RSS

Senseless Part 7

11 Mar

WARNING!!

Siwon nista sangat disini.. *menurut saya*..jd yg Siwonest drpd ntar memutilasi saya mending menyiapkan mental aja (?) *grin*

Jujur ya saya sendiri juga ga tega bikin ni ff.. *peluk Siwon*

~Senseless Part 7~

Shilla menatap pantulan dirinya di cermin. Ia menarik napas panjangnya.

Mataku terlihat sangat bengkak.

Ia melihat mata sembabnya. Bukan hal yang aneh sebenarnya kalau semalaman ia habiskan untuk menangis. oke mungkin kata semalaman itu terlalu berlebihan. Yang jelas ia sendiri lelah menangis malam itu.

“We’re not lovers we just…partners”

Shilla menggelengkan kepalanya keras. Kata-kata itu entah kenapa begitu kuat menghantuinya. Seberapa keraspun ia berusaha melupakannya sayangnya kata-kata itu tak mudah dilupakan.

Berhenti memikirkannya Park Shilla. Berhenti menyakiti diirmu sendiri.

Shilla menghela napasnya lagi.

Bersikaplah seolah tak terjadi apa-apa semalam.

Shilla menganggukan kepalanya. Kebiasaan dia memang, bersikap seolah ia tak tersakiti setiap kali Siwon baru saja menyakitinya. Ia hanya tak ingin tunangannya itu melihatnya rapuh. Meskipun sebenarnya Siwon bisa melihatnya, hanya saja lelaki itu terlalu malas untuk peduli.

TAP TAP

Shilla semakin mengatur napasnya ketika ia mendengar bunyi langkah kaki menuruni tangga. Ia sudah tahu betul kalau pemilik langkah kaki itu adalah lelaki yang kerap kali menyakitinya.

Kau harus kuat Shilla-ya. Kalau dia hanya menganggapmu sebagai partner belaka maka kau juga harus bersikap seperti itu.

“Pagi Oppa” sapa Shilla singkat. Ia bubuhkan sedikit senyumnya yang terlihat sedikit dipaksakan itu. Siwon menatap tunangannya itu sekilas. Bisa ia lihat dengan jelas mata sembab Shilla.

Apa aku terlalu berlebihan semalam?

Sedikit rasa bersalah itu menghinggapi Siwon. Selalu bahkan. Tiap kali ia melihat wajah muram Shilla, tiap kali ia melihat mata sembab Shilla. Ia selalu merasakan perasaan bersalah, hanya saja egonya itu terlalu besar untuk meminta maaf.

Tapi gossip murahan itu… it’s pissed me off.

Shilla berusaha mengendalikan perasaannya. Tidak ia pungkiri kalau menatap wajah Siwon kini membuatnya merasakan perih itu.

Kurasa aku seharusnya tak banyak berharap lagi padamu Oppa. Kurasa seberapa besarpun aku berusaha kau tak akan pernah melihatku sebagai seorang kekasih.

Siwon mengamati wajah Shilla yang tiba-tiba berubah murung. Gadis itu menundukkan kepalanya.

Wajah murung itu…God, kenapa aku tak suka melihatnya?

“Ehem..” Siwon bergumam singkat. Membuat Shilla tersadar dari lamunanya dan menatap Siwon. Ia tersenyum lagi. Senyum yang ia paksakan tentu saja.

Senyumnya terasa berbeda. Apa aku begitu menyakitinya?

“Aku berangkat” ucap Siwon dingin. Entahlah kenapa ia tak bisa bersikap sedikit hangat pada Shilla.

“Tidak ingin sarapan dulu, Oppa?” Tanya Shilla. Siwon menatapnya kemudian menggeleng singkat.

“Ani. Ada rapat penting setengah jam lagi, tak akan sempat untuk sarapan” jelas Siwon. Shilla mengangguk paham.

Hanya itu responnya?

Siwon sedikit merasa aneh. Karena biasanya tiap kali dirinya men-skip sarapannya maka Shilla akan kelabakan memaksa untuk membawakan bekal. Ia akan terlihat cemas dan memaksa Siwon untuk sarapan. Meski terkadang respon itu membuat Siwon risih tapi rasanya sekarang sedikit aneh melihat reaksi Shilla yang terkesan datar itu.

Kenapa aku jadi terlalu banyak berpikir aneh?

“Hati-hati di jalan Oppa” ucap Shilla kemudian. Siwon mengangguk singkat. Ia kemudian berjalan untuk membuka pintu, sayangnya ketika ia hendak membuka pintu itu sebuah bunyi bel mengagetkannya.

Ia segera membukakan pintu untuk tamunya. seketika matanya membulat ketika seseorang yang sangat tidak ingin ia lihat berdiri di depan pintunya.

“Anyeong Siwon-ssi” ucap orang itu sopan. Rahang Siwon mengeras melihatnya.

“Ada perlu apa Joongki-ssi?” ucap Siwon dingin. Ia menatap Joongki tajam.

Shilla menolehkan kepalanya ketika ia mendengar nama Joongki disebut oleh Siwon. Ia mengerutkan keningnya sambil berjalan mendekati Siwon.

Sama seperti Siwon, mata Shilla membulat ketika ia melihat sosok Joongki yang berhadapan dengan Siwon.

Untuk apa Joongki Oppa kemari?

Shilla memandang kedua namja itu cemas. Perasaan takut seketika menyelimutinya. Entahlah tapi ia merasa aura yang ditunjukkan Siwon sekarang begitu tidak bagus.

Sudut mata Joongki menangkap sosok Shilla yang kini berdiri di belakang Siwon. Ia tersenyum singkat kearah gadis itu. dan tentu saja itu membuat Siwon menautkan alisnya bingung. Ia menolehkan kepalanya kearah Joongki memandang dan ia mendapati tubuh Shilla yang terpaku di belakangnya.

Berhenti menatap Shilla seperti itu, bodoh!

“Untuk apa pagi-pagi kerumahku Joongki-ssi?” Tanya Siwon. Masih dengan nada dinginnya.

“Hanya ingin meminta ijinmu Siwon-ssi” jawab Joongki. Siwon menatapnya bingung.

“Untuk?”

“Meminjam Shilla”

“Mwo?” ucap Siwon tak percaya. Ia semakin menatap Joongki tajam. Entah kenapa perasaanya menjadi marah sekarang.

“Tenang dulu Siwon-ssi. Aku hanya ingin meminjam Shilla sebentar. Pagi ini akan diadakan  press conference untuk klarifikasi gossip kedekatanku dengan Shilla. Jadi aku meminta ijin untuk membawa Shilla pada conference itu” jelas Joongki. Mendengar kata gossip kedekatan itu membuat darah Siwon tiba-tiba memanas.

Shilla menatap Siwon yang terlihat tengah menahan emosinya itu. kemudian beralih menatap Joongki yang terlihat tenang di depan Siwon. Ia menatap keduanya cemas.

“Kurasa conference itu tak perlu kehadiran tunanganku” ucap Siwon dengan penekanan pada kata tunangan. Joongki tersenyum singkat.

“Aku juga berharap begitu. tapi beberapa pihak mendesak agar menampilkan Shilla juga pada conference itu. hanya untuk klarifikasi.”

“Tak perlu repot. Aku sendiri juga akan mengklarifikasi gossip itu. jadi kau tak perlu meminjam tunanganku” tolak Siwon tegas. Shilla hanya bisa diam mendengarkan kedua argument itu.

“Jebal Siwon-ssi. Lagipula aku janji hanya sebentar. Hanya untuk conference itu, aku janji. Ini juga demi klarifikasi nama baikmu. Aku janji tidak akan melakukan atau mengatakan pernyataan yang menyudutkanmu atau merugikanmu. Conference ini juga nantinya akan menguntungkanmu karena ini juga akan memperbaiki nama baikmu” jelas Joongki panjang lebar.

Siwon memikirkan ucapan namja di depannya itu. ia masih ragu tentu saja. Ia melirik Shilla yang sedari tadi diam. gadis itu hanya menatapnya datar.

Apa aku bisa mempercayai namja ini?

“Percayalah padaku Siwon-ssi. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan dirimu apalagi Shilla. Aku menyayanginya seperti…adikku sendiri” lanjut Joongki. Ia tersenyum singkat.

Siwon menghela napasnya. “Araseo kau boleh membawanya” lirih Siwon. Shilla menatap Siwon tak percaya.

Dia mengijinkannya?

“Kamsahamnida Siwon-ssi” ucap Joongki tulus. Ia menghela napasnya lembut.

“Pastikan kau mengembalikan Shilla setelah conference itu selesai” pesan Siwon singkat. Shilla tersenyum miris mendengarnya.

Meminjam? Mengembalikan? Apa aku ini tak lebih dari sebuah barang?

~Senseless Part 7~

Joongki hanya ikut diam sambil sesekali melirik Shilla. Gadis itu kini duduk diam di sebelahnya. Dan di depan mereka kini ada puluhan pasang mata yang menatap mereka intens. Ya, media massa.

“Jadi, kalian hanya teman masa kecil?” Tanya seorang wartawan memastikan. Joongki tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan itu.

“Ne, seperti yang tadi saya ungkapkan. Shilla hanya teman masa kecil saya. Tidak ada hubungan lain diantara kami” jawab Joongki tenang.

“Lalu, Shilla-ssi, bagaimana respon Choi Siwon-ssi tentang gossip ini?” Tanya wartawan itu pada Shilla. Shilla mendongakkan kepalanya. Joongki meraih jemari Shilla dan menggenggamnya kemudian tersenyum lembut pada gadis itu.

“Siwon Oppa..dia.. sudah tahu hubungan ku dan Joongki Oppa. Dan dia.. tidak ada masalah dengan itu.” bohong Shilla. Ia memasang wajah datarnya lagi.

“Jadi begitu? Lalu Joongki-ssi apakah Anda hanya menganggap Shilla-ssi sebagai teman masa kecil ataukah ada perasaan lain?”

Shilla dan Joongki sama-sama terkesiap dengan pertanyaan itu. tapi keduanya memilih untuk bersikap tenang.

Joongki tersenyum lembut. “Keureomyeon. Shilla bukan hanya teman masa kecil tapi ia juga..” Joongki terdiam. Shilla memandangnya was-was.

“..Dia juga seperti dongsaeng untukku” lanjut Joongki. Shilla sedikit menghela napasnya.

“Ah sepertinya sampai disini saja conference kali ini.” Ucap Manager Joongki mengakhiri conference itu. tentu saja terdengar suara riuh tidak terima dari wartawan.

Joongki bangkit dari duduknya kemudian menggenggam jemari Shilla. Melangkahkan kaki bersama meninggalkan conference itu.

“Gwenchana?” tanay Joongki khawatir. Shilla yang berjalan di sampingnya hanya mengangguk singkat.

You barely smile Shilla-ya.

Joongki menatap Shilla miris. Gadis yang berjalan di sampingnya itu hanya diam.

Kenapa dengan ekspresimu hari ini Shilla-ya? Kemana senyum yang selalu kau tunjukkan?

Joongki menghentikan langkahnya. Membuat Shilla yang tangannya tengah digenggam Joongki itu hanya bisa ikut berhenti dan menatap Joongki.

“Oppa waegurae?”

Joongki hanya diam sambil tetap menatap wajah Shilla. Membuat gadis itu hanya menautkan alisnya bingung.

“Oppa kkaja! Aku harus segera pulang” lirih Shilla.

“Andwe! kita.. jalan-jalan saja dulu, ne?”

Shilla menggelengkan kepalanya singkat. “Ingat janjimu pada Siwon Oppa? Kau akan..mengembalikanku setelah selesai conference” ucap Shilla pilu. Joongki menghela napasnya.

“Araseo. Kkaja!” pasrah Joongki. Ia menggenggam tangan Shilla lagi kemudian membawa gadis itu ke mobilnya.

~Senseless Part 7~

Siwon memainkan pena hitamnya. Ia ketuk-ketukkan singkat di meja atau sesekali ia memutar-mutar pena itu. pandangannya menerawang dan pikirannya entah kemana.

Donghae hanya mengernyit heran menatap Siwon. Sedari tadi boss nya itu tidak focus bekerja. Dan saat ini ketika Donghae meminta Siwon untuk menandatangani beberapa berkas, boss nya itu malah hanya memainkan penanya. Tanpa sedikitpun melirik berkas yang Donghae berikan untuknya apalagi menandatanganinya.

SRET

Donghae menarik berkas itu dari meja Siwon. Membuat Siwon tersadar dari pikirannya dan menatap Donghae bingung.

“Hae, aku belum selesai menandatanganinya”

“Menandatangani kau bilang? Sedari tadi yang kau lakukan hanya melamun, Choi sajangnim” sindir Donghae. Siwon menghela napasnya.

“Ara. Berikan berkas itu, akan ku tandatangani”

“Lupakan! Aku akan memberikan berkas ini kalau kau memberitahuku ada apa. Kau kenapa sebenarnya?”

“Tidak ada Hae. Berikan berkas itu, Hae” tegas Siwon. Donghae menatapnya galak.

“Kubilang katakan kau kenapa Won-ah! Aku berbicara sebagai sahabatmu sekarang. Palli marhaebwa! Kau membuatku khawatir” lanjut Donghae. Siwon menghela napasnya. Ia membuang mukanya.

“Apa..karena Shilla?” tebak Donghae. Siwon masih memalingkan wajahnya. Memilih untuk tak menjawab sekretaris sekaligus sahabatnya itu.

“Kuanggap itu sebagai jawaban iya” lanjut Donghae. Ia menatap wajah sahabatnya itu cemas.

“Kenapa lagi Won-ah? Karena gossip itu? Hey man, take it easy. Mereka hanya teman masa kecil, kau sudah dengar sendiri kan penjelasan Chunji tempo hari?”

Siwon menatap Donghae lagi. “Pagi ini Joongki kerumahku”

“Mwo?”

“Dia membawa Shilla untuk klarifikasi gossip itu” jelas Siwon.

“Bukankah itu bagus? Dengan begitu gossip itu akan berakhir. Lalu apa yang membuat kau tidak konsentrasi sedari tadi?”

“Aku tidak mempercayai namja itu, Hae”

“Wae? Joongki bukan orang jahat kurasa. Dia tak mungkin berbuat sesuatu yang buruk”

“Bukan itu yang aku khawatirkan.” Lirih Siwon. Donghae menatapnya tak mengerti.

“Lalu?”

“Ah nan molla” ucap Siwon acuh. Donghae menggelengkan kepalanya tak mengerti.

“Kau.. tidak melakukan hal buruk padanya, kan?”

“Huh?” Siwon menatap Donghae bingung.

“Shilla..kau..tak menyakitinya lagi kan?” Tanya Donghae pelan. Siwon hanya menatapnya.

“Dia tunanganku jadi aku mau melakukan apapun itu hak ku” marah Siwon. Donghae menghela napasnya. Sahabatnya itu memang terlalu sensitive kalau sudah menyangkut Shilla.

“Aku tak mengerti padamu Won-ah. Kenapa kau ini hobi sekali menyakitinya? She’s your fiancée for God sake”

Siwon menatap Donghae sekilas. “Aku tahu”

“Kalau kau tahu kenapa kau terus bersikap dingin padanya? Kau berubah Won-ah semenjak eomeoni meninggal. Lebih tepatnya kau berubah pada Shilla. Wae?” Tanya Donghae lembut. Siwon membuang mukanya lagi.

“Siwon-ah! Dia berhak kau perlakukan lembut. Dia menyayangimu..ah ani.. dia mencintaimu. Aku bisa melihat itu dari sikapnya padamu. Apa yang sudah ia lakukan hingga membuatmu seperti ini Won-ah?”

“Dia melakukan kesalahan besar. Apa kau tahu itu?” ucap Siwon dengan nada tinggi. Donghae mengernyit bingung.

“Apa maksudmu Won-ah?”

“Karena dia Eoma meninggal.”

Donghae membulatkan matanya. Ia memandang Siwon yang kini menelungkupkan tangannya di wajahnya.

“Karena dia Eoma meninggal Hae”

“Kau harus ke kantor Wonie”

“Shireo. Aku masih ingin menjaga Eoma” bantah Siwon. Ia menggenggam jemari Eomanya yang terbaring sakit itu.

“Hey, ada Shilla yang menjaga Eoma”

“Ne Oppa. Eoma benar. Kau harus ke kantor. Kau tenang saja aku akan menjaga Eoma dengan baik.” Ucap Shilla sambil tersenyum. Siwon memandangnya ragu.

Eomanya masalahnya bukan hanya sakit biasa. Ia menderita gagal ginjal. Dan kemarin baru saja wanita paruh baya itu menjalani operasi transplant. Jahitannya pun masih baru.

“Siwon-ah. Eoma akan baik-baik saja. Geotjeongmal!” lirih Eoma Siwon. Siwon mengangguk pasrah.

“Araseo. Aku ke kantor dulu Eoma. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat.” ucap Siwon. Ia mengecup dahi sang Eoma.

“Shilla-ya. Jaga Eoma baik-baik, ne? jangan tinggalkan Eoma barang sedetikpun, eo?” pesan Siwon pada Shilla. Gadis itu tersenyum lembut kearah Siwon.

“Araseo Oppa. Aku akan menjaga Eoma dengan baik”

“Yaksokae?”

“Ne, yaksokae”

“Kalau begitu aku ke kantor dulu” ucap Siwon akhirnya. Ia mengecup pipi Eomanya kemudian meraih tas kerjanya.

“Eoma pasti bangga mempunyai anak seperti Siwon Oppa, eo?”ucap Shilala begitu Siwon sudah menghilang dari pandangannya.

“Ne. dia selalu membuatku bangga. Tak pernah sedikitpun ia mengecewakanku.” Shilla tersenyum lembut ke arah wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri itu.

“Anyeonghaseyo” ucap sebuah suara menginterupsi. Baik Shilla ataupun Eoma Siwon mengalihkan pandangannya menatap seorang suster yang memasuki ruangan itu.

“Anyeonghaseto suster Nam”

“Shilla-ssi, dimana Siwon-ssi?” Tanya suster itu. shilla menautkan alisnya bingung.

“Ehm Oppa baru saja berangkat kerja. Waeyo suster Nam?”

“Geuraeso? Ah hanya membutuhkan Siwon-ssi untuk tanda tangan beberapa berkas untuk administrasi terkait dengan pasien.”

“Geurae?”

“Nde”

“Tidak bisakah Shilla saja yang menandatanganinya suster? Dia juga seperti anak untukku, jadi seperti keluarga sendiri, bukan?” Tanya Eoma Siwon.

“Ne. gwenchana. “ suster Nam mengangguk. Shilla menatap Eoma Siwon was-was.

“Eoma… keundae Siwon Oppa bilang untuk tidak meninggalkan Eoma sedetikpun”

“Aku tidak akan apa-apa Shilla-ya. Jangan kau turuti sikap Siwon yang overprotective. Ikutlah bersama suster Nam. Lagipula hanya sebentar kan?”

Shilla menatapnya bimbang. Ia ingat betul pesan Siwon. Tapi ia berpikir mungkin kalau hanya lima menit tak akan apa-apa kan?

“Geurae. Eoma aku tinggal sebentar, ne?”

“Ne.” Shilla kemudian berjalan bersama suster Nam. Meninggalkan Eoma Siwon di kamar itu sendiri.

“Ah kenapa rasanya sangat haus?” gumam Eoma Siwon. Ia melirik segelas air putih yang berada di meja dekat ranjangnya.

Ia berusaha menggapai gelas itu. sayangnya posisinya terbaring sekarang sedikit jauh dari meja itu. ia menggeser sedikit tubuhnya mendekati arah meja.

Dan yah ia berhasil menyentuh sisi gelas itu. sayangnya tubuh lemasnya pasca operasi limbung. Dan..

BUGH

“Argh!” jeritnya sakit. tubuhnya terjatuh dan sebelum jatuh tadi perutnya sempat membentur pinggiran ranjang. Ia menyentuh area perutnya yang kini terasa basah.

Ya, darah. Bekas operasinya masih begitu basah. Dan kini luka itu malah semakin parah.

“Eoma meninggal setelah itu Hae. Dia kehilangan banyak darah.” Lirih Siwon. Matanya memerah. Setiap kali mengingat sang Eoma ia akan berubah menjadi melankolis.

“Won-ah. Keundae itu bukan salah Shilla. Kau tak boleh menyalahkannya untuk itu”

“Eoma pasti masih hidup kalau saja ia tak meninggalkan Eoma. Aku sudah berpesan untuk menjaganya tapi ia malah meninggalkan Eoma. Ini semua salahnya Hae”

“Siwon-ah! Itu bukan salahnya. Jangan menyalahkannya seperti itu.”

“Dia membuatku kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupku Hae!” pekik Siwon. Donghae hanya bisa menatap sahabatnya itu prihatin.

“Siwon-ah!”

“Ah molla! Aku lebih baik kembali ke rumah. Model itu bilang akan mengembalikan Shilla setelah conference selesai” ucap Siwon kemudian melenggang meninggalkan Donghae. Sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya.

Kau berlebihan Siwon-ah. Itu bukan salah Shilla.

~Senseless Part 7~

Joongki menghentikan mobilnya. Shilla sedikit tersentak saat ia menyadari kalau Joongki menghentikan mobilnya di taman dekat rumah Siwon.

“Oppa, kenapa kita berhenti disini?”

“Hanya ingin menghirup udara segar. Kkaja kita turun!” ajak Joongki. Shilla menggelengkan kepalanya.

“Oppa aku harus pulang”

“Sebentar saja Shilla-ya, eo?” bujuk Joongki. Shilla memandang wajah Joongki kemudian mengangguk pasrah. Sontak Joongki tersenyum senang.

Mereka kemudian duduk di bangku taman yang menghadap ke jalan. Keduanya hanya saling diam.

“Shilla-ya”

“Ehm?”

“Kau kenapa, hm?” Tanya Joongki lembut. Shilla menatap Joongki bingung.

“Aku baik-baik saja Oppa”

“Hey aku tidak bisa kau bohongi begitu saja. Kau aneh hari ini. Kemana senyum yang selalu kau tunjukkan? Kemana semua canda tawamu? Kemana Park Shilla yang tak bisa diam? aku cukup bisa menyadari kalau ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.,,atau mungkin hatimu” kata Joongki.

Shilla masih terdiam. Joongki benar, ia akan selalu tahu kalau suasana hati Shilla sedang buruk.

Joongki memegang pundak Shilla. “Hey..sweetie. marhaebwa! Kau bisa mengatakan semuanya padaku! Hm?”

Shilla masih diam. sejujurnya ia ingin sekali membagi kisahnya. Hanya saja ia bimbang.

Haruskah aku cerita pada Joongki Oppa?

“Hey.. dulu kau selalu menceritakan deritamu, bukan? Katakan Shilla-ya!” ucap Joongki tulus. Shilla memandangnya lagi. Dan kini air matanya jatuh tanpa ia perintah.

Joongki melihatnya. Melihat satu persatu tetes air mata itu jatuh dari kelopak mata Shilla. Ia meraih tubuh Shilla kemudian memeluknya. Membiarkan Shilla menangis di pundaknya.

“Menangislah Shilla-ya. Menangislah!” ucap Joongki. Shilla semakin terisak dalam pelukan Joongki. Tak ada satu kata pun yang terucap, hanya isak tangis yang mengiringi.

Joongki mengelus punggung Shilla lembut. Mendengar isak tangis Shilla membuatnya bisa merasakan perih itu.

Ada apa denganmu Shilla-ya?

Shilla masih terus menangis di pelukan Joongki. Ia sendiri tak tahu kenapa rasanya ia tak bisa menahan dirinya untuk menangis.

~~~

Di sisi lain, adegan itu terlihat dengan jelas oleh seseorang yang memperhatikan mereka dari balik kaca spion mobilnya. Tangannya menggenggam erat stir mobilnya. Tulang rahangnya mengeras.

Damn it!

Iya. Dia Siwon. Ia melihat adegan Shilla dalam rengkuhan Joongki. Dan entah apa yang ia rasakan yang jelas ia tak suka pemandangan itu.

~~~

Shilla terdengar lebih tenang sekarang. Ia menghapus air matanya, kemudian menatap Joongki.

“Mianhae Oppa aku membuat kemejamu basah”

“Gwenchana. Sekarang kau siap cerita, eo?” ucap Joongki lembut. Shilla menatapnya dalam kemudian mengangguk singkat. Joongki meraih jemari Shilla, berusaha menguatkan gadis itu.

“Tell me!” ucap Joongki lagi. Shilla menghela napasnya dalam.

“I’m just his property Oppa.” Lirih Shilla. Joongki menautkan alisnya bingung.

“Siapa? Apa.. tunanganmu?” Tanya Joongki hati-hati. Shilla mengangguk singkat.

“Dia.. hanya menganggapku sebagai barang kurasa. Ia akan bersikap baik padaku saat ia membutuhkanku. Aku bukan orang yang bisa membuatnya tersenyum. Aku bukan orang yang bisa membuatnya bahagia. Ia tak pernah membuka hatinya untukku Oppa” ucap Shilla. Ia menatap datar rumput hijau di bawahnya.

“Dia.. tidak pernah mencintaiku Oppa. Semua perhatian yang ia tunjukkan hanyalah sebuah keharusan. Semuanya hanya pura-pura” tambah Shilla. Joongki semakin erat menggenggam tangan Shilla.

“Kalau begitu tinggalkan dia Shilla-ya. Kau berhak mendapatkan seseorang yang tulus mencintaimu”

Shilla menggelengkan kepalanya. “Aku tak bisa Oppa”

“Kenapa? Karena kau mencintainya?”

“Bukan. Aku hanya..i just can’t” gumam Shilla. Ia menghela napasnya dalam.

“Eoma.. Eoma Siwon Oppa pernah berpesan padaku untuk selalu mendampinginya. Berpesan agar aku tak meninggalkan Siwon Oppa. Itu pesan terakhirnya sebelum meninggal Oppa” ucap Shilla. Ia tertunduk lemas. Air matanya mengalir lagi.

Joongki menghapus air mata Shilla dengan jemarinya. Ia menatap lekat wajah Shilla yang kini mulai sembab.

Berhenti menangis Shilla-ya. Kau membuatku merasakan perih itu. demi Tuhan aku tak suka melihat air matamu.

Joongki mengelus pipi Shilla. Membuat Shilla memandangnya bingung. Mata hitamnya mengerjab sedari tadi.

Joongki mendekatkan tubuhnya kearah Shilla. Membuat jarak diantara mereka semakin dekat. Shilla masih mengerjabkan matanya bingung.

“O..oppa..apa yang kau..” shilla berucap bingung. Wajah Joongki semakin mendekat kearahnya. Mata Shilla membulat seketika.

~~~

Siwon menggertakkan giginya geram. Ia melihat dengan jelas ketika Joongki mulai mendekatkan wajahnya kearah tunangnnya.

Menjauh dari tunanganku,.you jerk!

Siwon hanya bisa mendengus kesal. Ia menginjak gas mobilnya kemudian melajukan mobilnya cepat.

Kupastikan kau akan mendapat hukuman yang setimpal, Park Shilla!

~~`

“O..oppa..apa yang kau..” shilla berucap bingung. Wajah Joongki semakin mendekat kearahnya. Mata Shilla membulat seketika.

Shilla segera bangkit dari duduknya. Ia berdiri memunggungi Joongki. Ia hanya bisa terdiam dan tak percaya dengan apa yang baru saja hampir menimpanya.

“Ehm..Shilla-ya..mianhae”

“Aku ingin pulang Oppa” ucap Shilla acuh. Ia kemudian berjalan cepat meninggalkan Joongki.

Joongki menahan tangan Shilla. “Kuantar, eo?”

“Tidak usah. Rumah sudah dekat, bukan”

“Jebal, eo?” ucap Joongki memaksa. Shilla hanya mengangguk pasrah kemudian memasuki mobil Joongki.

~Senseless Part 7~

“Mianhae, Shilla-ya. Aku tak bermaksud untuk..”

“Gwenchana” potong Shilla cepat. mereka kini masih duduk dalam mobil Joongki.

Joongki menghela napasnya. “Sekali lagi maaf.”

“Ehm”

“Shilla-ya.. besok aku ada pemotretan di Busan. Apa kau ingin ikut?” Tanya Joongki. Shilla memandangnya sekilas. Ia menautkan alisnya bingung.

“Untuk apa aku ikut?”

“Ah iya. Ne kau benar. Masuklah!” lirih Joongki.

Karena aku ingin kau bersamaku Shilla-ya. Daripada kau dengan tunanganmu yang tak mencintaimu.

“Ehm. Gomawo Oppa” ucap Shilla. Ia melepas seat beltnya kemudian berjalan memasuki rumahnya.

~~~

Siwon meneguk lagi wine di tangannya. Entah sudah berapa gelas wine yang ia minum. Ia tak tahu. Pikirannya menerawang dan membuatnya tanpa sadar terus meneguk wine-nya.

Dia dengan senang hati dipeluk dan dicium namja itu? tunangan macam apa dia?

Lagi. Siwon meneguknya lagi. Ia sudah cukup mabuk sekarang meski tanpa ia sadari itu.

Dia diam saja disentuh namja itu? cih murahan!

CEKLEK

Siwon menolehkan kepalanya begitu ia mendengar bunyi pintu terbuka. Ia bisa melihat sosok gadis yang berhasil membuatnya berantakan itu.

Shilla memandang Siwon bingung. Ia bisa melihat namja itu menatapnya tajam. Ia bisa melihat botol wine di samping Siwon.

“O..oppa? kau sudah pulang?” tanyanya bingung. Siwon berjalan terhuyung menghampiri Shilla.

“Sudah pulang? Aku yang seharusnya bertanya seperti itu padamu, huh? Kemana saja kau, huh?” bentak Siwon. Shilla sedikit bergidik mendengarnya.

“Aku hanya…”

“Kubilang langsung pulang setelah conference. Tapi kenapa sampai malam kau baru pulang, huh?” bentak Siwon lagi. Shilla hanya terdiam.

“Mianhae Oppa. Tadi Joongki Oppa..”

“Wae? Kau bersenang-senang dengan namja itu? sepertinya kau sangat menikmati kebersamaanmu dengannya, keudaechi?” sindir Siwon.

“Maksud Oppa?” Shilla bertanya bingung. Siwon mendegus kesal. Ia kemudian mendekati Shilla. Dan seketika Shilla bisa mencium bau alcohol yang menyeruak.

“Oppa..kau mabuk?”

“Berhentilah bersikap sok perhatian sementara kau terang-terangan bermain di belakangku!”

“Oppa..apa yang kau katakan?”

Siwon memegang pergelangan tangan Shilla. Ia memegangnya begitu kuat, hingga rasanya Shilla merasakan ngilu di pergelangan tangannya.

“O..oppa..”

“Berhenti bersikap sok polos padahal kau jauh dari kata itu!”

“Oppa..kau mabuk. Lepaskan Oppa!” pinta Shilla. Ia berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon. Tapi nihil. Pria itu tenaganya jauh lebih besar daripada dirinya.

“Argh..Oppa lepaskan!” Shilla meronta ketika Siwon menyeretnya begitu saja. Ia membawa Shilla memasuki kamarnya.

“Oppa lepas…” pintanya lagi.

“Diamlah!” bentak Siwon lagi. Ia mendorong tubuh Shilla memasuki kamarnya. Shilla hanya bisa menatapnya horror.

“Oppa..kau mabuk..”

“Berhenti bicara!” amuk Siwon lagi. Ia menatap Shilla tajam.

“Ternyata dibalik wajah polosmu itu, kau pandai sekali mempermainkan perasaan pria, ne?” ucap Siwon. Shilla menautkan alisnya bingung.

“Apa yang kau maksud Oppa?” Tanya gadis itu bingung. Siwon mendengus singkat kemdian mendekatkan dirinya pada Shilla. Menatap lekat kedua mata Shilla.

Detik berikutnya yang Shilla tahu adalah bibir Siwon mendarat mulus pada bibir mungilnya. Ia membulatkan matanya tak percaya. Tak hanya menempel tapi bibir Siwon bahkan memaksa melumat kasar bibir Shilla.

PLAKK

Shilla menampar pipi Siwon. Entah darimana keberanian itu. yang jelas ia merasa terhina dengan ciuman paksa dari Siwon.

Siwon memegang pipinya yang baru saja tertampar itu. ia menatap Shilla tajam kemudian berbalik menampar Shilla.

PLAKK

“Dicium tunanganmu kau menolak tapi dengan namja lain kau terima begitu saja?” suara Siwon meninggi. Shilla tertunduk sambil memegangi pipinya yang memerah. Ia mengerti kini apa yang memicu amarah Siwon.

Eoma..Siwon Oppa menamparku.

“Oppa..aku tidak melakukan apapun dengan Joongki Oppa” bela Shilla. Siwon mendengus lagi kemudian menampar pipi sebelah Shilla lagi.

“Berhenti berbohong!” ucap Siwon tajam. Shilla hanya bisa terisak pelan. Siwon salah sangka. Demi Tuhan bahkan ciuman yang Siwon rebut paksa tadi adalah ciuman pertama Shilla.

“Kenapa diam, huh?”

PLAKK

Lagi. Siwon menampar Shilla. Gadis itu sudah terisak semakin keras. Siwon yang biasanya tak pernah berbuat kasar padanya kini sanggup ringan tangan padanya. Dan itu tentu saja menyakiti hatinya.

“Hapus air mata palsumu itu. belum puas kau, huh? Karena kau Eoma meninggal dan kini kau membuat hidupku jadi berantakan” ucap Siwon lagi. Shilla hanya bisa terdiam sambil tetap memegangi pipinya yang terasa nyeri itu.

“Oppa..aku..”

Siwon menarik tangan Shilla lagi. Ia menghempaskan tubuh Shilla kasar ke ranjangnya. Shilla kini terduduk sementara Siwon berdiri sambil menatapnya tajam.

Shilla menatap tunangannya itu pilu. Ia sungguh takut sekarang. Kondisi Siwon yang mabuk, ditambah ia tengah dibakar emosi sekarang.

“He stole your first kiss, I guess. And you know? it’s pissed me off!” ucap Siwon tajam. Shilla menggelengkan kepalanya.

“Aniyo Oppa.. itu tidak benar”

“Don’t lie to my face!” Siwon kemudian merangkak mendekati Shilla. Membuat gadis itu menatapnya horror. Ia mundur menghindari Siwon. Sayangnya ia tak bisa kemana-mana sekarang.

“let see what will I do to punish you!” ucap Siwon. Ia menyeringai kemudian mencium paksa Shilla.

“O..oppa..hen..ti..kan!” tolak Shilla. Sayangnya setiap penolakan yang ia lakukan maka Siwon akan menghadiahinya sebuah tamparan.

Shilla terus meronta. Air matanya terus menetes.

“O..oppa hentikan!” pintanya memelas.

“Diamlah!”

SRET..

“Andwe! oppa..jangan..” Shilla terus terisak. Siwon seperti hilang kendali. Ia tak bisa berpikir jernih.

“Oppa..jangannn..”

“Diam kubilang!”

PLAKKK

“Arghh!!!! Oppa!!!”

Oppa..kumohon hentikan!

 

To be continued…

 

Fiuh…Jujur  ini part paling sulit yang ane buat.. sumpah ya saya sangat merasa bersalah bikin  ni part.. udah sangat nista kan??.. *peluk Siwon*

Ga bisa berkata-kata lagi saya.. semoga saya ga dimutilasi abis ini.. *kabur bareng siwon*

 

 

 

 

 

 
255 Comments

Posted by on March 11, 2012 in chapter, fanfiction

 

Tags: , ,

255 responses to “Senseless Part 7

  1. jaemijhe

    August 19, 2013 at 12:56 pm

    Huuuaaa..
    Siwon cemburu?
    Tapi kenapa serem bgt ya??

     
    • shilla_park

      August 19, 2013 at 8:57 pm

      ga serem kok..masih tetep ganteng dia lol

       
  2. HalcaliGaemKyu

    November 24, 2013 at 12:49 am

    Wiiiii siwon bertambah kejam!
    Sumpah feelnya daebak bgt! Nyesek senyesek nyeseknya #bingung kan bhsnya, sm ==’
    huaaa..selamatkan shilla dr kenistaan siwon yg sdh kalap #dicekek oppa

     
    • shilla_park

      November 24, 2013 at 12:35 pm

      haha tenang aja ada babang jungki yg siap menyelamatkan shilla kok haha

       
  3. Siregar Sri Fauziah

    December 27, 2013 at 11:53 pm

    Oh my God… Aigo Oppa drimu bner2 nista… nista… nista bgt…
    Kau apakn Shilla… yaakk kuda jelek… >.<
    Ya ampun Oppa… Shilla g slah.. Shilla udh berusha jga eommamu…
    Jgn terbwa emosi dong… dnger dlu pnjlasan Shilla..
    Haaahh… pasrah dh klo gni critany… Shilla tinggalan Wonppa,… biar tw rasa tuh kuda…
    Aaiishhh….

     
    • shilla_park

      December 28, 2013 at 8:06 pm

      haha kan saya udah bilang pengen menistakan kuda haha
      ya bginilah jadinya lol

       
  4. dinnur

    February 16, 2014 at 10:34 am

    ihh… siwon kejam bgt, kok tega bgt sih
    padahalkan dia nggak tahu semua yg terjadi di taman tapi dia malah ngmbil keaimpulan sendiri

     
    • shilla_park

      February 16, 2014 at 5:49 pm

      ya klo siwon baik mah ga jadi masalah dong lol

       
  5. lia

    May 1, 2014 at 12:47 pm

    kalo biasanya aku kesal kenapa harus ada TBC sekarang aku lega dan senang karena kata itu muncul disaat yang tepat (menurutku) karena kalo nggak udah ancur semua barang aku pake redam emosi

     
    • shilla_park

      May 2, 2014 at 6:44 am

      haha baru kali ini ada yg bilang tbc disaaat yg tepat…hehe

       
  6. bubu

    May 7, 2014 at 10:55 am

    apa yang terjadi dengan shilla dan siwon…jadi penasaran lanjut thorr

     
    • shilla_park

      May 7, 2014 at 7:55 pm

      haha coba ditebak apa yg terjadi ama mereka haha

       
  7. manisaulia

    May 28, 2014 at 7:26 pm

    Huft..

     
  8. GabyChoi

    May 29, 2014 at 11:05 am

    Teganya teganya teganya …
    Uri siwon gk mungkin ;( T_T…
    Gila sumpah bgt sangat nista suami q ni😀

     
    • shilla_park

      May 29, 2014 at 6:29 pm

      haha suami siapa?? suami saya itu…lol

       
  9. Aura Afira

    June 27, 2014 at 7:59 am

    ‘We’re not lovers we just…partners’ kalo partner dalam hidup sih, berarti kan malah harmonis(?) layaknya pasangan suami istri yang saling melengkapi *soktau*😄

    dari part2 sebelumnya, Siwon paling nista di part ini..
    tapi setidaknya aku seneng juga ada kejadian kayak gini xD *plaak*
    karena kalo ada kejadian kayak gini, akhirnya Siwon mau membuka hatinya untuk Shilla😀

     
    • shilla_park

      June 28, 2014 at 10:02 am

      haha sayangnya itu terasa pahit buat situasi shilla lol

       
  10. mayang

    June 5, 2015 at 1:21 pm

    Siwon bener” brengsek *MianSiwonOppa , hehehe ^^v

     
  11. alviegyu

    October 31, 2015 at 4:30 am

    OMO! Itu Siwon minta ditabok!! Jangan kaya gtu sama Shilla ath!😦

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: