RSS

The Precious One Chapter 3

18 May

Shilla melongokkan kepalanya kedalam kamar Soohwa. Ia bisa melihat kakaknya itu tengah menaruh konsentrasi penuh pada laptop putihnya.

Shilla menghela napasnya kemudian melangkahkan kakinya memasuki kamar kakaknya itu. Kakaknya yang masih berkonsentrasi pada kerjaannya itu tampak tak mengindahkannya sama sekali.

“Eoni” panggilan lirih Shilla sanggup membuat Soohwa mendongakkan kepalanya menatap adiknya yang kini sudah duduk didepannya. Soohwa mengulum senyumnya pada sang adik.

“Wae?”

“Igo” ucap Shilla sembari menyerahkan sebuah bingkisan untuk sang kakak. Soohwa mengernyitkan keningnya bingung mengingat Shilla bukanlah orang yang suka memberinya hadiah kalau bukan hari ulang tahunnya.

“Ige mwo?”

“Kado dari Choi Siwon” jawab Shilla singkat. Soohwa makin menatapnya bingung.

“Siwon? Keunde wae?”

“Dia bilang sebagai ucapan selamat atas kemenangan tender eoni waktu itu”

“Geurae? Woah baik sekali dia” ucap Soohwa senang kemudian membuka bingkisan itu. Senyumnya langsung terkembang begitu melihat sebuah arloji mewah itu terletak rapi dalam kotak bingkisan itu.

Soohwa mencoba jam tangan itu di pergelangan tangannya. Dan dengan sekali lihat Shilla bisa melihat jam itu terlingkar indah di pergelangan tangan kakaknya.

“Woah yeppo. He really knows my style” ucap Soohwa senang. Shilla hanya tersenyum kecil.

“Ah padahal dia sudah banyak membantuku saat tender kemarin. Kemenanganku kemarin juga tak lepas dari bantuan dia dan Jaejoong Oppa. Dan dia masih repot-repot memberiku hadiah. Woah Choi Siwon daebak” puji Soohwa lagi.

Kurasa pria itu benar-benar menyukai Eoni.

“Mungkin dia menyukaimu eoni” celutuk Shilla tiba-tiba, soohwa sontak mengalihkan pandangannya dari jam tangan itu dan menatap Shilla.

“Kau bercanda? Dia memang baik orangnya. Lagipula eoni sudah memiliki Jae Oppa kan?” Ucap Soohwa. Shilla menghela napasnya panjang.

“Eoni…”

“Hm?”

“Bagaimana kalau.. Ternyata calon suami eoni itu bukan Jaejoong Oppa. Misalnya saja Choi Siwon itu?” Shilla bertanya ragu. Tapi ia tidak bisa menahan rasa penasarannya mengingat ia tahu rencana perjodohan mereka berdua.

“Kau ini bicara apa? Aku hanya akan menikah dengan Jae Oppa. Kim jaejoong. Arachi? So, stop saying nonsense” ucap Soohwa sembari terkekeh. Shilla tersenyum miris. Tak bisa membayangkan kalau rencana perjodohan itu benar-benar terjadi apa yang akan terjadi pada kakaknya.

Hwa eoni terlihat begitu mencintai Jaejoong Oppa. Ah sayang sekali kau harus dijodohkan dengan Choi Siwon, eoni.

=The Precious One Chapter 3=

Siwon membungkuk sopan pada beberapa karyawan Lotte Corp itu. Ia melangkahkan kakinya ringan menuju sebuah ruangan. Dan ketika ia sudah mencapai ruangan itu ia mengetuk pintu itu, menunggu orang di dalamnya untuk menyilakannya masuk.

“Masuk” suara itu sontak membuat Siwon melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu. Dan di dalam sana ia bisa melihat seorang pria paruh baya tengah menyambutnya.

“Ah Siwon-gun, wasseo?” Ucap pria yang bernama Park Yunbin itu. Siwon membungkukkan badannya sopan.

“Anyeonghasimnika Park Sajangnim.”

“Duduklah Siwon-gun.” Titah Yunbin. Siwon dengan sopan menuruti perintah pria paruh baya itu.

Yunbin lantas kembali ke mejanya kemudian mengambil sebuah dokumen dalam map biru yang terletak diatas meja itu. Ia duduk lagi disamping Siwon dan menyerahkan dokumen itu pada pria yang umurnya sepantar dengan anak gadisnya.

“Itu ada beberapa dokumen mengenai lokasi merger branch perusahaan kita nantinya. Pihak Lotte sudah memikirkan beberapa alternative, tapi mengingat kita bekerja sama dalam 2 perusahaan jadi kami ingin mendengar pendapat Hyundai terlebih dahulu” jelas Yunbin. Siwon mengamati dokumen itu kemudian tersenyum kearah Yunbin.

“Algetsemnida. Saya akan membicarakan hal ini lebih lanjut dengan beberapa pihak Hyundai.”

“Ah hanya berharap kerjasama ini akan segera dilaksanakan Siwon-gun”

“Nde. Saya juga berharap begitu”

“Dan berharap kalau kerjasama kita bukan hanya dalam hal bisnis. Tapi yang lainnya juga mungkin bisa”

“Nde?” Siwon sedikit bingung dengan pernyataan Yunbin. Pria paruh baya itu tersenyum misterius kearah Siwon.

“Yah mungkin saja kita juga bisa memperluas hubungan kekeluargaan keluarga kita Siwon-gun” ucap Yunbin. Siwon masih belum mengerti kemana arah pembicaraan ayah dari Shilla dan Soohwa itu.

“Maksud Park sajangnim?” Tanya Siwon sopan. Yunbin tersenyum kecil.

“Jangan panggil Park sajangnim Siwon-gun. Panggil saja abeonim, siapa tahu suatu saat panggilan itu memang akan kau ucapkan untukku”

“Nde?”

“Ah geurae. Karena kau seharusnya memanggilku abeonim jadi kurasa aku panggil kau Siwon saja, keudaechi?” Siwon mengerjabkan matanya bingung.

Apa maksud dari Park sajangnim sebenarnya?

Siwon tersenyum kikuk. Selama ini ia memang cenderung dekat dengan Park Yunbin ya meskipun ia tak menampik kalau ia lebih merasa nyaman saat berbincang dengan Park Yongsul, adik Yunbin. Tapi sekalipun ia belum pernah memanggil Yunbin dengan sebutan Abeonim. Tidak ada alasan untuknya harus memanggil demikian.

“Ah iya, bagaimana kabar ayahmu?”

“Eo? Ah Appa baik-baik saja, Park sajangnim”

“Abeonim.” Ralat Yunbin. Menyuruh Siwon untuk memanggilnya abeonim. Siwon tersenyum tak mengerti kemudian menganggukkan kepalanya.

“Ah jwesonghamnida A..abeonim” ucap Siwon kaku. Yunbin mengulum senyumnya.

“Begitu lebih baik” senyuman Yunbin bagaimanapun membuat Siwon tidak nyaman. Seolah pria paruh baya itu tengah merencanakan sesuatu terhadapnya.

“Ah iya Siwon-ah. Bagaimana menurutmu tentang Soohwa?” Tanya Yunbin tiba-tiba. Siwon sedikit terkesiap dengan pertanyaannya.

“Soohwa? Maksud a..abeonim?”

“Yah bagaimana menurutmu tentang Soohwa? Kepribadiannya misalnya?” Tanya Yunbin penasaran. Siwon sedikit berpikir kemudian menjawab dengan sopan.

“Ehm.. Soohwa gadis yang menarik abeonim. Di usianya yang masih muda tapi ia sudah bisa menunjukkan bakatnya dalam bisnis”

“Geuraeyo? Ah..lalu apakah menurutmu dia sudah siap untuk menikah dan menjadi istri yang baik?”

Siwon semakin tak mengerti dengan pertanyaan Yunbin. Pertanyaan yang menurutnya sedikit tidak wajar dibicarakan sebagai rekan bisnis seperti mereka.

Apa… Park sajangnim sudah ingin menikahkan Soohwa dengan Jaejoong Hyung?

“Ah itu.. Kurasa ia sudah cukup siap untuk menikah Abeonim” jawab Siwon lirih. Senyuman Yunbin seketika terkembang dalam bibirnya.

“Kalau begitu semuanya terpecahkan”

“Nde?” Siwon entah untuk keberapakalinya merasa bingung dengan pernyataan Yunbin. Pria paruh baya itu hanya tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aniya. Nanti kau juga akan tahu Siwon-ah”

“Ah nde”

“Kau ada acara lagi setelah ini Siwon-ah?”

“Ne, ada meeting dengan Hwang enterprise setelah ini. Memangnya kenapa abeonim?” Tanya Siwon sopan. Yunbin menggelengkan kepalanya.

“Aniyo, hanya bertanya. Kalau kau tidak ada acara sebenarnya aku ingin mengajakmu makan siang bersama dan dengan Soohwa juga”

“Makan siang dengan abeonim dan Soohwa?”

“Ne” jawab yunbin yakin. Siwon sedikit mengernyit heran karena pria itu tidak menyebutkan nama Shilla.

Tidak mengajak Shilla juga? Kenapa hanya mengajak Soohwa? Ah mungkin saja Shilla sedang ada acara lain.

“Ah jwesongeyo abeonim. Mungkin lain kali” ucap Siwon sopan. Yunbin mengerti dan menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu saya permisi abeonim” ucap Siwon kemudian mengundurkan diri. Dalam pikirannya kini masih bertanya-tanya maksud dari pria itu ucapkan sedari tadi.

Dia berbicara aneh.

Siwon menggelengkan kepalanya tak mengerti. Memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Ia berjalan menuju tempat parkir tapi begitu sampai depan lift ia bertemu dengan seorang gadis yang ia tahu betul itu siapa.

Gadis itu terlihat tengah mendengarkan mp3 dari earphone. Ia mengenakan kemeja dengan celana hitamnya. Dan senyum Siwon terkembang ketika ia melihat gadis itu sudah mengenakan sepatu flat, tidak lagi sepatu kets seperti sebelumnya.

Gadis itu memasuki lift dan dengan segera Siwon mengikutinya ke dalam lift. Dan ketika mata gadis itu menangkap sosok Siwon ia sedikit terkejut tentu saja.

“Anyeonghaseyo Shilla-ssi” sapa Siwon dengan senyuman terkembang di bibirnya. Shilla memutar bola matanya.

Aish kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?

“Anyeonghaseyo Siwon-ssi” balas Shilla dingin.

“Kau habis dari mana? Bukankah kantormu di gedung sebelah?” Tanya Siwon memulai pembicaraan. Yang ia tahu memang Shilla memang bekerja di perusahaan Yongsul yang berada tepat di sebelah gedung itu. Perusahaan kakak dan adik itu memang terbilang sangat dekat mengingat kedua perusahaan itu hanyalah dipisahkan oleh sebuah jembatan penghubung.

“Bukan urusanmu kurasa Siwon-ssi”

“Ah mianhae. Kau habis bertemu dengan Soohwa kurasa, keudaechi?” Tanya Siwon lagi. Shilla melotot padanya. Merasa terganggu dengan pertanyaannya sedari tadi.

Apakah pria ini tidak bisa diam?

TINGG

Pintu lift itu terbuka dan membawa mereka di basement gedung itu. Shilla berjalan terlebih dulu dan berjalan menuju mobilnya. Dan sayangnya arah menuju mobilnya itu searah dengan mobil Siwon terparkir.

Shilla yang merasa pria itu masih berjalan di belakangnya tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia memandang Siwon garang.

“Kenapa kau mengikutiku?”

“Aku tidak mengikutimu Shilla-ssi” elak Siwon. Shilla menggelengkan kepalanya.

“Lalu kenapa kau berjalan di belakangku sedari tadi?”

“Mobilku terparkir disana.” Ucap Siwon sembari menunjuk kearah mobilnya terparkir. Shilla yang pernah membonceng mobil Siwon mengenali dengan jelas mobil itu.

Aish kenapa mobil pria ini terparkir tepat di sebelah mobilku?

Shilla memandangnya dingin kemudian menghela napasnya. “Araseo. Kalau begitu kau jalan duluan” perintah Shilla. Siwon tersenyum singkat.

“Tidak baik membiarkan yeoja berjalan di belakang seorang namja” ucap Siwon lembut. Shilla memutar bola matanya lagi.

Sok manis.

Shilla hendak melontarkan perkataan pada Siwon sebelum ia mendengar bunyi ponselnya. Ia terpaksa mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengangkatnya.

Senyum Shilla terkembang begitu mengetahui siapa si penelepon. “Yunnie..” pekiknya senang. Siwon mengernyit heran, merasa tidak mengenal siapa si penelepon Shilla.

Siapa Yunnie?

“Makan siang? Kau yang traktir kan?” lanjut Shilla di telepon itu. Dan Siwon tak ada pilihan lain selain mendengarkan ucapannya.

“Hya! Jung Yunho berhentilah bercanda!”

Jung Yunho? Jadi dia namja? Sepertinya sikap Shilla dengan pria itu sedikit berbeda.

“Araseo. Aku akan kesana 15 menit lagi. Hm” ucap Shilla sembari menutup sambungannya. Ia membubuhkan senyumnya untuk orang di seberang sana yang tentunya tak akan dapat melihat senyum itu.

Shilla menatap Siwon dan kembali pada tatapan dinginnya. Ia kemudian berjalan cepat kearah mobilnya, meninggalkan Siwon tentu saja.

Kenapa ia selalu menatapku dingin? Tch!

Dan…siapa Jung Yunho itu? Ah molla.

=The Precious One Chapter 3=

Shilla sedikit menyuapkan makanan itu dengan enggan. Entahlah tapi ia merasa tidak nafsu untuk makan malam sekarang. Entah untuk alasan apa.

Ia melirik bangku sebelahnya yang biasanya Soohwa duduki. Dan hingga sekarang kakaknya itu belum terlihat berada di ruang makan itu. Padahal biasanya ayahnya akan sangat marah jika dirinya terlambat sedikit saja dalam acara makan.

Well, tapi Appa kan memang tak pernah marah dengan Hwa eoni.

Shilla sedikit termenung dengan hal itu. Bukan suatu rahasia lagi kalau ayahnya memperlakukan kedua anaknya itu dengan berbeda. Kenyataannya memang ayahnya terlihat meng-anak emas kan Soohwa.

“Ah mianhae aku terlambat Appa” ucap sebuah suara dan Shilla yakin betul kalau itu adalah kakaknya. Shilla mendongakkan kepalanya dan seketika ia terkesiap melihat Soohwa datang sembari bergandengan tangan dengan Jaejoong.

Shilla melirik ayahnya dan ia bisa melihat ekspresi ayahnya yang sedikit mengeras. Dalam hati Shilla hanya berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk disini.

“Hwa-ya, sayang siapa pria tampan yang kau bawa sayang?” Tanya sang eoma lembut. Soohwa mengulum senyumnya sementara Jaejoong membungkuk sopan kearah kedua orang tua Soohwa.

“Ah Appa, Eoma kenalkan ini Kim Jaejoong. Nae namjachingu” lirih Soohwa. Dan sekali lagi, Yunbin menunjukkan ekspresi kagetnya. Wajar memang.

Selama ini memang Soohwa dekat dengan Jaejoong tapi baik ayah atau ibunya tidak ada yang tahu hubungan itu. Wajar sebenarnya, mengingat kebanyakan mereka bertemu diluar. Dan baru kali ini Soohwa mengajak Jaejoong mengunjungi rumahnya.

“Neo..namjachingu?” Tanya sang ibu memastikan. Soohwa mengangguk yakin.

“Anyeonghasimnika. Naneun Kim Jaejoong imnida” ucap Jaejoong sopan.

“Duduklah, Nak” ucap sang ibu lembut. Jaejoong membungkukkan badannya sopan kemudian mengambil duduk di samping Soohwa.

“Anyeong Shilla-ya” sapa Jaejoong pada Shilla yang masih menatap kedua orang itu diam. Shilla hanya mengulum senyumnya singkat.

“Kau sudah mengenal Shilla, Jaejoong-ah?” Tanya wanita paruh baya itu. Jaejoong tersenyum sembari mengangguk mengiyakan.

“Ne..eomeonim. Shilla selalu terlihat bersama Yunho dan Yunho adalah teman saya eomeonim” jelas Jaejoong. Sang ibu mengangguk paham.

“Jadi..sejak kapan kau bersama Jaejoong, Hwa-ya?” Kini Yunbin angkat bicara. Shilla sedikit bergidik mengingat ia bisa mendengar sedikit nada mengintimidasi yang ayahnya lontarkan.

“Ehm..sebenarnya aku sudah mengenal Jaejoong Oppa sudah semenjak setahun yang lalu Appa. Tapi baru resmi menjadi kekasihnya beberapa minggu ini” jelas Soohwa. Yunbin mengangguk paham dan mengalihkan pandanganya menatap Jaejoong.

Jaejoong sedikit merasa takut dengan tatapan yang Yunbin tujukan untuknya. Seolah tatapan itu siap mengulitinya setiap saat.

“Jaejoong-ssi.. Keberatan untuk menceritakan siapa dirimu dan siapa orang tuamu?” Ucap Yunbin yang seolah terdengar seperti seorang ayah yang protektif terhadap putrinya.

Jaejoong menganggukkan kepalanya. “Ne abeonim”

Shilla bisa melihat dengan jelas aura ketegangan yang tiba-tiba tercipta itu. Atau lebih tepatnya aura tidak suka yang tiba-tiba ayahnya tunjukkan. Tapi sepertinya Jaejoong dan Soohwa tak terlalu memahami itu. Karena memang pada dasarnya kedua orang itu tak mengerti rencana besar yang sedang Yunbin pikirkan.

“Naneun… Sebenarnya saya sendiri juga bingung apa yang harus saya ceritakan abeonim. Keunde..seperti yang Soohwa katakan saya dan Soohwa baru beberapa minggu menjadi kekasih. Tapi saya berani pastikan kalau saya dan Soohwa serius dengan hubungan ini abeonim” ucap Jaejoong sedikit tegang. Yah wajar sebenarnya. Jika kau ditatap begitu tajam oleh calon mertuamu dengan tatapan yang seolah mengintimidasi itu pastilah kita akana berubah menjadi tegang, kan?

“Kau bekerja dimana sekarang?” Tanya Yunbin masih dengan tatapan tajamnya.

“Appa bisakah kau jangan menatap Jaejoong Oppa seperti itu? Kau seperti sedang menginterogasi penjahat, kau tahu?” Protes Soohwa yang rupanya sudah menyadari aura yang ayahnya berikan untuk kekasihnya.

Yunbin menatap Soohwa sekilas. “Appa hanya bertanya hal yang wajar seorang ayah tanyakan pada kekasih putrinya” elak Yunbin. Soohwa menghela napasnya pelan.

“Keunde Appa tak pernah seperti ini pada kekasihku sebelumnya”

“Karena Appa yakin kekasihmu sebelumnya tidak akan bertahan lama padamu. Appa yakin kalau kekasihmu sebelumnya tidak serius terhadapmu jadi buat apa Appa repot-repot menanyakan hal serius pada mereka?” Ucap Yunbin. Soohwa mengerucutkan bibirnya.

“Tapi Appa berlebihan. Lagipula jangan khawatir Appa. Jaejoong Oppa ini dari keluarga baik-baik. Dia bahkan sekarang adalah CEO dari Kim enterprise. Appa tahu kan Kim Enterprise?” Ucap Soohwa. Seketika Yunbin membulatkan matanya.

“Kim enterprise? Maksudmu kau ini anak dari Kim Yongwoong?” Tanya Yunbin pada Jaejoong.

Jaejoong menganggukan kepalanya. “Ne abeonim. Saya anak pertama dari Kim Yongwoong” jawab Jaejoong sopan.

Seketika Yunbin mengulas senyumnya. Senyum pertamanya yang ia tujukan untuk Jaejoong karena memang sedari tadi Yunbin memasang wajah datar padanya.

Appa tersenyum?

Shilla sedikit menautkan alisnya bingung. Sedetik yang lalu ayahnya masih memasang wajah keras dan cenderung tak bersahabat dan kini ayahnya bahkan tersenyum hangat pada Jaejoong.

Such a bipolar.

“Kenapa tidak bilang dari tadi? Apa sekarang ayahmu masih di Jersey?” Ucap Yunbin dengan nada ramahnya. Shilla menggelengkan kepalanya bingung dengan sikap sang ayah.

“Ne abeonim. Appa sudah di Jersey lagi, beberapa waktu lalu dia sempat ke Seoul untuk beberapa tujuan bisnis”

“Ah geurae? Wah sayang sekali aku tak bisa bertemu dengannya”

Kim enterprise memanglah bukan sebuah perusahaan yang bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan itu bahkan sudah mengepakkan sayap tidak hanya di Korea tapi juga di beberapa Negara lainnya. Dan sepertinya untuk kalangan pebisnis jika mereka tidak mengenal Kim enterprise rasanya hampir tidak mungkin.

“Ah iya apa kau sudah makan malam? Hwa-ya layani kekasihmu” titah Yunbin pada Soohwa. Putrinya hanya menatap ayahnya bingung. Mungkin dia berpikiran hal yang sama dengan yang Shilla pikirkan. Perubahan sikap sang ayah cenderung tidak biasa memang.

=The Precious One Chapter 3=

Shilla berjalan sembari menguap kecil menuruni tangga. Sekarang sudah pukul 12 malam dan ia baru saja terbangun dari tidurnya karena ia merasa haus tiba-tiba.

Ia segera menghampiri kulkas di dapurnya kemudian meneguk air putih itu cepat. Ia mengacak rambutnya singkat kemudian bersiap untuk memasuki kamarnya lagi.

Tapi, ia menghentikan langkahnya tepat di depan ruang kerja sang ayah. Ruang kerja ayahnya memang berada di dekat kamarnya.

Ruang kerja itu sedikit terbuka. Dan ia bisa melihat kalau sang ayah masih berkutat dengan laptopnya sementara sang ibu terlihat masih menemaninya.

Ow, they are so sweet.

Shilla tersenyum kecil. Ia tahu betul kalau hubungan ayah dan ibunya itu terkadang membuatnya iri. Orang tuanya itu di usia mereka yang terbilang sudah tidak muda lagi tapi masih menunjukkan sisi keromantisan mereka. Seperti yang sekarang ia lihat. Ketika ayahnya tidur malam karena harus mengerjakan beberapa tugas kantornya maka sang ibu akan dengan senang hati menemani ayahnya. Sekedar membuatkannya kopi atau bahkan membaca buku dan lainnya sembari menemani ayahnya yang bekerja.

Shilla tersenyum lagi melihatnya. Ia kemudian hendak melangkahkan kakinya menuju kamar sebelum akhirnya kakinya terhenti ketika mendengar perbincangan kedua orang tuanya.

“Soohwa dan Jaejoong.. Bagaimana menurutmu Yeobo?” Shilla bisa mendengar sang ibu bertanya lirih.

“Mereka tampak serasi. Dan kulihat Jaejoong serius dengan Soohwa” jawab sang ayah.

“Jadi kau menyetujui hubungan mereka?”

“Tidak ada alasan untukku melarang hubungan mereka. Lagipula Jaejoong juga berasal dari keluarga terpandang”

“Apa itu artinya kau akan membatalkan rencanamu dan Choi sajangnim?”

DEG

Shilla entah kenapa merasakan debaran jantungnya berpacu. Isu itu memang hanya dirinya yang tahu selain orang tuanya. Dan jujur ia tidak begitu suka dengan rencana perjodohan itu. Bukan apa, tapi ia merasa kakaknya sudah bahagia dengan pilihannya jadi untuk apa memaksanya menikah dengan pria lain?

“Itu tidak mungkin jagiya. Rencanaku dan Choi sajangnim sudah bulat”

“Keunde..bagaimana dengan Soohwa? Dia terlihat sangat serius dengan Jaejoong. Kalau kita memaksakan kehendak kita aku takut dia akan menolak perjodohan itu, yeobo” ucap Sang istri pelan.

“Araseo. Keunde aku tidak bisa membatalkan begitu saja rencana perjodohan itu. Dan inilah yang membuatku bingung sekarang. Aku juga memikirkan perasaan Soohwa. Ah apa yang harus aku lakukan, yeobo?” Yunbin terdengar frustasi.

Dan dibalik pintu itu Shilla hanya terus mendengarkan dalam diam. Kalau ia jadi ayahnya ia juga akan bingung harus melakukan apa.

=The Precious One Chapter 3=

“Siwon-ah” panggilan dari sang ayah membuat Siwon menghentikan langkahnya dan berjalan menuju sang ayah. Ia bisa melihat gurat keseriusan yang ayahnya tunjukkan untuknya.

“Ne Appa?”

“Duduklah. Ada beberapa hal yang harus ayah katakan padamu” titah Choi Kiho, sang ayah. Tanpa pikir panjang Siwon mengikuti kehendak sang ayah.

“Kurasa hubungan kerjasama kita dengan Lotte Corp tinggal selangkah lagi tercapai. Keudaechi?”

“Ne appa”

“Dan Appa pikir akan lebih baik kalau hubungan keluarga besar kita tidak hanya dalam urusan bisnis semata”

Appa berbicara aneh, persis seperti Park Sajangnim.

Siwon sedikit menatap sang ayah bingung. Pasalnya sang ayah menjadi berubah seperti Park sajangnim.

“Dan Appa sudah memikirkannya masak-masak dengan Park sajangnim. Dan kami setuju untuk membuat hubungan kekeluargaan kita menjadi lebih baik”

“Maksud Appa?”

Kiho memandang Siwon serius. “Mungkin kau akan sedikit tidak suka dengan rencana ini. Tapi percayalah kami melakukan ini untuk kebaikan kalian, anak-anak kami”

Siwon memiringkan kepalanya bingung. “Aku…tidak mengerti Appa”

“Kau..Appa jodohkan dengan putri Park sajangnim”

“Nde?”

=The Precious One Chapter 3=

Sebuah sambutan bahagia kentara sekali Siwon dapatkan begitu ia memasuki rumah keluarga Park itu. Park Hwayoung, Nyonya rumah keluarga itu menyilakan Siwon masuk.

Sebenarnya Siwon sudah mengetahui maksud undangan makan malam yang Park Yunbin berikan untuknya. Dan mengingat hal itu membuatnya merasakan debaran jantung yang tak menentu.

Oke untuk pertama kali saat ayahnya memberitahukan rencananya jujur Siwon sangat terkejut. Tak menyangka sama sekali kalau ayahnya dan ayah Soohwa akan merencanakan hal seperti itu.

Dan sejujurnya ia tak mengerti harus bagaimana menanggapinya. Ia tak mengerti haruskah menolak ataukah menerima dengan senang hati.

Hanya saja ayahnya dan Park Yunbin sepertinya sudah bulat dengan keputusannya. Membuatnya, kalaupun berencana menolak sepertinya juga akan susah. Dan ia paham betul bagaimana peringai sang ayah. Mungkin cenderung otoriter tapi terkadang ia mengerti yang terbaik untuk anaknya.

“Mungkin kau akan sedikit tidak suka dengan rencana ini. Tapi percayalah kami melakukan ini untuk kebaikan kalian, anak-anak kami”

Siwon tersenyum tipis mengingat ucapan ayahnya. Separuh hatinya masih tak sepenuhnya yakin apakah keputusan mereka adalah yang terbaik untuknya.

“Duduklah Siwon-ah” suara Yunbin serasa begitu lembut padanya. Siwon melemparkan senyumannya. Tidak senyuman hangat memang karena sejujurnya Siwon tak tahu harus tersenyum seperti apa sekarang.
“Yeobo panggilkan putri-putri kita supaya kita bisa mulai makan malamnya, eo?” Perintah Yunbin pada Hwayoung. Sang istri mengangguk paham kemudian berjalan menuju kamar putri-putrinya.

Hwayoung mengetuk pelan pintu kamar Soohwa. Dan disana sudah berada dua putri kesayangannya. Yang satu sudah rapi dengan gaun merah mudanya sementara yang satu lagi masih memakai pakaian tidurnya.

“Shilla-ya, kenapa kau belum memakai gaun yang Eoma pilihkan untukmu?” Tanya Hwayoung. Shilla mendengus kesal. Dia memang tak pernah memakai gaun.

“Untuk apa Eoma? Ini hanya makan malam biasa dan di rumah sendiri kenapa pula aku harus pakai gaun?” Protes Shilla. Hwayoung menggelengkan kepalanya.

“Ini bukan makan malam biasa, Sayang. Appamu punya pengumuman penting setelah makan malam nanti”

DEG

Shilla terdiam seketika. Ia tahu betul apa yang akan ayahnya umumkan. Pastilah tentang rencana perjodohan itu.

Secepat inikah?

“Dan lagi kau harus menghargai tamu Shilla-ya. Kau setidaknya harus menghormati Siwon dengan berpakaian yang layak. Setidaknya dia masih rekan bisnis, kan?” Bujuk Hwayoung. Shilla mengerucutkan bibirnya.

“Eoma benar saengie. Palli ganti bajumu” kini Soohwa ikut memerintah. Shilla mendengus kesal.

“Ara ara. Tapi hanya memakai gaun itu, ne? Aku tidak mau memakai make up seperti eoni, yaksss” ucap Shilla. Soohwa dan Hwayoung hanya menggelengkan kepalanya.

Shilla kemudian berjalan ke kamar mandi di ruangan itu. Sementara Hwayoung hanya menatap anaknya itu prihatin.

“Kapan adikmu itu bisa sedikit berubah, Hwa-ya?” Gumam Hwayoung. Soohwa tersenyum singkat kemudian memeluk Eomanya itu.

“Tenanglah Eoma. Sedikit-sedikit dia pasti berubah. Tidak perlu memaksakan kehendak padanya. Eoma tahu kan tabiatnya yang keras. Semakin dipaksa semakin ia akan memberontak” bisik Soohwa. Hwayoung mengelus tangan Soohwa yang kini melingkar memeluknya.

“Kau benar. Hah, untung saja eoma masih memilikimu yang pengertian Hwa-ya. Dia sudah dewasa tapi sepertinya sifat kekanakannya belum hilang”

“Gwenchana Eoma. Mungkin saat menikah nanti dia akan berubah menjadi dewasa”

“Ne”

CEKLEK

Pintu kamar mandi itu terbuka dan kini Shilla keluar ruangan itu dengan gaun selututnya. Hwayoung dan Soohwa tersenyum senang melihat pemandangan baru di depannya.

“Woah uri Shilla. Neomu yeppo Shilla-ya” puji Soohwa. Shilla memutar bola matanya. Merasa kalau kakaknya itu bercanda.

Yeppo? Cih aku ragu akan hal itu.

“Ppalli! Katanya tamu sudah menunggu kan?” Ucap Shilla sembari mendengus. Soohwa menggelengkan kepalanya lagi.

“Jamkaman Shilla-ya” cegah Soohwa. Dengan sigap ia memakai sesuatu dari meja riasnya dan mengusapkannya pada wajah Shilla.

“Eoni!!” Pekiknya kesal. Sang kakak dengan sengaja mengoleskan bedak pada wajahnya.

“Itu membuatmu lebih cantik Shilla-ya” Soohwa tersenyum jahil.

“Aish menyebalkan!”

=The Precious One Chapter 3=

Siwon sesekali melirik Shilla yang menurutnya terlihat berbeda itu. Well, selama ini ia melihat Shilla dengan sangat sederhana. Gadis itu tak pernah memoles wajahnya dengan apapun. Wajahnya dibiarkan polos tanpa make up.

Tapi sekarang dia berbeda. Shilla memakai bedak meskipun itu sangat tipis. Berbeda dengan saat ia melihat Soohwa yang mengenakan make up, tak ada yang special dengan itu. Maksudnya adalah sudah biasa baginya melihat Soohwa dengan make up. Tapi melihat Shilla dengan make up serasa ada sesuatu yang aneh. Ya, bukan sesuatu yang buruk sebenarnya. Karena sejujurnya Shilla terlihat lebih baik dengan make up tipis itu.

Yang lebih membuatnya terpana adalah pakaian yang Shilla kenakan kini. Gadis itu mengenakan gaun hitam selutut. Sangat jarang melihatnya mengenakan gaun karena biasanya gadis itu selalu mengenakan pakaian yang cenderung sporty. Ia jarang sekali melihat gadis itu mengenakan outfit yang elegan seperti ini.

Berbeda dengan Siwon, Shilla sama sekali tak menaruh perhatian pada pria itu. Ia lebih memilih untuk memakan makanannya yang sudah hampir habis itu dalam diam. Sementara pikirannya jujur saja berkelana.

Bagaimana kalau eoni menolak? Apa Appa tidak memikirkan perasaan Hwa eoni?

Ia sedari tadi memikirkan rencana perjodohan itu. Ia begitu menyayangi kakaknya dan rasanya ia tak suka jika melihat kakaknya harus dipaksa menerima perjodohan itu. Dan mengingat sang kakak sangat mencintai Jaejoong pastilah ia akan terluka kalau harus dipaksa menerima perjodohan itu.

Aish molla!

Shilla menghela napasnya pelan. Kakaknya yang akan dijodohkan kenapa pula harus dirinya yang repot memikirkannya?

“Ah sepertinya kita sudah selesai makan semua kan?” Ucap Yunbin tiba-tiba. Baik Shilla ataupun yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya.

“Jadi tidak ada salahnya kan kalau sekarang Appa memberikan pengumuman penting?” Lanjut Yunbin. Siwon tersenyum kecil dan Soohwa yang tak tahu apa-apa hanya menganggukkan kepalanya. Meskipun dalam hatinya ia penasaran dengan pengumuman apa yang akan ayahnya ucapkan.

Sementara itu Shilla menelan ludahnya yang serasa kelu. Ia merasa tegang seketika.

Aish kenapa kau jadi tegang Shilla-ya? Ini berhubungan dengan hidup eoni tapi kenapa harus aku yang tegang?

“Dan pengumuman itu berhubungan dengan Siwon yang sekarang hadir dalam makan malam ini. Ah sayang sekali orang tuanya tak bisa hadir”

“Ah jwesonghamnida abeonim. Appa mendadak ada urusan bisnis ke Jepang dan Eoma masih berada di China untuk urusan sosialnya” jelas Siwon. Ia memandang Yunbin dengan pandangan meminta maaf.

Abeonim? Woah tak kusangka hubungan mereka sudah sedekat itu.

“Gwenchana. Appamu sudah mengatakannya padaku Siwon-ah” tutur Yunbin.

“Apa ini ada hubungannya dengan kerjasama perusahaan kita nantinya, Appa?” Tanya Soohwa penasaran. Yunbin tersenyum lembut pada Soohwa.

“Ne sayang. Ada hubungannya dengan itu.” Ucap Yunbin.

Siwon terlihat sedikit tidak nyaman dengan duduknya. Ia menghembuskan napasnya pelan berusaha menghalau rasa gugup di dadanya.

Aish kenapa aku jadi merasa tidak enak? Seperti ada hal buruk yang tidak aku harapkan.

“Kurasa kita semua tahu kalau sebentar lagi perjanjian kerjasama perusahaan kita dan Hyundai akan segera dilaksanakan. Itu artinya dua perusahaan itu akan semakin menjalin hubungan baik dalam hal bisnis. Dan Appa dan Choi sajangnim, ayah Siwon, berencana untuk memperluas kerjasama kita” lanjut Yunbin. Soohwa memiringkan kepalanya bingung.

“Maksud Appa? Apa kita akan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain juga?” Soohwa mengutarakan ketidak mengertiannya. Sementara Shilla hanya diam dan tak berani membuka suara sedikitpun.

“Bukan begitu, sayang. Tapi Appa dan Choi sajangnim berencana menjalin hubungan baik dalam hal keluarga”

“Maksudnya?”

“Yah seperti yang kau tahu kalau Siwon nantinya akan menjadi penerus Choi sajangnim. Dan Appa rasa usianya sudah cukup mapan untuk menjalin hubungan yang serius. Appa dan Choi sajangnim berencana untuk melakukan merger perusahaan itu Hwa-ya. Dan nantinya Siwon lah yang akan memimpin merger perusahaan kita.” Jelas Yunbin.

“Lalu Appa dan Choi sajangnim nantinya akan pensiun, begitu?”

“Well, nantinya kita pasti akan pensiun tapi tidak dalam waktu dekat ini. Lagipula Appa dan Choi sajangnim kan masih memiliki perusahaan lain yang bisa di handle.” Ucap Yunbin. Soohwa mengangguk paham. Dan memang keluarganya memiliki beberapa cabang perusahaan yang perlu di manage dengan baik.

“Tapi.. Rasanya kalau Siwon diserahkan perusahaan merger itu begitu saja tanpa suatu status yang jelas sepertinya itu tidaklah tepat” lanjut Yunbin. Dan kini Soohwa kembali tak mengerti. Sementara Shilla dan Hwayoung yang sudah mengerti rencana itu hanya diam mendengarkan perbincangan itu.

“Jadi maksud Appa?”

“Siwon akan memimpin merger perusahaan itu setelah statusnya memang sudah resmi menjadi keluarga kita”

“Huh?”

Yunbin tersenyum singkat kemudian menatap kedua putrinya. “Siwon akan memimpin perusahaan itu setelah ia resmi menjadi menantu Appa. Itu artinya ia harus menikahi putri Appa”

“Mwo?” Soohwa terkejut tentu saja. Siwon sudah menduga reaksi Soohwa akan seperti karena sejujurnya ia juga memberikan reaksi yang sama saat ayahnya mengutarakan hal itu.

Shilla menghela napasnya. Wajar menurutnya reaksi sang kakak.

Kurasa kau akan lebih terkejut lagi kalau kau tahu kau yang akan dijodohkan dengannya, eoni.

“Maksud Appa..aku atau Shilla harus menikah dengan Siwon?”

“Ne Hwa-ya. Dan Appa sudah memutuskan siapa yang akan menikah dengan Siwon. Dan lagi Appa Siwon sudah sangat menyetujui mengenai hal ini”

Shilla rasanya tak sanggup jika harus melihat ekspresi terkejut kakaknya lagi. Ia menghembuskan napasnya kemudian meraih segelas air putih di depannya dan meneguknya. Berusaha untuk meredam ketegangannya.

“Siwon akan menikah dengan..Shilla. Park Shilla”

BYURRRR

Shilla tiba-tiba saja menyemprotkan air putih yang ia teguk itu. Matanya melotot seketika. Tak percaya dengan apa yang ia dengar.

Aku tidak salah dengar kan?

“Shilla-ya..apa yang kau lakukan?” Ucap Hwayoung mengingat perbuatan Shilla cenderung tidak sopan itu. Ya meskipun air putih itu tidak mengenai siapapun tapi tetap saja menyemburkan minuman yang kita minum itu sangatlah tidak sopan.

“A..appa.. Hanbonman.” Gugup Shilla.

“Apanya?”

“Katakan sekali lagi..siapa yang akan…menikah dengannya?” Lirih Shilla sembari menunjuk gugup kearah Siwon. Yunbin tersenyum tipis.

“Kau Shilla-ya”

“MWORAGO??” Pekik Shilla. Ia memandang Siwon yang kini tersenyum tipis padanya.

Maldo andwe! Bukannya Hwa eoni? Kenapa jadi aku?

“Appa..Hwa eoni..aku.. Maksudku…”

“Hwa, dia sudah memiliki Jaejoong jadi Appa pikir tidaklah bagus memaksakan kehendak padanya. Jadi calon yang cocok adalah dirimu. Lagipula Siwon tidak keberatan dengan hal itu” ucap Yunbin. Shilla menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum hambar kemudian memandang Siwon yang sama sekali tak berani memandangnya.

Ini tidak akan terjadi. Tidak padaku.

“Shireo! Aku tidak mau Appa” ucap Shilla kesal kemudian menarik kursinya dan berjalan meninggalkan ruang makan itu.

“Shilla-ya!” Teriak Yunbin tapi Shilla sama sekali tak mengindahkannya. Ia terus berjalan kekamarnya, meninggalkan Siwon yang kini tersenyum miris itu.

Sudah kuduga reaksinya akan seperti ini.

 

To be continued….

Jeng jeng jeng… hohohoho.. Saya ga tahu adakah yang menyangka adegan ini. Tapi ya..selamat untuk kalian karena saya mengabulkan permintaan SS couple untuk dijodohkan..wkwkwkw…

kalo aneh ni chapter,,ya maafkan saya ya… sorry for typo

 
234 Comments

Posted by on May 18, 2012 in chapter, fanfiction

 

Tags: ,

234 responses to “The Precious One Chapter 3

  1. pcm17storyline

    June 27, 2014 at 7:00 pm

    kalo ngebayangin sikapnya Shilla jadi inget pemain Panda and Hedgehog yg jadi adiknya yg tomboy wkwkwk.
    author, saran ya. kayaknya mending pake kata ‘mempersilahkan’ daripada ‘menyilakan’. soalnya, kalo pake menyilakan, kayaknya cenderung beralih dari kata men-sila-kan deh. hanya saran ya🙂

     
    • shilla_park

      June 28, 2014 at 10:12 am

      haha ga nonton…
      bisa pake mempersilakan…tp bukan mempersilahkan, karena klo bahasa bakunya itu sila bukah silah sebenarnya…setidaknya si itu yg saya dpt dulu pas sma, gatau deh klo skrg udah beda lagi aturannya lol

       
      • pcm17storyline

        June 29, 2014 at 9:45 pm

        ok, berarti saya yang salah🙂
        ilmu baru nih, lumayan buat nambah kemampuan kebahasaan🙂
        terima kasih eonni🙂

         
      • shilla_park

        June 30, 2014 at 6:59 am

        ga salah kok, siapa tahu kamu yg bener kan? soalny kan saya jaman sma udah jaman kapan… *sok tua* haha

         
      • pcm17storyline

        July 1, 2014 at 9:29 pm

        tapi memang ada acuan kayak yg eon bilang. kata dasar yang berawalan huruf K, T, S, P akan dilunturkan atau tidak diperjelas. kayak pukul jadinya memukul bukan mempukul

         
      • shilla_park

        July 2, 2014 at 4:21 am

        wowww ampe dicari dong…coolll…*acungi jempol*😀

         
      • pcm17storyline

        July 3, 2014 at 8:33 am

        gak nyari kok, itu pelajaran smp🙂

         
  2. R'itsmine

    January 3, 2015 at 5:51 pm

    kirain . . . . .

     
  3. fiema

    January 4, 2015 at 5:48 pm

    Eits…jadi begini kelanjutannya…hehe…

     
  4. lee chocho

    May 31, 2015 at 4:48 am

    Ya ampun… makin penasaran..

     
  5. mayang

    June 4, 2015 at 10:54 pm

    Bingung sama perasaan Siwon , dya suka sama siapa sebener nya ????!!
    aneh appa nya Shilla kek anggep Shilla anak tiri gtu -_-
    kasian Shilla slalu di beda”in gtu:/:/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: