RSS

A Bit Taste OF Happiness

18 Jun

bit

Seorang pria dengan stelan kemeja rapinya melepas kaca matanya. Meletakannya di atas mejanya kemudian menyambar jas yang tersampir di kursinya.

“Hwijangnim!” panggilan itu sejenak menghentikan gerak sang pria. Ia menatap ke ambang pintu untuk mendapati sekretarisnya berjalan ke arahnya.

“Hwijangnim mau kemana?” Tanya sang sekretaris. Di tangan kanannya ia membawa setumpuk berkas.

“Menjemput Yubin” jawab pria itu singkat. Sang sekretaris menatapnya ragu.

“Hajiman, siang ini Hwijangnim ada meeting dengan direksi” ucap sang sekretaris mengingatkan.

“Kehadiranku tak akan membawa dampak banyak. Jadi kurasa rapat masih bisa berjalan lancar tanpa kehadiranku” jawab pria bernama Lee Howon itu tenang.

“Hajiman Hwijangnim..”

Howon melempar tatapan tajamnya. “Tidakkah kau mendengar ucapanku barusan?” balasnya dingin. Sekretarisnya hanya bisa menelan ludahnya susah.

“Hajiman…”

“Kalau putriku sampai harus menunggu hanya karena kau menahanku maka jangan harap besok kau masih bekerja disini, Im Sera!” ancam Howon. Sera hanya bisa terdiam gamang.

“Al-algeutseumnida Hwijangnim” ucapnya sambil menundukkan kepalanya.

Ia sudah terbiasa menghadapi tabiat Howon yang dingin. Bos nya itu memang sangatlah dingin terhadap orang lain. Jarang ada orang di kantor itu yang akrab dengan, hanya beberapa orang itu juga karena mereka sudah lama mengenal sosok Howon. Untuk yang lain mereka lebih memilih untuk menghindari sosok Howon.

Because he’s so cold toward them. For some reasons, he lost his warmness inside him. Long ago.

Howon menggelengkan kepalanya singkat kemudian berjalan menuju pintu. “Taruh dokumen di atas mejaku. Aku akan memeriksanya nanti” ucapnya dingin kemudian melenggang begitu saja.

Im Sera menghela napasnya singkat. Memilih untuk menuruti perintah atasannya dan kembali ke meja kerjanya.

=A Bit Taste of Happiness=

“Appa!” pekikan riang itu sontak membuat Howon menolehkan kepalanya. Melepas kaca mata hitam yang tersemat diantara daun telinganya. Ia merentangkan tangannya. Menunggu malaikat kecilnya untuk memeluknya.

HAP

Yubin langsung berhambur memeluk sosok Howon. Rambut lurusnya terikat rapi dengan jepit berwarna ungu. Ya Yubin menyukai warna ungu, seperti Howon. Like father like daughter, pikir Howon.

“Baby girl, kau lapar?” Tanya Howon sambil menggendong si kecil berumur 5 tahun itu. Dengan polos Yubin menganggukkan kepalanya.

“Keureom, kau ingin makan apa, hm?” ucapnya lembut. Yubin menunjukkan senyum manisnya.

“Ramen!” jawab Yubin singkat. Howon menautkan alisnya.

“Ah Appa jebal! Eoma tak pernah memasakkan Yubin ramen” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya singkat. Howon terkekeh mendengarnya.

“Itu karena ramen memang tak sehat untukmu, baby girl. Keunde…” Howon menggantungkan ucapannya. Yubin menatap ayahnya penuh antisipasi.

“Appa akan menuruti kemauanmu untuk hari ini”

“Jeongmal?” mata Yunbin berbinar senang. Howon menganggukkan kepalanya. Sontak Yubin mengeratkan pelukannya di leher Howon dan mengecup pipi ayahnya senang.

“Gomawo Appa!”

=A Bit Taste of Happiness=

Howon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat putri kecilnya makan dengan lahap. “Pelan-pelan makannya, aegi-ya” ucapnya. Sebuah senyuman hangat ia tunjukkan untuk Yubin. Putrinya hanya tersenyum singkat kemudian kembali melahap ramen miliknya.

Hoya tak bisa melepaskan pandangannya pada sosok di depannya. Yubin terlihat seperti bidadari di matanya. Putri kecilnya adalah salah satu alasan hatinya belum mati sekarang. Sosok kecil itu seolah kembali membawa kehangatan dalam hati Howon yang telah lama dingin.

Hanya pada sosok Yubin dirinya akan tertawa dan tersenyum hangat. Meruntuhkan semua dinding dingin yang ia bangun selama ini. Senyuman dan sikap polos Yubin membuat Howon bisa merasakan kebahagiaan di hatinya yang telah lama lupa akan apa itu arti kebahagiaan.

“Appa!” panggil Yubin singkat. Mengelap ujung bibirnya yang sedikit gelepotan sambil menatap ayahnya.

“Hm?”

“Jangan bilang Eoma kalau Yubin makan ramen, eo?” pinta si kecil. Howon tersenyum lagi kemudian mengangguk.

“Appa janji hanya Appa dan Yubin yang tahu tentang hal ini” ucapnya. Yubin tersenyum kemudian mengecup pipi Howon singkat.

“Gomawo Appa! I love you” ucapnya spontan. Tanpa ia sadari kalau pernyataan polos itu membuat hati Howon kembali hangat.  Pria itu melempar senyum hangatnya kemudian memeluk putri kecilnya.

“Kau mau pulang sekarang?” tanyanya. Yubin berpikir sejenak kemudian menganggukkan kepalanya. Kerucutan di bibirnya menarik perhatian Howon.

“Kenapa menunjukkan wajah seperti itu, hm?” tanyanya lembut.

“Yubin masih ingin main, Appa. Keunde… Eoma pasti cemas kalau Yubin pulang telat” ucapnya polos. Howon mengacak rambut Yubin singkat.

“Gwenchana, kita masih bisa main lagi. Bagaimana kalau weekend ini kita liburan, eo? Bagaimana menurutmu?”

“Jeongmal?”

“Eo”

“Yipiiee! Ayo pulang!” ucap Yubin cepat. Howon hanya bisa menggelengkan kepalanya akan tingkah Yubin. Anak perempuannya itu kini menggandeng tangan kekar Howon dan menyeret ayahnya itu keluar dari kafe ramen itu.

=A Bit Taste of Happiness=

Howon menyesap Americano miliknya sembari tatapannya tak beralih dari wanita yang kini duduk diam di hadapannya. Wanita itu masih menundukkan kepalanya. Mungkin tengah mencari kata yang tepat untuk disampaikan pada Howon.

Howon tak mengerti. karena sejujurnya sampai sekarang ia masih tak mengerti bagaimana harus memahami wanita di hadapannya. Semakin ia mencoba memahaminya semakin ia terpelanting jauh dari sebuah kalimat pemahaman. Membuatnya semakin terlarut dalam jurang kebingungannya akan wanita di depannya.

Helaan napas pelan keluar dari wanita bernama Park Gaeul itu. Ia kini memandang langsung wajah Howon. Yang tentu saja dibalas dengan tatapan tenang oleh pria itu.

Howon masih menanti wanita di depannya untuk bicara. Tatapannya penuh antisipasi meski ia tak menampik sebuah perasaan gugup dan cemas yang mulai merasuk kuat.

“Aku…” Gaeul menggantungkan ucapannya. Ia menatap pria yang memiliki arti tersendiri dalam hidupnya itu gamang.

“Lets divorce!”

Kalimat itu serasa sebuah petir yang menyambar di hari yang cerah. Meski Howon menampakkan wajah tenangnya tapi ia tak bisa membohongi hatinya kalau kini ia tengah merasakan sesak. Napasnya seolah tertarik dari paru-parunya. Meski sekali lagi, ia hanya menatap Gaeul tenang.

“Kurasa…kita tak bisa meneruskan pernikahan ini semakin lama” tambah Gaeul. Howon memalingkan wajahnya.

“Semuanya akan tetap sama” Howon berucap. Membuat Gaeul memandangnya bingung.

“Seperti enam tahun lalu. Aku tak akan menandatangani surat cerai itu. Dan sekarang tak akan berbeda” jawab Howon tenang.

Enam tahun lalu memang Gaeul mengajukan surat cerai. Ia meninggalkan rumah Howon dan meninggalkan surat cerai disana. Tak ada kalimat lain, tak ada penjelasan lain. Hanya sebuah surat cerai. Dan Gaeul hari itu layaknya ditelan bumi. Tak menampakkan batang hidungnya. Hingga beberapa bulan lalu ia kembali. Dengan seorang gadis kecil bernama Yubin.

Ya, putri mereka. Park Yubin atau mungkin kalau boleh Howon mengucap maka itu adalah Lee Yubin.

“Hoya…” panggilan lembut itu membuat Howon merasakan sebuah perasaan perih tersendiri.

How I wish you call me that name everytime, Gaeul-ah.

Dulu, Gaeul memang terbiasa memanggil Howon dengan sebutan Hoya. Ketika saat itu Howon bahkan tak menghargai kehadiran Gaeul. Ketika ia tak menghargai Gaeul sebagai istrinya. Ia dulu kerap kesal ketika Gaeul ‘mengganggunya’ dan memanggilnya dengan bukan namanya. Tapi sekarang rasanya ia merindukan panggilan itu.

If I could turn back the time

“This won’t work, Hoya. We…don’t love each other”

Well I love you so much.

Howon memalingkan wajahnya lagi. “Aku tak bisa Gaeul-ah”

“Wae?”

“Yubin” jawab Howon singkat.

And you. Because I love you both.

“Kau akan membawanya bersamamu kalau kita bercerai, kan? Kau akan membawa putriku pergi hingga aku tak bisa menggapainya lagi kan? Seperti enam tahun lalu” terang Howon. Gaeul terdiam. Nyatanya memang benar. Ia akan membawa Gaeul.

“Kau membawanya pergi tanpa sedikitpun memberi tahuku kalau kau mengandung Yubin. Dan ketika kau kembali kau hanya ingin meminta cerai dariku?”

Gaeul masih bungkam. Tapi memang itu alasannya kembali.

“Keunde aku tak bisa Hoya. Kita sudah bebas dari belenggu orang tua kita Hoya. Mereka tak lagi meminta kita bersama kan? Jadi untuk apa kita masih bertahan? Toh hubungan kita tak pernah layaknya suami istri” Gaeul berucap pilu.

Memorinya kembali di masa keduanya masih terbelenggu dalam perangkap orang tua mereka. Ya, mereka di jodohkan. Keduanya tak saling mencintai saat itu. Dan sejujurnya Gaeul juga tengah memadu kasih dengan pria lain. Membuatnya merasa sangat buruk ketika ia harus memutuskan hubungannya dan menikah dengan Howon. Tapi sekali lagi ia tak bisa berbuat apa-apa. Kendali sepenuhnya berada pada orang tuanya.

Meski begitu sekalipun Gaeul tak pernah merendahkan Howon. Tak peduli kalau ia menikah dengan pria asing tapi ia tetap melakukan tugasnya dengan baik sebagai seorang istri. Ia bersikap layaknya ia menikah dengan Howon atas landasan cinta. Meski perlakuan yang ia dapat adalah sebaliknya.

Sedikitpun Howon tak pernah menghargai Gaeul sebagai istrinya. Entah berapa kali Howon melukai perasaan dan bahkan fisik Gaeul karena masalah ini. Gaeul berusaha bersabar, karena bagaimanapun ia merasa Howon adalah suaminya. Hingga suatu hari ia kehilangan kesabarannya. Memutuskan untuk pergi dari hidup Howon.

Saat itulah Howon menyadari betapa pentingnya Gaeul di hidupnya. Kita tak akan menyadari betapa pentingnya seseorang hingga orang itu tak lagi dalam gapaian kita, kan? Begitulah yang Howon rasakan saat itu.

Howon menghela napasnya. “Fine. Aku akan mengabulkan permintaanmu. Dengan satu syarat” ucap Howon. Gaeul menatapnya dalam.

“Aku akan menceraikanmu asal hak asuh Yubin berada di tanganku” ucap Howon tenang. Gaeul sontak membulatkan matanya.

“Andwe! Aku tak bisa”

“Keureom, tetaplah di sisiku. Tetaplah menjadi istriku!” pinta Howon. Gaeul terdiam bisu.

“Hoya, it won’t work. Aku tak bisa. Dan kumohon jangan pisahkan aku dengan Yubin. She’s my life”

“And she’s my life too” balas Howon. Ia menatap Gaeul garang.

“Hoya please!” pinta Gaeul.

“Tidakkah kau ini egois?” Hoya berucap tajam.

“Huh?”

“Kenapa aku tak boleh memiliki anak kita? Kau meninggalkanku . hidup bahagia dengan kekasihmu. Merasakan indahnya menjadi orang tua atas anak kita. Lalu aku tak boleh merasakannya?”

“Aku…”

“Kau mungkin tak merasakannya karena kau nyatanya hidup bahagia dengannya. Tapi…enam tahun ini aku kesepian. Aku tak bohong saat kukatakan aku mencintaimu. Sampai sekarang” ucapnya lirih di akhir kalimatnya. Tatapannya berubah sendu.

Gaeul menatap Howon bingung. Di benaknya kini terngiang ungkapan Howon beberapa tahun silam. Ungkapan yang ia anggap hanyalah bualan semata. Karena saat itu tindakan dan ucapan Howon tak menunjukkan hal yang sama.

Can’t you just stop thinking of him? I love you Gaeul. Tidakkah itu cukup?

“Kau bisa hidup bahagia dengannya. Jadi…tak bolehkah aku bahagia dengan anak kita?” kalimat itu terdengar setengah memohon. Howon memandang Gaeul sendu.

Wanita itu terdiam. Bibirnya kelu.

“Aku tahu kau tak mencintaiku. Dan rasanya terlalu egois kalau aku memaksa kau hidup bersamaku. Membesarkan anak kita bersama. Keunde…” ucapan Howon terhenti. Ia tercekat seketika.

“Tak bisakah aku mengasuh putri kita? Aku mungkin seorang brengsek. Tapi aku menyayangi putri kita. Aku juga ingin membesarkannya. Setidaknya…dengan mengasuhnya, aku bisa merasa berguna. Merasa aku bisa mencintai dan dicintai dengan tulus”

“Andwe! Aku tak bisa berpisah darinya”

“Then you are so egoist.  Kalau kau mengasuhnya…lalu aku mendapat apa?”

“Huh?”

“Aku sudah gagal untuk mendapatkanmu. Aku tak bisa merengkuh orang yang kucinta dengan tanganku. Lalu sekarang….aku juga tak boleh merengkuh darah dagingku sendiri?”

Gaeul masih tak mampu berucap. Bagaimanapun apa yang Howon ucapkan serasa benar.

“Oke semuanya memang salahku dari awal. Salahku karena aku memperlakukanmu buruk. Tapi tidakkah aku layak mendapat kesempatan kedua? Setidaknya ijinkan aku menjadi ayah untuk Yubin” ucap Howon lagi. Nada suaranya terasa memilukan di dengar Gaeul.

“Kau bisa memiliki anak lagi dengannya. Kau masih ada seseorang yang kau cintai yang akan menjagamu dan memberimu kebahagiaan. Tapi aku? Apa yang akan aku dapat kalau aku tak bisa mengasuh putriku? Tidakkah kau ini sangat tak berperasaan padaku?” lanjut Howon.

Gaeul bisa merasakan nada frustasi dan sedih yang Howon tunjukkan. Tatapan tenang yang beberapa menit lalu pria itu tunjukkan nyatanya tak ada lagi di wajahnya. Berganti dengan sebuah mimik memelas yang jujur saja menyesakkan untuk dilihat.

Howon menatap Gaeul lama. Hingga akhirnya ia menarik kursinya. Tatapannya kembali berubah dingin.

“Keputusanku sudah bulat Gaeul-ah. Kita cerai tapi Yubin bersamaku atau….kita tetap bersama dan Yubin tak akan berpisah dari kita” ucap Howon dingin. Menarik langkahnya dan meninggalkan Gaeul sendiri.

Mianhae.

Gaeul hanya bisa tercenung setelahnya. Ia membekap mulutnya dengan punggung tangannya. Ketegaran yang tadi ia tunjukkan di hadapan Howon kini runtuh.  Rasanya kalaupun Gaeul mengambil keputusan semuanya hanyalah akan menjadi bauh simalakama baginya.

=A Bit Taste of Happiness=

Gaeul membuka apartemennya dengan helaan napas di bibirnya. Seorang pria menyambutnya dengan wajah cemasnya. Ia mendekati Gaeul.

“Bagaimana? Kau sudah bicara dengannya?” pertanyaan itu hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Gaeul. Sang pria memandangnya cemas. Ekspresi yang Gaeul tunjukkan rasanya sudah cukup menjadi sebuah petunjuk kalau pertemuannya dengan Howon tak berjalan lancar.

Pria itu menarik tangan Gaeul kemudian mendudukkannya di kursi tamu. Meraih kepala Gaeul dan menyenderkannya di bahunya.

“Yubin dimana?”

“Sudah tidur” jawab pria itu. “Bagaimana pertemuanmu dengan Hoya?” ulang pria itu. Gaeul mendekap pria itu lebih erat.

Ya, pria itu mengenal Howon dengan cukup baik. Cukup baik hingga ia tahu betul bagaimana Gaeul kerap memanggil Howon dengan sebutan Hoya.

“Dia..setuju” ucapan menggantung dari Gaeul itu membuat sang pria tahu kalau Howon tak sepenuhnya setuju.

“Keunde, dia mengajukan syarat” lanjut Gaeul.

“Dia mau bercerai kalau…hak asuh Yubin berada di tangannya” ucapan Gaeul terdengar memilukan di telinga sang pria. Pria itu memberikan pelukan hangatnya lagi.

“Myungsoo-ya eoteokae?” bisik Gaeul. Pria bernama Kim Myungsoo itu masih terdiam. Ia hanya terus menepuk-nepuk punggung Gaeul lembut.

“We’ll find a way Gaeul-ah. Lagipula kurasa pihak pengadilan akan lebih condong padamu sebagai ibunya untuk mengasuh Gaeul.”

“Tapi kurasa kau tahu siapa Howon, kan? Aku takut”

“Gwenchana. Semuanya akan baik-baik saja. Biar aku bicara padanya”

Gaeul menggelengkan kepalanya. “Andwe! Dia hanya akan semakin marah kalau kau bicara padanya Myungsoo-ya. Aku akan mencoba bicara lagi padanya” ucap Gaeul. Myungsoo hanya menganggukkan kepalanya.

=A Bit Taste of Happiness=

“Apa semua orang pantas bahagia?” pertanyaan singkat itu sontak membuat perhatian seorang pria teman Howon itu menolehkan kepalanya. Ia menatap Howon yang lebih muda beberapa tahun darinya itu bingung.

“Dangyunhaji” jawab pria itu. Dia Choi Siwon, seorang dosen psikologi di Seoul Nasional University. Seorang pria yang cukup dekat dengan keluarga Howon. Well, keduanya bahkan teman bermain dulu. Siwon kecil dulu kerap bermain ke rumah Howon. Meski usia mereka terpaut dua tahun tapi keduanya dulu tak terpisahkan saat kecil. Dan berhubung Siwon adalah seoarang dosen psikologi membuat Howon kerap meminta saran dari pria itu.

“No matter whoever he is? No matter what he did?” Tanya Howon lagi. Siwon menganggukkan kepalanya.

“Yes. Why ask?” Siwon berucap penasaran. Howon tak mengatakan apapun. Ia hanya diam. Membiarkan keheningan tercipta diantara keduanya.

Siwon tersenyum simpul. Ketika Howon menunjukkan eskpresi seperti itu ia tahu pasti semuaya ada hubungannya dengan Gaeul. Howon mungkin bisa menunjukkan ekspresi dingin di depan semua orang. Tapi ketika itu menyangkut Gaeul atau putri kecilnya Yubin, Siwon tahu kalau Howon bisa menunjukkan dirinya sebenarnya. Menunjukkan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya. Tak lagi membelenggunya dengan tembok dingin.

“Dan bagaimana kalau kebahagiaan itu membuat orang lain menderita? Apakah orang itu masih pantas bahagia?” lagi, Howon bertanya. Ia tak memandang Siwon sama sekali. Pandangannya lurus ke depan. Menatap puluhan mahasiswa berlalu lalang di depannya.

“Bahagia itu adalah sebuah perasaan dalam hati kita Howon-ah. Terkadang bahagia itu bisa individual atau bahkan bahagia adalah perasaan yang mutual. Tak ada yang salah dengan bahagia”

“Meskipun itu mengorbankan kebahagiaan orang lain?”

“tak ada kebahagiaan yang sempurna di dunia ini Howon-ah. Terkadang kebahagiaan kita artinya adalah penderitaan orang lain. Tapi itulah kenyataannya. Kita hidup tak sendiri di dunia ini. Itu artinya kebahagiaan dan penderitaan kita juga terkadang menyangkut orang lain”ucap Siwon. ia memandang Howon yang masih tak merespon apapun.

“Terkadang kita harus dihadapkan pada sebuah pilihan. Pilihannya adalah kau yang bahagia atau orang lain yang bahagia” tambah Siwon. howon menolehkan kepalanya menatap Siwon.

Ia menghela napasnya. “I just wanna feel a tiny bit of that happiness, Hyung. Karena enam tahun ini aku sama sekali tak bisa merasakannya” ungkap Howon. Siwon menatap Howon prihatin.

Ia tahu betul bagaimana Howon melewati harinya enam tahun terakhir ini. Bagaimana sebuah rasa bahagia serasa hilang dari hati Howon. Menyalahkan dirinya sepenuhnya atas kepergian Gaeul. Menutup dirinya seutuhnya.

“Dia…minta cerai” ungkap Howon. Siwon hanya diam. Ia tahu cepat atau lambat Gaeul akan meminta hal itu. Pernikahan Howon dengan Gaeul sepertinya sudah tak layak disebut sebagai sebuah pernikahan. Keduanya tidak tinggal bersama, dan kenyataan bahwa Gaeul bersama kekasihnya Myungsoo juga menambah semakin besar kemungkinan keduanya untuk bercerai.

“Aku tahu sejak awal Gaeul tak pernah berhenti mencintai Myungsoo. Keunde, bercerai darinya itu akan terasa sangat menyakitkan” Howon berucap sendu.

Bahkan sejak pernikahannya dulu Howon tahu Gaeul tak pernah sekalipun melupakan Myungsoo. Ia tahu istrinya itu masih mencintai kekasihnya. Hingga akhirnya Gaeul pergi dari kehidupannya Howon tahu kalau Myungsoo akan memberikan sandaran untuk Gaeul. Dan sekarang terbukti dengan keduanya masih bersama.

They love each other and it’s hurt me.

“Dan aku tak bisa membayangkan kehilangan Yubin untuk selamanya” tambah Howon. Ia membuang mukanya. Merasakan perih yang teramat.

Siwon menepuk pundak Howon pelan. “Kurasa kalian bisa mendiskusikannya dengan baik Howon-ah. Kalaupun kalian bercerai kurasa kalian masih bisa bersepakat agar Yubin tetap bisa merasakan kasih sayang kalian sebagai orang tua”

“tapi Myungsoo bisa memberikan figure ayah itu untuk Yubin. Toh selama ini ia selalu berada di sisi Yubin. Kalaupun mereka tak kembali kurasa Yubin hanya akan tahu kalau Myungsoo ayahnya. Bukan diriku” ucap Howon. Siwon terdiam. Membiarkan Howon melanjutkan ucapannya.

“Aku takut Hyung. Takut ketika selamanya aku tak bisa melihat mereka lagi. Merasakan sedikit, ah aniya, besarnya kebahagiaan, semenjak Yubin datang beberapa bulan silam. Tak bisakah aku selalu merasakan kebahagiaan itu?” Tanya Howon. Siwon hanya menepuk pelan pundak Howon.

“Terkadang… kita harus memilih Howon-ah”

Howon menolehkan kepalanya bingung. Siwon tersenyum tipis ke arahnya.

“Memilih kita bahagia atau orang lain yang bahagia. Terkadang, kita harus mengorbankan kebahagiaan kita. Tapi kita terkadang juga harus egois dan memperjuangkan kebahagiaan kita”

“Keureom, jigeum eoteokae? Apa yang harus aku lakukan, Hyung?” Howon bertanya frustasi. Ia benar-benar tak mengerti apa yang harus ia lakukan. Siwon hanya tersenyum tipis.

“Kau yang berhak menentukannya Howon-ah. Manusia sudah kodratnya untuk egois. Tapi sekali lagi itu pilihanmu. Biarkan hatimu yang menjawabnya untukmu”

=A Bit Taste of Happiness=

Howon tersenyum lembut sembari membelai pelan rambut Yubin. Putri kecilnya itu kini berada dalam dekapannya. Seharian mereka bermain bersama. Dan karena ini hari sabtu maka sekarang adalah hari dimana Yubin menginap di rumah Howon. Dan kini keduanya tengah berbaring berpelukan di ranjang Howon.

“Yubin-ah”

“hm?”

“Kau lebih suka Myungsoo Appa atau Howon Appa?”

Yubin terdiam. Merasa tak bisa menjawab pertanyaan Howon langsung. Sementara sang ayah hanya tersenyum kecut.

Kau benar-benar seperti Gaeul, Yubin-ah.

“Appa…molla” jawab Yubin jujur. Jawaban polosnya tak kuasa membuat Howon menyunggingkan senyumnya. Ia memeluk putri kecilnya itu.

“Kau tahu Yubin-ah? Dulu Eoma juga tak bisa menjawab pertanyaan Appa”

“Huh? Jinjja?”

“Eo. Eoma sangat mirip denganmu. Sangat mencintai Myungsoo Appa. Dan kau juga sekarang seperti itu” ucap Howon lirih. Sedikit menyembunyikan perasaan getir yang kini menyelimutinya. Di depan Yubin ia tak pernah ingin menunjukkan ekspresi sedihnya.

“keunde, Yubin sangat sayang Appa. Aniya, neomu neomu neomu joha” ucap Yubin kemudian mengecup pipi Howon singkat. Ayahnya itu tersenyum haru padanya.

“Keureom…kalau Appa meminta Yubin tinggal bersama Appa, Yubin mau?” Tanya Howon hati-hati. Yubin terdiam sejenak kemudian menganggukkan kepalanya.

“Ne. Yubin, Appa, Eoma, Myungsoo Appa. Kita tinggal bersama. Nan joha” ucapnya polos. Howon tersenyum getir. Menyadari perkataan anaknya itu tak mungkin terwujud. Pria itu memilih untuk memeluk anaknya lagi.

Bolehkah aku egois? Bolehkah aku berharap selamanya bisa mendekapmu, Yubin-ah? My little princess.

“Appa!”

“Hm?”

“Nyanyikan Yubin lagu”

“Wae? Appa tak bisa bernyanyi Yubin-ah”

“Geotjimal! Eoma bilang suara Appa bagus. Eoma bilang Appa dulu sering menyanyikan Eoma lagu sebelum tidur, keudaechi? Nyanyikan Yubin lagu juga, Appa” rengek Yubin. Howon terkekeh pelan.

You are really like her, Yubin-ah.

Howon mengangguk pasrah. Detik berikutnya ia bersenandung kecil untuk Yubin. Menyanyikan lullaby yang dulu kerap ia nyanyikan untuk Gaeul.

Memori Howon berputar. Mengingat ketika dulu ia kerap menyanyikan lagu itu sebagai permintaan maaf. Di malam ketika ia menyakiti Gaeul, maka ia akan menyenandungkan lagu itu, mengantar Gaeul tidur. Dan Howon tak bisa menghitung berapa kali ia menyanyikan lagu itu. Karena nyatanya ia kerap kali menyakiti Gaeul. Fisik dan mental. Dan Howon sangat menyesalinya. Dulu dan hingga kini penyesalan itu terus membekas kuat di hatinya.

TESS

Howon segera menyeka air matanya ketika ia merasakan lelehan hangat itu mengalir dari pelupuk matanya. Menyadari betapa brengsek dirinya di masa lalu. Salahnya sendiri hingga kini ia merasa begitu tersiksa dengan semua rasa bersalahnya.

Howon mengecup puncak kepala Yubin. “Nice dream, baby girl.” Ucapnya kemudian memeluk erat Yubin. Seolah ia tak rela melepaskan putri kecilnya yang kini sudah terlelap itu. Seolah ia ingin menikmati waktu berharganya dengan Yubin.

=A Bit Taste of Happiness=

Tatapan datar itu adalah satu-satunya yang bisa Howon berikan untuk pria di depannya. Perasaannya berkecamuk. Kesal, marah, iri, dan bahkan cemburu. Kim Myungsoo yang ada di hadapannya kini menatap Howon tenang.

“Hoya…” Myungsoo mulai berucap.

“Don’t call me with that name!”

Hanya Gaeul yang boleh memanggilku seperti itu.

Myungsoo terdiam sejenak. “Kurasa kau tahu untuk apa aku datang menemuimu” ucap Myungsoo. Howon hanya memandang Myungsoo. Tanpa mengatakan apapun. Karena sejujurnya ia tahu apa alasan Myungsoo datang menemuinya.

“Jangan seperti ini, Howon-ah! Gaeul, pantas bahagia. Tak bisakah kau mengabulkan permintaannya?”

Howon berdecak singkat. “Dan kau ingin mengatakan kalau kau juga pantas bahagia? Kau datang kemari untuk membujukku membatalkan niatku bukan karena Gaeul, kan? Karena nyatanya kau ingin Gaeul menjadi milikmu? Well, sorry. Aku tak akan membiarkannya”

“Howon-ah, dengar! Aku kesini karena sepenuhnya untuk Gaeul. Gaeul sangat menyayangi Yubin….”

“Dan aku juga sangat menyayangi putriku. Tidakkah kalian lihat itu?” geram Howon. Myungsoo mengangguk singkat.

“Aku tahu. Aku bisa lihat kau begitu menyayangi Yubin. Keunde, Yubin butuh ibunya, Howon-ah. dia butuh kasih sayang ibunya. Dia butuh Gaeul.”

“Dan Yubin juga butuh kasih sayang ayahnya”

Myungsoo menatap Howon tenang. “Aku bisa memberikan figure itu untuknya” ucapnya dan dibalas dengan decakan tak percaya dari Howon.

Sungguh Howon membenci pria di hadapannya ini. Pria yang nyatanya memiliki hati istrinya. Pria yang dari dulu hingga sekarang tak pernah lepas dari hati Gaeul. Pria yang perlahan membuatnya takut. Takut akan kemungkinan kalau ia akan kehilangan keluarganya. Meski sejujurnya semenjak enam tahun lalu Howon sudah merasakan kehilangan itu.

“What’s your point, Kim Myungsoo?”

Myungsoo menghela napasnya singkat. “Kumohon jangan ambil Yubin dari Gaeul. Pikirkan kebaikan Gaeul dan Yubin, Howon-ah. aku dan Gaeul bisa membesarkan Yubin dengan baik. Kami janji tak akan melarangmu untuk menemui putrimu. Tapi kumohon jangan ambil Yubin dari Gaeul. Yubin butuh ibunya. Kumohon jangan egois Howon-ah”

Howon menatapnya tajam. “Dan tidakkah kalian sekarang yang egois terhadapku?”

“Huh?”

“Haruskah aku merelakan Yubin dan kehilangan kebahagiaanku? Aku tak minta lebih Kim Myungsoo. Aku hanya minta Yubin, putriku. Aku juga berhak akan dirinya, kan? Aku ayahnya, bukan dirimu!”

Sejujurnya kalimat Howon itu tepat sasaran. Membuahkan sebuah perasaan perih di hati Myungsoo. Karena Yubin bukan anaknya. Meski sejujurya ia mencintai Yubin layaknya anaknya sendiri.

“Aku bercerai dengan Gaeul, Yubin bersama kalian, kau menikah dengan Gaeul dan keluarga kalian akan sempurna. Lalu bagaimana denganku? Apa yang tersisa untukku? Hanya sebuah perasaan nelangsa karena aku kehilangan segalanya” ucapan Howon itu terdengar lirih. Myungsoo menghela napasnya.

“Kau tak akan kehilangan segalanya kalau sejak awal kau memperlakukan Gaeul dengan baik.”

DEG

Howon hanya bisa terdiam ketika kalimat Myungsoo itu terasa begitu tepat sasaran. Myungsoo benar, Howon akan tetap memiliki Gaeul, Yubin, dan semua kebahagiaannya kalau saja dari awal ia tak memperlakukan Gaeul buruk. Kalau saja sejak awal ia menyadari betapa pentingnya arti istrinya itu. Kalau saja ia tidak menjadi pria brengsek waktu.

Tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang? Semuanya sudah terjadi. Dan Howon sangat menyesali semua perbuatannya. Menyesali semua hal yang pernah ia lakukan pada Gaeul.

“Kau tak tahu bagaimana saat itu aku ingin membunuhmu Lee Howon. Aku merelakan Gaeul saat itu sejujurnya. Aku sadar kalian telah menikah. Membuatku memupus dalam semua cintaku pada Gaeul. Aku mengalah. Tapi apa yang kau lakukan? Menghancurkan wanita yang nyatanya sangat ingin aku lindungi dan cintai. Dan ketika Gaeul berlari padaku, tentu saja aku menerimanya dengan tangan terbuka” terang Myungsoo. Pandangan matanya yang tadinya tenang kini berubah dingin.

“Aku tahu kau telah berubah. Tapi toh itu tak akan merubah semua yang telah terjadi kan? Kalau kau benar telah berubah maka kurasa kau akan membiarkan Gaeul bahagia. Dan sayangnya kau telah menyiakan kesempatanmu untuk bersama Gaeul ribuan kali, Howon-ah” tambah Myungsoo. Ia memandang Howon yang terdiam kemudian melangkahkan kakinya. Berniat meninggalkan Howon.

“Tak bisakah kau yang pergi, Kim Myungsoo?” ucapan lirih itu terang saja membuat Myungsoo menghentikan langkahnya. Tapi sekalipun ia tak memalingkan wajahnya.

“Tak bisakah kau yang pergi? Dan membiarkanku, Yubin dan Gaeul bersama? Tak bisakah?” lagi. Howon bertanya pada Myungsoo. Pria itu hanya tersenyum singkat.

“Aku telah menyiakan kesempatan emas beberapa tahun lalu. Aku membiarkan kau bahagia saat itu dengan Gaeul. Dan aku menyesal akan keputusanku saat itu. Karena nyatanya yang kau lakukan hanyalah menyakiti Gaeul. Tapi tidak untuk sekarang”

“Mwo?”

Myungsoo menolehkan kepalanya ke belakang. “Kali ini aku akan egois, Howon-ah. egois untuk memperjuangkan cintaku. Dan aku yakin aku bisa membahagiakan Gaeul dan Yubin….melebihi dirimu” ucapnya tenang kemudian meninggalkan Howon.

Howon terduduk lemas. Perkataan Myungsoo nyatanya serasa seperti belati yang mengiris jantungnya. Membuatnya merasakan perih yang teramat.

=A Bit Taste of Happiness=

Gaeul menatap Howon gugup. Suaminya itu memintanya bertemu. Dan Gaeul tahu pasti kalau apa yang akan Howon bicarakan adalah tak lain mengenai perceraian dan Yubin. Dan jujur Gaeul takut akan hal itu.

Howon menghela napasnya. Sejujurnya pertemuannya dengan Myungsoo beberapa hari lalu membuatnya tak bisa tidur dengan benar. Membuatnya berpikir keras akan apa yang harus ia lakukan.

“Aku ingin bertanya padamu sekali lagi, Gaeul-ah” ucap Howon langsung. Gaeul hanya menatapnya ragu.

“Bolehkah aku mengurus Yubin sepenuhnya?” Tanya Howon to the point. Gaeul menggelengkan kepalanya singkat.

“Kau bisa bahagia dengan Myungsoo. Menikah dengannya, memiliki anak dengannya. Kumohon jangan egois padaku Gaeul-ah! Aku hanya minta Yubin, uri aegi. Aku tak akan melarangmu menemui Yubin tapi kumohon jangan bawa dia bersamamu”

“Aku tak bisa berpisah dari Yubin, Hoya” ucap Gaeul memelas. Howon hanya menatapnya dingin.

“Tidak cukupkah kau menyiksaku selama ini. Tidak cukupkah kau membuatku menyesal dengan semua perbuatanku enam tahun ini? Tidak cukupkah aku menderita atas semua yang ku lakukan padamu? I love you Gaeul-ah. Its hurt seeing you love him. But please, let me love Yubin in peace. Ijinkan aku mengasuh Yubin” tambah Howon. Gaeul hanya bisa diam.

Howon bangkit. Dan detik berikutnya yang ia lakukan membuat Gaeul hanya bisa membulatkan matanya. Howon bersimpuh di hadapan Gaeul.

“Hoya…”

“Aku minta maaf atas semua perbuatanku Gaeul-ah. Tapi kumohon biarkan aku mengasuh Yubin. Let me have her as my source of happiness. If I cant have you then let me have Yubin, your copy. Jadi, aku bisa merasa kalau aku juga memilikimu. Apakah itu terlalu sulit untuk kau kabulkan?”

Howon bangkit dari posisi bersimpuhnya. Mendekati Gaeul yang menangis. Menyentuh pipinya dan menghapus air mata yang meleleh dari pelupuk mata Gaeul.

“Aku tahu aku tak pernah memiliki hatimu. Aku…menyadari hal itu. Dan kurasa menahanmu di sisiku hanyalah akan membuatmu terus tersiksa. Terbukti dengan kau meninggalkanku saat itu”

Gaeul diam.

“Tapi kumohon beri aku kesempatan untuk mengasuh Yubin. Yubin adalah satu-satunya alasanku hidup. She’s the one who hold my sanity in this cruel world, Gaeul-ah” ungkap Howon. Gaeul hanya terisak mendengarnya.

Ia tahu Howon mencintai Yubin. Tapi Gaeul tak bisa begitu saja menyerah. Ia takut untuk kembali pada Howon. Dan lagi, ia mencintai Myungsoo. Pria yang dengan sabar bersamanya dan mengasuh Yubin bersamanya. Meski tanpa status yang jelas dari Gaeul. Karena nyatanya Gaeul masih memegang status istri Howon.

“Mianhae Hoya. Keunde aku tak bisa. Dan kumohon jangan memintaku untuk berpisah dari Yubin. Kumohon ijinkan aku membina hubungan baru Hoya. Kumohon berhenti membelengguku.” Pinta Gaeul lembut. Howon memandang lekat wajah Gaeul.

“Apa…kau yakin Myungsoo bisa membahagiakanmu dan Yubin?” Howon bertanya tenang. Gaeul hanya menganggukkan kepalanya. Ia mencintai Myungsoo, dan ia tahu Myungsoo akan menjadi sosok ayah yang baik untuk Yubin.

Howon memandang lekat Gaeul. Anggukan kepala yakin dari Gaeul itu nyatanya sanggup membuat Howon tiba-tiba merasakan sesak. Membuatnya merasa kalah.

“Araseo…” Howon menghentikan ucapannya. Lehernya terasa tercekat tiba-tiba. Tak sanggup mengatakan kalimat berikutnya.

TESS

Setetes cairan bening itu mulus keluar dari kelopak mata Howon. Dan jujur saja Gaeul terhenyak melihatnya. Ia tak pernah melihat Howon menangis sebelumnya. Dan rasanya kini melihat air mata mengalir dari kelopak mata Howon membuat Gaeul bisa merasakan perih yang Howon rasakan.

“Uri…kita…aku akan menceraikanmu” ucapan itu terasa begitu menyakitkan untuk Howon ucapkan. Ia memalingkan wajahnya. Menggigit bibir bawahnya kuat. Menghalau sesak yang makin lama makin menghimpit dadanya.

“Kalau memang….tanpaku kau lebih bahagia maka….kau bebas Gaeul-ah. kau bebas” ucapnya masih memalingkan wajahnya.

“Hoya…” panggilan lirih itu rasanya makin menambah perih yang Howon rasakan. Ia tak tahu apakah suatu saat nanti ia masih bisa mendengar panggilan itu di telinganya.

“Aku…Yubin…aku…”

Howon mengumpat kesal dalam hatinya. Bagaimana mungkin ia bersikap seperti orang gagu sekarang. Mengutarakan kalimat saja ia tak becus. Rasa perih yang rasanya siap membunuhnya itu membuat sususan sarafnya tak benar. Membuatnya kelu.

Gaeul mendekati Howon. Mengulurkan tangannya dan memegang wajah Howon. Menatap pria yang sebentar lagi statusnya bukan lagi suaminya.

Gaeul bisa melihat jelas sorot kepedihan yang Howon tunjukkan. Bukan lagi Howon yang dingin. Tapi Howon yang rapuh.

“Mianhae. Apa kau ingat kau pernah marah padaku karena aku tak pernah memanggilmu Oppa? Karena aku terus mengganggumu dengan sebutan Hoya?” Tanya Gaeul. Howon hanya mengangguk bisu.

Gaeul mengusap lelehan air mata di pipi Howon. “Hoya Oppa, boleh aku jujur padamu?” Tanya Gaeul lagi. Dan sekali lagi Howon hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“Ketika kita bersama dulu aku… I loved you. There was the time that I love you” ungkapnya. Howon membulatkan matanya.

“Ada masa dimana aku mencintaimu Hoya Oppa. Saat aku meninggalkanmu saat itu pun sejujurnya, aku merasakan perasaan itu. Aku mencintaimu, aku berusaha menolak pemikiran itu. Tapi aku tahu aku pernah mencintaimu” lanjut Gaeul. Setelahnya Howon semakin terisak pilu.

“But the pain you gave me make my love weaker, Hoya Oppa. Mianhae” aku Gaeul. Howon memalingkan wajahnya lagi. Membuat Gaeul kembali meraih wajah Hoya dan menatapnya dalam.

“Kau pernah bertanya siapa yang akan kupilih dulu, kan? Kau atau Myungsoo? Aku tak bisa menjawabnya saat itu. Bukan karena aku mencintai Myungsoo begitu dalam tapi….karena aku sadar aku perlahan mencintaimu, suamiku”

“Kenapa kau tak pernah mengatakannya saat itu? Huh?”

“Karena kau tak pernah memberiku waktu untuk bicara. Kau mengambil kesimpulanmu sendiri dan menyalahkanku. Menyiksaku dengan semua sikap dan perkataanmu. Kau tak pernah memberiku kesempatan untuk bicara”

“Kalau kau pernah mencintaiku, tak bisakah sekarang kita bersama? Tak bisakah kita merajut lagi tali pernikahan itu?”

Gaeul menggeleng pelan. “Aku…terus terang aku takut bersamamu lagi, Hoya Oppa. Mianhae”

“Just…show me how much do you love me back then” pinta Howon lirih. Gaeul tersenyum tipis kemudian mendekatkan wajahnya.

Detik berikutnya yang terjadi adalah Howon bisa merasakan sentuhan lembut bibir Gaeul di bibirnya. Sapuan hangat itu nyatanya semakin menambah sesak yang Howon rasakan. Ia memejamkan matanya, berusaha mengumpulkan memori setajam mungkin akan momen itu.

His one last kiss from her.

Rasa asin tiba-tiba Howon rasakan. Tetesan air mata dirinya dan Gaeul mengiringi penyatuan bibir itu. Ya, Gaeul menangis bersama Howon. Entah untuk alasan apa Howon tak tahu.

Gaeul mengakhiri ciumannya. Tersenyum lembut ke arah Hoya. Menyeka air mata Howon dan mengecup kening sang suami.

“Mianhae Hoya Oppa” ucapnya kemudian membalikkan badannya. Meninggalkan Howon yang masih menangis itu.

Howon hanya bisa menatap punggung Gaeul yang semakin menjauh. Menatap sumber kebahagiaanya yang semakin lama semakin hilang dari jangkauan matanya.

Howon memilih untuk tak egois. Memilih untuk mengorbankan dirinya. Memilih untuk melihat dua wanita yang ia cintai itu bahagia. Tanpa dirinya. Memilih untuk membiarkan dirinya hanyut lagi dalam penyesalan dan deritanya.

Mungkin ini karma untuknya. Karma akan semua tindakan buruknya. Tuhan sudah begitu baik dengan memberinya kebahagiaan beberapa bulan lalu. Ketika Yubin dan Gaeul kembali. Meski kebahagiaan itu hanyalah berlangsung singkat.

Yah, mungkin memang ini pahit yang harus ia terima.

And once again, he lost his reason to live….without his source of happiness.

~The End~

 

Oke maaf untuk ff yg gagal bin abal ini. Entahlah knp ni ff bisa tercipta. Yg jelas ane tengah kehilangan mood buat reminiscence dan tiba-tiba ni ff tercipta. Maaf kalo gaje ya.

Haha dan entah knpa ane suka brothership antara siwon ma hoya di grey makanya ane ngasih siwon jadi cameo disana…lol..dan karna ane bukan orang sikologi jd itu kalimat2 siwon maaf aja klo banyak yg ga setuju..that just purely what i thought 

Sekian dan terimakasih…lol

 
108 Comments

Posted by on June 18, 2013 in angst, fanfiction, oneshot

 

Tags: , ,

108 responses to “A Bit Taste OF Happiness

  1. veelf

    June 18, 2013 at 10:08 pm

    haaaaaaaaaaaaa tisu mana tisu ???
    ini hoya kok di bully gini ?? :((
    pukpuk hoya oppa😦
    Egois dikit boleh juga loh :”

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:26 am

      haha siapa yg ngebully hoya? ane cuma dpt ni crita tiba2…dan maaf aja klo korbannya harus hoya lol

       
  2. Tri nanda kaporina

    June 18, 2013 at 10:57 pm

    Ane nangis bacanya… Love is pain??? Kasian Hoya eon, L ane jitak ne…
    Hoya menyesalkah kau??? Couple hoya sm gaul ane suka ne.
    Btw abang kuda muncul, jeongmal bogoshipo ss couple.

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:31 am

      haha jangan nangis nan…ane ga nglakuin apa2 kok..lol
      haha ane jg suka hoeul couple makanya cast cewenya hoya..duh ane ga tau lah knp jadinya gini ni crita..lol

       
      • Tri Nanda Kaporina

        June 19, 2013 at 1:55 pm

        hoyaaaa nyesel bgt pasti eon. tp jgn smp bunuh diri y hohoy kan g ada gaeul ada ane kok. *ditabokkyu

         
      • shilla_park

        June 19, 2013 at 7:22 pm

        haha penyesalan yg terlambat nan…hoya biar ane aja yg ngurusin kamu urusin kyu aja sana haha

         
  3. sung rin

    June 18, 2013 at 11:22 pm

    huwaaa…
    keren banget ceritanya, aku sampe gak berenti nangis bacanya sampe abis…

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:32 am

      haha cup cup…*sodorin tisu* gomawo😀

       
  4. NaYoon

    June 19, 2013 at 1:11 am

    Entahlah eonni aduh aku nyesek karena tibatiba gantung. Aku harus apaaa? TT_TT
    kenapa hoya dan gaeul ga bikin anak lg aja? Terus entar mereka bagi satu satu. Biar ga ada yg tercakiti catu cama lain eonn. /absurd max/

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:33 am

      haha angst ya begini, gantung..lol
      kalo mereka bikin anak lagi ga jadi angst dong lol

       
  5. chojiyoung

    June 19, 2013 at 1:59 am

    eon ini galau banget ya ampun… Eon lagi galau ya? hihi :b

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:34 am

      haha ane ga galau..cuma tiba2 ni crita berputar2 di otak lol

       
  6. seekrhehae

    June 19, 2013 at 5:00 am

    hiyaaaaaa… Onni
    ini mah sad Onni
    mana happy nya
    uwaaaaa…hobaby, kasian Onni hobaby
    bagaimana hobany Onni? nelangsa banget hobaby,
    onn, ini ada yg lainnya gag? *plak
    ini gantung Onn… beneran dah, siapa tw onni berbaik hati membuat yg selanjutnya
    penasaran Onn.. beneran

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:35 am

      ya namanya kan jg angst..y ga ada happynya lah..
      happy nya adalah ketika hoya bisa sama yubin, thats all..lol
      haha ga ada deh ya..cukup sampai dsini aja lol

       
      • seekrhehae

        June 19, 2013 at 2:23 pm

        sebenarnya sy pengen nodong Onn…
        seq pokoknya Onn
        kalo bisa…
        sumpah nanggung

         
      • shilla_park

        June 19, 2013 at 7:23 pm

        haha nodong? duh mbak saya ga punya duit jgn dicopet…lol

         
  7. nniittaaa

    June 19, 2013 at 6:20 am

    huaaaaa….
    sakit bgt rasanya kalau jadi hoya ….
    knp hoya selalu menderita? padahal dia layak untuk bahagia TT,TT
    eonni semoga ad sekuelnya yah🙂 …

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:39 am

      haha begitulah…but thats life…lol

       
  8. Jasmine Cho

    June 19, 2013 at 6:30 am

    Eonnie.. Ini nyesek T.T
    gak suka angst cuma bikin galau T.T
    Hoya sama aku aja udah *eh

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:39 am

      haha ya gmana lagi..udah jadi ni crita lol

       
  9. jae_won

    June 19, 2013 at 6:57 am

    after storynya buat ya kasian hoya g tega sumpah nih ff buat nangis dah lama g baca ff yg bagus buat after y gaeul ama hoya atau hoya ada cewek barunya kasian liat hoya

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:06 am

      haha ga janji deh ya…kalo ada ide ntar deh ane bikin lol

       
  10. nadeeia

    June 19, 2013 at 7:53 am

    Lanjuuuutttt,,, (╥_╥),,(╥_╥),,
    Kasian banget liat hoya,, hwuuaaaaaa,, pengen baget liat hoya bahagia,,,
    Biarin mereka menyatu dong,,,

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 6:07 pm

      haha kejamnya hidup hoya..lol😀

       
  11. wifey won

    June 19, 2013 at 8:49 am

    aduh ini mata ampe bocyor bocyor gini bacanya ;_;
    Gaeul sama myungsoo egois banget! mereka bisa seneng” dan ngaku gak bsa hidup tanpa Yubin tapi Hoya gak punya apa” yg bisa bikn dia bahagia kecuali Yubin malah harus ngerelainYubin.
    mereka seharusnya ngerti perasaan kesepiaan Hoya😥 *aduuh jadi curcol kan==
    Siwon cuma ngesot numpang lewat doang ya?._. kirain bakal ada shilla juga tau nya ga ada-,,-

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:16 pm

      y ampyun serem amat ampe bocor..lol
      haha sayangnya mereka ga ngerti tuh,,,lol
      ih masi mending siwon ane munculin kan…wkwkw😀

       
  12. kimyoungra

    June 19, 2013 at 10:57 am

    Nyesek aduhh eonniiii nyesekkk >< Sini Hoya oppa sama aku aja. /peluk hangat(?)/
    Kasian hoya kehilangan segalanya. Tapi salah dia juga sih… Tadinya aku pikir ceritanya hoya istrinya udah meninggal, terus endingnya sama sekretarisnya. Hhehe Ternyata salah besar. LOL
    Itu mereka udah mau cerai malah ciuman dulu. -_-
    Ehh. Bang kudaa kerennn! Muncul2 jadi dosen psikologi. Ahh cium nih. :-* Kkkk~

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:22 pm

      haha hoya biarkan sndiri..biar ane yg memeluknya nanti…lol
      woiiii jangaan sembarangan nyium kuda…*tabookk*

       
      • kimyoungra

        June 21, 2013 at 9:14 am

        Ishh eonni kemaruk nih, udah peluk hoya, larang2 nyium kuda lagi. U,U /culik kuda/

         
      • shilla_park

        June 21, 2013 at 6:32 pm

        oh maaf y disini peraturannya kan kuda forever shilla’s..so back offffffffff *tendang*😀

         
      • kimyoungra

        June 26, 2013 at 9:23 pm

        Forever? Kyahahaa kata siapa eon. *smirk* Eonni gak tau aja apa yang kuda lakukan denganku dibelakang eonni. (?) Ishh eonni main tendang2 aja. -_- *ketendang ke pelukan siwon oppa*

         
  13. monkeye

    June 19, 2013 at 1:04 pm

    butuh tisu segunung..!!!!!! Huwaaaaa. A realistic story that might happened.

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:22 pm

      haha emang ada y gunung tisu??? lol

       
  14. song yoo jin

    June 19, 2013 at 4:00 pm

    Huaaaaa~ anakkuuuuu yubin…
    Aku reader baru…
    Baru pertama dateng ke blog ini langsung disambut air mata…*hug hoya

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:23 pm

      holla…duh maap ya buat kamu nangis..lol

       
  15. miss K

    June 19, 2013 at 4:09 pm

    Hoyaaa~~ huwaaa T___T
    biasku si L sih sebenrnya tapi…
    di sini entah kenapa hatiku berkata aku memihak Hoyaa..
    aku jauh lebih sakit liat dia sakit.. ga tegaa..😦
    siaan amat sih kamuu.. sini sini sama aku aja.. *trus ditabok Lilis* LOL😄
    cerita galauu.. tapi aku sukaa..🙂 feelnya dapett.. ^^

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:24 pm

      haha maaf ya eon ane ga bikin L sesuatu disini…lol
      saya jg ga tega sbnernya bikin hoya kek gini..tp apa daya ini tuntutan skenario…lol😀

       
  16. jin ara

    June 19, 2013 at 4:18 pm

    So saaaaaad.. Hoya gimana jadinya maasa di tinggal semua orang😦
    Oenni itu hoya bersikap buruk gimana sama gaeul ? *wajib squel atau side story hahahahhaa modus sekali
    Tapi kayanya seru kalau ada side story menceritakan kisah mereka sebelum ada yubin .. Ya oenni ya ya ya jebal *aegyo ala sungmin oppa
    O iya dr ff yang oenni tulis dan aku baca aku rasa ini ff terpanjang keren keren oenni soalnya biasanya oenni nulisnya pendek hehe mian
    Keep writting oenn🙂

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:26 pm

      haha sekuel ga ada…dibayangin aja ya sndiri…lol😀
      heh?? ya ampyun ini cuma 16 halaman word, versi standar ane nulis crita alnya biasanya 15ampe 16 halm…nah tp pernah 17 hlm kok..di grey kalo ga salah…udah panjang ituuuuuuu *mewek*

       
  17. eginachoi11

    June 19, 2013 at 4:39 pm

    Eonniii kau berhasil membuat ku meweek,oh hoya wlwpn lu jd duda,gw siap menampung lu di hati gw,hahaha

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:26 pm

      haha ga perlu cin, ane udah bersiap nampungkok lol

       
  18. anggrainimiranti

    June 19, 2013 at 5:16 pm

    eoniiiiii, ini gimana ceritanya hoya jadi begini? aduuuh aku nangis😥
    eh tapi aku lebih suka Myungsoo sih dibanding Hoya..hehhehe *kemudian dirudal dari Korea*

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 7:26 pm

      haha tuntutan skenario makanya bgini…wkwk

       
  19. yewongirl

    June 19, 2013 at 8:46 pm

    eonniiii…*sobs*
    baca ff ini di malam kelabu nan gerimis sukses bkin air mata sy jatuh
    aduh, meskipun sy g punya chemistry ap2 sm mas howon tp lhat dy mendrta kok jd nyesek yah.? -_-

    dan kuda… kta2mu bkin sy tertohok! nembus smpe relung hati terdalam. #lebay hahaha.
    fighting eon, smg mood bwt reminiscene bs blik lg. g thu knp sy kpikiran sm mba shilla yg dinginnya kyak antartika. lol

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 8:58 pm

      haha yg nyuruh kamu punya chemistry ma hobaby siapa? justru bagus kalo ga punya, jadi hobaby bisa buat saya seutuhnya…lol
      haha lebay amat siiii…kuda numpang mampir bentar doang ini…lol
      haha smoga cepet balik deh y…ga tau tuh mood masih nangkring dmana…lol

       
      • yewongirl

        June 19, 2013 at 9:39 pm

        ambil aj eon, aslkan kuda msih milik bersama. mas howon mah, g mslah. kkkk
        mlah yang mampir itu yg biasanya jlebb… #ngaco
        nangkring di loteng kli eon trus dibawa lari tikus ke got trus dipungut pemulung trus di setor ke pengepul nah pengepul jual ke pabrik daur ulang bwt dijadiin brang bru. Jadi intinya eon hrus nyari mood d hati eon. #ehhh

         
      • shilla_park

        June 19, 2013 at 9:59 pm

        enak aja..sejak kapan kuda milik brsma? dr dulu jg kuda milik park shilla seorang. TITIK
        woah keknya ngerti bnget masalah dunia pemulungan?? pengalaman lama ya?? lol

         
      • yewongirl

        June 19, 2013 at 10:07 pm

        sejak kuda masih dikandung ibu eon.. lol
        aduh, eon g usah buka2 msa lalu dong.. kan eon ketuanya.😄

         
      • shilla_park

        June 20, 2013 at 6:46 am

        sejak kapan ane ketuanya?? ga ada ya penunjukan resminya…lol

         
      • yewongirl

        June 20, 2013 at 4:50 pm

        eheiiii… eon gtu mah suka pura2 amnesia. kan yg ngajakin sy gabung itu eonni, msa lupa.. lmao

         
      • shilla_park

        June 20, 2013 at 6:56 pm

        masa?? ga inget tuh..lol

         
  20. yui

    June 19, 2013 at 9:21 pm

    Hoyaaaaa
    Sedih banget hidupmu nak
    Bagaimana km menyambung hidup setelah ini nak
    Hiks hiks
    #melukhyukjaeoppa

     
    • shilla_park

      June 19, 2013 at 9:26 pm

      menyambung hidup dengan bekerja dan bernapas…lol..😀

       
  21. isabelleejasmine

    June 20, 2013 at 12:57 am

    alamt mata bengkak besok pagi,,
    hiks hiks hiks (´;д;`)
    Hoya,,.,, !!!!

     
    • shilla_park

      June 20, 2013 at 6:46 am

      haha ga lah ya…matamu ga akan bengkak cuma karna ini…lol

       
  22. megga zrn

    June 20, 2013 at 5:19 pm

    ceritanya sad ending
    hoya malang nasibmu

     
  23. rnala

    June 20, 2013 at 7:12 pm

    Shilla eon, aku penasaran sama kisah hoeul sebelumnya deh. Ngeliat hoya kayak bipolar, Abis nyakitin fisk dan persaan gaeul trus nyanyiin lullaby sblum tidur? Itu nyeremin eon. Bikinin side storynya eon, pleaseeeee~ tapi endingnya pas eon, aku suka.

     
    • shilla_park

      June 20, 2013 at 7:24 pm

      haha silakan dibayangkan aja ya side storynya..wkwkkw *kabur*

       
  24. nief407

    June 21, 2013 at 4:01 am

    pagi2 buta bc ff ini…alhasil tisu brserakan…q bs mrasakan perih htiny hodaddy berat berat…kt2ny bang kuda mantep…oya shill,your hubby lg mbolang sndirian tu knp g dtemenin…kasian ampe ktinggalan kreta untg da elf yg baek hti ngasih mkan gratisan pula ngrit2 wkwkwk….

     
    • shilla_park

      June 21, 2013 at 6:29 am

      woi ini bukan grey jgn panggil hoya hodaddy…hodaddy cuma adam yg boleh manggil…lol
      ane jg maunya nemenin…tp dia malah keliling eropa sndiri..kan ane pengen ngajakin bulan madu k venice lagi…kudaaaaaaa

       
  25. milia

    June 21, 2013 at 12:03 pm

    Mba, kalo bikin FF bisa kali gausah bikin sedih gini (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) .

     
  26. Sifa

    June 21, 2013 at 8:21 pm

    ini apa eonnie .. belum baca ,,, liat komen2 ngeri juga ,,, duda ,, duren dong wkwkkw

     
    • shilla_park

      June 22, 2013 at 5:49 am

      dih kek apaan aja ngeri…lol

       
      • Sifa

        June 22, 2013 at 11:21 am

        hahahaha sy khan msh gmna gitu dg sad ading …ckckk

         
      • shilla_park

        June 22, 2013 at 4:04 pm

        gmana gt gmana?? lol

         
  27. theayu0221

    June 21, 2013 at 10:09 pm

    :((((((((((((((((((((((((((((
    T.T
    memilih itu susah,,aplg pilihannya buat org lain bahagia padahal kitanya nelangsa..
    nangis~~~~~~~~~~~~~~~~~ T.T

     
    • shilla_park

      June 22, 2013 at 5:49 am

      benar sekali…cup cup jgn nangis nak…lol

       
  28. nychoicy

    June 21, 2013 at 10:56 pm

    huaaaa, nyesek bgd eonniiiie..!! air mata mpe gk pake kompromi, main kluar aja wktu bacanya.. puk.puk hobaby.. jgn khawatir masih ad shilla eonnie kok hobaby, ya kan eon?? *biar hoya bwt eonnie, kuda buat aku, kkk

    bdw reminiscence mna nih eon?? *bentang spanduk

     
    • shilla_park

      June 22, 2013 at 5:54 am

      jinjja??? cup cup cup…*sodorin permen* lol
      haha benar sekali masih ada shilla untuk hoya tp sayangnya siwon ga ingin berpaling dari shilla… *cium kuda n hoya*😀
      haha ga tau nih…sedang mengumpulkan mood buat nulis lol

       
  29. hanniffahh

    June 22, 2013 at 12:08 pm

    kasian hoya nya.
    moga ada sequel nya happy ending.
    hehe

     
    • shilla_park

      June 22, 2013 at 4:04 pm

      haha ga janji deh buat sekuel haha

       
  30. gyueonni

    June 23, 2013 at 10:42 am

    u,u apa ini? hiks.. hiks.. kok endingnya begitu eon? dooh salah hoya juga sih y menyiakan gaeul tapi kn harusnya masih bisa bareng/lho? /pukpuk/ to hoya😀 keren asli bikin sesenggukan/lol

     
    • shilla_park

      June 23, 2013 at 11:01 am

      haha ya bgitulah idup..terkadang idup itu kejam..lol😀

       
  31. sischapratiwi

    June 23, 2013 at 2:54 pm

    Astaga eonni, gue telat bacanya :O
    Gue jengkel sama Gaeul…kesian Hoyaa😥 nyeseekkk bangeett baca nih ff unn…

     
    • shilla_park

      June 23, 2013 at 3:47 pm

      elah kek masuk sekolah aja telat..lol
      haha namanya jg angst kalo ga nyesek ga seru dong…lol

       
      • sischapratiwi

        June 24, 2013 at 10:30 pm

        Hatiku ikut nyesek unn😥 unn harus tanggung jawab nih….
        Hoyaaa~~ ama gue aja deh…kita bikin the next Yubin😀 ok *tarik hoya ke ranjang*

         
      • shilla_park

        June 25, 2013 at 7:04 am

        ngapain ane mesti tanggung jawab?? ckckc
        hya!!!! hoya gw itu… *tarik hoya*

         
      • sischapratiwi

        June 25, 2013 at 9:37 pm

        Oke *kasih hoya ke unni, terus gue seret siwon ke pelaminan*😄 barter yg adil kan unn

         
      • shilla_park

        June 26, 2013 at 6:40 am

        maaf ya kuda ma hoya bukan barang yg bisa dibarter…lgan disini siwon mutlak milik shilla… *smirk*

         
  32. cho eunmi

    June 24, 2013 at 8:53 am

    aku sangka ini another part of grey eon. ternyata beda.
    dan ini sad ending loh eon, jarang sekali eon buat yg kayak gini.
    semuanya punya kesempatan untuk bahagia yg sama gak peduli pernah salah atau gak. ini menurutku eon.
    ahhhh eooon aku jadi ikutan galau, bang hoya masih ade ane disini jangan nangis.
    aku suka persis🙂

     
    • shilla_park

      June 24, 2013 at 8:20 pm

      haha grey mah udah tamat..jd ga ada lagi deh another part segala lol
      haha ane kan biasanya bikin ss kopel nah ss kopel mah pantang buat sad end lol…

       
  33. dara

    June 25, 2013 at 11:25 am

    nyesek bgt ya ampyun…
    knp gak hoya di kasih hak asuh yubin aja kan biar adil gitu. pengen sequel please….

     
    • shilla_park

      June 25, 2013 at 6:37 pm

      haha terkadang hidup tak semudah itu nak…lol

       
  34. azkadwiesjnse

    June 26, 2013 at 8:27 pm

    huaaaa
    oemma nie crita nyesek bgt bgt yqn.
    Aq bacanya ampe hatiku sesak untk brnfs#agklebay
    aq butuh sequel moga ada.

     
    • shilla_park

      June 26, 2013 at 9:04 pm

      haha lebay amat neng,,,sekuel imajinasikan sndiri aja ya…lol

       
  35. nonaaaa

    June 27, 2013 at 6:51 pm

    huaa.. baru nemu blog nyaaa… like this yo like this !!
    nyesek dehh. howon ksh kesempatan dong..
    tendang aja myungsoonya *plakk
    sequel ya sequell..

     
    • shilla_park

      June 27, 2013 at 7:02 pm

      haha malah nyanyi dia..lol
      myungsoo kesian klo ditendang sini biar ane peluk aja..lol

       
  36. 0207riska

    June 27, 2013 at 7:13 pm

    huaaa kakak ini sumpah nyesek bgt bener2 bikin aku beneran nangis. T.T
    Hoyaa huee *nangispojokan
    adakah lanjutannya? feelnya dapet bgt kak.

     
    • shilla_park

      June 27, 2013 at 7:25 pm

      haha cup cup jgn nangis…haha klanjutannya ga ada deh y keknya..kecuali ane dpt ide dadakan lol

       
  37. Na

    June 30, 2013 at 9:05 pm

    hoyaaaaaaaaa… Na siap menampung mu beb!
    hahahahahaaaaaa *hug babyHo*
    cup cup…jgn nangis, persediaan lollipop Na udah abis😛😛

    HOLLA UNNIEEEEEEE.. I’M BACK! HWAAAAAAAAA JINJJA MISS YOUUUUUUUU >.<
    *kecuppelukciumbabyHo*😀😀😀

    ok, intinya ff ini NYESEK. sekian!

     
    • shilla_park

      June 30, 2013 at 9:10 pm

      sorry na, hoya udah ada yg nampung haha
      haha miss you too beib…:D

       
  38. Bee~

    July 3, 2013 at 12:18 pm

    Butuh Sequel butuh sequel ….
    *Sambil ngelap air mata*

    Hoya oppa jangan sedih msih ada aku kok Oppa #Plakk

     
    • shilla_park

      July 3, 2013 at 5:54 pm

      haha sekuelnya silakan dibayangkan sndiri lol😀

       
  39. Dinidink

    July 5, 2013 at 5:32 pm

    Huee~ nyesek banget ini ceritanya.. kasian hoyaa~
    Sumfeh feelnya dapet pake banget.. nangis nie bacanyaa T.T *tissuemanatissue*
    Hadeuhh, hoya sih nyia-nyiain kesempatan kyk gtu..jadi galau kan kalo kesempatannya udh di ambil Myungsoo u,u *pukpukHoya~
    bagus critanya eon walopun bikin galau^^

     
    • shilla_park

      July 5, 2013 at 7:51 pm

      cup cup cup…jangan nangis ya..ntar hoya tambah sedih ni..lol
      gomawo😀

       
  40. cho ji in

    July 24, 2013 at 4:39 pm

    huwaaaa….
    Eonni… Daebak bangeud dah !
    Mantep..
    Tapi ada kurangnya nieh..
    Yaitu…. Sekuel !
    yeah, need !
    Terus berkarya ya eon,,,
    We love you so much

     
    • shilla_park

      July 24, 2013 at 8:07 pm

      hehe tengkyu..jgn muji gt ah nanti ane besar kpala lg lol
      hehe sekuel kalo ada ilham deh ya lol😀

       
  41. minkijaeteuk

    August 3, 2013 at 12:56 am

    ahhhhh baru inget blog ini lg udah hampir 2bln inget2 blog n WP yg di bookmarks apa ajasetelah nih HP diservis n semua y hilang baru sekarang inget WP y siwon oppa yg ini senang y udah ketemu….
    sekali y dikasi ff hoya yg gini dikasi y yg nelangsa gt,,, jd ikut sedih n nangis nih eonni,,,, ngak tega ma Hoya krn kesalahan dia kehilangan semua y tanpa kesempatan kedua mana disuguhin moment hoya n yubin bikin tambah mewek gini…
    hiks….hiks….hiks….hiks….

     
    • shilla_park

      August 3, 2013 at 6:27 am

      woah brarti hapeny udah sembuh kan?? lol
      hehe abis saya kesian kalo ini buat ff ss kopel jd hoya deh jd korban haha

       
  42. za

    August 16, 2013 at 12:51 am

    G’tw hrs blng apa utk ni crt. Srb slh. Mksh sdh mgaduk2 prsaan. Tp agk sdkt ill feel dg L🙂 Btw, ni lg mncb main cast br ya?

     
    • shilla_park

      August 16, 2013 at 6:55 am

      haha knp illfeel ma L? bukan mncoba cast baru tp emang hoya udah sering maen d ff ane kan? hehe

       
  43. @wuuul

    December 3, 2013 at 9:15 pm

    demi apapun nyeseeeeeeeeekkkk

     
    • shilla_park

      December 4, 2013 at 6:49 am

      haha kan judulnya jg udah gt jd y jgn harap happy end…lol

       
  44. Aulia058

    June 18, 2014 at 2:02 pm

    Sedih. Nyesek😥
    love is pain. Love is hurt. Love is sad. *abaikan
    kasian hoya😦

     
    • shilla_park

      June 18, 2014 at 9:07 pm

      haha gapapa hoya udah punya saya yg siap menemani kok haha

       
  45. Santi rajun

    September 11, 2015 at 7:41 pm

    Hiks hiks kasian Hoya;(;(

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: