RSS

(Freelance) Just A Dream

24 Mar

Title: Just A Dream

Author: HenBaby

Main Casts: Choi Siwon, Shilla Park

Genre: SongFic, Angst

Rating: PG-15

Author’s note: Inspirated by Carrie Underwood – Just A Dream MV. if you don’t like this, don’t open and read. if you like, read and leave your comment. Just simple rules, aren’t it?

Recommend Song: Carrie Underwood – Just a Dream (click here for download)

*****

April 12, 2011. 11.55 PM.

Myeondong Park, Seoul.

“Apakah kau pernah merasa menyesal memutuskan hidup bersamaku, Shilla-ya?”

Shilla mendongakkan kepalanya keatas, menatap tunangannya, Siwon yang tadi sudah melontarkan sebuah kalimat tanya yang sangat mengusiknya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Shilla menyipitkan matanya. Ia masih bersandar dengan nyaman dipundak kiri Siwon, menikmati angin malam yang berhembus semilir mengenai kulit tubuhnya,”Tidak ada kata menyesal ketika aku bersamamu, Siwon-ah.”

“Bagaimana dengan besok? Dan seterusnya? Apa kau tidak khawatir?”

Shilla menyunggingkan senyumannya. Ia semakin mengeratkan tautan kedua tangannya dipinggang Siwon,”Tomorrow is never die. I believe in that.”

Siwon menggerakkan tubuhnya kesamping dan membuat Shilla mau tidak mau bangun dari posisinya. Siwon sekarang sudah meletakkan kedua tangannya dipundak Shilla. Mata itu terlihat memancarkan kebahagiaan yang teramat dalam. Kenyataan bahwa Siwon selama ini tidak salah dalam memilih seorang wanita sebagai pendamping hidupnya kelak. Siwon sangat mencintai yeojanya ini.

Happy birthday to you my dear. Eighteen years ago, a strong woman born in the world. Just for me,” Siwon mengecup singkat kening Shilla kemudian mendekap Shilla dengan erat kedalam pelukannya,”Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu dua minggu lagi di depan altar.”

*

April 13, 2011. 07.00 AM.

In front of Shilla, Siwon’s Home.

“Aku hanya pergi untuk dua minggu dan ketika aku pulang, kita akan segera menikah,” Siwon dengan seragam militer lengkapnya merengkuh Shilla kedalam pelukannya. Ia baru saja selesai memasukkan koper yang akan dibawanya bertugas ke perbatasan Korea Selatan selama dua minggu kedepan. Ia akan meninggalkan kekasih hatinya untuk beberapa waktu namun entah kenapa semua ini menjadi terasa berat untuknya.

Shilla mengeratkan pelukannya kepada Siwon dan menghirup aroma tubuh pria itu dalam-dalam. Aroma tubuh yang selama dua minggu kedepan tidak dapat ia hirup menggunakan indera penciumannya juga tidak ada sosok tubuh bergesture kekar yang memeluknya ketika ia terbangun di pagi hari. Pekerjaan Siwon yang mengharuskan ia merelakan tunangannya untuk pergi sementara waktu, jauh dari jangkauannya,”Ya, aku akan menunggumu.”

“Shilla-ya?”

“Hmm?” gumam Shilla menanggapi tunangannya yang memanggilnya dengan lembut.

“Maukah kau memenuhi satu permintaanku?” Siwon mengusap punggung belakang Shilla. Ia menghirup aroma shampoo yang keluar dari setiap helai rambut panjang yang dibiarkan Shilla terurai dipunggungnya.

“Apa itu?”

Siwon melepaskan pelukannya dan memandang Shilla dengan lekat,”Dua minggu aku tidak bersamamu pasti akan terasa sangat berbeda. Aku mohon tuliskan semua kegiatan yang kau lakukan selama aku tidak berada disisimu dan saat kepulanganku nanti, aku ingin kau membacakannya untuk ku, arasseo?”

Perlu waktu beberapa saat untuk Shilla menjawab permintaan Siwon barusan. Ia sama sekali tidak berkedip ketika Siwon mengatakan permintaannya tadi, hal itu terlalu mengejutkan untuknya. Ia menganggukkan kepalanya pelan dan sebuah senyuman manis keluar dari bibirnya yang mungil.

“Tentu saja. I’ll wait you back.”

Siwon memajukan tubuhnya dan mengecup bibir Shilla. Ciuman yang penuh kehangatan mengantarkannya pergi untuk menjalankan sebuah tugas negara.

*

It was two weeks after the day she turned 18

All dressed in white, going to the church that night

She had his box of letters in the passenger seat

Six pins in her shoe, something borrowed, something blue

April 27, 2011. 05.10 PM.

TING TONG

Shilla yang sedang asyik menuliskan sesuatu kedalam sebuah buku kecil menghentikan kegiatannya sejenak. Ia barusan mendengar bel rumahnya dibunyikan.

TING TONG

Shilla menutup buku kecil itu kemudian meletakkannya keatas meja. Ia bangkit dari sofa dan berjalan tergesa-gesa membukakan pintu untuk tamunya.

Cklek

Tubuh Shilla mendadak menegang ketika melihat seorang pria berbadan tegap dan menggunakan seragam lengkap seperti Siwon kenakan ketika pergi meninggalkannya hampir dua minggu yang lalu. Seketika keringat dingin mengucur dipelipisnya. Tangannya mencengkram erat ujung terusan yang ia pakai ketika pria berseragam itu nampak menatapnya dengan serius. Tidak ada senyuman, hanya sebuah gerakan halus ketika tangan pria itu menyodorkan sebuah kotak berukuran cukup besar dan surat berwarna putih diatasnya. Surat resmi dari instansi Siwon bekerja.

We are sorry, Miss… We lost him…

*

And when the church doors opened up wide

She put her veil down, trying to hide the tears

Oh, she just couldn’t believe it

She heard the trumpets from the military band

And the flowers fell out of her hands

Shilla melangkahkan kaki keluar dari mobil yang membawanya menyambut kedatangan jenazah kekasihnya, Siwon. Tubuhnya sudah mati rasa sejak tiga jam yang lalu, sejak ia menerima surat pemberitahuan yang merupakan awal mimpi buruk di dalam hidupnya.

Supir yang bertugas menjemputnya sudah membukakan pintu mobil dan mereka sudah tiba didepan gereja tempat jenazah Siwon disemayamkan. Shilla berjalan keluar dan menaiki tangga menuju pintu besar didepannya dengan tubuh yang bergetar hebat. Langit diluar tampak gelap gulita. Tanpa benda langit yang menghiasinya.

Shilla menurunkan tudung kepalanya agar tidak ada seorangpun yang melihat airmata yang membasahi pipi mulusnya. Tangannya menggenggam erat rangkaian bunga berwarna putih tepat didepan dadanya. Shilla masih tidak bisa mempercayai ini semua.

Ketika pintu besar itu terbuka, Shilla berjalan dengan perlahan menuju peti mati berwarna putih itu disertai bunyi terompet militer yang membuat bulu kuduknya meremang dalam sekejap. Nampak banyak pelayat yang sudah berdiri di kiri dan kanan untuk menyambut kedatangannya. Semakin dekat jarak Shilla dengan peti mati didepannya, Shilla merasakan tenaganya semakin terkuras habis dan pada akhirnya rangkaian bunga ditangannya terjatuh begitu saja ke atas lantai disertai isak tangis Shilla yang meledak dengan keras. Ia tidak bisa menahan lebih lama lagi rasa sakit yang ia rasakan setelah ia mengetahui ia telah kehilangan Siwon untuk selamanya. Shilla jatuh terduduk tepat didepan peti mati itu dan menangis tersedu-sedu. Tidak ada rasa sakit yang melebihi sakit yang ia rasakan saat ini, sakit yang membuat ia tidak bisa bernafas dan ingin segera pergi menjauh dari dunia fana ini.

Baby, why’d you leave me? Why’d you have to go?

I was counting on forever, now I’ll never know

I can’t even breathe

Shilla merasakan tubuhnya dibantu untuk berdiri kembali. Ia masih saja terisak dan memanggil nama Siwon berulang kali dengan nada lirih yang sangat memilukan. Sebuah pigura besar menampilkan potret sosok seorang Choi Siwon yang bertubuh tegap tersenyum kharismatik kepadanya. Ia merasa Siwon tidak pernah pergi meninggalkannya. Siwon pasti akan kembali dan berdiri didepan altar bersamanya saat hari pernikahan mereka nanti. Sebuah suara halus menenangkan berujar di sisi Shilla berdiri.

“Anakku, semua yang berasal dari-Nya, pasti akan kembali. Kita hanya bisa … Kita manusia hanya bisa …”

Airmata Shilla kembali keluar dengan derasnya. Ia tidak mengacuhkan rangkulan hangat ditubuhnya dan juga tidak mendengarkan dengan baik apa yang seseorang bisikkan ditelinganya. Eomma Siwon merangkul Shilla dengan erat berusaha menghibur Shilla. Lidah Shilla terasa kaku untuk mengucapkan sepatah katapun. Baginya, airmata ini sudah cukup untuk melukiskan betapa terpuruknya ia saat ini. Shilla berharap ini hanya sebuah mimpi. Mimpi buruk yang nanti akan berakhir dan membuatnya terbangun. Ia berharap ia akan mendapati Siwon sedang memeluknya seperti pagi-pagi yang lalu, as usually

It’s like I’m looking from a distance, standing in the background

Everybody’s saying, he’s not coming home now

This can’t be happening to me, this is just a dream

*

The preacher man said, “Let’s bow our heads and pray

Lord, please lift his soul and heal this hurt”

Shilla dibantu untuk duduk dibangku barisan depan bersama kedua orangtua Siwon dan adik perempuan Siwon satu-satunya. eomma Siwon tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Shilla yang kulitnya sudah berubah menjadi lebih pucat.

Disaat yang sama, pendeta mulai memberikan khotbah dan meminta semua yang hadir untuk berdiri dan berdoa. Berdoa untuk kedamaian Siwon.

Tubuh Shilla kembali bergetar, isak tangisnya perlahan kembali terdengar. Ia ikut berdiri bersama pelayat yang lain. Pikirannya sekarang sudah melayang kosong mengingat buku kecil yang berisikan semua impian indahnya ketika ia sudah menikah dengan Siwon kelak. Lantunan nyanyian yang paling menyedihkan yang pernah ia dengar masuk melalui indera pendengarannya lantas membuat pikiran Shilla semakin jauh melayang memasuki ingatannya beberapa waktu yang lalu.

Then the congregation all stood up and sang

The saddest song that she ever heard

FLASHBACK

April 15, 2011. 02.33 PM.

Aku dan eomma baru saja pulang dari perusahaan pencetak undangan pernikahan kita. Kau tahu, Siwonnie? Eomma memuji undangan yang sudah kita berdua desain. Eomma menyukai kalimat pendek yang kau ucapkan ketika kau melamarku dulu, kalimat yang kita tuliskan di cover depan undangan pernikahan kita.

“We will grow old together.”

April 16, 2011. 10.00 AM.

Pagi ini aku pergi ke Panti Asuhan untuk menyumbangkan sejumlah uang dan juga barang-barang yang kita beli beberapa waktu yang lalu.

Siwon, aku bertemu dengan penghuni baru Panti Asuhan kesayangan kita. Dua bayi kembar berparas manis berusia 5 bulan itu bernama Hyeon dan Yeon. Kau tahu, ketika aku menggendong mereka berdua bergantian, aku merasa aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak. Kau ingin memiliki berapa banyak anak? Aku pasti dengan senang hati akan melahirkan para malaikat kecil itu untuk mengisi kehidupan kita dimasa akan datang. Cepatlah pulang. I miss you, dear.

April 21, 2011. 03.20 PM.

Aku menyelesaikan semua persiapan pernikahan kita dengan baik. Hari ini aku dan Jiwon pergi ke butik untuk mengecek gaun yang akan aku kenakan nanti.

Desaigner Shin mengambil beberapa potret diriku menggunakan gaunku itu, Jeongmal.. Aku merasa seperti putri sebuah kerajaan untuk beberapa saat dan aku masih setia menunggu pangeranku segera kembali.

April 25, 2011. 09.00 PM

Aku bersama eomma sedang berada di Mall kebanggaan keluargamu itu, Hyundai. Kami sedang berbelanja beberapa bahan makanan karena eomma mengajakku untuk memasak bersama. Apakah kau lupa? Hari ini adalah hari ulangtahun pernikahan kedua orangtuamu Siwonnie? Aku sangat sedih mengingat sekarang kau sedang berjuang demi membela negara dan melewatkan makan malam perayaan hari bahagia kedua orangtuamu. Jaga kesehatanmu, Saranghaeyo.

April 27, 2011. 05.00 PM.

Aku membeli satu pasang mug untuk kita berdua. Aku penyuka kopi dan kau juga menyukainya. Aku akan…..

FLASHBACK END

Catatan itu tidak akan pernah ia selesaikan. Saat itu ia berhenti menulis karena ia mendengar suara bel rumah dibunyikan. Shilla terisak semakin keras ketika ia mengingat dengan jelas detik-detik ia membaca isi surat itu. Saat dimana hampir seluruh anggota tubuhnya melemas.

S-siwon.. Why’d you.. why’d you leave me go?” bisiknya lirih berulang kali. Sesak, hanya itu yang bisa ia rasakan saat ini.

*

April 28, 2011. 08.00 AM.

Shilla berjalan beriringan dibelakang pelayat yang sekarang sudah bersiap untuk upacara pemakaman Siwon, kekasih hatinya. Hampir sepanjang malam hingga matahari kembali terbit di ufuk timur ia tidak bisa memejamkan matanya. Ia hanya terus menangis dan hal itu membuat tubuhnya semakin lemah. Jiwon tidak melepaskan rangkulannya dari tubuh kurus Shilla, ia tidak ingin eonnienya itu ambruk saat detik-detik pemakaman oppa yang mereka sayangi.

And then they handed her a folded up flag

And she held on to all she had left of him

Oh, well, what could have been?

And then the guns rang one last shot

And it felt like a bullet in her heart

Dua orang pria muda berseragam abu-abu melepaskan bendera yang menutupi peti mati Siwon. Mereka berdua melipat bendera itu dan salah satu dari pria muda itu pun kemudian berjalan kearah Shilla berdiri. Ia menyerahkan bendera itu kepada Shilla sesuai dengan tradisi kemiliteran yang ada. Shilla hanya bisa meratap ketika tidak lama kemudian peti mati Siwon diturunkan masuk kedalam lubang berukuran besar didepan mereka semua disertai bunyi letusan senjata api yang ditekan pelatuknya oleh beberapa orang pria berseragam lengkap yang berbaris tepat di samping kanannya. Bunyi itu membuncah di udara seperti berapa butir peluru dengan cepat menusuk masuk kedalam rongga dadanya.

Baby, why’d you leave me? Why’d you have to go?

I was counting on forever, now I’ll never know

I can’t even breathe

It’s like I’m looking from a distance, standing in the background

Everybody’s saying, he’s not coming home now

This can’t be happening to me, this is just a dream

Ooh, baby, why’d you leave me? Why’d you have to go?

I was counting on forever, now I’ll never know

Oh, I’ll never know

Pemakaman sudah berakhir. Satu persatu pelayat meninggalkan tempat pemakaman ini, namun hanya satu orang yang masih tetap bertahan ditempatnya, tepat didepan gundukan pualam putih yang baru saja dibuat beberapa saat yang lalu.

Gadis itu terus menangis meratapi kepergian tunangannya. Ia menolak ketika kerabat dekatnya memintanya untuk pulang bersama mereka. Ia menyentakkan pegangan tangan Jiwon yang sudah memaksanya ikut masuk kedalam mobil yang sudah siap untuk mengantarkan mereka pulang.

Shilla tetap bertahan ditempatnya. Airmatanya kini sudah kering, tidak ada tetasan air yang jatuh membasahi pipinya. Wajah dan bibirnya hanya berubah menjadi lebih memucat. Terdengar ia menyenandungkan sebuah lagu untuk kekasih hatinya yang sekarang pergi meninggalkannya untuk selamanya.

It’s like I’m looking from a distance, standing in the background

Everybody’s saying, he’s not coming home now

This can’t be happening to me, this is just a dream

Langit yang semula terang disinari matahari yang bersinar dengan cerah kini ditutupi awan hitam pekat sepenuhnya. Tidak lama hujan deras pun mengguyur tubuh Shilla yang terbaring sendu ditepi pualam putih milik Siwon. Jiwon berlari kearah mobil yang menunggu mereka dan mengambil sebuah payung untuk melindungi tubuh Shilla, namun ketika Jiwon hendak kembali ke tempat Shilla berada, Jiwon melihat tubuh lemah Shilla ambruk ke tanah. Suara petir menggelegar dan Jiwon tidak dapat mengantupkan mulutnya.

“SHILLA!!!”

Oh, this is just a dream

It’s just a dream, yeah, yeah

-FIN

 
33 Comments

Posted by on March 24, 2012 in angst, fanfiction, freelance, oneshot

 

Tags:

33 responses to “(Freelance) Just A Dream

  1. shilla_park

    March 24, 2012 at 9:42 am

    yantiiiiiii!!!!!
    tanggung jawab cil, eoni nangis.. huwaaaaa!!!!!!
    siwon-ku..knp dibikin mati? kenapa kaga jadi kawin sayanya??,,kenapa??????
    trus itu knp saya di endingnya harus pake acara tergeletak segala??..knpa???
    jahat kamu cil..lihat aja ya..ntar saya bales kamu pake angst juga..lol😀
    gomawo ff nya

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:33 pm

      Aigooo~ eonnie paling sadis sedunia bisa nangis ya?? *PLAK *di tendang ke pelukan Henry*

      Aduh mianhae eonnie, ide dan mood datang tiba2 makanya aku nulis ni FF dan main cast yg cocok kan cuma siwon doang, kkkk ya sekalian aja sedikit menyiksa eonnie di sini (?)

      HUUUAAAAA masa dibales ama yang angst juga? aih ga adil!!! (?)

      Oke eon, cheonmaneyo ^^

       
      • shilla_park

        March 25, 2012 at 7:30 pm

        woiiii..saya jg manusia ya.. *tendang*
        seneng ya udah berhasil nyiksa saya??.. lihat aja ntar saya bales kamu dgn yg lebih kejam… *ketawa setan bareng kyu*😀

         
      • HenBaby

        March 25, 2012 at 8:13 pm

        huahahahaha saya kira eon itu jelmaan evil, satu bangsa ama kyu, wkwkwk

        kabur ah, takut ama balasan shilla eon, serem >.<

        eon, aku suka ama chunjiiiiiiiii!!!!!!! Udah aku tetapkan kan jd bias aku yg ke 6 setelah siwon😀 *evil laugh*

         
      • shilla_park

        March 25, 2012 at 8:38 pm

        saya bukan sebangsa ama kyu..secara kan saya angel kalo kyu mah epil.. *kibas sayap*
        knp jd ikut2an suka chunji??.. sudah kubilang brapa kali si..hapus siwon dari daftar bias kamuuuuuu..

         
      • HenBaby

        March 25, 2012 at 9:21 pm

        Chunji keren eon, tindikannya bikin kagak nahan, hiks kan aku suka namja yang punya tindikan *lirik selingkuhan ke 2: Song Seunghyun*

        GAK EON! kan Siwon oppa ku, jd biarin aja jd bias ke 5, ntar kagak aku izinin loh jd sodara ipar😛

        Huahahahahahahaha

         
      • shilla_park

        March 25, 2012 at 9:41 pm

        dasar aneh.. chunji tuh manis tahu..imut2 minta dipeluk gt..lol
        ga usah ngaku2 jd sodara siwon deh.. siwon kaga punya sodara macem situ.. 8kabuur*😀

         
  2. naranara15

    March 24, 2012 at 9:54 am

    first kah??…. >> annyeong author HenBaby.. nara imnida.. bangapta. ^^
    eonni,,,ini nyesek bgt… sumpah!!! aku nangis baca.y,,, si abang kuda ninggalin eonni..oppa!!! ;'(
    udh mau nikah jga,, ini mlah prgi perang..aishh~ jinjja~~ kasian shilla..😦

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:37 pm

      Hi Nara, Henbaby here ^^

      Omo, jangan nangis gitu dong saeng.. jd merasa bersalah bgt deh😦

      Ayoo Shilla eonnie tanggung jawab!! Hahahahaha *di hajar massa*

       
  3. Tivaclouds

    March 24, 2012 at 9:55 am

    Kabuurrr…
    Kagak berani baca -_-

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:38 pm

      Loh kenapa? ga serem kok FF nya, hahahaha

       
  4. minkijaeteuk

    March 24, 2012 at 10:20 am

    sedih T________________T
    q pikir yg bakal meninggal shilla tau y siwon n baru sadar pas baca tugas negara klo siwon tuh tentara ya????
    hampir ja nangis banyak untung bisa d control…

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:39 pm

      Hi, ketemu lg ya di sini, sejak changeover dulu, hehehe

      Hahaha syukurlah kalo ga jadi nangis, ntar aku yg bingung ngebujuknya gimana😛

      gomaweo udah baca ya..

       
  5. Naria

    March 24, 2012 at 11:57 am

    Wuaahhh hikz hikz mengharukan bkn nangis.Kcian shilla g jd nikah,itu da petir shilla’a kena g?Koq jiwon triak gt,Ksian2. dibkn squel’a g?bkn dong hehehe.

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:42 pm

      Ngga, Shilla eon ga kena petir kok.. dia cuma pingsan, hehehe

      Huaaa ga bisa bikin sekuel, cukup segini doang.. aku masih banyak hutang FF yg lain, hiks *sembunyi di balik Henry*

      Gomaweo udah baca dan komen🙂

       
  6. trianalifestory

    March 24, 2012 at 2:09 pm

    nice🙂

     
  7. isna

    March 24, 2012 at 2:44 pm

    Sad ending..???
    Hikss hikss hikssss

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:46 pm

      jangan nangis sayang , gomaweo udah baca ya🙂

       
  8. princessradita

    March 24, 2012 at 2:52 pm

    Huuksss *nangis sesegukan*
    Endingnya traagisss~~

    Ngapain jga Siwon ikutan perang pas mau kawin sh??? Coban kawin dlu, baru perang(?)
    Ɨƚε ‎​ټ Ɨƚε ‎​ټ Ɨƚε Ɨƚε ‎​ټ

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:49 pm

      Hahahahahaha good idea, ntar mention aja Siwon nya sayang, bilangin buruan nikah, takut ada apa2 kan kasihan calon bininya *PLAK

      Wkwkwkwk LOL

       
  9. IcaElf

    March 24, 2012 at 5:35 pm

    huuuuweee *nangis bareng siwon* kenapa siwonnya mati?? Yaa ampun.. Sumpah sedih bgt ceritanya.. Aduch author HenBaby tanggung jawab!! Saya dibikin nangis ini.. Good job🙂 dapet bgt dech feelnya..

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:51 pm

      Loh kok saya yg di suruh tanggung jawab?? kan salah negara yg kasih tugas ke Siwon (?)

      Wkwkwkwk ne, gomaweo!!😀

       
  10. Ai

    March 24, 2012 at 6:33 pm

    benci…..benci….benci…..
    kenapa harus sad romance,,, bikin habis energi aja gara2 nangis…..

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:51 pm

      Isi energinya lagi bareng bias ya😀 keep smile. gomaweo! ^^

       
  11. G-4tul21

    March 24, 2012 at 8:40 pm

    Mati semua. . Kasian :'(:'(:'(:'( selamat berkumpul di surga ya unnie,oppa..

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:53 pm

      Hahaha Shilla eon, coba baca deh, udah ada yg doain eon semoga cepet kumpul ama siwon oppa di sana, langgeng sampe akhir ya😀 huahaha

      gomaweo udah baca dan komen🙂

       
  12. parasarimbi

    March 24, 2012 at 10:22 pm

    Astaga, knapa harus berakhir tragis. Aku sedih..

     
    • HenBaby

      March 24, 2012 at 11:59 pm

      Kan ide nya emang kayak gini.. hehe keep smile and thanks for your attention.😀

       
  13. crifer_tha

    March 26, 2012 at 5:49 pm

    sad ending?😦 hiksssssss~
    but nice ff ^.^

     
    • HenBaby

      March 27, 2012 at 9:56 pm

      Hehe gomaweo ^^

       
  14. Keysa clariseo

    July 3, 2012 at 3:01 pm

    Huaaaaaaaaaaa,,, knapa cerita-nya sedih skali….
    Cerita ini sperti yg menimpa oppa-ku beberapa tahun lalu…;(

     
  15. Siregar Sri Fauziah

    January 5, 2014 at 7:13 am

    Ooohhh… ya ampun.ini nih.. paling g suka cerita yg castny tentara… ujung2nypasti gtu dh… nyesekk….
    Oppaaaaa…..😥
    Ayo kita bernangis ria Shilla…. :p
    Daebak dh Chingu…. ya walopun udh bkin nangis berarti feelny dpt…🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: