RSS

I Don’t Like Love

05 Jul

hey hey hasrat nulis angst saya tiba-tiba kumat..eh tp bukan angst juga ding…dan skarang yg jadi korbannya adalah selingkuhan baru saya.. *plakk*

Dan seperti biasa ini aneh bin gagal. terisnpirasi dari lagu Junsu-I dont Like Love..hehe

Ga baca ga papa kok karena emang gagal ini ff,,.hehe

Backsound: Xia Junsu-I Don’t Like Love

 

Pria itu menghela napasnya dalam. Melihat kesedihan yang jelas sekali terpancar dari punggung gadis itu. gadis yang hampir setengah jam ini ia terus perhatikan dari belakang.

Ya, hanya diam sembari memperhatikannya. Pria tak berani mendatangi gadis itu. mengingat ia tahu kalau gadis yang terduduk di tepian pantai itu sedang butuh waktu sendiri. Pria itu tahu kalau gadis yang sedari tadi ia perhatikan sedang tidak membutuhkan siapapun. Yang gadis itu butuhkan hanyalah waktu untuknya mencurahkan segala bentuk emosinya. Segala bentuk kesedihannya yang ia coba dihilangkan dengan menangis pilu.

Dan sejujurnya itu menyakiti pria bernama Lee Howon itu. hanya melihat gadis yang selama ini ia jaga dan ia cintai menangis tergugu membuatnya bisa merasakan perih di ulu hatinya. Membuatnya ingin merengkuh gadis itu erat dalam pelukannya. Menghilangkan segala bentuk kesedihan itu.

Hanya saja ia tak bisa. Ia paling tahu bagaimana tabiat sang gadis. Gadis yang hampir sepuluh tahun ini menjadi sahabatnya. Gadis yang sama yang membuatnya mencintai dalam diam. bukan karena ia tak menyatakan perasaanya tapi lebih kepada karena gadis itu tak bisa menerima dirinya sebagai orang lain kecuali sahabat.

Dan jujur kenyataan itu selama ini menyakitkan. Howon yang selalu setia berada di sisi gadis itu tapi ia tak pernah bisa menjadi sosok yang paling dicintai gadis bernama Shim Hyerin itu. Ia yang paling mengerti sosok Hyerin tapi ia tak pernah bisa memasuki hati gadis itu.

Howon tak pernah memaksa Hyerin untuk menerima. Ribuan kali ia menyatakan perasaannya, berharap agar Hyerin tahu kalau ia benar-benar mencintai gadis itu tapi tetap saja sebuah perasaan tak bisa dipaksakan, bukan? Yang bisa Howon lakukan selama ini hanyalah tetap setia mendampingi Hyerin. Senantiasa memberikan sandaran ketika Hyerin membutuhkan tempat sandaran. Bersedia menerima setiap keluh kesah yang Hyerin lontarkan.

Howon menghela napasnya. Ia melihat kalau sepertinya Hyerin sudah cukup tenang. Terbukti gadis itu sudah tak menangis tergugu seperti tadi lagi. Membuat Howon melangkahkan kakinya mendekati Hyerin.

Selalu begitu. Ketika Hyerin tengah sedih Howon selalu menunggu hingga gadis itu lebih tenang. Karena ia tahu kalau Hyerin tak suka menampakkan air matanya kepada orang lain, termasuk dirinya. Ia tahu Hyerin pasti akan bercerita padanya ketika gadis itu sudah merasa lebih baik.

TAP

Hyerin sontak menolehkan kepalanya ketika ia merasakan sebuah tepukan ringan di pundaknya. Ia bisa melihat sosok Howon yang tersenyum lembut kearahnya. Meski ia tahu dalam mata Howon tersirat sebuah perasaan prihatin terhadapnya.

“Hoya…” panggil Hyerin lirih. Howon tersenyum lagi. Panggilan itu terasa begitu lembut di telinganya. Hyerin biasa memanggilnya Hoya dan ia bangga akan hal itu. Setidaknya ia memiliki tempat special dihati Hyerin. Karena gadis itu tidak akan memberikan sebuah pet name kepada orang lain kalau orang itu tidaklah special.

“Gwenchana?”

Hyerin menggelengkan kepalanya. Ia lantas menyandarkan kepalanya pada bahu Howon. Memejamkan matanya sembari menghela napasnya.

“Dia…menghianatiku. Dia bilang aku membosankan. Apa benar begitu?” gumam Hyerin. Howon membelai rambut Hyerin.

“Kalau kau membosankan maka aku juga sudah meninggalkanmu dari dulu Hye. Kenyataannya tidak, kan?”

Hyerin tersenyum tipis. Howon selalu bisa membuatnya tersenyum. Selalu bisa menghiburnya, selalu bisa melontarkan kata-kata yang tepat sehingga membuatnya merasa dicintai. Dan ia bersyukur memiliki sahabat sepertinya. Meski ia selalu merasa bersalah tiap kali ia mengingat kalau ia tak bisa membalas perasaan sahabatnya itu.

“Gomawo Hoya”

“He’s not worth crying for. Lupakan dia dan aku tak suka melihatmu menitikkan air mata untuk sesuatu yang jelas-jelas menyakitimu.”

“Ehm araseo”

“Now, can you smile?” ucap Howon sembari menyentuh wajah Hyerin. Menghadapkannya tepat di wajahnya. Memaksa Hyerin untuk melihat kedalam kedua mata Howon.

Perlahan Hyerin menyunggingkan senyumnya. Dan tentu saja Howon membalas senyuman itu dengan senyuman tulusnya. Dan entah bagaimana tapi senyuman Howon bisa membuat Hyerin menjadi lebih tenang.

***I Don’t Like Love***

“Gimme a chance, Hye”

Hyerin hanya bisa memandang Howon diam. Ia menatap lurus pada mata Howon yang menyiratkan pengharapan itu. Ia bisa melihat bagaimana Howon begitu mencintainya. Bagaimana pria di depannya itu selalu menjaga dan mengasihinya sepenuh hati.

“Jebal! Beri aku kesempatan untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu, Hye.”

“Hoya..aku…”

“Aku lelah Hye melihatmu terus disakiti pria-pria itu. Lelah melihatmu menangisi pria yang tak pantas untuk kau tangisi. Setidaknya ijinkan aku untuk membuktikan padamu bahwa aku tak seperti mereka. Setidaknya ijinkan aku untuk membuktikan padamu bahwa semua pria tak sama. Ijinkan aku untuk memasuki hatimu, Hye”

Lagi, Hyerin merasa tercekat. Bibirnya kelu tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.

Ia tahu selama ini hanya Howon pria yang selalu setia mendampinginya. Tapi ia sama sekali tak bisa menerima Howon dihatinya. Ia tak bisa menerima Howon sebagai sosok kekasih. Ia hanya bisa menerima Howon sebagai sahabatnya.

Dan kini ia merasa menjadi orang paling jahat. Ia membiarkan pria lain masuk dengan mudah kehatinya hanya untuk membuatnya tersakiti. Tapi ia tak bisa menerima Howon yang jelas-jelas mencintainya tulus.

Haruskah aku menerimanya?

Pikiran Hyerin berkecamuk. Ia tahu pasti bagaimana hatinya. Ia memang mencintai Howon tapi hanya sebagai sahabat. Dan ia ingin posisi itu tetap seperti adanya. Tak ingin merubahnya sedikitpun.

Tapi ia tak sanggup membuat Howon terus tersakiti. Ia tahu selama ini ia menyakitinya. Menyakiti sahabatnya yang selalu mendampinginya dengan semua penolakannya.

Tapi apakah memberinya kesempatan akan membuatnya bahagia? Atau justru tersakiti diakhirnya?

Howon meraih jemari Hyerin. Membuat gadis itu sedikit terkesiap dibuatnya. Ia memandang wajah Howon yang terlihat begitu tulus.

“Aku tahu perasaan memang tak bisa dipaksakan. Keunde..tak bisakah kau mencoba untuk mencintaiku? Tak bisakah kau sedikit saja membuka hatimu untukku, Hye?” pinta Howon.

“Hoya…” Hyerin menundukkan kepalanya. Tak sanggup melihat kedalam mata Howon. Dan itu membuat Howon menghela napasnya. Kecewa tentu saja.

“Araseo. Aku tak akan memaksamu Hye. Keunde..hanya untuk setahun Hye”

“Setahun?”

“Eo. Setahun ini ijinkan aku menunjukkan padamu kalau aku benar-benar mencintaimu. Setahun ini kumohon jangan  membuka hatimu untuk pria lain kecuali aku. Dan kalau kau tetap tak bisa mencintaiku, maka aku akan menyerah dengan perasaanku padamu Hye” ucap Howon.

“Hoya..aku…”

“Enam bulan. Hm?” Howon berusaha menawar. Mungkin terkesan seperti pengemis cinta tapi ia tak peduli. Selama ini ia selalu diam dan mengalah. Membiarkan Hyerin dengan perasaannya. Tapi sekarang ia tak bisa.

Ia lelah menjadi pecundang dalam hal cinta. Tak berniat sedikitpun untuk memperjuangkannya. Ia berpikir mungkin selama ini Hyerin tak bisa mencintainya karena memang Howon tak pernah berusaha memenangkan hati gadis itu. Tapi sekarang Howon sadar. Tidak ada salahnya kan berjuang untuk mendapatkan cinta. Setidaknya sebagai pria, ia harus menjadi pihak yang berjuang.

Perlahan Hyerin menganggukan kepalanya. Membuahkan sebuah senyuman lega dari bibir Howon. Pria itu lantas memeluk Hyerin erat.

“This 6 months will the best days of your life, I promise”

***I Don’t Like Love***

 “Hoya!” panggil Hyerin senang. Howon menggelengkan kepalanya kemudian mengacak rambut Hyerin.

“Kau senang?”

“Keureom. You are the best, Hoya!” puji Hyerin. Wajar kalau ia merasa senang. Pasalnya sekarang Howon mengajaknya ke taman hiburan.

Selama ini Howon tahu kalau Hyerin sedikit suntuk dengan pekerjaannya. Tak jarang kalau Hyerin kerap mengeluh lelah. Dan itulah alasan kenapa Howon mengajak Hyerin ketaman hiburan. Ia paling tahu kalau Hyerin sangatlah suka menghabiskan waktu ditaman hiburan. Ia bahkan sudah seperti anak kecil saja. Sedari tadi terus kesana kemari mencoba beberapa wahana. Dari pagi hingga kini hari sudah gelap, tapi sepertinya Hyerin tidak lelah sedikitpun. Sementara Howon sedari tadi dengan setia menemaninya.

“Sekarang pulang?” Tanya Hyerin polos. Howon menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.

“Kita makan malam dulu, ne? kau belum makan dari siang tadi, Hye” ucap Howon penuh perhatian. Ia tahu pasti Hyerin merasa lapar karena dirinya juga sudah lapar sesungguhnya sedari tadi.

“Ah geurae. Kalau begitu kkaja!” ucap Hyerin sembari menarik tangan Howon. Membuat Howon sekali lagi hanya bisa tersenyum senang.

“Saranghae, Hye” ucap Howon. Hyerin menolehkan kepalanya menatap Howon dan hanya membalasnya dengan senyuman.

Selalu begitu. tiap kali Howon mengatakan kalau ia mencintai Hyerin , maka gadis itu hanya membalasnya dengan senyuman. Tak sekalipun mengatakan kalau ia juga mencintai Howon.

Howon hanya bisa menghela napasnya pelan. Selama tiga bulan ini mereka menjalin hubungan yang lebih dekat tak sekalipun ia merasa Hyerin membalas cintanya. Dan selama ini Howon selalu meyakinkan dirinya kalau suatu saat Hyerin akan membalasnya.

Bersabarlah Lee Howon. Hyerin pasti akan mencintaimu. Masih ada 3 bulan lagi untuk membuatnya mencintaimu, kan?

***I Don’t Like Love***

“Kau sedang apa Hoya? Eh? Kertas apa itu?” Tanya Hyerin tiba-tiba. Membuat Howon sedikit terkesiap dengan kedatangannya yang tiba-tiba.

Howon tersenyum kemudian menyerahkan kertas yang sedari tadi ia baca kedepan Hyerin. Dan gadis itu membacanya tentu saja.

“Mutasi? Jepang?” Hyerin bertanya bingung. Howon menganggukan kepalanya.

“Ehm. Sajangnim tadi datang dan menyerahkan itu. ia ingin aku menangani cabang di Jepang”

“Lalu? Kau setuju?”

Howon menggelengkan kepalanya. “Aku belum tahu. Tapi mungkin aku akan menolaknya, Hye”

“Eh? Wae? Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk kemajuan karirmu, Hoya?”

“Ne. tapi mutasi itu bukan untuk waktu singkat Hye. Paling cepat aku akan disana 5 tahun. Dan apa kau tega kehilanganku selama itu?” canda Howon. Meski sejujurnya ia tak sepenuhnya bercanda.

Alasan ia menolak tawaran itu karena ia tak bisa jauh dari Hyerin. Ia terlanjur mencintai gadis itu terlampau dalam hingga rasanya ia tak sanggup jauh darinya barang sedetik saja.

Hyerin memukul lengan Howon singkat. “Ini sudah jaman modern Hoya. Teknologi sudah canggih kita bisa tetap berkomunikasi meski kita terpisah jauh. Ah atau kau bawa aku kesana saja? Jepang kurasa bukan tempat yang buruk untuk bersenang-senang” Hyerin ikut bercanda dengan Howon.

Howon terkekeh pelan. “Geurae? Kalau begitu kau mau ikut bersamaku? Ah apa aku setuju saja dengan tawaran sajangnim?”

“Ehm asal kau bersedia menanggung beban hidupku disana” Hyerin terkekeh kecil.

“Bukan masalah. Asal kau mau menikah denganku dan kita bisa membangun keluarga bahagia disana”

Seketika Hyerin terdiam. Ucapan Howon sanggup membuatnya kehilangan kata-kata. Ia tahu meskipun Howon terkesan bercanda tapi ia tahu kalau Howon serius dengan ucapannya. Dan ia tak bisa.

Howon memandang Hyerin pilu. Ia tahu ia masih belum bisa membuat Hyerin mencintainya. Ia masih bisa merasakan kalau sikap Hyerin selama ini hanya sebatas sahabat terhadapnya. Tak ada yang berubah.

Masih ada dua bulan untuk meyakinkannya, Hoya. Bersabarlah!

Howon meyakinkan dirinya lagi. Ia mengela napasnya dalam kemudian tersenyum kearah Hyerin.

“Aku hanya bercanda, Hye” kata Howon. Hyerin memandangnya kemudian tersenyum kecil. Ia tahu kalau Howon berbohong. Howon tidak sedang bercanda, ia serius.

Mianhae, Hoya.

***I Don’t Like Love***

“Hey apa yang kalian diskusikan?” Howon penasaran dengan para rekan kerjanya yang terlihat tengah berdiskusi itu.

“Eo? Howon-ah! Ah mumpung kau disini, kami perlu pendapatmu” ucap salah satu temannya.

“Pendapatku?”

“Eo. Karena kau dekat dengan Hyerin jadi pasti kau tahu apa yang dia suka, kan?” tanyanya. Hyerin dan Howon memang berkerja di perusahaan yang sama. Dan para rekan kerja mereka sudah cukup tahu kalau Hyerin dan Howon bersahabat dekat. Yang mereka tidak tahu adalah bahwa selama hampir enam bulan ini hubungan keduanya berada di tahap yang lebih tinggi. Meski tidak bisa dikatakan kalau keduanya sepasang kekasih karena memang tidak ada komitmen diantara keduanya.

Dan meskipun keduanya bisa dikatakan menjadi lebih dekat tapi rekan kerja mereka tak ada yang menyadarinya. Selama ini mereka memang sudah dekat jadi rekan kerja mereka cenderung menganggap kedekatan mereka kini adalah wajar kedekatan sahabat.

“Lalu?” Howon bertanya bingung.

“Jadi menurutmu apa yang cocok untuknya sebagai kado pernikahannya”

DEG

Howon membulatkan matanya. “Per..nikahan? siapa yang akan menikah?”

“Hyerin tentu saja. Kau jangan berpura-pura bodoh seperti itu Howon-ah. Hyerin bahkan sudah menyerahkan undangannya. Lihatlah!”

Tangan Howon sedikit bergetar menerima undangan itu. Hatinya remuk seketika ketika ia melihat nama Shim Hyerin dalam undangan itu. Dan mirisnya adalah tak ada nama Howon dalam undangan itu. Tentu saja karena memang pria yang akan menikah dengan Hyerin bukanlah dirinya.

Howon tak sanggup berkata apapun. Dunia serasa berhenti berputar untuknya. Pikirannya kosong. Ribuan pertanyaan berkecamuk dalam kepalanya. Meski ia tak bisa menepis rasa sakit yang begitu kuat menghujam hatinya.

Ia mengepalkan tangannya. Entah ia tak tahu harus marah atau sedih dalam hal ini. Yang jelas ia merasa terkhianati.

Ia tak mempedulikan beberapa rekan kerjanya yang masih terus berceloteh tentang pernikahan Hyerin. Tak mendengar ucapan mereka sedikitpun karena jujur pikirannya kosong kini.

Howon membalikkan badannya. Berjalan lunglai meninggalkan kerumunan rekan kerjanya. Tak mempedulikan rekan kerjanya yang memanggilnya keras.

Yang ia pedulikan kini hanyalah bertemu Hyerin secepatnya. Meminta penjelasan dari gadis itu.

***I Don’t Like Love***

Hyerin bergidik ngeri melihat Howon yang menatapnya tajam. Tatapan itu seolah mampu menguliti Hyerin.

“Hoya..”

Howon tertawa kecil sembari masih terus menatap lurus Hyerin. Tawa yang ia keluarkan lama-kelamaan bahkan terdengar semakin keras. Sebuah tawa yang memilukan sebenarnya.

Howon mendesah pelan. “Apa yang harus aku katakan, hm? Ah iya. Chukae Shim Hyerin” ucapnya dengan senyuman. Meski Hyerin tahu kalau senyuman itu lebih menunjukkan sebuah luka.

Howon tak pernah memanggilnya dengan  Shim Hyerin kecuali pria itu tengah marah padanya. Tiap kali Howon kecewa atau tengah marah besar pada Hyerin maka ia akan memanggil Hyerin dengan nama lengkapnya. Bukan panggilan sayang yang biasanya mengalir lembut dari bibir pria itu.

Mianhae Hoya…

“Lucu ya. Aku menjadi sahabatmu lama tapi bahkan aku tak tahu kalau kau akan menikah seminggu lagi” lanjut Howon. Kini ia tertawa lagi.

“Hoya mianhae..aku..”

“Kau tahu apa yang lebih lucu lagi? Kau  terus memberiku harapan sementara kau  bahkan akan menikahi orang lain. lucu sekali bukan, Shim Hyerin?”

Wajar jika Howon marah dan kecewa sebenarnya. Pasalnya ini masih bulan terakhir sebelum kesepakatan enam bulan mereka berakhir. Selama ini Howon selalu menaruh harapan tinggi kalau Hyerin akan membuka hatinya untuknya. Mau menerimanya dengan tulus. Tapi sepertinya ia harus memupus harapan itu dengan kenyataan pahit.

Tak masalah jika Hyerin mengatakan padanya kalau ia tak bisa mencintai Howon. Mengatakan dengan jujur kalau dia telah memilih pria lain untuk memasuki hatinya. Tidak perlu diam-diam seperti ini, membuatnya merasa terkhianati.

“Wae Hye? Kenapa seperti ini?” suara Howon melembut. Hyerin menatapnya iba.

“Mianhae Hoya jeongmal mianhae. keunde…Aku tak ingin menyakitimu. aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu”

Howon tertawa lagi. “Tak ingin menyakitiku? Menunggu waktu yang tepat? What a joke Shim Hyerin”

“Hoya..jebal…”

“Kalau waktu yang tepat itu adalah seminggu sebelum pernikahanmu maka kau berhasil menghancurkan hatiku Shim Hyerin. What you did make me hurt the most”

Hyerin bisa mendengar dengan jelas nada kecewa dan terluka yang tersirat dalam ucapan Howon. Ia tidak membantah kalau selama ini yang ia lakukan hanyalah menyakiti Howon. Menyakiti pria yang jelas-jelas selalu ada untuknya. Tapi sekali lagi ia tak mengerti kenapa hatinya sama sekali tak bisa mencintai Howon.

This stupid heart never loves you Hoya. Mianhae.

“Hoya jebal dengarkan penjelasanku dulu” Hyerin berujar lirih. Berucap penuh harap agar Howon sedikit saja mengerti dirinya.

Howon menghela napasnya. Seberapapun marahnya ia dengan Hyerin tak mengubah kenyataan kalau ia masih begitu mencintai gadis itu. Membuatnya sekali lagi hanya bisa mengerti gadis itu.

Howon membuang mukanya. “Marhae!” lirih Howon. Hyerin memandangnya sedih.

“Dia…3 bulan lalu Eoma menyuruhku melakukan blind date. Itulah awal aku bertemu dengannya, Hoya. Dan aku tak pernah menyangka kalau dia benar-benar serius dan pada akhirnya ia melamarku sebulan yang lalu…”

“Dan kau menerimanya” potong Hoya. Ia memejamkan matanya.

Entah bagaimana harus menjelaskan perasaannya kini. Yang jelas ia tak bisa menahan rasa sesak yang begitu kuat menghimpit dadanya sehingga rasanya ia begitu sulit untuk bernapas kini.

Ia sudah sering mendengar bagaimana Hyerin menyukai pria lain. Dan selama ini meskipun ia merasakan sakit tapi tak pernah sesakit ini.

Howon menatap Hyerin pilu. “Who am I to you, Hye?”

“Hoya..kau sahabat terbaikku. Kau orang yang begitu berarti untukku Hoya”

“Geurae? Sahabat tapi kau bahkan menyembunyikan semuanya dariku. Kau membuatku terus berharap tapi kenyataanya kau memupusnya dengan mudah. Kau membuatku merasa terkhianati, Hye. Bukan karena kau tak bisa mencintaiku tapi karena aku merasa kau tak pernah menganggapku sebagai sahabat. I’m just nobody, right?”

Hyerin menggelengkan kepalanya keras. Segelintir air mata itu mengalir dari pelupuk mata gadis itu. bukan karena ia tersakiti dengan ucapan Howon. Tapi ia bisa merasakan perih yang Howon rasakan kini.

“Aniya. Itu tidak benar, Hoya. Aku..”

“Tiga bulan, Hye. Tiga bulan kau menjalin hubungan dengan pria itu dan aku dengan bodoh tak tahu apapun. Sebulan yang lalu kau dilamarnya dan aku tak tahu apapun. Seminggu lagi kau menikah dan sekali lagi aku seperti orang idiot yang tak tahu kalau sahabatnya akan menikah. Sahabat macam apa aku ini? Huh?” Howon tertawa pilu.

“Hoya…”

“Wae? Katakan apa salahku Hye? Apa karena pernyataan cinta bodohku? Apa karena kau merasa aku ini tak lebih dari seorang pengemis cinta darimu hingga kau melakukan ini padaku? Apa aku ini begitu rendah hingga rasanya kau senang sekali menyakitiku Hye? Katakan apa salahku, Hye? Marhae! Marhaebwa!” pekik Howon.

“Hoya…” Hyerin memanggilnya lirih. Ia memegang jemari Howon tapi pria itu menepisnya begitu saja.

“For God sake, Hye. Aku selalu menjadi sahabat yang baik untukmu. Selalu mendengar ceritamu tentang pria-pria itu, aku tak pernah marah kan? Meski aku sakit tapi aku tak pernah menunjukkannya padamu, Hye. Aku selalu berusaha membuatmu bahagia. Berada di sisimu dan tak pernah meninggalkanmu. Keunde wae?”

Hyerin hanya terdiam. Ia menangis tergugu di depan Howon.

“Kau berkencan di belakangku padahal kita masih dalam kesepakatan enam bulan kita. Kau sekali lagi dengan mudah menerima pria lain di hatimu tapi kenapa kau tidak bisa untukku? Apa aku begitu tak berharga hingga kau tak mau jujur padaku? Kalau kau tak bisa mengatakan karena kau takut menyakitiku maka tak bisakah kau mengatakannya sebagai sahabat? Kau mengatakan aku ini sahabatmu tapi bahkan aku ini adalah orang terakhir yang tahu kau akan menikah.” Tambah Howon. Raut muka sedih jelas sekali terlihat dari wajah Howon.

“Apa aku ini sama sekali tak berguna, Hye? Apa aku ini begitu tak berharga hingga rasanya kau tega sekali melakukan ini padaku, huh? Jawab aku, Hye!” pekik Howon. Matanya sudah berkaca-kaca kini.

“Hoya mianhae. aku tak pernah bermaksud menyakitimu. Aku…”

“Tapi kau selalu menyakitiku, Hye. Kau tahu? Kurasa enam bulan ini hanya diriku yang merasa begitu bahagia karena bisa bebas mengutarakan perasaanku padamu. Kurasa kau merasa terbebani, keudaechi? Kau merasa kesal padaku?”

Hyerin menggelengkan kepalanya. Air matanya mengalir begitu saja.

“Lalu kenapa kau tak pernah mengatakannya padaku, Hye? Kalau kau kesal dan merasa terbebani kenapa kau tak pernah mengatakan padaku? Apa aku ini begitu menyedihkan, Hye? Huh?”

“Aniya. Hoya jebal jangan bicara seperti itu. kumohon… “

“Kau tahu Hye? I’m used to love you but I guess I’m starting to hate you, now” ucap Howon lirih. Ia memandang Hyerin dengan tatapan kosongnya tapi bulir air mata turun begitu saja dari kelopak matanya.

Hyerin terduduk lemas di lantai. Ia menangis tergugu. Merasa ia menjadi orang paling jahat sekarang. Ia bisa merasakan bagaimana terlukanya Howon karena dirinya.

Howon melangkahkan kakinya gontai. Berjalan menjauh secara perlahan dari Hyerin. Menjauh dari gadis yang selama ini selalu ia cintai.

The one and only love that I want
And the love that I want to throw away
I don’t like this love that I can’t have but I can’t throw away

***I Don’t Like Love***

Seringaian kecil terukir dari bibir pria itu. Tangannya ia letakkan disaku celananya. Jas hitamnya membalut indah tubuhnya.

Matanya sedari tadi tak lepas dari pasangan yang kini tengah tersenyum bahagia itu. pasangan yang beberapa menit lalu telah terikat dalam sebuah ikatan pernikahan.

Tidak ada sedikitpun mimik sedih yang pasangan itu tunjukkan. Hanya ada sebuah kebahagiaan disana. Dan sepertinya kebahagiaan mereka juga menjadi sumber kebahagiaan bagi orang-orang yang hadir menyaksikan hari bersejarah mereka.

Pria itu menarik tangannya dari saku celananya kemudian berjalan lurus kearah pasangan itu. ia berjalan tenang seolah tak ada perasaan apapun yang kini ia rasakan.

Hyerin, mempelai wanita merasa jantungnya berpacu kencang ketika ia melihat Howon berjalan kearahnya. Pria yang seminggu ini serasa ditelan bumi kini dengan tenang datang ke pernikahannya dan dengan ekspresi datarnya.

Ia tahu, itu bukan Hoya yang ia kenal. Karena Hoya yang ia kenal tak pernah menunjukkan ekspresi datar. Hoya yang ia kenal adalah sosok yang hangat. Mungkin Hoya memang cenderung tidak banyak bicara tapi Hoya selalu menunjukkan ekspresi hangat dan bersahabat. Setidaknya itu yang selalu Hoya tunjukkan didepan dirinya.

Tapi tidak dengan Hoya yang kini sudah berdiri di hadapannya. Hoya yang sekarang hanya menatapnya dingin. Tidak ada kehangatan sama sekali disana. Dan ia tahu ini semua salah dirinya. Salahnya sehingga membuat Hoya seperti itu.

Howon tersenyum singkat. “Selamat untuk kalian berdua” ucapnya singkat.

“Hoya…” lirih Hyerin. Mempelai pria yang berdiri disamping Hyerin sontak menolehkan kepalanya menatap istrinya itu.

“Hoya? Maksudmu dia Hoya yang sering kau ceritakan itu, jagiya?” ucapnya kaget. Hyerin mengangguk lemah. Ia memang bercerita banyak tentang Howon kepada suaminya itu.

“Ah bangamseumnida. Nam Woohyun imnida. Hyerin banyak cerita tentangmu” lanjut pria bernama Woohyun itu. Howon tersenyum kecil.

“Bangamseumnida Woohyun-ssi. Lee Howon imnida.” Ucap Howon. Ia sedari tadi hanya menatap Woohyun. Sama sekali tak menatap Hyerin yang berdiri tepat disamping Woohyun.

“Kenapa baru datang Howon-ssi? Kukira sebagai sahabat Hyerin kau akan datang pertama kali?” canda Woohyun. Membuat Howon sadar kalau Woohyun adalah sosok yang ceria dan bersahabat.

Ini yang membuatmu mencintainya dengan mudah?

“Tadi ada urusan penting Woohyun-ssi” jawab Howon singkat. Woohyun menganggukkan kepalanya seolah mengerti.

Howon melirik Hyerin dari sudut matanya. Ia bisa melihat kalau sahabatnya itu tengah diam memandangnya. Howon mengalihkan pandangannya pada sepasang tangan yang bergandengan tangan. Tangan Woohyun dan Hyerin tentu saja. Dan pemandangan itu entah bagaimana semakin menambah sesak di dadanya.

“Kau sepertinya sangat mencintai Hyerin, Woohyun-ssi” ucap Howon.

“Keureomyeon. Pertemuan kami memang bisa dibilang singkat tapi bisa aku pastikan kalau aku sangat mencintai Hyerin, Howon-ssi”

“Yeah aku bisa melihatnya” ucap Howon kemudian melirk Hyerin tajam. Ia kemudian memandang Woohyun lagi dan tersenyum kearah Woohyun. Seolah tidak terjadi apa-apa.

“Kalian terlihat sangat mencintai. Sangat amat mencintai” tambah Howon. Ia mengucapkan tiap kata itu penuh dengan penekanan. Membuat Hyerin bisa merasakan sesak tiba-tiba.

“Ah geuraeyo? Gomawo Howon-ssi” ucap Woohyun tulus. Senyum bahagia terkembang di bibirnya. Tak mengetahui kalau suasana sebenarnya sedikit tegang antara Howon dan Hyerin.

“Kuharap kalian bahagia. Ah dan mianhae aku sepertinya harus segera pamit”

“Eh? Kenapa buru-buru Howon-ssi? Kau baru juga datang” Tanya Woohyun bingung. Howon hanya tersenyum lagi.

“Aku harus mengejar pesawatku, Woohyun-ssi”

“Pesawat? Kau akan pergi kemana Howon-ssi?”

“Jepang” jawab Howon singkat.

“Jepang? Wae?” kini Hyerin yang berucap. Sedari tadi ia hanya diam karena ia takut kalau ia salah bicara di depan Howon dan malah membuat pria itu semakin membencinya. Hanya saja ia merasa bingung kenapa tiba-tiba Howon akan pergi ke Jepang.

Howon mengalihkan pandangannya kearah Hyerin. “Aku dimutasi ke Jepang. Apa kau lupa? Kau terlalu sibuk dengan Woohyun-ssi jadi kurasa kau melupakan sahabatmu, keudaechi? Ah kau keterlaluan Hye” ucap Howon dingin. Mungkin orang lain yang mendengarnya termasuk Woohyun akan menganggap ucapan Howon itu adalah sebuah candaan biasa. Tapi tidak untuk Hyerin. Ia tahu Howon mengucapkannya dengan nada sarkastik dan ada segurat kebencian yang tersirat dari kalimat itu.

Howon masih memandang Hyerin tajam dan dingin. Tatapan yang biasanya hangat itu kini berubah dingin. Ia tak bisa mengungkapkan bagaimana luka yang Hyerin torehkan, tapi Howon sungguh merasakan perih hingga ulu hatinya.

Hyerin dan pengkhianatannya yang membuat Howon tiba-tiba memutuskan untuk ke Jepang. Awalnya ia menolak tawaran mutasi itu karena ia tak ingin jauh dari Hyerin. Tapi ketika kini ia tahu kalau Hyerin tak mungkin menjadi miliknya maka ia hanya bisa pergi sejauh mungkin dari hidup gadis itu. Berusaha melupakan semua sakit yang gadis itu torehkan.

“Ah sayang sekali. Padahal aku masih ingin mengobrol banyak denganmu Howon-ssi” ucapan Woohyun membuat Howon mengalihkan pandangannya dari Hyerin. Ia memandang Woohyun dan tersenyum singkat lagi.

“Mianhae. mungkin lain kali kita bisa berbincang banyak Woohyun-ssi”

Tapi kurasa tak akan ada lain kali Woohyun-ssi. Aku tidak akan kembali kesini lagi. Tidak, tidak untuk bertemu Hyerin sekalipun.

“Araseo. Hati-hati disana Howon-ssi.” Ucap Woohyun tulus. Howon tersenyum kearahnya.

“Geudae. Kalau begitu aku pamit” ucap Howon. Ia kemudian mengalihkan pandanganya kearah Hyerin.

Tatapan Howon masih dingin seperti tadi. Kilat kemarahan dan benci masih bisa Hyerin lihat jelas.

“Semoga kau bahagia…Hye” ucap Howon lirih. Hyerin bisa merasakan luka Howon dari balik ucapannya. Dan sekali lagi Hyerin merasa sangat bersalah.

“Ho…” Howon tak menunggu Hyerin melanjutkan ucapannya. Ia langsung membalikkan badannya dan berjalan menjauh.

Howon melangkahkan kakinya pelan. Ia memegang dadanya yang serasa perih dan sesak itu. sedari tadi ia berusaha terlihat tegar. Berusaha tak menunjukkan ekspresi luka seperti yang hatinya rasakan kini. Ia hanya tak ingin terlihat lemah dimata Hyerin.

We shouldn’t have known each other
We didn’t know that this is pain back then
What to do with my long day filled with your voice in my ears?

Howon memejamkan matanya singkat. Ia menghela napasnya dalam. Berusaha menghalau sesak yang rasanya semakin kuat menghimpit dadanya.

You don’t know how it hurt, Hye. Kau tak tahu bagaimana rasanya ketika kau memberiku secercah harapan tapi kau menghancurkannya dengan mudah.

Howon awalnya tidak berniat untuk datang ke pernikahan Hyerin karena ia tahu pasti akan sesakit ini jadinya. Tapi meskipun ia mengatakan kalau ia membenci Hyerin, tapi tetap saja rasa cinta yang ada untuk Hyerin masih betah bertengger di hatinya. Dan itu membuatnya semakin sesak karena ia tahu ia tak bisa memiliki cinta itu tapi ia juga tak mudah untuk membuangnya begitu saja.

I don’t like this love that I can’t have but I can’t throw away

Selama ini aku selalu meyakinkan diriku bahwa suatu saat kau akan mencintaiku. Tapi nyatanya kau membalas semua harapanku dengan rasa sakit ini.

It hurt…so much.

DRT DRT

Howon merasakan ponselnya bergetar di saku celananya. Ia merogohnya dan mengecek pesan singkat yang baru saja masuk itu.

Hoya..mianhae, jeongmal mianhae. Aku telah banyak menyakitimu, Hoya. Mianhae…jeongmal mianhae.

Howon menyeringai singkat. Ia berdecak singkat sebelum menghapus pesan itu. Tak tanggung-tanggung ia bahkan menghapus nomor kontak Hyerin dari ponselnya.

Ucapan maafmu ternyata tak bisa mengobati sakit yang aku rasakan, Hye.

Howon tersenyum miris. Ia mengingat apa yang ia katakan sebelum meminta Hyerin memberinya kesempatan dulu.

“Eo. Setahun ini ijinkan aku menunjukkan padamu kalau aku benar-benar mencintaimu. Setahun ini kumohon jangan  membuka hatimu untuk pria lain kecuali aku. Dan kalau kau tetap tak bisa mencintaiku, maka aku akan menyerah dengan perasaanku padamu Hye”

Dan Howon menepatinya. Ia benar-benar menyerah dengan perasaanya terhadap Hyerin. Dan sepertinya ia juga menyerah seutuhnya dengan perasaan cinta.

My love, my love that I want to forget, my love that I want to remember
I don’t know

I don’t like it, I really don’t like love anymore

I don’t like love anymore

 

~FIN~

 

Oke saya tahu ini aneh dan gagal. Cuma tiba-tiba aja kepikiran ni crita. Haha… dan maafkan saya Hobaby, membuatmu tersiksa, tapi tenang aja saya selalu mencintaimu kok… *plakk*

 
89 Comments

Posted by on July 5, 2012 in angst, fanfiction, oneshot

 

Tags: ,

89 responses to “I Don’t Like Love

  1. Ano

    July 5, 2012 at 11:07 pm

    Nyewa taplak dulu ahh

     
    • Ano

      July 5, 2012 at 11:25 pm

      Tanggung jawab! Aku nangis. Demi ini FF nyesek. Tapi keren. Gak kaya dongeng yang happy ending terus. Aku suka!\m/

       
      • shilla_park

        July 5, 2012 at 11:44 pm

        eh??? nangis? aduh terharu saya ada yg nangis di ff abal saya…haha..gomawo😀

         
  2. HenBaby

    July 5, 2012 at 11:22 pm

    Nyampah dulu , ntar aku baca ya eon🙂

    Hahahahahaha mau googling dulu..

     
    • shilla_park

      July 5, 2012 at 11:43 pm

      gugling mulu drtd kerjaanya..mending urusin mochi dulu sana sbelum ntar kalian saya pisahkan…lol😀

       
  3. Ajiez

    July 6, 2012 at 12:01 am

    minta sekuelnya donk . . hehehe

    buat hoya ktemu jdoh.y , kasian tuh masa tersakiti terus . . ^_^

     
  4. Ajiez

    July 6, 2012 at 12:10 am

    hebat nonn , mta.q smpe brkaca2 nie . . hehehe

    minta sekuelnya donk . .

    buat hoya ktemu jdoh.y dong , kasian tuh masa tersakiti terus . . ^_^

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 9:39 am

      haha sekuel? kan hoya udah nemu jodohnya yaitu saya..wkwk😀

       
  5. hana

    July 6, 2012 at 7:45 am

    Tinggalin cap kaki dulu
    lom sempet baca mo pergi kerja dulu:-(
    btw TPO cap 7 kpn publish penasaran niiiiiiiii:-)

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 9:41 am

      haha oke.. TPO kan jadwalny weekend haha😀

       
  6. fahmalovesienteuk

    July 6, 2012 at 7:47 am

    huaaaa tanggung jwab oeen nangiis daraah bgd inii😥
    knpa bsa se sesek inii oeen, kasian ho oppa😦
    pkoknyaa wajiib bkin sequel jgn dbkin gantung hdupnya ho oppa^^
    kiraain bkal berending ho ny ketabrak jd metong dah howon oppanya *digorokauthor :p

    kereeeb bgd ff nya🙂

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 9:42 am

      nangis dara? aigo lebai skali dirimu nak… *plakk*
      hidupnya hoya kaga gantung kok kan udah ada saya dihatinya..wkwk😀

       
  7. HenBaby

    July 6, 2012 at 12:31 pm

    Katanya sayang ama hobaby, kok malah di nistain gitu eon, ckck

    Hyerinnya kurang kejam, hahahahahaha

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 4:33 pm

      sengaja saya nistain dulu..bair dia ga sama hyerin tp sama park shilla.. *plakkk*😀

       
  8. uknowacha

    July 6, 2012 at 2:11 pm

    AAAAAAAAA!!!!!!!!!! eonniiii
    sediih iiih~😦 kenapa Hoyanya jadi sedih gituuuu?? *padahal ngeceng Woohyun*
    Walaupun ngeceng Woohyun tetep aja sedih bacanyaa DX
    Sequel! Sequel! Sequel!😀

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 4:34 pm

      haha ga papa saya lg seneng bikin mewek hoya..ntar jg saya jd penyejuk hatinya kok… *peluk hoya*😀
      saya jg suka woohyun tp dia yg kedua..hoya yg prtama..lol😀

       
      • uknowacha

        July 6, 2012 at 6:41 pm

        *lapor ke abang Kuda* eonn, jangan selingkuh eonn, hahaha😛
        Woohyun itu imut2 gimanaaa gt, kalo hoya kharismanya ganahan, jadi suka duaduanya aja gimana?😀

         
      • shilla_park

        July 6, 2012 at 8:06 pm

        sayangnya saya dah slingkuh dr dulu…tp slingkuh ama hoya emang baru si..haha..😀
        haha bener bgt..hoya kharismanya ga nahan…*peluk hoya*
        saya emang suka dua2nya tp kalo kamu suka woohyun aja ya..hoya buat saya aja deh ya..haha :))

         
      • uknowacha

        July 6, 2012 at 8:33 pm

        baaang~ Istrinya kabur ama hoya tuuuh *ngadu lagi*
        ngga ah aku mau dua2nya :p

         
      • shilla_park

        July 6, 2012 at 8:52 pm

        siwon udah kebal saya slingkuhin..haha😛
        ga boleh dua2nya dibilang… *tarik hoya kekamar* (?)😀

         
      • uknowacha

        July 8, 2012 at 5:34 pm

        Kasian si abang~ bang sabar yah istrinya rada melenceng dikit tuh cintanya haha :p

         
  9. aralee87

    July 6, 2012 at 2:59 pm

    eh…tapi ini bagussssss…..

    better daripada cerita dimana salah satunya mati >.<. Dan dapet banget feelnya Hoya disini, sakitnya, kecewanya, semuanya.

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 4:36 pm

      haha syukurlah kalo ini msh kerasa feelnya..hehe😀

       
  10. noonajewels

    July 6, 2012 at 3:24 pm

    beuhh . .kalo ue yg jadi howon ue bunuh tu cewe . .jahat bener . . . Masa mencintai aja gk bs ..
    Mpe benci cinta howon nya . . . Tp, apa bedanya ma ue ya . .haha

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 4:49 pm

      haha hoya kan ga sejahat itu..hehe
      wah dirimu benci cinta jg kah??…haha😀

       
  11. shin rae mi

    July 6, 2012 at 4:35 pm

    angst krg dapet eonn! hahaha
    tp bgs kok😀

    bsk TPO 7 yaa eon?
    ga sabar!! hahaha

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 5:08 pm

      haha emang ini bukan angst…lol😀

       
  12. mrs.kim(@azalia2498)

    July 6, 2012 at 5:13 pm

    unnie kau berhasil membuatku menanggis kejer-kejer …
    kasian sma Howonnya ,… hyerinnya jahat bngett …

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 6:17 pm

      menangis terkejer2?? apa pula itu..haha…
      hyerin ga jahat kok cuma tuntutan profesi itu… *plakk*😀

       
  13. Kim Ni Sha

    July 6, 2012 at 8:29 pm

    kasihan banget sih si hoya oppa . . . Sabar ya Hoya oppa. :”(

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 8:45 pm

      haha.. hoya udah ga papa kok kan saya udah nyembuhin lukanya…lol😀

       
  14. hen_hen

    July 6, 2012 at 9:25 pm

    eh hyerin g mw ama hoya?ya udah bang hoya ma ak aja!#plak
    awalny tdi krain happy ending!tp enggak!keren tdi mataku udah bercermin2!

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 9:34 pm

      enak aja..hoya maunya kan sama saya.. *maruk*😀
      lg bosen ama happyend jdnya bikin sad end deh..haha😀

       
  15. miss Kyu シ

    July 6, 2012 at 9:51 pm

    Aaa~ tissu mana tissu??
    demi apa nyeseknya dapett banget😥

    tapi sukaaaa ma ceritanya😀

    poor Hoya *hug*

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 10:41 pm

      nih.. *sodorin tisu*
      eh itu dilarang oeluk2 hoya!!.. *sodorin L*😀

       
      • miss Kyu シ

        July 7, 2012 at 7:18 am

        hahaa~ *peluk L ♥
        sekuel donk.. hoya nemuin cewek yg lebih baik drpd Hye.. *jangan ngaku2, inget kuda* *smirk* :p
        pada akhirnya Hye nyadar meskipun telat dy mencintai hoya, nyesel dah..

        ya Shilla yaa sekuel *wink*😀

         
      • shilla_park

        July 7, 2012 at 10:01 am

        hoya udsah nemuin saya kok yyg lebih baik drpd hyerin…dan ga bakal saya bikin hyerin sama hoya lagi..dia udah nyakitin my hobaby.. *peluk hoya*😀

         
  16. na-ya

    July 6, 2012 at 9:57 pm

    NANGIS TT TT TT
    trus nasibny hoya gimana itu?
    sequel please😄

     
    • shilla_park

      July 6, 2012 at 10:51 pm

      nasib hoya ya gt…menyedihkan.. *peluk hoya*😀

       
  17. cloudsoora

    July 7, 2012 at 2:12 am

    Ckckck..ini selingkuhan ke brp eonn-__-” udah minta ijin blm sama suami tercintanya..bang kuda tesayang.hahaha

    ngenes..mirisnya nasibnya hoya.kacian..
    Hoya mutusin bwt pergi k jepang y..emm hyerin agak keterlaluan siyy..kalo dia udah nerima lamaran cowo lain kenapa masih ngasih harapan ke hoya..aissh jadi kesel sendiri..

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 9:58 am

      ga tahu ini slingkuhan keberapa yg jelas hoya adalah slingkuhan paling baru saya dan berhasil menggeser posisi jung ilwoo dr top list slingkuhan…wkwk😀

       
      • cloudsoora

        July 7, 2012 at 12:12 pm

        Yeeee hidup selingkuh \^.^/

         
  18. icha

    July 7, 2012 at 9:39 am

    baca nya aja sakit ya,apalagi kalo kenyataan. Jangan sampai..

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 10:04 am

      haha ya sapa jg yg mau ngalamin nasib kek hoya…moga aja ga ada..haha😀

       
  19. nniittaaa

    July 7, 2012 at 10:00 am

    huaaaaaaa
    onnie aku nangis bacanya…
    smp ibuku kira aku lg putus sm pacar *curcol
    ceritanya benar2 menguras emosi dan air mata *sediain ember & tisu
    eonni pngen sekuelnya donk biar happy ending,pliss pliss pliss

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 10:08 am

      haha lucu bgt..pasti kamu disangkain aneh sama ibu kamu…kasian..lol😀
      sekuel??? hm akan dipikirkan,..

       
  20. hyun eun_kim

    July 7, 2012 at 10:28 am

    Hyaaaaaa
    baca nie bener2 nguras emosi bgd, smpe brkaca2, ikutan sesek napas pula!!
    Cwe’a jahat bgd yeee, tega menyakiti namja s’bae Hoya, *peluk Hoya*
    tenang Hoya masih ada aku d’sini!!
    Jahahaha

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 2:50 pm

      kalo sesek napas minum obat asma neng… *plakkk*
      eitss dilarang peluk2 hoya…he’s mine..😀

       
      • hyun eun_kim

        July 7, 2012 at 10:00 pm

        Yaudah deh, klo kga bleh mah, *lari, peluk L*
        ababil bgd w -_-
        TPO’a kpan nih, shilla?!

         
      • shilla_park

        July 7, 2012 at 10:30 pm

        TPO saya usahakan besok deh ya…malam ini mau kencan sama hoya dulu… *plakk*😀

         
  21. mayang

    July 7, 2012 at 10:39 am

    Ceritanta bagus🙂
    Terusin yang TPO dong🙂

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 2:50 pm

      TPO ntar deh ya lg stuck ide..haha

       
  22. Indah Syam

    July 7, 2012 at 11:48 am

    Ah Eonni, Hoya sepertinya tidak butuh cintamu, abiszz Hoya nya dibikin sengsara lahir batin gini.
    Masa sampe akhir ga ada kejelasan tentang kebahagiannnya.
    Wkwkwkwkwk~~~

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 3:01 pm

      haha hoya tetep butuh cinta saya kok..yg ga dia butuh kan cintanya hyerin… *peluk hoya*😀

       
  23. Na

    July 7, 2012 at 1:59 pm

    YAAAAAA DON’T TOUCH MY HOYAAAAA >,<

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 3:04 pm

      HE IS MY HOYA..MY HOBABY.. *tendang na ke unyuk*😀

       
  24. mayang

    July 7, 2012 at 3:48 pm

    Sip deh eon jangan lama-lama ya hehe

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 7:45 pm

      saya usahakan besok udah publish deh..haha😀

       
  25. agitaraka

    July 7, 2012 at 4:33 pm

    sumpah keren banget ni ff . .
    beda dari biasanya. . .
    aku suka. . .
    alurnya yg tersakiti aku suka *evil laugh*

     
  26. hyuk_ka

    July 7, 2012 at 9:20 pm

    kasian si hoya!
    bacanya aj udah nyesek bgt,, aplg klu ngerasain
    daebak eon!
    like!

     
    • shilla_park

      July 7, 2012 at 10:18 pm

      haha…poor hoya emang… *peluk hoya*😀

       
  27. haemin

    July 8, 2012 at 4:52 pm

    Seriussssss,,,,baca ini berasa hati di tusuk jarum kecil2,,,ya tuhan,,,,kasian sekali hoya,,,hyerin sgtu nya g bs buka hati,,,tp kan udh janji sm hoya selama 6bulan g buka hati buat siapa2,,,,tp emang cinta g bs dipaksakan tp tak harus menyakiti seseorang juga,,,itu namanya egois si hyerin,,,sebel dehhh,,,,hoya come to noona *plakkkkk* tp klo denger nama hoya ini dr dulu selalu ngakak,,,dipadang itu saeng ada nama toko roti hoya ,,,,unnie suka bgt sm rotinya,,,lembut,,,hihiihihi*jd omongan g penting* ,,,udahhhh ahhh bikin sekuelnya donk,,,smga aja si woohyun itu psikopat n cm nyakitin hyerin,,,n si hyerin yg ngemis2 cinta ke hoya *evil*,,,,,good job saeng,,,dae to the bak🙂

     
    • shilla_park

      July 8, 2012 at 8:08 pm

      hahaha toko roti??? yaampun hobaby kamu buka cabang knp ga bilang2?? lol…\
      woohyun kan ga ada tampang sikopat eon…tampang imut gt jg..haha😀

       
      • haemin

        July 8, 2012 at 10:48 pm

        Serius saeng,,,,itu roti hoya enak bener,,,,hihihiihih,,,org padang g ada yg g tau roti hoya,,,makanya dulu awal tau ada bb infinite lgsg tau pertama si hoya,,,tp akhirnya tau sama L n woohyun soalnya dy temen key,,,ahhh klo denger suara woohyun di time brasa terbang,,,tp kan kasian jg klo woohyun dbikin meninggal,,,mending dy jahat aja dehh *g usah dengerin saeng

         
      • shilla_park

        July 9, 2012 at 5:46 pm

        saya tau infinite pertama itu si L..tp ga tertarik..begitu liat hoya langsung..omigoddddd… *peluk hobaby*😀

         
  28. 91nai

    July 9, 2012 at 12:54 pm

    ahhh eonnie telat nih kena karisma hoya nyaaa hahaha,,dari jaman be mine udah mantep abang satu ini ^^ serius deh hyerin jahat amat yaa,,kenapa juga gitu woohyun yang jadi pasangan nya?? hahaha

     
    • shilla_park

      July 9, 2012 at 5:47 pm

      saya tahu hoya udah rada lumayan lama…tp bener2 dijadiin slingkuhan baru2 ini gara2 sesame player..lol😀

       
      • 91nai

        July 10, 2012 at 1:23 pm

        sesame player?? waduh udah ga update infinite ini sayaa *buru2 nyelametin hoya*

         
      • shilla_park

        July 10, 2012 at 11:50 pm

        iya..apalagi pas di Ranking King hoya makin ga nahan… *cium hoya*😀

         
  29. Ai

    July 15, 2012 at 1:44 pm

    Like aja lah

     
  30. rannskyutaemin

    July 24, 2012 at 4:06 am

    eonni kenapa cast’a gak bang dolphin duck butt?
    tapi kalo cast’a bang dolphin eonni ijin dulu ma saeng ya *apaini
    eonni saranghae!!

     
    • shilla_park

      July 24, 2012 at 6:39 pm

      haha karna saya lg suka sama hobaby…lgan kalo junsu ntar ada yg marah lg..lol😀

       
  31. rannskyutaemin

    July 25, 2012 at 12:45 am

    eonni tu kalo bikin ff genre angst jleb banget tau T^T
    umma saeng sampe nanya “loh..kok nangis?”
    tanggung jawab eonni!!*tarikeoenkepengadilan

     
    • shilla_park

      July 25, 2012 at 9:15 am

      apa pula itu jleb banget..saya emang hobinya bikin angst jd ya bgtulah..lol😀

       
  32. Ajiez

    July 25, 2012 at 10:53 pm

    Nonn , kpan nie update.y ?? ga sabar nie . . hehehe😛

     
    • shilla_park

      July 26, 2012 at 9:23 am

      lah ini kan cuma oneshot..jd ga ada update lg..haha😀

       
      • Ajiez

        July 29, 2012 at 11:36 am

        mian non , mkcd aq sekuel . . hehehe😛

        ada sekuel kan ??

         
      • shilla_park

        July 29, 2012 at 8:40 pm

        sekuel?? haha ga sanggup saya..udah anggap aja hoya bahagia sejahtera sama saya…lol
        sekuel ntar deh kalo saya mood bikin.. *plakk*😀

         
  33. vanny

    July 31, 2012 at 11:48 am

    hoyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………………………………😀

     
    • shilla_park

      July 31, 2012 at 12:12 pm

      hya! dilarang meneriaki my hobaby… *peluk hoya*😀

       
  34. vanny

    August 1, 2012 at 12:46 pm

    babyhooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!!! *triak makin kenceng* hihihihi

     
    • shilla_park

      August 1, 2012 at 12:59 pm

      hya!!! thats my hobaby..stay away from him… *kurung hoya dikamar*

       
  35. Zhoca

    July 1, 2013 at 11:30 pm

    jleeeeb bgt T.T
    aku rasa skrg aq jd penggemarmu ,, ff nya bagus-bagus ><

     
    • shilla_park

      July 2, 2013 at 6:48 am

      eh? penggemar? ane bukan artis cin hehe😀
      gomawo

       
  36. lia

    November 14, 2014 at 3:45 pm

    Hoya yang sabar ya…
    Kasian banget sih
    Baru seminggu sebelum nikah aja udah gini, gimana kalo baru taunya pas hyerin udah di hari pernikahannya

     
    • lia

      November 14, 2014 at 3:50 pm

      Satu lagi bikin sekuel dong di situ mereka ketemu lagi setelah lama nggak ketemu. Nggak tau kenapa aku suka sifat Howon yang benci sama Hyerin. Pertahankan itu *evilsmirk

       
      • shilla_park

        November 15, 2014 at 8:09 am

        haha kalo hoya ga benci malah aneh dong…udah disakiti gt juga haha

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: