisa membayangkan reaksinya saat makan masakanku. Biasanya setelah sarapan dia selalu mengacungkan jempolnya untukku dan ditambah pujian-pujian yang terkadang menurutku agak berlebihan.

Dengan cepat aku menyajikan masakkanku di meja makan. Tidak lupa aku menaruh susu coklat dan putih di atas meja. Aku rasa semuannya sudah lengkap dan sempurna. Dan aku memilih duduk menunggunya di meja makan. Tidak lama kemudian Donghae Oppa keluar sambil membawa tas kerjanya.

“Oppa, ayo sarapan dulu!”

“Tidak. Aku sudah hampir terlambat ke kantor.”

“Masih jam 7, bukankah biasanya kau masuk kantor jam 7.30?” tanyakku bingung.

“Bukan urusanmu!” bentaknya.

“Oppa..”panggilku lirih. Aku terkejut sekali mendengarnya membentakku. Donghae Oppa yang kukenaal tidak pernah berprilaku seperti ini padaku. Bahkan dia tidak mau melihat ke arahku dan lebih memilih berlalu.

BLAM!!

Dia keluar lalu membanting pintu apartement. Aku merasakan mataku mulai memanas, air mataku keluar tanpa bisa kutahan lagi. Sebenarnya ada apa dengan Donghae Oppa?

_____

Kejadian pagi tadi benar-benar membuatku tidak bersemangat untuk kuliah. Aku masuk ke dalam kelas dengan langkah berat. Di sana sudah menunggu sahabatku, Hyo Jin melambaikan tangannya ke arahku dengan senyum ceria yang selalu menjadi ciri khasnya. Aku hanya tersenyum hambar dan berjalan mendekati bangku kami.

“Kau terlihat aneh hari ini?” tanyanya penuh selidik.

“Mollayo,” sahutku malas sembari menaruh tasku di atas meja. Aku merebahkan kepalaku di atas meja, rasanya kepalaku mulai pusing memikirkann ini semua. Tiba-tiba Hyo Jin menyentuh dahiku dengan punggung tangannya.

“Young-ah, apa kau sakit? Tapi badanmu tidak panas?”

“Aku tidak sakit, tapi di dalam yang sedang terluka.”

“Mau bercerita padaku?. Aku siap mendengarkan semuanya.”

Aku menatap wajah sahabatku yang tersenyum. Dengan malas aku mengangkat kepalaku, aku melirik sekilas jam tanganku. Sepertinya masih ada waktu 10 menit lagi untuk bercerita.

“Emm.. aku merasa sikap Donghae Oppa berubah akhir-akhir ini. Dia bahkan membentakku tadi pagi. Kau tahu sendiri kan dia tidak pernah melakukan itu padaku.”

Aku menghembuskan nafasku yang terasa berat. Sementara itu, Hyo Jin malah mengerutkan keningnya mendengar ceritaku. Tangannya menggengam erat tanganku seolah mencoba untuk memberikan ketenangan padaku.

“Young-ah, cobalah untuk berpikir positif. Mungkin saja Donghae Oppa sedang sibuk dengan pekerjaannya. Terkadang kondisi seperti ini bisa membuat seseorang merasa tertekan dan menjadi sedikit lebih emosional dari biasanya.”

“Aku sudah mencoba mengerti dengan perubahan sikapnya. Sepertinya dia sedang marah denganku, seharusnya dia mengatakan padaku jika aku mempunyai kesalahan.”

“Tidak baik berburuk sangka seperti itu. Sekarang lebih baik kau tidak membebani pikiran Donghae Oppa. kalau wajahmu cemberut terus seperti ini, aku berani menjamin Donghae Oppa akan merasa tidak nyaman.”

Perasaanku menjadi sedikit membaik mendengarkan nasihat Hyo Jin. Meski situasi ini agak aneh untukku, tapi aku rasa ada benarnya juga perkataan Hyo Jin. Aku rasa tidak ada salahnya untuk lebih pengertian pada Donghae Oppa.

“Hmm.. aku sudah merasa lebih tenang sekarang. Hyo Jin-ah, Terima kasih. Kau memang sahabat terbaikku.” Aku memeluk tubuh Hyo Jin, dia memang selalu bisa membuatku merasa tenang.

“Aigoo..hari ini kau aneh sekali. Tumben kau memelukku duluan, biasanya selalu aku yang melakukannya lebih dulu,”  gerutunya.

“Ah.. anggap saja itu hadiah dariku.”

“Dasar. Ya sudah lebih baik kita berkonsentrasi dengan kuliah Mr.Park. Aku tidak mau mendapat nilai jelek di mata kuliahnya.”

“Ne~.”

Tepat setelah itu Mr. Park memasuki kelas. Aku berusaha menghilangkan pikiran-pikiran buruk yang menghantuiku sejak tadi. Sekarang saatnya fokus pada kuliah.

_____

KYUHYUN’S POV

Aku menatap bingung gadis di depanku. Tumben sekali dia tidak semangat diajak makan. Padahal biasanya dia paling antusias jika sudah berhubungan dengan makanan.

“ Apa kau sedang sakit?” tanyaku sambil menyentuh pelan keningnya. Yeoja itu menggelengkan kepalanya perlahan.

“Waeyo?”

“Kau terlihat seperti tidak bernafsu untuk makan. Lihat saja, makananku sudah hampir habis sedangkan punyamu setengah saja belum ada.”

“Aku tidak apa-apa. Kau jangan terlalu mengkhawatirkanku.”

“Ya! Shin Hyun Young! Bagaimana mungkin aku tidak khawatir?. Kau tidak menghabiskan makananmu!!”

“Oppa, pelankan suaramu. Apa kau tidak malu menjadi perhatian pengunjung restoran yang lainnya?”

“Berhentilah mengkhawatirkan orang lain. Seharusnya kau mengkhawatirkan kondisimu, aku seperti merasakan ada yang aneh denganmu beberapa hari ini.”

“Mungkin hanya perasaanmu saja. Aku baik-baik saja Cho Kyuhyun!  Jangan ribut lagi, aku akan menghabiskan makanannya.”

Aku tahu dia memaksakan untuk tersenyum. Entah mengapa aku merasa seperti ada yang disembunyikannya dariku. Hah..bahkan sekarang dia belum juga mulai menghabiskan makanannya.

“Kenapa kau belum memakannya?”

“Aku ingin kau menyuapiku,” sahutnya pelan.

“Aish.. ini di restoran, apa kau tidak malu dilihat banyak orang?”

“Aku tidak peduli. Kau tinggal memilih untuk menyuapiku sampai makanan ini habis atau aku tidak mau makan.”

“Astaga.. sepertinya aku sedang berkencan dengan anak kecil,” sindirku.

“Mwoya? Kau bilang aku anak kecil! Ya sudah kau makan sendiri saja. Lebih baik aku pulang!”

Gadis itu beranjak dari kursinya dengan wajah cemberut. Aku hanya tertawa melihat reaksinya yang seperti itu. Sebelum dia meninggalkan meja, aku segera menarik tangannya agar dia kembali duduk di tempatnya.

“Aku rasa kau sudah kembali normal seperti biasanya.”

“Ya! Cho Kyuhyun!”

“Diam. Daripada kau membuang tenagamu untuk berteriak memanggil namaku, lebih baik kau mulai makan sekarang.”

Aku mulai menyuapi seperti permintaannya. Tapi dia suka sekali mempermainaknku, bukannya membuka mulut lebar-lebar dia malah menutup rapat mulutnya.

“Young~ah, aku beri kau waktu 3 detik! Cepat buka mulutmu atau  aku sendiri yang akan membukannya.”

“Shireo!”

Dengan kesal aku meletakan kembali sendok tersebut. Dia harus diberi sedikit pelajaran ala Cho Kyuhyun! Aku bangun dari kursiku lalu memajukan tubuhku hingga wajahku hampir tidak berjarak dengannya. Untung saja meja di restoran ini kecil, jadi tubuhku tidak terlalu sulit untuk menjangkaunya. Nafasnya menerpa lembut wajahku, aku bisa melihat matanya yang membulat sempurna saat hidung kami bersentuhan.

“Kau tidak memberiku banyak pilihan, Nona Shin Hyun Young!” bisikku parau.

Sebelum dia mengeluarkan protesnya, aku lebih memilih untuk membungkamnya dengan ciumanku. Andai saja aku artis, sudah dapat dipastikan foto kami  akan terpampang di halaman depan surat kabar. Aku tidak bisa menghitung ini ciuman keberapa yang kucuri darinya.

Dengan sedikit tidak rela aku melepaskan ciumanku. Saat aku memperhatikan ke sekeliling restoran, hampir semua mata pengunjung tertuju pada kami. Bahkan pelayan yang sedang mengantarkan pesananan pengunjung sampai terdiam di tempatnya. Sementara itu, gadis dihadapanku  masih belum sadar. Syok! Ya aku rasa itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaannya sekarang.

“Young~ah…”

Panggilanku mulai menyadarkannya. Semburat merah menghiasi wajah cantiknya. Aku memang penuh pesona, sampai membuat wajah yeojachinguku bersemu seperti itu.

PLETAK!!

“DASAR MESUM!!”

_____

DONGHAE’S POV

“Donghae Oppa..”

Aku menghentikan langkahku tepat di pintu depan apartement. Dan ketika aku berbalik, gadis itu berdiri di sana dengan segurat kesedihan yang terpancar dari matanya. Dia menatapku seolah meminta penjelasan atas semuanya. Melihatnya seperti itu akan semakin membuatku merasa bersalah. Kedua tangannya menggengam lembut tanganku.

“Katakan dimana kesalahanku! Sampai kapan kau akan menjauhiku?.”

“Aku tidak menjauhimu. Aku sedang sibuk dengan pekerjaan di kantor. Cobalah untuk mengerti pekerjaanku!.

“Cih.. pekerjaan kantor! Aku tahu itu pasti hanya alasanmu saja untuk menghindariku. Sekarang kau selalu pulang dari kantor di atas jam 12 malam, padahal biasanya kau sudah berada di apartement sebelum jam 10 malam. Kau selalu menolak ajakan sarapan dariku, padahal aku sudah memasakan semua makanan kesukaanmu. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?. Apa aku melakukan kesalahan padamu?. Aku lelah kau perlakukan seperti ini.”

Gadis itu mulai terisak, cengkraman tangannya semakin erat di tanganku. Apakah aku sudah begitu jauh menyakitinya?. Aku menghempaskan tangannya begitu saja, terlalu lama berada di sini bersamanya bisa membuat pertahananku hancur. Dengan perlahan aku berbalik  melangkah keluar apartement, tapi sekali lagi dia menahanku dengan memeluk tubuhku dari belakang..

“Jebal! Tidak bisakah kau memberiku sedikit penjelasan?”

Sejujurnya aku ingin sekali memeluk tubuhnya yang bergetar karena menangis. Memeluknya seperti dulu setiap kali dia sedang bersedih. Tapi saat ini keadaan kami berbeda, seperti ada dinding pembatas yang menghalangiku.

“Membiarkanmu masuk dalam kehidupanku adalah kesalahan terbesar,” ucapku kelu.

“Apa maksudmu?”

“Aku lelah berada di sampingmu!”

Perlahan, aku melepaskan pelukannya. Dengan ragu aku meninggalkannya. Aku tidak mau lagi menoleh ke arahnya, aku takut berubah pikiran saat melihatnya menangis.

“Donghae Oppa!”

Aku masih bisa mendengar suaranya memanggil namaku dari dalam apartement kami. Semakin kupercepat langkahku. Berharap suaranya yang menyesakan tidak terdengar lagi.

Ingatan percakapan kami sebelumnya mulai menghantam benakku. Kenapa begitu sulit melakukan ini?. Youngi~ya, aku tidak bisa melakukannya seperti yang kau katakan saat itu.

~FLASHBACK~

“Youngi~ya..”

“Ne~. Apa masih ada yang mau kau ceritakan?”

“Eung.. Aku sedang menyukai seseorang.”

“Mwo?. Siapa gadis beruntung itu?. Kenapa Oppa tidak pernah menceritakannya padaku?.

“Aish, aku tidak punya waktu untuk menceritakannya padamu.

“Aigoo.. Donghae Oppa mulai berani merahasiakan sesuatu dariku.”

“Ya! dengarkanlah ceritaku! Jangan kau potong terus!”

“Iya. Aku akan mendengarkan semuanya.”

“Aku menyukai seorang gadis yang sudah lama kukenal. Dia teman masa kecilku, tapi sampai sekarang kami masih berhubungan baik.  Beberapa bulan yang lalu aku mulai merasakan getaran aneh saat bersamanya. Tapi aku tidak pernah berani untuk mengutarakan perasaanku. Bayangan persahabatan kami yang sudah terjalin begitu lama agak membuatku ragu. Hingga suatu hari aku mendengar kabar dia sudah berpacaran dengan namja lain. Bahkan dia sempat mengenalkanku dengan namjachingunya. Saat itu aku merasa sedih dan terpukul melihatnya dengan namja lain, aku tahu seharusnya sebagai sahabat yang baik harus ikut berbahagia. Namun, hati kecilku sulit sekali untuk menrimanya. Youngi~ya, apa yang harus aku lakukan?”

“Oppa, terkadang segala sesuatu tidak semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita. Ada hal lain yang mungkin tidak bisa kita paksaakan. Seperti perasaan cinta Oppa, belum tentu sahabat Oppa memiliki perasaan yang sama.”

“Aku mengenalnya lebih dulu dari siapapun. Tapi kenapa harus dia yang menempati ruang hatinya?”

“Donghae Oppa, kebersamaan kalian selama ini belum tentu menjamin kebahagiaannya bersamamu.”

“Aku tidak bisa merelakannya.”

“Semakin kau memaksakan perasaanmu, gadis itu akan semakin menjauh dari kehidupanmu. Cobalah untuk melupakannya, kau hanya perlu melakukan sedikit pengorbanan untuk sahabatmu. Aku yakin di luar sana sudah ada gadis terbaik yang disiapkan untukmu.”

“Tapi..”

“Oppa, kau pasti bisa melakukannya. Hwaiting!”

Aku terdiam mendengar nasihatnya. Dadaku terasa sesak sekali seolah terhimpit beban berat. Youngi~ya, kaulah gadis dalam ceritaku.

~FLASHBACK END~

_____

 

AUTHOR’S POV

“Donghae Oppa”

Tubuh gadis itu merosot di lantai. Matannya memandang nanar punggung Donghae yang beranjak meninggalkannya. Gadis itu tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

Perubahan sikap Donghae yang terjadi secara tiba-tiba, membuatnya benar-benar terluka. Bagaimanapun pertengkaran mereka tidak pernah sampai sejauh ini.

Gadis itu masih memanggil nama Donghae berulang kali. Berharap namja itu bersedia kembali dan memeluknya seperti yang biasa dilakukannya.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan terburu-buru dirogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel. Gadis itu berusaha menenangkan dirinya, dihembuskan nafasnya beberapa kali. Setelah dirasakan siap, dia mengangkat panggilan tersebut.

“Yeoboseyo..”

“…..”

“Anio, Ahjumma tidak mengganguku. Aku baru selesai menyiapkan sarapan. Ada apa?”

“…..”

“Kyuhyun Oppa? Kecelakan! Ahjumma sedang tidak bercanda kan?”

“…..”

“Ne~. Aku akan segera pergi ke rumah sakit sekarang. Terima kasih sudah memberitahuku.”

“…..”

PIIP!

Gadis itu bergegas menyiapkan dirinya untuk ke rumah sakit. Pikirannya mulai terbagi antara masalahnya dengan Donghae dan ditambah kecelakaan yang dialami Kyuhyun. Sekarang dia hanya ingin berada di sisi Cho Kyuhyun!.

_____

“Paboya! Aku pikir kau terluka parah!”

“Ya! Jadi kau berharap aku koma! Masih untung aku bisa selamat dan hanya mendapatkan patah tangan kanan serta memar di wajahku!”

“Bukan begitu. Tapi aku takut sekali saat mendapatakan kabar dari Cho Ahjumma.”

“Cih.. Eomma hanya sedikit berlebihan menceritakan keadaanku tadi pagi.”

“Syukurlah…”

Gadis itu menangis bahagia, melihat kekasihnya dalam keadaan sehat. Meski mendapat patah di tangannya, tapi baginya melihat namja itu berteriak-teriak seperti biasanya sudah cukup membuatnya lega.

“Kenapa kau menangis?. Hei, aku masih hidup!”

“Kyuhyun Oppa, bisakah kau tidak membuatku khawatir?.

“Ne~ . Jeongmal mianhaeyo.”

Kyuhyun memeluk tubuh kekasihnya yang masih terisak. Pelukannya tidak terlalu erat karena terhalang tangan kanan Kyuhyun yang dipasang gips.

“Young~ah, Apa kau mencintaiku?” tanya Kyuhyun setelah melepaskan pelukannya.

“Tentu saja. Apa kau meragukannya?. Hanya namja gila sepertimu yang bisa membuatku khawatir setengah mati.”

“Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku minta maaf sudah membuatmu khawatir.”

“Kyuhyun Oppa…”

“Jangan menangis lagi!. Kau membawakan apa untukku?”

“Mianhae.. aku tidak sempat membelikanmu apa-apa. Ya! lagipula mana ada orang yang sempat berpikir untuk membawa sesuatu jika mendengar kekasihnya kecelakaan.”

“Itu kan orang lain. Seharusnya kau sedikit perhatian padaku. Ya sudah sebagai gantinya kau harus memberiku morning kiss.”

“Mwoya?. Otak mesummu masih bagus sekali!”

“Kau tidak mau memberikannya?. Malangnya nasibku, bahkan kekasihku sendiri tidak mau memberiku morning kiss di saat sakit seperti ini. Padahal aku butuh itu agar cepat sembuh.” Namja itu membuat wajahnya sesedih mungkin. Ditolehkan wajahnya yang pura-pura bersedih itu ke arah jendela kamar rawatnya.

Gadis itu merasa kesal dengan sikap kekanank-kanakan Kyuhyun. Ditariknya wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya agar berhadapan dengannya. Perlahan, disentuhkannya bibirnya di bibir Kyuhyun. Tidak lebih dari kecupan ringan.

“Aku sudah melakukannya. Berhenti membuat wajah memelas seperti itu. Tahu akan seperti ini jadinya, aku akan mencegah Cho Ahjumma keluar dari kamarmu.”

“Eomma sudah ada di rumah sekarang. Aku yang memintanya pulang kalau kau datang. Bukankah kita butuh waktu untuk berduaan?.”

“Dasar.”

_____

DONGHAE’S POV

Hari ini aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Tepat jam 8 aku sudah tiba di apartement. Sepi sekali! Apa mungkin dia sudah tidur?.

“Youngi~ya…”

Aku memanggil namanya tapi tidak ada sahutan darinya. Mungkin dia masih marah denganku. Sepertinya aku harus mandi, tubuhku benar-benar lelah. Saat melangkah menuju kamar aku melewati kamarnya. Aku berhenti di depan pintu kamarnya yang sedikit membuka. Dengan perlahan aku membukanya, hanya ingin tahu dia sudah tidur atau belum. Kosong!

Dimana gadis itu?. Aku menyapukan pandanganku ke sekeliling kamarnya, semuanya masih tertata rapi. Aku memilih untuk menutup pintu kamarnya. Bisa saja dia masih ada urusan, tapi kenapa tidak memberitahuku jika pulang terlambat seperti ini. biasanya dia selalu memberitahuku jika akan pulang terlambat.

_____

Aku menunggunya pulang dengan gelisah. Sudah hampir jam 10 tapi dia belum juga pulang. Sudah kucoba untuk menghubunginya tapi ponselnya dimatikan. Sebenarnya kau pergi kemana?.

CEKLEK!

Aku terdiam saat melihatnya masuk ke dalam apartement. Gadis itu terbelalak melihatku yang sudah berdiri di dekatnya dengan tangan bersedekap di depan dada. Aku benar-benar kesal sekali dengannya.

“Ya! kau ini kemana saja?. Sudah semalam ini baru kau pulang! Aku sudah mencoba menghubungi ponselmu tapi tidak bisa!”

“Apa pedulimu?.Aku pulang malam atau bahkan tidak pulang sama sekali! Bukankah kau bilang sudah lelah berada di sampingku?. Jadi berhentilah ikut campur dengan urusanku!”

“Shin Hyun Young!!” teriakku marah. Gadis itu tersenyum hambar lalu melangkah meninggalkanku.

“Berhenti!” Dia tidak mendengarkan perintahku sama sekali. Langkahnya semakin mendekati kamar.

“Aku bilang berhenti! “

“Oppa, sebenarnya apa maumu?” tanyanya dengan raut wajah putus asa.

“Aku hanya ingin tahu kau pergi kemana seharian ini?. Kenapa tidak mengabariku?”

“Kyuhyun Oppa kecelakaan. Aku menjenguknya tadi pagi lalu berangkat kuliah seperti biasanya. Sepulang kuliah aku kembali ke rumah sakit merawatnya. Ponselku mati dan aku merasa tidak perlu memberitahumu tentang keberadaanku. Bukankah aku hanya beban untukmu?.Aku lelah sekali hari ini. Tolong biarkan aku beristirahat!”

BLAM!!

Aku mengacak-acak rambutku gusar. Kenapa bisa jadi separah ini?.

_____

YOUNG’S POV

Aku membuka mataku yang terasa sangat berat. Kalau boleh memilih di hari minggu seperti ini aku ingin sekali melanjutkan tidurku. Aku teringat dengan  Kyuhyun Oppa yang masih terbaring di rumah sakit. Aish.. namja itu pasti akan membunuhku jika tidak menjenguknya hari ini.

Aku lapar sekali. Sepertinya kemarin aku hanya makan siang di kantin kampus. Lebih baik aku menyiapkan sarapan seadanya, paling tidak bisa mengenyangkan untuk sementara waktu. Donghae Oppa?. Ah. Sudahlah aku tidak mau memikirkannya lagi. Pasti dia sudah pergi entah kemana untuk menghindariku lagi.

Dengan malas aku beranjak dari ranjang. Aku melangkah keluar kamar dengan mata setengah terpejam. Aku berulang kali menguap, sepertinya aku benar-benar kekurangan tidur. Mataku tidak berkedip sama sekali atau lebih tepatnya terkejut melihat pemandangan di meja makan. Di atasnya sudah tersaji dua piring nasi goreng dan dua gelas susu seperti biasanya.

“Good morning, princess!”

Aku melongo melihatnya datang dari arah dapur  sambil membawa omelet dan meletakannya di atas meja makan. Astaga..dia mengenakan celemek milikku!.Aku pasti bermimpi!

“Hei, kenapa malah melamun?. Ayo kita sarapan!”

Donghae Oppa menarik salah satu kursi meja makan dan mempersilahkanku duduk. Aku bingung melihat perubahan sikapnya. Apa kepalanya mengahantam tembok semalam?. Kenapa dia kembali seperti dulu lagi?.

“Aku tahu, pasti banyak yang ingin kau tanyakan. Sekarang kita sarapan dulu, setelah itu kita bicara!”

Aku menuruti perkatannya tanpa protes sedikitpun. Wow…aku tidak menyangka dia bisa membuat nasi goreng seenak ini. Selama ini dia jarang sekali masak, lebih sering aku yang melakukannya.

“Apa rasanya tidak enak?” tanyanya penasaran.”

“Enak sekali. Oppa, Kenapa tidak bilang kalau bisa memasak?”

“Waeyo? Kau mau menyuruhku menggantikanmu memasak kan?”

“Aniyo. Ah..nasi goreng buatanmu benar-benar enak. Aku rasa sedikit lebih baik dari buatanku.”

“Jinjja?”

“Eung..”

Aku tertegun melihatnya tersenyum lebar seperti itu. Dia sudah kembali seperti dulu lagi. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan ini semua. Sekarang aku merasa bebanku mulai sedikit berkurang dengan  hubungan kami yang mulai membaik.

“Jangan lupa diminum susu coklatnya!”

“Ne~.”

_____

Aku menerima kejutan laninnya dari Donghae Oppa. Dia ikut menjenguk Kyuhyun Oppa!. Meskipun kami berdua sudah naik mobil, Donghae Oppa belum mau menjalankannya.

“Youngi~ya. Sebelum kita berangkat, banyak hal yang ingin aku jelaskan padamu.”

“Ne~. Kau memang harus menjelaskan semuanya!”

“Mianhae..seminggu ini aku sudah membuatmu sedih. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya, yang pasti aku baik-baik saja sekarang. Aku hanya ingin kau memaafkan semua sikap burukku akhir-akhir ini. Maaf sudah membuatmu menangis dan khawatir. Youngi~ya, Aku menyayangimu melebihi siapapun di dunia ini.”

Aku memeluk Donghae Oppa, lega sekali melihatnya sudah kembali seperti semula. Aku terkejut mendengarnya sedikit terisak di pundakku. Astaga..dia menangis?. Donghae Oppa dimataku selalu kuat. Aku terakhir melihatnya menangis saat Eomma meninggal.

“Oppa, jangan menangis! Kau tidak salah apa-apa. Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu.”

Aku melepaskan pelukanku dan mengusap air mata di pipinya. Betapa beruntungnya aku bisa memiliki kakak sebaik dia.

“Ah..aku jadi malu menangis di depanmu. Ya sudah lebih baik kita berangakat ke rumah sakit sekarang.”

Donghae Oppa kemudian menjelankan mobilnya. Sedangkan aku menjadi tidak tenang karena sibuk memikitkan penyebab dari masalah ini. Tiba-tiba aku teringat masalah yang pernah diceritakan Donghae Oppa sebelumnya. Apakah karena masalah itu?.

“Oppa, apa aku boleh bertanya yang sedikit pribadi?”

“Tentu saja.”

“Apa sudah selesai masalah dengan sahabatmu yang kau ceritakan dulu?. Apa karena gadis itu kau jadi seperti ini?”

Kulihat wajahnya sedikit menegang mendengar pertanyaanku. Aku bisa mendengar helaan nafasnya yang terasa berat.

“Ne~. Semuanya karena gadis itu,” ujarnya lirih.

“Lalu?”

“Aku tetap tidak bisa mengutarakan perasaanku. Hubungan kami sebagai sahabat seperti mnemberi dinding pembatas yang kuat bagiku. Aku sempat mencoba mengindarinya, bahkan terkadang tanpa sadar perubahan sikapku telah menyakitinya. Awalnya aku tidak yakin bisa melakukan seperti yang kau sarankan dulu. Tapi ternyata memang ini jalan terbaik untuk kami berdua.”

“Berarti kau sudah merelakannya bersama namja lain?”

“Belum menerima sepenuhnya. Aku masih sedang berusaha.”

“Aigoo.. kau harus bersabar! Kau pasti akan mendapatkan yang lebih baik lagi. Oppa, Hwaiting!

Aku menepuk lembut bahunya. Betapa bodohnya aku, seharusnya aku berada di sisinya di saat seperti ini. Aku hanya memikirkan perasaanku tanpa mempedulikannya yang sedang patah hati.

_____

AUTHOR’S POV

“Hyung, Aku tidak menyangka kau berbaik hati membawakanku buah-buahan sebanyak ini.” Wajah kyuhyun terlihat sangat sumringah melihat kedatangan kekasihnya beserta calon kakak iparnya.

“Aku terpaksa membelikannya. Kata Youngi kau akan marah jika tidak dibawakan makanan,” sahut Donghae sembari duduk di dekat ranjang Kyuhyun.

“Young-ah, kenapa kau berkata seperti itu tentangku pada kakak ipar?”

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”

“Ya! Siapa yang bersedia jadi kakak iparmu?!” bentak Donghae begitu mendengar namanya berubah jadi ‘kakak ipar’.

“Aigoo..Donghae Hyung sebentar lagi kita akan menjadi saudara ipar. Setelah kami sama-sama mendapatkan pekerjaan, aku akan segera melamar Hyun Young. Jadi mulai sekarang kau harus membiasakan dirimu dengan panggilan ‘kakak ipar’.”

“MWOYA? KAU MAU MENIKAHI ADIKKU!!!”

“Donghae Oppa, kecilkan suaramu!” Gadis itu mencubit pelan lengan Donghae. Sementara itu Kyuhyun tertawa melihat calon kakak iparnya mendapat hadiah cubitan.

“Donghae Hyung, kau tidak perlu sekaget itu. Aku serius dengan ucapanku tadi. Sebentar lagi kami akan lulus kuliah. Tunggu aku sebagai adik iparmu!”

“Cih..Aku tidak menyangka harus merelakan Youngi dengan orang sepertimu!”

“Waeyo? Apakah aku terlalu mempeseona?”

PLETAK!!

“Aish..kau benar-benar menguji kesabaranku sebagai calon kakak ipar!”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya menerima jitakan dari Donghae. Sementara itu, Hyun Young tersenyum bahagia melihat dua orang yang paling disayanginya begitu dekat.

_____

DONGHAE’S POV

Aku meninggalkan kamar rawat Kyuhyun dengan langkah yang terasa ringan. Youngie memilih untuk menemani Kyuhyun. Sekarang bebanku mulai sedikit berkurang. Melihat mereka tersenyum bahagia membuatku merasa malu karena hampir saja menghancurkan hubungan mereka. Sepertinya aku mulai bisa mempercayakan Youngie pada Cho Kyuhyun. Ya meskipun Kyuhyun terlalu berisik dan cerewet, aku rasa dia cukup baik dan bisa diandalkan.

Kemarin malam, setelah kami bertengkar aku terus merenung di dalam kamarku. Memikirkan jalan terbaik untuk kami. Kemudian pesan Eomma sebelum meninggal kembali terngiang di dalam benakku.

“Donghae-ya, jagalah Youngie baik-baik. Perlakukanlah dia seperti dongsaeng kandungmu. Eomma percaya padamu.”

Takdir kami sebagai saudara sulit tergantikan. Dan aku rasa sedikit berkorban untuk orang yang paling kau sayangi tidaklah terlalu buruk.

Eomma aku akan berusaha menjaga dan  menyanyangi Youngie sebagai adikku. Terima kasih karena telah membawanya ke dalam keluarga kita.

 

-THE END-

 

 

Credit : http://nyit2bininyatabi.wordpress.com/

 

 

 

 

 
4 Comments

Posted by on February 4, 2012 in chapter, fanfiction, freelance

 

Tags: ,

4 responses to “(Freelance) Love Is Simple Part 2 [ENDING]

  1. shilla_park

    February 4, 2012 at 11:41 pm

    ohhh.. poor u hae oppa.. sini2 sama saya aja..
    yah untungnya youngie dpt kyuhyun y meskipun rada epil jg tu orang..
    tp sumpah kasian sama hae.. ahhaha

     
    • nyit2bininyatabi

      February 10, 2012 at 11:49 am

      ==’ pada kasihan ma donghae
      kl kayak gt q juga mau nampung donghae..wkwkwk
      iyaaa lumyanlah dapet kyu (?)
      habis gimana dong mukanya donge emng melas *ditabok bininya

       
      • shilla_park

        February 11, 2012 at 7:10 pm

        donghae mana bisa ditampung..kan dia bukan aer ini.. yg ada dongae butuh aer kan dia ikan (?)

         
  2. kiky'rhin yhun yoo

    March 10, 2012 at 10:32 am

    huaaaaaa kerenn … sampe hampirr nagisss bacanyya #lebayyy
    sroootttttttt…srotttttttt ngelap ingussss (jorokkk)
    keren thooorrrr ………………..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: