RSS

(Freelance) HaeMi Story : Mianhaeyo

29 Feb

  

Title : HaeMi Story : Mianhaeyo

Author : Hyunmi Kim (19 Years Old)

Cast : Lee Donghae

Kim Hyunmi

Choi Minho

Kim Juwon (Hyunmi’s Appa)

Other Cast : Cho Kyuhyun

Han Ji-Hyun

Lee Hyukjae

Cho Minchan & Cho Kyumin

Genre : Comedy Romance

Rating : PG 15

Length : Oneshot

****

Friday, December 23 2011
03:24 PM KST
Kona Beans (Coffe Shop)
Apgujeong- Seoul, South Korea

Donghae’s Pov

Berkali-kali aku meminum kopi pesananku, sembari menunggu Hyunmi yang meminta bertemu disini. Aku melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tanganku untuk kesekian kalinya. Sudah hampir satu jam aku menunggu Hyunmi dan sudah dua cangkir kopi yang aku minum selama aku menunggunya.

Tidak biasanya Hyunmi terlambat jika akan bertemu denganku, dia itu tipe orang yang sangat menghargai waktu walaupun sedikit ceroboh.

Entah ada masalah apa Hyunmi tiba-tiba saja menghubungiku pagi-pagi dan meminta kita bertemu. Memang bukan pertama kalinya, tapi kali ini terasa ada yang berbeda dari nada suara Hyunmi yang terdengar frustasi. Biasanya, jika Hyunmi menghubungiku dia akan mengeluarkan suara-suara manjanya yang membuatku semakin gemas padanya.

Aku menoleh kearah pintu saat mendengar lonceng didepan pintu itu berbunyi, menandakan ada pengunjung yang masuk. Aku menghembuskan nafas lega saat melihat Hyunmi datang. Aku melambaikan tanganku melihat Hyunmi yang terlihat kesulitan menemukanku, maklum saja keadaan disini agak sedikit ramai dari biasanya.

Hari ini dia terlihat sangat manis dengan kemeja birunya dengan cardigan hitam dipadukan dengan skinny jeans dark blue serta sneakers putih kesayangannya. Rambutnya yang kecoklatan, ia geraikan begitu saja sengan poni yang ia jepit kebelakang memperlihatkan keningnya. Aish, mengapa ia berkeliaran dengan dandanan seperti ini? bagaimana jika ada namja lain yang lebih muda dariku yang tiba-tiba menyukainya?

“1 jam lebih 24 menit, nona Kim. Kau kesini naik kura-kura?” ujarku pura-pura ketus. Aku menyipitkan mataku melihatnya yang tak memperdulikan omelanku tadi.

“Menikahlah denganku ahjussi.” Mwoya?! apa yang dia katakan tadi? Aku tidak salah dengar kan? “Menikahlah denganku ahjussi.” Astaga, Kim Hyunmi! Ada apa dengan otaknya? Apa karena terlalu lama tinggal dengan pasangan suami-istri Kyuhyun dan Ji-Hyun dia jadi iri seperti ini?

“Hyunmi-ya, neo gwaenchana?” tanyaku dengan tatapan bingung. Dia balas menatap mataku dengan tatapan yang entahlah, menurutku tatapan itu tatapan yang penuh kelelahan bukan tatapan biasa yang Hyunmi tunjukan padaku. Aku jadi cemas melihatnya seperti ini. “Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu Kim Hyunmi. Kenapa tiba-tiba kau mengatakan masalah itu? kau ada masala..”

“Appa memintaku untuk ikut tinggal bersamanya,” potong Hyunmi cepat. Aku hanya diam menunggunya menyelesaikan apa yang ingin ia ucapkan. “Tapi aku tidak mau. Appa memberikanku syarat agar aku cepat menikah jika aku tetap ingin tinggal disini. Aku bingung ahjussi…” ujarnya dengan nada yang terdengar frustasi.

Aku menghela nafas perlahan dan kembali menatapnya yang kini tengah menundukkan kepalanya, kemudian meraih kedua tangannya dan menggenggamnya.

“Mi-ya, pernikahan itu bukan sesuatu yang main-main. Kita butuh persiapan mental untuk melangkah sejauh itu. aku memang bisa saja menikahimu sekarang juga, tapi apa kau siap menghadapi masalah-masalah yang jauh dari yang kau bayangkan setelah menikah? Aku tau kau belum siap untuk itu. kau masih terlalu muda, dan aku rasa kau masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu, kan?” ucapku merendahkan nada suaraku sambil menatap matanya dalam. Ya, aku memang bisa saja menikahinya sekarang juga. Tapi aku juga berfikir kalau dia masih ingin menghabiskan waktu mudanya dengan bergaul dengan teman-teman sebayanya, bukannya diam dirumah mengurus rumah tangga. Hyunmi itu masih terlalu manja, kadang sikap ‘labilnya’ itulah yang membuatnya menjadi sangat menyebalkan. Tapi aku senang jika ia sudah mulai bersikap manja padaku, dia akan terlihat manis dengan menampakan aegyo nya yang benar-benar sangat menggemaskan.

“Entahlah ahjussi, aku bingung karena appa tiba-tiba saja berkata seperti itu. padahal Kyuhyun oppa tak pernah keberatan aku tinggal dirumahnya,” ucapnya balas menatapku.

Aku tersenyum kecil mendengar ucapannya. “Aku yakin maksud appamu itu baik. Mungkin, dia ingin tinggal bersama putri kecilnya. Memangnya kau tak ingin tinggal bersama appamu?”

Hyunmi menggeleng kecil menjawab pertanyaanku, “Aniyo, tentu saja aku ingin tinggal bersama appa. Tapi aku tak ingin meninggalkan Korea,” mantapnya.

“Eh, waeyo?” tanyaku heran.

“Aku tak ingin berpisah denganmu ahjussi,” polosnya yang sukses membuat wajahku memerah karenanya.

Satu lagi alasan yang membuatku makin menyukainya, sifat polosnya itu yang kadang-kadang sangat keterlaluan membuatnya begitu semakin menggemaskan dimataku. Ada sedikit kecemasan juga sebenarnya, aku takut ada namja yang lebih muda dan tampan dariku akan menyukainya. Bagaimanapun Hyunmi itu masih sangat muda dan pantas mendapatkan namja yang seumuran dengannya, bukannya namja yang 6 tahun lebih tua darinya.

Aku menghembuskan nafasku perlahan mencoba menghilangkan sedikit kegugupanku, lalu mengacak rambut panjangnya gemas. “Aigoo… kau ini,” ucapku. “Apa tak ada syarat lain selain menyuruhmu menikah?”

“Eobseyo, ahjussi. Appa hanya mengajukan syarat itu,” keluhnya, “Jadi ahjussi mau menikah denganku atau tidak?” tanyanya mulai tak sabar.

“Eh.. itu.. aku..” ucapku bingung sembari menggaruk tengkukku. Aish, Lee Donghae babo! Aku harus menjawab apa?

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Hyunmi langsung bangkit berdiri dan mulai berjalan meninggalkanku. “Kalau ahjussi tidak mau, aku akan menikah saja dengan Choi Minho!” ketusnya sebelum keluar dari Coffe Shop ini.

“Yak! Kim Hyunmi!”

****
Friday, December 23 2011
09:00 PM KST

Donghae’s Apartemen
Kangnam-Seoul, South Korea

Choi Minho, namja jangkung teman Hyunmi yang pernah aku temui itu kan? Aish, dia kan sangat tinggi jauh lebih tinggi dariku, bagaimana kalau Hyunmi benar-benar akan menikah dengannya? Bagaimana jika namja yang bernama Choi Minho itu menerima ajakan Hyunmi untuk menikah? Atau jangan-jangan memang Choi Minho itu diam-diam sudah jatuh cinta pada Hyunmi? Andwae!! Itu tidak boleh terjadi!

Berbagai pertanyaan-pertanyaan aneh terus menghantui pikiranku, bagaimana mungkin seorang gadis manja seperti Kim Hyunmi menyita semua perhatianku untuknya. Padahal  mati-matian dulu aku menolaknya, bahkan nyaris membencinya karena dia dengan seenaknya masuk dalam kehidupanku. Aku takut jika dia tiba-tiba saja meninggalkanku setelah membuatku setengah mati mencintainya.

Kim Hyunmi… sebenarnya apa maumu? Apa aku memang harus menuruti permintaannya? Arrghh… kepalaku pusing memikirkan hal ini.

Baru saja aku akan memejamkan mataku, ponsel yang berada dimeja tiba-tiba saja bergetar menandakan ada panggilan masuk. Dengan malas aku berjalan kearah meja untuk mengambil ponselku.

Drrtt.. drrtt…
Juwon ahjussi calling…

Mwo?? Appa Hyunmi? Ada masalah apa malam-malam begini beliau meneleponku? Dengan cepat aku menekan tombol hijau yang ada diponselku.

“Yeoboseyo ahjussi,” ucapku setelah menerima panggilan dari Juwon ahjussi.

‘Yeoboseyo Donghae-ya, kau ada masalah apa dengan Hyunmi?’ tanyanya langsung. Juwon ahjussi memang tidak suka orang yang bertele-tele sama seperti almarhum appaku.

“Mungkin ahjussi. Aku juga tidak mengerti,” ucapku pasrah.

Aku mendengar hembusan nafas berat dari Juwon ahjussi diseberang. ‘Hyunmi mengatakan sesuatu padamu?’

“Ne. Dia… menginginkanku untuk menikah dengannya,”

‘Mwo? Dia mengatakan hal itu padamu?’ tanyanya kaget. Kenapa ahjussi begitu kaget? Bukankah dia yang menyuruh Hyunmi untuk segera menikah.

Aku mengangguk, tapi sedetik kemudian aku sadar jika ahjussi tak melihatku. “Ne, ahjussi. Mungkin dia marah padaku karena aku tak memberikannya jawaban yang pasti,”

‘Ah, keurae. Maafkan putriku yang selalu merepotkanmu Donghae-ya, aku mengajukan syarat seperti itu karena aku sangat menyayanginya,’

“Gwaenchana ahjussi.” Jawabku sambil tersenyum kecil. “Hyunmi juga sangat menyayangi ahjussi. Emm.. ahjussi, bisakah ahjussi mengganti sedikit syarat untuk Hyunmi?” bujukku.

‘Eh, maksudmu?’ tanyanya bingung.

“Mmm.. maksudku begini, ijinkan aku untuk bertunangan dengan Hyunmi. Aku rasa Hyunmi masih belum siap jika harus menikah. Itu juga kalau ahjussi setuju,”

Selama beberapa detik aku tidak mendengar jawaban dari ahjussi, sampai akhirnya Juwon ahjussi berdehem pelan dan berkata. ‘Jinjjayo? Kau mau bertunangan dengan putriku? Aku setuju saja dengan usulmu nak,’ kekehnya. Mau tak mau aku ikut terkekeh karena ucapanku sendiri.

“Tapi aku mohon ahjussi jangan memberitahu Hyunmi dulu, aku ingin memberikannya kejutan dihari ulang tahunnya,” pintaku.

‘Hahaha.. baiklah terserah padamu, nak. Aku sangat mempercayakan putriku padamu,’

“Gamsahamnida, ahjussi.” Ucapku sambil tersenyum kecil.

Trek

Semoga keputusanku tidak salah. Aku mengambil lagi ponselku dan menekan nomor yang sudah aku hapal diluar kepala.

“Umma, aku akan segera bertunangan.”

End Donghae’s Pov

****
Saturday, December 31 2011
07:31 PM KST
Kyuhyun’s Home
Kangnam-Seoul, South Korea

Hyunmi’s Pov

Sudah hampir satu minggu setelah kejadian di Cofee Shop, saat aku dengan nekatnya ‘melamar’ si ikan amis itu. dia dengan seenaknya tidak pernah menghubungiku sama sekali, jangankan menelepon mengirimi aku pesan pun tidak pernah. Terakhir kali dia menghubungiku waktu malam Natal kemarin, dan kalian tau apa isi pesannya?

‘Selamat Natal Kim Hyunmi.’
Dia hanya menuliskan satu kalimat itu, tanpa menanyakan kabarku dan tanpa berusaha menjelaskan sesuatu yang terjadi diantara kami berdua. Kekasih macam apa dia! Cish, dasar ahjussi tua tak tau diri!

Hah, sepertinya memang aku harus benar-benar mengikuti ajakan appa untuk tinggal bersamanya. Lagipula untuk apalagi aku disini, sedangkan alasan yang membuat aku bertahan mati-matian untuk tetap tinggal di Korea pun sudah tidak memperdulikanku lagi.

Aku melirik sadis boneka Nemo disebelahku, lalu mengambilnya dan menariknya kasar.

“Dasar ikan amis jelek!!!” umpatku pada boneka yang aku jadikan pelampiasanku malam ini. “Kau tau aku hampir gila karena merindukanmu?” aku menghapus air mataku yang seenaknya keluar dengan kasar. Lagi, aku menangis karenanya. “Baboya, aku merindukanmu..” aku memeluk boneka Nemo yang sempat aku ‘siksa’ tadi, kemudian memeluknya erat.

Aku sadar aku memang masih terlalu kekanakkan dan manja untuk menjalani sebuah pernikahan. Tapi bisakah dia menjawab pertanyaanku waktu itu? aku sudah sangat siap apapun jawaban yang keluar dari mulutnya, setidaknya aku akan merasa sangat lega karena sudah mendapatkan kepastian darinya. Dan bisa meninggalkannya dengan tenang tanpa ada beban walaupun aku yakin aku tak akan pernah sanggup jauh darinya. Tapi apa yang ia katakan? Eobseyo, dia tidak mengatakan apapun.

Tok.. tok…

Aku langsung menghapus air mataku cepat saat mendengar ketukan pintu kamarku.
“Masuk,” ucapku parau sambil duduk bersandar diranjang. “Onnie..” ucapku pada saat Ji-Hyun onnie masuk dengan senyum khasnya.

“Annyeong, adik sepupu.” Sapanya sambil duduk disebelahku.

“Kapan onnie pulang?” tanyaku. Kyuhyun dan Ji-Hyun onnie memang sejak natal kemarin pergi ke Busan mengunjungi Cho ahjussi dan ahjumma. Aku kira mereka benar-benar akan menetap di Busan, soalnya kemarin Hyukjae oppa datang kerumah dia bilang Kyuhyun oppa dan Ji-Hyun onnie ingin tinggal di Busan. “Hyukjae oppa bilang, onnie dan oppa akan tinggal di Busan? Kalian tega meninggalkanku?” rajukku.

Ji-Hyun onnie tersenyum, mengacak rambutku gemas. “Karena kami memang tak tega meninggalkanmu sendirian,” godanya. ”Lagipula besok kan hari ulang tahunmu, hmm..” tambahnya. Aku terkekeh kecil mendengar ucapan Ji-Hyun onnie, aku memang sangat dekat dengan mereka. Karena memang sejak kecil aku tinggal bersama keluarga Cho, kakak dari ummaku. Sementara appa menetap diluar negeri untuk mengurus bisnis keluarga.

Aku kenal dengan Ji-Hyun onnie saat aku duduk disekolah menengah atas, saat itu Ji-Hyun onnie sering main kerumah bersama Kyuhyun oppa karena mereka bersahabat dari SMP. Oleh karena itu aku sangat dekat dengan Ji-Hyun onnie, tapi aku juga dekat dengan Eunsoo onnie sebelum onnie meninggal. Kyuhyun oppa benar-benar beruntung memiliki istri hebat seperti mereka berdua.

“Keponakanku tersayang eodie, onnie?” aahh, aku rindu sekali dengan Minchan dan Kyumin. Mereka berdua itu sangat lucu. Apalagi si kecil Kyumin yang sekarang semakin gemuk.

“Dibawah bersama appanya,” singkat Ji-Hyun onnie. “Kajja, kita kebawah. Mereka pasti merindukanmu,” tambahnya sambil menarik tanganku untuk bangun dari dudukku.

****

“Ahjumma..!!”  mwoya? Minchan memanggilku ahjumma?

“Yak! Bocah nakal! Sejak kapan kau memanggilku ahjumma,” protesku tak terima. Enak saja, aku ini masih terlalu muda untuk dipanggil ahjumma.

“Mmm.. sejak Kyumin lahir. Lagipula kata appa, Hyunmi nuna sudah tidak pantas untuk dipanggil nuna,” polosnya. Sudah aku duga, pasti ajaran dari appanya yang setengah setan itu.

Aku melirik tajam pada Kyuhyun oppa yang sedang tersenyum tanpa dosa padaku.
“OPPA!!” pekikku. Demi tuhan, kenapa Ji-Hyun onnie bisa tahan bersamanya.

“Eiy, Kim Hyunmi besok umurmu akan bertambah satu tahun. Jadi wajar jika Minchan memanggilmu ahjumma,” belanya sambil duduk disebelahku. Aku hanya menggembungkan pipiku kesal, selalu saja aku kalah jika harus berdebat dengannya. “Kim ahjussi, eodie?”

“Appa pergi ke Mokpo, dia bilang ada urusan pekerjaan disana. Besok baru kembali untuk merayakan pesta ulang tahunku,” jawabku cepat, “Padahal tahun ini aku tidak ingin merayakannya,” tambahku.

“Eh, waeyo?” tanya Ji-Hyun onnie yang entah sejak kapan sudah berdiri disamping Kyuhyun oppa dengan Kyumin yang ada digendongannya.

Aku mengangkat bahuku tak peduli, “Entahlah, onnie. Aku rasa tidak ada yang spesial di tahun ini.”

Aku melihat Kyuhyun dan Ji-Hyun onnie saling memandang satu sama lain kemudian tersenyum aneh padaku. Aku hanya memandang kedua pasangan itu bingung.

“Besok akan ada kejutan besar untukmu, Mi-ya. Benarkan yeobo,” ucap Ji-Hyun onnie semangat diikuti anggukan dari Kyuhyun oppa.

“Ne, jagi. Aku berani taruhan jika ulang tahunmu kali ini adalah ulang tahun yang paling berkesan seumur hidupmu,” kekeh Kyuhyun oppa.

“Terserah kaliah,”

Kejutan? Aku sudah tidak perduli lagi dengan yang namanya kejutan. Aku hanya ingin ahjussi jelek itu hadir di pesta ulang tahunku kali ini, hanya itu. aku juga tak perduli jika dia tak memberikanku kado sekalipun, yang aku harapkan hanya sosoknya yang hadir besok malam. Semoga.

End Hyunmi’s Pov

****
08:50 PM KST
Kyuhyun’s Home, Kyuhyun’s Pivate Room
Kangnam-Seoul, South Korea

Author’s Pov

“Hah.. aku sudah tidak sabar melihat ekspresi Hyunmi besok malam,” ucap Kyuhyun yang kini tengah berbaring diranjang. Ji-Hyun yang sedang duduk dimeja rias yang membelakangi suaminya itu langsung menoleh dan tersenyum kecil menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Aku juga. Akhirnya Donghae oppa serius juga dengan Hyunmi.” Balas Ji-Hyun sembari meletakkan cream malamnya, kemudian berjalan kearah ranjang dan berbaring disamping Kyuhyun.

Kyuhyun menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua, kemudian menarik Ji-Hyun kedalam pelukannya. Ji-Hyun membalas pelukan Kyuhyun dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Kyuhyun dan membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya.

“Hangat,” gumam Ji-Hyun, sambil menghirup aroma khas dari suaminya.

Kyuhyun terkekeh pelan, membelai rambut istrinya kemudian menciumi tengkuk istrinya berkali-kali membuat geli Jihyun, karena sensasi basah dari bibir Kyuhyun ditengkuknya.

“Kyu.. hentikan,” rengek Ji-Hyun manja. Sambil menahan bibir Kyuhyun dengan telapak tangannya. “Kenapa kau suka sekali menciumi tengkukku? Kau tau, rasanya sangat geli.”

Kyuhyun kembali terkekeh dan mencium bibir istrinya singkat. “Entahlah. Seluruh bagian tubuhmu itu terlalu menggoda. Membuatku semakin ingin menyentuhnya,” ucap Kyuhyun asal.

“Dasar yadong!” kekeh Ji-Hyun, lalu menjepit hidung mancung suaminya. “Sudah larut, tidurlah.” Ucap Ji-Hyun lembut menatap Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk kecil dan kembali menarik Ji-Hyun dalam dekapan hangatnya.

****
Sunday, January 1 2012
02:42 PM KST
Konkuk University
Seoul, South Korea

Hyunmi langsung menelungkupkan wajahnya diatas meja, setelah Profesor Kang Hwamin selesai memberikan mata kuliahnya hari ini. sudah tiga hari Hyunmi bersikap seperti itu, jika jam mata kuliahnya berakhir. Minho yang gemas melihat tingkah sahabatnya itu langsung menarik rambut panjang Hyunmi dengan jahil.

“Minho-ya, aku sedang tidak ingin bercanda denganmu.” Tukas Hyunmi ketus tanpa mengangkat wajahnya dari atas meja.

“Aku kira kau sudah mati, padahal aku baru saja akan menghubungi appamu untuk menyiapkan tanah untuk pemakamanmu.” Santai Minho. Hyunmi langsung mengangkat wajahnya kemudian memandang Hyunmi malas, sedetik kemudian dia kembali membenamkan wajahnya diatas meja.
“Yak, waegeurae? ? Jangan bilang kalau appamu yang super kaya itu tidak memberimu uang saku lagi. Mmm.. ani. Juwon ahjussi tak sepelit itu, tidak seperti kau.” Celoteh Minho, Hyunmi hanya diam mendengarkan celotehan yang menurutnya sama sekali tak penting keluar dari mulut sahabatnya.
“Aah, bahta. Kau sedang bertengkar dengan Donghae ahjussimu itu kan? Karena kau terlalu cemburu pada sekertarisnya yang lebih cantik dan seksi darimu. Atau kau hhmmmppphhh….”  Hyunmi langsung membekap mulut Minho dengan tangannya, karena sedari tadi teman-temannya yang masih berada di dalam kelas terus memperhatikan mereka berdua. “Lephh.. hhaaskhhan,” ucap Minho tak jelas sambil memukul-mukul tangan Hyunmi yang masih membekap mulutnya.

“Arra, arra. Asal kau janji untuk berhenti bicara.” Ucap Hyunmi santai. Minho mengangguk patuh bersamaan dengan Hyunmi yang melepaskan tangannya.

Wajah Minho sudah memerah karena hampir saja kehabisan nafas, “KIM HYUNMI!! KAU MAU MEMBUNUHKU, HAH!!!” kesal Minho menjitak kepala Hyunmi.

“Awww… appo. Yak, Choi Minho. Kalaupun aku berniat membunuhmu, aku tak akan membunuhmu dikampus ini. Yang ada aku yang terbunuh karena ulah fans-fans gilamu itu.” tukas Hyunmi.

Minho membulatkan matanya, “Mwo? Dosa apa aku punya sahabat sepertimu,” keluh Minho dengan nada yang dibuat-buat. Sontak membuat Hyunmi tertawa lepas mendengar nada menjijikan yang baru saja keluar dari mulut sahabatnya, “Hyunmi-ya nanti malam kan hari ulang tahunmu, kenapa wajahmu kusut begitu hah? Kau takut umurmu akan menjadi tua?” cibir Minho.

“Huaahh…. Choi Minho!!! Kau tau, ikan amis itu tidak pernah menghubungiku sama sekali sejak kejadian memalukan di Café  beberapa hari yang lalu,” tutur Hyunmi. Minho memang sudah mengetahui masalah Hyunmi dengan Donghae beberapa hari ini. tapi dia baru tau jika Donghae tidak pernah menghubunginya sama sekali, Minho tau jika sahabatnya ini terkadang masih sangat labil menghadapi masalah. Wajar jika Donghae bersikap seperti itu, siapa yang tidak kaget jika ada seorang gadis yang tiba-tiba memintanya untuk menikahinya?

“Hahaha… itu deritamu sahabatku tersayang!” kekeh Minho mengejek Hyunmi, Hyunmi memberengut kesal mendengar ucapan Minho. “Aku pulang duluan, bye.” Pamit Minho sebelum mendengar amukan Hyunmi, meninggalkan sahabatnya yang masih merenungi nasibnya.

“Yak Choi Minho! Nanti malam kau harus datang di hari ulang tahunku bersama Gain!” teriak Hyunmi sebelum Minho jauh berjalan keluar kelas.

Hyunmi menghembuskan nafas pelan, sembari membereskan barang-barangnya dan memasukkannya kedalam tas selempang kesayangannya. Hyunmi bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar ruang kelasnya. Hari ini dia mempunyai janji dengan Ji-Hyun pergi ke salon langganan onnienya itu untuk persiapan nanti malam di hari ulang tahunnya. Hyunmi hanya menurut karena Ji-Hyun mengancam akan membuang boneka nemo kesayangannya.

****
05:00 PM KST
MIZO Esthe Salon
Seoul, South Korea

“Annyeonghaseyo agassi, ada yang bisa saya bantu?” ucap recepsionis itu tersenyum ramah.

“Mmm, aku sudah ada janji dengan onnieku,” ucap Hyunmi sambil tersenyum pada yeoja itu, recepsionis itu memandang Hyunmi bingung sampai Hyunmi menyebutkan nama Ji-Hyun.
“Maksudku aku sudah ada janji dengan Cho Ji-Hyun onnie, apa dia sudah datang?”

Yeoja -recepsionis- mengangguk kecil masih dengan senyumnya. “Ne. Nyonya Cho sudah menunggu anda dilantai 2.”

“Ah, gamsahamnida.”

****
07:30 PM KST
MIZO Esthe Salon
Seoul, South Korea

“Shireo onnie. Aku tidak mau memakai dress pink itu!” protes Hyunmi karena sedari tadi Ji-Hyun memaksa Hyunmi untuk memakai dress berwarna pink itu untuk acara ulang tahunnya.

“Ralat Kim Hyunmi, ini soft pink bukan pink.” Bela Ji-Hyun. “Oh, ayolah. Sebentar lagi Kyuhyun menjemput kita,” Hyunmi masih tetap menggeleng, sampai akhirnya Ji-Hyun meminta salah satu stylish yang memang sedari tadi berdiri disamping mereka untuk membatunya menyeret Hyunmi secara paksa ke ruang ganti.

“Yak! Onnie! Lepaskan! Aish..” pekik Hyunmi saat dia ditarik dengan paksa keruang ganti oleh dua orang yeoja itu. Ji-Hyun tersenyum senang kemudian menyerahkan dress itu ketangan Hyunmi.

“Pakai ini nona Kim. Menurutlah denganku hari ini saja, OK.”

Hyunmi mengerucutkan bibirnya kemudian dengan terpaksa mengganti baju santainya dengan dress pink pilihan Ji-Hyun. Ji-Hyun menunggu Hyunmi didepan pintu ruang ganti dengan ponsel ditangannya menunggu balasan pesan dari Kyuhyun yang sedang dalam perjalanan menjemput mereka berdua ke salah satu ballroom hotel tempat dirayakannya ulang tahun Hyunmi.

Selang beberapa menit kemudian, Ji-Hyun tersenyum puas melihat Hyunmi yang sudah memakai dress pilihannya itu. dress tanpa lengan dengan panjang sebatas lutut membalut tubuh Hyunmi dengan sempurna ditambah heels berwarna senada, dengan make up tipis dan rambut yang dibiarkan tergerai menutupi bahunya yang memang sedikit terbuka.

“Hey, mana senyummu?” kekeh Ji-Hyun yang melihat Hyunmi masih mengerucutkan bibirnya karena kesal. Ji-Hyun bingung bagaimana ada seorang gadis yang tidak menyukai warna pink? Biasanya gadis manja seperti Hyunmi, kebanyakan pasti akan menyukai warna-warna lembut beda dengan Hyunmi. Dia akan lebih memilih warna maroon dibanding pink.

“Onnie.. warna ini benar-benar menjijikan,” keluh Hyunmi sembari melihat penampilannya sendiri dari atas sampai bawah. “Lagipula ini kan hanya hari ulang tahunku. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya,”

“Terserah kau saja. Yang jelas malam ini kau harus terlihat sempurna.” Ucap Ji-Hyun tak mau kalah. “Kajja, Kyuhyun sudah menunggu kita diluar.”

End Author’s Pov

****
08:00 PM KST
Gangnam Artnouveau City
Kangnam-Seoul, South Korea

Donghae’s Pov

Ballroom hotel mewah yang terletak dikawasan Kangnam inilah yang menjadi tempat acara pesta ulang tahun Hyunmi. Terlalu berlebihan menurutku hanya untuk acara pesta ulang tahun, dan aku yakin Hyunmi tidak akan menyukai acara ini. karena kebanyakan tamu yang datang adalah rekan bisnis appanya, aku jamin anak itu pasti akan mati bosan jika harus berlama-lama ditempat ini.

Kemana bocah itu? kenapa lama sekali? Kyuhyun bilang mereka sedang berada dalam perjalanan kesini. Aku hampir gila karena terlalu lama merindukannya. Aku melirik umma dan hyung ku yang sedang mengobrol akrab dengan keluarga Kyuhyun. sedangkan appa Hyunmi sibuk menemui rekan-rekan bisnisnya.

Aku meremas tanganku tegang saat pintu besar ballroom ini perlahan-lahan mulai terbuka, dan nampaklah dua orang yeoja dan satu orang namja yang tengah menggandeng anak kecil berjalan dengan senyum yang terukir diwajahnya. Yah, mereka datang. Kim Hyunmi, Cho Ji-Hyun, Cho Kyuhyun dan putranya Cho Minchan.

Bocah manja itu masih menundukan wajahnya sampai akhirnya Ji-Hyun mencubit lengannya pelan, membuatku mau tak mau tersenyum kecil melihat tingkah mereka. Hari ini Hyunmi terlihat begitu cantik dengan dress itu, walaupun sebenarnya dengan memakai baju apapun dia akan terlihat tetap cantik dimataku. Tapi entahlah, malam ini terlihat berbeda mungkin karena malam ini akan menjadi malam yang spesial untuknya.

Sesaat kemudian mata kami bertemu, aku mencoba tersenyum padanya tapi dia malah memalingkan wajahnya kearah lain. Aku tau dia sedang marah padaku, karena aku tak pernah menghubunginya lagi. Aku akan membayar semua kesalahanku malam ini Kim Hyunmi.

End Donghae’s Pov

****
Hyunmi’s Pov

Aku melihatnya. Aku melihat ikan amis itu diantara banyaknya tamu yang hadir malam ini. dia terlihat sangat… tampan, aahh.. kapan dia terlihat jelek dimataku huh? Astaga.. aku ingin sekali berlari dan memeluknya, mengatakan kalau aku sangat-sangat merindukannya.

Appa tersenyum menatapku kemudian menggandeng tanganku menuju panggung kecil yang tersedia di ballroom ini. aku hanya menatap tamu-tamu malam ini dengan pandangan heran, kalian tau.. tak ada satupun yang aku kenal disini kecuali keluargaku sendiri.

“Appa, kenapa tak ada satupun teman-temanku yang datang?” bisikku pelan pada appa yang hanya tersenyum menjawabku. Aku berdiri disamping appa yang kini tengah berbisik ditelinga Hyukjae oppa yang malam ini bertindak sebagai MC dadakan.

“Hmm, perhatian untuk semua tamu yang hadir,” ucap Eunhyuk oppa, seluruh tamu langsung mengalihkan perhatiannya pada kami. Sesekali aku melirik Donghae oppa yang sejak tadi tak pernah mengalihkan perhatiannya padaku. “Hari ini adalah hari yang spesial untuk Kim Hyunmi, putri satu-satunya dari Kim Juwon sajangnim. Hari ulang tahun sekaligus hari pertunangan Kim Hyunmi dengan namja pilihan appanya.”

Mworago?! Bertunangan? Nugu?

Aku menatap appaku bingung kemudian bergantian menatap Kyuhyun dan Ji-Hyun onnie yang sedang tersenyum jahil padaku. Aish, apa-apaan ini! menyebalkan!

“Kim sajangnim, ada yang ingin anda sampaikan?” tanya Eunhyuk oppa sembari menyerahkan microphone pada appa. Aku hanya menunduk pasrah kali ini, aku tidak mungkin lari sekarang. Setidaknya Aku tidak ingin membuat appa malu didepan rekan bisnisnya.

“Hari ini memang hari yang spesial untuk putri kesayanganku ini,” appa mengusap rambutku lembut, aku hanya bisa tersenyum kecut pada appa. Aku mencoba mencari sosok Lee Donghae tapi nihil, dia sudah tidak ada disini. Apa dia sudah pergi?
“Malam ini dia akan bertunangan dengan namja yang sangat dicintainya,” aku mencintai siapa? Aku hanya mencintai satu namja, appa. “Lee Donghae, kemarilah nak!” ujar appa yang membuatku langsung mendongak dan menatap namja tampan yang sedang berjalan santai kearah kami.

Aku sedang tidak bermimpi kan? Kalaupun aku bermimpi, tolong jangan bangunkan aku!

Donghae oppa berdiri disebelahku kemudian menyikut tanganku pelan dan mengerling jahil. Demi tuhan… aku ingin menjambak rambutnya itu saat ini juga. Dia begitu menyebalkan.

“Lee Donghae-ssi sebelumnya ada yang ingin kau sampaikan pada Hyunmi?” ujar Eunhyuk oppa bertanya pada Donghae oppa.

Donghae oppa mengangguk, tersenyum menatapku dan appa bergantian. Perlahan Donghae oppa meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat. Aku masih tak berani menatap wajahnya, alhasil aku hanya menundukan wajahku. Malu. Bagaimana tidak, disini banyak sekali orang dan aku yakin mereka semua kini tengah memperhatikan kami.

“Kim Hyunmi,” ucap Donghae oppa akhirnya. “Aku tau, aku bukan namja yang romantis yang selalu kau impikan. Yang selalu mengumbar kata cinta pada gadisnya. Tapi kau hanya harus mengetahui kalau aku benar-benar mencintaimu, mianhae jika selama ini aku terkesan acuh padamu.”

Aku mendongak dan menatap namja yang baru saja mengucapkan kata-kata yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dia memang jarang mengucapkan ‘saranghae’ padaku bahkan bisa dibilang tidak pernah sama sekali. terakhir dia mengucapkan kata itu, pada saat dia akan kembali ke NY. Satu tahun yang lalu. Aku tidak begitu mempermasalahkan masalah ini, karena aku yakin juika Donghae oppa mempunyai perasaan yang sama padaku.

End Hyunmi’s Pov

****
Author’s Pov

Donghae menghembuskan nafasnya perlahan, kemudian merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna putih dan membukanya perlahan.

“Kim Hyunmi, dihadapan orang tua kita dan para tamu yang hadir malam hari ini…” Donghae menghentikan ucapannya sejenak, menatap Hyunmi tepat kedalam manik matanya. “Aku Lee Donghae. Maukah kau menikah denganku?”

Hyunmi menatap mata teduh  Donghae, berusaha mencari kebohongan dimatanya. Tapi nihil. Yang Hyunmi dapat hanya keseriusan dan kejujuran yang tergambar disana.

“Oppa… aku… emm..” ujar Hyunmi terbata setelah ia memberanikan diri membuka mulutnya. Donghae tersenyum kecil menyadari sesuatu, Hyunmi memanggilnya ‘oppa’ bukan ‘ahjussi’ seperti biasanya.

“Kau tenang saja. Aku tidak akan menikahimu sekarang juga, setidaknya… sampai kau dewasa.” Canda Donghae yang sontak membuat tamu yang hadir tertawa mendengar candaan dari Donghae. Hyunmi memukul bahu Donghae pelan karena malu. “Jadi..?”

Hyunmi menatap appanya meminta pendapat, appa Hyunmi hanya mengangguk dan menunjukan dua jempolnya. Menyetujui apapun keputusan putranya.

“Ne. Aku mau Lee Donghae oppa,” jawab Hyunmi tersenyum malu. Donghae tersenyum manis kemudian menarik Hyunmi kedalam pelukannya. Seluruh tamu yang hadir langsung bertepuk tangan melihat adegan dihadapan mereka.

“Gomawo. Saranghae,” bisik Donghae sembari mengecup puncak kepala Hyunmi lembut.

****

Setelah acara ulang tahun dan pertunangan Hyunmi selesai. Seluruh tamu dipersuilahkan menikmati hidangan yang memang sudah tersedia disana. Hyunmi menemui umma dari Donghae yang sebentar lagi mungkin akan menjadi ibu mertuanya.

Hyunmi sedikit gugup karena baru pertama kali dia bertemu dengan umma Donghae. Tapi kegugupannya langsung hilang saat umma Donghae dengan lembutnya memeluk Hyunmi dan mengatakan bahwa ia percaya menitipkan Donghae pada Hyunmi. Hyunmi terharu mendengar ucapan yang keluar dari mulut umma Donghae, dia begitu merasakan kehangatan seorang ibu yang sudah lama tidak ia rasakan saat disamping umma Donghae.

Donghae umma mulai meceritakan masa kecil Donghae. Donghae kecil yang suka menekan bel rumah tetangganya kemudian langsung kabur setelah melakukannya, sampai akhirnya tertangkap basah oleh tetangganya dan langsung dimarahi. Hyunmi langsung tertawa mendengar cerita dari umma Donghae, dia tidak menyangka namja setampan Donghae bisa berbuat seperti itu waktu kecil.

Obrolan mereka terhenti ketika Eunhyuk mengatakan jika ada satu lagi kejutan untuk Hyunmi dari Donghae. Hyunmi menutup mulutnya kaget melihat Donghae yang kini tengah duduk didepan piano yang tersedia diatas panggung.

Keterkejutan Hyunmi tidak berhenti sampai disini. Hyunmi kembali terpukau melihat Donghae yang mulai memainkan jari-jarinya di tuts piano dan menyanyikan sebuah lagu untuk Hyunmi.

Nan geudaemanui oppa
geudaen namanui yeoja
hangsang ne gyeote isseo julge

Nan geudaemanui oppa
dalkomhan uri sarang
oppan neoman saranghallae

2012nyeon 1wor1il naege on geu nal
hayan nuncheoreom
geu moseup gieokhaeyo nan
jageun geu tteollimmajeodo
naege gidaeeoseo jamdeun geudae
dalkomhan immatchumeul

Saranghae i mal bakken
saranghae i mal bakken
jul ge igeotppuninde

Chang bakke nuni naeryeo
garodeung bulbit arae
geu ane neowa naega isseo

nan geudae manui oppa
geudaen namanui yeoja
oppan neoman saranghallae

[Donghae-First Love]

Tepuk tangan mulai membahana di ballroom hotel ini setelah Donghae dengan apik menyelesaikan penampilannya. Donghae melirik kearah Hyunmi yang sedang menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, Donghae tersenyum kecil lalu mengerling jahil pada Hyunmi.

****
10:30 PM KST
Han River-Seoul, South Korea

Donghae mengajak Hyunmi keluar, setelah acara pertunangan mereka benar-benar berakhir. Dan disinilah mereka sekarang. Sungai Han, yang dengan angkuhnya menunjukan keindahannya dimalam hari.

Musim dingin diawal tahun ini tak menghalangi niat mereka berdua untuk menghabiskan waktu bersama ditepi sungai. Donghae dan Hyunmi duduk diatas kap mobil Donghae dengan satu cup kopi hangat ditangan mereka masing. Tak ada pembicaraan diantara mereka bedua, Hyunmi yang biasanya terlalu banyak bicara kini hanya bisa diam memandang hamparan air sungai yang ada dihadapannya.

Donghae menghembuskan nafasnya berkali-kali, menimbulkan uap kecil yang keluar dari mulutnya. Sedangkan Hyunmi hanya menggosok-gosokkan telapak tangannya mencoba mengurangi rasa dingin yang mulai terasa menjalari tubuhnya. Wajar saja, dia masih menggunakan dress pestanya dan bodohnya dia tak membawa mantel hangatnya.

“Dingin?” tanya Donghae melihat Hyunmi yang mulai bersedekap ringan didadanya.

“Hmm,” gumam Hyunmi mengiyakan. Perlahan Donghae melepaskan jasnya kemudian menyampirkannya di bahu Hyunmi. Hyunmi menoleh pada Donghae yang tersenyum padanya.
“Tapi nanti kau kedinginan,” tolak Hyunmi sambil berusaha melepaskan jas Donghae.

Donghae menghentikan gerakan tangan Hyunmi, dan menggeleng kecil. “Gwaenchana, kau pakai saja. Bajumu terlalu terbuka,” ucap Donghae lembut.

“Ini gara-gara Ji-Hyun onnie yang memaksaku memakai dress ini,” kesal Hyunmi. Donghae tersenyum, mengacak rambut Hyunmi gemas.

Suasana kembali hening, mereka berdua tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Donghae melirik Hyunmi yang tengah memainkan cincin pertunangan mereka sembari tersenyum kecil. Donghae pun ikut tersenyum melihat tingkah Hyunmi.

“Mi-ya,” Hyunmi menoleh menatap Donghae yang kini tengah menatapnya lembut. “Mianhae. Selama ini aku sering membuatmu kesal, pasti kau meresa ragu dengan perasaanku ini kan? Tapi, demi tuhan Kim Hyunmi. Aku benar-benar serius mencintaimu,”

Hyunmi tersenyum kemudian mengulurkan tangannya membelai lembut pipi Donghae.
“Aku percaya padamu… oppa.”

Donghae merengkuh tubuh mungil Hyunmi kepelukannya, mendekapnya erat menyalurkan kehangatan dan kebahagiaan yang kini tengah ia rasakan.

“Gomawo..” lirih Donghae. “Saengil Chukkae Kim Hyunmi… Happy late new year,” tambahnya sembari terkekeh kecil. Donghae melepaskan pelukannya dan merengkuh wajah Hyunmi, kemudian mendekatkan wajahnya pada Hyunmi. Hidung mereka bersentuhan, Donghae mulai memejamkan matanya seakan tau apa yang akan Donghae lakukan, Hyunmi pun refleks langsung menutup matanya. Belum sempar bibir keduanya bersentuhan, tiba-tiba…

Hatchi!!

Suara bersin Kim Hyunmi membuyarkan segalanya. Donghae mengerjapkan matanya saat ‘hujan lokal’ menerpa wajahnya kemudian menatap Hyunmi, yang sedang tersenyum tanpa dosa.

“KIM HYUNMI… KENAPA KAU MERUSAK MOMEN ROMANTIS KITA!!” pekik Donghae mencubit pipi Hyunmi gemas.

“AWWW… YAK! AHJUSSI! SALAH SIAPA YANG MENGAJAK KELUAR MALAM-MALAM DI MUSIM DINGIN SEPERTI INI!!” balas Hyunmi tak kalah keras.

End Author’s Pov

****
END

Ps : FF ini pernah aku publish di salah satu fanpage FB ama blog aku. Dan Hyunmi di FF ini bukan aku, Cuma minjem nama korea aku doang *slap* jadi anggaplah Hyunmi itu kalian. Aku nggak bakal maksain buat komen, cukup kasih aku duit aja *injek* aku boleh promo blog aku nggak? Sepi banget soalnya http://myworldfanfic.wordpress.com/

Buat Shilla onnie… makasih banget udah mau nerima FF abal aku😀

 

 

 

 

 
11 Comments

Posted by on February 29, 2012 in fanfiction, freelance, oneshot

 

Tags: ,

11 responses to “(Freelance) HaeMi Story : Mianhaeyo

  1. shilla_park

    February 29, 2012 at 6:14 am

    oke..sudah saya publish ya..tp sperti judulnya..mianhaeyo juga karna fotonya ga bisa ditampilkan karna kamu ga attach di email sayang..kalo masuk di word aja mah pasti gambarnya kaga bakal bisa dimunculin di postingannya..mianhae..
    donghae ahjusi sudah tidak melajang lagi..wkwkw.. donghae ahjusi bilangin ke siwon ahjusi buat ngasih saya tunjangan bulan ini.. *loh??*😀

     
    • ai :D

      February 29, 2012 at 6:46 pm

      aaahh.. aku lupa attach fotonya, kirain udah. tapi nggak papa lah. pokoknya makasih banget udah mau dipublish….

      tunjangan, mwoya?! hahahaha… onnie-ya, ini kan udh akhir bulan. kenapa masih belum di kasih tunjangan?? pasti Siwon bangkrut deh! *slap*

       
      • shilla_park

        February 29, 2012 at 6:54 pm

        haha ga papalah..
        iya ni siwon lum ngasih tunjangan kesejahteraan bulan ini..mana pengeluaran saya banyak lg..
        Ma Yeobooooooo.. *narik2 baju siwon*😀

         
    • ai :D

      February 29, 2012 at 8:10 pm

      kasian banget sih onn, kemaren waktu ke London kagak di ajak ya hahahaha…. cerein ajah! *provokator*

       
      • shilla_park

        March 1, 2012 at 5:54 am

        ya begitulah.. tp tenang saya ga akan nyerein dia begitu saja.. ntar aja kalo hartanya udah ane keruk smua baru saya cerei… *edisi sinetron*😀

         
  2. LJK~

    February 29, 2012 at 6:56 am

    hahaha
    Keren
    Endingnya lucu
    Kasian hae
    Kena hujan lokal

     
    • ai :D

      February 29, 2012 at 6:47 pm

      iye, kasian banget. padahal udh aku bilangin buat bawa payung #eh

       
  3. kim min ri

    March 18, 2012 at 12:32 pm

    bagus ceritanya..koplak banget ending nya..haha:D

    donghae ahjussi, saranghae..^^

     
  4. Nhing Gee Kimchii

    January 23, 2013 at 12:34 pm

    snengg deh liat ffnya onnie shilla..
    bkin bt aq ilang tiap kali jenuh klo lgi di kantor!!
    ^_^

     
    • shilla_park

      January 23, 2013 at 1:54 pm

      haha tp ini bukan ff buatan ane cin…hehe

       
  5. inggarkichulsung

    September 12, 2013 at 10:47 am

    So sweet finally hyunmi dilamar saat malam birthday party nya Hyunmi donghae opla sekaligus malam pertunangan mereka.. Wlpn di ending scene romantis mrk, Hyunmi nya malah bersin.. hihihi

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: