RSS

Reminiscence Chapter 16

28 Aug

BQrnWirCIAEB-S3[1]

Pandangan mata Jung Ilho menyipit menatap Siwon yang ia tahu tengah terduduk gugup di hadapannya. Ia menatap pemuda di depannya itu serius.

“bisa kau ulangi ucapanmu barusan?” tanyanya serius. Siwon menelan ludahnya susah. Menghela napasnya kemudian dengan berani menatap Jung Ilho.

Siwon mengumpulkan keberaniannya kemudian berucap mantap. “Aku…mencintai Shilla” ucapnya lagi.

“Well, kurasa kau harus mengubur rasa cintamu yang aku rasa tak serius itu”

“Tapi aku serius!” sergah Siwon. ia kelihatan frustasi untuk menyerukan keseriusannya.

“Tapi dia sudah menikah”

“Dan dia janda” Siwon mencoba berargumen. Tatapan Ilho berubah tegang. Ia menoleh ke arah Yunho. Dan seolah dari tatapan itu bisa bicara, seolah Ilho tahu bahwa Yunho mencoba memberi tahu bahwa Siwon sudah tahu tentang kenyataan status pernikahan Shilla.

“Tapi itu tetap tak mengubah kenyataan bahwa kau boleh mencintainya”

“Dan kenapa begitu?”

She’s off limit, cant you understand that?” Yunho menyela. Kesal. Siwon menatapnya sejenak kemudian kembali menatap Ilho.

“Kurasa tak ada yang salah dengan mencintai menantu Anda, Jung Ilho-ssi. Dia sudah menjadi janda jadi kurasa dia berhak untuk mencintai dan dicintai siapapun. Bukankah begitu?”

“Kau…” Yunho hendak berucap marah tapi Ilho menahannya. Menyuruh Yunho untuk tenang.

Ilho memandang Siwon tenang. “Dan apa yang kau pikir hingga berani mencintai menantuku? Tidakkah kau tahu aku sangat mencintai menantuku? Dan kau pikir aku akan begitu saja melepasnya? Untuk orang sepertimu?” Tanya Ilho dengan nada tak bersahabatnya. Meski nada suaranya sejujurnya masih rendah.

“Apa yang salah dengan orang sepertiku? Toh yang aku lihat Shilla nyaman berada di sisiku? Bukankah itu artinya aku juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan cintanya?” Siwon bertanya balik dengan percaya diri. Make llho and Yunho caught off guard.

Ilho kembali memasang wajah tenangnya. Ia mengalihkan pandangannya dari Siwon kepada Shilla.

“Shilla-ya apa kau menyukai pria ini?” pertanyaan Ilho itu membuat Shilla terhenyak. Ia menatap ayah mertuanya itu. Kemudian pada Siwon.

“Aku…” Shilla tercekat. Ia bahkan tak tahu harus menjawab seperti apa. Keadaan di dalam ruangan itu terasa begitu tegang dan membuat Shilla sesak. Ia menundukkan kepalanya bingung. Sungguh ia tak tahu harus menjawab apa.

See? Dia bahkan tak bisa menjawab, itu artinya ia tak memiliki perasaan yang sama denganmu” ucap Yunho. Siwon menggelengkan kepalanya hendak membantah.

“Kau terlalu percaya diri anak muda!” komentar Ilho. Ia menggelengkan kepalanya singkat.

“Shilla adalah bagian dari keluarga ini sejak ia menikah dengan Ilwoo. Itu artinya ia secara tidak langsung menjadi tanggung jawabku sebagai kepala keluarga. Dan itu artinya aku berhak memberikan pendapatku tentang siapapun yang boleh hadir dalam kehidupan Shilla” ucap Ilho tajam. Siwon hanya diam memandangnya.

“Dan aku tak akan mengijinkan Shilla untuk bersamamu. Shilla adalah seperti putri kandungku sendiri. Jadi aku ingin semua yang terbaik untuknya. Dan itu bukan dirimu” tambah Ilho.

“Dan rasanya aku tak rela melepas putri menantuku untuk orang sepertimu. Menurutmu bagaimana kau akan menghidupi menantuku yang selama ini hidup baik bersama kami?”

“Jadi semua ini hanya karena harta?” Tanya Siwon jengah. Ilho menggeleng pelan.

“Bukan juga. Tapi pada intinya aku tak akan membiarkan menantu yang sudah kami anggap anak kami sendiri untuk bersamamu yang bisa dibilang tak ada apa-apanya dibanding keluarga ini. Kau pikir menantu kami akan cukup bahagia dengan yang kau miliki sekarang? Naif!”

“Kurasa Anda yang naïf karena mengukur semuanya dari kekayaan dan harta. Well, money can’t buy happiness”

“Kau memang begitu percaya diri. Indeed, money cant buy happiness but there are so much things can do with money” ucap Ilho serius. Siwon terdiam.

“So get your ass out of here, my house. And out of her life as well. I’ll make sure you’re not gonna see her anymore” ucap Ilho serius. Mengisrayatkan pada sopir dan penjaga rumahnya untuk memaksa SIwon keluar dari rumah itu.

Shilla menatap Siwon horror. Melihat ketika Siwon dipaksa keluar rumah itu. Merasa iba, ingin berteriak tapi tak satupun kata keluar dari bibirnya. Ia memaki dirinya dalam hati.

Wae? Kenapa aku tak bisa membelanya?

Shilla tersentak ketika ia merasakan tangannya ditarik. Yunho menatapnya serius kemudian membawa Shilla ke kamarnya. Wanita itu kembali merasakan takut akan kehadiran kakak iparnya itu.

“kau membuat masalah besar, Shilla-ya!”

Dan dengan itu Yunho menutup pintu kamar Shilla keras. Meninggalkan Shilla yang pada akhirnya bisa mengeluarkan suaranya. Bukan untuk sebuah kata melainkan untuk sebuah tangisan. Ia bahkan tak mengerti kenapa rasanya hatinya begitu sakit sekarang.

Woo Oppa, ada apa denganku?

=Reminiscence Chapter 16=

“Kau tampak mengerikan” komentar itu meluncur begitu saja dari bibir Donghae. Menggelengkan kepalanya sembari dari tadi terus menatap Siwon yang terlihat memprihatinkan itu.

Donghae menyerahkan semangkuk jjajjangmyeon untuk Siwon. membuka plastik yang menutupi bagian atas mangkuk itu kemudian menyodorkannya ke hadapan Siwon. menyuruh sahabatnya untuk makan. Karena pada dasarnya tujuan Donghae mengunjungi Siwon adalah untuk mengecek keadaan Siwon. dua hari sahabatnya itu tak menginjakkan kakinya di kantor. Dan jujur Donghae khawatir.

“Aku…”

“Makan!” perintah Donghae tegas. Siwon menatapnya sekilas kemudian menganggukkan kepalanya. Menyantap makanan pemberian Donghae dan melahapnya dalam diam. Sahabatnya itu hanya bisa mengulas senyum tipisnya. Memperhatikan Siwon yang tengah melahap makanan pemberiannya.

Siwon meletakkan sumpitnya dan menghela napasnya singkat. Mangkuk yang tadinya terisi makanan itu toh sudah habis tak bersisa. Nyatanya Siwon memang lapar sedari tadi tapi ia terlalu enggan untuk menyempatkan dirinya melahap makanan.

“Kau sudah tak makan berapa hari, huh?” Tanya Donghae. Siwon hanya mengangkat bahunya.

“Hanya hari ini. Entahlah tapi hari ini aku tak merasa lapar sama sekali”

“Tak merasa lapar kau bilang? Aigo! Sejak pagi kau tak makan apapun? Kau ingin sakit, huh?” siwon hanya diam. Donghae menggelengkan kepalanya lagi.

“Sebenarnya kenapa, huh?”

Donghae bisa mendengar helaan napas dari Siwon lagi. “She’s…missing” gumam Siwon. donghae menaikkan sebelah alisnya bingung.

“Sudah seminggu, Hae. Dan aku tak tahu dia dimana”

“Shilla maksudmu?” Siwon hanya mengangguk. Meneguk air putihnya.

“Mungkin dia hanya disembunyikan di rumah besar itu.”

Siwon menggeleng. “Aniya. She’s not there. Ryu ahjuma bilang sendiri padaku. Dan…dia juga tak tahu kemana Yunho membawa Shilla. Oh gosh, what the hell happening?” ucap Siwon frustrasi.

Sudah seminggu sejak insiden di rumah keluarga Jung itu. Dan seminggu pula Siwon merasa hopeless. Shilla benar-benar seperti tertelan bumi. Ia tahu betul bahwa di dalam rumah besar keluarga Jung itu tak ada Shilla. Ryu ahjuma mengatakan sendiri pada Siwon. beruntung SIwon memiliki kenalan yang bekerja di rumah itu. dan mengingat betapa dekat Ryu ahjuma dan dirinya saat wanita itu masih bekerja untuk keluarga Siwon, ia tahu kalau Ryu ahjuma tak mungkin membohonginya.

“Kau yakin kalau dia tak ada disana?”

Siwon mengangguk. “Eo. Aku beberapa kali kesana Hae, dan tak ada siapapun disana. Yang ada hanyalah mertua Shilla dan itupun mereka melarang keras aku masuk. Bahkan ahjuma yang sering mengantar Shilla ke taman juga tak ada disana. Kurasa Yunho membawanya bersama ahjuma itu” terang Siwon. donghae hanya mendengarkannya.

“Aku khawatir, Hae. Terakhir kali, wajah Shilla begitu ketakutan melihat Yunho. Dia pasti sangat takut kalau Yunho akan menikahi. Dan aku juga sama takut akan hal itu” lanjut Siwon. donghae hanya bisa menatapnya prihatin. Ia sudah tahu detail cerita antara Siwon-Yunho-Shilla. Sahabatnya itu menceritakan semuanya padanya.

“Apa yang harus aku lakukan, Hae? Bahkan Jaejoong juga tak tahu kemana Yunho membawa Shilla” ucap Siwon sedih. Ia menundukkan kepalanya.

Ia sudah mencoba berbagai cara untuk mengetahui keberadaan Shilla. Sudah berulang kali mengusik Jaejoong barang kali pria itu tahu kemana sahabatnya membawa Shilla pergi. Tapi Siwon hanya bisa menelan kecewa karena Jaejoong juga tak tahu kemana Shilla dan Yunho berada.

Ribuan pemikiran buruk menggelayutinya. Ia takut ketika Yunho memaksa Shilla. Ia takut kalau kini Shilla dalam kondisi yang tak baik. Ia tahu wanita itu masih labil emosinya. Ia tahu ia belum sepenuhnya pulih dari traumanya akan kehilangan Ilwoo. Ia hanya takut dengan semua yang terjadi padanya, dengan semua tekanan yang ia terima, ia takut akan terjadi sesuatu pada wanita yang dicintainya itu. Dan rasa takut itu rasanya secara perlahan mengikis akal sehat Siwon.

Just give up, Siwon-ah!” ucapan Donghae yang tiba-tiba itu membuat Siwon membulatkan matanya.

“Mwo?”

“Dari awal aku sudah bilang, kan? Mencintainya adalah sebuah pilihan yang sulit. Akan lebih mudah untukmu jika kau menyerah saat awal-awal kau masih menyukainya. Tak perlu hanyut terlalu dalam pada rasa cintamu terhadapnya. Tak akan begitu sulit untuk melepas rasa cintamu seperti sekarang”

Siwon hanya termangu. Perkataan Donghae memang benar. Sahabatnya itu toh pernah mengingatkannya tentang perasaanya. Tapi saat itu Siwon memilih untuk tetap pada perasaanya. Karena saat itu ia begitu yakin akan perasaanya.

Pada dasarnya, saat itu adalah pertama kalinya ia merasakan perasaan cinta yang begitu kuat. He knew that she might be out of his league, but he felt so right. Ia seolah merasa bahwa dalam hatinya berteriak untuk tetap mencintai Shilla. To overcome whatever boundaries it had. But he never know that it will be this hard.

Siwon menundukkan kepalanya. Merasa hatinya begitu berat. Donghae tersenyum tipis kemudian menepuk pundak Siwon. sontak Siwon mendongakkan kepalanya menatap Donghae.

Keureonde, apakah kau akan menyerah sekarang?”

“Huh?”

“Setelah semua yang telah kau lakukan untuknya? Setelah semua perjuanganmu? Kau akan menyerah? Mengabaikan semua perjuanganmu selama ini?”

DEG

Donghae’s words make Siwon taken a back. Matanya membulat setelahnya. Donghae benar. Apakah SIwon akan menyerah setelah semua yang telah ia lakukan? Apakah ia akan mengorbankan semua jerih payahnya selama ini?

Kurasa tidak.

Aniyo.” Jawab Siwon pasti. Ia tersenyum kearah Donghae. Keduanya saling membalas senyum.

Majayo! Kau sudah berusaha sejauh ini jadi rasanya akan sia-sia kalau kau menyerah”

Keureonde…aku tak tahu harus bagaimana. Aku tak tahu apakah setelah aku berusaha sejauh ini ia akan membuka hatinya untukku. Aku tak tahu apakah…”

“Hya!” pekikan Donghae membuat Siwon menghentikan ucapannya. Menatap diam Donghae.

“Bukankah dulu kau bilang tak peduli?”

“Huh?”

“Bukankah kau pernah bilang, kau akan membuatnya tersenyum lagi? No matter what it takes? Bukankah dulu kau tak peduli apakah dia membalas perasaanmu atau tidak? Apakah sekarang semuanya sudah berubah Siwon-ah?”

Lagi, ucapan Donghae untuk kedua kalinya membuat Siwon terhenyak. Siwon tidak menyangka kalau ucapan Donghae itu seolah membuka hatinya. Meruntuhkan semua rasa gamang dan ragunya. Siwon mengulas senyumnya.

Majayo. Kau benar! Kau benar, Hae! It doesn’t matter if she return my feeling or not, as long as I can return her smile. As long as I can see her smile happily” ucap Siwon yakin. Donghae mengangguk dan tersenyum ke arahnya.

“Itu baru Siwon yang kukenal! Keunyang…apa yang akan kau lakukan?”

Siwon menolehkan kepalanya. “Molla

“Huh?”

I have one in mind but I don’t know if it the best one. Aku hanya….ragu”

Donghae menepuk pundak SIwon lagi. “Pikirkan matang-matang kalau begitu! Dan kau harus tahu aku akan membantu sebisaku untukmu”

Gomawo

Donghae melempar senyumnya lagi. “Keureonde…tidakkah kau bisa meminta bantuan…ehm…orang tuamu?”Tanya Donghae hati-hati. Siwon tersentak singkat.

“Kau gila?”

Donghae menatapnya polos. “Ah wae? Mereka orang tuamu bukan? Jadi kurasa tak ada salahnya kau meminta bantuan mereka. Jung ilho tak mengijinkanmu bertemu Shilla karena kau hanyalah seorang fotografer yang menurutnya tak bisa membahagiakan Shilla. Jadi kalau ia tahu kau adalah anak seorang chaebol kurasa dia akan berubah pikiran”

Siwon terdiam. Bagaimanapun Donghae benar. Sekali lagi Donghae benar. Tapi Siwon tak mungkin menyetujui saran itu begitu saja. too much pain he will take if he take that way. Tapi Siwon juga tak tahu jalan mana yang lebih baik. Ia tak tahu bagaimana caranya meyakinkan Jung Ilho. Bagaimana meraih Shilla dalam dekapannya.

Aish molla!” ucapnya frustasi kemudian meninggalkan Donghae sendiri. Sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Hya! Kau mau kemana?”

“Out!”

=Reminiscence Chapter 16=

Shilla terpana menatap pemandangan di depannya. Matanya terpaku menatap seorang pria yang berdiri tak jauh darinya. Hanya berjarak sekitar 3 meter kalau perkiraan Shilla tak meleset.

Pria itu menatap Shilla lembut. Senyuman terukir di bibirnya. Rambutnya sedikit berantakan karena hembusan angin yang cukup kencang.

“Woo Oppa…” panggil Shilla lirih. Begitu terpukau dengan sosok Ilwoo yang masih tersenyum padanya.  mengenakan kemeja putih bersih, persis seperti kemeja yang dulu ia pakai saat hari pernikahan mereka. Minus tuxedo tentu saja.

Senyuman itu masih tetap sama. Masih hangat dan terasa begitu menenangkan. Debaran jantung Shilla juga berirama seperti dulu tiap kali Ilwoo tersenyum padanya. pria itu tak menyapa balik Shilla tapi hanya memberinya senyuman manis.

Tak lama sebuah sosok hadir di sebelah Ilwoo. Pria yang sedikit lebih tinggi dibanding Ilwoo. Kalau rambut Ilwoo lebih terlihat kecoklatan maka pria di sebelahnya berwarna hitam gelap.

Sama seperti Ilwoo, sosok itu juga tersenyum lembut pada Shilla.

“Siwon-ssi…”

Ya, dia Siwon. kedua pria itu memberi senyuman terbaik mereka untuk Shilla. Senyum yang serupa. Senyum yang semakin menambah sisi tampan keduanya.

Ilwoo perlahan menolehkan kepalanya. Menatap sosok SIwon yang kini juga menoleh ke arahnya. Ilwoo tersenyum ke arah Siwon. Keduanya hanya diam tapi mata mereka seolah bicara. Bicara dalam sebuah bahasa yang jujur Shilla tak bisa artikan.

Ilwoo tersenyum lagi dan Siwon membalasnya dengan sebuah anggukan singkat. Pandangan Ilwoo kembali pada Shilla lagi. Ia tersenyum lembut lagi sebelum akhirnya sosok pria itu menghilang begitu saja. membuat Shilla membulatkan matanya. Di hadapannya kini hanyalah sosok Siwon yang masih tersenyum padanya.

“Woo Oppa!” pekikan itu nyatanya membuat Shilla terbangun dari tidurnya. Terbangun dari mimpi yang rasanya membuatnya nyaris berhenti bernapas. Mimpi yang sejujurnya membingungkannya.

Shilla menyingkirkan rambut yang menutupi dahinya. Menarik napasnya dalam.

Apa maksudnya?

Shilla menolehkan kepalanya. Menatap kearah jendela kaca. Menatap gelapnya malam yang terasa begitu asing. Ia bahkan tak tahu ia dimana. Yang ia tahu hanyalah Yunho membawanya pergi.

Yunho.

Nama itu terasa membuatnya takut ketika mengingatnya. Berada di bawah kendali Yunho membuatnya takut. Ia tak ingin berada disini. Berada di tempat asing yang rasanya mencekiknya perlahan. Shilla tak mau menghitung berapa hari sudah terlewati di tempat asing itu.

TESS

Air matanya jatuh lagi. Hatinya kembali kosong dan perih. Perasaan kosong yang beberapa bulan terakhir tak pernah ia rasakan semenjak kepergian Ilwoo, kini kembali bisa ia rasakan. Ia tak mengerti dengan hatinya tapi rasanya kini hatinya kembali merindu.

Merindu untuk sosok Ilwoo dan….Siwon.

Ya, Shilla tak ingin munafik. Ia juga merindukan sosok pria yang beberapa bulan terakhir menemaninya. Membuatnya kembali merasakan kehangatan di tengah hatinya yang telah mati dan beku semenjak kepergian Ilwoo.

Aku… mencintaimu

Shilla bisa merasakan darahnya berdesir ketika ia mengingat ucapan Siwon tempo hari. Ungkapan yang belum sempat Shilla jawab karena kemunculan Yunho saat itu. Entah Shilla harus berterima kasih atau malah mengutuk Yunho karena kemunculannya saat itu. Di satu sisi Shilla bersyukur karena saat itu Yunho menyela momen itu, karena pada dasarnya Shilla tak mengerti harus mengatakan apa pada Siwon. tak mengerti harus menjawab apa. Tapi di sisi lain, ia tahu kemunculan Yunho membuat Siwon berada dalam sebuah kebingungan. Tanpa jawaban yang pasti.

Apa dia benar mencintaiku? Kenapa aku?

Sesungguhnya Shilla masih ragu dengan pernyataan Siwon. sejujurnya ia ingin bertanya lebih lanjut tapi toh sekarang harapannya sirna. Nyatanya ia tak bisa melihat Siwon dan ia bahkan tak tahu apakah ia masih bisa melihatnya lagi.

Lubuk hati Shilla menjerit, menyerukan nama Siwon. bukan Ilwoo. Karena ia tahu, ia sadar, bahwa Ilwoo tak nyata lagi di dunia ini. Seberapa kencangpun dirinya menyerukan nama Ilwoo, pria itu toh tak akan mungkin datang padanya dan memeluknya.

Tapi untuk Siwon, sosok itu nyata. Ia bisa mendekap dan merasakannya. Berharap jeritan kencang dalam hatinya bisa sampai pada Siwon dan membawa pria itu padanya. karena jujur Shilla merasa tidak aman sama sekali sekarang. Satu-satunya yang membuatnya merasa aman hanyalah pada Siwon.

Entah untuk alasan apa, entah untuk perasaan macam apa yang Shilla rasakan terhadap pria itu. Tapi ia tahu bahwa sosok Siwon perlahan bisa memberikan kesan guardian angel untuknya. Memberinya rasa aman, sama seperti ia selalu merasa aman saat bersama Ilwoo.

Take me away from this place, please!

=Reminiscence Chapter 16=

Siwon meremas tangannya kuat. Berusaha menyalurkan keluar kegugupannya melalui remasan tangannya itu. Jantungnya entah berapa kali berpacu lebih cepat. Siwon bahkan tak bisa menghitung dengan benar detak jantungnya tersebut. Terlalu cepat.

Ia menghela napasnya panjang sekali lagi sebelum memutuskan untuk membuka pintu. Sebuah pintu yang akan membawanya pada dua buah kemungkinan. Membawanya pada sebuah penyelesaian masalah atau justru memperbanyak masalah. Siwon tak tahu dan rasanya ia tak ingin untuk memikirkannya. Yang ia pikirkan hanyalah mencoba. Mencoba menyelesaikan masalahnya.

Tiap langkah yang Siwon ambil terasa begitu berat. Debaran jantungnya serasa semakin kencang seiring dengan semakin dalam ia memasuki rumah itu. Dan semakin keras lagi ketika orang yang ingin ia temui sudah tertangkap oleh indra penglihatannya.

God, please gimme strength!

Ia menghentikan langkahnya ketika ia hanya berjarak beberapa langkah dengan orang yang ingin ia temui. Keduanya terpaku sambil saling bertatapan. Tak ada yang bicara diantara keduanya, hanya tatapan mata yang rasanya mewakili ribuan kata yang bisa terucap.

Eoteokaji?

Siwon tak bisa menjelaskan bagaimana ekspresi orang tengah beradu pandang dengannya. Pandangannya terkesan keras dan tegas tapi entah kenapa Siwon merasa tatapan matanya melembut. Tapi toh itu tak lama, karena yang terjadi berikutnya adalah tatapan mata itu berubah keras.

“Siwon-ah!” panggilan lembut itu sontak membuat Siwon melepas kontak pandangnya. Ia menolehkan kepalanya dan mendapati seorang wanita tengah memandangnya haru. Perlahan wanita itu mendekatinya.

“Siwon-ah!” ulangnya sembari berhambur memeluk tubuh Siwon. membuat Siwon tak kuasa menahan senyum tipisnya.

Eoma..” panggil Siwon lirih. Sang ibu melepas pelukannya dan memegang wajah Siwon dengan kedua tangannya.

“Kau kembali, nak?” tanyanya. Siwon menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Pandangan matanya kemudian beralih pada sosok yang sedari tadi memperhatikannya.

“Ada…yang ingin aku bicarakan dengan…” Siwon terhenti ucapannya. Terlalu sulit untuk menyebut kata berikutnya yang ingin ia ucapkan. Ia bahkan tak tahu harus memanggil apa. Sang ibu mengerti dan tersenyum tipis.

Tatapan wanita itu beralih dari putranya kemudian suaminya. Ia tahu ada sesuatu yang penting hingga membuat Siwon melangkahkan kakinya lagi ke dalam rumah yang hampir 8 tahun ia tinggalkan. Dan pastinya sesuatu itu sangatlah besar dan mengganggu Siwon.

Araseo. Eoma buatkan kau minum, eo?” ucapnya sembari mengelus rambut Siwon singkat. Ia lantas menarik tangannya dan melangkahkan kakinya menuju dapur.

Siwon mengalihkan pandangannya. Kini kembali menatap sosok pria yang dulu selalu ia panggil ayah itu.

“Ehm…” Siwon kehilangan kata. Semua kalimat yang rasanya sudah ia rencanakan dalam otaknya sirna begitu saja. pikirannya buntu menatap sang ayah.

“Wae? Kau bosan hidup miskin dan kini mencariku?”

Ucapan itu terasa seperti belati yang menyayat hati Siwon. ia tahu ego seorang Choi Kiho sangatlah tinggi seperti dirinya. Ia tak ingin mengakui tapi rasanya ungkapan like father like son benar adanya. Meski Siwon ingin menampik tapi rasanya beberapa sifat Kiho terwaris padanya.

“Aku penasaran apa yang membuatmu menginjakkan kakimu disini lagi? Kau ada masalah financial? Mencariku karena kau tak bisa menyelesaikan masalahmu?”

Lagi. Siwon tak tahu kenapa rasanya ucapan ayahnya selalu berhasil menyayat hatinya.

Aniyo.” Akhirnya SIwon bisa berucap. Ia menatap ayahnya datar.

“Aku tak punya masalah financial. Nyatanya selama aku hidup jauh darimu aku tak memiliki masalah financial yang berarti” ucap Siwon. kiho menyeringai kecil.

“Keureom wae? Apa alasanmu dengan sombong datang ke rumahku?”

Siwon menghela napasnya singkat. “Jwesonghamnida.” Ucapnya kemudian membungkukkan badannya singkat.

Hajiman…” Siwon kembali tercekat. Ia merutuk dalam hatinya. Kenapa begitu sulit untuk mengungkapkan maksud kedatangannya. Kenapa rasanya begitu berat untuk mengucap tujuannya.

Siwon memalingkan mukanya. “There is a woman I love. I cant describe how much I love her, but I really do.” ucap Siwon kemudian menatap Kiho. Sang pria paruh baya tahu betul bagaimana rasa cinta terpancar dari sorot mata Siwon.

But…let just say, her in-law didn’t approve me because they think…. I’m just nobody

In-law? Kau menyukai wanita yang sudah menikah? Tck! What a shame!

She’s a widow

“Tetap saja! tak bisakah kau ini memilih wanita yang lebih baik? Tapi kurasa aku tak bisa menyalahkanmu. Kau memang tak pernah benar dalam memilih jalan hidupmu, kan?”

Sekali lagi, Siwon memejamkan matanya. Meredam rasa perih akan ucapan sang ayah.

“Mungkin…memang benar” gumam Siwon. kiho menatap Siwon, bertanya.

“Mungkin memang benar aku tak pernah benar memilih jalan hidupku. Hajiman…untuk pertama kalinya aku merasa… dia adalah pilihanku yang paling tepat. Selama ini aku selalu ragu apakah setiap keputusan dalam hidupku yang aku ambil adalah keputusan yang benar. Tapi…dia…aku sangat yakin kalau dia adalah pilihan yang tepat. Entah kenapa aku merasa…mencintainya adalah pilihan yang pernah kuambil” cerita Siwon. kiho menatapnya diam untuk sesaat.

“Kau kesini untuk menceritakan kesulitan hidupmu?” ucap Kiho dengan nada yang kurang bersahabat. Siwon tersenyum pilu.

Aniya. Keunyang…aku hanya ingin Ap-…uhm maksudku..sajangnim, tahu kalau aku sangat yakin terhadapnya. For the first time in these 7 years I feel completely happy….with her. Just by loving her. Keureonika…” Siwon terdiam. Bingung harus menggunakan kalimat apa berikutnya. Bingung bagaimana mengutarakan maksudnya.

Keureonika…jeom…dowa juseyo!” pinta Siwon kemudian menundukkan kepalanya sopan. Seperti sebuah tanda permintaan tulus darinya.

Kiho terhenyak singkat ketika Siwon meminta dengan begitu tulus. Hanya untuk seoarang wanita yang sejujurnya Siwon bisa mendapatkan ribuan yang jauh lebih pantas. Tapi sekali lagi, Kiho tak mengerti jalan pikiran pria yang seharusnya ia sebut putra itu.

I lost track of her. Aku berusaha sebisaku untuk menemukanya tapi sepertinya ia disembunyikan dengan begitu pintar. Dan aku tahu…dengan apa yang aku miliki sekarang…aku tak mungkin bisa menemukannya dengan mudah. Tapi aku tahu…sajangnim…bisa melakukannya.” Lanjut Siwon. terkesan begitu frustasi dengan semua upaya pencariannya yang tak kunjung menemui titik terang.

“mereka bilang..aku tak pantas untuk menantu mereka. Kau benar. Kurasa di dunia ini harta dan kekuasaan masih memegang peranan penting” Siwon terkekeh kecil. Tapi Kiho cukup tahu kalau kekehan yang keluar dari bibir Siwon itu tak lebih dari kekehan miris.

Siwon menghela napasnya lagi. “Jadi kumohon bantuanmu, sajangnim! Kumohon bantu aku untuk bisa melihatnya lagi” pinta Siwon lirih. Kiho terdiam sesaat.

“Tck! Tidakkah kau ini sangat tidak sopan? Tak pernah menuruti kemauanku dan sekarang kau memintaku untuk menuruti kemauanmu? Lagi?” jawaban Kiho itu nyatanya sudah Siwon perkirakan sebelumnya. Ia tahu ayahnya itu tak akan mudah menuruti kemauannya.

“Jwesonghamnida! Hajiman, kumohon bantu aku!”

Kiho tertawa kecil. “Keluar dari rumah ini dan lupakan semuanya! Kau pikir kau siapa hingga bisa memerintahku seperti itu?”

Tatapan terluka terang sekali tampak dari wajah Siwon. merasa perih ketika mengetahui bahwa Kiho benar-benar tak menganggapnya sedikitpun.

“Aku tahu….aku bukan siapapun untukmu. tapi… kumohon sekali ini saja bantu aku. Aku tak pernah berniat untuk memerintahmu. Aku tak punya hak untuk itu. Aku hanya minta bantuanmu” ucap Siwon. hal berikutnya yang ia lakukan membuat Kiho membulatkan matanya.

Siwon perlahan menurunkan posisinya. Membuatnya kini tepat berada di depan Kiho. Bersimpuh terhadapnya. Lelaki yang lebih muda itu menundukkan kepalanya.

“Aku…tahu kesalahanku terhadapmu begitu besar. Aku bukan siapapun untukmu, aku tahu. Hajiman…dowa juseyo!” lirih Siwon. debaran perih itu nyatanya semakin masuk hingga ulu hatinya. Ia tak tahu kenapa sekarang rasanya begitu sakit.

Mungkin karena ia merasa ia begitu merendahkan harga dirinya kini. Tapi sungguh Siwon tak tahu lagi bagaimana harus bersikap. He’s falling too deep in his love toward her. Ia bahkan tak tahu bagaimana untuk sedikit saja mengurangi rasa cinta yang ia rasakan, hingga membuahkan rasa rindu yang begitu menyakitkan.

Ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk bertemu Shilla itulah yang paling ia takutkan. Ketakutan bahwa Shilla tak akan pernah bisa ia capai lagi keberadaannya membuat Siwon frustasi. Dan ribuan ketakutan lain yang rasanya semakin merusak akal sehatnya. Hingga ia dengan enteng menuruti ide spontan dan mungkin bodoh yang Donghae lontarkan.

Tapi Siwon tak peduli. Karena saat ini yang ia pedulikan adalah menemukan cara untuk bisa bertemu Shilla lagi. Dan itu adalah berada di depan ayahnya, memohon bantuannya. He will do anything to see her again. No matter what it takes.

Hanbonman…hanbonman…” Siwon tercekat singkat. Menghela napasnya dalam kemudian berucap lagi.

Jebal hanbonman! Kali ini saja, kumohon berpura-pura menjadi ayahku. Hanya sekali, jebal!” permohonan Siwon terdengar lirih. Ia semakin menundukkan kepalanya. Tak sanggup menatap pria paruh baya yang dulu selalu ia panggil dengan sebutan ayah itu.

Di sudut ruangan sana, Insa membekap mulutnya. Melihat bagaimana anaknya merendahkan harga dirinya di depan sang ayah. Meminta dengan tulus hanya untuk seoarang wanita. Yang Insa tahu adalah wanita yang hebat karena sanggup membuat sang anak kembali pada sang ayah.

Hanbonman! Jebal hanbonman!” lagi SIwon berucap. Ia menutup matanya. Menahan sesak dan perih yang menyelimuti dadanya.

“Apa yang akan kau lakukan kalau aku menuruti kemauanmu?”

Siwon mendongak. “Apapun! Aku akan melakukan apapun untukmu. keunyang… kumohon bantu aku” ucap Siwon yakin.

“Apa itu artinya kau akan menuruti semua sarat dan kemauanku?”

Ne

“Kalau aku anggap bahwa bantuanku adalah hutang yang tak akan lunas kau bayar seumur hidupmu apa kau sanggup?”

Nde?” Siwon mendongakkan kepalanya bingung.

“Kau akan menuruti semua kemauanku kalau aku membantumu, bukan? Keureom…aku anggap itu sebagai sebuah hutang besar, bagaimana?”

Siwon terdiam. Ia tertawa miris dalam hatinya. Menyadari kalau dirinya begitu naïf karena sempat berpikir kalau akan mudah meminta bantuan dari Kiho, mengingat ia masih anaknya dalam jalinan darah. Tapi sepertinya Siwon salah.

Ne” ucapnya kemudian. Kiho mengamati Siwon kemudian menghela napasnya.

Araseo. Bangunlah!”

Siwon menggeleng singkat. “Tidak. Sampai kau menyetujui permintaanku”

“Akan kupikirkan”

Mwo?”

“Akan kupikirkan jadi sekarang bangunlah!”

“Keunde…”

“Kubilang bangun dan pulanglah! Sebelum aku berubah pikiran dan akan menolak mentah-mentah permintaanmu”

Dan dengan itu Siwon memaksa dirinya bangkit. Dengan perasaan berat yang masih menggelayutinya. Karena sejujurnya ia tak tahu apakah nantinya Kiho akan berniat untuk membantunya.

“Siwon-ah!”

Siwon menolehkan kepalanya. Ibunya menghampirinya dan memeluknya. Mengelus rambutnya pelan dan lembut. Saat itu SIwon kembali merasa perih.

Perlahan Siwon melepas pelukan sang ibu. “Eoma, na kanda. Aku akan menelepon Eoma” pamit Siwon. tersenyum singkat ke arah sang ibu dan mengecup pipi ibunya singkat sebelum keluar dari rumah besar itu.

Insa masih menititkkan air matanya ketika melihat punggung Siwon menjauh. Minuman yang tadinya ia buatkan untuk Siwon pun terabaikan begitu saja. Ia menolehkan kepalanya menatap sang suami yang masih berekspresi datar itu. Menatap suaminya dengan kecewa di wajah tuanya, meski tak menutupi kecantikan alaminya.

“Kau puas?” ucapan lirih itu terdengar begitu menyedihkan.

“Dia datang, yeobo!  Dia datang setelah tahunan silam kau mengusirnya. Dia datang. Tidakkah kau merindukannya?” sang istri kembali berucap. Menatap sosok suaminya yang masih menatap lurus ke depan.

“Dia memohon padamu. Meruntuhkan sekali lagi harga dirinya di depanmu, berlutut padamu. Memintamu untuk seorang gadis. Tidakkah itu membuat hatimu sakit? Huh? Karena itu terasa sangat menyakitkan untukku, yeobo”lanjut Insa. Ia berjalan mendekat ke arah suaminya.

“Sebagai anak, ia tak perlu memintamu dan berlutut padamu, ayahnya, hanya untuk membantunya mendapatkan kekasih hatinya. Sebagai ayah, bukankah itu tugasmu untuk menikahkan anakmu? Dengan siapapun calon yang ia pilih? Ia tak perlu berlutut padamu karena nyatanya seharusnya itu kewajiban kita sebagai orang tua. Tapi sekali lagi…apa yang pernah kita lakukan sebagai orang tuanya?” Kiho hanya diam.

“Tidak ada. Kita tak pernah melakukan tugas kita dengan baik sebagai orang tua terhadapnya. Tidak pernah yeobo”

“Dia bukan anakku” KIho mencoba berucap. Insa terkekeh mendengarnya.

Ah geuraeyo? Kau ingin menampiknya ribuan kalipun dia tetap anakmu, darah dagingmu. Aku tak habis pikir kenapa selama 7 tahun ini hatimu tetap saja keras, yeobo? Dia anak kita. Dia lahir dari rahimku. Darah daging kita, putra kita” ucap sang istri penuh penekanan. Matanya mulai berkaca.

“Bukankah tugas orang tua adalah membahagiakan anaknya? Tapi pernahkah kau berpikir, apakah kita pernah sekali saja mencoba membahagiakan Siwon?” Kiho terhenyak singkat mendengar ucapan sang istri.

“Tidak pernah. Tugas orang tua adalah mendukung anak-anaknya. Membimbing mereka. Mencukupi kebutuhan mereka lahir dan batin. Tapi Siwon, kita tak pernah melakukannya, yeobo. Tidakkah kau ingin mengakuinya?”

Kiho hanya bisa diam. Menunggu istrinya kembali berucap.

“Aku ingat saat pertama kita memiliki Siwon kita berdua sama-sama sibuk. Membuatnya harus diasuh dan dia kekurangan kasih sayang kita. Tapi apa anak itu pernah mengeluh karena itu? Tiap hari ketika kita pulang kerja, si kecil Siwon akan berteriak senang menyambut kita. Memeluk kita. Mengatakan betapa ia merindukan kita” tutur Insa. Memorinya kembali menerawang disaat Siwon masih balita dulu.

“Hingga saat kita sadar kalau dia butuh kasih sayang lebih, kau menyuruhku untuk berhenti kerja, kan? Sayangnya saat itu pula kita memiliki Jiwon. Siwon tak pernah sepenuhnya mendapat kasih sayang kita tapi dia tak pernah mengeluh bukan?” Insa mencoba mengingatkan sang suami.

“Dia selama ini bukankah sudah berusaha menjadi anak yang baik untuk kita? Selalu menjadi murid teladan di sekolahnya, ikut semua club yang kita pilihkan, dia selalu menuruti kemauan kita, bukan? Lalu saat ia mengutarakan keinginannya, kita selalu menolaknya bukan? Mulai dari kuliahnya hingga masa depannya. Apa pernah kita mengikuti keinginannya?”

Air mata nyatanya sudah jatuh dari pelupuk mata Insa. Ia menatap suaminya pilu. Dan sang suami hanya bisa menolehkan kepalanya, menghindari tatapan sedih yang istrinya tunjukkan.

“Dan sekarang….ia memintamu, untuk berpura-pura menjadi ayahnya. Memintamu untuk memperjuangkan seorang gadis. Tidakkah itu begitu menyedihkan? Kau mungkin tidak menganggapnya sebagai putramu lagi tadi dia masih putraku, yeobo. Dan hatiku yang rapuh ini,… aku tak bisa melihatnya seperti itu, yeobo” Insa berucap lagi. Menyentuh wajah sang suami dan menghadapkannya padanya.

“Dan kau masih ingin mengajukan syarat untuknya? Tidakkah ini keterlaluan? Orang tua macam apa kita ini, yeobo? Huh?” tanyanya. Kiho tak bisa mengutarakan sepatah katapun. Lehernya kelu hanya untuk sekedar berucap.

“Kumohon buang egomu, yeobo!  Aku tahu kau masih menyayanginya jadi kumohon kabulkan permintaanya. Hanbonman!” istrinya ikut memohon. Air matanya masih menetes. Ibu mana yang tak merasakan perih saat anaknya memohon seperti itu. Ketika anaknya terlihat begitu menyedihkan… di depan ayahnya sendiri.

Hanbonman! Buang egomu! Siwon tetaplah anak kita meski ribuan kali kau berusaha untuk menolak kenyataan itu. Kumohon sekali ini saja, turuti keinginannya sebagai anakmu. Jebal!” lirih Insa. Ia menatap suaminya lama, menyeka air matany kemudian meninggalkan Kiho yang masih berdiri mematung disana.

Kiho memejamkan matanya setelahnya. Mengepalkan tangannya kuat. Berusaha menyalurkan semua perasaan tak karuannya beberapa menit terakhir. Berusaha menghilangkan rasa sesak di dadanya sedari tadi. Berusaha meruntuhkan semua ego yang menelannya itu.

Mianhae….. adeul-ah!

 

To be continued…

 

Hehe how was it? I’m sorry if I rushed things here…it just my mind so messed up so im sorry if this part is a mess also..hehe..sorry for the failed drama in the end of this part lol…

Sorry for typos

And lets pray for Siwon to get better soon, his leg make me worried to be honest…I miss him so much, lol

Bubye, till next time :D 

 
105 Comments

Posted by on August 28, 2013 in chapter, fanfiction

 

Tags: , ,

105 responses to “Reminiscence Chapter 16

  1. monkeye

    August 28, 2013 at 10:30 pm

    OMG shilla sii you bkin aq nangis sekalinya baca chapter ini. eh sbelumnya jg sih hihi. napat notifikasi email ada potingan bru lgs cbut ksini. ah gak sabar mo dbkin gmn hub ayah anak si kiho siwon ini. Penasaran kapan shilla gains her strength back. wish that will come soon. Shilla sii gomawo for writing it n letting it out of ur brain. cerita yg baguss. cant wait the next chapter. Fighting

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:37 am

      aduhh saya ga ada niat bikin orang nangis…maaf y hehe
      shilla will gain her strenght of course..just wait for it.hehe😀

       
  2. umi_ali

    August 28, 2013 at 10:35 pm

    :'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º.
    Bener2 menguras air mata…
    Terharu ama kalimat ibunya….

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:38 am

      hehe jinjja? haha ibunya kan cuma pengen nyadarin bapaknya aja lol

       
  3. Tri nanda kaporina

    August 28, 2013 at 10:41 pm

    Haaaaa, ane sedih baca ne part. Sumpah…
    Part awal ane suka cara donghae nyadarin siwon, sahabat yg baik.
    Tp pas siwon d rumahnya ane nangis sedih bgt apalg pas dia bersimpuh d dpn ayahnya sedih bgt trz ibunya siwon sumpah ini yg bkn ane nangis sejadi-jadinya eon, kata2 mianhae adeul-ah itu kenapa ane ngerasa jd kata2 sedih n penyesalan bgt. Eonnie ini bener2 keren jujur klw ada sosok siwon yg kyk gini d dunia ane mw deh *lol d tgu next part *bigkiss

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:43 am

      iya dung..siwon kan diklilingi sahabat yg baik.. *cium siwon*
      yg nyuruh kamu nangis sapa nan? ya ampyunnn… *sodorin permen*
      enak aja mau…siwon itu cuma milik shilla…*plakk*😀

       
  4. eginachoi11

    August 28, 2013 at 11:04 pm

    haduh mewek dah bc part ini,mengharu biru..

     
  5. hapchan

    August 28, 2013 at 11:10 pm

    yang bikin aku tersentuh waktu siwon.berlutut didepan sang ayah apalagi minta buat ‘pura-pura’ jadi ayah nya. Ya ampun thor gak ngebayangin gimana perasaan siwon gitu. daebak deh buat author!!:) Fighting lanjut jangan lama thor hehe

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:44 am

      haha ga usah dibayangin perasaan siwon karna pasti sakit banget…hehe tengkyu😀

       
  6. dyahkyu

    August 28, 2013 at 11:10 pm

    Hua part ini buat sedih😥 oenni si siwon dipart ini aku suka sama caranya ngomong sama aboeji nya =D

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:45 am

      haha caranya ngomong? haha apanya yg bgus dr cara ngomong siwon emang? lol

       
  7. sischapratiwi

    August 28, 2013 at 11:13 pm

    Hwaaa~ tisu mana tisu *srooooottt* buang ingus…..
    Demi sixpacknya siwon ini part bikin nyesek T_T

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:45 am

      tisunya abis pake lap aja ya..*sodorin lap*
      sixpack ny siwon maaf ya ga dijual haha

       
  8. nychoicy

    August 29, 2013 at 12:53 am

    huwaaaaa, eonniiiie!!
    tanggung jwab ud bkin aq mewek bca part ini..!!
    whoaaa, salut ama kuda.. *prokprokprok!!* bgtu besarnya rasa cintany bwt shilla, sampe2 rela merendahkn hrga dirinya ddpn appany sendiri.. gak nyangka dy sampe pake berlutut sgala lg, huaaa nyesek bgd eon!! mna dy manggil appany pke sebutan sajangnim, bukanny appa/abeoji gt. kirain appany bs luluh, eh tauny masi aj gengsi..
    jgn menyerah ya abang kuda.. *siniakupeluk* inget kata2nya si donge *tumbendongepintereon* #plak

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:47 am

      ngapain ane musti tanggung jawab y nangis siapa coba?? *melet*
      iya dong..kuda kan cinta bnget ama shilla…haha
      terkadang di dunia ini ga segampang yg kita pikir (?)😀

       
  9. nayakun

    August 29, 2013 at 1:01 am

    aissh, nangis baca ffnya
    siwon oppa hwaiting!
    eonni, aku smpe g bsa brhnti nangis bacanya
    next part d tggu ya🙂

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:47 am

      hah? y ampyun cup cup…*sodorin tisu*
      next part sabar aja yak lol

       
  10. song yoo jin

    August 29, 2013 at 3:27 am

    Oh Gosh…bgian akhirnya bkin nyesek apa lg kata2 eommanim yg nyeeees banget..huweeee~

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 6:48 am

      hehe serius? syukurlah kalo feel nya dapet haha😀

       
  11. monkeylatte

    August 29, 2013 at 7:06 am

    astagaa eooniii, kenapa sampe segininya sihhh??? mana tissue tissueeee!!!! huweeeeee TT.TT

    abeojiii jahat baget gilakkkk,
    yunho juga, semua itu pokoknya salah yunho!! (MAKSA)

    adduh, kenapa sesak nafas banget aku baca iniii
    apalagi pas kuda berlututttt,,, agak merinding gitu,,next chapter jangann but siwon menderita ya eoon!! plissss, masa suami sendiri dibuat menderitaa😦

    nice ff eooon, btw ini tbcnya nanggung pake banget😦
    keep writin eoon :”)
    ILoveSSCouple :*

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:24 pm

      sampe segininya gmana>??? haha
      haha bukan jahat cuma keras kepala itu bapaknya haha😀
      thanks for your love😀

       
  12. rizqielf

    August 29, 2013 at 7:30 am

    hiks hiks hiks…
    eonni, aku nangis pas baca part ini….
    huweeeee….
    kasian siwon oppa….

    gak failed kok eonni…..
    makin ok malah…
    lanjutannya jangan lama-lama ya eonni….
    jebal!!!!!
    #maksa😀

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:24 pm

      eh knp pada nangis si..cup cup cup ya..lol
      haha ga janji deh klo next part bakal cepet lol😀

       
      • rizqielf

        August 30, 2013 at 6:19 am

        huweeeee…..
        jebal eonni……
        #melas -,-

        jujur nih baca part ini aku kebawa arus(?) #eeeh
        maksudku kebawa ama ceritanya…..
        nyesek banget tuh pasti MASI oppa….
        hiks hiks hiks
        #still crying

         
      • shilla_park

        August 30, 2013 at 6:49 am

        hahaha…gausah pasang wajah melas ga mempan sama ane hahha😀
        emangnya banjir ampe kbawa arus lol..*kabur*

         
  13. sofiiee08

    August 29, 2013 at 8:25 am

    cry overload!😦

     
  14. yewongirl

    August 29, 2013 at 12:43 pm

    Eonniii… how could you… #sobs
    Lg2 sy berakhir mempermalukan dri sndri krn menangis d tmpat yg slah.. sigh its a dentistry hospital. #cryinthecorner #cekikshilla
    In crta knp mkin sedih sih eon? Hariku jdi mengharu biru krn smua author yg ak kenal kyakx kompakan bkin story tipe kau-akan-berakhir-mempermalukan-dirimu-karena-menangis-ditempat-yang-salah…

    Well.. satu klimat buat shilla “speak up and be honest before i steal siwon from your life!!!”

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:29 pm

      well its not my fault anyway..its yours, for couldnt hold your emotion well…lol
      next time if you wanna cry just cry in your room.. *mehrong*
      shilla will speak if the time is right lol

       
      • yewongirl

        August 30, 2013 at 8:32 am

        looks like I have to make an appointment with a psychologist . I’m getting lost control of myself. no , next time I’m going to cry right in front of siwon oppa. so he’ll hug and kiss to calm me down .

         
      • yewongirl

        August 30, 2013 at 8:43 am

        the right time for shilla is when siwon been exerting all his efforts and energies and almost depression just to see shilla . LMAO

         
      • shilla_park

        August 30, 2013 at 8:03 pm

        yes you should before you really lost your mind…haha
        siwon is off limit dear..*tabok*

         
  15. rachel0505

    August 29, 2013 at 3:10 pm

    Finally. This really made my day lol.

     
  16. inggarkichulsung

    August 29, 2013 at 5:19 pm

    Aigoo really so sad story, make me cry.. Siwon oppa daebak dgn merendahkan sdkt ego nya dia smp bersimpuh di depan Appa nya agar membantunya u mendapatkan cinta sejatinya yaitu Shilla.. Yunho oppa really crazy try to hide Shilla from Siwon and nobody knows where Shilla now.. Maybe this is like clue from Ilwoo through Shilla dream to accept Siwon oppa as her lover because Ilwoo not real again but he’s always here in Shilla heart.. Because Siwon oppa have a truly love for Shilla.. Please Kiho appa just once helping Siwon oppa.. Siwon oemma Insa words is really touching the heart.. Really love all reminiscence story and curious to know the next chapter.. Fighting chingu to publish the next chapter.. Daebak ff

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:35 pm

      haha its because siwon really did love her *hug siwon*
      yup may be this is the clue or may be thats just another unmeaning dream lol
      hehe tengkyu..just wait for it patiently then hehe

       
  17. nief407

    August 29, 2013 at 7:12 pm

    Shillaa…sumpah demi apa part ni bner2 nguras air mtaq…nyesekny kbangetan pas part oppa ma kiho ahjussi…huks2 feelny dpet bgettt,,oppa q mrasakn apa yg kau rasakan….
    klo boleh jujur q kehilangan sense dawal2 part ni,kyk bukan tulisan shilla si..tp wkt oppa btmu appany bru deh bner2 ykin ini tulisan shilla si…mian koment kyk gni…#deepbow…
    buat bang kuda n bang ikan get well soon ya,,biar g bkin elf khwatir..,

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:39 pm

      haha emang tulisan ane kek gmana gt? ane bahkan ga ngerti dgn tulisan ane… *plakk*
      iya tuh siwon bikin org khawatir aja..untungnya sekarang udah baikan.. *cium kuda*

       
  18. dwie

    August 29, 2013 at 7:17 pm

    Nyesek baca yg mama siwon bilang…. Aaakkkk shilla dibawa kmna sama yunho?

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:39 pm

      haha sejujurnya saya jg gatau kmana shilla pergi lol

       
  19. derphyuk

    August 29, 2013 at 8:04 pm

    sumpah ini aku nangisnya parah. sampe ditanyain orang serumah. huhuhu sedih banget ceritanya. pas part siwon-kiho-insa /sobs/ ngga kuat ngga kuat. keren banget bisa bikin yg baca ikutan sedih ;_;
    saking seriusnya nangis, sampe lupa bagian awalnya gimana, jadi baca 2kali deh kkkkkk~

    waduh shillanya dibawa kemana sama yunhonya??? OwO ditunggu next partnya yaaaa^^~

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 8:40 pm

      ya ampyun ini knp pada nangisnya lebai? ampe sekeluarga bingung gt… kalau mau nangis diem2 aja (?) lol
      haha saya jg gatau shilla dibawa kabur kmana haha😀

       
  20. milia

    August 29, 2013 at 9:41 pm

    Ini acara tangis tangisan ya? Hahhaaa
    Ehm chapter ini beneran lagi konflik keluarga yaa hahhaaa
    Itu si yunho rese bener main bawa-bawa anak orang, ga tau apa ada yang nyariin hahhaaa

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 10:08 pm

      ini bukan acara temu kangen jd ga ada tangis2an haha
      ga papa yunho rese dikit disini haha

       
  21. yui

    August 29, 2013 at 10:07 pm

    huaaaaaaa
    mewek bacanya
    sedih banget siwon oppa
    hiks
    shilla gag boleh sia2in cintanya siwon oppa yach
    hiks

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 10:18 pm

      haha cinta siwon ga perlu disia2akan tenang aja lol

       
  22. jin ara

    August 29, 2013 at 10:23 pm

    Astagaaaa aku nangis di part ini dan lagi lagi gara gara siwon omma .. Ibu impian aku kaya gituuuuu😦😦 astagaaaa sampe dalem banget ini aaaaa aku ga tau kalau jd ibu nya siwon gmn astaga selalu gara gara siwon omma ini air mata mengalir !! Lho ko jd berasa siwon omma jd main cast ya ??? Padahal ini kan ff ss couple ??? *mian oenn

     
    • shilla_park

      August 29, 2013 at 10:31 pm

      hahahaha ga papa kali bayangin dr segi pandang org lain..itu artinya karakter tu orang kuat ahhaa😀

       
  23. vitacsw

    August 29, 2013 at 11:32 pm

    mewekkkkkkkkk nangissss sejadi jadinyaaaa

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 6:41 am

      cupcupcup..jgn nangis ya..*sodorin boneka* lol

       
  24. minkijaeteuk

    August 30, 2013 at 12:07 am

    hiks…hiks…hiks….T.T
    aku nangis baca y nyesek bgt siwon mohon2 sama appa y n minta appa y pura2 jd ayah y padahal emang bener anak kandungvy bikin nyesek baca y scene dr situ mpe terakhir ngak bisa berkata kata….
    lagian mertua y shilla kok.gt kirain bakalan mihak or netral gt tp tau y ngak nerima siwon n kyk y mertua y shilla jg setuju ma rencana y yunho yg nikahin shilla gantiin Ilwoo…
    shilla y dibawa kemana sama yunho??

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 6:48 am

      haha jgn nangis dong..idup memang kejam lol
      ane jg gatau yunho bawa shilla kmana hahah😀

       
  25. miss K シ

    August 30, 2013 at 12:23 pm

    pas kuda berlutut memohon di depan ayahnya.. duhh rasanyaa.. nyesekk di hati..😥
    cuma bisa berharap semoga Kiho segera di bukakan pintu hatinya.. jadi luluh ngeliat anaknya gitu..
    lalu SS couple bersatu.. hidup bahagia selamanyaa.. *maunyaa*😄

    Good job Shilla😉

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 8:25 pm

      haha masa si eon?? lol
      kita sama2 bedoa aja eon biar papi mertua membuka hatinya haha😀

       
  26. amel_amelia

    August 30, 2013 at 4:13 pm

    I most love this part. I’ve read it many times but I think I’m not enough to just read it once and every time I read it I think I started to cry. author is really cool, 저 자 완 전대 박.

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 8:25 pm

      hah? jinjja? woah!!! im touched..gomawo…thank you so much😀

       
  27. kimyoungra

    August 30, 2013 at 4:47 pm

    Shilla eonniiii!! Seriusan aku nangis gara2 ini chapter. Hikss. Kenapa menguras air mata sekali…. Ya ampun siwon rela sujud sama appa kandungnya sendiri cuma biar choi kiho mau pura2 jadi appanya ;_; Dasar bapak sama anak egonya tinggi. Tapi disini ego siwon runtuh demi Shilla. Huahhhh kenapa harus to be continue? itu lagi seru2nyaaa eonniiiiiii /nangis darah/ Next chapternya jangan lama2 eonni. Penasaran gimana siwon sama appanya di next chapter. Dan gomawo juga eonni. Abis baca part ini pikiranku jadi agak rileks gara2 kebawa alur cerita. (Tadinya lagi stress berat ceritanya) Kkkk~

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 8:26 pm

      haha yg nyuruh kmu nangis sapa hm? lol
      namanya jg bapak ma anak y sifatnya sama lah haha😀

       
      • kimyoungra

        September 5, 2013 at 3:39 pm

        Hiks eonni siapa suruh bikin cerita sedih2(?) begitu. Kan aku jadi nangis…😥 *Peluk siwon oppa erat2*

         
      • shilla_park

        September 6, 2013 at 6:59 am

        yaudah ane ga bakal nulis cerita deh…*pundung*

         
  28. crifer_tha

    August 30, 2013 at 9:42 pm

    Part paling sedih yaaa ini :’)
    Berkaca-kaca bacaa nya
    Huaaaaaa siwoooonnn *pelok*
    Lanjutt kak,palli ><"
    Nice part😀

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 10:21 pm

      haha part plg sedih? haha
      eits enak aja pelok2 siwon haha..tunggu aja y wat next part haha

       
  29. ciyukkk.fira

    August 30, 2013 at 10:32 pm

    Beneran nangis bacanya eon…aku tdk mnyangka dan tdk mndga…ayolah choi kiho ajjushi bantu kuda ktmu jodohnya..buat abang donghae..sarangHae…bener” sahabat yg baik^^

     
    • shilla_park

      August 30, 2013 at 10:42 pm

      hoho cup cup…jgn nangis lg yak…*kasih permen*😀

       
  30. Maula

    August 31, 2013 at 8:46 am

    Tisu tisu tisu di mn? Ya ampun ini kenapa air mata ngga mau berhenti2 ya? Nangis dl,di pojok kamar ;(;(;(

     
    • shilla_park

      August 31, 2013 at 10:48 am

      haha untunglah kmu nangisnya di pojokan kamar ga diruang tamu lol

       
  31. Miqowonnie^teleporters

    August 31, 2013 at 3:22 pm

    Eonni….
    pokok’x tanggung jawab!!!!
    aku sampek nangis lihat oppa’ku mohon2 kayak gituuu..!!! Hiks… Hiks… kasihan wonppa.

    tapi si (?) Kiho’x kayak’x udah mau sadar ya? #Amiiiiin. moga aja!

    moga wonppa ma shilla bisa cepet2 bersatu biar yunho’x merasakan kepedihan yg disarakan wonppa selama ini.. (Cieleeh..)

    next chap8 ditunggu Eonni.
    Hwaiting!!!

     
    • shilla_park

      September 1, 2013 at 9:31 am

      lah knp ane yg tanggung jawab? siapa suruh nangis…*plakk*
      hahaa aamiin

       
  32. WonKyu_ELF

    August 31, 2013 at 10:22 pm

    Tissue mana tissue????
    Oh ya ampunnnnnnn, drama keluarga siwon sllu bikin nangis.
    Gilaaaaa, apa lg siwon nya… Oh ya ampunnnn, feel nya ngena smp d kedalaman hati paling dalam (?)
    Bikin nangis ini mah… ㅠㅠ
    Huaaaaaaa…..
    Shilllaaaa, seharusnya bs ngebela siwon, miris amat hidupmu bang. Ditolak sama bakal calon mertua (?), lbh miris lagi ditolak sm ayah sndiri.
    Gilaaa, itu sakit hatinya siwon kykx udah smp tahap akut smp2 ayahnya aja dipanggil sajangnim ㅠㅠ
    Dan choi sajangnim sendiri, egois n keras nya ngalahin baja,
    Huhuhu, uri oppa smp berlutut ㅠㅠ
    Oh my won….

     
    • shilla_park

      September 1, 2013 at 9:38 am

      *sodorin tisu*
      yg nyuruh nangis siapa?? jgn nangis lah haha
      haha brdoa ja biar ayah mertua yg terhormat segera sadar ahha

       
  33. Kasih

    September 1, 2013 at 1:46 pm

    part yg bener2 mengharukan, smga appax wonppa bs sdar dan mw bantuin anakx, lanjutanx jgn lm2 y un!?

     
    • shilla_park

      September 1, 2013 at 2:58 pm

      haha benarkah?
      ga janji deh bakal apdet cepet haha

       
  34. jung soo hwa

    September 1, 2013 at 11:27 pm

    huuwaaa…. eonni. kenapa kayak gini.. *nangis satu galon* siwon kasian banget kamu beb~ eonninya tega sama beb wonwonku *kick eonni

     
    • shilla_park

      September 2, 2013 at 7:09 am

      haha bisa gt nangis segalon? mau liat saya…wkwkw😀

       
  35. nayoon

    September 2, 2013 at 11:24 am

    eonni aku lg nangis. terus langsung TBC. kan nyebelin banget

     
    • shilla_park

      September 2, 2013 at 9:10 pm

      haha y jgn nangis klo gt haha

       
  36. Andrea Malik

    September 2, 2013 at 6:48 pm

    nangis bacanya,apalagi pas siwon mohon mohon,astaga nyesek

     
    • shilla_park

      September 2, 2013 at 9:10 pm

      hehe cup2..jgn ngangis yak..*sodorin balon*

       
  37. affiasca98

    September 3, 2013 at 9:01 am

    Aaaaa feelnya ngena banget. Especially yang bagian siwon dan keluarganya itu. Aku ikutan nyesek dan air mata udh diujung(?) tinggal netes eh tbtb nemu tbc-_-
    Akhirnya shilla dapet mimpi utk menjawab keraguannya😀
    Next part asap ya kak! Xoxo

     
    • shilla_park

      September 3, 2013 at 9:08 pm

      hehe syukurlah klo feelnya dapet hehe
      duh ga janji deh klo next part asap haha

       
  38. haemin...

    September 3, 2013 at 10:43 pm

    Dan br baca……ahhhhh siwon segitu sayangnya sama shilla sampai merendahkan harga dirinya…..sedih bgt pas siwon minta kiho pura2 jd orangtuanya….. :(…..shilla diawal nyebelin bgt g blg apa2….. hufffffftttt…..smglah kiho mau bantuin…. nice job saeng n sekali lg saengil chukahamnida…..all the best for u n happily ever after :**

     
    • shilla_park

      September 4, 2013 at 6:39 am

      haha shilla sengaja ane bikin gt biar ada dramanya dikit lol
      hehe tengkyu eonnn…y ampyun dr tgl 1 kmaren udah ngucapin kan…tengkyu somuch😀

       
  39. theayu0221

    September 7, 2013 at 5:46 pm

    bagian ini, bagian yg paling ditunggu. nunggu siwon ngemis *kabur~~~~*
    maksudnya ngbuang egonya buat minta bantuan ayahnya, siwonnya yakin klo udh ad pengakuan orang tuanya, dia lebih gampang buat dapetin shilla. status dia tuh sebenernya setara ma yunho.
    klo shilla kn tinggal mantepin hati ma siwon, percaya ma siwon klo dia jg bakal ngerasain yang sama waktu masih ma ilwoo oppa *yang cakep, yang manis, yang hangat, yang haus~~~ yang haus~~~ * *jd jualan*😀
    part ibunya bikin nyesek deh. gmn ibuny sayang ma siwon.

     
    • shilla_park

      September 9, 2013 at 6:50 am

      haha seneng amat keknya siwon ngemis lol
      haha ini siapa yg jualan duhhhh…wkwkw😀

       
  40. Rahma

    October 8, 2013 at 4:53 pm

    Ceritanya bagus, salam kenal sy reader baru diblog ini, baca dr part 1-16 baru dipart ini sy nangis sedih ngeliat siwon mohon supaya dibantu sm ayahnya, jalan ceritanya seru ga’ mudah ditebak next partnya ditunggu semangat eonni

     
    • shilla_park

      October 8, 2013 at 7:04 pm

      salam kenal jugaaaa…
      hehe tengkyu..tp itu lnjutannya udah ada kok hehe

       
  41. hanathysha

    October 10, 2013 at 4:39 am

    Onnie. Anyeong!
    aku reader lama yang udah hiatus. Hehehe
    id lama aku isthy. Dan sekarang aku bawa id baru!
    yoroshikun oni-chan!

     
    • shilla_park

      October 10, 2013 at 7:05 am

      haha anyoeng juga…. welcome back haha😀

       
  42. Srie_wonnie407

    October 17, 2013 at 1:10 pm

    Part ini bner2 mnguras emosi dan air mata, rsa ksal sdih smuanya brcmpur…..!!!

    Sgtu cntanyakah siwon pd Shilla shigga dy relah mbuang hrga drinya didpan ayahnya,,,
    Aq g’ tllu ska dgn skap Siwon yg lmah hnya krna sorg gdis, bruntung di dunia nyata dy tdk sprt itu…

    Tp u/ crta ini never mind it just fanfiction, dan bner2 mnguras emosi….!!!
    Two tumbs up pokoknya bwt author, d tggu next partnya😉

     
    • shilla_park

      October 17, 2013 at 6:05 pm

      well terkadng cinta bs membutakan orang…dan terkadang kita melupakan harga diri ketika kita mencinta orang…*masa?*
      next part udah ada kok say hehe

       
  43. mey

    November 26, 2013 at 9:25 am

    Eonni part ni sdih bgt,mw nangis tp malu lg d tmpat umum jd aku tahan dh.
    aku suka part ini eonni🙂

     
    • shilla_park

      November 27, 2013 at 6:43 pm

      haha iya bener..jgn nangis..ntar disangka freak lo…lol

       
  44. HalcaliGaemKyu

    December 11, 2013 at 12:21 pm

    Ya ampun siwon! Aku dibuat nangis melihat penderitaanmu. Parah bgt deh bapaknya siwon.
    Siwon bahkan hrs memohon, aish jinjja! Bahkan permohonannya pun akan dijadikan hutang seumur hidup. Bener2 deh..
    Aku tau bapaknya itu sayang hanya saja dia adalah org yg keras dgn harga diri yg tinggi, jd susah deh.
    Aku penasaran sm part selanjutnya.
    FF mu neomu daebak!

     
    • shilla_park

      December 16, 2013 at 5:11 pm

      haha bapaknya kan emang kejam…mungkin
      lol

       
  45. Siregar Sri Fauziah

    January 1, 2014 at 4:31 am

    Ya ampun. .. feelny dpt buangeeddd dsni… drimu mmbuatku menangis lgi dipart ini Author… knpa kisah wonppa sma ortuny hrs sepilu ini sih…😥
    Tn Choi ko’ egony tinggi bgt sih….
    Wonppa bner cinta bgt sma Shilla smp hrs ngerendahin harga diriny…
    Oppa… yg kuat y… Siwonest ada dsni bersamamu… Fighting!!

     
    • shilla_park

      January 1, 2014 at 7:15 am

      saya ga niat bikin anak org nangis kok…maaf yak…lol

       
  46. dinnur

    February 15, 2014 at 7:09 pm

    sukses nangis aku, apalagi waktu perkataannya eomma nya siwon,
    semoga kiho ahjussi luluh, kayaknya dia sebenarnya orang yg baik
    dan semoga usaha siwon yg sangat besar ini membuahkan hasil

     
    • shilla_park

      February 16, 2014 at 12:22 am

      cup cup jgn nangis dong..*sodorin permen*

       
  47. Aulia058

    June 28, 2014 at 9:25 pm

    Terharu sama chapter ini :’)
    udah gitu aja deh komentarku, ka.

     
  48. Fanny Park

    November 22, 2014 at 7:46 pm

    Nyesekkkkk…
    Hiksss😥
    gk bisa ngomong apa2 lagi,,
    author nya sukses buat aku speechlees…

    Ratapi semua kesedihan dipart ini😥
    *ditendang author*

     
    • shilla_park

      November 23, 2014 at 11:27 am

      kesedihan di part ini ga usah diratapin, dinikmatin aja lol

       
  49. mayang

    June 4, 2015 at 9:15 am

    aghhh nanggis sumpah bener” nyesek😥😥😥😥
    kasian Siwon dya berkorban sampe segitu nya buat Shilla😦
    jd kesel gw am Shilla ny , hehehe ^^v

     
  50. kim ji hyun

    August 18, 2016 at 2:01 pm

    Part ini sedih banget, buat aku nangis aaaa…
    Kesel juga sama Yunho, ga bisa ngertiin Silla-Siwon

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: